-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Kamis, 21 Mei 2026

Maling Sapi Kembali Beraksi di Karangasem, Dua Sapi Bunting Milik Warga Datah Raib

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
KARANGASEM, Bali Kini — Kasus pencurian ternak kembali terjadi di wilayah Kabupaten Karangasem. Setelah sebelumnya warga di Desa Ababi, Kecamatan Abang kehilangan dua ekor sapi, kali ini aksi serupa terjadi di Banjar Dinas Lebah, Desa Datah, Kecamatan Abang, Kamis (21/5/2026).

Dua ekor sapi betina dalam kondisi bunting milik warga bernama I Nengah Pegeg dilaporkan hilang dari kandangnya yang berada tidak jauh dari jalan raya.

Perbekel Desa Datah, I Gede Subrata, membenarkan adanya laporan kehilangan ternak tersebut. Namun, ia meminta agar keterangan lebih rinci dikonfirmasi langsung kepada kepala dusun setempat karena dirinya belum sempat turun ke lokasi.

“Memang benar ada warga yang kehilangan ternak sapi. Untuk detailnya bisa langsung koordinasi dengan kepala dusun karena saya masih ada tugas dan belum sempat ke lokasi,” ujar Subrata.

Sementara itu, Kepala Dusun Lebah, I Made Suardana, mengatakan bahwa kejadian tersebut diketahui pada pagi hari saat pemilik sapi hendak menuju kandang untuk beraktivitas.

“Jumlah sapi yang hilang dua ekor, semuanya betina dan dalam kondisi bunting. Pemiliknya atas nama I Nengah Pegeg, warga Dusun Lebah,” jelas Suardana.

Ia menambahkan, di kandang tersebut sebelumnya terdapat empat ekor sapi dewasa, terdiri dari tiga ekor betina dan satu ekor jantan. Sebelum sapi dibawa kabur, pelaku diduga sempat melepas aksesoris sapi berupa keroncongan atau kokokan.

“Dari empat sapi yang ada, tiga di antaranya keroncongannya sudah dilepas. Tapi yang dibawa dua ekor sapi betina yang sedang bunting usia sekitar lima dan enam bulan,” ungkapnya.

Kehilangan itu pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 Wita. Hingga kini warga berharap aparat segera mengusut kasus pencurian ternak yang mulai meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Abang. (Ami)

Pastikan Nyaman untuk Warga, Bupati Karangasem Cek Langsung Ruas Jalan Penginyahan–Munti Desa dan Bantas–Br. Dukuh



Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini - Keseriusan Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam membangun infrastruktur yang berkualitas kembali ditunjukkan secara nyata. Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata turun langsung ke lapangan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan jalan, Rabu (20/5/2026), guna memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Didampingi jajaran teknis,Kepala Bapeda,  Kabid Bina Marga PUPR,Camat kubu dan bagian Ekbang, Bupati Gus Par meninjau langsung dua ruas jalan strategis yang tengah dikerjakan, yakni Rekonstruksi Jalan Ruas Penginyahan–Munti Desa sepanjang 741 meter serta Rekonstruksi Jalan Ruas Bantas–Br. Dukuh (lanjutan) sepanjang 950 meter. Kedua proyek ini menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas warga, serta menunjang aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.

Di tengah peninjauan, Bupati tampak mengecek langsung progres pekerjaan di lapangan, mulai dari kondisi badan jalan hingga kualitas pengerjaan fisik. Dari hasil pemantauan sementara, kedua proyek tersebut diketahui berjalan sesuai target dan tahapan pelaksanaan yang telah direncanakan.

Namun bagi Bupati, pembangunan tidak cukup hanya selesai tepat waktu. Ia menegaskan bahwa kualitas harus menjadi prioritas utama agar jalan yang dibangun benar-benar awet, aman dilalui, dan dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.

“Jangan hanya mengejar selesai, tetapi kualitas harus menjadi prioritas. Jalan ini dibangun untuk masyarakat, sehingga harus benar-benar kuat, aman, dan sesuai standar,” tegas Bupati saat berdialog dengan pihak pelaksana di lokasi.

Tak hanya memberi arahan kepada penyedia jasa, Bupati juga meminta jajaran Dinas PUPRKIM untuk meningkatkan pengawasan selama proses pengerjaan berlangsung. Menurutnya, pengawasan yang ketat menjadi langkah penting untuk memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis (spek) yang tercantum dalam kontrak, baik dari sisi mutu maupun volume pekerjaan.

“Pengawasan harus benar-benar maksimal. Pastikan semua sesuai spesifikasi, kualitas terjaga, volumenya tepat, sehingga hasil pembangunan ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Kehadiran Bupati yang turun langsung ke lokasi proyek menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan hingga ke lapangan. Langkah ini sekaligus memastikan setiap anggaran yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan melalui hasil pembangunan yang berkualitas.

Masyarakat pun menaruh harapan besar terhadap peningkatan infrastruktur jalan tersebut. Selain memperlancar akses antarwilayah, keberadaan jalan yang baik diyakini akan mendukung kelancaran aktivitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Melalui monitoring rutin seperti ini, Pemerintah Kabupaten Karangasem menunjukkan komitmennya agar pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata berupa akses jalan yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat. (Ami)

Pertokoan di Sulawesi Bakal Dibongkar, Wajib Mundur 3 Meter


Denpasar , Bali Kini  - Bangunan pertokoan di jalan Sulawesi Denpasar akan dimundurkan 3 meter dari bantaran sungai. Penataan pertokoan dilakukan pasca banjir bandang 10 September 2025 lalu dan akan segera direalisasikan akhir Mei atau awal Juni 2026.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengungkapkan, awalnya penataan kawasan ini akan dijadikan satu dengan penataan kawasan Jalan Hasanuddin, Jalan Thamrin, Jalan Gajah Mada, Jalan Sulawesi, dan Jalan Sumatera. "Karena sebagian dana kita, kita alokasikan, kita geser untuk penanganan sampah, yang ke kawasan heritage Gajah Mada itu kita kerjakan dalam dua tahap," paparnya, Kamis (21/5).
Untuk tahap pertama dilakukan di tahun 2026 menyasar Jalan Hasanuddin, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Sulawesi bagian depannya. Juga akan alokasikan anggaran untuk penataan yang di bantaran sungainya. "Saat ini Kadis Perkim yang juga Plt Kadis PUPR Denpasar sedang berkoordinasi dengan 26 pemilik lahan," Ungkapnya.
Sedangkan untuk di Jalan Sumatera, dan Jalan Thamrin akan dikerjakan di tahun 2027. Sehingga pihaknya menargetkan akhir tahun 2027 kawasan heritage di Denpasar sudah tertata dengan rapi. Dipastikannya tahun ini hingga 2027 ini titik-titik vital strategis di Kota Denpasar itu sudah tertata dengan rapi. 
Saat ini pengerjaan senderan atau tanggul sungai sudah mulai dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) menggunakan dana APBN. Proyek tersebut bertujuan mengembalikan fungsi sungai, termasuk lebar alur sungai seperti semula. 
"Setelah senderan selesai, barulah penataan bagian atas atau sempadan dilakukan oleh pemerintah daerah. Untuk penataan yang mencakup Jalan Sulawesi, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Hasanuddin disiapkan total anggaran mencapai Rp 83 miliar," Tukasnya. 
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi dan mediasi dengan pemilik bangunan di sepanjang bantaran sungai. Dari hasil pendataan, terdapat 26 bangunan (ruko) di sepanjang Tukad Badung yang masuk dalam rencana penataan. 
Jumlah tersebut, sembilan bangunan yang terdampak langsung akibat kejadian sebelumnya bahkan telah dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya. "Seluruh pemilik ruko sudah menandatangani berita acara kesepakatan untuk mundur sejauh tiga meter dari bibir sungai," katanya.
Dikatakannya, proses pembongkaran dilakukan secara mandiri oleh pemilik bangunan tanpa kompensasi dari pemerintah. Hal ini karena bangunan bersifat kepemilikan pribadi, sehingga tidak memungkinkan pemberian bantuan langsung dari pemerintah dan melanggar aturan jarak sempadan sungai. 
"Awalnya ada permintaan kompensasi, tetapi sudah dipahami bahwa mekanismenya tidak memungkinkan. Akhirnya mereka sepakat mundur," paparnya.
Namun, tidak semua bangunan dapat langsung ditata. Sejumlah bangunan seperti Kohinoor disebut memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang masih berlaku, sehingga memerlukan kajian lebih lanjut.  Hal serupa juga terjadi pada bangunan lain yang masih dalam proses verifikasi dokumen perizinan yakni Hotel Raya yang bagunannya juga tepat di atas sendirian sungai. 
Pembongkaran, nantinya akan dilakukan Dinas PUPR dengan berkoordinasi dengan pihak pemilik ruko. Penataan ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari titik-titik prioritas, khususnya di kawasan Jalan Sulawesi yang sebelumnya mengalami kerusakan. 
"Pekerjaan fisik akan dimulai setelah tahapan administrasi proyek seperti peninjauan lapangan bersama (PJM) dan penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)," Tegas Sudewa Atmaja.

Walikota Jaya Negara Kenalkan Wisata Bahari Kota Denpasar.

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara selaku Wakil Ketua Bidang Perkotaan dan Budaya APEKSI bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa serta Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat menyambut langsung kehadiran Walikota dan perwakilan kota Anggota Komisariat IV APEKSI dalam agenda Sunset Cruise Dinner Rakerkomwil IV ke-21 APEKSI Tahun 2026 di Kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Kamis (21/5).

Denpasar, Bali Kini - Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai penyambutan para Walikota dan perwakilan kota anggota Komisariat Wilayah IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia dalam agenda Sunset Cruise Dinner Rakerkomwil IV ke-21 APEKSI Tahun 2026 di Kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Kamis (21/5). Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kota Denpasar untuk memperkenalkan potensi wisata bahari yang dimiliki Kota Denpasar kepada 13 kepala daerah anggota Komwil IV APEKSI.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara selaku Wakil Ketua Bidang Perkotaan dan Budaya APEKSI bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa serta Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede menyambut langsung kehadiran Walikota dan perwakilan kota Anggota Komisariat IV APEKSI. Tampak hadir Walikota Malang, Wahyu Hidayat yang juga selaku Ketua Komwil IV APEKSI, serta Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Alwis Rustam. Tampak pula Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa serta Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya. 

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa Denpasar tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan budaya di Bali, namun juga memiliki potensi wisata bahari yang terus tumbuh dan berkembang. Salah satu kawasan unggulan yang kini menjadi perhatian adalah Kawasan Pelabuhan Benoa yang berkembang sebagai pusat aktivitas maritim sekaligus destinasi wisata modern.

“Pelabuhan Benoa sudah sangat kita kenal bersama sebagai hub bahari di Bali, khususnya Kota Denpasar. Di sini ada pelabuhan kapal pesiar, pelabuhan perikanan, restoran, hingga Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Inilah yang kembali kita kenalkan kepada seluruh walikota, bahwa Denpasar juga memiliki wisata bahari yang luar biasa,” ujar Jaya Negara.

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan pesisir dan wisata bahari menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Dengan keberadaan fasilitas maritim yang semakin lengkap, Pelabuhan Benoa diharapkan mampu menjadi gerbang wisata bahari unggulan yang tidak hanya mendukung ekonomi daerah, tetapi juga memperkuat posisi Denpasar sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Selain Kawasan Pelabuhan Benoa, Jaya Negara juga memperkenalkan sejumlah destinasi wisata bahari lainnya yang tersebar di Kota Denpasar. Mulai dari kawasan Pantai Sanur yang terkenal dengan panorama matahari terbitnya, Pantai Mertasari yang menjadi pusat aktivitas wisata keluarga dan olahraga air, Pantai Sindu yang kaya dengan nuansa tradisional, hingga Pulau Serangan yang dikenal sebagai kawasan wisata bahari dan konservasi penyu.

Menurutnya, kehadiran para kepala daerah anggota Komwil IV APEKSI menjadi kesempatan strategis untuk memperlihatkan langsung berbagai potensi yang dimiliki Kota Denpasar, baik dari sisi pariwisata, budaya, hingga pengembangan kawasan perkotaan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, kegiatan Rakerkomwil tidak hanya menjadi forum diskusi pemerintahan, tetapi juga sarana mempererat hubungan antardaerah melalui pengalaman wisata dan budaya.

“Kami mengucapkan selamat datang dan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta Rakerkomwil IV ke-21 APEKSI. Semoga momentum ini dapat menjadi wahana tukar inovasi, program strategis, serta menciptakan solusi bersama untuk mewujudkan kota berkelanjutan. Dan yang terpenting, bagaimana seluruh peserta dapat mengenal lebih jauh Kota Denpasar dengan berbagai potensi wisata dan budayanya,” ujar Jaya Negara. (Ags).

Satpol PP Denpasar Tertibkan Pengamen hingga Manusia Silver di Sejumlah Traffic Light

Ket. Foto : Satpol PP Denpasar Gelar SABERGEP, Tertibkan Pengamen hingga Manusia Silver di Sejumlah Traffic Light

Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar melaksanakan kegiatan Sapu Bersih Gepeng (SABERGEP) di sejumlah titik traffic light seputaran Kota Denpasar pada Kamis (20/5) malam. 


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga ketertiban umum, kenyamanan masyarakat, serta menciptakan suasana kota yang aman dan tertib.


Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Yudie Asmara mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut petugas berhasil menertibkan dua orang pengamen, satu orang manusia silver, dan satu orang pengemis yang kedapatan beroperasi di beberapa persimpangan lampu merah di wilayah Kota Denpasar.


Adapun lokasi penertiban meliputi traffic light Gatot Subroto–Cargo–Buluh Indah, traffic light Imam Bonjol–Gunung Soputan, serta traffic light Tohpati. Setelah diamankan, seluruh orang yang terjaring selanjutnya diberikan pembinaan dan pendataan sesuai prosedur yang berlaku.


“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan. Kami juga terus mengedepankan pendekatan humanis melalui pembinaan kepada mereka yang terjaring,” ujar Yudie Asmara.


Kegiatan SABERGEP berlangsung aman, tertib, dan lancar. Satpol PP Kota Denpasar juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang di jalan kepada pengamen maupun manusia silver guna mengurangi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum serta keselamatan pengguna jalan.


Selain itu, Satpol PP Kota Denpasar menegaskan bahwa seluruh jenis layanan dan tindak lanjut pengaduan melalui GARBASITA tidak dipungut biaya. Untuk menjaga integritas seluruh jajaran, Satpol PP Kota Denpasar juga tidak menerima pemberian dalam bentuk apa pun.


Apabila terdapat pihak yang meminta sesuatu dengan mengatasnamakan Satpol PP Kota Denpasar, masyarakat dapat melaporkannya melalui WA Bot GARBASITA di nomor 081337338326 dengan melampirkan bukti otentik. (Ayu

Tingkatkan Kinerja dan Integritas, Pemkab Bangli Gelar Sosialisasi Disiplin ASN Berdasarkan PP Nomor 94 Tahun 2021

BANGLI, Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Bangli berkomitmen penuh dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan melayani. Sebagai langkah nyata penegakan integritas tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar kegiatan Sosialisasi Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Acara ini berlangsung pada Kamis (21/5/2026) bertempat di Gedung Bukti Mukti Bhakti (BMB) di lingkungan Setda Kabupaten Bangli. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah Kabupaten Bangli, Pejabat Administrator, serta pengelola kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli Drs. I Dewa Bagus Riana Putra, Msi. yang mewakili Bupati Bangli menegaskan bahwa kedisiplinan bukan sekadar kewajiban formalitas, melainkan pondasi utama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “PP Nomor 94 Tahun 2021 ini harus dipahami secara mendalam oleh seluruh ASN di Kabupaten Bangli. Peraturan ini tidak hanya memuat sanksi atau hukuman disiplin, tetapi esensinya adalah instrumen untuk membina, mengarahkan, dan menjaga agar kinerja ASN tetap berada pada koridor aturan yang berlaku," ujarnya.

Inspektur Kabupaten Bangli Jero Penyarikan A. Widata. S.AG., M.SI. CGCAE., CGRE memaparkan beberapa poin krusial dalam PP Nomor 94 Tahun 2021, di antaranya: Penekanan pada batasan-batasan tegas yang harus dipatuhi ASN, termasuk netralitas dalam kehidupan berpolitik, Penjelasan mengenai klasifikasi hukuman disiplin ringan, sedang, hingga berat. Salah satu aturan yang disorot adalah sanksi tegas berupa pemberhentian bagi ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah secara akumulatif, Menegaskan bahwa atasan langsung memiliki wewenang sekaligus kewajiban untuk menjatuhkan hukuman disiplin kepada bawahan yang melanggar. Jika atasan membiarkan pelanggaran terjadi, maka atasan tersebut juga akan dijatuhi sanksi.

Sementara itu kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bangli Made Mahindra Putra, S.STP, MM mengatakan setiap pelanggaran memiliki konsekuensi yang tegas yaitu: Hukuman Ringan berupa teguran hingga pernyataan tidak puas. Hukuman Sedang berupa pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25%. Hukuman Berat yang berujung pada penurunan jabatan hingga pemberhentian sebagai PNS.  

“Secara khusus, saya ingatkan terkait pelanggaran kehadiran. Akumulasi alpa dalam satu tahun akan menentukan sanksi kita. Jangan meremehkan hal ini, karena tidak hadir berturut-turut selama 10 hari kerja tanpa izin akan langsung dihentikan pembayaran gajinya mulai bulan berikutnya. Oleh karena itu, mari kita kawal bersama empat langkah strategis: optimalkan sosialisasi aturan, lakukan pembinaan berkelanjutan, perketat monitoring berkala, dan tegakkan hukuman secara adil serta transparan,”ujarnya.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Bangli berharap dapat membangun kesadaran kolektif demi terciptanya budaya kerja yang produktif, transparan, dan akuntabel. Dengan pemahaman regulasi yang kuat, diharapkan angka pelanggaran disiplin di lingkungan Pemkab Bangli dapat ditekan seminimal mungkin.(*)

Harkitnas ke-118 di Bangli: Bupati Sedana Arta Tekankan Kedaulatan Digital dan Program Prioritas Nasional.


BANGLI, BALI KINI – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Bangli pada Rabu (20/5/2026).

Upacara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, jajaran Forkopimda, Sekda Bangli, Pimpinan Perangkat Daerah, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangli.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sedana Arta membacakan amanat tertulis dari Menteri Komunikasi Digital RI, Meutya Viada Hafid, yang menyoroti pergeseran tantangan bangsa di era modern.

Pidato Menkomdigi mengingatkan bahwa momentum 20 Mei merupakan refleksi berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908, yang menjadi awal transformasi perjuangan fisik menjadi perjuangan intelektual. Namun di tahun 2026, medan perjuangan telah berubah.

"Kebangkitan Nasional merupakan proses dinamis. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital," ujar Sedana Arta saat membacakan pidato tersebut.

Sejalan dengan tantangan ini, Harkitnas 2026 mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara" sebagai simbol komitmen melindungi generasi muda sekaligus menegaskan kemandirian nasional.

Upacara ini juga menjadi momentum untuk menegaskan dukungan terhadap langkah taktis Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, ada empat program prioritas yang tengah berjalan masif untuk membangun kesejahteraan masyarakat meliputi Makan Bergizi Gratis, Pemerataan Pendidikan, Cek Kesehatan Gratis, Serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Salah satu poin paling krusial dalam amanat tersebut adalah ketegasan pemerintah dalam melindungi anak-anak di dunia maya. Pemerintah kini memberlakukan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

"Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Kebijakan ini memastikan anak-anak kita mengakses ruang digital yang sehat dan sesuai usia tumbuh kembangnya," tegas Bupati Bangli.

Menutup sambutannya, Bupati Sedana Arta mengajak seluruh elemen masyarakat Bangli mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk menyalakan kembali api semangat Boedi Oetomo. Ia menekankan pentingnya menjadikan Asta Cita (delapan misi besar pemerintah) sebagai kompas utama pembangunan.

"Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama," pungkas Sedana Arta (*)

Bunda Rai Tekankan Peran Strategis Bunda PAUD Wujudkan Generasi Emas Tabanan


Tabanan , Bali Kinin– Komitmen memperkuat pendidikan anak usia dini terus digaungkan di Kabupaten Tabanan. Kamis (21/5), Bunda PAUD Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, membuka langsung kegiatan Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun yang dilaksanakan di Kantor Camat Marga. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan dan masyarakat dalam menyukseskan wajib belajar 1 tahun prasekolah sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri narasumber dari BPMP (Balai Penjaminan Mutu Pendidikan) Provinsi Bali, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Camat Marga beserta jajaran, Bunda PAUD Kecamatan Marga hingga Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Marga. Program ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029 yang menempatkan percepatan implementasi wajib belajar 13 tahun sebagai salah satu prioritas nasional.

 

Dalam arahannya, Bunda Rai menegaskan, bahwa program wajib belajar 13 tahun, termasuk di dalamnya wajib belajar 1 tahun prasekolah, merupakan langkah nyata dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas dan berkarakter sejak usia dini. Ia menilai masa prasekolah sebagai fase emas yang sangat menentukan pembentukan karakter anak sebelum memasuki pendidikan dasar.

 

Dengan penuh semangat, sosok yang dikenal sebagai Srikandi Tabanan itu mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama memberikan perhatian serius terhadap pendidikan anak usia dini. Menurutnya, pendidikan prasekolah tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, kebiasaan baik dan kesiapan sosial anak melalui metode pembelajaran yang menyenangkan.

 

Program wajib belajar 1 tahun prasekolah ini luar biasa bagi saya. Ini langkah nyata untuk mempersiapkan generasi emas sebelum masuk sekolah dasar. Usia dini adalah masa keemasan, sehingga anak-anak harus diberikan pendidikan yang mengarah pada pembentukan budi pekerti dan karakter dengan cara yang menyenangkan,” ujar Bunda Rai.

 

Ia juga menekankan pentingnya peran Bunda PAUD sebagai penggerak dan motivator di tengah masyarakat. Menurutnya, Bunda PAUD tidak hanya menjadi simbol, melainkan memiliki tanggung jawab besar dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah, satuan PAUD dan para orang tua agar semakin sadar akan pentingnya pendidikan prasekolah.

 

Tugas kita sebagai Bunda PAUD adalah mendorong dan memberikan semangat kepada para orang tua agar anak-anaknya mengikuti pendidikan prasekolah terlebih dahulu sebelum masuk SD. Di usia emas ini, anak-anak harus dibiasakan dengan kebiasaan baik untuk membentuk kemampuan sosial dan kesiapan belajar mereka,” imbuh Bunda Rai.

 

Ia juga mengajak seluruh Bunda PAUD dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Desa untuk bergerak bersama memperkuat kolaborasi demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, ceria dan berkarakter. Dikatakannya juga, keberadaan 133 Bunda PAUD Desa di Tabanan adalah kekuatan besar dalam menyukseskan program tersebut secara berjenjang.

 

Selain itu, Bunda Rai juga berharap agar para orang tua dapat menjadi contoh dalam mendukung pendidikan anak usia dini sebelum mengajak masyarakat lainnya melakukan hal yang sama. Menurutnya, kesadaran keluarga menjadi pondasi utama dalam keberhasilan program wajib belajar 1 tahun prasekolah.

 

Jangan sampai ada lagi anak yang langsung masuk SD tanpa mendapatkan layanan PAUD terlebih dahulu. Investasi terbaik bagi anak bangsa dimulai dari pendidikan sejak usia dini. Mari bergerak bersama, saling mendukung dan menjadi penguat bagi keluarga di lingkungan masing-masing agar semakin sadar pentingnya pendidikan anak prasekolah,” tegas Bunda Rai.

 

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diisi dengan berbagai materi penguatan dari para narasumber, di antaranya disiplin positif dalam mewujudkan budaya sekolah aman dan nyaman, strategi implementasi wajib belajar 1 tahun prasekolah, penggunaan Portal Pijar Bunda PAUD, penguatan 7 KAIH hingga strategi rencana tindak lanjut penguatan wajib belajar 13 tahun (*)1

Bupati Sanjaya Dorong SDM Tabanan Siap Bersaing Global

Tabanan , Bali Kinin– Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., menghadiri sekaligus meresmikan Gedung Baru dan Grand Opening ACC Café & Resto milik LPK American Cruise College (ACC) yang berlokasi di Jl. Yeh Ho Sanggulan, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Kamis, (21/5). Kehadiran gedung baru dengan fasilitas pelatihan dan praktik industri yang representatif tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) Tabanan dan mampu bersaing di industri pariwisata dan perkapalan internasional.

 

Dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan pelaksanaan ACC Fest 2026, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada manajemen LPK American Cruise College atas kontribusinya dalam mencetak SDM unggul dan kompeten. Ia menilai, kehadiran gedung representatif tersebut menjadi bukti nyata dukungan dunia pendidikan dan pelatihan terhadap program pembangunan Pemerintah Kabupaten Tabanan. 

 

Bupati Sanjaya yang saat itu turut didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Kediri, Direktur American Cruise College, pimpinan partner hotel dan asosiasi, kepala SMA/SMK se-Kabupaten Tabanan dan Singaraja, tokoh masyarakat serta undangan lainnya, menyampaikan pembangunan di Tabanan harus berjalan dalam satu garis perjuangan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

 

Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap manajemen LPK American Cruise College atas segala upaya selama ini dalam mencetak SDM yang memiliki kompetensi unggul. Kehadiran gedung ini dengan fasilitas representatif menjadi bukti nyata komitmen dalam mendukung program pemerintah, khususnya menyiapkan SDM yang siap bertarung di industri pariwisata dan perkapalan internasional,” ujar Sanjaya.

 

Keberadaan lembaga pelatihan kerja berkualitas dikatakannya juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, melalui pendidikan dan pelatihan yang baik, pihaknya berharap generasi muda Tabanan akan memiliki peluang kerja lebih luas, sehingga mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

 

Saya melihat generasi muda yang berangkat ke kapal pesiar ini sebagai pejuang devisa bagi Kabupaten Tabanan. Yang mereka dapat bukan hanya dollar atau pendapatan saja, tetapi juga ilmu pengetahuan dan wawasan. Ketika pulang ke daerah, mereka akan ikut membangun masyarakat, membesarkan UMKM dan berkontribusi untuk kemajuan Tabanan,” tegasnya.

 

Sanjaya juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran ACC Café & Resto yang dinilai turut membantu membuka lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Tabanan. Ia juga berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat menjadi tempat menempa ilmu pengetahuan, dedikasi dan keterampilan generasi muda sebelum terjun ke dunia kerja internasional.

 

Direktur LPK American Cruise College, Putu Deddy Paryana di kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Tabanan beserta jajaran pemerintah daerah, para kepala sekolah dan seluruh undangan yang hadir dan turut mensukseskan kegiatan ini. Ia juga berharap keberadaan gedung baru dan ACC Café & Resto mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan praktik mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas, kompetensi dan semangat berkompetisi generasi muda, khususnya di bidang hospitality, service dan kreativitas pelajar maupun mahasiswa. (*)

Rabu, 20 Mei 2026

Semarak Hari Posyandu 2026, Bunda Rai Pantau Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang, Selemadeg Timur


Tabanan , Bali Kini – Semarak Hari Posyandu Tahun 2026 di Kabupaten Tabanan berlangsung penuh antusias melalui pelaksanaan pelayanan Posyandu 6 SPM serentak yang digelar di tingkat desa/kelurahan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, turun langsung meninjau pelaksanaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) di Desa Adat Dukuh Pulu, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Selasa (19/5).

 

Kehadiran Bunda Rai sekaligus memastikan transformasi Posyandu 6 SPM di Kabupaten Tabanan berjalan optimal, tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, namun berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih terpadu dan menyentuh berbagai kebutuhan dasar warga.

 

Dalam kunjungan tersebut, Bunda Rai didampingi jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Selemadeg Timur beserta jajaran, Perbekel, kader Posyandu, hingga pengurus desa setempat.

 

Hari Posyandu Nasional Tahun 2026 sendiri mengusung tema Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat. Tema tersebut menegaskan perubahan peran Posyandu sebagai pusat pelayanan enam bidang SPM yang mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial, dan diperingati setiap tanggal 29 April. 

 

Transformasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan terintegrasi langsung di tengah masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pun tetap mengedepankan asas efisiensi dengan fokus pada optimalisasi pelayanan enam bidang SPM.

 

Dalam kesempatan itu, Bunda Rai memberikan apresiasi kepada Tim Pembina Posyandu desa dan kelurahan yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program Posyandu 6 bidang SPM di tingkat masyarakat.

 

Berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan Posyandu di Desa Mambang dinilai berjalan aktif dan inovatif. Salah satu program yang mendapat perhatian khusus yakni inovasi Serdadu Balok” atau Serentak Datang ke Posyandu Hijau dengan Bahan Pangan Lokal. Program tersebut dinilai efektif meningkatkan partisipasi masyarakat hadir ke Posyandu sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal.

 

Dalam sambutannya, Bunda Rai menegaskan bahwa penerapan Posyandu 6 SPM merupakan bentuk penguatan pelayanan masyarakat di desa secara menyeluruh. Selain pelayanan kesehatan, Posyandu kini juga menjadi ruang penyelesaian berbagai persoalan masyarakat mulai dari pendidikan, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum hingga pengaduan masyarakat.

 

Ia menyampaikan, dari hasil pemantauan di Desa Mambang, implementasi Posyandu 6 SPM sudah mulai dimanfaatkan masyarakat dan mampu membantu penyelesaian sejumlah persoalan warga secara langsung di tingkat desa.

 

Posyandu dengan 6 SPM ini tujuannya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan bagaimana setiap aduan masyarakat bisa kita selesaikan bersama. Tadi ada persoalan pendidikan, perumahan rakyat hingga tantibmas yang sudah mulai ditangani. Artinya program ini sudah berjalan dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Bunda Rai.

 

Bunda Rai juga mengapresiasi sinergi kader Posyandu bersama perangkat desa yang dinilai menjadi garda terdepan keberhasilan pelayanan terpadu tersebut. Ia menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat mengingat program Posyandu 6 SPM masih tergolong baru.

 

Ini sebenarnya tidak sulit, hanya menambah meja pelayanan dan kader untuk mencatat. Yang terpenting masyarakat tahu bahwa Posyandu sekarang sudah bertransformasi, tidak hanya melayani balita dan ibu hamil saja, tetapi juga pelayanan masyarakat lainnya,” imbuhnya.

 

Dalam kesempatan itu, Bunda Rai turut menyoroti pentingnya inovasi berkelanjutan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, capaian penurunan stunting harus terus dijaga melalui gerakan bersama yang diperkuat lewat sinergi program Pemerintah Kabupaten Tabanan seperti Bupati Ngantor di Desa dan program Semara Ratih yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

 

Saya targetkan stunting di Tabanan bisa mencapai 5 persen tahun ini dan jangan sampai naik lagi. Ini harus menjadi gerakan bersama. Saya sebagai Duta Orang Tua Hebat akan terus memotivasi dan memantau agar penanganan stunting berjalan maksimal,” tegasnya.

 

Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang sendiri telah menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Sejumlah pengaduan warga mulai dari perbaikan got, penerangan jalan hingga infrastruktur lingkungan diketahui telah berhasil ditindaklanjuti langsung di tingkat desa. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa Posyandu kini hadir sebagai pusat pelayanan masyarakat yang lebih cepat, dekat, dan terintegrasi. 


Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved