-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Selasa, 17 Februari 2026

Genjot PAD, Pemkab Jembrana Ujicobakan Digitalisasi Retribusi Terminal Gilimanuk Lewat Sistem Tolgate

Jembrana, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi menguji coba sistem tolgate digital (retribusi digital )  untuk retribusi parkir manuver dan Terminal Gilimanuk pada Selasa (17/2/2026). 
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem pembayaran nontunai yang transparan dan bebas dari potensi kebocoran.

Sebagai pintu masuk utama logistik dan penumpang ke Pulau Bali, Terminal Gilimanuk memiliki potensi penerimaan daerah yang sangat besar. Dengan menggandeng PT Bank BPD Bali, Pemkab Jembrana kini beralih dari pemungutan manual ke sistem digital guna memastikan setiap rupiah retribusi tercatat secara real-time dan masuk langsung ke kas daerah.



 

Sistem tolgate otomatis meminimalkan interaksi tunai antara petugas dan pengguna jasa, sehingga menutup celah pungutan liar atau kesalahan pencatatan.
 

Sementara data transaksi yang masuk terpantau secara langsung oleh pemerintah, memungkinkan proyeksi dan pengawasan anggaran yang lebih akurat.


 

Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, menegaskan bahwa fokus utama dari transformasi ini adalah penguatan fiskal daerah melalui tata kelola yang bersih.

" Tujuan utama digitalisasi ini adalah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menciptakan sistem pengelolaan retribusi yang lebih tertib dan terintegrasi. Dengan sistem yang akuntabel, kita bisa memastikan seluruh potensi pendapatan daerah terserap maksimal untuk kepentingan masyarakat Jembrana," tegas I Made Budiasa.




Program ini juga merupakan implementasi dari Program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Ke depan, keberhasilan di Terminal Gilimanuk akan menjadi blueprint atau percontohan bagi digitalisasi titik-titik retribusi lain di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana.

Melalui komitmen ini, Kata Budiasa Jembrana optimis dapat meningkatkan kemandirian fiskal daerah sekaligus memberikan layanan publik yang lebih modern, efisien, dan terpercaya di era digital.

" Digitalisasi memangkas birokrasi pemungutan, sehingga biaya operasional dapat ditekan dan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur publik lainnya, " pungkasnya. ( * )

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Pemelaspasan Candi Bentar dan Penyengker Setra Desa Adat Penatih.

Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri upacara Pemelaspasan Candi Bentar, Penyengker Setra, dan Jembatan Ring Pura Kahyangan Dalem Desa Adat Penatih, Selasa (17/2). Kegiatan ini menjadi momentum sakral dalam rangka penyucian sekaligus peneguhan fungsi kawasan setra sebagai ruang suci bagi masyarakat adat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali 
I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Ketut Budha, Kepala Dinas Perumahan Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa Atmaja, Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati dan Lurah Penatih  I Wayan Murda. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara melaksanakan prosesi mendem Panca Datu di kawasan setra, menandatangani prasasti, serta meninjau langsung penyengker yang telah diupacarai melaspas.

Wali Kota Jaya Negara memberikan apresiasi kepada warga Desa Adat Penatih atas semangat gotong royong dalam membangun Candi Bentar dan tembok penyengker setra. Meski dengan keterbatasan anggaran bantuan dari Pemerintah Kota Denpasar, krama desa tetap mampu bersinergi dan bergotong royong hingga pembangunan dapat terwujud dengan baik.

"Dengan telah dilaksanakannya upacara melaspas tersebut, saya berharap Candi Bentar dan penyengker setra dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pelaksanaan swadarma pelayanan masyarakat, khususnya dalam prosesi upacara kematian serta kegiatan adat lainnya yang berkaitan dengan setra," ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Jro Bendesa Desa Adat Penatih, I Wayan Eka Yana, mengucapkan rasa syukur karena seluruh warga dapat berkumpul dan melaksanakan upacara pemelaspasan dengan lancar dan penuh makna. Sebelum pelaksanaan upacara, pihak desa bersama warga telah melaksanakan pekeling untuk memastikan batas ruang suci dan kawasan setra. Prosesi juga disertai pengeruakan serta menghaturkan Banten Guru Piduka sebagai bentuk pakeling kepada Ida Betara, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan terencana dan terorganisir dengan baik, baik secara sekala maupun niskala.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar atas bantuan dan dukungan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya bernilai material, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen dalam menjaga serta melestarikan adat, tradisi, dan budaya sebagai warisan luhur bersama.

“Kami juga menghaturkan rasa syukur dan terima kasih kepada alam semesta, kepada bumi dan lingkungan sekitar yang telah memberikan keberkahan sehingga seluruh rangkaian upacara dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan penuh khidmat,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari partisipasi aktif seluruh krama desa, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Setiap peran telah dipersiapkan secara rinci sehingga semangat gotong royong dapat terwujud secara maksimal dan menciptakan situasi yang harmonis seperti saat ini.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut turut dilaksanakan mupuk panca datu serta penanaman pohon dadap wong, kepah, pole, celagi, timbul, dan biyu akah. Penanaman pohon ini bukan sekadar simbol penghijauan, melainkan menjadi landasan dan cerminan kehidupan beragama.

Menurutnya, pohon-pohon tersebut melambangkan keseimbangan, perlindungan, kesucian, dan keberlanjutan hidup, sejalan dengan ajaran untuk menjaga harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam lingkungan (manut sekadi taru premana).

“Kami berharap apa yang telah dilaksanakan hari ini membawa kerahayuan, keharmonisan, dan kesejahteraan bagi masyarakat, serta menjadi penguat semangat bersama untuk terus menjaga kelestarian budaya dan kesucian tempat-tempat suci yang kita miliki,” pungkasnya. (Ayu).

Hindu Tionghoa Berbaur Rayakan Imlek

Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini  -  Ratusan umat datang silih berganti melaksanakan persembahyangan di Griya Kongco Dwipayana, Jalan Tanah Kilap, Desa Pemogan, Denpasar. Mereka melakukan persembahyangan dalam rangka Tahun Baru Imlek 2577, Selasa, (17/2).
Keberagaman umat Hindu dan etnis Tionghoa sangat kental terlihat disejumlah Kongco. 
Busana, sarana upakara, cara mereka berdoa pun beragam sesuai keyakinan dengan didominasi warna merah. Ada yang menggunakan pakaian adat Bali, ada pula yang terlihat menggunakan pakaian serba merah. 
Ada yang membawa banten maupun canang sebagaimana yang dibawa ke Pura, dan ada yang membawa dupa. Cara mereka sembahyang pun beragam, ada yang melakukan tata cara berdoa secara Hindu dengan bunga, ada pula yang menggunakan hio atau dupa. Usai sembahyang mereka diperciki tirta oleh pemangku di sana dan mendapat bija beras berwarna kuning.

Pemangku di Kongco Dwipayana, Ida Bagus Adnyana mengatakan persembahyangan bersama telah dilakukan pada pukul 00.00 Wita untuk melepas tahun yang sebelumnya dan membuka tahun yang baru. Persembahyangan ini usai pukul 02.00 Wita yang kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan sendiri-sendiri. Ia menyebut ada 31 titik persembahyangan di Kongco ini. 
"Tahun Baru Imlek ini kita membuka lembaran baru. Persembahyangan ini berlangsung hingga tengah malam nanti. Umat yang datang dari segala penjuru," katanya.
Di tahun kuda api, berharap semua orang memanfaatkan peluang yang ada, jika mampu memanfaatkan peluang maka akan jadi sukses. "Berpacu dengan waktu. Namun kalau salah, bisa membuat hancur, harus hati-hati juga," Pesannya.
Berharap tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya, nuansa merah pun sangat kental pada Kongco ini. Merah itu lambang kecerahan. "Kecerahan merupakan simbol sejahtera dan bahagia karena sejahtera memberikan kebahagiaan. Omong kosong jika tanpa kesejahteraan akan bahagia," katanya.
Selain persembahyangan, juga digelar hiburan kesenian di tempat ini mulai dari Barongsai hingga kesenian Bali. "Tadi malam hampir seimbang antara etnis Tionghoa dan Bali, di Bali kan kepercayaannya Siwa Budha. Jadi antara pura dengan klenteng ada kemiripan, kebersamaan," katanya.

Gebyar Bulan Bahasa Bali di Puri Agung Karangasem: Agung Kosalya Gaspol Satukan Krama Desa Adat

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Desa Adat Karangasem menggelar peringatan Bulan Bahasa Bali pada 17 Februari 2026 di Puri Agung Karangasem. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kelihan Adat Desa Adat Karangasem, Anak Agung Made Kosalya, sebagai bentuk komitmen melestarikan adat, budaya, dan aksara Bali sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali.

Beragam lomba digelar dalam kegiatan tersebut. Untuk tingkat anak-anak, lomba menulis aksara Bali diikuti oleh siswa SD dari seluruh desa adat di Karangasem. Selain itu, lomba mesatua Bali diikuti oleh para serati Desa Adat Karangasem. Tidak hanya itu, suasana semakin semarak dengan lomba karaoke pop Bali yang melibatkan para penglingsir banjar, utusan krama banjar, serta pecalang Desa Adat Karangasem.

Kelihan Adat Desa Adat Karangasem, Anak Agung Made Kosalya, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari upaya mempererat kebersamaan krama desa adat, khususnya di awal masa kepemimpinannya.

“Kami ingin menjadikan Bulan Bahasa ini sebagai gebyar kebersamaan di awal kepemimpinan kelian desa adat yang baru. Harapannya, ikatan krama Desa Adat Karangasem semakin erat dan intens ke depannya,” ujar Anak Agung Made Kosalya.

Ia juga menambahkan bahwa dipilihnya Puri Agung Karangasem sebagai lokasi kegiatan memiliki makna historis dan kultural yang kuat.

“Desa adat dan puri memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Puri yang membangun dan menjadi pusat sastra serta budaya di Karangasem. Jadi sangat tepat jika peringatan Bulan Bahasa yang bertujuan melestarikan tradisi dan adat budaya dilaksanakan di Puri Agung Karangasem,” tegasnya.

Untuk memotivasi peserta, panitia menyiapkan berbagai hadiah. Juara I lomba karaoke pop Bali mendapatkan hadiah Rp1.000.000, Juara II Rp800.000, dan Juara III Rp600.000. Selain itu, panitia juga menyediakan hadiah Harapan I, II, dan III dengan nominal ratusan ribu rupiah.

Seluruh peserta yang terdaftar juga menerima bingkisan sebagai bentuk apresiasi. Siswa SD mendapatkan paket buku dan alat tulis, para serati menerima kain, serta peserta lomba karaoke turut disiapkan hadiah pendukung lainnya.

Anak Agung Made Kosalya menekankan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergitas antara desa adat, puri, dan pemerintah.

“Kami selalu mengedepankan sinergi antara desa adat, puri, dan pemerintah. Pelestarian bahasa dan budaya Bali tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus bersama,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Desa Adat Karangasem berharap Bulan Bahasa Bali tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang hidup bagi bahasa, aksara, dan sastra Bali untuk terus diwariskan kepada generasi penerus. (Ami)

Senin, 16 Februari 2026

Bupati Sanjaya Serahkan Penghargaan kepada Atlet dan Pelatih Berprestasi Porprov Bali XVI Tahun 2025



Tabanan , Bali Kini  – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M menyerahkan secara resmi penghargaan kepada atlet, pelatih cabang olahraga berprestasi yang mengharumkan nama daerah pada ajang Porprov Bali XVI Tahun 2025. Penyerahan berlangsung di Gedung Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan, sebagai bentuk apresiasi atas capaian membanggakan kontingen Tabanan di tingkat Provinsi, Senin, (16/2).

Dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Bali XVI yang berlangsung pada 9–17 September 2025, Kabupaten Tabanan berhasil menorehkan prestasi dengan mengumpulkan total 128 medali dan menempati peringkat ke-6 dari seluruh Kabupaten/Kota se-Bali. Capaian ini menjadi bukti nyata kerja keras, semangat juang, serta dedikasi tinggi para atlet, pelatih, dan official yang telah berjuang mengharumkan nama Tabanan di kancah olahraga tingkat provinsi. 

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan dan pengembangan olahraga di Tabanan, sekaligus menjadi pijakan menuju hasil yang lebih gemilang pada ajang-ajang berikutnya. Penyerahan juga turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, Sekda, para Pimpinan Perangkat Daerah terkait, hadir juga Dewan Kehormatan, Dewan Penyantun dan Ketua Umum KONI Tabanan, para pelatih, official, atlet peraih medali, serta undangan lainnya. 

“Saya atas nama Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengucapkan terima kasih kepada Ketua KONI, seluruh cabang olahraga, pelatih, dan para atlet yang telah berjuang luar biasa. Kita patut bangga sebagai orang Tabanan, bangga sebagai atlet Tabanan. Prestasi ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi kebanggaan seluruh masyarakat Tabanan,” ujar Bupati Sanjaya dalam sambutannya saat itu. 

Sebagaimana diketahui bersama, Porprov Bali XVI Tahun 2025 diselenggarakan di Denpasar, Badung, dan Tabanan, dengan pusat kegiatan di Stadion Ngurah Rai Denpasar. Tabanan mengikuti 36 cabang olahraga dari total 49 cabang yang dipertandingkan. Partisipasi ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam pembinaan dan pengembangan potensi atlet di berbagai cabang olahraga. Sanjaya menyampaikan rasa bangga dan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat. 

Kontingen Tabanan pada Porprov Bali XVI diperkuat 409 atlet yang terdiri dari 166 atlet tertanggung dan 243 atlet mandiri. Sebanyak 122 pelatih dan official turut mendampingi, dengan rincian 51 orang tertanggung dan 71 orang mandiri. Dari total atlet yang berlaga, 198 atlet berhasil menyumbangkan medali, baik dari nomor perorangan maupun beregu. Adapun rincian perolehan medali meliputi 25 medali emas dari 13 cabang olahraga, 34 medali perak dari 17 cabang olahraga, serta 69 medali perunggu dari 29 cabang olahraga.

“Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan dan pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Saya berharap penghargaan hari ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi untuk terus meningkatkan prestasi ke jenjang nasional bahkan internasional,” imbuh Sanjaya. Seraya berpesan kepada para atlet agar terus berlatih disiplin, menjunjung sportivitas, dan tetap rendah hati.

Di kesempatan yang sama, Ketua KONI Tabanan, I Made Nurbawa, menegaskan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Olahraga dikatakannya bukan sekadar kompetisi, medali, dan juara. Olahraga mampu membentuk karakter masyarakat yang lebih positif. Olahraga wajib mendukung pembangunan daerah serta berhubungan dengan pelestarian lingkungan dan budaya. Pihaknya berupaya menerjemahkan program kerja yang selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan.

Keberhasilan meraih 128 medali dan menempati peringkat ke-6 menjadi motivasi bagi Kabupaten Tabanan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga. Evaluasi serta penguatan program latihan diharapkan mampu mendorong peningkatan prestasi pada ajang Porprov berikutnya. Dengan semangat kebersamaan, konsisten dan sportivitas, Tabanan optimistis dapat meraih hasil yang lebih gemilang di masa mendatang. 

Jembrana Membanggakan: Generasi muda Jembrana Sabet Emas Silat dan hingga Juara Esai Ilmiah

Jembrana , Bali Kini - Akhir pekan ini menjadi momentum emas bagi Kabupaten Jembrana. Dua putra-putri terbaik daerah sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional pada dua bidang yang berbeda: olahraga bela diri dan kompetisi akademik ilmiah.

Emas dari Matras Jember Championship 3
Atlet pencak silat berbakat asal Desa Pengambengan, Naila Dwi Safira, sukses mengibarkan bendera Jembrana di podium tertinggi Kejuaraan Pencak Silat Jember Championship 3 yang berlangsung di GOR PKPSO Kaliwates, Jawa Timur (14–15 Februari).

Gadis yang akrab disapa Lala ini berhasil menyabet Medali Emas setelah menyisihkan persaingan ketat dari sekitar 800 atlet yang berasal dari tujuh provinsi di Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti ketangguhan fisik dan mental atlet muda Jembrana di kancah nasional.


Tak hanya di bidang olahraga, prestasi membanggakan juga datang dari ranah akademik. Siswa SMA Negeri 1 Negara, Kadek Bhayu Qinandana, berhasil meraih Juara I Lomba Esai Siswa Nasional dalam ajang AKLAMASI (Ajang Kreativitas Ilmiah Mahasiswa) 2026.

Ajang yang diselenggarakan oleh UKM PKIM Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) ini diikuti oleh peserta SMA/SMK/MAN sederajat dari seluruh Indonesia. Kadek Bhayu membuktikan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis siswa Jembrana mampu bersaing dan unggul di level universitas.


Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian luar biasa kedua siswa tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras, keringat, dan dukungan penuh orang tua.

" Selamat kepada Naila Dwi Safira dan Kadek Bhayu Qinandana. Kalian telah membuktikan bahwa pemuda Jembrana memiliki daya saing yang luar biasa. Untuk Lala, terus asah kemampuanmu di matras silat. Untuk Kadek Bhayu, ini menjadi pemantik semangat literasi bagi pemuda lainnya," ujar Bupati Kembang, Minggu (15/2).

Bupati Kembang juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung ruang-ruang kreativitas bagi siswa untuk berkompetisi. "Jangan cepat berpuas diri. Jadilah inspirasi bagi generasi muda Jembrana lainnya untuk berani bermimpi dan berani berkompetisi di tingkat nasional bahkan internasional," pungkasnya.

Prestasi ganda di bidang olahraga dan karya tulis ini menegaskan komitmen Kabupaten Jembrana dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, sehat secara raga, dan cerdas secara intelektual.( * )

Wawali Arya Wibawa Mendem Pedagingan di Pura Segara Giri Wisesa Sidekarya

Ket Foto:Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengikuti prosesi Mendem Pedagingan serangkaian Karya Melaspas lan Mendem Pedagingan Pelinggih  Pura Segara Giri Wisesa, Desa Adat Sidakarya bertepatan Rahina Tilem Kawolu, Senin (16/2). 


Denpasar, Bali Kini - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengikuti prosesi Mendem Pedagingan serangkaian Karya Melaspas lan Mendem Pedagingan Pelinggih  Pura Segara Giri Wisesa, Desa Adat Sidakarya bertepatan Rahina Tilem Kawolu, Senin (16/2). 


Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, Wayan Suadi Putra, OPD terkait, Bendesa Adat serta masyarakat setempat. 


Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa  menyambut baik pelaksanaan Karya Melaspas lan Mendem Pedagingan Pelinggih  Pura Segara Giri Wisesa, Desa Adat Sidakarya. 


"Kebersamaan dan rasa tulus ikhlas seluruh Pengempon Pura serta masyarakat sekitar, semoga dapat memberikan berkah bagi yang melaksanakannya, sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam," ujarnya. 


Ditambahkan Arya Wibawa, sinergi yang baik ini menjadi penting guna mendukung pelaksanaan Karya Melaspas lan Mendem Pedagingan Pelinggih  Pura Segara Giri Wisesa, Desa Adat Sidakarya. 


"Sinergi erat Pemerintah Kota Denpasar dengan masyarakat dalam mewujudkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau rasa bergotong-royong mencapai tujuan yang bersama membingkai Kota Denpasar maju berlandaskan budaya," ujar Arya Wibawa. 


Sementara Bendesa Adat Sidakarya, Ketut Suka saat ditemui menjelaskan bahwa Karya Melaspas lan Mendem Pedagingan Pelinggih  Pura Segara Giri Wisesa, Desa Adat Sidakarya  dilaksanakan pasca pembenahan Pelinggih Pura yang telah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu. 


"Terimakasih kepada Pemkot Denpasar khususnya Bapak Wakil Wali Kota Denpasar yang telah hadir dan mengikuti prosesi Mendem Pedagingan Karya Melaspas lan Mendem Pedagingan Pelinggih  Pura Segara Giri Wisesa, Desa Adat Sidakarya yang dilaksanakan oleh masyarakat kami ini. Semoga dengan lancarnya pelaksanaan Karya Yadnya ini dapat memberikan kebaikan bagi kita semua, " ungkapnya. (Eka)

Sekaa Liang Rayakan HUT ke-4 Lewat Aksi Donor Darah di Car Free Day Karangasem

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini – Suasana Car Free Day di jantung Kota Karangasem, Minggu (15/2/2026), tak hanya dipenuhi warga yang berolahraga dan bersantai bersama keluarga. Di tengah keramaian itu, organisasi sosial kemasyarakatan Sekaa Liang (Seniman Karangasem Liang) menggelar aksi donor darah dalam rangka hari ulang tahunnya yang ke-4.

Mengusung tema “Setetes Darah dari Sekaa Liang untuk Karangasem Agung”, kegiatan ini mendapat sambutan antusias masyarakat. Banyak warga yang awalnya datang untuk berolahraga akhirnya ikut berpartisipasi setelah mengetahui adanya aksi kemanusiaan tersebut.

Kegiatan donor darah terselenggara berkat kerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kabupaten Karangasem. Tim medis tampak sigap melayani para pendonor, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga proses pengambilan darah.

Momentum Car Free Day dinilai tepat karena mampu menjangkau lebih banyak warga. Aksi sosial pun berjalan lancar dan tertib sejak pagi hari.

Ketua Sekaa Liang, I Wayan Muliastra, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Karangasem beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Karangasem atas dukungan dan support yang diberikan sehingga kegiatan donor darah dalam rangka HUT ke-4 Sekaa Liang ini dapat berjalan dengan lancar. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbuat dan membantu masyarakat Karangasem,” ungkapnya.

Ia menegaskan, setetes darah yang disumbangkan memiliki arti besar bagi keselamatan sesama. Menurutnya, kemajuan Karangasem tidak hanya dibangun lewat infrastruktur, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan rasa persaudaraan antarwarga.

Sekaa Liang berdiri empat tahun lalu. Awalnya merupakan komunitas “sekaa demen” atau sekaa liang—wadah kebersamaan para seniman dan masyarakat Karangasem yang memiliki semangat membantu sesama.

Seiring waktu, komunitas ini berkembang menjadi organisasi sosial nirlaba yang lebih terstruktur. Selain donor darah, mereka rutin menyalurkan bantuan sembako bagi warga kurang mampu.

Berkantor sekretariat di Jalan Banteng, Dukuh, Karangasem, Sekaa Liang terus memperluas jangkauan kegiatan sosial di bawah kepemimpinan I Wayan Muliastra.

Kegiatan semakin semarak dengan hiburan dari penyanyi ibu kota Widya serta artis Sekaa Liang Keweh Astrawan dan rekan-rekan. Acara ditutup penuh kebersamaan, menegaskan bahwa di tengah riuhnya Car Free Day, nilai kemanusiaan tetap menjadi denyut utama masyarakat Karangasem. (Ami)

Wamendagri Bima Arya Kunjungi Nusa Penida, Dorong Percepatan Infrastruktur dan Konsep Green Island Nusa Penida

Klungkung , Bali Kini- Pemerintah Kabupaten Klungkung menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya, Minggu (15/2). Kunjungan kerja selama dua hari tersebut bertujuan untuk melakukan penyelarasan program serta mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan Nusa Penida.

Kehadiran Wamendagri yang juga mantan Wali Kota Bogor ini disambut langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ny. Eva Satria, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Sekretaris Daerah Anak Agung Gede Lesmana, Camat Nusa Penida, serta para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Klungkung.

Pada hari pertama, Wamendagri Bima Arya bersama istri meninjau sejumlah destinasi wisata unggulan di Nusa Penida, di antaranya Pantai Kelingking, Broken Beach (Pasih Uug) di Desa Bunga Mekar, serta Crystal Bay dan fasilitas SWRO Penida di Desa Sakti. Pada hari kedua, kunjungan dilanjutkan ke Pasar Mentigi, RSUD Gema Santi, SWRO Ceningan, serta Jembatan Kuning yang menghubungkan Lembongan dan Ceningan.

Dalam pemaparannya, Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan bahwa Pemkab Klungkung tengah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar melalui dukungan Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dan Air Minum. Ia berharap kunjungan Wamendagri dapat menghadirkan dukungan konkret dari pemerintah pusat, mengingat Nusa Penida merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dengan tantangan geografis yang memerlukan perhatian khusus.

“Kami sangat berharap dukungan untuk perbaikan akses jalan induk menuju destinasi wisata di Nusa Penida. Selain itu, kebutuhan air bersih juga akan semakin meningkat seiring perkembangan sektor pariwisata,” ujar Bupati Satria.

Sementara itu, Wamendagri Bima Arya mengaku terkesan dengan keindahan alam Nusa Penida yang dinilainya memiliki potensi besar sebagai magnet wisatawan. Namun demikian, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya ditunjang infrastruktur yang memadai.

“Saya insyaallah akan membantu mendampingi Pemkab Klungkung untuk mencari sumber pendanaan alternatif dari berbagai opsi. Ini harus cepat agar momentum meningkatnya kunjungan wisatawan bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bima Arya menyebut Nusa Penida sebagai hidden paradise yang belum sepenuhnya mendapat sentuhan pembangunan optimal. Ia mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida yang terintegrasi dengan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar arah pembangunan semakin terstruktur dan berkelanjutan.

“Mumpung momentum antusiasme wisatawan cukup tinggi, kita harus bergerak cepat. Saya akan dampingi dalam penyusunan konsep Green Island yang kemudian diturunkan ke RDTR. Soal penganggaran juga akan kita lihat kembali, termasuk kemungkinan mengundang kementerian terkait untuk mendengarkan paparan ini,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan rencana untuk mengusulkan Nusa Penida kepada Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, agar dapat dipertimbangkan masuk dalam Program Destinasi Super Prioritas.
“Kita pilih beberapa titik dan bangun ekosistemnya secara menyeluruh, bukan hanya promosinya. Kemendagri memiliki dana insentif fiskal sekitar Rp5 triliun. Nanti akan kita lihat kemungkinan dukungannya, termasuk untuk penanganan kemiskinan dan stunting,” pungkasnya.

-Jimbawan

HUT WHDI ke-38 Kabupaten Bangli: Perkuat Peran Perempuan Demi Mewujudkan Indonesia Emas

​BANGLI , BALI KINI  – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) yang ke-38, Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar acara perayaan di Ruang Rapat Bupati Bangli, Jumat (13/2/2026).

​Mengusung tema "Melalui HUT WHDI Kabupaten Bangli yang ke-38, Kita Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan dalam Membentuk Keluarga Sehat dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas", acara ini menjadi momentum refleksi bagi peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah dan bangsa.
​Ketua WHDI Kabupaten Bangli Ny. Suciati Diar dalam sambutannya menekankan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar kesetaraan, melainkan fondasi utama dalam mencetak generasi berkualitas. Perempuan dianggap sebagai tiang utama dalam keluarga yang bertanggung jawab memastikan kesehatan dan kesejahteraan anggota rumah tangga.
​"Perempuan Hindu di Bangli harus mampu beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan dharma. Keluarga yang sehat dan sejahtera adalah kunci utama kita menuju visi Indonesia Emas 2045," ujarnya di hadapan para pengurus dan anggota WHDI.
Semntara dalam Arahannya Penasehat WHDI Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan anggota WHDI Bangli. Organisasi ini bukan sekedar wadah berkumpul, melainkan wadah perjuangan perempuan Hindu untuk meningkatkan kualitas diri, keluarga, dan masyarakat. 
​Di usia yang semakin matang ini, saya ingin menekankan tiga poin penting bagi seluruh anggota WHDI Bangli, yang ​Pertaman Wanita sebagai Tiang Keluarga: Di tengah arus modernisasi, peran kita sebagai ibu dan istri sangatlah krusial. Jadilah sosok yang mampu menjaga keseimbangan antara menjalankan dharma agama (spiritual) dan dharma negara (sosial), sembari tetap menjaga nilai-nilai luhur adat dan budaya Bali. Yang ​kedua Peningkatan Kapasitas (Upskilling): Saya berharap WHDI tidak hanya fokus pada kegiatan rutin upakara, tetapi juga mulai merambah pada pemberdayaan ekonomi kreatif dan literasi digital. Wanita Bangli harus cerdas, mandiri secara ekonomi, dan melek teknologi. ​Dan yang ketiga Sinergi dengan Program Pemerintah: Sebagai mitra pemerintah, saya mengajak WHDI untuk terus aktif dalam isu-isu sosial, seperti penurunan angka stunting, pelestarian lingkungan, dan perlindungan anak serta perempuan di Kabupaten Bangli.
​Mari kita jadikan momentum HUT ini untuk ngrombo (bergotong-royong) membangun Bangli. Jangan ada sekat di antara kita, jadikan WHDI sebagai rumah yang nyaman untuk bertukar pikiran dan saling menguatkan. 
​"Seorang wanita yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat adalah pondasi bagi Bangli yang maju dan harmonis", ungkapnya. 
​Selamat Ulang Tahun ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia. Teruslah berkarya, teruslah mengabdi demi kejayaan umat dan daerah kita tercinta. 
​Perayaan yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Semangat yang diusung sangat jelas: perempuan Bangli siap menjadi garda terdepan dalam mencetak SDM unggul yang sehat secara jasmani dan rohani. 

​Melalui peringatan ke-38 ini, WHDI Bangli berharap seluruh anggotanya semakin solid dan inovatif dalam menjalankan program kerja yang berdampingan langsung dengan kebutuhan masyarakat bawah.

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved