Bali Kini
Ads
Kabar Denpasar
Kabar Tabanan
Kabar Klungkung
Kabar Jembrana
Selasa, 25 Agustus 2026
BaliKini.Net
Bunda Rai melaksanakan Lomba Aku Hatinya PKK Seluruh Kecamatan
Dalam rangka rangkaian HKG PKK Ke-54 Kabupaten Tabanan, Bunda Rai melaksanakan Lomba Aku Hatinya PKK Seluruh Kecamatan
- Dirangkaikan Dengan Peninjauan Lomba Telajakan dan PSBS Tim Pembina Posyandu diawali di Kecamatan Tabanan dan Kediri -
Tabanan PR – Semangat menghadirkan lingkungan yang asri, produktif, sekaligus bernilai ekonomis terlihat dalam roadshow Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, yang akrab disapa Bunda Rai, saat melakukan penilaian Lomba Aku Hatinya PKK sebagai rangkaian peringatan HKG PKK Ke-54 yang dirangkaikan dengan peninjauan dan pembinaan Lomba Telajakan serta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) TP Posyandu yang dilaksanakan oleh TP Posyandu Provinsi Bali, Senin (24/8). Kegiatan tersebut menyasar seluruh Kecamatan di Kabupaten Tabanan yang diawali pada 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kediri. Untuk di Kecamatan Tabanan, Bunda Rai melaksanakan kegiatan di Desa Sesandan, dilanjutkan ke SMK Bintang Persada dan Kecamatan Kediri di Banjar Sinjuana Dan Dukuh, Berabana serta SMP N 3 Kediri yang berlokasi di Desa setempat.
Dalam roadshow tersebut, Bunda Rai didampingi Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan beserta jajaran pengurus, Kepala Perangkat Daerah terkait, Camat Tabanan dan Kediri, Ketua TP PKK Kecamatan beserta jajaran, serta Perbekel setempat. Kehadiran langsung tersebut menjadi bagian dari pembinaan sekaligus melihat berbagai inovasi yang telah dipersiapkan masyarakat dan satuan pendidikan dalam mendukung program PKK serta pengelolaan kebersihan lingkungan.
Penilaian diawali di Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan. Di lokasi tersebut, Bunda Rai bersama jajaran meninjau langsung berbagai inovasi yang dikembangkan masyarakat, salah satunya pemanfaatan lubang biopori. Selain itu, terdapat inovasi pengolahan sampah organik rumah tangga melalui media pot yang dimodifikasi, sehingga sampah dapat langsung diproses dan menjadi nutrisi bagi tanaman yang tumbuh di dalamnya.
Bunda Rai mengapresiasi inovasi tersebut seraya mendorong agar berbagai bantuan bibit yang telah diberikan segera ditanam dan dimanfaatkan sebagai tanaman percontohan bagi masyarakat lainnya. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara konsisten, terlebih dalam mendukung ketahanan sekaligus perekonomian keluarga. “Bantuan-bantuan bibit yang sudah diberikan bisa digunakan sebagai percontohan bagi warga. Walaupun tidak banyak, tetapi sangat berpengaruh, apalagi dalam kondisi saat ini sangat bermanfaat untuk membantu perekonomian warga. Adanya lubang-lubang biopori juga harus dimanfaatkan dengan baik,” pesannya.
Melihat potensi lahan yang tersedia, Bunda Rai menilai program Aku Hatinya PKK di Desa Sesandan memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih optimal. “Ini sudah bagus, semua tanaman yang dicari ada, terutama dengan lahan yang besar ini, hanya perlu ditata saja dengan baik,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan bahwa program Aku Hatinya PKK bukanlah program baru, namun akan memberikan hasil luar biasa apabila diterapkan secara berkelanjutan dan disertai pembinaan yang rutin.
Tak hanya tanaman, pemanfaatan lahan di lokasi tersebut juga dilengkapi dengan budidaya ikan lele, kandang ayam, hingga tanaman yang menghasilkan madu murni kele-kele. Beragam potensi tersebut dinilai dapat menjadi contoh penerapan pemanfaatan lahan secara terpadu, sehingga pekarangan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menghasilkan pangan dan memberikan nilai tambah bagi keluarga.
Roadshow kemudian berlanjut ke SMK Bintang Persada. Di sekolah tersebut, Bunda Rai melihat langsung kreativitas para siswa dalam mengembangkan inovasi ramah lingkungan, salah satunya pembuatan Lerazym Clean, yakni inovasi sabun cair ramah lingkungan berbahan dasar eco enzyme dan ekstrak buah Lerak. Jadi eco enzyme ini berasal dari fermentasi limbah organik, khususnya sisa buah dan sayuran yang berasal dari MBG dan kegiatan praktik siswa di jurusan kuliner.
"Fermentasi eco enzym selama 3 bulan yang biasanya dimanfaatkan untuk tanaman, kami manfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat sabun cair ramah lingkungan yang dibuat oleh siswa jurusan Farmasi," ujar Miss Gung Dyah yang merupakan salah satu penggagas dari inovasi tersebut. Ia juga menambahkan , bahwa sabun tersebut disebut ramah lingkungan karena tanpa proses dan bahan kimia dan juga sudah dipakai pihaknya untuk kegiatan di sekolah, seperti mencuci perabotan hingga pakaian, khususnya yang berbahan Endek.
Kreativitas generasi muda dari SMK Bintang Persada mendapat apresiasi positif dari Bunda Rai dan Jajaran serta mendorong agar inovasi serupa terus dikembangkan. Apalagi para siswa juga menunjukkan kreativitas dalam memanfaatkan limbah produksi menjadi berbagai kerajinan tangan. Menurutnya, sampah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomis.
Selanjutnya, Bunda Rai menuju Banjar Sinjuana dan Banjar Dukuh, Desa Beraban, Kediri, dalam rangka melihat kesiapan dan pelaksanaan Lomba Telajakan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan sejumlah arahan kepada peserta agar penataan lingkungan dapat dilakukan lebih maksimal. “Kebersihannya sudah dilakukan dengan baik, tinggal bagaimana penataannya bisa dibuat lebih tertata lagi,” pesannya.
Kunjungan terakhir dilakukan di SMP Negeri 3 Kediri. Bunda Rai meninjau langsung pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS) di Sekolah tersebut yang dinamakan dengan inovasi Simponi (Sistem Pengelolaan sampah Organik non Organik Inovatif) dengan slogan ASA (Ada Sampah Ambil) yang dilakukan pihak sekolah termasuk pemanfaatannya menjadi berbagai bentuk kerajinan. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif para siswa dalam menjaga lingkungan sekaligus mengolah sampah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat.
Menutup rangkaian roadshow, Bunda Rai menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh komponen dalam mengikuti penilaian lomba, sekaligus berbagai inovasi yang telah dilakukan dalam pemanfaatan lingkungan serta pengelolaan sampah. Menurutnya, seluruh persiapan dan pelaksanaan di masing-masing lokasi telah dilakukan dengan baik dan menunjukkan semangat dalam mendukung program PKK. “Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan. Partisipasinya sudah baik, inovasi-inovasinya juga sudah bagus, dan mudah-mudahan bisa terus dikembangkan,” ujarnya (*)
Senin, 24 Agustus 2026
BaliKini.Net
Tiga Buruh Asal Sumba Keroyok Warga di Manggis, Polisi Tangkap Tiga Pelaku
BaliKini.Net
Pamit Kenal Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan, Sinergi dan Pembinaan Warga Binaan Terus Diperkuat
BaliKini.Net
Bupati Sanjaya Lantik 61 Pejabat di Tabanan, Tegaskan Jabatan adalah Amanah untuk Wujudkan Kinerja Nyata
Tabanan , Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali melakukan penguatan organisasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Prosesi yang berlangsung secara hybrid (daring dan luring) tersebut dipimpin langsung Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di Tabanan Command Center (TCC), Kamis (13/8).
Sebanyak 3 pejabat pimpinan tinggi pratama, 21 pejabat administrator, dan 37 pejabat pengawas dilantik pada kesempatan tersebut. Kegiatan turut dihadiri Jero Mangku Utawi Rohaniawan, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara Denpasar, Kepala Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, Sekda Tabanan, para Asisten Setda, kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, serta para Camat se-Kabupaten Tabanan.
Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan merupakan bagian dari dinamika penyelenggaraan pemerintahan sekaligus proses pembinaan karier aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Ia meminta seluruh pejabat memahami bahwa setiap penempatan memiliki tujuan dan kebutuhan organisasi yang harus dijawab melalui kinerja.
“Saya ingin menegaskan bahwa mutasi, rotasi, maupun pengisian jabatan dalam birokrasi merupakan sesuatu yang biasa dan merupakan bagian dari kewenangan manajemen pemerintahan, sepanjang dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, kebutuhan organisasi, kompetensi, serta prinsip-prinsip sistem merit yang berbasiskan talenta,” ujar Sanjaya.
Menurutnya, mutasi maupun rotasi tidak semestinya dimaknai sebatas perpindahan tempat atau jabatan, terlebih hanya sebagai urusan administratif. “Jangan pernah memaknai mutasi semata-mata sebagai perpindahan tempat atau perpindahan jabatan, apalagi sekadar urusan administratif belaka. Ingatlah bahwa di balik setiap penempatan terdapat kebutuhan organisasi. Di balik setiap jabatan terdapat tanggung jawab dan di balik setiap amanah terdapat harapan masyarakat Tabanan yang harus kita jawab dengan kinerja,” tegasnya.
Sanjaya menjelaskan, pelantikan tersebut memiliki beberapa latar belakang penting. Pertama, pengisian tiga jabatan pimpinan tinggi pratama merupakan hasil proses seleksi terbuka untuk jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kebudayaan, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tabanan. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan jabatan strategis diisi pejabat yang memiliki kompetensi, kapasitas, pengalaman, serta kemampuan kepemimpinan sesuai tuntutan organisasi.
Kedua, pelantikan dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian jabatan administrator dan pengawas sesuai kebutuhan organisasi. Ketiga, terdapat pengisian Kepala Subbagian pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan sebagai bagian dari amanat struktur organisasi dan tata kerja perangkat daerah. “Artinya, pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, ini adalah bagian dari proses menata organisasi agar lebih efektif, lebih responsif dan lebih mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Tabanan,” ungkap Sanjaya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya juga menyampaikan apresiasi kepada panitia seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama yang telah melaksanakan proses seleksi secara profesional dan bertanggung jawab. Apresiasi turut diberikan kepada Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali atas pengawasan terhadap proses seleksi serta Badan Kepegawaian Negara atas dukungan pembinaan dan fasilitasi dalam penyelenggaraan manajemen ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.
Menutup arahannya, Sanjaya berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik agar menjadikan disiplin sebagai budaya kerja, serta senantiasa bekerja keras, bekerja cerdas dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan. Ia menegaskan bahwa setiap jabatan dan kinerja pejabat akan terus menjadi bagian dari evaluasi organisasi.
“Jabatan bukan hak yang melekat selamanya. Jabatan adalah amanah yang harus dijaga melalui kinerja, kompetensi, disiplin, integritas dan tanggung jawab. Maka tunjukkan melalui kerja nyata bahwa kepercayaan yang diberikan kepada saudara memang layak, selamat bekerja, segera lakukan konsolidasi internal, susun langkah strategis, pastikan program dan kegiatan berjalan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat manfaat sebagai fondasi kuat menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” pungkas Sanjaya (*)
BaliKini.Net
Bupati Sanjaya Apresiasi Peken Jasindo 2026, Dorong UMKM Tabanan Semakin Berdaya
Tabanan , Bali Kini – Komitmen memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Hal tersebut terlihat saat Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir sekaligus memberikan apresiasi langsung terhadap pelaksanaan Peken Jasindo Tahun 2026 di Taman Bung Karno – Garuda Wisnu Singasana, Tabanan, Sabtu (22/8). Mengusung tema “Peken Jasindo Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, kegiatan ini menjadi ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda beserta para asisten dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, serta jajaran direksi Asuransi Jasindo. Peken Jasindo menghadirkan puluhan bazar UMKM, program CSR, talkshow, workshop, Difabel Berkarya, pelayanan publik, seni dan hiburan musisi lokal maupun nasional hingga doorprize. Turut diserahkan Bantuan 6 Pilar Program TJSL Jasindo, meliputi pemberdayaan dan peningkatan SDM, sarana literasi, beasiswa dan tongkat tuna netra bagi difabel, promosi Desa Wisata Nyambu, perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi pelaku UMKM dengan total nilai pertanggungan Rp800 juta, serta 40 unit tenda bazar bagi pelaku UMKM.
Saat membuka kegiatan, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jasindo karena memilih Tabanan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ia menilai Peken Jasindo bukan sekadar event, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan berbagai potensi daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh jajaran PT Jasindo, dan saya sampaikan apresiasi yang setingginya karena Jasindo memilih Tabanan bukan hanya sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan tetapi sebagai ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Sanjaya.
Orang nomor satu di Tabanan itu juga menilai pemilihan Tabanan sangat tepat mengingat daerah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM sekaligus didukung karakter sebagai daerah agraris. “Terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Tabanan, kita patut berbangga. Jadi di Bali, Tabanan yang dipilih. Karena Kabupaten Tabanan merupakan tumbuh kembangnya UMKM, ada 900 UMKM hampir 1000, tepat sekali karena Tabanan merupakan daerah agraris, bahan baku untuk semua sumber UMKM ada di Tabanan,” ungkapnya.
Menurutnya, Peken Jasindo Tabanan 2026 membawa pesan penting bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang dan UMKM harus menjadi bagian aktif dalam pembangunan. Pertumbuhan ekonomi juga harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan kebudayaan. “Saya melihat Peken Jasindo Tabanan bukan hanya sekadar sebuah event melainkan sebuah pesan bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang, pesan bahwa UMKM tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan dan pesan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama dengan berkelanjutannya lingkungan dan kebudayaan,” tegasnya.
Bupati Sanjaya juga mengapresiasi konsep kegiatan yang dinilai holistik karena mencakup ekonomi, pendidikan, edukasi lingkungan, budaya bersih dan sehat, pengembangan SDM melalui digitalisasi, pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan. “Peken Jasindo Tabanan 2026 ini telah dirancang dengan pendekatan yang sangat baik dan menarik, yaitu ekonomi melalui UMKM, ada pendidikan, dengan kehadiran anak-anak tadi, juga ada edukasi dan lingkungannya tentang budaya bersih dan sehat dan pengembangan SDM dengan digitalisasi dan pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan, ini semua holistik menyangkut semua kegiatan,” sebutnya.
Ia menegaskan kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal hubungan yang lebih panjang antara Jasindo, Pemkab Tabanan, UMKM, komunitas dan masyarakat. “Ekonomi tidak boleh hanya mengejar angka saja, ekonomi harus menghadirkan manfaat. Untuk itulah saya sangat apresiasi gagasan Peken Jasindo yang memberikan ruang promosi dan transaksi bagi UMKM melalui booth, voucher, talkshow, workshop serta berbagai aktivitas kebudayaan,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga menyampaikan ungkapan turut berbela sungkawa dan keprihatinan atas musibah yang terjadi di NTT.
Sementara itu, Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Samuel, mengatakan Peken Jasindo merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. “Sebagai korporasi kami tidak hanya menargetkan profitabilitas tetapi kami juga ingin memberikan sesuatu kembali pada masyarakat sehingga acara ini bisa terlaksana hari ini,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini mampu menggerakkan UMKM Tabanan melalui bazar, business matching, networking, talkshow dan workshop sehingga semakin berkembang dan naik kelas.
Andy Samuel juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tabanan atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain mendorong UMKM, Jasindo turut menghadirkan Gerakan Tabanan Peduli NTT sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat di Flores serta menerapkan konsep zero waste event sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. “Terima kasih kepada Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan, sehingga acara ini bisa berlangsung dengan baik dan semoga masyarakat Tabanan bisa menikmati acara yang diselenggarakan malam ini,” pungkasnya.(*)
BaliKini.Net
Bupati Sanjaya Buka Touring TOMBAK, Dorong Komunitas Motor Jadikan Tabanan Titik Kumpul
Minggu, 23 Agustus 2026
BaliKini.Net
Jadi Joki Mekepung, Kembang- Ipat Jajal Keseruan Festival Mekepung 2026
Sabtu, 22 Agustus 2026
BaliKini.Net
Wawali Arya Wibawa Perkuat Tata Kelola Perusahaandan Digitalisasi
BaliKini.Net

FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram