-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Selasa, 25 Agustus 2026

Tampil di Jakarta Beat Society, Jegog Suar Agung Perkuat Eksistensi di Panggung Musik Internasional


Jakarta, Bali KiniUsai tampil di Jepang awal tahun ini, Jegog Suar Agung kembali menjadi bagian dari perhelatan musik internasional melalui Jakarta Beat Society 2026, yang digelar di M Bloc Space, Sabtu (22/8).

Kehadiran ini menjadi kelanjutan kiprah internasional Jegog Suar Agung setelah tampil di Jepang pada awal tahun 2026.

Jakarta Beat Society yang digelar selama dua hari, yakni 22-23 Agustus ini, mempertemukan musisi, seniman, dan jejaring musik dari berbagai negara. 

Pada penyelenggaraan kali ini, perhelatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Amerika Serikat, Inggris, Italia, Prancis, Swedia, Jepang, Korea Selatan, hingga Australia.

Di tengah pertemuan berbagai budaya musik tersebut, Jegog Suar Agung hadir sebagai salah satu perwakilan Indonesia, membawa karakter musik bambu khas Jembrana, Bali, ke hadapan jejaring musik internasional.

Kehadiran ini bukan sekadar agenda pertunjukan, tetapi bagian dari upaya Jegog Suar Agung untuk terus menjadi bagian dari dinamika dan ekspresi musik mancanegara dalam ruang pertemuan budaya.

Ketua Yayasan Suar Agung, Ikko Suar Agung Dewi, mengatakan bahwa pelestarian Jegog harus berjalan seiring dengan regenerasi dan keberanian untuk terus membawa kesenian tersebut ke ruang yang lebih luas.

“Melestarikan Jegog bukan hanya menjaga apa yang diwariskan, tetapi memastikan Jegog terus dimainkan, berkembang, dan tetap memiliki tempat dalam perkembangan musik dan budaya saat ini,” ujar Ikko.



Kehadiran Jegog Suar Agung di JBS 2026 sendiri lanjut Ikko, menegaskan bahwa seni tradisi yang berakar kuat pada identitas daerah dapat terus berkembang dan mengambil bagian dalam ekosistem musik internasional.

"Jegog Suar Agung membawa bukan hanya musik, tetapi juga identitas budaya Jembrana dan Bali ke tengah pertemuan seniman serta pelaku musik dari berbagai negara," ungkapnya lagi.

Lebih lanjut, Ikko menjelaskan, keberlanjutan Jegog akan terus dimainkan, terus berkembang, dan terus menjadi bagian dari panggung musik dunia.


Perjalanan tersebut juga diteruskan melalui regenerasi di lingkungan Suar Agung. Gede Oka Artha Negara, Ketua Jegog Suar Agung, menjadi bagian dari generasi penerus yang terus mengembangkan perjalanan kesenian Jegog. Sementara Ikko Suar Agung Dewi, sebagai generasi ketiga penerus keluarga Suar Agung, mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan Yayasan Suar Agung. (HumasDps)

Bunda Rai melaksanakan Lomba Aku Hatinya PKK Seluruh Kecamatan


Dalam rangka rangkaian HKG PKK Ke-54 Kabupaten Tabanan, Bunda Rai melaksanakan Lomba Aku Hatinya PKK Seluruh Kecamatan

- Dirangkaikan Dengan Peninjauan Lomba Telajakan dan PSBS Tim Pembina Posyandu diawali di Kecamatan Tabanan dan Kediri -

 

 

Tabanan PR Semangat menghadirkan lingkungan yang asri, produktif, sekaligus bernilai ekonomis terlihat dalam roadshow Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, yang akrab disapa Bunda Rai, saat melakukan penilaian Lomba Aku Hatinya PKK sebagai rangkaian peringatan HKG PKK Ke-54 yang dirangkaikan dengan peninjauan dan pembinaan Lomba Telajakan serta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) TP Posyandu yang dilaksanakan oleh TP Posyandu Provinsi Bali, Senin (24/8). Kegiatan tersebut menyasar seluruh Kecamatan di Kabupaten Tabanan yang diawali pada 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kediri. Untuk di Kecamatan Tabanan, Bunda Rai melaksanakan kegiatan di Desa Sesandan, dilanjutkan ke SMK Bintang Persada dan Kecamatan Kediri di Banjar Sinjuana Dan Dukuh, Berabana serta SMP N 3 Kediri yang berlokasi di Desa setempat.

 

Dalam roadshow tersebut, Bunda Rai didampingi Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan beserta jajaran pengurus, Kepala Perangkat Daerah terkait, Camat Tabanan dan Kediri, Ketua TP PKK Kecamatan beserta jajaran, serta Perbekel setempat. Kehadiran langsung tersebut menjadi bagian dari pembinaan sekaligus melihat berbagai inovasi yang telah dipersiapkan masyarakat dan satuan pendidikan dalam mendukung program PKK serta pengelolaan kebersihan lingkungan.

 

Penilaian diawali di Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan. Di lokasi tersebut, Bunda Rai bersama jajaran meninjau langsung berbagai inovasi yang dikembangkan masyarakat, salah satunya pemanfaatan lubang biopori. Selain itu, terdapat inovasi pengolahan sampah organik rumah tangga melalui media pot yang dimodifikasi, sehingga sampah dapat langsung diproses dan menjadi nutrisi bagi tanaman yang tumbuh di dalamnya.

 

Bunda Rai mengapresiasi inovasi tersebut seraya mendorong agar berbagai bantuan bibit yang telah diberikan segera ditanam dan dimanfaatkan sebagai tanaman percontohan bagi masyarakat lainnya. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara konsisten, terlebih dalam mendukung ketahanan sekaligus perekonomian keluarga. Bantuan-bantuan bibit yang sudah diberikan bisa digunakan sebagai percontohan bagi warga. Walaupun tidak banyak, tetapi sangat berpengaruh, apalagi dalam kondisi saat ini sangat bermanfaat untuk membantu perekonomian warga. Adanya lubang-lubang biopori juga harus dimanfaatkan dengan baik,pesannya.

 

Melihat potensi lahan yang tersedia, Bunda Rai menilai program Aku Hatinya PKK di Desa Sesandan memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih optimal. Ini sudah bagus, semua tanaman yang dicari ada, terutama dengan lahan yang besar ini, hanya perlu ditata saja dengan baik,ungkapnya. Ia juga mengingatkan bahwa program Aku Hatinya PKK bukanlah program baru, namun akan memberikan hasil luar biasa apabila diterapkan secara berkelanjutan dan disertai pembinaan yang rutin.

 

Tak hanya tanaman, pemanfaatan lahan di lokasi tersebut juga dilengkapi dengan budidaya ikan lele, kandang ayam, hingga tanaman yang menghasilkan madu murni kele-kele. Beragam potensi tersebut dinilai dapat menjadi contoh penerapan pemanfaatan lahan secara terpadu, sehingga pekarangan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menghasilkan pangan dan memberikan nilai tambah bagi keluarga.

 

Roadshow kemudian berlanjut ke SMK Bintang Persada. Di sekolah tersebut, Bunda Rai melihat langsung kreativitas para siswa dalam mengembangkan inovasi ramah lingkungan, salah satunya pembuatan Lerazym Clean, yakni inovasi sabun cair ramah lingkungan berbahan dasar eco enzyme dan ekstrak buah Lerak. Jadi  eco enzyme ini berasal dari fermentasi limbah organik, khususnya sisa buah dan sayuran yang berasal dari MBG dan kegiatan praktik siswa di jurusan kuliner. 

 

"Fermentasi eco enzym selama 3 bulan yang biasanya dimanfaatkan untuk tanaman, kami manfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat sabun cair ramah lingkungan yang dibuat oleh siswa jurusan Farmasi," ujar Miss Gung Dyah yang merupakan salah satu penggagas dari inovasi tersebut. Ia juga menambahkan , bahwa sabun tersebut disebut ramah lingkungan karena tanpa proses dan bahan kimia dan juga sudah dipakai pihaknya untuk kegiatan di sekolah, seperti mencuci perabotan hingga pakaian, khususnya yang berbahan Endek. 

 

Kreativitas generasi muda dari SMK Bintang Persada  mendapat apresiasi positif dari Bunda Rai dan Jajaran serta mendorong agar inovasi serupa terus dikembangkan. Apalagi para siswa juga menunjukkan kreativitas dalam memanfaatkan limbah produksi menjadi berbagai kerajinan tangan. Menurutnya, sampah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomis.

 

Selanjutnya, Bunda Rai menuju Banjar Sinjuana dan Banjar Dukuh, Desa Beraban, Kediri, dalam rangka melihat kesiapan dan pelaksanaan Lomba Telajakan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan sejumlah arahan kepada peserta agar penataan lingkungan dapat dilakukan lebih maksimal. Kebersihannya sudah dilakukan dengan baik, tinggal bagaimana penataannya bisa dibuat lebih tertata lagi,pesannya.

 

Kunjungan terakhir dilakukan di SMP Negeri 3 Kediri. Bunda Rai meninjau langsung pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS) di Sekolah tersebut yang dinamakan dengan inovasi Simponi (Sistem Pengelolaan sampah Organik non Organik Inovatif) dengan slogan ASA (Ada Sampah Ambil) yang dilakukan pihak sekolah termasuk pemanfaatannya menjadi berbagai bentuk kerajinan. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif para siswa dalam menjaga lingkungan sekaligus mengolah sampah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat.

 

Menutup rangkaian roadshow, Bunda Rai menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh komponen dalam mengikuti penilaian lomba, sekaligus berbagai inovasi yang telah dilakukan dalam pemanfaatan lingkungan serta pengelolaan sampah. Menurutnya, seluruh persiapan dan pelaksanaan di masing-masing lokasi telah dilakukan dengan baik dan menunjukkan semangat dalam mendukung program PKK. Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan. Partisipasinya sudah baik, inovasi-inovasinya juga sudah bagus, dan mudah-mudahan bisa terus dikembangkan,ujarnya (*)

Senin, 24 Agustus 2026

Tiga Buruh Asal Sumba Keroyok Warga di Manggis, Polisi Tangkap Tiga Pelaku

Tiga Buruh Asal Sumba Keroyok Warga di Manggis, Polisi Tangkap Tiga Pelaku

Karangasem, Bali Kini - Aksi pengeroyokan terjadi di depan Warung Widia, sebelah barat SPBE Pangitebel, Banjar Dinas Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 19.30 Wita.

Seorang warga setempat, I Made Agus Putra Jaya (25), menjadi korban dalam kejadian tersebut. Korban diduga dikeroyok oleh tiga orang buruh yang merupakan pendatang asal Sumba.

Kapolsek Manggis, Kompol I Made Suadnyana, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, kasus pengeroyokan kini tengah ditangani dan masih dalam proses penyelidikan.

“Benar, sudah terjadi pengeroyokan dan tiga orang pelaku sudah kami amankan. Saat ini masih proses pendalaman,” ujar  Kompol I Made Suadnyana ketika di konfirmasi pada Senin (24/8/2026).

Peristiwa bermula saat korban bersama istrinya hendak membeli minuman di sebuah warung. Saat tiba di depan warung milik I Made Kari, korban menunggu istrinya.

Tak lama kemudian, datang dua orang yang tidak dikenal menggunakan sepeda motor sambil menggeber suara knalpot. Korban kemudian menghampiri dan menanyakan maksud tindakan tersebut.

Namun, pertanyaan korban justru berujung cekcok. Dua orang tersebut diduga melontarkan kata-kata kasar sebelum kemudian menyerang korban.

Korban dipukul hingga terjatuh. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka dan pembengkakan pada bagian bibir atas.

Usai melakukan pengeroyokan, para pelaku langsung melarikan diri. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Manggis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Polisi bergerak melakukan penyelidikan dan sekitar pukul 21.00 Wita, tiga orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan berhasil diamankan di wilayah Dusun Yeh Malet, Desa Antiga Kelod.

Ketiga pelaku masing-masing berinisial U (30), E (22), dan E (28). Ketiganya diketahui bekerja sebagai buruh dan berasal dari Sumba Tengah.

“Ketiga pelaku sudah diamankan di Polsek Manggis. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku maupun saksi-saksi untuk mendalami kasus ini,” kata Kapolsek.

Polisi juga masih mendalami penyebab awal terjadinya cekcok yang kemudian berujung pada pengeroyokan tersebut. Kasus ini selanjutnya diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. ( ami)

Pamit Kenal Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan, Sinergi dan Pembinaan Warga Binaan Terus Diperkuat


Tabanan , Bali Kini – Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, S.Sos., mewakili Bupati Tabanan menghadiri acara Pamit Kenal Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tabanan, bertempat di Aula Candra Prabawa Lapas Kelas IIB Tabanan, Jumat (21/8). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tabanan, Ketua Pengadilan Agama, serta undangan terkait lainnya. Dalam acara tersebut, Basuki Raharjo diperkenalkan sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan yang baru, menggantikan pejabat sebelumnya, Prawira Hadiwidjojo.

Dalam sambutan Bupati Tabanan yang dibacakan oleh Wabup Dirga, atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan dan secara pribadi, Bupati menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Prawira Hadiwidjojo atas dedikasi, pengabdian dan kerjasama yang telah diberikan selama menjalankan tugas di Kabupaten Tabanan. “Kami menyadari tugas di lembaga pemasyarakatan bukanlah tugas yang ringan, membutuhkan integritas, kesabaran serta komitmen yang kuat untuk memastikan proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan aman dan tertib,” ujarnya.

Kepada Basuki Raharjo, atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bupati menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas di Kabupaten Tabanan. “Kami menyambut baik kehadiran Bapak sebagai bagian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan. Melalui kesempatan yang baik ini kami berharap koordinasi dan sinergi yang selama ini telah terbangun antar Pemerintah Daerah dengan Lembaga Pemasyarakatan terus berlanjut, bahkan dapat terus ditingkatkan ke depannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya sinergi, kebersamaan, dan kesinambungan kepemimpinan dalam mewujudkan Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Tabanan yang profesional, berintegritas, humanis, serta berorientasi pada pelayanan dan pembinaan yang semakin baik. “Pemerintah Kabupaten Tabanan tentunya siap mendukung berbagai program positif yang dapat memberikan manfaat bagi warga binaan, baik pengembangan keterampilan, pembinaan kepribadian, serta kegiatan produktif lainnya yang dapat dijadikan bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” pungkasnya.

Pihaknya berharap sinergi antara Pemerintah Daerah, aparat penegak hukum, Lembaga Pemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus dijaga dan diperkuat. Dengan dedikasi, koordinasi yang baik, serta semangat nyata untuk masyarakat, berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan diharapkan dapat dihadapi bersama demi terwujudnya pembinaan yang semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat (*)

Bupati Sanjaya Lantik 61 Pejabat di Tabanan, Tegaskan Jabatan adalah Amanah untuk Wujudkan Kinerja Nyata

Tabanan , Bali Kini   Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali melakukan penguatan organisasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Prosesi yang berlangsung secara hybrid (daring dan luring) tersebut dipimpin langsung Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di Tabanan Command Center (TCC), Kamis (13/8).

 

Sebanyak 3 pejabat pimpinan tinggi pratama, 21 pejabat administrator, dan 37 pejabat pengawas dilantik pada kesempatan tersebut. Kegiatan turut dihadiri Jero Mangku Utawi Rohaniawan, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara Denpasar, Kepala Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, Sekda Tabanan, para Asisten Setda, kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, serta para Camat se-Kabupaten Tabanan.

 

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan merupakan bagian dari dinamika penyelenggaraan pemerintahan sekaligus proses pembinaan karier aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Ia meminta seluruh pejabat memahami bahwa setiap penempatan memiliki tujuan dan kebutuhan organisasi yang harus dijawab melalui kinerja.

 

Saya ingin menegaskan bahwa mutasi, rotasi, maupun pengisian jabatan dalam birokrasi merupakan sesuatu yang biasa dan merupakan bagian dari kewenangan manajemen pemerintahan, sepanjang dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, kebutuhan organisasi, kompetensi, serta prinsip-prinsip sistem merit yang berbasiskan talenta,ujar Sanjaya.

 

Menurutnya, mutasi maupun rotasi tidak semestinya dimaknai sebatas perpindahan tempat atau jabatan, terlebih hanya sebagai urusan administratif. Jangan pernah memaknai mutasi semata-mata sebagai perpindahan tempat atau perpindahan jabatan, apalagi sekadar urusan administratif belaka. Ingatlah bahwa di balik setiap penempatan terdapat kebutuhan organisasi. Di balik setiap jabatan terdapat tanggung jawab dan di balik setiap amanah terdapat harapan masyarakat Tabanan yang harus kita jawab dengan kinerja,tegasnya.

 

Sanjaya menjelaskan, pelantikan tersebut memiliki beberapa latar belakang penting. Pertama, pengisian tiga jabatan pimpinan tinggi pratama merupakan hasil proses seleksi terbuka untuk jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kebudayaan, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tabanan. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan jabatan strategis diisi pejabat yang memiliki kompetensi, kapasitas, pengalaman, serta kemampuan kepemimpinan sesuai tuntutan organisasi.

 

Kedua, pelantikan dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian jabatan administrator dan pengawas sesuai kebutuhan organisasi. Ketiga, terdapat pengisian Kepala Subbagian pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan sebagai bagian dari amanat struktur organisasi dan tata kerja perangkat daerah. Artinya, pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, ini adalah bagian dari proses menata organisasi agar lebih efektif, lebih responsif dan lebih mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Tabanan,ungkap Sanjaya.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya juga menyampaikan apresiasi kepada panitia seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama yang telah melaksanakan proses seleksi secara profesional dan bertanggung jawab. Apresiasi turut diberikan kepada Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali atas pengawasan terhadap proses seleksi serta Badan Kepegawaian Negara atas dukungan pembinaan dan fasilitasi dalam penyelenggaraan manajemen ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

 

Menutup arahannya, Sanjaya berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik agar menjadikan disiplin sebagai budaya kerja, serta senantiasa bekerja keras, bekerja cerdas dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan. Ia menegaskan bahwa setiap jabatan dan kinerja pejabat akan terus menjadi bagian dari evaluasi organisasi.

 

Jabatan bukan hak yang melekat selamanya. Jabatan adalah amanah yang harus dijaga melalui kinerja, kompetensi, disiplin, integritas dan tanggung jawab. Maka tunjukkan melalui kerja nyata bahwa kepercayaan yang diberikan kepada saudara memang layak, selamat bekerja, segera lakukan konsolidasi internal, susun langkah strategis, pastikan program dan kegiatan berjalan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat manfaat sebagai fondasi kuat menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),pungkas Sanjaya (*)

Bupati Sanjaya Apresiasi Peken Jasindo 2026, Dorong UMKM Tabanan Semakin Berdaya

Tabanan , Bali Kini – Komitmen memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Hal tersebut terlihat saat Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir sekaligus memberikan apresiasi langsung terhadap pelaksanaan Peken Jasindo Tahun 2026 di Taman Bung Karno – Garuda Wisnu Singasana, Tabanan, Sabtu (22/8). Mengusung tema “Peken Jasindo Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, kegiatan ini menjadi ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda beserta para asisten dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, serta jajaran direksi Asuransi Jasindo. Peken Jasindo menghadirkan puluhan bazar UMKM, program CSR, talkshow, workshop, Difabel Berkarya, pelayanan publik, seni dan hiburan musisi lokal maupun nasional hingga doorprize. Turut diserahkan Bantuan 6 Pilar Program TJSL Jasindo, meliputi pemberdayaan dan peningkatan SDM, sarana literasi, beasiswa dan tongkat tuna netra bagi difabel, promosi Desa Wisata Nyambu, perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi pelaku UMKM dengan total nilai pertanggungan Rp800 juta, serta 40 unit tenda bazar bagi pelaku UMKM.

 

Saat membuka kegiatan, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jasindo karena memilih Tabanan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ia menilai Peken Jasindo bukan sekadar event, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan berbagai potensi daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh jajaran PT Jasindo, dan saya sampaikan apresiasi yang setingginya karena Jasindo memilih Tabanan bukan hanya sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan tetapi sebagai ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Sanjaya.

 

Orang nomor satu di Tabanan itu juga menilai pemilihan Tabanan sangat tepat mengingat daerah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM sekaligus didukung karakter sebagai daerah agraris. “Terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Tabanan, kita patut berbangga. Jadi di Bali, Tabanan yang dipilih. Karena Kabupaten Tabanan merupakan tumbuh kembangnya UMKM, ada 900 UMKM hampir 1000, tepat sekali karena Tabanan merupakan daerah agraris, bahan baku untuk semua sumber UMKM ada di Tabanan,” ungkapnya.

 

Menurutnya, Peken Jasindo Tabanan 2026 membawa pesan penting bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang dan UMKM harus menjadi bagian aktif dalam pembangunan. Pertumbuhan ekonomi juga harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan kebudayaan. “Saya melihat Peken Jasindo Tabanan bukan hanya sekadar sebuah event melainkan sebuah pesan bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang, pesan bahwa UMKM tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan dan pesan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama dengan berkelanjutannya lingkungan dan kebudayaan,” tegasnya.

 

Bupati Sanjaya juga mengapresiasi konsep kegiatan yang dinilai holistik karena mencakup ekonomi, pendidikan, edukasi lingkungan, budaya bersih dan sehat, pengembangan SDM melalui digitalisasi, pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan. “Peken Jasindo Tabanan 2026 ini telah dirancang dengan pendekatan yang sangat baik dan menarik, yaitu ekonomi melalui UMKM, ada pendidikan, dengan kehadiran anak-anak tadi, juga ada edukasi dan lingkungannya tentang budaya bersih dan sehat dan pengembangan SDM dengan digitalisasi dan pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan, ini semua holistik menyangkut semua kegiatan,” sebutnya.

 

Ia menegaskan kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal hubungan yang lebih panjang antara Jasindo, Pemkab Tabanan, UMKM, komunitas dan masyarakat. “Ekonomi tidak boleh hanya mengejar angka saja, ekonomi harus menghadirkan manfaat. Untuk itulah saya sangat apresiasi gagasan Peken Jasindo yang memberikan ruang promosi dan transaksi bagi UMKM melalui booth, voucher, talkshow, workshop serta berbagai aktivitas kebudayaan,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga menyampaikan ungkapan turut berbela sungkawa dan keprihatinan atas musibah yang terjadi di NTT.

 

Sementara itu, Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Samuel, mengatakan Peken Jasindo merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. “Sebagai korporasi kami tidak hanya menargetkan profitabilitas tetapi kami juga ingin memberikan sesuatu kembali pada masyarakat sehingga acara ini bisa terlaksana hari ini,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini mampu menggerakkan UMKM Tabanan melalui bazar, business matching, networking, talkshow dan workshop sehingga semakin berkembang dan naik kelas.

 

Andy Samuel juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tabanan atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain mendorong UMKM, Jasindo turut menghadirkan Gerakan Tabanan Peduli NTT sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat di Flores serta menerapkan konsep zero waste event sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. “Terima kasih kepada Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan, sehingga acara ini bisa berlangsung dengan baik dan semoga masyarakat Tabanan bisa menikmati acara yang diselenggarakan malam ini,” pungkasnya.(*)

Bupati Sanjaya Buka Touring TOMBAK, Dorong Komunitas Motor Jadikan Tabanan Titik Kumpul


Tabanan , Bali Kini – Semangat kebersamaan komunitas otomotif se-Bali mewarnai Kabupaten Tabanan melalui Touring Motor TOMBAK (Touring Motor Batur Agung Kerambitan) yang berkolaborasi dengan Bali Willys Club, Minggu (23/8). Bertempat di Puri Gede Kerambitan, kegiatan yang diikuti 170 peserta tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., sekaligus menjadi momentum silaturahmi komunitas otomotif sekaligus penggalangan dana untuk mendukung Ngenteg Linggih ring Kahyangan Batur.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ida Anglurah Puri Agung Kerambitan, Semeton Puri Agung Kerambitan, Asisten Setda Kabupaten Tabanan, pimpinan perangkat daerah terkait, serta para peserta touring. Adapun rute touring dimulai dari Puri Gede Kerambitan menuju Tambawaras, Belimbing, Selemadeg, kemudian kembali dan finish di Puri Gede Kerambitan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kebersamaan komunitas otomotif sekaligus wadah kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan touring yang tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi komunitas otomotif, tetapi juga membawa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. “Menyangkut touring ini agar bisa dilaksanakan terus lebih baik, lebih bagus dan lebih meriah lagi ke depannya. Pertama tiang hadir hari ini juga dalam rangka menyambut Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia, jadi titiang support kegiatan ini, apalagi ada juga penggalian dana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan membuka pintu seluas-luasnya bagi seluruh komunitas yang ada di Bali untuk menjadikan Tabanan sebagai titik kumpul berbagai kegiatan. Menurutnya, berkumpul dalam satu semangat dan satu tujuan dapat mempererat persaudaraan tanpa memandang latar belakang. “Kalau titik kumpul di sinilah kita berkumpul dalam satu gerakan, satu dasar, satu silaturahmi, satu semangat. Kita berkumpul dari manapun, karena kalau sudah berkumpul kita tidak mengenal lagi perbedaan suku, ras, agama, tidak lagi melihat jabatan, kita kumpul bareng-bareng, satu dasar bagaimana sebagai masyarakat Tabanan,” imbuhnya.

Bupati Sanjaya juga menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut, yang menurutnya tidak hanya menjadi sarana menyalurkan hobi otomotif, tetapi secara tidak langsung turut mempromosikan potensi Kabupaten Tabanan. “Kalau tidak pernah kita perkenalkan melalui kegiatan touring, festival atau apapun, orang tidak akan pernah tahu Tabanan ini. Sekarang saatnya mari kita sebagai masyarakat Tabanan jengah. Mari kita tunjukkan, jele melah gumi gelah, jele melah nyame gelah. Mari bangga sebagai orang Tabanan,” tegasnya.

Menurut Bupati Sanjaya, Tabanan memiliki potensi yang luar biasa dan perlu terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan komunitas serta seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk selalu mendampingi, mengayomi, dan mendukung berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan masyarakat. Berbagai event yang menjadikan Tabanan sebagai titik kumpul juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya dengan menggerakkan UMKM dan sektor usaha masyarakat. Dengan semakin banyaknya kegiatan komunitas yang dilaksanakan di Tabanan, diharapkan potensi daerah semakin dikenal luas sekaligus mampu mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Minggu, 23 Agustus 2026

Jadi Joki Mekepung, Kembang- Ipat Jajal Keseruan Festival Mekepung 2026


Jembrana , Bali Kini  - Suasana Festival Mekepung Jembrana semakin bergemuruh saat Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan dan Wabup, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) turut langsung menjajal keseruan menjadi "Joki Mekepung". 


Sorak-sorai penonton pecah ketika pasangan kerbau yang di "Jokinin" oleh Bupati Kembang dan Wabup Ipat melaju kencang di lintasan, berpacu menuju garis akhir di Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Minggu (23/8/2026). 


Tradisi khas Jembrana yang selama ini menjadi salah satu ikon budaya itu pun semakin semarak dengan kehadiran orang nomor satu dan dua di Kabupaten Jembrana tersebut.


Festival Mekepung menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT Kota Negara ke-131. Gelaran ini sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali menikmati tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.


Bupati Kembang mengatakan, mekepung bukan sekadar perlombaan adu cepat di lintasan. Di baliknya terdapat nilai budaya, kebersamaan, sportivitas hingga semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jembrana.


“Ini tradisi kita. Mekepung bukan hanya soal siapa yang paling cepat, tetapi bagaimana kita menjaga budaya dan menumbuhkan kembali, sehingga peminatnya makin hari makin bertambah di Jembrana,” ujar Kembang.


Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memberikan ruang bagi berbagai komunitas dan kegiatan masyarakat untuk berkembang. Termasuk kegiatan yang mampu menggerakkan partisipasi anak muda sekaligus memperkenalkan potensi budaya Jembrana kepada masyarakat luas.


Sementara itu, Koordinator Seka Mekepung Jembrana, I Made Mara menyampaikan jumlah peserta yang turut ambil bagian Festival Makepung Jembrana 2026 ini sebanyak 268 pasang kerbau yang terbagi dalam 2 regu, yakni regu barat sebanyak 144 pasang kerbau dan 124 regu timur.


Made Mara menambahkan  selain menjadi hiburan bagi masyarakat, festival tersebut juga menjadi ajang memperkuat eksistensi mekepung sebagai salah satu identitas budaya Jembrana.

"Kami sebagai komunitas pecinta mekepung berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi tontonan masyarakat lokal, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus memperkenalkan Jembrana lebih luas.

“Harapannya mekepung tetap hidup, semakin dikenal dan bisa menjadi bagian dari potensi pariwisata Jembrana,” pungkasnya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Forkopimda Jembrana, Kepala OPD terkait serta ratusan masyarakat penggemar mekepung se-Jembrana ( *)

Sabtu, 22 Agustus 2026

Wawali Arya Wibawa Perkuat Tata Kelola Perusahaandan Digitalisasi

Ket. Foto: Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri evaluasi Tata Kelola Perusahaandan Digitalisasi di Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, Jumat (21/8).

Denpasar, Bali KiniPemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah terus berkomitmen memperkuat kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar semakin sehat, profesional, dan berdaya saing tinggi.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui akselerasi penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta adopsi best practice tata kelola BUMD modern pada tiga Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di Kota Denpasar, yang kali ini dilaksanakan di Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (PD Parkir), Jumat (21/8). Di hari yang sama, juga dilaksanakan di Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar.

Evaluasi ini dipimpin langsung Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, IB. Alit Adhi Merta disambut Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, I Nyoman Putrawan.

Dalam arahannya, Wawali Arya Wibawa mengatakan, tiga entitas BUMD yang menjadi fokus utama penguatan ini adalah Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (Layanan Parkir), dan Perumda Pasar Sewakadarma. 

Transformasi ini dirancang agar BUMD mampu menyelaraskan peran ganda sebagai penyedia pelayanan publik yang berkualitas sekaligus penggerak perekonomian daerah yang berkontribusi nyata pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penerapan GCG dinilai sangat penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik. Pemkot Denpasar menekankan kejelasan peran dan hubungan kerja pada tiga organ utama BUMD guna meminimalkan potensi konflik kepentingan yakni Pemilik Modal (KPM) yang Diwakili oleh Walikota Denpasar yang berwenang menetapkan arah kebijakan, target kinerja, serta pengawasan strategis.

Kemudian Dewan Pengawas yang bertugas melakukan pengawasan independen serta memberikan nasihat kepada Direksi, dan Direksi yang bertugas mengurus operasional BUMD secara profesional untuk kepentingan perusahan dan pelayanan masyarakat.

Penerapan GCG di Kota Denpasar berlandaskan enam prinsip utama: Partisipasi, Akuntabilitas, Transparansi, Kemandirian, Kewajaran (Fairness), dan Pertanggungjawaban (Responsibility).

"Dengan penerapan Good Corporate Governance yang konsisten, didukung kepemimpinan yang profesional serta pengawasan yang efektif, BUMD akan mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah serta pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Untuk Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (Smart Mobility) terdapat beberapa hal yang digarisbawahi. Yakni, mengakselerasi digitalisasi seluruh titik parkir, menerapkan pembayaran non-tunai (cashless/QRIS) untuk mencegah kebocoran pendapatan, serta mengintegrasikan ekosistem transportasi kota (park & ride, parkir gedung, dan kawasan).

Dalam merumuskan langkah perbaikan, Kota Denpasar memetik pelajaran (lesson learned) dari kesuksesan BUMD peraih TOP BUMD Awards 2025, seperti Perumda Air Minum Tirta Darma Ayu Indramayu, Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal, dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya DKI Jakarta. 

Kunci sukses dari BUMD terbaik tersebut mencakup konsistensi GCG, digitalisasi layanan pelanggan, efisiensi operasional, peningkatan kompetensi SDM, serta inovasi pengembangan bisnis.
Tahapan Roadmap Transformasi 3 Tahun
Guna memastikan keberhasilan pelaksanaan program, Pemkot Denpasar menyusun peta jalan (roadmap) penguatan BUMD.

Yakni 0 – 100 Hari (Diagnosis), Audit kesehatan BUMD, pemetaan aset, bisnis, SDM, dan risiko, serta penetapan KPI awal. Kemudian 1 Tahun (Transformasi), Digitalisasi proses dan layanan, efisiensi biaya, perbaikan SOP, serta penguatan budaya kerja. Dan 2 – 3 Tahun (Ekspansi), Scale-up unit bisnis baru, perluasan kemitraan investasi, serta integrasi digital penuh untuk peningkatan PAD.

Seleluruh progres transformasi ini akan dipantau secara berkala melalui BUMD Performance Management System (Dashboard Terintegrasi) yang mencakup indikator Keuangan, Operasional, Pelayanan, Manajemen Risiko, dan Transformasi Digital.

Sementara Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, I Nyoman Putrawan bersama jajaran menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti arahan Walikota dan Wakil Wali Kota Denpasar, khususnya dalam pembenahan organisasi, penguatan sistem kinerja, penataan pengelolaan pasar serta pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Untuk itu Perumda Bhukti Praja Sewakadharma (BPS) Kota Denpasar menggelar kegiatan pembinaan dan penguatan pelayanan bagi ratusan petugas juru parkir (jukir) di wilayah Kota Denpasar.

Dimana pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor jasa parkir. Pelayanan yang prima dan humanis menjadi kunci utama dalam membangun citra positif serta kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola parkir di Kota Denpasar.

“Melalui kegiatan pembinaan berkala ini, Perumda BPS Kota Denpasar berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme para petugas parkir guna mendukung kenyamanan ketertiban lalu lintas serta optimalisasi pendapatan daerah”, ungkapnya. (Ays).

Bupati Satria Dukung Penuh Pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama

Terima Audiensi Panitia Pura Ulun Danu Batur, 

Klungkung ,Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria menerima Panitia Pura Ulun Danu Batur, Songan Kintamani di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Jumat (21/8). Audiensi ini terkait Karya Tawur Agung Manca Wali Krama yang akan dilaksanakan mulai dari tanggal 12 Agustus hingga 7 Oktober 2026, dengan puncak karya pada tanggal 26 September 2026. Upacara besar yang digelar setiap 10 tahun sekali ini berlangsung hampir 2 (dua) bulan. 

Bupati Satria menyampaikan apresiasi serta menyambut baik rencana pelaksanaan upacara ini. Pihaknya menyatakan komitmen penuh dan dukungan moral terhadap suksesnya yadnya suci ini. “Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Klungkung menyambut baik serta mengapresiasi panitia yang telah merancang upacara suci ini dengan matang. Karya Tawur Agung Manca Wali Krama merupakan momentum penting bagi umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti, sekaligus memohon kerahayuan jagat. Pemerintah daerah tentu akan memberikan dukungan moral dan koordinasi yang baik demi kelancaran seluruh rangkaian upacara yang berlangsung selama hampir dua bulan ini," ujar Bupati Satria.

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved