-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Rabu, 11 Maret 2026

Tak Tau Suami Tanam Ladang Ganja, Wanita Rusia ini Ikut Diadili

Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini  - Didampingi Kuasa Hukumnya Dr. Ni Wyn Umi Martina, S.H., M.H., Wanita asal Rusia bernama Kseniia Varlamova, mengaku bahwa sama sekali tidak mengetahui suaminya Nirul Rashim Abdoelrazak asal Belanda, menanam ladang ganja.
Dibeberkannya, bahwa selama menjalani hubungan yang tidak sampai setahun. Dirinya mengaku belum pernah memasuki rumah suaminya yang tinggal di Ubung Kaja, Denpasar.
"Klien kami tidak menjalin pernikahan resmi. Dia (Kseniia) memiliki beberapa tempat tinggal. Jadi dirinya ini tidak tau jika halaman tempat tinggal dari Nirul Rashim ada kebun ganja," beber Kuasa Hukumnya dalam surat pembelaan.
Dilanjutkannya bahwa Kseniia yang telah menjalin hubungan dengan terdakwa Nirul Rashim, memutuskan untuk akhirnya berkunjung ke rumah Nirul Rashim di Ubung Kaja. Saat itu diakuinya sempat melihat dan untuk kemudian beberapa harinya ditangkap.
Wanita kelahiran 28 Mei 1992, dengan Nomor Paspor: RUS 77 1804021, meyebut JPU keliru dalam menulis surat dakwaan yang mengatakan bahwa dirinya tinggal satu alamat dengan terdakwa Nirul Rashim.
“Dapat Saya jelaskan bahwa Saya selalu berpindah tempat tetapi tinggal permanen di Canggu, lalu sejak 23 Juli Saya tinggal di Uluwatu kemudian Lovina. Sesekali Saya mengunjungi suami Saya ketika dia butuh bantuan dalam pekerjaan rumah,” tulisnya.
Apa yang disampaikan Kseniia dalam persidangan diperkuat oleh keterangan terdakwa Nirul Rashim, yang memastikan dirinya tidak tinggal serumah.
"Saya menikah dengan istri saya atas nama Kseniia Varlamova tanggal 15 Mei 2025, dimana istri saya tidak menetap di rumah Jalan Bina Kusuma IV Desa Ubung Kaja,  Denpasar Utara. Namun sering datang menemui saya dirumah yang saya tempati,” pengakuan Nirul Rashim.
Faktanya sebelum wanita seniman Tattoo ini diamankan, ia menetap di Villa Eden Grove, Jalan Subak Daksina Gang 14, Desa Tibubeneng, Kuta Utara.
Untuk diketahui, tertuang dalam dakwaan Jaksa I Made Lovi Pusnawan disebutkan pria 30 tahun asal Belanda dengan nomor Pasport NX4229F37 diamankan Rabu 01 Oktober 2025 sekitar pukul 12.30 WITA di Ubung Kaja.
Ia diamankan berikut tanaman ganja dan beberapa yang kering dengan beratnya  melebihi 1 kg atau melebihi 5  batang pohon. Ganja tersebut ditanam dalam tenda Hidroponik warna hitam.
"menurut terdakwa tenda Hidroponik tersebut dirakit oleh temannya. Terdakwa mulai menanam tanaman ganja dengan cara menyiapkan beberapa biji ganja dan tisu warna putih, setelah itu tisu warna putih yang dibasahi dan diletakan biji ganja," tulis dalam dakwaan.
Saat sudah tumbuh akar, terdakwa memindahkan bibit tanaman ganja tersebut ke dalam plastik cup bening yang sudah terisi tisu putih yang dibasahi dan ditutup, apabila akarnya sudah tambah panjang maka terdakwa memindahkan bibit tanaman ganja ke media tanaman yang sudah berisi serabut kelapa.
Saat sudah mulai membesar tanaman ganja tersebut terdakwa pindahkan ke pot warna putih yang sudah berisi serabut kelapa, setelah itu terdakwa merawat tanaman ganja tersebut dengan rutin melakukan penyiraman.
Bahwa kemudian hari Rabu tanggal 01 Oktober 2025 sekitar Pukul 12.30 WITA, pasutri ini berada di rumah Ubung Kaja, Denpasar Utara, langsung didatangi pihak Polda Bali.
Petugas mengamankan keseluruhan biji kering, daun warna hijau dan daun kering narkotika jenis ganja adalah 278,2 gram brutto atau 130,06 gram netto.
Sebuah pot besar berisi media tanam dan tanaman ganja dengan tinggi 40 cm (1 batang pohon ganja). Juga tiga buah pot kecil berwarna putih masing-masing berisi media tanam dan tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 15 cm.
Juga ada 4 buah polybag masing-masing berisi media tanam dan tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 35 cm.
"Serta dalam kontener ditemukan ada 67 pot kecil masing-masing berisi bibit tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 5 cm. Serta, 24  pot kecil masing-masing berisi bibit tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 10 cm,_ tulis dakwaan.
Di kontener itu juga ada 6 buah pot besar masing-masing berisi tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 100 cm. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 610 Ayat (2) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP Jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana.

KTP Tanpa Agama Mulai Diminati Warga Denpasar

Denpasar . Bali Kini - Sejak rekomendasi diterbitkan  pemerintah RI jaman kepemimpinan Peresiden ke 7 Joko Widodo, tercatat ada puluhan warga Kota Denpasar memilih mengubah status agama di KTP elektronik (KTP el) maupun KK menjadi penghayat kepercayaan kepada Tuhan YME. Hal ini setelah adanya Putusan MK Nomor 97/PUU-XIV/2016 yang memperbolehkam hal tersebut. 

Dalam putusan itu, penganut aliran kepercayaan berhak mencantumkan "Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa" di kolom agama KTP el dan Kartu Keluarga (KK). Sebagaimana disampaikan Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Luh Putu Dessy Wijayanti, sudah ada 41 warga yang mengubah kolom agama di KTP menjadi penganut aliran kepercayaan. 

Kata dia, 41 penganut kepercayaan ini tersebar di 4 kecamatan yakni Kecamatan Denpasar Selatan sebanyak 27 orang yang terbanyak,  jenis kelamin laki-laki 20 orang dan 7 prempuan. Lalu di Denpasar Timur terdapat 3 orang dengan jenis kelamin laki-laki 2 orang perempuan 1 orang. 

Sementara di Kecamatan Denpasar Barat ada 1 orang dengan jenis kelamin laki-laki. Serta untuk di Kecamatan Denpasar Utara ada 10 orang dengan jenis kelamin laki-laki 2 orang dan perempuan 8 orang. 

"Dalam pencantuman di KTP dan KK hanya dituliskan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tanpa menyebutkan aliran spesifik yang dianut. Pencantuman tersebut sudah diterima langsung dari data pusat, kemungkinan mereka mendaftar di luar Denpasar," Terangnya, Rabu (11/3).

Syarat utama pencantuman aliran kepercayaan di kolom agama KTP-el adalah membawa Kartu Keluarga (KK), KTP-el lama, dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) atau surat keterangan dari organisasi penghayat kepercayaan/pemuka kepercayaan. "Agar aliran kepercayaan dapat dicantumkan, organisasi penghayat tersebut harus terdaftar resmi dan berizin," Demikian aku Dessy Wijayanti.

Danrem 152/Baabullah Resmi Tutup TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai


Morotai, Maluku Utara , Bali Kini - Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, S.E., secara resmi menutup pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 1514/Morotai. Upacara penutupan berlangsung di halaman Kantor Bupati Pulau Morotai, Rabu (11/03/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasiops Kasrem 152/Baabullah Letkol Inf Hastiar Hatta, S.I.P., Kasiter Kasrem 152/Baabullah Letkol Arm Laode Irwan H., S.I.P., M.Tr (Han), Dandim 1514/Morotai Letkol Arh. Ir. Masykur Akmal, S.T., M.T., serta calon Dandim 1514/Morotai Letkol Inf Deni Rustandi Hidayat, S.Pd.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Pulau Morotai Rio Christian Pawane yang mewakili Bupati Pulau Morotai, Komandan Lanud Leo Wattimena Kolonel Pnb Anang Heru Setiyono, S.E., M.M., M.Han., Danyonif TP 822/SM Kolonel Inf Raju Pacilasera, perwakilan Danlanal Morotai Dandenpomal Kapten Laut (PM) Aminudin, perwakilan Kapolres Pulau Morotai Wakapolres Kompol Jamaludin, Sekda Pulau Morotai Muhammad Umar Ali, S.E., para pimpinan OPD Pemda Pulau Morotai serta tamu undangan lainnya.

Upacara penutupan TMMD dipimpin langsung oleh Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, S.E., selaku Inspektur Upacara. Dalam upacara tersebut, laporan hasil pelaksanaan TMMD Ke-127 dibacakan oleh Dandim 1514/Morotai Letkol Arh. Ir. Masykur Akmal, S.T., M.T.

Dalam amanat Pangdam XV/Pattimura yang dibacakan oleh Danrem 152/Baabullah disampaikan bahwa TMMD merupakan wujud operasi bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu bersama pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selama kurang lebih satu bulan, sejak 10 Februari hingga 11 Maret 2026, prajurit TNI, Polri, pemerintah daerah serta masyarakat telah bekerja sama dan bahu-membahu melaksanakan berbagai kegiatan dalam program TMMD Ke-127.

Di wilayah Kodim 1514/Morotai, program TMMD Ke-127 berhasil menyelesaikan sejumlah sasaran fisik berupa pembangunan drainase dan gorong-gorong sebanyak dua unit serta pembangunan sumur bor sebanyak dua unit. Selain itu juga dilaksanakan berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, bahaya terorisme, pelestarian hutan serta bahaya narkoba.

Selain sasaran fisik dan nonfisik, program TMMD juga melaksanakan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat, di antaranya pembangunan sumur bor sebanyak empat unit, pembangunan MCK satu unit, penanaman pohon, pembagian sembako serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Usai pelaksanaan upacara, Danrem 152/Baabullah bersama rombongan yang didampingi Wakil Bupati Pulau Morotai dan Dandim 1514/Morotai melaksanakan peninjauan langsung ke lokasi sasaran TMMD berupa pembangunan drainase dan gorong-gorong di Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan.

Dengan berakhirnya TMMD Ke-127 ini, diharapkan seluruh hasil pembangunan yang telah dilaksanakan dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik oleh masyarakat guna mendukung peningkatan kesejahteraan serta memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. (Pendim 1514/Morotai)

Bupati Sanjaya Sampaikan LKPJ TA. 2025 Pada Rapat Paripurna DPRD Tabanan


Tabanan , Bali Kini – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M menghadiri Rapat Paripurna ke-1 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026 dengan agenda Penyampaian Pidato Pengantar Bupati terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di Aula DPRD Kabupaten Tabanan, Rabu, (11/3), dan dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa. Turut hadir Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, jajaran Forkopimda Tabanan, Para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah, serta Pimpinan instansi vertikal dan BUMD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan

Dalam pidato pengantarnya saat itu, Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Tabanan sepanjang tahun 2025 telah dilaksanakan berdasarkan prioritas pembangunan yang tertuang dalam dokumen perencanaan daerah. Pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Tabanan pada tahun 2025 telah dilaksanakan berdasarkan prioritas pembangunan sebagaimana ditetapkan dalam dokumen perencanaan baik itu RKPD, KUA-PPAS maupun APBD tahun anggaran 2025, sehingga dapat dikatakan dari sisi perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Tabanan telah memenuhi kaedah – kaedah aturan yang ada,” ujarnya.

Sanjaya juga menegaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergitas berbagai pihak di Kabupaten Tabanan. Hal ini terlaksana berkat sinergitas antara stakeholder yang ada di Kabupaten Tabanan, tidak terkecuali antara ekskutif dan legislatif. Harmoni inilah yang menjadikan penyelenggaraan pemerintahan secara keseluruhan di Kabupaten Tabanan dapat berjalan dengan baik, dengan dilandasi spirit sagilik saguluk untuk mewujudkan Tabanan Era Baru,” jelasnya

Untuk diketahui bersama, capaian kinerja pengelolaan keuangan daerah tahun 2025,  Pendapatan Daerah, ditargetkan sebesar Rp. 2.283.332.109.496,00 (Dua Triliun Dua Ratus Delapan Puluh Tiga Milyar Rupiah lebih), dengan realisasi sebesar Rp. 2.196.064.733.395,71 (Dua Triliun Seratus Sembilan Puluh Enam Milyar Rupiah lebih) atau tercapai sebesar 96,18% (Sembilan Puluh Enam koma Delapan Belas persen).

Sementara itu, belanja daerah ditetapkan sebesar Rp. 2.353.428.004.339,00 (Dua Triliun Tiga Ratus Lima Puluh Tiga Milyar Rupiah lebih), dengan realisasi sebesar Rp. 2.159.715.443.919,55 (Dua Triliun Seratus Lima Puluh Sembilan Milyar Rupiah lebih) atau sebesar 91,77% (Sembilan Puluh Satu koma Tujuh Puluh Tujuh persen).

Pada sektor pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan tahun 2025 sebesar Rp. 88.326.894.843,00 (Delapan Puluh Delapan Milyar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Rupiah lebih) terealisasi sebesar Rp. 88.326.894.843,00 atau tercapai 100% (Seratus persen). Pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 18.231.000.000,00 (Delapan Belas Milyar Dua Ratus Tiga Puluh Satu Juta rupiah) terealisasi sebesar Rp. 17.981.593.716,00 (Tujuh Belas Milyar Sembilan Ratus Delapan Puluh Satu Juta Rupiah lebih) atau 98,63% (Sembilan Puluh Delapan koma Enam Puluh Tiga persen).

Dengan demikian terdapat pembiayaan netto tahun 2025 sebesar Rp. 70.095.894.843,00 (Tujuh Puluh Milyar Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah lebih) dengan realisasi sebesar Rp. 70.345.300.126,95 (Tujuh Puluh Milyar Tiga Ratus Empat Puluh Lima Juta rupiah lebih) atau 100,36% (Seratus koma Tiga Puluh Enam Persen). Dari realisasi tersebut tercatat jumlah silpa tahun anggaran 2025 sebesar Rp. 106.694.590.603,11 (Seratus Enam Milyar Enam Ratus Sembilan Puluh Juta Rupiah lebih).

 

Sanjaya menjelaskan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat sementara per tanggal 24 Januari tahun 2026 sebelum diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan secara final akan dilaporkan pada kesempatan lain. Ia juga menyampaikan bahwa secara umum realisasi pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah tahun anggaran 2025 telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan meskipun terdapat beberapa tantangan dalam pencapaian target. 

Walikota Jaya Negara Buka Festival Ogoh-ogoh Sanur Metangi

Ket. Foto:  Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara buka Festival Ogoh-ogoh 'Sanur Metangi' ditandai dengan pemukulan gong di Kawasan Pantai Mertasari Sanur, Rabu (11/3).

Denpasar , Bali Kini - Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara buka Festival Ogoh-ogoh 'Sanur Metangi' ditandai dengan pemukulan gong di Kawasan Pantai Mertasari Sanur, Rabu (11/3).

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Gede Agung Suyoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, IB. Yoga Adi Putra dan Wayan Mariana Wandira, OPD terkait serta Perbekel/Lurah, Bendesa dan tokoh masyarakat setempat. 


Setelah resmi di buka, Walikota Denpasar, Jaya Negara juga berkesempatan meninjau ogoh-ogoh besar dan meninjau penilaian ogoh-ogoh mini, lomba tapel dan lomba sketsa serangkaian Festival Ogoh-ogoh 'Sanur Metangi' yang digelar hingga Kamis (12/3) itu. 

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan festival tersebut. Konsep kegiatan festival tersebut merupakan gagasan positif yang mampu menjadi ruang kreatif bagi generasi muda sekaligus mempererat kebersamaan antar pemuda. 

Disamping itu juga festival ini diharapkan dapat menarik wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata sanur. 
“Konsep Sanur Metangi ini sangat bagus. Selain mempererat kebersamaan anak-anak muda, kegiatan ini juga menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk belajar dan berkarya dalam kegiatan yang positif. Terlebih Sanur sebagai kawasan pariwisata, tentu generasi mudanya diharapkan terus kreatif dalam merancang kegiatan budaya,” katanya.

Ketua Panitia Festival Ogoh-Ogoh Sanur Metangi, Ida Bagus Prajiskana Jisnu, menyampaikan bahwa sebelumnya pada 1 Maret 2026 telah dilaksanakan proses penilaian 27 ogoh-ogoh terbaik se-Sanur. 

Adapun 20 ogoh-ogoh terpilih akan ditampilkan dalam parade spesial pada puncak Sanur Metangi Festival di Pantai Mertasari.  Festival ini menghadirkan berbagai perlombaan seperti lomba ogoh-ogoh, lomba sketsa ogoh-ogoh, lomba ogoh-ogoh mini, serta lomba tapel ogoh-ogoh. Kegiatan ini juga melibatkan UMKM dan berbagai kegiatan kesenian. ( Eka).

TP PKK Denpasar Gencarkan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Banjar-Banjar

Ket. Foto : Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat hadir dalam kegiatan sosialisasi Compost Bag Banjar Pande, Kelurahan Renon dan Banjar Antap, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan, Selasa (10/3) sore.

Denpasar, Bali Kini - Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar terus menggencarkan sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber secara berkelanjutan dengan menyasar banjar-banjar di seluruh kecamatan di Kota Denpasar. Kegiatan yang dirangkaikan dengan pembagian Compost Bag ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Banjar Pande, Kelurahan Renon dan Banjar Antap, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan, Selasa (10/3) sore.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen untuk mendukung program Pemerintah Kota Denpasar terkait dengan pengolahan sampah berbasis sumber secara berkelanjutan.

Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa yang hadir di Banjar Pande dan Antap, menyampaikan, sosialisasi yang menyasar para anggota PKK yang ada di banjar-banjar diharapkan akan mampu mengedukasi masyarakat tentang pengolahan dan pemilahan sampah berbasis sumber utamanya dari skala rumah tangga.

Ayu Kristi juga menekankan, sebagai garda penting dalam rumah tangga, para ibu juga dapat berperan sebagai penggerak di rumah untuk kebiasaan memilah sampah bagi seluruh anggota keluarga.

"Kami di TP PKK Kota Denpasar sebagai mitra pemerintah berkomitmen untuk ikut mengedukasi masyarakat terkait dengan program ini. Mudah-mudahan dengan penerapan mulai dari rumah kita sendiri, ini juga akan berdampak bagi pengelolan sampah di Kota Denpasar," kata Ayu Kristi. 

Lebih lanjut Ny. Ayu Kristi, mengajak masyarakat terutama ibu-ibu untuk semangat gotong royong dan kepedulian kolektif yang diharapkan juga dapat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Kota Denpasar.

"Selain pembagian Compost Bag kami juga memberikan edukasi tentang cara penggunaan, jenis bahan yang dapat diolah, hingga tips penempatan komposter di rumah," jelas Ayu Kristi. 
            
Lurah Renon, I Gede Suweca, mengapresiasi kegiatan ini. Pihaknya mengungkapkan, para ibu PKK yang ada di wilayahnya, berkomitmen untuk mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber mulai dari rumah masing-masing.

"Hari ini kami membagikan masing-masing 175 buah komposter Banjar Pande Renon. Nanti secara berkelanjutan banjar lainnya juga akan mendapatkan komposter di wilayah renon kurang lebih 3.003 komposter. Sehingga nantinya pengelolan sampah berbasis sumber di skala rumah tangga dapat berjalan dengan optimal," ungkapnya. 

Hal serupa juga diungkapkan Lurah Panjer, Putu Wisnu Wardana, untuk di Banjar Antap Panjer diberikan 50 buah komposter. Nanti secara berkelanjutan banjar lainnya juga akan mendapatkan komposter di wilayah Panjer kurang lebih 6.898 komposter. (ays).

Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Desa Banjar, Wagub Giri Prasta Serahkan Bantuan Pribadi kepada Siswa Terdampak dan Keluarga Korban Meninggal

BULELENG , BALI KINI  - Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta didampingi Ny. Seniasih Giri Prasta meninjau langsung lokasi banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, pada Rabu (11/3) pagi.

Didampingi Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Wagub Giri Prasta menyampaikan keprihatinannya atas bencana air bah yang terjadi. Dalam kesempatan ini, Wagub Giri Prasta melihat kondisi fasilitas pendidikan di SD Negeri 5 Banjar yang terdampak cukup serius serta bertemu langsung dengan para siswa yang terdampak bencana.

Mantan Bupati Badung dua periode ini juga memberikan bantuan secara pribadi berupa uang tunai sebesar Rp800 ribu kepada siswa SD Negeri 5 Banjar yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat banjir.

“Kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah air bah ini. Harapan kami, korban yang masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan dan langkah-langkah pemulihan dapat berjalan melalui koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, serta seluruh pihak terkait,” ungkap Giri Prasta.

Agar kejadian serupa tidak terulang kembali, ia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) serta solusi relokasi bagi empat kepala keluarga (KK) yang terdampak paling parah akibat bencana tersebut. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi antara Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, serta Balai Wilayah Sungai Bali–Penida.

“Terkait rumah warga yang terdampak, terdapat empat kepala keluarga yang rumahnya rusak berat, bahkan ada yang hancur total. Kami berupaya mencarikan solusi melalui relokasi ke lokasi yang lebih aman agar ke depan masyarakat dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman,” jelas Giri Prasta.

Usai meninjau lokasi bencana di SD Negeri 5 Banjar, Wagub Giri Prasta selanjutnya melayat ke rumah duka tiga korban bencana yang merupakan satu keluarga, yang hanyut terbawa air bah saat kejadian. Adapun korban yakni Komang Suci (44) bersama dua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12). Namun, Putu Wini hingga saat ini masih belum ditemukan. Kepada keluarga korban, Giri Prasta menyerahkan punia sebesar Rp50 juta.

Giri Prasta berharap proses pencarian satu korban yang masih hilang segera membuahkan hasil. Menurutnya, tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban.

Gubernur Koster dan Pusat Matangkan Percepatan PSEL Denpasar, Rencana Groundbreaking Juni

DENPASAR , BALI KINI – Gubernur Bali Wayan Koster mematangkan percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan menjadi solusi jangka panjang penanganan sampah di Bali. Hal tersebut dibahas saat menerima perwakilan pemerintah pusat, Danantara, serta investor asal Tiongkok, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd, yang ditunjuk untuk menggarap proyek Waste-to-Energy (WtE) di Denpasar dan Bekasi.

Dalam pertemuan yang juga Dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa Bali siap menjadi daerah prioritas dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis energi. Menurutnya, proyek ini sangat dinantikan masyarakat mengingat volume sampah di Bali terus meningkat seiring posisinya sebagai destinasi pariwisata dunia.

“Kami di Bali sudah satu tim, gubernur, wali kota, dan para bupati. Lahan sudah disiapkan, akses jalan sudah ada, dan sosialisasi kepada masyarakat juga sudah dilakukan. Masyarakat pada prinsipnya sudah setuju, jadi sekarang tinggal berjalan,” ujar Koster.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali akan memberikan dukungan penuh agar proyek tersebut bisa segera terealisasi. Pemerintah daerah juga meminta kejelasan timeline kerja dan progres pembangunan agar prosesnya dapat berjalan efektif.

“Kami siap mensupport apa pun yang dibutuhkan agar proyek ini berjalan lancar. Isu pengolahan sampah ini sangat ditunggu masyarakat Bali, jadi kita dorong percepatannya,” tegasnya.

Dari pihak pemerintah pusat, Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti menyatakan komitmen untuk mengawal percepatan pembangunan PSEL, termasuk koordinasi dengan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) Danantara.

Menurutnya, proyek PSEL yang masuk batch pertama termasuk Bali, akan segera dibahas dalam rapat koordinasi terbatas pemerintah pusat. Targetnya, akan dilakukan peluncuran di empat lokasi pada 6 April mendatang yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“Kami mohon dukungan dari pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan PKS antara Pemda dan BUPP Danantara, termasuk komitmen jumlah volume sampah yang akan diolah setiap harinya,” ujarnya.

Pemerintah pusat juga menargetkan groundbreaking proyek PSEL di Bali dapat dilakukan pada akhir Juni 2026. Dalam masa transisi menuju operasional, pemerintah akan mengawal kebijakan penutupan TPA serta memastikan pengelolaan sampah tetap berjalan.

Sementara itu, perwakilan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd memastikan teknologi yang digunakan di PSEL Bali akan memenuhi standar emisi Eropa sehingga tidak mencemari udara.

Selain itu, fasilitas ini dirancang dengan sistem zero limbah air (lindi). Seluruh residu akan diproses secara maksimal sehingga tidak meninggalkan limbah yang mencemari lingkungan. Sebagian residu bahkan dapat dimanfaatkan kembali, misalnya menjadi conblock, paving block, dan material konstruksi lainnya.

Pemerintah pusat dan Investor juga menyiapkan dukungan tambahan berupa truk listrik pengangkut sampah untuk menunjang sistem pengelolaan sampah modern di Bali.

Dengan percepatan proyek ini, Bali diharapkan menjadi daerah pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas PSEL skala besar, sekaligus menjadi model pengelolaan sampah terpadu bagi daerah lain di Indonesia.(*)

Ratusan Siswa SDN 2 Rendang Ikuti Simulasi Gempa dari BPBD Karangasem

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem menggelar kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait potensi bencana di SD Negeri 2 Rendang, Kecamatan Rendang, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini diikuti sebanyak 212 siswa dan 10 guru sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 Wita tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Karangasem, serta lima orang staf BPBD.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SD Negeri 2 Rendang, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dasar-dasar kebencanaan oleh Kalaksa BPBD Karangasem. Dalam pemaparannya, para siswa diperkenalkan dengan 12 potensi bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Karangasem.

Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan kegiatan edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah sangat penting untuk menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada siswa dan guru tentang berbagai potensi bencana di Kabupaten Karangasem serta langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan bersama staf BPBD memberikan materi terkait mitigasi bencana gempa bumi. Materi tersebut tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga dilengkapi dengan simulasi langsung di masing-masing kelas.

Para siswa kemudian mengikuti simulasi penanganan bencana gempa bumi yang dipandu oleh tim BPBD. Dalam simulasi tersebut, siswa dan guru diajarkan langkah-langkah penyelamatan diri dan cara melakukan evakuasi secara aman saat terjadi gempa.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan edukasi kebencanaan di sekolah, BPBD Kabupaten Karangasem juga menyerahkan piagam penghargaan, matras, dan masker kepada pihak SD Negeri 2 Rendang. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dan guru dapat memahami potensi bencana di daerahnya serta mampu melakukan evakuasi diri secara mandiri apabila terjadi bencana, khususnya gempa bumi. (Ami)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved