-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Senin, 09 Maret 2026

Siswa Lulusan SD Ada 13.232, SMPN di Denpasar Hanya Menampung 5.960 Siswa


Denpasar , Bali Kini  - Untuk tahun ajaran 2026 ini, sebanyak 13.232 siswa akan menamatkan sekolah dari jenjang SD di Kota Denpasar. Mereka kemudian akan melanjutkan ke jenjang SMP melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Untuk SPMB SMP Negeri, Denpasar menyiapkan kuota sebanyak 5.960 siswa. Jumlah ini tersebar di 17 SMP Negeri yang ada di Denpasar, Senin (9/3).
Sehingga, setidaknya daya tampung 5.960 siswa tersebut akan diperebutkan oleh 13.232 lulusan SD untuk 4 jalur SPMB. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama mengungkapkan dari total siswa yang lulus SD tahun 2026, 8.686 siswa memiliki KK Denpasar. "Untuk 4.546 sisanya memiliki KK luar Denpasar," ungkapnya.
Kata Wiratama, keseluruhan siswa SD yang lulus di tahun 2026 ini berasal dari 257 sekolah. Terkait petunjuk teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kota Denpasar akan segera rampung.
Saat ini, draf Juknis SPMB baik untuk SMP maupun SD sudah dalam tahap finalisasi.
Ditembahkan Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Ida Bagus Suryadana, bahwa untuk juknis SPMB sekarang sudah dalam tahap finalisasi dan sudah di Bagian Hukum untuk difinalkan. Setelah tahap finalisasi akan dilanjutkan untuk mencari persetujuan Wali Kota Denpasar sekaligus untuk tandatangan. 
"Nantinya, setelah tahapan tersebut selesai barulah dilanjutkan dengan sosialisasi ke masyarakat dan sekolah," Imbuh Suryadana.
Lanjutnya, dalam pembahasan juknis ini melibatkan perwakilan BPMP Provinsi Bali, Dinas Sosial Kota Denpasar, UPTD Pusat Layanan Disabilitas Kota Denpasar, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar. Juga Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar, Bagian Hukum dan HAM Kota Denpasar, Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Denpasar, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Denpasar.
Lalu Ketua Korwas Disdikpora Kota Denpasar, MKKS Kota Denpasar, K3S Kecamatan se-Kota Denpasar, serta Tim SPMB Disdikpora Kota Denpasar. Penyusunan Juknis SPMB ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Penerimaan Murid Baru, serta Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0301/C/HK.04.01/2026 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027. 
"Dalam juknis tersebut, SPMB membuka empat jalur penerimaan. Sama seperti tahun lalu. Keempat jalur yakni Jalur Domisili yang diperuntukkan bagi calon murid yang berdomisili di wilayah penerimaan murid baru," bebernya.
Jalur Afirmasi diperuntukkan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. Jalur Prestasi, bagi murid dengan prestasi akademik dan non-akademik. Terakhir adalah Jalur Mutasi diperuntukkan bagi murid yang berpindah domisili karena tugas orang tua/wali atau anak guru.

Guru dan Ortu Paling Heboh di Parade Ogoh Ogoh Anak TK


Denpasar ,Bali Kini  - Ratusan siswa Taman Kanak-Kanak (TK) dari empat kecamatan di Denpasar ikut meramaikan Road Kasanga Festival IV 2026 dalam menyambut Tahun Baru Caka. Mereka mengisi atraksi sendratari serta parade ogoh ogoh anak TK, yang berlangsung di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Minggu (8/3). 

Kegiatan rutin setiap tahunnya jelang perayaan Nyepi ini, merupakan inisiatif IGTKI PGRI Kota Denpasar dan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Bertujuan memperkenalkan dan menjaga keberlanjutan budaya Bali. Menanamkan nilai budaya sejak usia dini, melalui pendekatan edukatif. 

Tidak hanya mengarak ogoh ogoh semata, namun bercerita secara edukatif menampilkan sendratari sesuai tema yang diangkat. Tingkah lucu anak anak, dari para siswa TK tersebut yang tak sabar mendapat giliran pentas seni di arena terbuka depan panggung utama menambah suasana meriah. 

Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara sembari berinteraksi dengan para siswa TK tersebut menyampaikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif IGTKI PGRI Kota Denpasar untuk ikut serta dalam kegiatan ini.  

Bunda PAUD juga mengucapkan pengenalan akan tradisi dan budaya Bali sejak dini, merupakan sebuah usaha untuk tetap melestarikan kekayaan dan warisan seni kepada generasi penerus. "Ini adalah bentuk nyata komitmen kita untuk eling terhadap warisan tradisi leluhur," ujar Sagung Antari.

Kegiatan ini sengaja dilaksanakan guna menghadirkan ruang edukasi budaya yang menyenangkan, kreatif, dan sarat nilai tradisi Bali. Dirancang sebagai sarana pembelajaran mengenalkan seni, tradisi, dan kecintaan terhadap adat Bali sejak usia dini. “Anak-anak juga mempelajari makna filosofis ogoh-ogoh, mengembangkan kreativitas, serta melatih keberanian dalam berekspresi seni budaya,” jelasnya.

Ketua IGTKI PGRI Kota Denpasar, Ni Nyoman Puspitawati menjelaskan, ada delapan penampilan ogoh-ogoh dari anak TK dan dua ogoh-ogoh dari siswa disabilitas yang menjadi perwakilan seluruh kecamatan di Kota Denpasar. 

Ogoh-ogoh dibagi dalam dua tim besar, masing-masing berisi sekitar 60 peserta, dengan waktu tampil 10 menit per tim. "Tadi masing-masing gugus perwakilan menampilkan Ogoh Ogoh dan juga atraksi kesenian. Dimana mereka bersama orang tua yang terlibat semua, menyiapkan latihan guna pentas ini sejak 1 bulan lalu," ujarnya.

Jaga Kekhusyukan Nyepi dan Kerukunan Umat, Pemkab Karangasem Bersama Forkopimda dan Tokoh Lintas Agama Teken Seruan Bersama


Karangasem, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Karangasem menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Bumi Lahar. Hal ini ditegaskan melalui penandatanganan Seruan Bersama dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 yang bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan dan menyongsong Idul Fitri 1447 Hijriah.

​Agenda penandatanganan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Karangasem pada Senin (9/3), dihadiri langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, bersama Wabup Pandu Prapanca Lagosa,  jajaran Forkopimda, Sekda I Ketut Sedana Merta, serta tokoh-tokoh dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karangasem.

​Bupati Karangasem menyampaikan bahwa Seruan Bersama ini merupakan buah dari koordinasi intensif dan musyawarah mufakat demi menjamin pelaksanaan ibadah setiap pemeluk agama berjalan dengan khidmat, aman dan kondusif.

​"Tahun ini merupakan momentum istimewa di mana Hari Suci Nyepi berdekatan dengan pelaksanaan ibadah saudara-saudara kita umat Muslim. Melalui Seruan Bersama ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh krama Karangasem dapat menjalankan kewajiban agamanya masing-masing dengan tetap mengedepankan rasa saling menghormati dan menjaga kesucian hari raya," ujar Bupati Gus Par.

​Beberapa poin utama dalam Seruan Bersama tersebut menekankan pada, penghormatan terhadap Catur Brata Penyepian. Seluruh masyarakat dan wisatawan diimbau untuk menaati aturan selama pelaksanaan Nyepi demi menjaga kesucian dan ketenangan pulau Bali.

​Pihak keamanan dari unsur kepolisian, TNI, hingga Pecalang akan bersinergi di lapangan untuk memastikan situasi tetap kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Karangasem.

​Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap narasi toleransi yang dibangun di Karangasem dapat menjadi contoh positif tentang bagaimana keberagaman justru mempererat tali persaudaraan. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ketertiban umum dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.

​"Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat menyama braya. Kita tunjukkan bahwa di Karangasem, kerukunan adalah fondasi utama pembangunan kita," tutupnya. (Ami/rls)

Percikan Tirta Walikota Jaya Negara Resmi Tutup Kasanga Festival 2026, Apresiasi Kreativitas Yowana Denpasar

Ket. Foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menutup Kasanga Festival 2026 yang ditandai dengan pemercikan tirta, disaksikan Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede, Forkopimda Kota Denpasar, Minggu (8/3) malam di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar.


Denpasar, Bali Kini - Kasanga Festival 2026 yang telah berlangsung selama tiga hari sejak 6 Maret 2026 resmi ditutup oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, pada Minggu (8/3) malam di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung. Penutupan festival yang menjadi rangkaian menyambut Hari Suci Nyepi tersebut ditandai secara simbolis dengan prosesi pemercikan tirta oleh Walikota Jaya Negara.

Acara penutupan turut dihadiri Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Putu Tangkas Wiratawan, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, serta undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba dalam rangkaian Kasanga Festival 2026, termasuk 6 Ogoh-Ogoh Besar Terbaik dari 16 besar ogoh-ogoh yang sebelumnya telah lolos seleksi tingkat kota.
Adapun pemenang Lomba Ogoh-Ogoh Besar yakni, Juara I ST Taruna Dharma Castra Banjar Tengah Sidakarya,
Juara II ST Sukarela Banjar Kepisah Pedungan, Juara III ST Swadharmita Banjar Ceramcam Kesiman.

Sementara Harapan I diraih ST Satya Dharma Banjar Pekandelan Sanur, Harapan II ST Swastika Banjar Pekambingan Dauh Puri, dan Harapan III ST Mekar Sari Banjar Kesambi Kesiman Kertalangu. Selain itu, penghargaan juga diberikan untuk berbagai kategori lomba lainnya seperti Sketsa Ogoh-Ogoh, Ogoh-Ogoh Mini Mesin, serta Ogoh-Ogoh Mini Non Mesin. Sementara Juara Favorit Ogoh-Ogoh Besar Kasanga Festival 2026 diraih oleh ST Cantika Banjar Sedana Mertha Ubung.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh peserta serta kreativitas generasi muda Denpasar yang telah berpartisipasi dalam festival ini.
Menurutnya, Kasanga Festival bukan sekadar kompetisi seni, melainkan ruang ekspresi bagi para kreator ogoh-ogoh untuk menampilkan karya terbaik.

“Kasanga Festival ini menjadi wadah interaksi dan komunikasi antar generasi, sekaligus memperkuat keberlanjutan agama, adat, dan budaya Bali. Antusiasme masyarakat yang luar biasa menunjukkan betapa pentingnya menjaga tradisi sebagai bagian dari identitas budaya Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.


Jaya Negara menegaskan bahwa Kasanga Festival merupakan wahana kreativitas tanpa batas bagi yowana Denpasar yang bernafaskan nilai Vasudhaiva Kutumbakam, yakni semangat persaudaraan universal.

“Kegiatan ini memberikan ruang bagi kreator ogoh-ogoh untuk berkompetisi secara produktif. Ke depan, Kasanga Festival diharapkan terus memberi kontribusi terhadap pembangunan Kota Denpasar,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menilai Kasanga Festival memiliki peran strategis untuk terus dilaksanakan secara berkelanjutan, karena menjadi sarana interaksi sekaligus ruang tumbuhnya kreativitas generasi muda dalam menjaga keberlanjutan agama, adat, dan budaya Bali.

Sementara itu, Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, Anak Agung Made Angga Harta Yana, menjelaskan bahwa Kasanga Festival tahun ini menghadirkan 16 ogoh-ogoh terbaik karya Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kota Denpasar, yang sebelumnya diseleksi dari 223 peserta STT. Selain itu, festival juga diramaikan oleh ogoh-ogoh TK/PAUD, karya ogoh-ogoh mini,  lomba sketsa ogoh-ogoh, lomba tapel,  lomba barong, serta lomba baleganjur ogoh-ogoh. 

Menurut Gung Angga, Kasanga Festival tetap berpedoman pada spirit Vasudhaiva Kutumbakam, yang mempertemukan berbagai kreativitas masyarakat Denpasar dalam satu ruang ekspresi budaya menjelang Hari Suci Nyepi.

“Tahun ini kami juga menghadirkan skema baru, yakni pengolahan sampah festival berbasis sumber melalui sistem waste management yang bekerja sama dengan komunitas. Selain itu, format penilaian juga dikemas melalui pawai atau peed ogoh-ogoh,” jelasnya.

Ia berharap Kasanga Festival dapat terus menjadi ruang kolaborasi seni budaya Bali yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk melalui pemanfaatan teknologi serta kesadaran pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Dalam perhelatan tahun ini, sebanyak 16 ogoh-ogoh terbaik juga mendapatkan pembinaan sebesar Rp30 juta untuk masing-masing sekaa teruna. Selanjutnya mereka mengikuti pawai atau peed untuk memperebutkan juara utama dengan total hadiah puluhan juta rupiah. (Pur)

Walikota Denpasar Jaya Negara dan Gubernur Bali Wayan Koster Ajak Kepala Desa dan Lurah se-Kota Denpasar Percepat Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Ket. Foto : Gubernur Bali Wayan Koster dan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat mengajak Kepala Desa dan Lurah se-Kota Denpasar Percepat Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar pada Senin (9/3).

Denpasar, Bali Kini - Penanganan sampah dan pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, masyarakat, produsen maupun pelaku usaha. Penanganan sampah yang tidak tepat dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan ekonomi. 

Untuk itu perlu peningkatan kapasitas dan kualitas penanganan sampah termasuk juga pembinaan kepada swakelola jasa angkutan sampah, mulai dari pemisahan/pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, pemusnahan sampah, serta penegakan sanksi hukum di bidang lingkungan hidup harus dilakukan secara efektif dan konsisten, agar dapat memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampahnya dengan baik.

Hal itu ditekankan Gubernur Bali Wayan Koster dalam arahannya dihadapan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pimpinan Forkopinda, Kepala OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, Kepala Desa dan Lurah se-Kota Denpasar terkait Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber yang berlangsung di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar pada Senin (9/3).

Gubernur Bali Wayan Koster pada kesempatan itu, juga menyampaikan permasalahan sampah saat ini menjadi isu strategis baik secara nasional maupun internasional yang sangat mendesak untuk segera diselesaikan.

Ia mengatakan bahwa sejak periode pertama menjabat, telah dikeluarkan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Plastik Sekai Pakai (kantong plastik, styrofoam, dan sedotan plastik). Peraturan ini bertujuan mengurangi sampah plastik untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali.

“Untuk larangan penggunaan sedotan plastik sudah berjalan dengan bagus, tapi untuk penggunaan tas kresek masih banyak terjadi terlebih di pasar tradisional. Kalau di pasar modern sudah bagus dan sudah dilaksanakan dengan baik,” ungkapnya.

Selanjutnya juga telah dikeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di hotel, restoran, mall, tempat ibadah, lembaga pendidikan, pasar tradisional, perkantoran, tempat wisata dan desa.

“Mau di genjot, tiba-tiba tahun 2020 terjadi Covid-19. Sehingga kebijakan ini tidak bisa dijalankan dengan maksimal. Dari tahun 2021 hingga 2022 Kita fokus menangani pandemi dan pemulihan ekonomi masyarakat. Tahun 2023 periode pertama Saya selesai dan akhirnya berhenti sementara sehingga tidak maksimal lagi jadinya,” jelas Gubernur Koster.

Setelah kembali memimpin Bali, Gubernur Koster mengatakan Pemerintah Provinsi Bali kemudian megeluarkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah sebagai bentuk gerakan bersama seluruh komponen yang ada di Bali untuk mewujudkan Bali yang hijau, bersih, indah, dan berkelanjutan. Kebijakan ini menegaskan pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber, yaitu pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah sejak dari rumah tangga, perkantoran, pelaku usaha, hingga kawasan publik

Dari sisi regulasi, Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar dikatakan Gubernur Koster sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk menangani permasalahan sampah. Bahkan Pemkot Denpasar sangat lengkap kebijakannya terkait penanganan sampah ketimbang kabupaten lain di Bali.

“Bali sebagai destinasi wisata dunia memerlukan ekonomi yang bagus dan berkualitas, hal ini juga telah diatur dalam program Pemprov Bali “Nangun Sad Kerthi Loka Bali”, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya,” tambahnya.

Untuk itu, dibutuhkan komitmen bersama secara holistik untuk pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir dimulai dengan memisahkan dan mengolah sampah dari sumbernya. Sampah organik harus selesai dikelola di sumbernya paling lambat tanggal 31 Maret 2026, selesai dirumah tangga, kawasan perumahan, pariwisata, Desa Kelurahan/Desa Adat.


“Mari kita meneguhkan komitmen untuk bergotong royong melindungi alam Bali demi generasi yang akan datang. Keberhasilan Gerakan Bali Bersih Sampah akan menjadi warisan yang tak ternilai, bukan hanya untuk Bali, tetapi juga untuk Indonesia dan dunia,” imbuhnya.

Bahkan, Gubernur Koster mengungkapkan jika kasus TPA Suwung telah naik ke tahap penyidikan. Sesuai penegasan Menteri Hanif Faisol, mulai April 2026 TPA Suwung hanya diperbolehkan menerima sampah anorganik atau residu. Sementara sampah organik wajib diselesaikan di sumbernya.

“Jangan sampai kepala daerah menjadi tersangka. Kita tidak ingin ada yang jadi tersangka kan? Ini menjadi tanggungjawab Kita semua. Kita harus siap menyelesaikan permasalahan sampah sesuai target yang telah ditentukan. Semua harus bergerak untuk menangani sampah. Ini harus kita lakukan dengan baik,” tutupnya.

Sementara itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam laporannya menyampaikan bahwa permasalahan sampah sangat mendesak untuk segera diselesaikan.

Regulasi yang telah dibuat yakni Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 8 tahun 2023 mengatur tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah. Regulasi ini merujuk pada Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah.

Perda ini bertujuan menciptakan kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis sumber, di mana warga diwajibkan memilah dan mengolah sampah mulai dari rumah.

Untuk menindaklanjuti Perda tersebut, telah dikeluarkan Instruksi Walikota Denpasar No. 100.3.4.3/1/HK TAHUN 2026 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Sampah. Langkah ini diambil sebagai upaya percepatan pelaksanaan penanganan sampah berbasis sumber di Kota Denpasar, sekaligus menindaklanjuti hasil kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup RI dan Gubernur Bali pada Maret 2026.

Walikota menegaskan bahwa seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar, mulai dari tingkat Perangkat Daerah hingga Pemerintahan Desa dan Kelurahan, wajib melaksanakan pengelolaan sampah berbasis sumber secara disiplin dan penuh tanggung jawab.

"Kita harus bergerak bersama secara komprehensif. Mulai dari satuan pendidikan, kawasan wisata, pasar rakyat, hingga rumah tangga, semuanya harus terlibat dalam pemilahan sampah di hulu," tegas Jaya Negara.

Untuk itu Pemerintah Kota Denpasar juga akan mengoptimalkan peran kader Jumantik untuk strategi door-to-door serta melibatkan Bendesa Adat dalam memberikan pembinaan di tingkat Banjar Adat guna memastikan target pengurangan sampah organik ke TPA Suwung tercapai sesuai timeline yang telah ditetapkan. (ays).

Pimpin Apel Disipin, Sekda Eddy Mulya Sematkan Pin ZI WBBM

Denpasar, Bali Kini - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyematan atribut pin Zona Integritas (ZI) Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)  kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) saat memimpin Apel Disiplin di lingkungan Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar, Senin (9/3).


Dalam kesempatan tersebut, penyematan Pin ZI-WBBM diberikan kepada ASN yang telah ditunjuk, yakni I Gusti Made Oka Diara Putra, S.E., M.M. dan Anak Agung Sagung Naraswari, S.E. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelepasan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang telah memasuki masa purna tugas, yakni I Nyoman Subrata.

Selain itu, turut pula diperkenalkan 
dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru di lingkungan Bapenda Kota Denpasar, yakni Cokorda Istri Prana Dewi, S.E. dan Muthiara Rahmadhani, S.H.


Dalam arahannya, Eddy Mulya 
 mengatakan, bahwa penyematan Pin ZI WBBM sebagai penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus penghargaan atas pencapaian pelayanan di Bapenda  Kota Denpasar karena  Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.


Sekda Eddy Mulya juga kemudian menjelaskan  bahwa  mulai awal tahun 2026, Sekretaris Daerah di seluruh Indonesia bertindak sebagai Koordinator Pengelolaan Keuangan Daerah berdasarkan pelimpahan kewenangan dari kepala daerah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019.

“Oleh karena itu hari ini saya hadir di kantor ini sebagai koordinator pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.


Lebih lanjut dijelaskan bahwa tugas tersebut meliputi koordinasi penyusunan APBD, perubahan APBD, hingga laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Sekda juga memimpin Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang bertugas memastikan proses pengelolaan keuangan daerah berjalan transparan dan akuntabel.


Selain itu, Sekda juga memiliki tugas melakukan koordinasi menyeluruh dalam pengelolaan keuangan daerah, termasuk melakukan pengawasan, monitoring, evaluasi, serta rekonsiliasi terhadap seluruh perangkat daerah yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan, baik dari sisi pendapatan maupun belanja daerah.

“Dengan koordinasi yang baik, pengelolaan keuangan daerah Kota Denpasar diharapkan dapat berjalan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan serta prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Eddy Mulya juga menegaskan pentingnya peran perangkat daerah untuk berkomitmen dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, serta menyelaraskan tata kelola keuangan daerah dengan baik. Terlebih, Badan Pendapatan Daerah memiliki peran strategis sebagai koordinator dalam optimalisasi pendapatan daerah.


Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa pada bulan Maret terdapat beberapa hari libur keagamaan seperti Hari Raya Nyepi dan Idulfitri. Oleh karena itu, Bapenda diharapkan tetap mengoptimalkan kinerja agar target Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak, dapat tercapai sesuai dengan yang telah direncanakan dalam APBD Tahun 2026.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Eddy Mulya juga mengajak seluruh ASN untuk menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan, khususnya dengan mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.

Karena menurutnya, peran ASN sangat penting sebagai contoh bagi masyarakat dalam mewujudkan budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di Kota Denpasar. (Ayu)

Walikota Jaya Negara Sebut Jadi Wahana Kreativitas dan Penguatan Budaya Bali, Siapkan Waste Management Pengolahan Sampah Selama Festival Berlangsung.

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta Forkopimda Kota Denpasar saat menyuarakan kulkul sebagai pembuka gelaran Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026 di Kawasan Catus Pata Patung Catur Muka Denpasar pada Jumat (6/3).

Diawali Pawai 16 Ogoh-Ogoh Terbaik STT, Kasanga Festival Denpasar Caka 1948 Resmi Dibuka. 

Denpasar,  Bali Kini - Gelaran tahunan bertajuk Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026 secara resmi dibuka. Pembukaan dilaksanakan langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta Forkopimda Kota Denpasar yang ditandai dengan menyuarakan kulkul sebagai pembuka gelaran Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026 di Kawasan Catus Pata Patung Catur Muka Denpasar pada Jumat (6/3) dan akan berlangsung hingga 8 Maret 2025 mendatang.

Setelah resmi dibuka, penampilan 16 karya ogoh-ogoh terbaik STT se-Kota Denpasar menjadi awal pelaksanaan kegiatan tersebut. Adapun 16 ogoh-ogoh yang tampil merupakan karya dari ST. Cantika, Br. Sedana Merta, ST. Yowana Sawitra, Br. Abiantimbul, ST. Eka Dharma, Br. Saih Peguyangan Kaja, ST. Sukarela, Br. Kepisah Pedungan, ST. Satya Dharma, Br. Pekandelan Sanur Kaja, ST. Yowana Kerta Yoga, Br. Panti Gede, ST. Dharma Cita, Br. Abiankapas Tengah. 

Selanjutnya, ST. Swastika, Br. Pekambingan, ST. Dharma Santika, Br. Tembawu Kelod, ST. Eka Cita, Br. Abiankapas Kaja, ST. Taruna Dharma Castra, Br. Tengah Sidakarya, ST. Swadharmita, Br. Ceramcam Kesiman, ST. Dwi Tunggal, Br. Antap Panjer, ST. Bineka, Br. Binoh Kelod, ST. Semadhi Dharma Putra, Br. Poh Gading dan ST. Mekar Sari, Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa disela kegiatan mengaku bahagia lantaran dengan sinergitas lintas sektor antara Pemerintah Kota Denpasar bersama Pasikian Yowana Kota Denpasar serta pihak terkait lainya ini dapat melaksanakan Kasanga Festival di Tahun 2026 ini. Tentunya hal ini dapat menjadi dasar dan tolak ukur pengembangan kretivitas, dalam usaha memperkuat budaya Bali. Kasanga Festival merupakan wahana  kreatifitas tanpa batas Yowana Kota Denpasar yang bernafaskan Vasudhaiva Kutumbakam. 

“Kegiatan ini dilaksanakan agar kreator ogoh-ogoh di Kota Denpasar mempunyai ruang berkompetisi yang produktif dengan berpedoman pada konsep Satyam Siwam Sundharam (Etika, Logika Dan Estetika). Sasaran kedepan dari Kasanga Festival ini memberi kontribusi terhadap pembangunan di Kota Denpasar Yang Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju, dan yang terbaru, Kasanga Fest hadir dengan sistem pengolahan sampah berbasis sumber,” ujarnya

Lebih lanjut dijelaskan, jika bersama dicermati, Kasanga Festival merupakan wahana strategis untuk dilaksanakan berkelanjutan. Hal ini lantaran kegiatan ini merupakan sarana interaksi dan komonikasi guna menumbuh kembangkan kreativitas di kalangan Yowana, Agama, Adat Dan Budaya Bali yang berkesinambungan. Pihaknya juga memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang luar biasa. Hal ini terlihat dari membludaknya penonton yang hadir. 

“Mudah-mudahan dengan pelaksanaan Kasanga Festival ini, bisa menjadi tuntunan membuat ketentraman, sebagai sarana meningkatkan aktifitas dan kreatifitas, Guna, Gina, Pragina dan Guna Kaya. Oleh sebab itu menjadi tanggungjawab kita sebagai warga masyarakat Denpasar, untuk menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan Kasanga Festival ini,” ujar Jaya Negara sembari mengajak seluruh masyarakat untuk memeriahkan serta mengikuti Kasanga Fest ini dengan tertib dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.

Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA Made Angga Harta Yana saat diwawancarai menjelaskan, Kesanga Festival yang tetap berpedoman pada sepirit Vasudhaiva Kutumbakam ini mempertemukan beragam bidang. Kasanga Festival tahun ini, selain menghadirkan 16 ogoh-ogoh terbaik karya STT se-Kota Denpasar yang pada seleksi sebelumnya diikuti sebanyak 223 peserta dari STT se-Kota Denpasar. Selain itu, terdapat pula sebanyak 10 ogoh-ogoh TK/PAUD se-Kota Denpasar, sebanyak 43 karya ogoh-ogoh mini, sebanyak 33 peserta lomba seketsa dan sebanyak 35 peserta lomba tapel. Terdapat pula sebanyak 16 peserta lomba barong, sebanyak 6 peserta lomba baleganjur ogoh-ogoh serta sebanyak 43 stand UMKM yang dapat menjadi pilihan warga kota untuk berbelanja dan kulineran. 

“Sesuai dengan ide besar Pak Walikota dan Wakil Walikota melalui Kesanga Festival ini diharapkan mempertemukan serta menggabungkan beragam kreatifitas yang ada, yang tentunya berkaitan dengan Hari Suci Nyepi dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal yang ada,” ujar Gung Angga.

Selain itu, kata Gung Angga, Kasanga Fest kali ini menghadirkan skema baru. Yang pertama adalah pengolahan sampah festival berbasis sumber dengan sistem waste management bekerjasama dengan komunitas. Kedua, format penilaian tahun ini dikemas dengan pawai atau peed, dan pada saat inaugurasi pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan perwakilan kecamatan yang diawali dengan pementasan Barong Barung sebagai penyucian. 

“Kami berharap Kasanga Festival ini dapat menguatkan seni budaya Bali yang dikolaborasikan dengan teknologi. Dan tahun ini kami menghadirkan format baru, dimana Kasanga Fest juga ikut andil dalam mengurangi sampah dengan mengolah sendiri sampah festival dengan waste management,” ujarnya. 

Untuk diketahui, pada perhelatan kali ini, 16 besar ogoh-ogoh terbaik karya STT se-Kota Denpasar akan diberikan pembinaan sebesar Rp. 30 Juta untuk masing-masing sekehe. Selanjutnya, mereka akan menampilkan pawai atau peed dengan sajian terbaik untuk memperebutkan Juara I dengan hadiah sebesar Rp. 50 Juta, Juara II dengan hadiah Rp. 40 Juta, Juara III dengan hadiah Rp. 30 Juta, Harapan I dengan hadiah Rp. 20 Juta, Harapan II dengan hadiah Rp. 15 Juta dan Harapan III dengan hadiah Rp. 10 Juta dengan masing-masing hadiah dipotong pajak. 

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Inpektur Daerah Kodam IX Udayana, Dandim 1611 Badung, Kolonel Inf. Putu Tangkas Wiratawan, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar, Pimpinan OPD serta undangan lainya. (Ags).

Komitmen Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kota Denpasar

Ket. Foto : Wali Kota Jaya Negara Beri Arahan di Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Bagi Satuan Pendidikan 

Denpasar,Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan arahan di Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Bagi Satuan Pendidikan di Kota Denpasar di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat (6/3). 

Sosialisasi ini diikuti unsur PGRI Provinsi Bali dan Kota Denpasar, MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SD, SMP dan SMA Negeri dan Swasta se- Kota Denpasar serta instansi terkait lainnya. 

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Sekda Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Provinsi Bali, Forkopimda dan perwakilan OPD Pemerintah Kota Denpasar. 

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam arahannya menyampaikan bahwa melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber bagi satuan pendidikan di Kota Denpasar ini, Pemkot Denpasar ingin mengetahui komitmen satuan pendidikan terkait program pengelolaan sampah berbasis sumber yang telah dijalankan oleh Pemkot Denpasar bersama seluruh unsur lainnya. 

"Kami yakin para satuan pendidikan dan tenaga pendidik di Kota Denpasar telah lama menjalankan program pengelolaan sampah berbasis sumber baik itu disekolah masing-masing dan juga menjadi garda terdepan di lingkungannya," katanya.

Jaya Negara kemudian menyampaikan, hal ini juga terkait dengan arahan Menteri LH Hanif Faisol dalam kunjungannya ke Kota Denpasar kemarin, dimana Pemkot Denpasar diharapkan segera mempertajam langkah konkret pengelolaan sampah berbasis sumber dan juga sebagai langkah antisipasi kondisi di TPA Suwung. 

"Langkah paling pritoritas tentu saja mengintensifkan pengelolaan sampah berbasis sumber mulai dilingkup rumah tangga dan di sekolah. Pemkot Denpasar juga telah melaksanakan sosialisasi secara intensif kepada seluruh elemen dan juga pembagian komposter," ungkapnya 

Terkait peran serta satuan pendidikan terhadap program pengelolaan sampah berbasis sumber ini telah ditajamkan melalui Instruksi Wali Kota Denpasar Nomor 100.3.4.3/1/HK Tahun 2025  Tentang Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber berisi Pemilahan Sampah di Sumber, mengumpulkan sampah anorganik bernilai ekonomis untuk ditabung di Bank Sampah, melakukan pengolahan sampah organik dengan berbagai metode dan  mengurangi kemasan sekali pakai terutama plastik. 

Juga mendorong peran serta satuan pendidikan melalui melibatkan seluruh warga sekolah, mengembangkan program sekolah peduli lingkungan, menerapkan pemilahan sampah di sekolah, membentuk kebiasaan siswa.

 Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik tapi juga menjadi tempat membangun kebiasaan hidup berkelanjutan dan jika siswa sejak dini siswa tela terbiasa memilah dan mengelola sampah kita akan mempersiapkan generasi peduli lingkungan dan masa depan Kota Denpasar. 


"Sosialisasi diharapkan tidak sampai disini tapi berkelanjutan. Mulai dari saat ini kami Pemkot Denpasar mohon dukungan satuan pendidikan di Kota Denpasar. Karena jika gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber dilakukan serentak seluruh lapisan dan elemen di masyarakat pasti penanganan sampah di Kota Denpasar akan terealisasi denDenpasar, " ujar Wali Kota Jaya Negara. 

Sekda Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Provinsi Bali mengatakan sesuai arahan Wali Kota Denpasar sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber bagi satuan pendidikan di Kota Denpasar untuk memberi motivasi dan dukungan kepada satuan pendidikan disemua jenjang pendidikan di Kota Denpasar untuk menjadi percontohan dan garda terdepan pengelolaan sampah berbasis sumber di Kota Denpasar. 

"Kami sampaikan juga kegiatan pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi program prioritas Pemkot Denpasar. Semuanya didukung oleh komitmen unsur PGRI dan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SD, SMP dan SMA Negeri dan Swasta se- Kota Denpasar," jelasnya.

Sekda Eddy Mulya menambahkan Pemkot akan menggodok sistem kompetisi sekolah percontohan pengelolaan sampah berbasis sumber serangkaian Hari Guru di Bulan November mendatang. 


Sementara Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. I Ketut Suarya ditemui usai acara menyatakan komitmen siap mendukung program pemerintah Kota Denpasar dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. 

"Kami segera akan menindaklanjuti dengan mengintesifkan sosialisi program pengelolaan sampah berbasis sumber ini untuk menajamkan kontribusi dan peran serta teman - teman di satuan pendidikan yang sejalan dengan program Pemerintah Kota Denpasar," ungkapnya. ( esa)

Sekda Eddy Mulya Buka Musrenbang RKPD Kota Denpasar Tahun 2027

Ket. Foto : Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Denpasar Tahun 2027, di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya, Jumat (6/3).

Denpasar, Bali Kini - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Denpasar Tahun 2027, dibuka resmi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya ditandai dengan pemukulan gong, di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya, Jumat (6/3).

Tampak hadir juga dalam kesempatan ini Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra dan Made Oka Cahyadi Wiguna dan beberapa anggota DPRD Kota Denpasar. Turut hadir pula Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, Dr. I Wayan Wiasthana Ika Putra beserta unsur perwakilan Forkopinda Kota Denpasar.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat membaca sambutan Walikota Denpasar secara tertulis mengatakan, daya saing Denpasar kedepannya sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. 

Hal itu di antaranya adalah pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang optimal, serta aparatur yang profesional dan berintegritas menjadi fondasi utama dalam menjawab tuntutan pembangunan perkotaan yang semakin dinamis.

Berangkat dari kondisi dan tantangan tersebut, pembangunan Kota Denpasar tahun 2027 akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, melalui peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, serta penguatan kapasitas dan profesionalisme aparatur.

Transformasi tata kelola perkotaan, melalui peningkatan kualitas infrastruktur dan manajemen mobilitas perkotaan, penataan drainase dan lingkungan, serta pengelolaan sampah melalui pembangunan psel sebagai solusi berbasis teknologi yang berkelanjutan.

Reformasi birokrasi dan pemanfaatan inovasi serta teknologi, untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih responsif, transparan, dan akuntabel. Dan penguatan daya saing daerah dan jati diri budaya, melalui pengembangan sektor sosial dan ketenagakerjaan,pemeliharaan
stabilitas daerah, serta peneguhan nilai-nilai
budaya bali sebagai karakter pembangunan
kota.

Adapun keempat fokus pembangunan tersebut dirumuskan dalam tema pembangunan Kota 
Denpasar tahun 2027, yaitu “Peningkatan Kualitas SDM dan Transformasi Tata kelola Perkotaan Berbasis Budaya Menuju 
Denpasar Maju.”
 
Tema ini sendiri dijabarkan ke dalam delapan prioritas pembangunan, yaitu pendidikan dan kesehatan, pembangunan berkelanjutan, ekonomi daerah dan daya saing wilayah, stabilitas daerah, sosial dan ketenagakerjaan, reformasi birokrasi, inovasi dan teknologi serta jati diri dan budaya Bali.

"Delapan prioritas pembangunan ini menjadi arah kebijakan yang harus kita kawal bersama agar pembangunan Kota Denpasar tahun 2027 berjalan secara terpadu, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ungkap Arya Wibawa. 

Lebih jauh Arya Wibawa menyampaikan, pembangunan daerah hanya akan berhasil
apabila didukung oleh sinergi dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, yang terbangun sejak tahap perencanaan.


"Musyawarah perencanaan pembangunan yang kita laksanakan hari ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dan menyelaraskan visi pembangunan Kota 
Denpasar. Melalui forum ini, kita mempertajam prioritas dengan memilah program yang benar-benar strategis, menentukan skala prioritas secara tepat, serta memastikan setiap kegiatan memiliki dampak nyata bagi masyarakat. dengan demikian, perencanaan pembangunan
yang kita susun dapat menjadi lebih responsif dan implementatif," katanya.

Arya Wibawa juga mengharapkan partisipasi aktif dan konstruktif dari seluruh peserta, agar
setiap masukan yang disampaikan dapat
memperkaya dan menyempurnakan RKPD Kota Denpasar tahun 2027. 

"Pada akhirnya, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses perencanaan pembangunan ini. semoga ikhtiar kita bersama menjadi langkah nyata menuju denpasar yang semakin berkualitas, tertata, dan berdaya saing," ungkapnya.

Sementara Kepala Bappeda Kota Denpasar, I Wayan Putra Sarjana dalam laporannya mengatakan, tahapan penyusunan perencanaan yang telah dilaksanakan dimulai dari Musrenbang di Tingkat Desa/Kelurahan pada bulan September s/d Desember 2025; dilanjutkan dengan Musrenbang Tingkat Kecamatan dari tanggal 19 s/d 23 Januari 2026.


Pada tanggal 30 Januari 2026 dilaksanakan Forum Konsultasi Publik, pada tanggal 4 s/d 25 Pebruari 2026 telah dilaksanakan Forum Perangkat Daerah dan selanjutnya hari ini tanggal 06 s/d 13 Maret 2026 merupakan tahapan3 pelaksanaan Musrenbang RKPD.

"Adapun Jumlah usulan kegiatan yang telah
disampaikan oleh seluruh Perangkat Daerah Kota Denpasar untuk Tahun 2027, adalah sebanyak Program 135 yang dituangkan kedalam 256 kegiatan dan 634 sub kegiatan, dengan total nilai usulan sebesar Rp.4.273.822.678.165,00 (Empat Triliun Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Milyar Delapan Ratus Dua Puluh Dua Juta Enam Ratus Tujuh Puluh Delapan Ribu Seratus Enam Puluh Lima Rupiah)," paparnya. (ays).

Wawali Arya Wibawa Tinjau Kesiapan Nominasi 16 Besar Kasanga Festival di Denpasar Barat

Denpasar , Bali Kini – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa kembali mengunjungi Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kota Denpasar yang masuk dalam nominasi 16 besar Kasanga Festival Denpasar Icaka Warsa 1948 Tahun 2026.

 Kunjungan kali ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Denpasar Barat dengan meninjau pembuatan Ogoh-Ogoh ST. Yowana Sawitra di Banjar Abiantimbul, Desa Pemecutan Kelod serta Ogoh-Ogoh ST. Swastika di Banjar Pekambingan, Desa Dauh Puri, Kamis (5/3) malam.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, A.A. Gede Agung dan Suyoga, A.A. Istri Paramita Dewi. Hadir pula Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar A.A. Putu Gde Wibawa, serta Ketua Komisi IV DPRD Denpasar I Wayan Duaja. Tampak hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, Camat Denpasar Barat I Wayan Yusswara, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Denpasar Putu Ayu Yuni Sugiantari serta Kabag Umum Setda Kota Denpasar I Nyoman Denny Widya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menjelaskan bahwa rangkaian kunjungan ini bertujuan untuk mengecek secara langsung kesiapan para peserta yang masuk nominasi 16 besar Kasanga Festival 2026. Selain itu, kunjungan ini juga sebagai bentuk dukungan dan motivasi bagi para anggota STT agar mampu menampilkan karya terbaik saat pawai nantinya.

Arya Wibawa mengatakan, pelaksanaan Kesanga Festival tahun ini memiliki mekanisme yang sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Konsep pelaksanaannya menyerupai karnaval atau pembukaan Pesta Kesenian Bali, di mana peserta akan mulai berjalan dari depan Jaya Sabha menuju kawasan Catur Muka dan berakhir ke arah selatan.
“Dalam penampilan nanti akan ada tiga titik juri yang melakukan penilaian. Mekanisme ini harus benar-benar dipahami oleh para peserta agar dapat mempersiapkan penampilan secara maksimal,” ujarnya.

Lebih lanjut Arya Wibawa juga memastikan bahwa seluruh peserta telah menerima uang pembinaan dari Pemerintah Kota Denpasar sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas generasi muda dalam melestarikan seni budaya Ogoh-Ogoh.

Ia juga menyampaikan pesan dari Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara agar seluruh peserta turut menjaga kebersihan selama pelaksanaan pawai. Menurutnya, pola pelaksanaan Kasanga Festival tahun ini diharapkan dapat mencontoh pelaksanaan Denpasar Festival yang berhasil menjaga kawasan tetap bersih selama kegiatan berlangsung.
“Kami berharap Kasanga Festival dapat dilaksanakan dengan tertib dan minim sampah. Bahkan kalau bisa sampai nol sampah. Seluruh peserta yang masuk 16 besar sudah berkomitmen untuk bersama-sama menyukseskan festival ini dengan tetap menjaga kebersihan,” jelasnya

Selain itu, Arya Wibawa juga mengingatkan para peserta agar memperhatikan proses mobilisasi atau loading Ogoh-Ogoh dengan baik, mengingat kondisi cuaca yang saat ini cukup tidak menentu. Dengan persiapan yang matang diharapkan seluruh rangkaian pawai Kasanga Festival dapat berjalan lancar serta menampilkan karya terbaik dari para Sekaa Teruna Teruni Kota Denpasar. (Ayu)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved