-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Minggu, 05 Juli 2026

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar di Pura Mandhara Giri Semeru Agung.

Ket foto : Jajaran Pemkot Denpasar yang dipimpin Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat melaksanakan Bhakti Penganyar serangkajan Piodalan Satunggil Warsa di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Lumajang bertepatan dengan Rahina Redite Pon Wuku Medangsia, Minggu (5/7). 

Lumajang, Bali Kini - Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar serangkaian Piodalan Satunggil Warsa di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Kabupaten Lumajang bertepatan dengan Rahina Redite Pon Wuku Medangsia, Minggu (5/7). Hadir serta berbaur bersama pemedek, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. 

Tampak pula Pangrajeg Karya yang juga Panglingsir Puri Ubud, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Made Mudra, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya. 

Rangkaian Bhakti Penganyar diawali dengan pangilen Tari Rejang Renteng yang dibawakan oleh WHDI dan DWP Kota Denpasar serta Tari Rejang Taksu Bhuwana yang dibawakan PHDI Kota Denpasar, dilanjutkan dengan Tari Baris Gede yang dibawakan Forum Perbekel Lurah Kota Denpasar serta Topeng Wali yang dibawakan oleh Paguyuban Seniman Kota Denpasar. Dalan kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara turut andil mesolah Topeng Keras. Diiringi suara Kidung dan Gembelan, rangkaian Bhakti Penganyar berpangsung khidmat diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput Ida Pedanda Gede Dwija Padang Rata, Griya Kutri, Gianyar.  

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa Piodalan Satunggil Warsa di Pura Mandhara Giri Semeru Agung ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan pujawali ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. 

Manggala Karya, Cokorda Gede Indrayana mengatakan, Piodalan itu sendiri merupakan upacara tahunan yang diselenggarakan oleh pengempon pura dan masyarakat sekitar. Dikatakanny, keberadaan Pura Mandhara Giri Semeru Agung merupakan momentum perpaduan antara Hindu Jawa dan Hindu Bali. Karenanya, setiap pelaksanaan Bhakti Penganyar selalu dipadukan dengan Pemkab/Pemkot di Provinsi Jawa Timur. 

"Seperti hari ini Bhakti Penganyar dari Pemkot Denpasar juga dilaksanakan bersama-sama dengan Pemkab Sidoarjo dan  Penkot Surabaya," jelasnya

Di tahun 2026 ini, lanjut Indrayana, Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru akan berlangsung selama 11 hari yang dimulai sejak Purnama Kasa pada Senin (29/6) lalu, hingga Jumat (10/7) mendatang. Dalam rentan waktu itu, umat Hindu yang sebagian besar dari Bali akan silih berganti datang selama 24 jam untuk melakukan persembahyangan. (Ags)

Walikota Jaya Negara Dorong Penguatan Kolaborasi, Atasi Berbagai Permasalahan Perkotaan

Ket. Foto : Ikuti Sidang Pleno Rakernas APEKSI Ke-XVIII 


Medan, Bali Kini - Walikota Denpasar, sekaligus Wakil Ketua Bidang Perkotaan dan Budaya Dewan Pengurus Pusat APEKSI, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Rapat Pleno serangkaian gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-XVIII Tahun 2026, yang berlangsung  Grand City Hall, Medan, Kamis (2/7). 


Berbagai program kerja dan rekomendasi dari masing-masing pengurus Komisariat Wilayah I-VI APEKSI, menjadi agenda inti yang dibahas dalam sidang pleno yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Pusat APEKSI, yang juga Walikota Surabaya, Eri Cahyadi didampingi Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, dan Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.

Beberapa usulan dan rekomendasi yang dimaksud meliputi berbagai persoalan dan isu strategis yang ada di masing-masing wilayah perkotaan. Antara lain, soal pengelolaan sampah, mitigasi bencana, penguatan fiskal dan keuangan daerah, penyederhanaan tata kelola pemerintahan hingga persoalan sumber pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Pada kesempatan itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menekankan Rakernas APEKSI adalah momentum untuk membahas isu strategis perkotaan, serta komunikasi penyelesaian permasalahan yang dialami setiap kota. 

"Apeksi merupakan wadah strategis guna memperkuat posisi pemerintah kota dalam pengambilan kebijakan nasional. Dengan semangat kolaborasi, kita dapat merumuskan solusi atas persoalan perkotaan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inovatif dan berkelanjutan," ujar Jaya Negara.

Jaya Negara juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Walikota Medan beserta jajarannya yang telah mendukung kelancaran sidang pleno Rakernas XVIII APEKSI 2026 dan menjadi tuan rumah yang ramah dan baik. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Pusat APEKSI, Eri Cahyadi mengatakan, pemerintah kota saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi.

"Kita diciptakan bukan untuk berkeluh kesah. Tapi kita diciptakan untuk terus berinovasi, membangun kekuatan kita dengan bersinergi antara satu kota dengan kota yang lainnya," kata Eri Cahyadi.

Untuk itu, ia menegaskan APEKSI tidak boleh hanya menjadi forum penyampaian persoalan daerah, tetapi harus mampu melahirkan solusi dan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah pusat.

Menurut Eri, tantangan pemerintah daerah tidak bisa diselesaikan secara sendiri-sendiri. APEKSI harus menjadi ruang kolaborasi agar setiap kota dapat saling belajar, berbagi inovasi, serta memperkuat kapasitas satu sama lain.

Direktur Eksekutif, Alwis Rustam menjelaskan, selain Rapat Pleno, rangkaian Rakernas XVIII APEKSI tahun 2026 yang mengusung tema "Kota Tangguh Bangsa Berdaulat", ini sendiri diisi beberapa agenda kegiatan. Antara lain, penyelenggaraan juga diramaikan dengan Ladies Program, city tour ke kawasan budaya Kota Medan, kunjungan ke Mal Pelayanan Publik dan Galeri Dekranasda, serta berbagai forum tematik yang mempertemukan perangkat daerah dari seluruh Indonesia.

Seluruh Walikota juga mengikuti olahraga bersama, penanaman pohon, dan peresmian Tugu Kota Tangguh di Taman Cadika sebagai simbol komitmen bersama membangun kota yang lebih tangguh dan berkelanjutan.  

"Sebanyak 88 wali kota, 4 wakil wali kota, 2 sekretaris daerah, dan 1 kepala Bappeda dipastikan hadir dalam Rakernas XVIII APEKSI mewakili 98 kota anggota APEKSI kali ini," kata Alwis Rustam.(Win)

Kandang Ayam Boiler di Sidemen Terbakar, 22 Ribu Ekor Ayam Mati, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Karangasem, Bali Kini – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah kandang ayam boiler di Banjar Dinas Sangkan Gunung, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Minggu (5/7/2026) dini hari. Akibat peristiwa tersebut, sekitar 22 ribu ekor ayam mati dan pemilik kandang mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 00.01 WITA. Peristiwa pertama kali diketahui oleh seorang karyawan kandang saat melakukan pengecekan rutin tungku pemanas kandang yang dilakukan setiap dua jam sekali untuk mengganti bahan bakar berupa pelet kering dari serbuk kayu.

Saat melakukan pengecekan, lampu di area kandang diketahui padam. Tak lama kemudian, saksi melihat kobaran api muncul dari bagian timur kandang dan dengan cepat membesar.

Mengetahui kejadian tersebut, saksi bersama karyawan lainnya berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi pemilik kandang, Polsek Sidemen, dan petugas pemadam kebakaran.

Kapolsek Sidemen, AKP Gusti Bagus Suteja mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.20 WITA. tiga unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Karangasem tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. “Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 02.30 WITA,” tandasnya.

Akibat kebakaran itu, kandang berukuran 12 x 60 meter hangus terbakar. Selain itu, sebanyak 22.000 ekor ayam boiler mati sehingga kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp1 miliar.

Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Petugas Polsek Sidemen telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mendata identitas korban dan saksi, membuat laporan polisi, serta melaporkan kejadian tersebut kepada satuan atas. Kasus ini masih dalam penanganan Polsek Sidemen untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, berdasarkan laporan situasi kamtibmas Satreskrim Polres Karangasem selama 12 jam, mulai Sabtu (4/7) pukul 20.00 WITA hingga Minggu (5/7) pukul 08.00 WITA, peristiwa kebakaran kandang ayam tersebut menjadi satu-satunya kejadian menonjol yang tercatat di wilayah hukum Polres Karangasem. Tidak terdapat laporan tindak pidana lain yang menonjol, konflik sosial, bencana alam, maupun kejadian yang melibatkan warga negara asing dalam periode tersebut. (Ami)

Gandeng Desa Adat,Pemkab Jembrana Andalkan Teba Komunal untuk atasi sampah organik

Jembrana, Bali Kini -  Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama jajaran Prebekel (kepala desa) dan Lurah sepakat mengambil langkah strategis guna mengatasi sengkarut pengelolaan sampah. 

Dalam rapat koordinasi terbaru bersama jajaran OPD dlingkungan Pemkab Jembrana termasuk Camat hingga Prebekel dan Lurah, Minggu (5/7) di Ruang Rapat Pemkab Jembrana yang dipimpin langsung oleh Sekda I Made Budiasa, disepakati sejumlah poin krusial, mulai dari optimalisasi pengelolaan sampah organik mandiri hingga pemanfaatan aset lahan milik provinsi.


Salah satu terobosan utama yang disepakati adalah pembuatan teba komunal (lubang sampah organik tradisional) di setiap desa dan kelurahan yang masih memiliki lahan kosong. 


Para perbekel dan lurah menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan program ini. Meski begitu, pihak desa meminta dukungan sarana dari pemerintah daerah.


. "Para perbekel dan lurah memohon fasilitasi alat berat untuk mempercepat pembuatan teba komunal ini. Selain itu, mereka juga berharap tanah aset Pemprov Bali yang ada di wilayah masing-masing bisa diizinkan untuk digunakan sebagai lokasi teba komunal," kata Plt Kadis LHPKP Jembrana, I Wayan Putra Mahardika.


Selain teba komunal, optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) menjadi fokus utama, khususnya untuk mengeksekusi sampah organik. 


Ke depan, sampah organik dipastikan tidak lagi dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).


"Sebagai gantinya, kedepan sampah organik akan dialihkan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk diproses menjadi kompos, dengan catatan kapasitasnya akan dibatasi agar tetap terkendali," Ucapnya.


Untuk mendukung kelancaran rantai distribusi, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di tingkat desa dan kelurahan diminta untuk menyelaraskan jadwal pengangkutan sampah dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). 


"Sistem penjadwalan yang terintegrasi antara sampah organik dan anorganik dinilai menjadi kunci keberhasilan pemilahan dari hulu. KSM dan DLH juga didorong untuk memastikan konsistensi jadwal angkut serta kejelasan regulasi terkait iuran sampah di masyarakat yang nantinya ditentukan besarannya oleh masing masing KSM,"ungkap Mahardika.

Kebijakan pembatasan sampah organik masuk ke TPA ini diakui memicu tantangan baru. Salah satu yang paling diantisipasi adalah munculnya titik-titik pembuangan sampah liar atau TPA ilegal di lingkungan masyarakat. Pemerintah daerah dan aparat desa berkomitmen untuk memperketat pengawasan guna mencegah hal tersebut.


Di sisi lain, aturan baru juga diberlakukan terkait penataan lingkungan. Bagi desa atau kelurahan yang mengajukan permohonan penebangan pohon, mereka kini diwajibkan untuk menyediakan lahan sendiri sebagai tempat menampung hasil tebangan tersebut.


Sadar bahwa edukasi adalah kunci utama, sosialisasi kebijakan baru ini dipastikan tidak hanya menyasar perangkat dinas. 


"Pemerintah akan melibatkan penuh jajaran Desa Adat untuk ikut serta mengedukasi dan mengawal penerapan pembatasan sampah organik ini di akar rumput. Langkah ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif krama Bali dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan," pungkasnya. ()

Jumat, 03 Juli 2026

TPA Peh Batasi Sampah Organik per 1 Juli, Pemkab Jembrana Ketatkan Pemilahan Sampah

Jembrana , Bali Kini – Menyusul diberlakukannya kebijakan pembatasan total sampah organik yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Peh per 1 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (Dinas LHPKP) kini memperketat sistem pemilahan sampah di tingkat Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Langkah agresif ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, yang turun ke lapangan memimpin proses pemilahan sampah di TPS Kelurahan Baler Bale Agung, Jumat (3/7/2026). Langkah ini diambil untuk mempercepat proses pengelolaan sampah yang akan masuk TPA Peh sekaligus mengedukasi masyarakat sekitar.

Kebijakan pembatasan ini merupakan tindak lanjut konkret dari regulasi Pemerintah Pusat yang mewajibkan penghentian seluruh praktik pembuangan terbuka (open dumping). Saat ini, TPA Peh hanya akan menerima sampah anorganik dan residu yang sudah tidak dapat diolah lagi.

Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, puluhan petugas Dinas LHPKP mulai dari petugas kebersihan lapangan hingga petugas administrasi dikerahkan ke TPS Baler Bale Agung untuk memisahkan sampah organik agar tidak ikut terangkut ke TPA. Skema pemilahan ketat serupa sebelumnya juga telah dilakukan di Pasar Ijo Gading. 

Selain memilah sampah, Pemkab Jembrana juga menyiapkan sistem *controlled landfill* untuk menutup operasional pembuangan terbuka di TPS tersebut. Sekda I Made Budiasa, menegaskan bahwa kegiatan ini sebagai tindaklanjut nyata edaran pembatasan sampah organik ke TPA Peh mulai bulan Juli ini.

"Kami melaksanakan pemilahan sampah yang ada di TPS ini untuk menindaklanjuti pembatasan sampah yang masuk ke TPA Peh, yaitu hanya sampah anorganik dan residu saja. Ini sesuai dengan Surat Edaran kami tentang pembatasan pembuangan sampah organik ke TPA mulai tanggal 1 Juli 2026," tegasnya.

Dengan ditutupnya pintu TPA Peh bagi sampah organik, pemerintah daerah menegaskan bahwa kunci keberhasilan transisi ini berada di tangan masyarakat. Pemkab Jembrana meminta warga tidak lagi menyatukan seluruh jenis limbah rumah tangga mereka.

Masyarakat diwajibkan memisahkan sampah organik (seperti sisa makanan, daun, dan sarana upakara) dari sampah anorganik di rumah masing-masing, sehingga mempercepat dan meringankan beban kerja petugas di TPS. Kedepannya, setelah transisi ini berjalan dengan maksimal, sampah organik dapat kembali masuk ke TPA secara terjadwal dengan volume yang bijak.

Seiring dengan ketatnya filter pembuangan saat ini, Sekda Budiasa juga menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan atau menimbunnya di bahu jalan.

"Kami harapkan masyarakat juga bisa memilah sampah dari rumah. Sehingga membantu kami dalam mempercepat proses pengelolaan sampah di TPA," ucapnya.

Melalui pengetatan di hulu (rumah tangga) hingga hilir (TPS dan TPA), Pemkab Jembrana berkomitmen menciptakan tata kelola lingkungan yang bersih, modern, dan bebas dari ancaman krisis sampah.
(* )

Pemkab Jembrana Gelar Bhakti Penganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung

Jembrana , Bali Kini - Sebagai wujud sradha dan bhakti yang mendalam kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Pemerintah Kabupaten Jembrana melaksanakan upacara Bhakti Penganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (2/7). Prosesi suci yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan. 

Ida Peranda Made Dwija Putra dari Griya Mas Taman Sari Baturiti, Tabanan, hadir sebagai pemuput upacara untuk menghaturkan puja mantra demi kelancaran prosesi suci tersebut.
Bupati Kembang Hartawan hadir didampingi oleh Wakil Bupati Gede Ngurah Patriana Krisna, serta segenap jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Jembrana. Tampak hadir di lokasi di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda), para Asisten Sekda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, hingga jajaran pengurus Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana.
Suasana religius semakin kental dengan hadirnya Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Jembrana yang ngaturang ayah lewat persembahan sakral Tari Rejang Adri sebagai bentuk persembahan seni ke hadapan Ida Bhatara-Bhatari.

​Puncak Karya Pujawali di Pura Mandara Giri Semeru Agung sendiri telah sukses diselenggarakan bertepatan dengan Purnama Kasa, Soma Paing Langkir pada tanggal 29 Juni 2026 yang lalu. Rangkaian upacara piodalan ini dijadwalkan akan ditutup dengan prosesi upacara penyineban pada Sukra Pon Medangsia, Jumat, 10 Juli 2026 mendatang.

​Usai melaksanakan persembahyangan bersama, Bupati Kembang Hartawan menyampaikan bahwa Bhakti Penganyar ini merupakan momentum spiritual yang penting untuk memohon tuntunan, keselamatan, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
​"Bhakti Penganyar ini kami laksanakan untuk memohon restu dan perlindungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kami berharap seluruh program kerja Pemerintah Kabupaten Jembrana dapat berjalan dengan lancar, selaras dengan harapan masyarakat, serta mampu membawa manfaat nyata," ujar Bupati Kembang.

​Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati yang akrab disapa Wabup Ipat juga menambahkan bahwa melalui doa bersama ini, jajaran pemerintah daerah berharap senantiasa dianugerahi keselamatan (kerahayuan) dalam menjalankan roda pemerintahan.
​Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelancaran karya suci ini, Pemkab Jembrana juga menyerahkan dana punia sebesar Rp 10 juta kepada panitia pura.

DE GADJAH TURUN LANGSUNG IKUTI TRADISI GERET PANDAN DI TENGANAN DAUH TUKAD

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini - Ketua DPD Partai Gerindra Bali, I Gede Mulyawan Arya atau De Gadjah, turut ngayah dengan mengikuti tradisi Geret Pandan yang digelar masyarakat Desa Adat Tenganan Dauh Tukad, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Jumat (3/7/2026).

De Gadjah turun langsung ke arena untuk ngayah bersama peserta lainnya. Dengan penuh semangat, ia mengikuti prosesi “Megeret Pandan” sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Geret Pandan merupakan ritual sakral masyarakat Desa Adat Tenganan Dauh Tukad sebagai simbol penghormatan kepada Dewa Indra. Selain menjadi tradisi adat, ritual ini juga dimaknai sebagai simbol keberanian, kebersamaan, dan proses pendewasaan menurut adat setempat.

Dalam pelaksanaannya, dua peserta bertarung menggunakan senjata daun pandan berduri yang digoreskan ke punggung lawan hingga menimbulkan luka. Meski berlangsung penuh semangat dan emosi, ritual ini tidak dilandasi rasa permusuhan. Sebaliknya, semangat persaudaraan tetap dijunjung tinggi sebagai nilai utama yang diwariskan oleh leluhur.

De Gadjah mengatakan keikutsertaannya dalam Geret Pandan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya Bali. Menurutnya, tradisi tidak cukup hanya diketahui melalui cerita, tetapi juga perlu dirasakan secara langsung agar makna dan nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami.

I Gede Mulyawan Arya (De Gadjah), Ketua DPD Partai Gerindra Bali

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan tradisi ini. Saya ikut turun supaya bisa ikut melaksanakan dan merasakan langsung tradisi ini, bukan hanya mendengar dari cerita. Harapan kami, Geret Pandan semakin dikenal hingga ke kancah internasional. Yang menarik dari tradisi ini, peserta bisa merasakan emosi saat saling menggeret, tetapi tidak ada dendam. Ada aura emosi, namun semuanya tetap dijalankan dengan kepala dingin dan penuh persaudaraan.”

Sementara itu, Kelian Desa Adat Tenganan Dauh Tukad, Wayan Tisna, mengapresiasi kehadiran dan keterlibatan De Gadjah dalam tradisi Geret Pandan. Menurutnya, De Gadjah tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi secara konsisten ikut ngayah dan mendukung pelestarian tradisi setiap tahunnya.

Wayan Tisna, Kelian Desa Adat Tenganan Dauh Tukad, mengatakan “Kami sangat mengapresiasi semangat Bapak De Gadjah dalam melestarikan tradisi Geret Pandan. Beliau sangat humble dan luar biasa. Setiap tahun selalu hadir mendukung, bahkan ikut ngayah turun langsung mengikuti Geret Pandan bersama masyarakat. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami untuk menjaga kelestarian tradisi leluhur.”tandasnya. (Ami)

Kamis, 02 Juli 2026

Pembangunan Policentral RSUD Wangaya Senilai 100 M Melampui Target

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini  - Pembangunan Gedung Policentral RSUD Wangaya Denpasar senilai sekitar Rp 100 miliar sudah dikerjakan. Saat ini progres pembangunan telah memasuki minggu keempat, bahkan tercatat telah melampaui target yang ditetapkan,. 

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, Putu Tony Marthana Wijaya, Kamis (2/7) mengatakan realisasi fisik pembangunan mencapai 3,395 persen, sedangkan target pada periode yang sama sebesar 2,187 persen. 

Dengan capaian tersebut, proyek mencatat deviasi positif 1,209 persen. “Pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan progresnya saat ini berada di atas target yang telah direncanakan,” ujar Tony.

Pekerjaan konstruksi dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dengan masa pelaksanaan dari 2 Juni sampai 21 Desember 2026. Selama periode tersebut, kontraktor ditargetkan menuntaskan pembangunan gedung hingga siap difungsikan.

Gedung Policentral dibangun setinggi lima lantai sebagai pusat pelayanan poliklinik RSUD Wangaya. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan rawat jalan yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sekaligus memberikan layanan yang lebih terintegrasi kepada masyarakat.

Pembangunan ini sepenuhnya dibiayai melalui APBD Kota Denpasar 2026 setelah rencana pengembangan rumah sakit melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) tidak terealisasi. Pemerintah Kota Denpasar kemudian mengalokasikan anggaran sekitar Rp 100 miliar agar pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan tetap dapat dilaksanakan.

Gedung baru ini menjadi bagian dari pengembangan jangka panjang RSUD Wangaya dalam meningkatkan kapasitas sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Bali. Selain menambah ruang pelayanan, pembangunan juga diharapkan mampu menjawab terus meningkatnya jumlah kunjungan pasien sehingga pelayanan kesehatan dapat berlangsung lebih optimal.

Progres saat ini berada di atas target, Pemkot Denpasar optimistis pembangunan Gedung Policentral dapat diselesaikan sesuai jadwal pada akhir Desember 2026 sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.(*)

SATRESKRIM POLRES KARANGASEM TERIMA PENGHARGAAN ATAS PRESTASI UNGKAP KASUS MENONJOL

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karangasem menerima penghargaan atas keberhasilannya mengungkap sejumlah kasus menonjol di wilayah Kabupaten Karangasem.Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian upacara Hari Bhayangkara ke-80 pada tanggal 1 Juli 2025 di Lapangan Tanah Aron Karangasem.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja personel Satreskrim dalam mengungkap berbagai tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Di antaranya kasus pencurian sapi, pencurian kabel Telkom, pencurian ketu atau bawa, pencurian sepeda motor, serta sejumlah kasus kriminal lainnya.

Kapolres Karangasem, AKBP I Made Santika, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas penegakan hukum.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada personel yang telah bekerja keras mengungkap berbagai kasus yang menjadi perhatian masyarakat. Saya berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan profesionalisme, memberikan pelayanan terbaik, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri.”tandasnya.

Kapolres menambahkan, keberhasilan pengungkapan kasus tidak lepas dari dukungan masyarakat yang turut memberikan informasi kepada kepolisian. Karena itu, sinergi antara Polri dan masyarakat akan terus diperkuat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karangasem menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, penegakan hukum, serta menghadirkan rasa aman bagi seluruh masyarakat. (Ami)

Rabu, 01 Juli 2026

Bunda Rai Semangati Generasi Muda Tabanan Tampil Maksimal di Lomba HKG PKK Provinsi Bali 2026

Tabanan ,Bali Kini Wujud dukungan nyata kepada generasi muda diperlihatkan Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan. Rabu, (1/7), Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, yang akrab disapa Bunda Rai hadir langsung menyemangati para peserta asal Tabanan dalam Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dan lomba Memasak pada rangkaian Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 12 Juli 2026, tersebut digelar di Gedung Wanita Narigraha, Denpasar, dan diikuti oleh perwakilan dari sembilan Kabupaten/Kota se-Bali.

 

Bunda Rai hadir memberikan semangat kepada para generasi muda Tabanan yang dipercaya mewakili daerahnya dalam ajang tersebut. Kabupaten Tabanan diwakili oleh SMA Negeri 1 Kediri (Bakta) pada lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, serta SMK Saraswati 3 Tabanan pada lomba Memasak Olahan Menu Pangan Lokal Non Beras dan Olahan Ikan. Dimana kegiatan saat itu dibuka oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, serta dihadiri para Ketua TP PKK Kabupaten/Kota, sekretaris TP PKK, Kepala Dinas PMD Provinsi Bali, Kepala Dinas PMD Kabupaten/Kota, dan seluruh peserta dari Kabupaten/Kota se-Bali.

 

Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa perlombaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak PKK yang akan diselenggarakan secara nasional di Makassar dan puncaknya di Bali akan digelar pada 24 Juli 2026, yakni di Ardha Candra Denpasar. Ia menegaskan, lomba tahun ini secara khusus menyasar generasi muda sebagai upaya membangun karakter, kesehatan, dan kecintaan terhadap budaya Bali.

 

Lomba senam ini dibuat dengan unsur seni dan olahraga serta filosofi dari bapak Gubernur Bali yang ada di dalamnya, agar anak-anak ibu selalu menjaga kesehatan dan jauhi narkoba. Lomba paduan suara membutuhkan keharmonisan, kekompakan, dan keindahan. Sementara lomba memasak mengasah talenta anak-anak kita, agar mengetahui bagaimana menjaga kesehatan lewat makanan, agar Bali kedepannya memiliki angka stunting yang paling kecil bahkan zero stunting,ujar Ny. Putri Koster.

 

Sejalan dengan semangat tersebut, Bunda Rai menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan penampilan dari Duta Kabupaten Tabanan. Menurutnya, keberanian generasi muda untuk tampil dan mengharumkan nama daerah merupakan wujud semangat yang membanggakan serta layak mendapatkan dukungan dan apresiasi dari seluruh masyarakat.

 

Saya sangat mengapresiasi semangat, kerja keras, dan penampilan adik-adik yang telah mewakili Kabupaten Tabanan. Teruslah percaya diri, tampilkan kemampuan terbaik, dan jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus berkembang. Kalian adalah generasi penerus yang akan menjaga budaya, kesehatan, dan masa depan Bali,tegas Bunda Rai.

 

Lebih lanjut, Bunda Rai juga menyampaikan komitmen TP PKK Kabupaten Tabanan untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam berbagai program TP PKK Provinsi Bali, termasuk mendukung seluruh rangkaian Hari Kesatuan Gerak PKK Tahun 2026 sebagai wadah pembinaan karakter, kreativitas, dan pengembangan potensi generasi muda.

 

Selain itu, Bunda Rai juga berharap para peserta Duta Kabupaten Tabanan pada ajang ini mampu meraih prestasi dan juga memperoleh pengalaman berharga, memperluas wawasan, serta semakin termotivasi untuk terus berkarya dan menjadi generasi muda yang sehat, berkarakter, dan mencintai budaya Bali. Begitupun sebagai generasi muda mampu agar terus berkarya dan turut aktif membangun Tabanan yang kita cintai.

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved