-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Senin, 15 Juni 2026

Rangkaian Harga Penjor Galungan Naik Drastis

Denpasar , Bali Kini  - Penjualan sampian penjor jelang Galungan telah marak terlihat dihampir semua kawasan baik di Denpasar maupun Badung, termasuk disejumlah pasar. Namun kali ini semua rangkaian kelengkapan untuk membuat penjor harganya naik drastis.

Seperti yang diungkap salah satu pedagang dikawasan pasar Tapian, Dentim, Senin (15/6). Dikatakan Bu Ngah, beberapa hari ini banyak pembeli yang mencari sampian penjor seadanya. Tak seperti dulu banyak yang lengkap membeli hiasan penjor. "Sekarang membeli Sampian Penjor saja minim," ujarnya. 

Namun dengan harga sedikit naik saat ini, diduga akibat kondisi perekonomian selain BBM juga naik mengakibatkan daya beli menurun. Sampian penjor dengan berbagai ukuran dan harga yang ditawarkan pun berbeda namun tetap diburu warga guna persiapan pembuatan penjor saat Penampahan Galungan esok. 

Namun tak semua warga yang beli dengan harga seadanya, ada juga yang masih membeli Sampian Penjor yang ukuran besar yang otomatis perlu dana yang cukup. "Otomatis harga untuk satu pembuatan penjor juga jadi mahal, tambahnya. 

Hal yang sama juga dialami perajin penjor di Kota Denpasar mengeluhkan penurunan pesanan dibandingkan tahun lalu. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan pedagang bambu penjor yang mulai merasakan peningkatan pembelian dalam sepekan terakhir. 

Kemungkinan warga saat lebih memilih membuat sendiri dibandingkan beli jadi, sehingga bisa memilih bahan baku dengan lebih murah.  Biasanya H-7 Galungan, pesanan sudah terisi sekitar 60 persen, namun saat ini baru sekitar 30 persen yang pesan dan itu pun memilih harga Penjor yang murah. 

"Saat ini, penjor dengan harga lebih terjangkau masih menjadi pilihan utama masyarakat, dengan kisaran harga mulai Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per batang. Kalau dibandingkan tahun lalu, penurunan omzetnya sekitar 25 persen,” ujar Pak Katik salah seorang pengrajin penjor di Kertalngu, Kesiman.

Tim Opsnal Tohlangkir Resmob Polres Karangasem Bekuk Komplotan Pencuri Kabel Telkom Bermodus Surat Palsu

Karangasem, Bali Kini – Tim Opsnal Tohlangkir Resmob Polres Karangasem berhasil membekuk tiga pelaku pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia yang beraksi dengan modus menggunakan surat palsu untuk mengelabui masyarakat maupun aparat di lapangan.

Kasus ini menjadi salah satu dari 10 laporan polisi terkait tindak pidana pencurian yang berhasil diungkap jajaran Polres Karangasem selama periode Mei 2026. Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan para pelaku saat menjalankan aksinya.

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika menjelaskan, para pelaku menjalankan aksinya dengan berpura-pura melakukan pekerjaan resmi. Mereka menggunakan surat palsu sebagai dasar untuk melakukan penggalian dan mengambil kabel milik PT Telkom Indonesia yang tertanam di sepanjang pinggir jalan.

“Para tersangka menggunakan surat palsu untuk meyakinkan pihak-pihak terkait sehingga dapat melakukan penggalian dan mengambil kabel milik PT Telkom Indonesia yang tertanam di dalam tanah,” ungkap Kapolres saat konferensi pers.

Dari hasil penyelidikan terungkap, para pelaku terlebih dahulu menggali titik lokasi kabel yang tertanam di dalam tanah. Setelah kabel ditemukan, kabel tersebut diikat pada kendaraan truk kemudian ditarik secara paksa hingga terlepas dari jalur tanamnya. Setelah berhasil diangkat, pelaku mengelupas lapisan luar kabel untuk mengambil bagian tembaga yang memiliki nilai jual tinggi.

Tembaga hasil kupasan kemudian digulung dan dijual kepada penadah. Dari aktivitas ilegal tersebut, para pelaku memperoleh keuntungan yang cukup besar. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dalam satu hari para pelaku mampu meraup hasil penjualan hingga sekitar Rp54 juta. Nilai tersebut diperoleh karena harga tembaga hasil curian mencapai sekitar Rp200 ribu per kilogram.

Polisi menilai aksi para pelaku dilakukan secara terorganisir dengan menggunakan berbagai peralatan khusus dan kendaraan operasional untuk mempercepat proses penggalian maupun penarikan kabel. Selain menimbulkan kerugian materiil yang besar bagi perusahaan, tindakan tersebut juga berpotensi mengganggu layanan telekomunikasi yang digunakan masyarakat.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita berbagai barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi pencurian, di antaranya dua unit jack hammer, satu unit stamper, satu unit genset, satu kapak besi, lima lampu lalu lintas portabel, 18 linggis, 14 cangkul, 14 gancu, 30 batang kabel, dua palu besi, sejumlah telepon genggam, kendaraan operasional berupa mobil dan truk, serta berbagai dokumen pendukung lainnya.

Kapolres Karangasem mengapresiasi kerja cepat Tim Opsnal Tohlangkir Resmob Polres Karangasem yang berhasil mengungkap kasus tersebut sekaligus mengamankan para pelaku.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan penggalian atau pemindahan fasilitas umum tanpa kejelasan izin maupun identitas petugas,” tegasnya.

Saat ini ketiga tersangka telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain maupun jaringan yang berkaitan dengan kasus pencurian kabel tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan dan terancam hukuman pidana penjara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Ami)

Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026

Tabanan – Menyambut Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, S.Sos., atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan menyampaikan ucapan selamat serta doa terbaik kepada seluruh umat Hindu, khususnya masyarakat Kabupaten Tabanan.

Hari Raya Galungan yang jatuh pada Buda Kliwon Wuku Dungulan, Rabu (17/6/2026), dan Hari Raya Kuningan pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan, Sabtu (27/6/2026), merupakan momentum suci yang dimaknai sebagai kemenangan Dharma melawan Adharma. Melalui perayaan ini, umat Hindu diajak untuk semakin memperkuat sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kebajikan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai momentum mempererat persatuan, kebersamaan, serta semangat gotong royong dalam membangun Kabupaten Tabanan. Menurutnya, makna kemenangan Dharma hendaknya tercermin melalui sikap saling peduli, saling menguatkan, dan bekerja bersama demi kemajuan daerah.

“Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan Tahun 2026 kepada seluruh umat Hindu di manapun berada, khususnya masyarakat Tabanan yang kami cintai. Semoga Hari Raya Galungan dan Kuningan menjadi momentum suci untuk memperkuat sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, meneguhkan kemenangan Dharma melawan Adharma, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Mari jadikan momentum ini sebagai penyemangat untuk terus bersatu, bergotong royong, saling menguatkan, saling peduli, dan bekerja bersama dalam mewujudkan Kabupaten Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani,” ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam melakukan pemilahan sampah, terutama setelah pelaksanaan karya dan rangkaian perayaan Galungan dan Kuningan, guna menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan di seluruh wilayah Tabanan.

“Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan pemilahan sampah secara cermat, khususnya setelah pelaksanaan karya dan rangkaian perayaan Galungan dan Kuningan. Dengan kesadaran dan partisipasi bersama, kebersihan, keasrian, dan kenyamanan Kabupaten Tabanan dapat terus terjaga di seluruh lini masyarakat,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai menyama braya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali. Menurutnya, semangat Galungan dan Kuningan harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sosial untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat keharmonisan di tengah masyarakat.

“Melalui semangat Galungan dan Kuningan, mari kita rawat nilai-nilai menyama braya, mempererat persaudaraan, dan memperkuat budaya gotong royong sebagai landasan membangun Tabanan yang harmonis, maju, dan sejahtera. Semoga kehadiran hari suci ini membawa kedamaian, kebahagiaan, serta kekuatan bagi kita semua dalam menjalankan swadharma di tengah kehidupan bermasyarakat,” pungkas Dirga. 

Minggu, 14 Juni 2026

Hadirkan Kekayaan Tradisi dan Spirit Agraris, Tabanan Semarakkan Peed Aya PKB XLVIII Tahun 2026

Tabanan , Bali Kini  — Kontingen Kabupaten Tabanan sukses mencuri perhatian dalam Pembukaan dan Pelepasan Peed Aya (Pawai) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (13/6). Penampilan yang sarat nilai seni dan budaya tersebut mendapat apresiasi dari para tamu undangan serta penonton yang hadir.

Peed Aya secara resmi dilepas oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, didampingi Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, dan Ketua DPRD Provinsi Bali. Hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPR RI, Anggota DPD RI, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, para Bupati dan Walikota se-Bali, serta undangan terkait lainnya.

Turut hadir mendampingi Kontingen Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, serta Ny. Budiasih Dirga dan Perangkat Daerah terkait. Penampilan Kabupaten Tabanan tahun ini merepresentasikan kekayaan budaya yang lahir dari kehidupan masyarakat agraris, dipadukan dengan nilai-nilai adat, tradisi, dan spiritualitas yang menjadi kekuatan serta jati diri masyarakat Tabanan.

Di barisan terdepan, Kontingen Kabupaten Tabanan menampilkan pasangan Jegeg Bagus Tabanan yang anggun mengenakan Payas Agung khas Tabanan sebagai representasi masyarakat Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Kehadiran empat anak yang mengiringi menjadi simbol dukungan terhadap keberlangsungan generasi Bali melalui program Keluarga Berencana Krama Bali, sekaligus pelestarian tradisi penamaan Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut sebagai bagian dari identitas budaya Bali. Penampilan tersebut semakin semarak dengan hadirnya Uparengga yang merepresentasikan keindahan seni dan nilai spiritual masyarakat Bali, serta Tari Jayaning Singasana AUM yang mencerminkan semangat pembangunan dan kemajuan Kabupaten Tabanan.

Kekayaan budaya Tabanan selanjutnya ditampilkan melalui Okokan, kesenian tradisional yang telah lama hidup dalam masyarakat agraris Tabanan dan sarat makna pelestarian tradisi. Kontingen juga menghadirkan Barong Bangkung, Barong Macan, dan Barong Lembu dalam konsep Tri Murti yang ditampilkan melalui ritual Mapetuk Agung dengan iringan Tabuh Bebolangan khas Paiketan Seniman Jayaning Singasana. Sebagai puncak penampilan, disuguhkan kesenian tematik Kunti Seraya yang mengangkat nilai-nilai penyucian diri, kemenangan dharma, serta keharmonisan kehidupan yang menjadi bagian dari filosofi dan kearifan budaya Bali.

Penampilan ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah daerah bersama para seniman dan budayawan dalam memberikan ruang kreativitas, sekaligus mendukung pelestarian seni budaya sebagai bagian dari implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.

Bupati Sanjaya menyebut PKB sebagai momentum penting bagi para seniman untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada masyarakat luas. Pihaknya mengapresiasi seluruh seniman dan pelaku budaya yang telah berkontribusi menampilkan karya terbaik dalam ajang tersebut.

“Ini sebuah ajang yang sangat luar biasa dimana ini adalah gengsinya seni budaya bali, tabanan sangat mendukung program ini, mudah-mudahan ini terus berlanjut dan tambah berkualitas. Kami bangga melihat para seniman Tabanan, terbukti tampil dengan sangat baik dan menunjukkan kualitas yang luar biasa. Semoga kedepan semakin banyak seniman muda yang terlibat dan terus mengembangkan kreativitasnya sehingga seni budaya Tabanan tetap lestari dan semakin dikenal luas,” pungkas Sanjaya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh kontingen yang telah menampilkan karya terbaiknya. Pihaknya berharap keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya seperti PKB terus ditingkatkan sehingga nilai-nilai luhur budaya Bali tetap lestari dan menjadi kebanggaan bersama.

“Saya sangat bangga melihat semangat para seniman dan generasi muda Tabanan yang terus menjaga taksu budaya daerah. Semoga semangat berkarya dan melestarikan budaya terus tumbuh sehingga warisan leluhur yang kita miliki dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” imbuh Bunda Rai.(*)

Sabtu, 13 Juni 2026

Sukses Perbaiki Peringkat ,Jembrana Melesat ke Peringkat 7 Porjar Bali 2026


Jembrana, Bali Kini - Kabupaten Jembrana sukses mendobrak tradisi dan naik ke peringkat ke-7 se-Provinsi Bali dalam ajang Porjar Provinsi Bali Tahun ini. Setelah tiga tahun berturut-turut (2023 - 2025) tertahan di peringkat ke-9 atau posisi buncit, tahun ini berhasil naik 
Peringkat dengan torehan akhir 
36 medali emas, 36 perak, dan 51 perunggu.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan kerjasama team yang solid serta suntikan motivasi Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat melepas atlet beberapa waktu lalu. Meski target awal yang dibebankan adalah menembus posisi lima besar, lompatan ke peringkat 7 ini tetap menjadi sinyal kuat kebangkitan prestasi olahraga di Bumi Makepung.

“Saya menargetkan Kabupaten Jembrana minimal mampu menembus lima besar tingkat Provinsi Bali. Dengan semangat, kerja keras, dan persiapan yang telah dilakukan, saya yakin target itu bisa dicapai,” ujar Bupati Kembang sebelumnya saat melepas atlet, Sabtu (30/5) lalu.

Menurutnya, modal penting untuk mendongkrak prestasi daerah kali ini adalah jumlah kontingen yang besar, tingginya partisipasi atlet, serta kuatnya dukungan dari para atlet yang maju secara mandiri.

Dibalik naiknya peringkat ini, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana rupanya telah menerapkan strategi perombakan total sejak awal tahun. Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dikpora Jembrana, I Kade Prapta Surya Wesnawa dihubungi sabtu (13/6), mengungkapkan bahwa persiapan intensif sudah digenjot sejak bulan Februari.

Karena absennya gelaran Porjar di tingkat Kabupaten, pihak Dikpora mengambil langkah proaktif dengan langsung turun ke lapangan memantau potensi para atlet di masing-masing cabang olahraga (cabor).

"Kami melakukan pendampingan rutin ke keseluruhan cabor. Hampir setiap hari kami kunjungi tempat latihan mereka. Kami meminta seleksi ketat terkait atlet yang diberangkatkan, jadi tidak ada penunjukan sembarangan. Selain itu, kami juga menerapkan pendampingan gizi makanan dan pola kebugaran berbasis sport science, serta menetapkan target medali yang jelas per cabor agar mereka termotivasi," jelas Kade Prapta.

Keterbatasan kuota anggaran tidak menjadi penghalang bagi Jembrana untuk unjuk gigi. Dari kuota resmi Pemkab yang hanya memfasilitasi 230 atlet dan 40 pelatih, Dikpora melakukan pendekatan persuasif kepada para atlet, keluarga, dan pelatih.

Hasilnya luar biasa, gelombang dukungan mandiri muncul secara masif. Sebanyak 122 atlet dan 22 pelatih memutuskan berangkat dengan biaya mandiri atau disponsori oleh keluarga dan pihak swasta. Dukungan gotong royong ini berhasil mendongkrak total kekuatan kontingen Jembrana menjadi 414 orang (352 atlet dan 62 pelatih).

Secara total perolehan medali, Jembrana berhasil mengumpulkan 36 medali emas, 36 perak, dan 51 perunggu. Kendati secara kalkulasi medali emas belum memenuhi target awal (45 emas, 30 perak, 28 perunggu), total raihan 123 medali ini sudah lebih dari cukup untuk mengerek posisi Jembrana keluar dari posisi buncit.

Keberhasilan di Porjar Bali 2026 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi perkembangan olahraga di Kabupaten Jembrana, sekaligus membuktikan bahwa dengan sinergi antara pemerintah, atlet, dan masyarakat, keterbatasan mampu diubah menjadi prestasi.
(*)

Klungkung Tampilkan Seni Sakral Barong Nongkling hingga Fragmen Tari "Pencok Saang" di Peed Aya PKB XLVIII

Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menghadiri Pembukaan dan Pelepasan Peed Aya (Pawai) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Acara bergengsi ini berpusat di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala, Denpasar, pada Sabtu (13/6).

Mengangkat tema sentral “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” (Memuliakan Jiwa Paripurna), kontingen Kabupaten Klungkung sukses memukau ribuan penonton yang memadati rute pawai. Klungkung menyuguhkan garapan seni yang sarat filosofi penyucian jiwa, berpadu dengan kemegahan tradisi dan kearifan lokal yang kuat.

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyatakan rasa bangga dan apresiasinya atas dedikasi para seniman muda Klungkung yang tampil penuh totalitas. "Pawai hari ini bukan sekedar tontonan, melainkan tuntunan. Seluruh materi pawai dari Klungkung benar-benar mengimplementasikan tema Atma Kerthi,” ujar Bupati Satria.

Kabupaten Klungkung melangkah anggun dengan menampilkan 8 urutan materi pawai yang memadukan estetika, kesakralan, dan pesan moral yang mendalam:

1. Papan Nama (Payas Nias Klungkung): Identitas daerah dibawa oleh yowana dengan busana adat khas Payas Nias Klungkung (Baru Oholu untuk pria dan Baru Ladari untuk wanita) yang dominan warna hitam, emas, serta motif kain cepuk dan endek yang unik.
2. Jegeg Bagus Klungkung: Putra-putri terbaik daerah tampil megah mengenakan Payas Agra (Payas Agung khas Klungkung) dengan ciri khas bunga sari konta, rambut semi lilit, serta balutan kain songket medeldel asli perajin Klungkung.
3. Gong Suling: Menghadirkan barungan gamelan dengan karakter melodi bambu yang lembut, lirih, ekspresif, dan sarat akan taksu, membangun nuansa kontemplatif di sepanjang jalur pawai.
4. Gebogan (Pajegan): Barisan krama istri (ibu-ibu) menjunjung tinggi gebogan buah, bunga, dan jajanan khas Bali secara rapi. Langkah anggun mereka menyimbolkan rasa syukur dan persembahan suci kehadapan Sang Pencipta.
5. Uparengga: Menampilkan berbagai sarana sakral upacara seperti tombak Bandrangan, Tedung (payung), dan Lelontek (umbul-umbul) hasil mahakarya perajin dari pusat kebudayaan Desa Kamasan dan Desa Paksebali.
6. Tari Kreasi Baru "Damar Kurung": Sebuah koreografi simbolis tentang lentera penyucian jiwa menuju alam nirwana. Garapan dinamis ini diiringi oleh gemuruh magis gamelan Adi Merdangga, sebuah barungan perkusi besar yang memanfaatkan puluhan kendang.
7. Barong Nongkling "Kumbakarna Karebut": Merupakan tarian sakral penolak bala khas Klungkung. Mengambil lakon Ramayana, tarian ini mengisahkan perjalanan spiritual penyucian atma melalui ujian api (Agni Pariksha). Penampilan ini diiringi Gambelan Bebonangan khas Desa Aan.
8. Fragmen Tari "Pencok Saang": Sebagai puncak pawai, fragmen ini mengangkat sejarah heroik penyatuan wilayah Nusa Penida oleh utusan Dalem Bali, I Gusti Ngurah Jelantik, melalui diplomasi ksatria melawan Dalem Bungkut menggunakan pusaka Pencok Saang. Penampilan kolosal ini diiringi irama penuh semangat dari gamelan Balaganjur.

Melalui penampilan ini, Kabupaten Klungkung tidak hanya menunjukkan eksistensi seni budayanya di tingkat provinsi, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan leluhur sekaligus memberi ruang kreatif bagi generasi muda di Klungkung. 

Hadiri Pembukaan PKB XLVIII 2026, Bupati Gus Par Teguhkan Komitmen Pelestarian Budaya Karangasem

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

​Karangasem, Bali Kini - Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menghadiri pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (13/6). Pada kesempatan tersebut, Bupati hadir dengan didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karangasem.

​Pesta seni tahunan terbesar di Bali yang dibuka resmi oleh Gubernur Bali Wayan Koster didampingi wamenpar Niluh Puspa ini dirangkaikan dengan pelepasan Peed Aya atau pawai budaya yang diikuti seluruh kabupaten/kota se-Bali.

​Kehadiran Bupati I Gusti Putu Parwata yang didampingi Sekda menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam mendukung pelestarian, pengembangan, dan pemajuan seni budaya Bali, sekaligus memberikan dukungan langsung kepada para seniman dan duta Kabupaten Karangasem yang tampil dalam ajang bergengsi tersebut.

​Dalam Peed Aya PKB XLVIII Tahun 2026, Kabupaten Karangasem menampilkan kekayaan seni dan tradisi khas Gumi Lahar melalui berbagai sajian yang sarat nilai spiritual dan estetika. Penampilan diawali dengan barisan identitas daerah, disusul Tari Kreasi Rerejangan Tiang Sanga yang diiringi Gamelan Selonding, Tari Tradisi Daratan Jempana, Gamelan Tambur, hingga garapan tematik bertajuk “Atma Prasangsa” yang dimaknai sebagai pemuliaan jiwa menuju kesucian dan keharmonisan hidup.

​Pada malam harinya, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa bersama istri turut menghadiri rangkaian pembukaan PKB XLVIII Tahun 2026 dalam agenda Rekasadana (Pergelaran) Perdana yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Werdhi Budaya Art Centre Denpasar. Pergelaran yang dimulai pukul 20.00 Wita tersebut menampilkan garapan kolaborasi Sanggar Karawitan Bungan Dedari bersama ISI Bali.

​Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam pembukaan PKB XLVIII Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi seni budaya daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Karangasem kepada masyarakat luas.

​Mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”, PKB XLVIII Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memuliakan dan menyucikan jiwa melalui pelestarian seni dan budaya sebagai warisan luhur yang diwariskan kepada generasi mendatang. Selama sebulan penuh, perhelatan budaya ini akan menghadirkan beragam pementasan seni, lomba, parade, pameran, hingga kegiatan budaya lainnya yang melibatkan ribuan seniman dari Bali maupun mancanegara.

​Bagi Kabupaten Karangasem, partisipasi dalam PKB tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga merupakan bentuk nyata menjaga identitas budaya daerah agar tetap hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai adiluhung yang diwariskan para leluhur. (Ami)

1 ORANG HANYUT AKIBAT BANJIR DI DESA BAKTI SEGARA

BULELENG , BALI KINI  Tim SAR gabungan melakukan pencarian 1 orang hanyut  terseret arus banjir di Desa Bakti Seraga, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (12/6/2026). Korban atas nama Ricardo Razaq Alghivieri, usia 20 tahun, merupakan seorang mahasiswa.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi pada pukul 13.55 Wita. "Info kejadian adanya 1 orang terseret arus banjir kami terima dari Bapak Waskita, diperkirakan kejadiannya sekitar pukul 12.30 Wita," terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Banjir yang mengakibat aliran deras di sungai belakang rumah korban, menghantam sebagian rumahnya yang berada di  Perum Griya Mahadewa Blok A4. Warga setempat kemudian melakukan pencarian terhadap korban namun belum membuahkan hasil. Setelahnya baru pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut.

"Kami langsung merespon cepat dengan memberangkatkan 8 orang personel Pos SAR Buleleng menuju lokasi kejadian," imbuhnya. Jarak Pos SAR Buleleng menuju perumahan tersebut cukup jauh, kurang lebih satu setengah jam lamanya.

Sampai saat ini upaya pencarian sudah dilakukan dengan menyisir sungai dari lokasi kejadian menuju arah utara hingga Pantai Indah, akan tetapi belum menemukan tanda-tanda keberadaan mahasiswa nahas tersebut.

Selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan unsur SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, BPBD Buleleng, Polsek Buleleng, keluarga korban dan masyarakat setempat. (ayu)

Datang Langsung ke Jembrana, Peneliti Jepang Yusuke Koizumi Terkesan dengan Banjar Smart Hub Warnasari

Jembrana , Bali Kini - Inovasi Banjar Smart Hub mengantarkan Desa Warnasari, khususnya Banjar Warnasari Kelod menuai pengakuan luar biasa dari berbagai kalangan.


Salah satunya, pengakuan datang dari akademisi, sosiolog, dan peneliti dari Universitas Hitotsubashi, Jepang, Yusuke Koizumi, Ph.D.,.


Bahkan, Yusuke Koizumi sendiri datang secara langsung ke Desa Warnasari, untuk mengetahui lebih dalam terkait Inovasi Banjar Smart Hub yang merupakan keberlanjutan dari program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) Warnasari.


Yasuke Koizumi diketahui berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), khususnya cabang BPS di Jembrana, Bali. Ia  mengkhususkan diri dalam studi Asia Tenggara, pembangunan pedesaan, dan pergeseran demografis. 

Dalam kunjungan tersebut, Yasuke Koizumi diterima langsung oleh Kelian Banjar Warnasari Kelod, I Kadek Sri Rama Usmantara beserta perangkat Desa Warnasari di Balai Banjar Warnasari Kelod, Jumat (12/6).


Pertama menginjakkan kaki di Desa Warnasari, Yusuke Koizumi menunjukkan kekagumannya tentang lingkungan desa yang masih sangat asri, indah dan bersih.


"Pertama kali datang dan melihat, Saya kagum sekali, desa ini (warnasari) lingkungannya sangat asri, indah, bersih sekali," ungkapnya.


Lebih lanjut, setelah mendengar terkait pemaparan tentang inovasi Banjar Smart Hub yang merupakan dari keberlanjutan program Desa Cantik Warnasari, Yusuke menyebut ini menjadi salah satu contoh yang luar biasa. 


Bagaimana dari program desa Cantik mampu melahirkan inovasi program yang luar biasa dalam  memberikan pelayanan kepada masyarakat.


"Saya kembali mengapresasi program Banjar Smart Hub ini, tentu semua diawali dari pondasi data yang telah disusun dan terverifikasi dengan baik. Dengan data yang valid, kemudian didukung dengan sentuhan inovasi maka lahirkan program yang luar biasa ini. Semoga ini bisa diaplikasikan didesa-desa lainnya," ujarnya.


Untuk lebih menguatkan lagi program yang telah berjalan, Pihaknya akan membantu penguatan data spasial Desa Warnasari khususnya Banjar Warnasari Kelod. 


Data spasial adalah data yang menunjukkan lokasi, posisi, luas, dan sebaran suatu objek di wilayah, seperti lahan pertanian, permukiman, sumber air, jalan, fasilitas umum, dan potensi lainnya yang ditampilkan dalam bentuk peta digital.


"Melalui data spasial yang lebih akurat, Banjar dapat menyusun perencanaan pembangunan, pengelolaan sumber daya, serta program Banjar Smart Hub secara lebih terarah, tepat sasaran, dan berbasis data," ucapnya.


Sementara itu, Kelian Banjar Warnasari Kelod, I Kadek Sri Rama Usmantara mengaku sangat berkesan sekali atas kunjungan yang luar biasa dari  Yusuke Koizumi, Ph.D.,  selaku akademisi, sosiolog, dan peneliti dari Universitas Hitotsubashi, Jepang.


Baginya, momentum ini sangat penting sekali untuk memperdalam ilmu, sharing pendapat dan masukan untuk lebih menyempurnakan program Banjar Smart Hub ini.


"Beliau adalah seorang peniliti yang fokus di Asia Tenggara, khususnya pembagunan pedesaan. Meski singkat sekali, namun banyak yang ilmu yang beliau berikan dan itu semua itu sejalan untuk penyempurnaan program Banjar Smart Hub kita ini," pungkasnya.


Untuk diketahui, Banjar Smart Hub Warnasar Kelod, Desa Warnasari dilaunching beberapa waktu lalu oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.

Balai banjar yang biasanya hanya digunakan untuk urusan adat, telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan publik digital bertajuk Banjar Smart Hub (BSH).


Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, mengapresiasi terobosan inovatif kelian dan seluruh tokoh masyarakat Banjar Wanasari Kelod yang sukses melahirkan inovasi Banjar Smart Hub ini. Warga kini makin mudah mengurus administrasi, mengakses layanan publik, hingga membayar pajak melalui satu aplikasi di ponsel pintar. (Pr * )

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved