-->

Senin, 31 Maret 2025

Ribuan Umat Hadiri Tawur Agung Kesanga 2025 di Candi Prambanan


Laporan Reporter : Asrinidevy 

 Yogyakarta Bali Kini – Ribuan umat Hindu dari berbagai daerah berkumpul di Candi Prambanan untuk mengikuti Upacara Tawur Agung Kesanga, Jumat (28/3/2025. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian utama dalam perayaan Hari Suci Nyepi Nasional Tahun Saka 1947/2025M.


Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menjelaskan bahwa rangkaian perayaan ini mencakup berbagai kegiatan pokok yang mencerminkan nilai-nilai luhur agama Hindu. Salah satunya adalah Upacara Melasti yang dilakukan sebelum Tawur Agung Kesanga.


"Inti dari pelaksanaan Melasti adalah membersihkan diri secara jasmani dan rohani secara sempurna, yakni dengan menerapkan Tri Kaya Parisudha: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan," jelas Wisnu.


Ia menjelaskan Tawur Agung Kesanga sendiri merupakan ritual Bhuta Yadnya yang bertujuan untuk menyeimbangkan unsur-unsur Panca Mahabhuta, yaitu Pertiwi (tanah), Apah (air), Bayu (udara), Teja (api), dan Akasa (ruang). Upacara ini melambangkan penyucian alam semesta sebelum memasuki Hari Suci Nyepi.


Wisnu dalam sambutannya juga menerangkan bahwa Hari Suci Nyepi diperingati dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Prinsip ini bertujuan untuk mengintrospeksi diri, melakukan pengendalian diri melalui tapa, brata, dan semadi sebagai bentuk fokus kepada Tuhan Yang Maha Esa. Upacara ini menjadi momentum penting dalam menjaga keseimbangan energi alam semesta serta refleksi spiritual bagi umat Hindu.


"Setiap Hari Suci keagamaan berfungsi untuk menanamkan nilai agama dan sebagai media pendekatan serta pelayanan kepada Tuhan dan ciptaan-Nya. Hal ini juga menjadi sarana peningkatan kualitas penyucian diri," ungkapnya.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keseimbangan antara nilai spiritual dan material dalam perayaan Hari Suci Nyepi harus dijaga agar tidak saling mendominasi. Pendekatan multi dimensi dan pemahaman nilai-nilai filosofis dalam ajaran Hindu akan membantu umat semakin dekat dengan Tuhannya serta memperkuat Sradha Bhakti, iman, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Turut hadir dalam Upacara Tawur Agung Kesanga  Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka; Menteri Agama RI Nasaruddin Ummar, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI Prof. Dr. Drs I Nengah Duija, M.Si, serta Wakil Gubernur DI Yogyakarta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X.

Prajurit Siap Berkorban Jiwa dan Raga Demi Tugas


Pangdam Zamroni: Prajurit Disumpah Menegakkan Kedaulatan Bangsa

Laporan Reporter : Tim Lpt Pendam IX/Udy

Bali Kini - Sebagai bagian dari rakyat, prajurit TNI harus menjunjung tinggi kemanusiaan dan menghindari tindakan yang menyakiti masyarakat. Profesionalisme tidak hanya diukur dari keterampilan, tetapi juga kepedulian dan kedekatan dengan rakyat. Dengan semangat pengabdian, prajurit hadir sebagai pelindung dan solusi, sehingga dicintai serta dihormati oleh masyarakat.


Hal tersebut ditegaskan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, S.I.P., M.Si., dalam amanatnya saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara TNI AD Gel II TA. 2024 yang digelar di Rindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan, pada Kamis (27/3/2025).


Lebih lanjut Pangdam mengingatkan bahwa perjalanan panjang para prajurit, dari kampung halaman hingga menyelesaikan pendidikan militer, mencerminkan ketangguhan dan semangat juang. Keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga bagi keluarga dan daerah asal yang mendukung perjuangannya hingga menjadi prajurit siap mengabdi.


"Sebagai prajurit, kalian telah bersumpah setia kepada NKRI, tunduk pada hukum, disiplin, taat pada atasan, menjalankan tugas dengan tanggung jawab, serta menjaga rahasia tentara. Jadikan sumpah ini sebagai pedoman hidup, karena kalian bersumpah bukan kepada manusia, melainkan kepada Tuhan Yang Maha Esa," tegas Pangdam.


Pangdam menekankan bahwa prajurit harus selalu siap menegakkan kedaulatan negara dan melindungi rakyat, termasuk kesiapan berkorban jiwa dan raga demi tugas. Pendidikan dan latihan militer bertujuan membentuk prajurit yang tangguh agar tidak menjadi korban sia-sia di medan tugas.


"Jangan pernah menyakiti hati rakyat. Sadari sumpah, tugas, dan hakikatmu sebagai prajurit rakyat. Jika kalian menghayatinya sepanjang pengabdian, insya Allah kalian akan menjadi prajurit andalan, profesional, dicintai rakyat, dan kebanggaan TNI Angkatan Darat," pesan Pangdam.


"Semesta mendukung, matahari bersinar di lapangan ini. Keluargamu datang dengan harapan besar atas pengabdianmu. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Jadilah prajurit TNI Angkatan Darat yang membanggakan. Selamat bertugas!," tegas Pangdam.


Dalam kesempatan ini, Pangdam melantik 616 Bintara TNI AD. Beberapa prajurit berprestasi mendapatkan penghargaan, di antaranya Serda Candra Anugrah Mauboy (Nilai Tertinggi Tri Pola Dasar), Serda Gede Darma Yasa (Aspek Sikap dan Perilaku), Serda Ketut Kusuma Yudha (Aspek Pengetahuan dan Keterampilan), serta Serda Charles Yunisanto Asbanu (Aspek Jasmani Militer).


Sebagai puncak acara, para Bintara Muda menampilkan demonstrasi Kolone Senapan dengan gerakan presisi tinggi, diikuti aksi spektakuler Sparko yang memadukan ketangkasan dan kekuatan fisik. Demonstrasi Bela Diri Taktis juga memukau dengan teknik pertempuran jarak dekat yang impresif. Penutupan semakin istimewa dengan penampilan Tari Kecak, tarian khas Bali yang menggema penuh energi, mencerminkan sinergi antara kekuatan militer dan kearifan budaya.


Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Agung Udayana, S.E., M.M.,M.HI. dalam keterangannya menyampaikan bahwa pendidikan ini merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam mencetak prajurit yang profesional, disiplin dan berkarakter. Kolonel Agung menegaskan bahwa lulusan Dikmaba TNI AD harus mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh serta siap menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.


"Setiap prajurit harus terus mengasah kemampuan, meningkatkan disiplin, dan menjaga semangat juang, karena tantangan ke depan semakin kompleks dan dinamis. Hanya dengan ketangguhan, kesiapan, dan dedikasi tinggi, Prajurit dapat menjalankan tugas dengan baik serta menjaga kehormatan satuan dan bangsa," tegas Kolonel Agung. 

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara Ngingsah Serangkaian Karya di Pura Dalem Pejarakan Ulun Lencana.

 


Ket foto : Wakil Walikota  Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Upacara Ngingsah dan Ngadegang Manik Galih serangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah dan Padususan Manawaratna di Pura Dalem Pejarakan Ulun Lencana, Desa Adat Kerobokan, Desa Padangsambian Kelod pada Senin (31/3). 

Laporan Reporter : Agus 

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota  Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Ngingsah dan Ngadegang Manik Galih serangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah dan Padususan Manawaratna di Pura Dalem Pejarakan Ulun Lencana, Desa Adat Kerobokan, Desa Padangsambian Kelod pada Senin (31/3). Upacara tersebut dilaksanakan guna melengkapi rangkaian upacara di pura tersebut. 


Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Badung, AA Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Tananjaya Asmara Putra, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, Perbekel Desa Padangsambian Kelod, I Gede Wijaya Saputra serta undangan lainya. 


Ketua Prajuru Pura Dalem Pejarakan, I Made Suwindra disela-sela upacara menjelaskan bahwa Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah dan Padususan Manawaratna di Pura Dalem Pejarakan Ulun Lencana, Desa Adat Kerobokan, Desa Padangsambian Kelod ini dilaksanakan setelah guna melengkapi aci di pura tersebut. Dimana puncak karya akan berlangsung pada Selasa (8/3) mendatang yang bertepatan dengan Anggara Kasih Julungwangi. 


"Kami menghaturkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselanggaranya upacara yadnya ini, semoga keseimbangan alam semesta dapat terus kita jaga sesuai dengan falsafah Tri Hita Karana," ujarnya


Wakil Walikota  Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas kerja keras dan gotong royong seluruh lapisan masyarakat pengempon Pura Pura Dalem Pejarakan Ulun Lencana, Desa Adat Kerobokan, Desa Padangsambian Kelod dalam mendukung pembangunan parahyangan suci. Hal ini tentu sejalan dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju berlandaskan sepirit Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna menyama braya bahwa kita semua bersaudara. 


Dikatakannya, Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah dan Padususan Manawaratna ini merupakan tahapan yang harus dilaksanakan. Sehingga bangunan suci dapat digunakan untuk kegiatan upacara dan pemujaan. Hal ini juga merupakan wujud sradha bhakti krama pengempon kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Hal ini juga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana. 


"Dengan pelaksanaan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah dan Padususan Manawaratna ini mari kita tingkatkan  sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana," ujar Arya Wibawa

Minggu, 30 Maret 2025

Tradisi Omed-Omedan Wawali Arya Wibawa Apresiasi Semangat Sekehe Teruna Jaga Tradisi


 Ket.foto : Wawali Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Ketua GOW Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, berfoto bersama sebelum menyaksikan langsung puncak Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOOF) pada Minggu (30/3) sore di depan Banjar Kaja Sesetan.

Laporan Reporter : Esa 

Denpasar, Bali Kini  - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Ketua GOW Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menyaksikan langsung puncak Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOOF) pada Minggu (30/3) sore di depan Banjar Kaja Sesetan.


Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOOF) yang digelar saat Ngembak Geni (sehari setelah Nyepi) tahun ini mengusung tema Suciptaning Bhuana.


Turut hadir dalam acara ini Budayawan Prof. Bandem, Wakil Ketua DPRD Denpasar Dr. Made Oka Cahyadi Wiguna, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, Panglingsir Pura Kaja Sesetan I Gusti Ngurah Oka Putra, tokoh masyarakat setempat, Prajuru Banjar Kaja Sesetan, serta anggota Sekehe Teruna (ST) Banjar Kaja Sesetan.


Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan bahwa Omed-Omedan merupakan tradisi unik yang menjadi identitas Banjar Kaja Sesetan serta Kota Denpasar secara keseluruhan.


"Omed-Omedan dapat menjadi pemacu dalam pelestarian budaya, daya tarik pariwisata, serta penggerak ekonomi masyarakat lokal. Semua unsur ini berpadu dalam SHOOF," ujar Arya Wibawa.


Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen penuh untuk mendukung dan mendorong pengakuan Omed-Omedan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Pengakuan ini diharapkan menjadi pijakan bagi pelestarian tradisi Omed-Omedan bagi generasi mendatang.


"Kami juga mengapresiasi semangat generasi muda Banjar Kaja Sesetan yang terus melestarikan tradisi Omed-Omedan di tengah arus modernisasi," tambahnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival Tahun 2025, I Putu Gede Krisna Widanta, menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan tradisi Omed-Omedan, tetapi juga dikemas dengan berbagai kegiatan lain seperti stan kuliner, hiburan musik, lomba Ogoh-Ogoh Mini, penyerahan bibit tanaman, serta pertunjukan kesenian tradisional.


"Dengan konsep yang lebih luas dan inovatif, SHOOF diharapkan semakin memperkuat eksistensi Omed-Omedan sebagai bagian dari kekayaan budaya Bali yang tetap lestari sepanjang zaman," ujarnya.

Pembakaran Sampah Akibatkan Pipa Di Gorong-gorong Terbakar, Gercep Ditangani Damkar Karangasem


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih


Karangasem, Bali Kini - Kebakaran di gorong-gorong akibatkan pembakaran sampah terjadi di Banjar Dinas Pesangkan Anyar, Desa Duda Timur, Selat, Minggu (30/3/2025). Hal ini dinilai membahayakan sehingga warga melaporkannya ke Damkar Karangasem untuk mendapat tindak lanjut.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karangasem, I Made Agus Budiyasa, mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim Damkar Regu 1 Pos Selat untuk menangani kejadian tersebut. "Perkiraan penyebabnya karena ada salah satu warga yang melakukan pembakaran sampah," katanya. Luas area yang terbakar ialah 1x4 meter, dengan objek yang terbakar berupa pipa di dalam gorong-gorong.


Beruntung, karena gercep (gerak cepat) atau kecekatan tim, tidak ada kerugian dalam peristiwa tersebut. "Empat personel ke lokasi, mereka berhasil mencegah api meluas dengan menyemprotkan air yang dibawa menggunakan armada tangki BW 05, DK 8172 S," katanya.


Dengan begitu, pihaknya memperingatkan agar warga berhati-hati dalam melakukan pembakaran sampah agar tidak terjadi kebakaran yang dapat merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

RIBUAN WARGA MASYARAKAT SAKSIKAN LOMBA OGOH-OGOH DESA ADAT KARANGASEM


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih


Karangasem ,Bali Kini - Ribuan warga masyarakat Kota Amlapura, Karangasem dan  sekitarnya tumpah ruah membludak memadati ruas-ruas jalan protokol kota menyaksikan perhelatan tradisi tahunan parade Ogoh-ogoh yang dilombakan digelar Desa Adat Karangasem, Kelurahan Karangasem bertepatan dengan Tawur Kesanga, Jumat (28/3).


 Membludaknya penonton tidak seperti parade Ogoh-ogoh sebelumnya, karena baru kali pertama ini Desa Adat Karangasem gelar parade dilombakan dan berhadiah uang dan piala.


Jumlah parade Ogoh-ogoh sebanyak 29 buah dari 20 peserta Seka Truna-Truni (STT)/banjar. Dari 20 peserta, 2 STT/banjar berkolaborasi dengan peserta STT/banjar lainnya sehingga sebanyak 18 buah Ogoh-ogoh yag dinilai juri. Pesertanya dari STT/banjar se-Desa Adat Karangasem dan desa tetangga yakni Desa Adat Susuan dan Tampuagan. Juga dimeriahkan sebagai pendukung oleh masing-masing peserta 2 – 3 buah Ogoh-ogoh mini yang diusung oleh anak-anak.

Terhitung catatan dari panitia lomba daftar peserta penggusung dan pendukung Ogoh-ogoh sekitar seribu orang lebih.


Lomba Ogoh-ogoh ini terasa seru dan menarik mendapat aplus sorak sorai dalam suasana malam cuaca cerah dari masing-masing pendukung  dan penonton yang memadati hampir sepanjang rute perjalanan Ogoh-ogoh. Keseruannya, selain atraksi di lima  titik sepanjang jalan yang telah ditentukan panitia. Saat menggusung Ogoh-ogohnya hampir semua peserta tampilan Ogoh-ogohnya  didukung  fragmentari, alunan sinopsis alur cerita dan atraksi budaya bernuansa magis religius  sesuai dengan tema Ogoh-ogoh yang ditampilkan ditambah alunan gong baleganjur bertalu-talu saling bersahutan terasa suasana seram malam itu. 


Pengumuman pemenang langsung diumumkan oleh panitia usai gelaran lomba hampir tengah malam pukul 00.00 Wita di Catus Pata Taman Budaya Candra Bhuwana Amlapura. 

Seke Truna-truni (STT) Bhakti Hita Karya, Banjar Pebukit, nama Ogoh-ogoh “Pemurtining Pralaya Ing Buana” nilai 1.795 berhasil dinobatkan raih pemenang I dan berhak menerima hadiah Rp3 juta, piala tetap dan piala bergilir. 

Pemenang juara II digondol STT Iswara Banjar Kerti Celuk Negara nama Ogoh-ogoh “Pasupati Rencanam” nilai 1.785 berhak terima hadiah uang Rp2 juta dan piala. Sedangkan pemenang III disabet STT Kumuda Jaya Banjar Tampuagan, Desa adat Tampuagan nama Ogoh-ogoh “Ulah Pati Karma” nilai 1.783, kalah tipis hanya terpaut dua angka dengan pemenang II mendapatkan hadiah uang Rp1 juta dan piala. 


Hadiah uang dan piala langsung diserahkan malam itu usai parade kepada para pemenang oleh Bendesa Adat Karangasem, IDG Nguah Surya Y Anom didamping Penyarikan, I Wayan Supandhi dan Ketua Panitia Lomba yang juga Baga Palemahan, I Made Arnawa.


Wujud fisik Ogoh-ogoh peraih juara I “Pemurtining Pralaya Ing Buana”, mahluk barong, Dewa Gama, Kali Maya, dan  Dewa Durga. Dewa Gana sedang melepaskan anak panah menyasar Dewa Durga.


 Ketua STT Bhakti Hita Karya, I Kadek Budiarta menjelaskan kepada penulis usai menerima hadiah malam itu. Tema karyanya tersebut dikutif dari lontar Siwagama. Sepenggal cerita singkat , Dewi Uma yang merupakan istri Dewa Siwa turun  ke bumi untuk mencarikan obat Ida Sang Batara Siwa yang sedang sakit mengalami kesulitan mencarikan susu sapi putih untuk menyembuhkan suaminya. Setelah berusaha keras dan merasa putus asa, ia akhirnya bertemu dengan Dewa Siwa yang menjelma sebagai pengembala sapi putih. Kemudia Dewa Siwa menawarkan susu tersebut dengan syarat Dewi Uma harus melayani nafsunya. Meskipun awalnya menolak, demi kesembuhan suaminya, Dewi Uma menyanggupi syarat tersebut.  

Lanjut Budiarta yang juga sang arsitek langsung rancang Ogoh-ogoh “Pemurtining Pralaya Ing Buana” menerangkan, filosofi Ogoh-ogohnya, diperlukan pemahaman dan kesadaran sejati untuk tidak mengambil suatu keputusan agar tidak ada penyesalan dikemudian hari, karena kejadian saat itu benar atau atau tidak benar sulit membedakan. 

 Budiarta, Ogoh-ogoh jenis tersebut pernah dibuatnya untuk parade Ogoh-ogoh sebelumnya tapi alami musibah patah. Karen rasa jengah, jenis Ogoh-ogoh tersebut kembali dibuat. “Bahan Ogoh-ogoh yang saya buat tanpa menggunakan gabus dan streafom, pakai ulatan bambu, kertas koran, tisu pembersih dan rangkaian besi,” pungkasnya. 


Rute perjalanan Ogoh-ogoh menempuh jarak sekitar 2 km keliling Kota Amlapura. Parade berlangsung selama sekitar 5,5 jam dari pukul 18.00-23.30 Wita. Dimulai dari Catus Pata Taman Budaya Candra Bhuwana Amlapura menuju Jalan Patih Jelantik, Jalan Gajahmada, Jalan Ksatrian, Jalan Diponogoro, Jalan Gatot Subroto, Jalan Teuku Umar, dan berakhir di Jalan Patih Jelantik sebelah selatan Pura Jagatnatha Amlapura.


Lomba Ogoh-ogoh nomor urut undi perdana Ogoh-ogoh “Amuk Buta Tarpana” milik STT Banjar Taman Sudarma dilepas Bupati Karangasem yang diwakili Camat Karangasem, I Ketut Juni Arsa Wijaya. Nomor undi selanjutnya dilepas oleh pejabat undangan terkait, Bendesa Adat Karangasem, IDG Ngurah Surya Y Anom. Nomor undi berikutnya dilepas oleh usur Pengurus Desa Adat Karangasem dan perwakilan dari masing-masing keliang banjar peserta.


Bendesa Adat Karangasem, IDG Nguah Surya Y Anom mengatakan, Ogoh ogoh adalah ekspresi seni yg dikaitkan dengan pecaruan dihari pengerupukan. Dan wujud Ogoh-ogoh yang sangat seram merupakan wujud energi yang sangat besar dan liar, kemudian di transformasi melalui penyomyan menjadi energi besar yang bermanfaat untuk umat manusia dan alam. Inilah yang kemudian diarak mengitari buana agar energi ini bisa ditransmisikan di seluruh jagat untuk kemakmuran dan kesuburan, sehingga memberikan kesejahteraan yang berkesinambungan.


Ketua Panitia Lomba Ogoh-ogoh I Made Arnawa yang juga Keliang Banjar Wiryasari Amlapura, menjelaskan, seluruh peserta bahan-bahan Ogoh-ogohnya sudah menggunakan bahan alami sesuai anjuran pemerintah untuk kelestraian lingkungan, dan murni hasil karya Seka Truna-Truni. Lanjut Arnawa, rencana tahun depan lomba Ogoh-ogoh jumlah peserta ditingkatkan, setiap STT/ banjar wajib ikutserta lomba sehingga pesertanya menjadi 35 buah Ogoh-ogoh.

 

Apresiasi lomba Ogoh-ogoh datang dari Ketua Umum Yayasan Kstraia Keris Bali, I Ketut Putra Ismaya Jaya alias Jro Bima yang juga krama Banjar Adat Wiryasari Amlapura, Desa Adat Karangasem “Saya mengapresai pihak Desa Adat Karangasem yang kali pertama diadakan, ini semoga bisa berkesinambungan, dan hadiahnya serta kreasinya  terus meningkat. Juga sangat mendukung pihak penyelenggara melarang ketika sebelum dan saat mengarak Ogoh-ogoh tidak boleh minum minuman keras.


Sementara itu, sebelum dimulai gelaran lomba Ogoh-ogoh, siang menjelang sore hari digelar upacara Tawur Kesanga Tabuh Gentuh  tempat di Catus Pata Taman Budaya Candra Bhuwana Amlapura, Jumat (28/3). Dipuput dua orang sulinggih Ciwa-Budha, Ida Pedanda Gede Ketut Sidemen dari Geria Gelumpang, Kelurahan Karangasem dan Ida Pedanda Oka Shambawa dari Geria Alit Budakeling, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem. 

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Karangasem yang diwakili Sekretaris Daerah, I Ketut Sedana Merta, ST, MT., jajaran Pemerintah Kabupaten Karangasem, undangan lainnya dan  krama 35 banjar se-Desa Adat Karangasem.

Jumat, 28 Maret 2025

5 Tersangka Kasus Narkoba Diciduk di Karangasem, 1 Kurir dan 4 Pemakai

 


Laporan Reporter : Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini— Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Karangasem kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Lima tersangka dari beberapa lokasi berbeda diamankan sepanjang Februari hingga Maret 2025. Empat orang di antaranya berstatus sebagai pemakai, sementara satu orang berperan sebagai kurir atau perantara.


Kapolres Karangasem, AKBP I Nengah Sadiarta mengungkapkan, pengungkapan ini merupakan hasil dari pengembangan kasus sebelumnya pasca pelaksanaan Operasi Antik Agung 2025. Ia mengatakan, pihaknya tetap melakukan penindakan meski operasi telah selesai.


“Pengungkapan ini berkat pengembangan dari kasus bulan lalu. Pola peredarannya masih sama seperti sebelumnya, menggunakan sistem tempel sehingga memutus mata rantai jaringan,” ujarnya saat konferensi pers, Jumat (28/3/2025).


Lima Tersangka Diamankan di TKP Berbeda

Berikut data lengkap pengungkapan kasus tersebut:

Abang, 13 Februari 2025

Tersangka berinisial TMST alias T diamankan dengan barang bukti sabu seberat bruto 0,48 gram, netto 0,32 gram. Dari hasil penyelidikan, T diduga sebagai pemakai.

Bebandem, 2 Maret 2025

Dua tersangka, IKBP dan IMAW alias A, ditangkap dengan barang bukti sabu seberat bruto 2,12 gram, netto 0,86 gram. Keduanya berperan sebagai pemakai.

Bebandem, 13 Maret 2025

Polisi mengamankan YW alias W yang juga merupakan pemakai, dengan barang bukti sabu seberat bruto 0,84 gram, netto 0,39 gram.

Karangasem, 24 Maret 2025

Tersangka NFR alias F diduga sebagai kurir atau perantara. Dari tangan F, petugas menyita 5 paket sabu dengan total berat bruto 0,9 gram, netto 0,34 gram.

Kelima tersangka kini dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana minimal 4 tahun hingga 20 tahun penjara, dan denda Rp1 miliar sampai Rp10 miliar.


Polres Karangasem juga berkomitmen untuk memberantas narkoba dengan bersinergi bersama BNN dan Polres Sekitar. AKBP I Nengah Sadiarta menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengembangan kasus guna membongkar jaringan yang lebih besar. Ia juga mengakui sebagian besar jaringan yang berhasil diungkap berasal dari wilayah Denpasar.


“Kami terus berkoordinasi dengan BNN dan polres tetangga seperti Klungkung dan Gianyar. Harapannya bisa segera mengungkap bandar yang lebih besar dan menekan peredaran narkoba di Karangasem,” tambahnya.


Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar turut aktif memberikan informasi dan bersama-sama memberantas peredaran gelap narkoba.

Ciptakan Malam Pangerupukan Nyepi Caka 1947 Kondusif Bebas Soundsystem


Laporan Reporter : Esa 

Denpasar , Bali Kini - Upaya penegakan Perda No. 9 Tahun 2024 Tentang Pelestarian Ogoh- Ogoh dan Perwali No. 11 Tahun 2025 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda No. 9 Tahun 2024 dalam bentuk pelarangan penggunaan soundsystem saat pawai Ogoh-Ogoh di malam Pangerupukan Nyepi Caka 1947 terus dilakukan di wilayah Kota Denpasar. 


Kali ini, Tim Pengawasan Pelestarian Ogoh - Ogoh Kota Denpasar  terdiri dari tim gabungan kecamatan Denpasar Utara - Denpasar Barat bergerak memantau Kelompok Pemuda perihal ada atau tidaknya yang masih memakai soundsystem sebagai pengiring Ogoh-ogohnya. 


Tim bergerak dari Kantor Camat Denpasar Barat kearah timur di sepanjang jalan Gunung Agung, Denpasar. 


Pada kesempatan ini hadir  Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara sebagai ketua tim, Camat Denpasar Barat, Ida Bagus Made Purwanasara, Kasatpol-PP Kota Denpasar, AAN. Bawa Nendra didukung pula oleh Kapolsek Denbar, Kompol Laksmi Trisnadewi,  Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA. Made Angga Harta Yana beserta unsur/desa kelurahan dan unsur masyarakat lainnya. 


Berkolaborasi dengan unsur Kecamatan Denpasar Utara, Camat Denut, Wayan Yusswara dan Kapolsek Denut, Iptu. I Wayan Juwahyudhi. 


Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara sebagai ketua Tim Pengawasan Pelestarian Ogoh - Ogoh Kota Denpasar mengatakan Tim gabungan Denbar -Denut ini bergerak di sepanjang ruas jalan Gunung Agung, Denpasar berangkat dari Kantor Camat Denbar menuju ke timur. Selanjutnya Tim akan dibagi dua menyusur di masing-masing fokus wilayah, Denpasar Utara dan Denpasar Barat. 


"Tim ini berupaya terus memastikan penegakan Perda No. 9 Tahun 2024 Tentang Pelestarian Ogoh- Ogoh terkait pelarangan penggunaan soundsystem saat pawai Ogoh-Ogoh di malam Pangerupukan Nyepi Caka 1947  di wilayah Kota Denpasar. Kami ingin tercipta suasana malam Pangerupukan Nyepi Caka 1947 berjalan kondusif dan aman sesuai dengan tradisi budaya yang berlaku" ucapnya. 


Dari hasil pemantauan, ditemukan masih ada segelintir kelompok pemuda yang memakai soundsystem sebagai pengiring ogoh-ogoh. Tim dengan sigap langsung menyita barang bukti berupa seperangkat soundsystem, menghubungi penanggung jawab kelompok pemuda tersebut untuk dilakukan pemanggilan oleh pihak kecamatan yang disertai sosialisasi dan penataran.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved