-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Minggu, 15 Februari 2026

Wawali Arya Wibawa Buka Senam AW S3, Perkuat Kebersamaan di Momentum Imlek dan HUT ke-238 Kota Denpasar.

 - Dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2577  dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali menggelar kegiatan Senam Andrie Wongso – Sehat, Semangat, Senang (AW S3) dengan mengusung tema “Satu Langkah Banyak Warna Merajut Kebersamaan” di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Minggu (15/2).


Kegiatan senam bersama ini dibuk Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang hadir didampingi Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Suwandewi Eddy Prianta, Ketua PD INTI Bali Putu Agung Prianta, serta Ketua PHDI Kota Denpasar Made Arka. Acara turut dimeriahkan dengan pementasan Barong Sai serta kegiatan donor darah. 

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi kepada INTI Bali atas inisiasi perayaan Imlek yang dirangkaikan dengan HUT ke-238 Kota Denpasar. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan semangat masyarakat Denpasar dalam merajut kebinekaan dan memperkuat toleransi.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa Kota Denpasar mampu merawat keberagaman dalam kebersamaan. Selain menyehatkan melalui senam bersama, juga menghadirkan aksi sosial seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan, serta pembagian sembako bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pembina INTI Bali sekaligus Ketua Umum IKBS Bali, Sudiarta Indrajaya, mengatakan bahwa dalam momentum Imlek 2577 ini, INTI Bali mendapat kesempatan dari Pemerintah Kota Denpasar untuk turut bersama-sama merayakan HUT ke-238 Kota Denpasar.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menggandeng Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) sebagai wujud nyata persatuan dalam keberagaman. “Inilah Indonesia, berbagai suku dan agama bersatu untuk kebajikan. Senam untuk sehat itu penting, karena dalam badan yang sehat kita dapat membangun negara yang kuat,” jelasnya.

Selain senam bersama dan pementasan Barong Sai, kegiatan juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan Pancasila sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan. Kegiatan sosial turut dilaksanakan melalui donor darah dari berbagai komponen masyarakat, pemeriksaan medis oleh Bakti Rahayu dan Kasih Ibu, termasuk layanan pengobatan tradisional dan herbal.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada para veteran, jero mangku, juru parkir, anak-anak autis, orang tua serta guru-guru Tionghoa senior yang telah lanjut usia. Panitia juga mengunjungi sejumlah lansia yang tidak memungkinkan hadir secara langsung dengan mendatangi mereka dari rumah ke rumah.

“Itu merupakan bentuk penghormatan dan pengabdian kami kepada orang tua, para pejuang, serta masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan harapan agar semangat merajut kebinekaan terus diperkuat. Perbedaan adalah keniscayaan, namun tidak boleh dijadikan pertentangan, melainkan menjadi kekuatan persatuan. Di tengah dinamika global dan derasnya arus media sosial yang kerap memicu perpecahan, Denpasar diharapkan tetap menjadi kota toleransi yang sejati.

"Dengan masyarakat yang santun, berbudaya, dan berbudi pekerti luhur, Kota Denpasar terus menjaga harmoni sesuai dengan motto Vasudewa Kutumbakam, yang bermakna kita semua bersaudara," ujarnya. ( Ayu )

Buka Grand Final Duta Anak 2026, Bupati Satria Ajak Generasi Muda Klungkung Jadi Agen Perubahan

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria secara resmi membuka acara Grand Final Pemilihan Duta Anak Kabupaten Klungkung Tahun 2026 yang diselenggarakan di Balai Budaya Dewa Agung Istri Kanya, Minggu (15/2). Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi generasi muda Bumi Serombotan untuk menyuarakan aspirasi serta pemenuhan hak-hak anak.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menekankan bahwa Duta Anak bukan sekadar gelar seremonial, melainkan peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mensosialisasikan program perlindungan anak dan penguatan karakter bangsa.

Lebih lanjut Duta Anak terpilih diharapkan tidak hanya aktif di tingkat kabupaten, tetapi juga mampu bersaing dan mengharumkan nama Klungkung di tingkat Provinsi Bali maupun Nasional. “Duta Anak Klungkung Tahun 2026 yang terpilih selamat berjuang menuju Mimbar Anak Bali Tahun 2026,” ucap Bupati Satria. 

Sementara, Ketua Forum Anak Klungkung, I Gede Bayu Pramana melaporakan acara ini adalah sebagai wadah dan bentuk partisipasi anak dalam rangka pemenuhan hak-hak anak sesuai Undang-Undang No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Acara Grand Final ini diikuti oleh 25 finalis terbaik yang telah melewati serangkaian seleksi ketat. Para finalis mempresentasikan berbagai isu strategis, mulai dari kesehatan mental remaja, pelestarian budaya lokal, hingga pencegahan pernikahan dini 

Pemkab Tabanan Tinjau Jalan Rusak Akibat Longsor di Banjar Anyar, Kediri


Tabanan , Bali Kini 
– Sesuai instruksi dan arahan Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga turun langsung meninjau lokasi jalan rusak yang terdampak bencana longsor akibat curah hujan ekstrem di Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (13/2). Jalan tersebut merupakan akses penghubung yang cukup vital bagi mobilitas masyarakat setempat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun distribusi hasil pertanian.

Dalam peninjauan itu, Wabup Dirga didampingi salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala BPBD dan jajaran Dinas PUPR Tabanan, Camat Kediri, Bendesa Adat setempat, serta perangkat daerah terkait lainnya. Jajaran melakukan pengecekan secara mendetail terhadap kondisi badan jalan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat tergerus material longsoran karena tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir. Selain meninjau titik terparah, jajaran juga mengidentifikasi kerawanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi longsor susulan. 

Hasil tinjauan dikatakan Dirga akan segera ditindaklanjuti dengan langkah penanganan darurat serta perencanaan perbaikan permanen, agar akses masyarakat dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman. “Kami sangat prihatin dengan kerusakan ini. Jalan ini akses penting bagi warga dan juga menuju kawasan wisata, sehingga harus segera ditangani,” ujarnya di sela-sela peninjauan.

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah akan bergerak cepat melalui koordinasi lintas instansi agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran. “Saya berharap langkah cepat yang dilakukan mampu mengatasi dan memperbaiki kerusakan secara tepat, sehingga jalan ini bisa segera digunakan kembali oleh masyarakat,” tegasnya. Sekaligus memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sembari mendorong percepatan proses perbaikan agar aktivitas warga tidak terganggu dalam waktu yang lama.(*)

Mobil Vacuum Disiagakan Sedot Drainase Mampet

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - Di tahun 2026 ini, Dinas PUPR Kota Denpasar mulai menggunakan mobil vacuum jetting untuk pembersihan saluran pada drainase. Dengan mobil ini, penanganan saluran drainase mampet bisa dipercepat, khususnya drainase yang sulit dijangkau petugas. 
Kabid Sumber Daya Air PUPR Denpasar, Ketut Ngurah Artha Jaya mengatakan, pihaknya kini memiliki dua unit mobil vacuum jetting. Pengadaan mobilnya tahun 2025 kemarin, di tahun 2026 kedua mobil ini mulai kami fungsikan," paparnya.
Untuk pengadaan kedua mobil ini menggunakan anggaran Rp 10 miliar, mobil ini memiliki fungsi untuk penyemprotan dan penyedotan. Sebelum disedot, endapan lumpur pada drainase akan disemprot. 
"Ada dua tabung, satu untuk air besih yang dipakai menyemprot. Tekanan semprotan airnya 200 sampai 300 liter per detik. Ini sangat kuat bahkan bisa merusak beton," ungkapnya.
Dikatakannya, setelah lumpur mencair menjadi bubur barulah kemudian disedot, mobil serba guna ini memiliki daya tampung masing-masing 2500 dan 5000 meter kubik. Saat ini, pihaknya melakukan penanganan drainase di tepi jalan dan juga melayani pengaduan dari masyarakat. 
"Ada banyak pengaduan yang kami terima terkait drainase mampet. Namun rata-rata penyebabnya karena sampah. Pihaknya mengatakan, banyak masyarakat yang menyebut jika drainase tersebut tak pernah dikeruk,"paparnya.
Ia berharap masyarakat agar turut peduli dengan lingkungannya untuk tidak buang sampah sembarang apalagi dibuang ke sungai. "Kami mengajak masyarakat ikut menjaga bersama lingkungannya dengan tidak membuang sampah ke saluran air dan sungai. Karena petugas jumlahnya terbatas, tak bisa melayani semua sekaligus," paparnya.

Sabtu, 14 Februari 2026

Kisah Inspiratif Ni Ketut Suarni di Hari Valentine: Cinta sebagai Misi Kemanusiaan

Laporan: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini – Setiap 14 Februari, masyarakat di berbagai belahan dunia merayakan Hari Valentine sebagai momentum kasih sayang. Cokelat dan bunga kerap menjadi simbol cinta kepada pasangan maupun sahabat.

Namun bagi Ni Ketut Suarni, S.Pd., M.M., makna Valentine jauh melampaui seremoni sehari. Baginya, cinta dan kasih sayang adalah napas kehidupan yang harus dijalankan setiap hari, sepanjang hayat.

Perempuan kelahiran Desa Pesangkan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem itu telah mengabdikan diri sebagai guru Pegawai Negeri Sipil sejak 1986 hingga resmi purnatugas pada 5 Februari 2026. Dalam perjalanan empat dekade pengabdiannya, Suarni menjadikan profesi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan kemanusiaan.

Puncak pengabdiannya terlihat saat ia menjabat sebagai Kepala Sekolah di SD Negeri 3 Karangasem, Amlapura. Di sekolah tersebut, ia memberi perhatian khusus kepada siswa-siswi dari keluarga kurang mampu yang terancam putus sekolah.

“Saya selalu berusaha memperlakukan anak didik seperti anak sendiri. Dirangkul, didengarkan, diberi motivasi. Mereka butuh perhatian, bukan hanya pelajaran,” ungkap Suarni saat diwawancarai belum lama ini.

Bersama rekan sejawat, ia kerap blusukan ke rumah siswa di pelosok kampung. Tak jarang ia menemui kondisi memprihatinkan—rumah tak layak huni, orang tua bercerai, anak terlantar, hingga siswa berkebutuhan khusus yang kurang mendapatkan perhatian.

“Kadang saya tidak sadar air mata menetes saat mendengar cerita mereka. Hati ini tergerak untuk membantu semampunya,” tuturnya.

Beberapa kisah tersebut ia unggah melalui media sosial pribadinya. Respons publik pun mengalir. Banyak pihak tergerak menitipkan bantuan untuk kebutuhan sekolah para siswa.

Salah satu yang menjadi perhatian seriusnya adalah I Wayan Agus Saputra, siswa kelas VI dari keluarga sangat kurang mampu. Berbagai kendala dihadapi anak tersebut, mulai dari ekonomi hingga kondisi keluarga. Namun Suarni tak menyerah.

“Jangan menunggu kaya untuk berbagi,” tegasnya.

Selain dikenal sebagai pendidik berdedikasi, Suarni juga pernah menjadi atlet bola voli Kabupaten Karangasem dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Bali. Semangat sportivitas dan daya juang itu pula yang ia terapkan dalam dunia pendidikan.

Pengabdiannya membuahkan prestasi. Pada 2017, ia dinobatkan sebagai Kepala Sekolah Berprestasi tingkat Kabupaten Karangasem. Berkat capaian tersebut, ia beberapa kali mendapat undangan dari pemerintah pusat untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di Jakarta maupun daerah lainnya.

Di sela kesibukannya, alumnus IKIP PGRI Denpasar dan STIE Mahardika Surabaya ini juga aktif menulis. Ia telah menerbitkan buku “Menantang Fajar di Pantai Seraya” (2018), “Menuju Guru Profesional” (2019), serta sebuah buku kumpulan puisi.

Kini, meski telah purnatugas, Suarni tetap aktif sebagai relawan. Ia dipercaya menerima dan menyalurkan donasi kepada masyarakat serta mantan anak didiknya yang membutuhkan.

“Sebenarnya Valentine itu kita lakukan setiap hari. Dalam ritual ngejot nasi, maturan canang, bekerja dengan tulus, bersilaturahmi, menyama braya, dan cinta seorang ibu kepada anaknya. Yang utama adalah kasih Tuhan tanpa syarat kepada kita,” tutupnya.

Bagi Ni Ketut Suarni, Valentine bukan tentang cokelat dan bunga. Ia adalah tentang ketulusan, pengabdian, dan keberanian untuk hadir bagi sesama—setiap hari. (Ami)

Kamis, 12 Februari 2026

Bupati dan Wakil Bupati Klungkung Terima Kunjungan Silaturahmi Kapolres Baru

Klungkung  , Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menerima kunjungan dan silaturahmi Kapolres Klungkung yang baru, AKBP Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K., M.H., bertempat di Ruang Rapat Bupati Klungkung, Kamis (12/2/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda silaturahmi sekaligus perkenalan pejabat baru di lingkungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klungkung. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Klungkung dan Polres Klungkung.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati I Made Satria menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada AKBP Mikael Hutabarat di Kabupaten Klungkung. Ia berharap sinergi dan koordinasi yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Terima kasih sudah bisa berkunjung dan bersilaturahmi ke Kantor Bupati. Fokus kita ke depan adalah pengawasan wisatawan mancanegara di Kepulauan Nusa Penida. Bagaimana bisa mengkondusifkan sehingga pariwisata tetap berjalan dengan baik. Kita juga patut untuk menertibkan para driver, supaya berperilaku dan berpenampilan sopan karena para driver ini sebagai salah satu image-nya Nusa Penida,” ujar Bupati Satria.

Lebih lanjut, Bupati  Satria menegaskan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Klungkung, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan terciptanya situasi yang aman, nyaman, dan tertib bagi wisatawan maupun masyarakat setempat.

Sementara itu, Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Klungkung. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di kawasan destinasi wisata.

Pemkab Klungkung Gandeng Ctrip dan Easybook Terapkan E-Ticketing dan E-Payment Retribusi Wisata

Klungkung , Bali Kini -  Dalam upaya mewujudkan sistem retribusi yang transparan, akuntabel, dan modern, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten Klungkung menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah pihak. Kerja sama tersebut dilakukan dengan PT Ctrip International Indonesia dan PT Easybook Teknologi Indonesia terkait pemungutan retribusi pelayanan tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga di Kabupaten Klungkung berbasis E-Ticketing dan E-Payment System. Serta kerjasama antara Pemkab Klungkung dengan Desa Adat Sompang dan Desa Adat Sakti
tentang Pengelolaan Tempat Rekreasi Objek dan Daya Tarik Wisata diwilayah desa adat masing masing.

Penandatanganan dokumen kerja sama dilaksanakan oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama masing-masing pihak, bertempat di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Kamis (12/2).

Bupati Klungkung I Made Satria dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi sistem pemungutan retribusi dari metode manual menuju sistem berbasis digital merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah. Selain memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan, sistem ini juga diharapkan mampu meningkatkan transparansi serta akurasi pencatatan penerimaan daerah.

“ Langkah ini juga bertujuan untuk meminimalisir potensi kebocoran penerimaan serta mengurangi risiko kesalahan pencatatan yang kerap terjadi pada sistem manual,” ujar Bupati Satria.

Lebih lanjut ditegaskan, tujuan utama digitalisasi retribusi meliputi peningkatan PAD, peningkatan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik, serta penguatan sistem pengawasan berbasis data.
“Dengan sistem digital, kita dapat mengetahui secara pasti data kunjungan wisatawan, pemerintah juga dapat melakukan monitoring penerimaan secara real-time dan membangun database yang terintegrasi sebagai dasar perencanaan kebijakan untuk kedepannya,” tambahnya.

Bupati Karangasem Buka Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2027, Dorong Percepatan Pembangunan

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini– Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, SE secara resmi membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) RKPD Semesta Berencana Kabupaten Karangasem Tahun 2027 di Wantilan Sabha Prakerti Kantor Bupati Karangasem, Kamis (12/2/2026).

Forum tersebut merupakan tahapan penting dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2027 yang merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Karangasem 2025–2029.

Dalam sambutannya, Bupati I Gusti Putu Parwata, SE menegaskan bahwa penyusunan RKPD merupakan amanat regulasi yang wajib dilaksanakan pemerintah daerah setiap tahun.

“Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pemerintah daerah wajib menyusun dokumen perencanaan pembangunan setiap tahunnya yang disebut RKPD,” ujar I Gusti Putu Parwata.

Ia menjelaskan, RKPD Tahun 2027 merupakan penjabaran tahun kedua dari RPJMD dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Menuju Karangasem yang AGUNG yang dituangkan dalam 3 misi dan 17 Program Prioritas AGUNG.

“Forum Konsultasi Publik ini menjadi ruang strategis untuk menggali permasalahan, isu strategis, menyelaraskan arah kebijakan, prioritas serta sasaran pembangunan daerah dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga membuka ruang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan masukan konstruktif demi penyempurnaan dokumen Ranwal RKPD 2027.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh peserta untuk memberikan saran, kritik, dan masukan agar dokumen ini benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat dan mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, Ir. I Ketut Sedana Merta, ST., MT., dalam arahannya menyoroti capaian indikator ekonomi makro daerah yang masih perlu perhatian serius.

Ia menyebutkan lima indikator utama pembangunan, yakni pertumbuhan ekonomi, persentase kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Pengangguran Terbuka, dan Gini Rasio.

“Dari lima indikator ekonomi makro tersebut, tiga indikator utama yaitu pertumbuhan ekonomi, persentase kemiskinan, dan indeks pembangunan manusia masih menempati urutan terakhir dibandingkan kabupaten/kota di Bali,” ungkap Ir. I Ketut Sedana Merta.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi dorongan bagi seluruh perangkat daerah untuk melakukan terobosan.

“Saya mengajak seluruh stakeholder untuk merasa wirang dan jengah terhadap kondisi daerah yang kita cintai ini. Perangkat daerah harus melakukan upaya terobosan dan lompatan untuk mengejar ketertinggalan,” tegasnya.

Ia juga menekankan agar program dan kegiatan yang diusulkan benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat serta mengurangi kegiatan rutin yang tidak berkontribusi signifikan terhadap pencapaian target pembangunan.

Di sisi pendanaan, Sekda meminta perangkat daerah penghasil yang dikoordinasikan oleh BPKAD menggali potensi pendapatan daerah secara maksimal serta mengoptimalkan peluang pendanaan dari APBD Provinsi Bali, APBN, Bantuan Keuangan Khusus dan sumber lainnya di bawah koordinasi Bappeda.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Widiantara, ST., M.Si., melaporkan bahwa forum tersebut diikuti sebanyak 120 peserta yang terdiri dari unsur DPRD, perangkat daerah, instansi vertikal, BUMD, Majelis Desa Adat, Forum Perbekel, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta organisasi profesi.

“Melalui Forum Konsultasi Publik ini diharapkan Dokumen Ranwal RKPD Kabupaten Karangasem Tahun 2027 menjadi lebih sempurna dan berkualitas,” ujar I Gusti Bagus Widiantara.

Ia juga memaparkan tahapan penyusunan RKPD 2027 yang telah dimulai sejak akhir Desember 2025 dengan penetapan SK Tim Penyusun RKPD, dilanjutkan penerbitan Surat Edaran Juknis Musrenbang pada 15 Januari 2026, pendampingan input usulan desa/kelurahan pada 26–27 Januari 2026, pendampingan Pokir DPRD pada 10 Februari 2026, serta pelaksanaan Focus Group Discussion pada 10–11 Februari 2026.

Selanjutnya, Musrenbang Kecamatan dijadwalkan berlangsung pada 18–27 Februari 2026, Forum Perangkat Daerah pada minggu kedua hingga ketiga Maret 2026, hingga penetapan RKPD direncanakan pada akhir Juni 2026 setelah penetapan RKPD Provinsi Bali.

Melalui rangkaian tahapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karangasem menargetkan RKPD 2027 dapat ditetapkan tepat waktu serta mampu mendorong percepatan pembangunan daerah secara terarah, terukur, dan partisipatif. (Ami)

Persiapan Imlek Kongzili ke-2577 tahun 2026 di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap

Denpasar , Bali Kini - Pembersihan patung (rupang) dewa-dewi di Vihara Dharmayana, Kuta, Bali, merupakan tradisi tahunan penting yang dilakukan warga Tionghoa untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Dilakukan upacara membersihkan dan memandikan arca suci atau patung yang disebut Rupang, dengan sarana air kembang serta memasang lampion sebagai persiapan persembahyangan suci.

Upacara ini juga dilakukan disejumlah Konco di berbagai wilayah, seperti terpantau di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Kamis (12/02). Persiapan Imlek Kongzili ke-2577 tahun 2026  di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Denpasar Selatan, fokus pada ritual pembersihan rupang (patung dewa-dewi), pemasangan ornamen merah, dan penataan sarana persembahyangan yang memadukan tradisi Tionghoa dan Hindu (akulturasi). 
Puncak acara ditandai dengan persembahyangan bersama dan pertunjukan barongsai pada malam Tahun Baru. Sementara itu, Ida Bagus Made Adnyana sebagai penglingsir Kongco mengatakan persiapan sudah dilakukan sejak Selasa (10/2), dengan sembahyang bersama mengantar dewa kelangit, yang dilaksanakan pada pukul 23.00 WITA. 
Setelah itu pada tanggal 16 Februari 2026 tengah malam pada pukul 24.00 WITA dilakukan persembahyangan bersama guna menutup Imlek tahun 2025 dan membuka Imlek tahun 2026 pada tanggal 17 Februari 2026.
Jadi makna dari pembersihan Patung Dewa Dewin dan Rupang serta kawasan Kongco dalam menyambut Imlek ini, berharap memasuki tahun yang baru ini dengan hati yang bersih. Dimana segala sesuatu dengan hati yang bersih akan menghasilkan yang baik. 
Petugas yang dikerahkan dalam Persih bersih ini dilakukan oleh semua pengurus dan termasuk semua pengayah (petugas klenteng) dalam berbagai katagori katagori yang melaksanakan pembersihan. Jadi mereka yang melakukan pembersihan pada rupang, adalah yang sudah di 'winten' secara Balinya. Melakukan ritual pembersihan patung-patung dewa atau rupang untuk menyambut energi baru pada tahun yang baru ini.
Dalam perayaan Imlek tanggal 17 Februari nanti, Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap akan melakukan persembahyangan bersama tengah malam di hari sebelumnya yakni tanggal 16 Februari 2026. Yang mana akan diiringi pertunjukan barongsai dan pementasan kembang api ke udara. 
"Di tanggal 17 Februari kita merayakan hingga Cap Go Meh, dihadiri ratusan umat Hindu, Buddha, dan Tionghoa hadir untuk bersembahyang di klenteng yang juga berdekatan dengan Pura Candi Narmada ini. Dimana umat yang datang ke Griya Konco Dwipayana ini sangat beragam. Umat Hindu datang Budha datang, wujud toleransi yang sangat tinggi," Jelas Bagus Made Adnyana alias Atu.

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved