-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Kamis, 18 Juni 2026

Ikuti Presentasi Validasi IPKD, Jaya Negara Pastikan Pengelolaan Keuangan Berorientasi Kesejahteraan Masyarakat.

Ket foto : Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat mengikuti kegiatan Presentasi Validasi Data Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Tahun Anggaran 2024 Tahun Ukur 2025 yang dilaksanakan secara daring dari Kantor Walikota Denpasar pada Kamis (18/6).


Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengikuti kegiatan Presentasi Validasi Data Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Tahun Anggaran 2024 Tahun Ukur 2025 yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri secara daring dari Kantor Walikota Denpasar pada Kamis (18/6). Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memastikan kualitas tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pelaksanaan Validasi IPKD tersebut turut menghadirkan Validator yakni Akademisi Universitas 11 Maret, Surakarta, Sutaryo dan Pimpinan Redaksi Kompas TV, Alexander Wibisono. Tampak mendampingi Wali Kota Jaya Negara dalam kesempatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ida Bagus Alit Adhi Merta, Kepala Inspektorat Kota Denpasar, Ni Ketut Dewi Ratih Purnamasari, Kepala BPKAD Kota Denpasar, Ni Putu Kusumawati, Kadis Kominfos Kota Denpasar, Gde Wirakusuma Wahyudi serta OPD terkait lainya. 

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen memperkuat tata kelola keuangan daerah sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan keuangan daerah tidak hanya berfokus pada aspek administrasi dan kepatuhan terhadap regulasi, namun juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program-program pembangunan yang tepat sasaran.

“Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Melalui keterbukaan informasi, masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya pembangunan sehingga setiap program dan penggunaan anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut dijelaskan, berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Denpasar dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, mulai dari penguatan proses perencanaan pembangunan yang melibatkan partisipasi masyarakat, pelaksanaan anggaran yang efektif dan sesuai ketentuan, penyusunan laporan keuangan yang tepat waktu, hingga optimalisasi publikasi informasi keuangan daerah melalui platform digital.

Jaya Negara mengatakan, keterbukaan informasi publik menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dengan akses informasi yang semakin mudah, masyarakat dapat mengetahui arah kebijakan pembangunan sekaligus ikut mengawasi pelaksanaan program yang didanai melalui APBD.

“Transparansi dan akuntabilitas merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik. Karena itu, kami terus mendorong seluruh perangkat daerah untuk menjaga kualitas pengelolaan keuangan yang profesional, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Dalam presentasi tersebut juga dipaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif di Kota Denpasar. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Denpasar pada tahun 2025 tercatat mencapai 85,63. Sementara itu, tingkat kemiskinan berada pada angka 2,16 persen, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,11 persen, dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 1,41 persen.

Menurut Jaya Negara, capaian tersebut tidak terlepas dari pengelolaan keuangan daerah yang semakin baik, sehingga mampu mendukung pelaksanaan program pembangunan secara optimal dan berkelanjutan.

“Capaian yang diraih saat ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Transparansi bukan hanya kewajiban administrasi, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, kita dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar,” tegasnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Denpasar juga terus menjaga kualitas pengelolaan keuangan melalui penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar serta mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan sebagai wujud konsistensi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Ke depan, Jaya Negara menegaskan bahwa Pemkot Denpasar akan terus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan inovatif.

"Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Denpasar optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan menuju Denpasar Maju," ujarnya. (Ags).

Tampil Apik Lewat Dolanan "Upih Jaran" di Panggung Ardha CandraWalikota Jaya Negara Apresiasi Duta GKA Denpasar

Ket. Foto : Gubernur Bali, Wayan Koster,  Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara dalam kesempatan menyaksikan penampilan Duta Gong Kebyar Anak-Anak Duta Kota Denpasar dalam ajang PKB XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (15/6) malam. 

Denpasar , Bali Kini -  Penampilan memukau ditunjukkan Duta Gong Kebyar Anak-Anak (GKA) Kota Denpasar dari Sanggar Cilinaya, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, saat tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (15/6) malam. 

Penampilan yang mengangkat nilai budaya dan permainan tradisional melalui dolanan Upih Jaran itu mendapat apresiasi langsung dari Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Turut hadir memberikan dukungan dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Penampilan kedua duta kabupaten/kota tersebut turut disaksikan Gubernur Bali, Wayan Koster, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar.

Dalam pementasan tersebut, Duta GKA Kota Denpasar yang menempati panggung sisi utara berhadapan dengan Duta GKA Kabupaten Bangli dari Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak Santika Murti, Banjar Demulih, Desa Adat Demulih, Kecamatan Susut. Masing-masing sekaa menampilkan tabuh kreasi pepanggulan, tari kreasi, dan dolanan sebagai penutup sajian seni di hadapan ratusan penonton yang memadati arena pertunjukan.

Usai menyaksikan penampilan, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada seluruh penabuh, penari, pelatih, serta keluarga besar Sanggar Cilinaya yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Bali. Menurutnya, penampilan yang ditunjukkan anak-anak Denpasar tidak hanya menampilkan kualitas artistik, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda tetap memiliki semangat untuk mencintai dan merawat warisan budaya leluhur.

“Adik-adik penabuh dan penari telah menunjukkan semangat luar biasa. Ini menjadi kebanggaan bagi Kota Denpasar karena generasi mudanya terus berlatih, berkarya, dan menjaga adat serta budaya Bali,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Koordinator Sanggar Cilinaya, I Ketut Sudiarta, menjelaskan bahwa Duta GKA Kota Denpasar membawakan tiga garapan utama, yakni Tabuh Kreasi Pepanggulan Sudhi Atma, Tari Kreasi Puja Prasamya, dan dolanan Upih Jaran. Tabuh Sudhi Atma merupakan karya I Made Suwendra yang menggambarkan proses penyucian jiwa untuk mencapai keheningan batin melalui harmonisasi nada dan teknik permainan Gong Kebyar. Sedangkan Tari Puja Prasamya merupakan tari penyambutan yang mengandung pesan kebersamaan, saling menghormati, dan kasih sayang sebagai landasan terciptanya kedamaian.

Penampilan ditutup dengan dolanan Upih Jaran, sebuah garapan yang terinspirasi dari permainan tradisional anak-anak menggunakan daun upih yang dibentuk menyerupai kuda. Karya yang ditata oleh Yan Ove bersama Tu dan Tik ini mengangkat pesan tentang pentingnya menjaga alam, menghormati roh dan jiwa yang menyertai kehidupan, serta melestarikan tradisi budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Bali. 

"Melalui permainan sederhana yang sarat makna tersebut, para penampil berhasil menghadirkan suasana ceria, penuh semangat, sekaligus mengingatkan pentingnya sportivitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini," ujarnya. (Pur)

Dipuput Sembilan SulinggihWalikota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Padudusan Agung di Segara Rupek

Ket. Foto : Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara yang juga selaku Penglingsir Puri Penatih, Ketua Umum Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih sekaligus Pengrajeg Karya tersebut didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat mengikuti rangkaian Puncak Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Tabuh Gentuh, dan Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek dan Pura Taman Beji Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Minggu (14/6) .

Buleleng , Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Puncak Karya Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek dan Pura Taman Beji Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Minggu (14/6), bertepatan dengan Tilem Sasih Sadha. Kehadiran Jaya Negara yang juga selaku Penglingsir Puri Penatih, Ketua Umum Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih sekaligus Pengrajeg Karya tersebut didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Puncak karya yang berlangsung khidmat sejak pagi hari itu dipuput oleh sembilan sulinggih dari berbagai griya di Bali. Yakni Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba selaku Wiku Yajamana, Ida Pedanda Bhoda dari Griya Gede Tegal Jadi Tabanan, Ida Rsi Bhujangga Hari Dantam dari Griya Tumbak Bayuh Badung, Ida Pedanda Reshi Agung Pinatih Kusuma Yoga dari Griya Agung Tulikup Gianyar, Ida Rsi Agung Sidemen Sumurdha Gotama Karang dari Griya Bhuda Klungkung, Ida Pedanda Gede Putra Sidhanta Manuaba dari Griya Gede Bantas Gali Ukir Pupuan Tabanan, Ida Rsi Agung Wayabya Suprabhu Sogata Karang dari Griya Agung Buduk Badung, Ida Rsi Agung Putra Sidhimantra dari Griya Agung Bumbak Badung, serta Ida Pedanda Gede Dwija Putra Manuaba dari Griya Bedulu, Jembrana. 

Jaya Negara menjelaskan, sebelum pelaksanaan puncak karya, terlebih dahulu telah dilaksanakan prosesi Melasti dan mulang pakelem sebagai bagian dari rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Tabuh Gentuh, dan Padudusan Agung Menawa Ratna pada Sabtu (13/6). Upacara Melasti dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Dalem dari Griya Dalem Sibang, Ida Pedanda Dwija Padang Rata dari Griya Kutri Gianyar, serta Ida Pedanda Nabe Istri Rai Sigaran dari Griya Manistutu, Jembrana.
Menurut Jaya Negara, rangkaian Melasti memiliki makna penting sebagai prosesi penyucian dan permohonan kerahayuan sebelum memasuki puncak karya. Melalui upacara tersebut, umat memohon agar seluruh rangkaian yadnya dapat berjalan lancar serta memberikan keselamatan dan keseimbangan bagi alam semesta. "Melalui pelaksanaan Melasti ini, diharapkan seluruh rangkaian Karya Agung di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek dapat berlangsung lancar dan memberikan kerahayuan bagi umat serta alam semesta," ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengapresiasi semangat pengabdian seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan karya. Menurutnya, yadnya yang dilaksanakan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga mempererat persaudaraan umat serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara juga menyampaikan terima kasih kepada para sulinggih, pemerintah, pengempon dan pengemong pura, para donatur, serta masyarakat yang turut ngayah dan memberikan punia. Dukungan yang diberikan, baik moril maupun materiil, menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam menjaga keberlangsungan warisan spiritual dan budaya Bali.

Jaya Negara menjelaskan bahwa Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek merupakan salah satu pura kahyangan jagat yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi bagi umat Hindu. Karena itu, keberadaan pura tersebut perlu terus dijaga, dipelihara, dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari kekayaan budaya dan spiritual Bali.
"Karya ini merupakan wujud bhakti yang tulus kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kesucian dan kelestarian Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek sebagai pura kahyangan jagat," ujar Jaya Negara.

Jaya Negara juga mengapresiasi dukungan Gubernur Bali Wayan Koster, pemerintah daerah se-Bali, Bank BPD Bali, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga pelaksanaan karya dapat berlangsung dengan baik. Menurutnya, sinergi dan kebersamaan tersebut menjadi kekuatan utama dalam menjaga eksistensi pura dan tradisi keagamaan yang diwariskan para leluhur. Menuru Jaya Negara, karya yang dipuput para sulinggih dari berbagai soroh dan wangsa di Bali tersebut tidak hanya bertujuan menyucikan kawasan pura, tetapi juga menyucikan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit. 

"Melalui karya ini kita bersama-sama memohon agar alam semesta senantiasa dianugerahi keselamatan, kedamaian, dan kerahayuan. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan bhakti yang terbangun selama pelaksanaan karya menjadi kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Bali," ujar Jaya Negara. (Pur)

Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan.

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.

Denpasar, Dipertengahan Tahun 2026, seluruh Umat Hindu akan merayakan kemenangan dharma  (kebaikan) melawan adharma (keburukan). Jatuh setiap Budha Kliwon Wuku Dungulan, Hari Suci Galungan akan diperingati pada Rabu (17/6) mendatang. Sementara itu, Hari Suci Kuningan akan jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan pada Sabtu (27/6) atau sepuluh hari setelah Hari Suci Galungan. 

Serangkaian menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kota Denpasar juga menggelar berbagai kegiatan. Diantaranya pasar murah, bazar pangan dan pemantauan harga bahan pokok. Tampak pula umat Hindu di Kota Denpasar melaksanakan beragam persiapan. Utamanya berkaitan dengan sarana dan prasarana upakara yang berkaitan dengan Hari Suci Galungan dan Kuningan.

Walikota Denpasar I  Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa disela-sela kegiatan kemasyarakatan dan kepemerintahan pada Minggu (14/6) mengatakan bahwa momentum Hari Suci Galungan dan Kuningan ini hendaknya dimanfaatkan masyarakat khususnya umat Hindu untuk senantiasa selalu meningkatkan srada bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Lebih lanjut dikatakan, kemenangan dharma melawan adharma pada masa kini haruslah diterjemahkan sebagai upaya dan tekad untuk terus berkarya dalam meningkatkan kualitas kehidupan yang seimbang antara material dan spiritual. Sehingga sebagai umat beragama mampu mencapai kebahagiaan dengan selalu berpijak kepada ajaran Agama Hindu, yakni dharma, artha, kama, dan moksa.

"Semoga di hari suci Galungan dan Kuningan ini, Dharma senantiasa menuntun umat manusia terbebas dari kegelapan dan senantiasa mampu melewati tantangan hidupnya," ujarnya. 

Jaya Negara juga mengajak masyarakat untuk senantiasa mulat sarira, mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi. Mulat sarira menjadi pesan dalam catatan perjalanan untuk mengevaluasi langkah dalam mengamalkan ajaran dharma. Hal ini utamanya dharmaning agama dan dharmaning negara. Sehingga kehidupan mampu memberikan manfaat dimasa depan yang lebih baik, sejahtera, makmur dan damai.

Pihaknya juga mengajak masyarakat Kota Denpasar dalam perayaan hari suci Galungan dan Kuningan hendaknya selalu  berpikir, berkata dan berbuat yang baik sebagai cerminan dharma. Selain itu, perayaan upakara juga diharapkan sederhana dengan mengedepankan makna dalam pelaksanaanya.

“Jadikanlah spirit Hari Suci Galungan dan Kuningan ini menjadi ajang mulat sarira serta meningkatkan sradha bhakti dalam menyikapi tantangan saat ini, dan menjadi momentum kebangkitan dan kemenangan, serta bersatu dalam perbedaan,” kata Jaya Negara

Hal senada juga disampaikan Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa. Dimana, momentum perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan ini hendaknya dijadikan satu titik tolak untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, lebih berkualitas dan mampu mewujudkan kesejahteraan. Pelaksanaan upakara juga diharapkan dapat dikemas sederhana dengan tetap berpedoman pada makna, nilai dan filsafat agama Hindu.

Dalam kesempatan tesebut Walikota Jaya Negara dan Wakil Walikota Arya Wibawa menyampaikan ucapan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh Umat se-Dharma dimanapun berada, terkhusus untuk masyarakat Kota Denpasar. 

"Kepada seluruh umat se-dharma, atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Denpasar, selamat hari suci Galungan dan Kuningan, dumogi kenak rahayu sareng sami,  serta semoga di hari suci Galungan dan Kuningan, Dharma senantiasa menuntun umat manusia terbebas dari kegelapan menuju keutamaan hidup. Dan mari bersinergi bersama mendukung pembangunan dengan sepirit Vasudhaiva Kutumbakam untuk mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Makmur, Aman, Jujur dan Unggul (MAJU)," ujar Jaya Negara dan Arya Wibawa. (Ags/HumasDps).

Selasa, 16 Juni 2026

TIDAK MUDAH, TAPI HARUS BISA!’, SPIRIT BUPATI GUS PAR-WABUP GURU PANDU SAMBUT GALUNGAN DAN KUNINGAN

Karangasem - Menyambut hari suci Galungan dan Kuningan yang jatuh pada Juni 2026, jajaran Pemerintah Kabupaten Karangasem menggaungkan spirit optimisme yang mendalam. Momentum kemenangan Dharma atas Adharma kali ini terasa kian istimewa sekaligus bersejara bagi masyarakat Bumi Lahar. Lantaran, perayaan Hari Suci Umat Hindu ini bertepatan langsung dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-386 Kota Amlapura, yang dikemas apik melalui gelaran akbar bertajuk Karangasem Festival.

Di tengah perpaduan atmosfer spiritual hari raya dan semarak pesta rakyat tersebut, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa (Guru Pandu) secara khusus menonjolkan slogan pembakar semangat: “Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa”. Kalimat pemacu ini sengaja ditekankan oleh pucuk pimpinan Kabupaten Karangasem sebagai sebuah landasan mentalitas bagi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah ke depan.

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi daerah dalam dinamika global saat ini memang menuntut ketangguhan sikap dan konsistensi kerja nyata. Slogan tersebut bukan sekadar kata-kata pemanis, melainkan sebuah refleksi perjuangan yang harus dihayati oleh seluruh lapisan masyarakat Karangasem.

"Menghadapi masa depan, tantangan kita memang tidak ringan. Slogan 'Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa!' harus kita tancapkan bersama di dalam sanubari. Mari jadikan hari suci Galungan, Kuningan, dan momentum HUT ke-386 Kota Amlapura ini sebagai modal semangat bersama untuk bahu-membahu, bergotong-royong dan melangkah maju bersama," ucap Bupati Gus Par dengan nada optimis.

Pesan ini selaras dengan komitmen Pemkab Karangasem di bawah kepemimpinan Bupati Gus Par – Wabup Guru Pandu, yang menyoroti pentingnya kebersamaan di tengah tekanan perekonomian dunia yang kian hebat. Menurut Gus Par, Karangasem Festival yang diselenggarakan ini menjadi representasi konkret dari ketahanan ekonomi kreatif sekaligus simbol persatuan masyarakat lokal yang kian erat.

"Di tengah tekanan ekonomi dunia yang hebat, mari bersatu dan hilangkan ego demi membangun Karangasem. Hari suci Galungan dan Kuningan adalah momentum sakral bagi kita untuk memenangkan dharma di dalam diri. Kemenangan spiritual inilah yang kita ubah menjadi modal sosial untuk mewujudkan visi Kabupaten Karangasem yang AGUNG: Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, Gemah Ripah Loh Jinawi," tegas Bupati Gus Par.

Melalui perpaduan vibrasi suci keagamaan dan kemeriahan festival budaya, duet kepemimpinan Gus Par-Guru Pandu berharap seluruh masyarakat Karangasem dapat meleburkan perbedaan dan ego sektoral. Momentum ganda ini diproyeksikan mampu menyuntikkan energi baru bagi birokrasi dan masyarakat untuk terus berinovasi demi kemandirian daerah.

Menutup penyampaian resminya, atas nama Pemerintah Kabupaten Karangasem, Bupati Gus Par dan Wabup Guru Pandu bersama-sama menghaturkan ucapan selamat hari raya suci sekaligus selamat hari jadi untuk Kota Amlapura tercinta.

"Titiang, I Gusti Putu Parwata, Bupati Karangasem, sareng titiang, Pandu Prapanca Lagosa, Wakil Bupati Karangasem, ngaturang Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan warsa 2026 majeng ring sameton umat se-dharma sinamian. Selamat Hari Ulang Tahun ke-386 Kota Amlapura Tercinta. Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa setata ngicénin karahayuan ring iraga sareng sami. Om Shanti, Shanti, Shanti, Om," pungkas kedua pemimpin tersebut kompak.

Muaythai Toh Langkir Sumbang 12 Medali untuk Karangasem di Porjar Bali 2026

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini  – Atlet-atlet binaan Club Muaythai Toh Langkir Karangasem berhasil mengharumkan nama Kabupaten Karangasem pada ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026 cabang olahraga Muaythai. Bertanding di Fight Right (FR) Muaythai Camp, Sanur, Denpasar, pada 5–7 Juni 2026, kontingen Karangasem sukses mengoleksi 12 medali, terdiri atas 3 medali emas, 6 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Tiga medali emas dipersembahkan oleh I Kadek Virendra Naresta Nararya dari SDN 2 Culik pada kategori SD kelas 40 kilogram, Ni Kadek Pradnya Anindita dari SMPN 2 Amlapura pada kategori SMP kelas 57 kilogram, serta Putu Lakshmi Ananda Devi dari SMAN 1 Amlapura pada kategori SMA kelas 51 kilogram.

Enam medali perak diraih oleh I Kadek Gilang Kurniawan (SMP kelas 63 kilogram), I Kadek Sandi Satya Pradnyana (SMP kelas 45 kilogram), I Kadek Rivel Adi Mahendra (SMP kelas 51 kilogram), I Komang Wirta Julson (SD kelas 40 kilogram), Ni Kadek Mila Riana Putri (SMP kelas 45 kilogram), dan I Kadek Nanda Widiantara (SMP kelas 60 kilogram).

Sedangkan tiga medali perunggu diraih I Ketut Dwika Putra Mahayoga dari SMAN 1 Amlapura pada kategori SMA kelas 45 kilogram putra, I Wayan Ananda Supartawan dari SMAN 1 Abang pada kategori SMA kelas 57 kilogram putra, serta Edward Adam Barnes dari SMPN 5 Amlapura pada kategori SMP kelas 71 kilogram putra.

Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dibuka Ketua Umum Muaythai Indonesia (MI) Provinsi Bali, Ir I Wayan Mariana Wandhira ST MT, dan dihadiri jajaran pengurus cabang olahraga tingkat provinsi.

Seluruh atlet peraih medali tersebut merupakan atlet binaan Club Muaythai Toh Langkir Karangasem yang bermarkas di Jalan Veteran Jalur 1, Amlapura. Dalam ajang Porjar Bali 2026, para atlet didampingi pelatih I Putu Herry Ary Winata dan I Made Sweta SPd, serta dibantu atlet senior Agung Gempar dan Dito.

Pelatih Muaythai Toh Langkir Karangasem, I Kadek Aryawan, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan selama ini.

“Semua atlet yang bertanding merupakan atlet binaan Club Muaythai Toh Langkir. Kami bersyukur karena kerja keras anak-anak selama latihan mampu membuahkan hasil yang membanggakan untuk Karangasem,” ujar Aryawan.

Menurut Aryawan, persaingan pada Porjar Bali tahun ini berlangsung cukup ketat karena diikuti atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Namun para atlet Karangasem mampu tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas ring.

“Target kami sebenarnya bukan hanya medali, tetapi bagaimana atlet bisa menunjukkan teknik, mental bertanding, dan sportivitas yang baik. Astungkara hasilnya cukup memuaskan dengan raihan tiga emas, enam perak, dan tiga perunggu,” katanya.

Aryawan menambahkan, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia dini yang dilakukan Club Muaythai Toh Langkir berjalan sesuai harapan. Ke depan pihaknya akan terus meningkatkan program latihan guna mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.

“Kami berharap dukungan dari orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat terus mengalir. Dengan pembinaan yang konsisten, kami optimistis Karangasem dapat melahirkan atlet-atlet Muaythai yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” tegasnya.

Raihan 12 medali pada Porjar Bali 2026 sekaligus menegaskan eksistensi Club Muaythai Toh Langkir sebagai salah satu wadah pembinaan atlet Muaythai muda di Karangasem yang terus menghasilkan prestasi di tingkat Provinsi Bali.  (Ami)

Senin, 15 Juni 2026

Rangkaian Harga Penjor Galungan Naik Drastis

Denpasar , Bali Kini  - Penjualan sampian penjor jelang Galungan telah marak terlihat dihampir semua kawasan baik di Denpasar maupun Badung, termasuk disejumlah pasar. Namun kali ini semua rangkaian kelengkapan untuk membuat penjor harganya naik drastis.

Seperti yang diungkap salah satu pedagang dikawasan pasar Tapian, Dentim, Senin (15/6). Dikatakan Bu Ngah, beberapa hari ini banyak pembeli yang mencari sampian penjor seadanya. Tak seperti dulu banyak yang lengkap membeli hiasan penjor. "Sekarang membeli Sampian Penjor saja minim," ujarnya. 

Namun dengan harga sedikit naik saat ini, diduga akibat kondisi perekonomian selain BBM juga naik mengakibatkan daya beli menurun. Sampian penjor dengan berbagai ukuran dan harga yang ditawarkan pun berbeda namun tetap diburu warga guna persiapan pembuatan penjor saat Penampahan Galungan esok. 

Namun tak semua warga yang beli dengan harga seadanya, ada juga yang masih membeli Sampian Penjor yang ukuran besar yang otomatis perlu dana yang cukup. "Otomatis harga untuk satu pembuatan penjor juga jadi mahal, tambahnya. 

Hal yang sama juga dialami perajin penjor di Kota Denpasar mengeluhkan penurunan pesanan dibandingkan tahun lalu. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan pedagang bambu penjor yang mulai merasakan peningkatan pembelian dalam sepekan terakhir. 

Kemungkinan warga saat lebih memilih membuat sendiri dibandingkan beli jadi, sehingga bisa memilih bahan baku dengan lebih murah.  Biasanya H-7 Galungan, pesanan sudah terisi sekitar 60 persen, namun saat ini baru sekitar 30 persen yang pesan dan itu pun memilih harga Penjor yang murah. 

"Saat ini, penjor dengan harga lebih terjangkau masih menjadi pilihan utama masyarakat, dengan kisaran harga mulai Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per batang. Kalau dibandingkan tahun lalu, penurunan omzetnya sekitar 25 persen,” ujar Pak Katik salah seorang pengrajin penjor di Kertalngu, Kesiman.

Tim Opsnal Tohlangkir Resmob Polres Karangasem Bekuk Komplotan Pencuri Kabel Telkom Bermodus Surat Palsu

Karangasem, Bali Kini – Tim Opsnal Tohlangkir Resmob Polres Karangasem berhasil membekuk tiga pelaku pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia yang beraksi dengan modus menggunakan surat palsu untuk mengelabui masyarakat maupun aparat di lapangan.

Kasus ini menjadi salah satu dari 10 laporan polisi terkait tindak pidana pencurian yang berhasil diungkap jajaran Polres Karangasem selama periode Mei 2026. Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan para pelaku saat menjalankan aksinya.

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika menjelaskan, para pelaku menjalankan aksinya dengan berpura-pura melakukan pekerjaan resmi. Mereka menggunakan surat palsu sebagai dasar untuk melakukan penggalian dan mengambil kabel milik PT Telkom Indonesia yang tertanam di sepanjang pinggir jalan.

“Para tersangka menggunakan surat palsu untuk meyakinkan pihak-pihak terkait sehingga dapat melakukan penggalian dan mengambil kabel milik PT Telkom Indonesia yang tertanam di dalam tanah,” ungkap Kapolres saat konferensi pers.

Dari hasil penyelidikan terungkap, para pelaku terlebih dahulu menggali titik lokasi kabel yang tertanam di dalam tanah. Setelah kabel ditemukan, kabel tersebut diikat pada kendaraan truk kemudian ditarik secara paksa hingga terlepas dari jalur tanamnya. Setelah berhasil diangkat, pelaku mengelupas lapisan luar kabel untuk mengambil bagian tembaga yang memiliki nilai jual tinggi.

Tembaga hasil kupasan kemudian digulung dan dijual kepada penadah. Dari aktivitas ilegal tersebut, para pelaku memperoleh keuntungan yang cukup besar. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dalam satu hari para pelaku mampu meraup hasil penjualan hingga sekitar Rp54 juta. Nilai tersebut diperoleh karena harga tembaga hasil curian mencapai sekitar Rp200 ribu per kilogram.

Polisi menilai aksi para pelaku dilakukan secara terorganisir dengan menggunakan berbagai peralatan khusus dan kendaraan operasional untuk mempercepat proses penggalian maupun penarikan kabel. Selain menimbulkan kerugian materiil yang besar bagi perusahaan, tindakan tersebut juga berpotensi mengganggu layanan telekomunikasi yang digunakan masyarakat.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita berbagai barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi pencurian, di antaranya dua unit jack hammer, satu unit stamper, satu unit genset, satu kapak besi, lima lampu lalu lintas portabel, 18 linggis, 14 cangkul, 14 gancu, 30 batang kabel, dua palu besi, sejumlah telepon genggam, kendaraan operasional berupa mobil dan truk, serta berbagai dokumen pendukung lainnya.

Kapolres Karangasem mengapresiasi kerja cepat Tim Opsnal Tohlangkir Resmob Polres Karangasem yang berhasil mengungkap kasus tersebut sekaligus mengamankan para pelaku.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan penggalian atau pemindahan fasilitas umum tanpa kejelasan izin maupun identitas petugas,” tegasnya.

Saat ini ketiga tersangka telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain maupun jaringan yang berkaitan dengan kasus pencurian kabel tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan dan terancam hukuman pidana penjara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Ami)

Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026

Tabanan – Menyambut Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, S.Sos., atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan menyampaikan ucapan selamat serta doa terbaik kepada seluruh umat Hindu, khususnya masyarakat Kabupaten Tabanan.

Hari Raya Galungan yang jatuh pada Buda Kliwon Wuku Dungulan, Rabu (17/6/2026), dan Hari Raya Kuningan pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan, Sabtu (27/6/2026), merupakan momentum suci yang dimaknai sebagai kemenangan Dharma melawan Adharma. Melalui perayaan ini, umat Hindu diajak untuk semakin memperkuat sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kebajikan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai momentum mempererat persatuan, kebersamaan, serta semangat gotong royong dalam membangun Kabupaten Tabanan. Menurutnya, makna kemenangan Dharma hendaknya tercermin melalui sikap saling peduli, saling menguatkan, dan bekerja bersama demi kemajuan daerah.

“Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan Tahun 2026 kepada seluruh umat Hindu di manapun berada, khususnya masyarakat Tabanan yang kami cintai. Semoga Hari Raya Galungan dan Kuningan menjadi momentum suci untuk memperkuat sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, meneguhkan kemenangan Dharma melawan Adharma, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Mari jadikan momentum ini sebagai penyemangat untuk terus bersatu, bergotong royong, saling menguatkan, saling peduli, dan bekerja bersama dalam mewujudkan Kabupaten Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani,” ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam melakukan pemilahan sampah, terutama setelah pelaksanaan karya dan rangkaian perayaan Galungan dan Kuningan, guna menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan di seluruh wilayah Tabanan.

“Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan pemilahan sampah secara cermat, khususnya setelah pelaksanaan karya dan rangkaian perayaan Galungan dan Kuningan. Dengan kesadaran dan partisipasi bersama, kebersihan, keasrian, dan kenyamanan Kabupaten Tabanan dapat terus terjaga di seluruh lini masyarakat,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai menyama braya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali. Menurutnya, semangat Galungan dan Kuningan harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sosial untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat keharmonisan di tengah masyarakat.

“Melalui semangat Galungan dan Kuningan, mari kita rawat nilai-nilai menyama braya, mempererat persaudaraan, dan memperkuat budaya gotong royong sebagai landasan membangun Tabanan yang harmonis, maju, dan sejahtera. Semoga kehadiran hari suci ini membawa kedamaian, kebahagiaan, serta kekuatan bagi kita semua dalam menjalankan swadharma di tengah kehidupan bermasyarakat,” pungkas Dirga. 

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved