-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Kamis, 03 September 2026

Air Mengalir, Petani Subak Abian Samuh Panen Bawang di Musim Kemarau


Karangasem , Bali Kini - Harapan para petani Subak Abian Samuh, Banjar Dinas Paleg, Desa Adat Paleg Kaje, untuk tetap bercocok tanam di musim kemarau mulai terwujud. Untuk pertama kalinya, lahan pertanian seluas sekitar 20 hektare dapat ditanami hingga panen bawang di tengah musim kemarau.

Senin, 31 Agustus 2026 Panen bawang dihadiri langsung Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, yang akrab disapa Gus Par. Kehadiran Bupati sekaligus menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi pertanian dan manfaat aliran air yang kini telah mengaliri kawasan subak tersebut.

Sebelumnya, saat menghadiri panen bawang pada musim penghujan sekitar April lalu, Bupati Gus Par sempat menyampaikan komitmennya untuk membantu menghadirkan aliran air ke kawasan persawahan Subak Abian Samuh. Komitmen tersebut mulai terealisasi pada bulan Juni, ketika aliran air mulai mengalir dan dapat dimanfaatkan oleh para petani.

“Waktu bulan April saya datang, petani menyampaikan bahwa kendala utamanya adalah air. Saya sampaikan, bagaimana caranya supaya musim kemarau tetap bisa menanam. Puji syukur, mulai Juni air sudah bisa mengalir dan hari ini kita melihat sendiri hasilnya,” ujar Bupati Gus Par saat menghadiri panen.

Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas lahan pertanian. Dengan adanya aliran air, petani tidak lagi hanya bergantung pada musim penghujan dan memiliki kesempatan untuk memperpanjang masa tanam.

“Kalau biasanya dalam setahun bisa dua sampai maksimal tiga kali tanam, dengan adanya air ini kita berharap bisa meningkat menjadi empat bahkan lima kali. Artinya, lahan tetap produktif dan pendapatan petani juga bisa ikut meningkat,” katanya.

Musim kemarau tahun ini menjadi kali pertama bagi para petani Subak Abian Samuh dapat menanam dengan dukungan aliran air. Selain bawang yang kini memasuki masa panen, petani juga mulai mencoba tanaman lain seperti timun dan kacang panjang.

Bupati Gus Par menegaskan, pemerintah akan terus mendorong penguatan sektor pertanian, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar petani seperti ketersediaan air.

“Kita tidak ingin lahan pertanian hanya produktif saat musim hujan. Kalau airnya tersedia, mari kita manfaatkan lahan ini sebaik-baiknya. Pemerintah akan terus berupaya agar kebutuhan air untuk pertanian bisa semakin baik,” tegasnya.

Subak Abian Samuh sendiri memiliki luas lahan sekitar 20 hektare digarap oleh 45 KK. Dengan mulai tersedianya aliran air sejak Juni, para petani kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan frekuensi tanam sekaligus mengembangkan komoditas pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan.(*)

Rabu, 02 September 2026

Percepatan Digitalisasi Layanan Publik, Bupati Satria Dorong Perluasan Jemput Bola IKD hingga ke Desa-Desa


Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria meninjau langsung pelaksanaan kegiatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Klungkung di Desa Getakan, Senin (31/8). Kegiatan jemput bola pelayanan administrasi kependudukan tersebut dipusatkan di Banjar Adat Getakan dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

IKD merupakan identitas kependudukan dalam bentuk digital yang dapat diakses melalui telepon pintar. Di dalam IKD terdapat berbagai dokumen kependudukan, di antaranya KTP-el, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, serta berbagai dokumen kependudukan lainnya. Kehadiran IKD diharapkan dapat memberikan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi bagi masyarakat dalam mengakses dokumen kependudukan.

Saat ini, Disdukcapil Kabupaten Klungkung terus menggenjot capaian aktivasi IKD untuk memenuhi target nasional sebesar 20%. Hingga saat ini, capaian aktivasi IKD di Kabupaten Klungkung masih berada di kisaran 6,2%, sehingga berbagai upaya percepatan terus dilakukan.

Berdasarkan evaluasi sebelumnya, Kabupaten Klungkung sempat berada pada peringkat keempat di Provinsi Bali dalam hal kepemilikan IKD. Namun, posisi tersebut dapat terus berubah seiring dengan pelaksanaan aktivasi IKD yang juga dilakukan secara masif oleh kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bali.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria mengapresiasi tinggi kepada pihak Pemerintah Desa Getakan dan Banjar Adat Getakan atas kolaborasi serta dukungan penuh yang diberikan sehingga pelayanan jemput bola ini disambut antusias oleh masyarakat. Bupati juga menekankan pentingnya percepatan adopsi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan modernisasi layanan publik berbasis digital di Kabupaten Klungkung. “Jadi saya menugaskan Disdukcapil untuk terus memperluas cakupan program "jemput bola" secara merata ke desa-desa lain, guna memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses administrasi kependudukan dengan mudah, cepat, dan tanpa hambatan jarak,” harap Bupati Satria.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, mengatakan bahwa kegiatan jemput bola akan terus dilakukan dengan menyasar masyarakat secara langsung hingga ke tingkat banjar.

“Ke depan kegiatan jemput bola dengan langsung turun ke banjar-banjar akan terus kami lakukan. Kami berharap dengan pola pelayanan seperti ini masyarakat semakin mudah melakukan aktivasi IKD dan target nasional sebesar 20% dapat tercapai pada akhir tahun 2026,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, dukungan pemerintah desa, perangkat desa, serta antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan aktivasi IKD di Kabupaten Klungkung. “Melalui kegiatan jemput bola ini, Disdukcapil Klungkung berkomitmen untuk terus mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat sekaligus mendorong transformasi pelayanan publik berbasis digital di Kabupaten Klungkung,” ungkapnya.(*)


Bungan Desa ke-64, Bupati Sanjaya Hadir di Lalanglinggah


Perkuat Potensi Pertanian hingga Pariwisata Kelas Dunia-

 

Tabanan , Bali Kini  Dari hamparan perkebunan hingga deburan ombak pantai, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, menjadi ruang perjumpaan langsung antara pemerintah dan masyarakat melalui Program Bupati Ngantor di Desa (Bungan Desa) ke-64, Selasa (1/9). Dipimpin langsung Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat lebih dekat potensi, kebutuhan sekaligus persoalan masyarakat, serta memastikan program pembangunan pemerintah hadir dan memberikan dampak nyata hingga tingkat desa. Turut hadir Wakil Bupati Tabanan, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, para Asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah terkait, para camat se-Kabupaten Tabanan, kepala bagian di lingkungan Setda, jajaran Forkopimcam, Perbekel Lalanglinggah, Forum Perbekel Selemadeg Barat, Jro Bendesa Adat, kepala wilayah dan tokoh masyarakat.

 

Jejak pertama Bungan Desa ke-64 dimulai dari sektor yang lekat dengan alam dan ketekunan masyarakat, saat Bupati Sanjaya bersama jajaran mengunjungi Kelompok Tani Hutan Merta Sari Urip di Banjar Dinas Yeh Bakung. Di lokasi tersebut, Bupati tidak hanya berdialog dengan para petani, tetapi turut meninjau dan melakukan panen madu lebah klanceng. Usai panen, Bupati Sanjaya mengapresiasi ketekunan kelompok tani sekaligus menyoroti tantangan dalam menghasilkan madu berkualitas, mulai dari cuaca, kondisi lingkungan hingga ketersediaan sumber makanan bagi lebah. Untuk menghasilkan satu botol madu, tantangannya luar biasa dan tidak mudah. Karena itu saya sangat mengapresiasi kelompok tani yang ada di sini. Pemerintah daerah akan terus mendukung, termasuk melihat kemungkinan pengembangan bibit bunga yang menjadi sumber makanan lebah,ungkapnya. Bupati juga mengarahkan BRIDA, Dinas Pertanian dan perangkat daerah terkait untuk melakukan riset dan pendampingan agar kawasan tersebut dapat dikembangkan sebagai sentra madu sekaligus terintegrasi dengan potensi kampung buah.

 

Dari madu, langkah Bungan Desa berlanjut menuju garis pantai, tepatnya Pantai Pengasahan di Banjar Dinas Pengasahan. Di kawasan tersebut, Bupati Sanjaya berdialog dengan Pokdarwis Arkananta Parahita untuk menggali potensi wisata pantai yang telah dikenal sebagai salah satu lokasi surfing yang diminati wisatawan mancanegara. Bupati kemudian melanjutkan kunjungan ke wilayah Selabih untuk memantau infrastruktur Gapura Perbatasan Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Jembrana. Rangkaian lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya Bupati melihat langsung potensi sekaligus kebutuhan pembangunan yang ada di kawasan barat Tabanan.

 

Setelah menyapa potensi pertanian dan pariwisata, Bupati Sanjaya bertatap muka langsung dengan masyarakat di Balai Serbaguna Mahajana Mandala Desa Lalanglinggah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan empat paket bantuan kepada keluarga yang memiliki anak stunting sekaligus berdialog langsung melalui sesi tanya jawab bersama masyarakat. Suasana berlangsung interaktif dengan adanya hadiah yang disponsori Bank BPD Cabang Tabanan. Di lokasi yang sama, pemerintah menghadirkan berbagai pelayanan kepada masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pembagian kacamata gratis, Posyandu, pelayanan kesehatan reguler, pendataan serta sosialisasi perizinan, penerimaan pelayanan pembayaran pajak retribusi secara elektronik, pelayanan disduk capil, hingga pelayanan gratis bagi pelaku usaha dan UMKM.

 

Di hadapan masyarakat, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa Bungan Desa merupakan inovasi yang dihadirkan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat desa. Program tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah dengan membawa langsung jajaran perangkat daerah ke desa, sehingga masyarakat tidak selalu harus datang ke pusat pemerintahan untuk mendapatkan pelayanan. Hari ini adalah Bupati Ngantor di Desa yang ke-64. Setelah sebelumnya kita mulai dari Desa Mundeh, Mundeh Kangin, Mundeh Kauh dan Selabih, mulai bulan September ini akan segera saya tuntaskan di seluruh desa,tegasnya. Menurutnya, pola tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjalankan pembangunan secara menyeluruh, bertahap, terpadu dan terencana.

 

Pembangunan tersebut, lanjut Bupati Sanjaya, diarahkan untuk mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) dengan menekankan Lima program prioritas. Lalanglinggah dinilainya memiliki potensi yang lengkap, dengan karakter wilayah nyegara gunung, 10 subak yang terdiri atas tiga subak basah dan tujuh subak abian, serta kekayaan alam dan budaya yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Kalau lima program ini kita jalankan dengan sungguh-sungguh, dari hulu sampai hilir, secara holistik dengan semangat menyama braya dan gotong royong, saya yakin Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani serta sejahtera bisa kita wujudkan bersama,jelasnya.

 

Potensi tersebut juga menjadi dasar Bupati Sanjaya dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat Lalanglinggah. Pemerintah Kabupaten Tabanan juga terus mengorganisir potensi ekonomi seperti pengembangan madu, melalui penguatan Perusda sebagai holding yang dapat merekam dan mengembangkan produk unggulan UMKM desa. Kita harus melihat apa yang menjadi potensi masing-masing desa, kemudian kita koordinasikan. Tiga wilayah Selemadeg dan Pupuan juga kita arahkan menjadi sentra kampung buah. Kalau potensi pertanian, peternakan dan hortikultura ini bisa kita tangkap untuk kebutuhan B2B, maka masyarakat akan ikut terdampak secara ekonomi,terangnya.

 

Tak berhenti pada pengembangan ekonomi, Bupati Sanjaya turut menaruh perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur yang menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat. Ia menegaskan bahwa infrastruktur tidak hanya berbicara tentang jalan dan jembatan, tetapi juga mencakup gedung sekolah, lapangan, bale banjar, pura hingga pelinggih yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, program kabupaten harus dikolaborasikan dengan program desa. Program kabupaten kita kolaborasikan dengan program desa. Kuncinya adalah menjaga dan membangun keharmonisan, karena pembangunan harus saling bersinergi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,tegas Bupati Sanjaya.

 

Sektor pariwisata menjadi potensi lain yang mendapat perhatian khusus, terutama karena Lalanglinggah telah memiliki daya tarik surfing yang diminati wisatawan mancanegara. Bupati Sanjaya menyebut setiap November terdapat event surfing internasional dengan tiga kategori yang dapat menjadi momentum memperkuat promosi desa. Ia bahkan mendorong agar agenda tersebut dapat dikolaborasikan dengan rangkaian HUT Kota Tabanan sehingga eksposur kawasan semakin luas. Untuk itu, orang nomor satu di Tabanan tersebut meminta masyarakat menjaga keamanan, kenyamanan, keramahan serta stabilitas desa agar perkembangan pariwisata tetap sejalan dengan karakter masyarakat setempat.

 

Seiring dengan pengembangan wilayah, Bupati Sanjaya juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya melalui pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menyangkut perilaku setiap individu. Sampah organik dapat dikelola melalui teba tradisional untuk mendukung kebun dan pertanian, sedangkan sampah plastik dapat diarahkan melalui TPS3R. Ia juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya tedun secara rutin melalui semangat gotong royong. Kita bukan hanya memerangi sampah, tetapi juga memerangi perilaku. Sampah adalah milik kita masing-masing. Mari kita pilah dari sumbernya dan selesaikan bersama-sama melalui kolaborasi,pesannya. 

 

Menutup arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Bungan Desa bukan sekadar terlaksananya kunjungan, melainkan seberapa jauh kehadiran pemerintah menghasilkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Seluruh perangkat daerah diminta menindaklanjuti berbagai potensi dan aspirasi yang ditemukan di lapangan, mulai dari pertanian, kesehatan, UMKM, pariwisata, infrastruktur hingga lingkungan. Apa pun yang kita lakukan harus punya nilai terdampak. Saya harap kunjungan Bupati ke Lalanglinggah ini benar-benar memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Kita buka ruang kolaborasi, kita turunkan OPD terkait dan kita kerjakan bersama-sama,pungkasnya.

 

Sementara itu, Perbekel desa Lalanglinggah I Nyoman Arnawa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Sanjaya, Wakil Bupati beserta seluruh jajaran yang secara langsung turun melihat kondisi dan potensi desa. Ia memaparkan Desa Lalanglinggah memiliki luas sekitar 1.600 Ha dengan jumlah penduduk 3.892 jiwa, terdiri atas 11 dusun, enam desa adat dan 11 banjar adat, dengan mata pencaharian masyarakat di sektor pertanian, perkebunan, nelayan, wiraswasta dan pariwisata. Arnawa menilai kehadiran pemerintah kabupaten menjadi momentum bagi desa untuk memperkuat komitmen pembangunan secara bersama-sama. Kami ingin bergandengan tangan bersama-sama. Bapak Bupati sudah melihat langsung potensi kelompok tani dan pariwisata kami. Mari kita menjadi anak yang baik, jujur dan setia, sehingga apa yang menjadi harapan bersama dapat kita capai. Kami siap menjaga komitmen untuk menjadikan Lalanglinggah sebagai surganya surfing dan pariwisata,ujarnya(*)

SDN 3 Antiga Kelod Dibobol, 8 Laptop Sekolah Dirusak Diguyur Air


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini  – SD Negeri 3 Antiga Kelod di Banjar Dinas Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, menjadi sasaran aksi pengerusakan oleh orang tak dikenal. Sejumlah fasilitas sekolah, termasuk delapan unit laptop, kursi, buku-buku, hingga pajangan dinding mengalami kerusakan.

Peristiwa tersebut diketahui pihak sekolah pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 06.30 Wita. Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Manggis sekitar pukul 07.00 Wita.

Berdasarkan hasil pengecekan awal, ruang kelas VI dan ruang kepala sekolah menjadi sasaran utama. Sejumlah barang terlihat berserakan di lantai. Delapan unit laptop milik sekolah ditemukan dalam kondisi rusak. Laptop tersebut diduga dibanting, bahkan sebagian ditemukan dalam kondisi basah seperti diguyur air.

Selain laptop, sejumlah kursi kayu juga mengalami kerusakan. Buku-buku berserakan di dalam ruangan, sementara buku milik para guru yang berada di meja guru turut dirusak. Pajangan yang terpasang di dinding kelas juga tidak luput dari aksi vandalisme dan dicoret-coret.

Pihak sekolah yang mendapati kondisi tersebut kemudian melaporkannya kepada jajaran Polsek Manggis. Polisi langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara serta penyelidikan guna mengungkap pelaku.

Kapolsek Manggis Kompol I Made Suadnyana membenarkan adanya laporan dugaan pengerusakan di SD Negeri 3 Antiga Kelod. Polisi masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut.

“Anggota sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan serta mencari petunjuk untuk mengungkap pelakunya,” ujar Kompol I Made Suadnyana.

Akibat kejadian tersebut, pihak SD Negeri 3 Antiga Kelod diperkirakan mengalami kerugian material mencapai Rp50 juta. Kerugian tersebut terutama berasal dari kerusakan delapan unit laptop dan sejumlah fasilitas serta barang milik sekolah lainnya.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi lengkap serta identitas orang yang diduga melakukan pengerusakan. Motif aksi tersebut juga masih dalam pendalaman. (Ami)

Asuransi Astra Gandeng OJK Dorong Masyarakat Denpasar Lebih Memahami Pelindungan Konsumen


Denpasar , Bali Kini - Pelindungan konsumen merupakan salah satu aspek penting dalam membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan, khususnya asuransi. Penerapannya tidak hanya berfokus pada penanganan pengaduan saat risiko terjadi, tetapi juga mencakup setiap tahapan sejak masyarakat memperoleh informasi, memahami produk, hingga menggunakan layanan asuransi yang dimilikinya. 

Sejalan dengan hal tersebut, Asuransi Astra bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Media Gathering #TujuhDekadeAsuransiAstra di Bendega Restaurant, Denpasar, Rabu (2/9). Mengusung tema “Cerdas Memahami, Nyaman Menggunakan: Memahami Pelindungan Konsumen untuk Pengalaman Berasuransi yang Lebih Baik”. 

Kegiatan ini menjadi wadah diskusi yang mempertemukan regulator, pelaku industri, dan jurnalis di Denpasar untuk membahas penerapan pelindungan konsumen dalam berbagai tahapan interaksi dan pengalaman pelanggan.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi asuransi masyarakat berada di angka 45,45%, sedangkan tingkat inklusinya mencapai 28,50%. Adanya kesenjangan tersebut menunjukkan masih terdapat peluang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan asuransi, sekaligus memperluas akses terhadap perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan. 

Dalam kondisi ini, upaya membangun kepercayaan masyarakat perlu terus dilakukan melalui penyampaian informasi yang transparan dan mudah dipahami, kemudahan dalam mengakses layanan, serta penerapan pelindungan konsumen secara bertanggung jawab.

Asisten Manager Senior OJK Provinsi Bali, Della N Krey, menjelaskan bahwa perkembangan digitalisasi serta semakin beragamnya produk dan layanan keuangan turut mendorong OJK untuk terus memperkuat pelindungan konsumen. 

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui POJK Nomor 22 Tahun 2023 yang memuat sejumlah penguatan, termasuk mengenai hak dan kewajiban konsumen. Menurutnya, pemahaman konsumen terhadap kewajiban tersebut juga menjadi hal yang penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan secara lebih bijak sebelum menggunakan produk dan layanan keuangan.

"Tantangan utama perlindungan asuransi adalah kompleksitas produk dan unit link konsumen sering kali ketika ditawarkan sesuatu produk langsung tandatangan dan baru membaca ketentuannya justru diakhir," sebutnya.

DAPUR RUMAH WARGA DI SERAYA BARAT TERBAKAR, DIDUGA AKIBAT KORSLETING LISTRIK

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini – Kebakaran melanda sebuah bangunan dapur milik I Gede Ariana (56), di Banjar Dinas Merajan, Desa Seraya Barat, Kecamatan Karangasem, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 11.58 WITA.

Bangunan dapur berukuran sekitar 4 x 5 meter atau seluas kurang lebih 20 meter persegi tersebut terbakar hingga sebagian besar bangunan dan perabot di dalamnya hangus. Sejumlah barang rumah tangga, termasuk peralatan memasak dan perlengkapan dapur lainnya, ikut terbakar.

Kepala Dusun setempat, I Wayan Suambara, yang juga menjadi pelapor kejadian, mengatakan saat kebakaran terjadi kondisi rumah dalam keadaan sepi. Pemilik rumah diketahui sedang menghadiri kegiatan menyama braya di desa setempat.

Api pertama kali diketahui setelah kobaran telah membakar sebagian bangunan dapur. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.

Sebanyak 10 personel dari Regu 3 Pos Pemadam Karangasem dan Pos Pemadam Selat dikerahkan ke lokasi dengan empat unit armada. Penanganan dipimpin langsung oleh Kabid PPSP. Petugas menggunakan sekitar 7.000 liter air untuk menjinakkan kobaran api.

Berkat kesigapan petugas, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat ke bangunan lainnya. Petugas berhasil menyelamatkan dua bangunan rumah serta satu bangunan merajan yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

“Saat kejadian, pemilik rumah sedang menghadiri kegiatan menyama braya. Api diketahui sudah membakar bagian bangunan dapur,” ujar Wayan Suambara.

Dalam penanganan tersebut, petugas pemadam kebakaran juga mendapat dukungan dari PLN, anggota TNI-Polri, serta masyarakat setempat.

Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini. Sementara kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam pendataan.

Berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga terjadi akibat korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih dalam penanganan dan pemeriksaan pihak terkait. (Ami)

Selasa, 01 September 2026

Wawali Arya Wibawa Pimpin Upacara Pembukaan Lomba Serangkaian Hari Pramuka Ke-65 Kwartir Denpasar

Ket. Foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa yang juga selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Denpasar saat secara resmi membuka rangkaian kegiatan Bulan Bakti dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya, Selasa (1/9).

DENPASAR, BALI KINI Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa yang juga selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Denpasar secara resmi membuka rangkaian kegiatan Bulan Bakti dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya, Selasa (1/9).

Pembukaan rangkaian kegiatan sosial dan kepemudaan ini ditandai dengan pelaksanaan aksi kemanusiaan "Gedor" (Gebyar Donor Darah) serta Lomba Budaya dan Keterampilan Kepramukaan yang melibatkan ribuan anggota dari taraf Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega se-Kota Denpasar.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Denpasar Arya Wibawa menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, pembina, pelatih, serta pengurus Kwartir Ranting atas dedikasi dan kerja keras dalam mempersiapkan seluruh rangkaian Bulan Bakti Pramuka ke-65 ini.

"Rangkaian kegiatan peringatan Hari Pramuka ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sebuah gerakan nyata untuk menanamkan nilai-nilai ketakwaan, kepedulian sosial, gotong royong, pelestarian budaya, serta pengabdian tanpa batas kepada masyarakat," tegasnya.

Dalam arahan khusus kepada seluruh peserta lomba dan adik-adik Pramuka, Ketua Kwarcab menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportifitas dan persaudaraan. Kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan, melainkan keberanian untuk tampil, mencoba, dan memberikan usaha terbaik adalah sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.

"Di dalam Pramuka kita boleh berbeda gugus depan, berbeda kwartir ranting, berbeda sekolah, maupun berbeda kemampuan. Namun, kita tetap satu keluarga besar Gerakan Pramuka. Jangan sampai persaingan membuat kita kehilangan tali persaudaraan," ujarnya.

Arya Wibawa juga berpesan agar anggota Pramuka bangga mengenakan seragam Pramuka. Seragam tersebut bukan sekadar pakaian biasa, melainkan simbol tanggung jawab. Setangan leher merupakan pengingat untuk terus berbuat kebaikan, sedangkan kode kehormatan Tri Satya dan Dasa Darma harus senantiasa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan.

Sementara Ketua Penyelenggara, I Putu Ariek Putra Wijaya Kusuma dalam laporannya mengatakan, Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema "Memantapkan Langkah Organisasi, Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045".

Dimana sebelumnya Kwarcab Kota Denpasar telah mengawali rangkaian Bulan Bakti melalui beberapa agenda strategis seperti Tirta Yatra di Pura Agung Jagatnatha, Kebel (Gerakan Bersih-Bersih Serentak) yang Aksi kepedulian lingkungan yang dipusatkan di 4 (empat) titik lokasi dengan melibatkan kolaborasi Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka se-Kota Denpasar. Kemudian Bakti Sosial di Panti Asuhan Tunas Nation Asih. 

Kegiatan Gedor (Gebyar Donor Darah) dengan Aksi kemanusiaan donor darah yang menargetkan terkumpulnya 350 kantong darah untuk mendukung pasokan darah medis bagi masyarakat Kota Denpasar, dan  Lomba Budaya dan Keterampilan Kepramukaan.

Adapun sebanyak 74 tim peserta dari berbagai tingkatan Pramuka turut ambil bagian dalam perlombaan yang bertempat di Selasar Lantai 1, Selasar Lantai 2, serta Lapangan Lumintang Denpasar. 

Berikut adalah rincian kategori lomba yang dilaksanakan Lomba Majalah Dinding (Mading) yang Diikuti 17 tim golongan Siaga SD dari seluruh Kwartir Ranting se-Kwarcab Denpasar. Kemudian, Lomba Miniatur Meja Makan yang Diikuti 14 tim golongan Penggalang SD. Selanjutnya, Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) yang Diikuti 13 tim golongan Penggalang Putra SMP (berlokasi di Lapangan Lumintang). 

Setelah itu, ada Lomba Semapur (Semafore) Dua yang Diikuti 17 tim golongan Penggalang Putri SMP. Lomba Kreasi Dekorasi Janur yang Diikuti 5 tim golongan Penegak SMA, dan Lomba Membuat Cerita Pendek (Cerpen) yang diikuti 8 tim golongan Pandega dari perguruan tinggi. (ays).

Jaga Integritas Jadi Prioritas Ketua Baru PN Denpasar

Denpasar , Bali Kini Putu Gde Novyartha, S.H., M.Hum., resmi menggantikan Dr. Iman Luqmanul Hakim, S.H., M.Hum, sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang baru. Itu setelah acara pelantikan yang dilaksanakan diawal bulan September di Ruang Sidang Uatama PN Denpasar.

Novyartha yang sebelumnya sebagai Hakim di PN Denpasar usai pengambilan sumpah berjanji menjaga integritas dan membangun kepercayaan masyarakat Bali terhadap PN Denpasar.

"Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa diberi kesempatan untuk bisa mengabdi di Pengadilan Negeri Denpasar. Saya mohon dukungan rekan-rekan wartawan, kita terus menjaga integritas, membangun kepercayaan masyarakat Bali khususnya pada Pengadilan Negeri Denpasar," ucapnya.

Dirinya menyampaikan pihaknya akan melanjutkan program-program yang telah dirintis ketua sebelumnya, di antaranya pembangunan zona integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), meraih predikat Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP), serta meningkatkan nilai akreditasi penjaminan mutu pengadilan agar meraih predikat unggul.

Soal penanganan perkara korupsi, Novyartha mengakui jumlah perkara yang dilimpahkan kejaksaan ke PN Denpasar terus meningkat. Ia mencontohkan dalam sehari bisa masuk hingga 12 perkara sekaligus.

"Mudah-mudahan ke depannya kita bisa tangani dengan lebih baik, karena korupsi kayaknya sekarang semakin meningkat. Perkara limpah kejaksaan aja, sehari sudah masuk 12," ujarnya.

Ia menegaskan pihaknya berkomitmen menegakkan keadilan tanpa transaksi dalam persidangan, meski diakuinya sejumlah sidang kerap molor hingga larut malam, khususnya perkara tindak pidana korupsi (tipikor).

Menurut Novyartha, pihaknya berupaya menghindari sidang tipikor berlangsung hingga tengah malam dengan mendorong sidang dimulai tepat waktu pukul 09.00 WITA, termasuk memanfaatkan hari Jumat untuk menyelesaikan tunggakan perkara.

Selain kasus korupsi, Novyartha menyebut perkara pidana umum lain yang tengah menjadi perhatian PN Denpasar adalah judi online, termasuk yang melibatkan warga negara asing.

"Sekarang yang marak kali ini perjudian online, yang orang asing mungkin banyak semakin marak. Orang-orang kita juga makin pintar ikut terlibat dalam perjudian luar negeri," ujarnya. Ia menyebut penanganan perkara judi online menjadi salah satu prioritas ke depan.

Sementara itu, Dr. Iman Luqmanul Hakim, S.H., M.Hum. yang kini menjabat Wakil Ketua PN Jakarta Barat menitipkan harapan kepada penggantinya. Ia menyebut Novyartha memiliki kapasitas dan integritas yang baik untuk melanjutkan program-program yang belum tuntas di PN Denpasar.

Iman menjelaskan salah satu agenda yang masih berjalan adalah penilaian Sistem Manajemen Anti-Penyuapan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, di mana PN Denpasar tahun ini masuk tahap evaluasi ulang. Selain itu, PN Denpasar juga tengah dinilai untuk akreditasi penjaminan mutu pengadilan negeri kelas 1A, meski hasilnya belum keluar.

"Yang menilai adalah Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pengadilan Negeri Denpasar tahun ini masuk tahap evaluasi ulang. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan hasil yang terbaik, mudah-mudahan nanti Putu Gde Novyartha bisa melanjutkan hal itu," kata Iman.

Jaya Negara Ngayah Nyangging pada Metatah Massal Desa Adat Panjer

Ket. Foto :Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat  ngayah nyangging dalam pelaksanaan Upacara Metatah (Mesangih) Massal yang digelar Desa Adat Panjer di Lapangan Wantilan Desa Adat Panjer, Sabtu (29/8).

Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, ngayah nyangging dalam pelaksanaan Upacara Metatah (Mesangih) Massal yang digelar Desa Adat Panjer di Lapangan Wantilan Desa Adat Panjer, Sabtu (29/8). 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya Atma Wedana (Nyekah Kurung Nyatur Muka) yang dilaksanakan Desa Adat Panjer.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, anggota DPD RI IB Rai Dharmawijaya Mantra, anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, serta sejumlah tokoh masyarakat  Kota Denpasar.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada Jero Bendesa Adat Panjer beserta seluruh jajaran dan krama yang telah melaksanakan karya secara gotong royong.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar, kami mengucapkan terima kasih kepada Jero Bendesa Adat Panjer beserta seluruh jajaran yang telah melaksanakan karya ini. Ini merupakan wujud dharma, termasuk dharmaning negara, melalui kerja sama antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Desa Adat Panjer,” ujar Jaya Negara.


Ia mengatakan, pelaksanaan upacara massal ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi pemerintah dengan desa adat dalam meringankan beban masyarakat dalam menjalankan swadharma keagamaan. 

Pemkot Denpasar turut memberikan dukungan dana sebesar Rp1 miliar untuk membantu pelaksanaan karya tersebut. 

“Walaupun bantuan ini tidak maksimal, kami memberikan dukungan sebesar Rp1 miliar, sementara kekurangannya dilaksanakan secara gotong royong. Saya kira tidak ada masyarakat yang mengeluarkan biaya. Mudah-mudahan pola seperti ini bisa kita bangun, tidak hanya di bidang spiritual dan mental, tetapi juga dalam berbagai bidang lainnya, sehingga harmonisasi dapat kita bangun di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.


Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan tersebut penting untuk terus dikembangkan di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin berkembang.


Sementara itu, Bendesa Adat Panjer, AA Ketut Oka Adnyana, mengatakan pelaksanaan karya ini merupakan bagian dari komitmen Desa Adat Panjer untuk membantu dan meringankan beban finansial krama dalam menjalankan kewajiban keagamaan.

Ia menjelaskan, rangkaian karya diawali dengan Pitra Yadnya berupa upacara Warak Kururon, Ngelungah, dan Nglangkir yang telah dilaksanakan pada 24 dan 25 Mei 2026. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan upacara Metatah atau Mesangih Massal serta persiapan menuju upacara Atma Wedana atau Memukur. 

“Upacara Atma Wedana ini bertujuan untuk meningkatkan penyucian roh pitara menuju Sunia Loka. Namun sebelum puncak Memukur dilaksanakan, kami menyelenggarakan upacara Metatah Massal,” ujar Oka Adnyana.


Dalam pelaksanaan Metatah Massal tahun ini, tercatat sebanyak 266 peserta mengikuti prosesi. Sementara prosesi Memukur nantinya akan diikuti sebanyak 212 puspa dan dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026.


Peserta upacara tidak hanya berasal dari krama Desa Adat Panjer, namun juga terbuka bagi masyarakat di luar wilayah Desa Adat Panjer. Jumlah peserta tahun ini disebut menjadi yang terbesar dalam kurun waktu pelaksanaan kegiatan yang digelar setiap empat tahun sekali tersebut.


Oka Adnyana menegaskan, seluruh rangkaian upacara dilaksanakan secara gratis tanpa membebani masyarakat dengan biaya pelaksanaan. Pembiayaan sepenuhnya ditopang melalui kas Desa Adat Panjer, LPD, serta unit-unit usaha yang dikelola desa adat. Selain itu, kegiatan juga mendapat dukungan dana sebesar Rp1 miliar dari Pemerintah Kota Denpasar.


“Krama tidak dibebani biaya alias gratis. Kami tidak menetapkan standar biaya sama sekali. Hanya memberikan punia, kami persilakan seikhlasnya sebagai wujud rasa syukur,” ungkapnya.


Ia berharap seluruh krama dapat mengikuti rangkaian upacara dengan penuh ketenangan, kesucian, dan berlandaskan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha. Nilai tersebut diharapkan dapat menjadi tuntunan bagi umat dalam mengendalikan hawa nafsu serta Sad Ripu atau enam musuh yang ada dalam diri manusia.


Ke depan, Oka Adnyana berharap pelaksanaan karya yang rutin digelar setiap empat tahun sekali ini dapat terus memperoleh dukungan dari seluruh masyarakat. Dengan adanya fasilitas upacara massal yang ditanggung desa adat, krama diharapkan tidak perlu mengeluarkan biaya besar secara mandiri di luar desa.


Menariknya, dalam pelaksanaan Metatah Massal tersebut, selain Wali Kota Jaya Negara, pada kegiatan itu, anggota DPD RI IB Rai Dharmawijaya Mantra, dan anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya turut ngayah nyangging sebagai bentuk partisipasi dan dukungan terhadap pelaksanaan yadnya yang digelar Desa Adat Panjer. (Ayu)

Walikota Jaya Negara Apresiasi Konsistensi Pelestarian Tradisi Layang-Layang.

Ket foto : Satu Dekade Denpasar Kite Festival, Walikota Jaya Negara Apresiasi Konsistensi Pelestarian Tradisi Layang-Layang.

Denpasar, Bali KiniWali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi gelaran Denpasar Kite Festival ke-10 di Kawasan Pantai Merta Sari, Sanur, Denpasar, Minggu (30/8). Mengusung tema “Dasavarse Patanga Vaibhavam”, kegiatan ini menjadi momentum satu dekade perjalanan festival yang secara konsisten menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas sekaligus melestarikan permainan tradisional layang-layang. Lebih dari 1.300 peserta akan unjuk kebolehan menerbangkan layang-layang pada ajang yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026 ini.

Ketua Umum Pelangi Denpasar, I Wayan Mariana Wandhira mengatakan, tema “Dasavarse Patanga Vaibhavam” dipilih sebagai penanda perjalanan Denpasar Kite Festival yang telah berlangsung selama satu dekade. Antusiasme peserta dan masyarakat juga terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

“Pelangi Denpasar telah melaksanakan kegiatan ini untuk yang ke-10 kalinya. Peserta terus meningkat setiap tahun. Tahun ini jumlah peserta mencapai sekitar 1.300 peserta,” ujar Wayan Mariana Wandhira yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar.

Wandhira mengatakan, peningkatan jumlah peserta turut diimbangi dengan upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan. Menurutnya, Denpasar Kite Festival tidak hanya menjadi ajang hiburan dan kreativitas, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun sportivitas serta menjunjung tinggi prinsip fair play dalam setiap perlombaan.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas kegiatan. Sportivitas dan fair play menjadi hal penting yang harus dijunjung oleh seluruh peserta,” imbuhnya.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengapresiasi konsistensi Pelangi Denpasar dalam menyelenggarakan festival layang-layang hingga memasuki tahun ke-10. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut menunjukkan komitmen dalam menjaga permainan tradisional agar tetap tumbuh dan diminati masyarakat.

“Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat. Ini menunjukkan konsistensi dan semangat untuk menjaga serta mengembangkan tradisi layang-layang. Pemerintah Kota Denpasar tentu memberikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan positif seperti ini,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara menilai Denpasar Kite Festival memiliki nilai positif dalam pengembangan kreativitas masyarakat. Selain menjadi ruang rekreasi dan kompetisi, kegiatan tersebut juga dapat memperkuat upaya pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya Bali.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi kepada Pelangi Denpasar, panitia, peserta, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Denpasar Kite Festival ke-10.

“Semoga Denpasar Kite Festival terus berkembang, baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas penyelenggaraan. Yang tidak kalah penting, semangat sportivitas, kreativitas, dan kebersamaan tetap menjadi bagian utama dari kegiatan ini,” ujarnya.

Dengan diikuti sekitar 1.300 peserta dan mengusung tema “Dasavarse Patanga Vaibhavam”, Denpasar Kite Festival ke-10 menjadi momentum penting satu dekade perjalanan festival layang-layang di Kota Denpasar. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan tradisi layang-layang sebagai bagian dari budaya dan kreativitas masyarakat. (Eka)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved