-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Sabtu, 17 Oktober 2026

Polres Karangasem Ungkap Penyalahgunaan Pertalite Bersubsidi, Dua Terduga Pelaku Diamankan


KARANGASEM, Bali Kini– Polres Karangasem mengungkap dua kasus dugaan penyalahgunaan BBM jenis Pertalite bersubsidi di tengah kelangkaan BBM yang meresahkan warga. Dua terduga pelaku berinisial I G G G A (54) dan I W D P (55) diamankan.

Hal itu disampaikan Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika, S.H., S.I.K., M.I.K., didampingi Kasat Reskrim AKP Rifqi Abdillah, S.Tr.K., S.I.K., M.H., dalam konferensi pers, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Kapolres, pengungkapan ini merupakan respons atas antrean panjang di sejumlah SPBU. Polisi menemukan adanya praktik curang yang memanfaatkan situasi tersebut demi keuntungan pribadi.

Kedua terduga pelaku membeli Pertalite di SPBU Padangkerta dan SPBU Abian Soan menggunakan mobil dan barcode Tepat Pertamina. BBM lalu disedot dari tangki, dikemas dalam galon 15 liter atau botol air mineral 1,5 liter, dan dijual Rp18.000–Rp25.000 per botol. Keuntungan mereka Rp3.000–Rp5.000 per botol.

I G G G A diamankan di Padangkerta Kelod, Kecamatan Karangasem, berdasarkan Laporan Informasi 14 Oktober 2026. I W D P diamankan di Bebandem berdasarkan Laporan Informasi 16 Oktober 2026. Barang bukti meliputi dua mobil (Suzuki Carry dan Suzuki pick up), dua barcode subsidi, galon dan botol berisi Pertalite, 30 botol kosong, pompa transfer, aki, selang, ember, corong, kursi kayu, dan uang tunai Rp120.000.

Para terduga pelaku disangkakan Pasal 55 UU Migas sebagaimana diubah dengan UU Cipta Kerja dan UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda hingga Rp500 juta.

Kapolres mengimbau pengelola SPBU memperketat pengawasan dan mengajak masyarakat melapor ke layanan 110 atau Call Center Polres Karangasem jika mengetahui tindak pidana. "Kami tidak akan segan menindak siapa pun yang terlibat," tegasnya.

Para terduga pelaku masih berstatus terduga dan proses hukum masih berjalan. (Ami/rls)

Bupati Sanjaya Ikuti Persembahyangan Pujawali di Besakih, Mohon Kerahayuan Jagat Tabanan

Tabanan ,Bali Kini  – Memperkuat sradha bhakti sekaligus memohon kerahayuan jagat Tabanan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti Persembahyangan Pujawali Ngenem Sasih yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Prasasti Hibah Penataan Pura di Pura Basukian Puseh Jagat dan Pura Goa Raja, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (14/10).

 

Persembahyangan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten III, serta perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Setibanya di Pura Basukian Puseh Jagat, Bupati Sanjaya beserta jajaran menuju Genah Pesandekan Pura Basukian untuk katuran boga alit, kemudian mengikuti persembahyangan bersama dan sungkem ring gedong Pura Basukian. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti hibah penataan pura.

 

Rangkaian persembahyangan kemudian berlanjut ke Pura Goa Raja, yang juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti. Kehadiran Bupati Sanjaya dalam kegiatan keagamaan ini menjadi wujud sradha bhakti sekaligus permohonan agar masyarakat dan wilayah Kabupaten Tabanan senantiasa dianugerahi kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan.

 

Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pembangunan daerah perlu berjalan selaras antara aspek sekala dan niskala. “Dalam membangun Tabanan, kita harus menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala, agar pembangunan berjalan harmonis dan kerahayuan senantiasa menyertai masyarakat,” ungkapnya.

 

Selain sebagai wujud bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, persembahyangan ini juga menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memperkuat nilai spiritualitas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Dengan landasan sradha bhakti yang kuat, diharapkan pelaksanaan pembangunan di Tabanan senantiasa berjalan harmonis, berlandaskan nilai-nilai spiritual dan demi kesejahteraan masyarakat.(*)

Bunda Rai Tinjau 3 Besar Lomba Posyandu 6 SPM, Perkuat Pembinaan dan Optimalisasi Pelayanan Dasar Masyarakat


Tabanan ,BALI KINI– Transformasi Posyandu menjadi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi langkah penting dalam memperluas akses pelayanan dasar bagi masyarakat. Hal tersebut menjadi perhatian Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, saat melakukan penilaian langsung tiga besar Lomba Posyandu 6 SPM di Banjar Dinas Munduk Malang, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, dan Banjar Dinas Tuakilang Belodan, Desa Denbatas, Tabanan, Selasa (13/10). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan sekaligus evaluasi penerapan Posyandu 6 SPM di Kabupaten Tabanan.

 

Dalam kegiatan tersebut, Bunda Rai didampingi jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, tim penilai, Kepala Dinas PMD, Camat Selemadeg Timur, Camat Tabanan, Ketua TP Posyandu Kecamatan, serta Perbekel setempat. Di lokasi pertama, jajaran disambut yel-yel penuh semangat dari para kader. Bunda Rai juga menyempatkan diri menyapa balita, berbelanja hasil bumi yang dipasarkan masyarakat, serta meninjau inovasi bank sampah. Ia mengapresiasi upaya masyarakat yang telah mengolah sampah plastik secara mandiri sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

 

Dalam arahannya di Banjar Dinas Munduk Malang, Bunda Rai menegaskan lomba tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari juara, melainkan menjadi sarana menggerakkan, membina, dan mengevaluasi pelaksanaan Posyandu 6 SPM. Transformasi ini memperluas cakupan pelayanan Posyandu yang sebelumnya berfokus pada ibu dan anak menjadi enam bidang, yakni kesehatan, pendidikan, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, pekerjaan umum, dan sosial. “Yang terpenting bukan hanya lombanya, tetapi bagaimana Posyandu 6 SPM ini benar-benar diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

 

Bunda Rai juga mendorong peningkatan kapasitas kader secara berjenjang, mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, hingga Desa, agar seluruh kader memahami tugas dan tanggung jawabnya. Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat harus terus diperkuat, sehingga Posyandu menjadi ruang bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menyampaikan keluhan, kebutuhan, dan aspirasi terkait pelayanan dasar. Apresiasi juga disampaikan Bunda Rai atas semangat para kader dan pemerintah desa yang telah berupaya mengimplementasikan program tersebut, seraya mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu menarik minat masyarakat untuk datang ke Posyandu.

 

Penilaian kemudian berlanjut ke Posyandu 6 SPM Banjar Dinas Tuakilang Belodan, Desa Denbatas, Kecamatan Tabanan. Kedatangan jajaran disambut penampilan senam lansia serta yel-yel kreatif para kader. Dalam arahannya, Bunda Rai kembali menekankan, bahwa lomba ini merupakan momentum untuk melihat sejauh mana Posyandu 6 SPM telah diterapkan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan dasar yang lebih mudah dijangkau masyarakat. Sekaligus menyoroti pentingnya menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan masyarakat, termasuk persoalan ketenteraman dan perlindungan masyarakat serta infrastruktur. 

 

Bunda Rai berharap semakin banyak warga memanfaatkan Posyandu sebagai ruang penyampaian permasalahan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan. “Kita belajar bersama karena ini program baru. Melalui peningkatan kapasitas, sosialisasi, dan sinergi semua pihak, saya berharap kader semakin memahami tugasnya dan masyarakat semakin merasakan manfaat Posyandu 6 SPM,” ujarnya seraya berharap penerapan Posyandu 6 SPM semakin merata di seluruh Kecamatan dan Desa di Kabupaten Tabanan. 

 

Monitoring dan evaluasi dikatakannya akan terus dilakukan secara berjenjang, disertai penguatan kapasitas kader serta pengembangan inovasi pelayanan. Dengan semangat kolaborasi pemerintah daerah, kecamatan, desa, kader, dan masyarakat, Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga wadah terpadu untuk mendekatkan pelayanan dasar dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tabanan.

 

Perbekel Desa Gadungan, I Wayan Muliartana, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bunda Rai beserta jajaran yang menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus membangun desa melalui penguatan pelayanan Posyandu. “Kehadiran Ibu Ketua beserta jajaran menjadi semangat bagi masyarakat kami untuk membangun dari desa. Kami berharap kunjungan ini membawa dampak positif bagi pengembangan Posyandu dan pembangunan Desa Gadungan. Kami juga siap mengikuti lomba ini dengan penuh semangat,” ungkapnya.(*)

Jumat, 16 Oktober 2026

PERTAMINA TAMBAH PASOKAN 20 JUTA LITER PERTALITE KE BALI


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menambah pasokan Pertalite ke Bali untuk mempercepat pemulihan layanan BBM dan mengurai antrean di sejumlah SPBU. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, dua kapal pengangkut BBM telah bersandar di Bali dengan total muatan mencapai 20 juta liter Pertalite.

Dua kapal tersebut yakni MT Pangkalan Brandan yang bersandar di Integrated Terminal Manggis dengan membawa 16 juta liter Pertalite, serta MT Asian Rigel yang bersandar di Fuel Terminal Sanggaran dengan membawa 4 juta liter Pertalite.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa penambahan pasokan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengejar permintaan yang belum terlayani sebelumnya.

Rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2,2 juta liter per hari. Namun, dalam periode 13 hingga 15 Oktober 2026, rata-rata penyaluran Pertalite ke SPBU mencapai sekitar 3 juta liter per hari.

Penyaluran di atas rata-rata konsumsi harian tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi permintaan masyarakat yang sebelumnya belum terlayani ketika stok di SPBU habis.

Pertamina juga menargetkan penambahan stok Pertalite hingga 48 juta liter pada 17 Oktober 2026. Jumlah tersebut ditargetkan setara dengan sekitar dua minggu ketersediaan dalam kondisi aman.

Pertamina berharap penguatan pasokan ini dapat mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali dan memenuhi kebutuhan energi masyarakat. (Ami)

Memperkuat akar budaya di tengah arus modernisasi.


KLUNGKUNG, BALI KINI - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ny. Eva Satria menghadiri Uleman Bakti Penganyar di Pura Parhyangan Penida, Desa Sakti, dan Sad Kahyangan Jagat Pura Penataran Ped, Nusa Penida, Jumat (16/10).

Selanjutnya usai kegiatan di Nusa Penida  Bupati Satria bersama Ny. Eva Satria kembali ke Klungkung daratan untuk menghadiri Uleman Upacara Dewa Yadnya Mamungkah Pura Paibon Arya Kubon Tubuh Br Pekandelan Kelod, di Pura Paibon Arya Kubon Tubuh Br Pekandelan Kelod, Klungkung.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung ini merupakan wujud dukungan penuh serta komitmen nyata dalam mendampingi kegiatan keagamaan (yadnya) di tengah masyarakat.

"Adat dan agama adalah akar identitas kita di Bali. Melalui sinergi spiritual yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, kami berharap momentum upacara ini dapat mempererat tali persaudaraan, menjaga kerukunan, sekaligus mengokohkan ketahanan budaya kita," tegas Bupati Satria.

Pada kesempatan ini, Bupati Satria juga menyerahkan dana punia kepada Kelihan Pengempon Pura sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran prosesi upacara.
Semoga pelaksanaan karya yadnya ini senantiasa meneguhkan ajaran Tri Hita Karana, menjaga keharmonisan antara manusia dengan Sang Pencipta, sesama, serta alam sekitar.(*)

DIsela Kegiatan Keagamaan di Nusa Penida, Bupati Satria Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Kurang Mampu


Klungkung, Bali Kini - Di sela-sela menghadiri prosesi keagamaan Uleman Bakti Penganyar di Pura Parhyangan Penida, Desa Sakti, serta Sad Kahyangan Pura Penataran Ped, Bupati Klungkung I Made Satria menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga kurang mampu di wilayah Kecamatan Nusa Penida, Jumat (16/10).

Penyerahan bantuan rutin yang difasilitasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Klungkung tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Satria bersama Ketua TP PKK Klungkung, Ny. Eva Satria. Adapun paket bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok harian seperti beras, telur, minyak goreng, dan gula pasir.

Adapun penerima bantuan sembako kali ini menyasar tiga warga di wilayah Desa Batumadeg, yakni Ni Ketut Karni dari Dusun Penutuk, I Ketut Suardana dari Dusun Batumadeg Kaja, serta I Wayan Sedot dari Dusun Pangkung Gede.

Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah daerah untuk membantu mencukupi kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan.

"Semoga bantuan yang kami serahkan ini dapat memberikan manfaat nyata dan setidaknya dapat sedikit meringankan beban kebutuhan harian warga," ujar Bupati Satria.

Turut hadir mendampingi Bupati dalam kegiatan penyaluran bantuan tersebut, Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Klungkung, I Gusti Gede Gunarta, serta Camat Nusa Penida, Kadek Yoga Kusuma.(*)

Respon Dampak Antrean BBM, Pemkab Jembrana Berupaya Optimal Jaga Kondusifitas dan Kelancaran Pelayanan Publik


Jembrana , Bali Kini  — Di tengah situasi antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di seluruh SPBU di Kabupaten Jembrana, Pemkab Jembrana memfokuskan perhatian agar sektor pelayanan publik yang bersifat vital, khususnya layanan kesehatan dan penanganan kedaruratan, dapat terus berjalan seoptimal mungkin.

Fenomena kelangkaan BBM ini dirasakan langsung oleh masyarakat luas, tak terkecuali Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jembrana. Situasi sulit ini juga mengharuskan para ASN ikut antre berjam-jam dan berupaya tidak terlambat untuk bekerja.

Sebagai langkah taktis dan responsif dalam mengurai serta mengurangi beban antrean kendaraan di SPBU, Pemkab Jembrana menerapkan kebijakan penyesuaian sistem kerja Work From Home (WFH) bagi sebagian pegawai serta memberlakukan Pembelajaran Daring (Online) bagi para siswa sekolah dari tanggal 15-17 Oktober 2026.

Sejumlah ASN yang tetap harus datang ke kantor pun ada yang memilih menggunakan sepeda sebagai alat transportasi alternatif.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan disamping terus berkoordinasi dengan pihak berwenang, Ia juga menerjunkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Perhubungan untuk secara aktif ikut menjaga ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta kondusifitas masyarakat saat mengantre BBM di SPBU. 

"Kami dari Pol PP berupaya ikut dan turut serta dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang antre BBM, kami juga selalu berkomunikasi dengan admin SPBU terkait situasi stock BBM yg tersedia," ujar Kasat Pol PP Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana saat dihubungi, Kamis (15/10).

Eko Susila menambahkan Satpol PP bersama jajaran Kepolisian, TNI dan Perhubungan ikut menjaga agar arus lalu lintas tetap mengalir, tidak mengganggu pemakai jalan lain, serta memastikan proses antrean berjalan tertib, aman, dan kondusif tanpa ada gesekan antarwarga. Pihaknya pun juga membagikan air minum bagi masyarakat yang masih bertahan mengantre ditengah terik matahari.

"Kami juga ikut membantu mengatur arus lalu lintas dan alur antrean agar rapi dan terhindar dari gangguan," imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Jembrana mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tertib, dan saling menjaga kondusifitas wilayah sambil terus berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait guna penanganan kelangkaan BBM ini secara menyeluruh.
(*)

Kamis, 15 Oktober 2026

Prioritaskan Pasokan BBM untuk Ambulans, Damkar, dan Truk Sampah

Denpasar , Bali Kini  - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali, khususnya Kota Denpasar, mendorong pemerintah kota mengambil langkah antisipatif. Pemkot Denpasar memastikan ketersediaan BBM bagi kendaraan kegawatdaruratan dan armada pelayanan publik agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengatakan pemerintah kota memberikan perhatian khusus terhadap pasokan BBM untuk ambulans, mobil pemadam kebakaran (damkar), serta truk pengangkut sampah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan publik di tengah antrean BBM yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda hingga Kamis (15/10). 

Menurut Arya Wibawa, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara telah menugaskan jajaran terkait sejak malam sebelumnya untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi stok BBM, terutama bagi kendaraan yang menunjang pelayanan masyarakat. “Sudah kita lakukan pendataan ambulans-ambulans kita yang melayani kegawatdaruratan di Denpasar. Jaminan keamanan stoknya itu harus dijaga,” ujar Arya Wibawa. 

Ia menegaskan, ketersediaan BBM bagi armada darurat menjadi prioritas agar petugas dapat merespons laporan masyarakat secara cepat, baik dalam penanganan kebakaran maupun situasi darurat lainnya. “Jangan sampai hanya gara-gara kehabisan BBM, kita tidak bisa melayani kegawatdaruratan atau bencana yang ada di Kota Denpasar,” tegasnya.

Selain ambulans dan kendaraan pemadam kebakaran, Pemkot Denpasar turut memastikan kebutuhan BBM bagi truk pengangkut sampah. Pasokan bahan bakar untuk armada tersebut dinilai penting guna menjaga kelancaran pengangkutan sampah dan mempertahankan kebersihan lingkungan kota.

Di tengah kondisi kelangkaan BBM, Pemkot Denpasar juga menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada 15–17 Oktober 2026. Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran yang diterbitkan Sekretaris Daerah Kota Denpasar.

Langkah pengurangan mobilitas ini turut diikuti penerapan pembelajaran daring bagi siswa sekolah. Arya Wibawa menjelaskan, kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi maupun mobilitas masyarakat, sehingga konsumsi BBM dapat ditekan selama antrean di SPBU masih terjadi. Termasuk work from home untuk ASN. 

Di sisi lain, pemerintah kota menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan bahan bakar bagi kendaraan yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan pelayanan dasar. Dengan demikian, penanganan kondisi darurat, pemadaman kebakaran, serta pengangkutan sampah di Kota Denpasar diharapkan tetap berjalan optimal selama kelangkaan BBM berlangsung.

FWK KRITIK PENANGANAN KARHUTLA KURANG SERIUS, KALSEL MERASA JADI ANAK TIRI, MASYARAKAT MULAI FRUSTRASI


Jakarta -Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menilai pemerintah kurang serius dan sistematis dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan dan dampak karhutla yang berkepanjangan, mulai membuat masyarakat frustasi dan marah karena kehidupan mereka sehari-hari sangat terganggu.

“Kondisi ini membuat kita terusik. Bahkan, di tengah kesulitan masyarakat di daerah-daerah rawan karhutla, kita mendengar berita adanya operasi tangkap tangan KPK di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ini mengusik rasa kemanusiaan kita,” ujar Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane saat membuka Diskusi Kebangsaan FWK di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Hadir dalam diskusi hibrida ini, Hendry Ch Bangun, mantan Ketua Dewan Pers 2019-2022 serta sejumlah pengurus FWK dan  pemimpin redaksi media massa. Sementara teman-teman FWK yang hadir secara daring (online), di antaranya M Harris Sadikin (Palangka Raya); Zainal Helmie (Banjarmasin); Endro S Effendi (Samarinda); IGMB Dwikora Putra (Bali) dan Suroso Miswan (Papua Tengah).

Beberapa masalah daerah yang berdampak secara nasional menjadi isu hangat dalam diskusi ini. Selain masalah karhutla, FWK juga membahas masalah kelangkaan BBM di Bali. Di sejumlah SPBU, warga harus mengantre berjam-jam untuk dapat membeli BBM.

“Dampak kelangkaan BBM ini sangat luas, baik di bidang transportasi, pariwisata dan Pendidikan,” ujar Dwikora.

Anak Tiri

Tokoh pers di Kalimantan Selatan, Zainal Helmie mengemukakan, masyarakat menghadapi masalah serius karena karhutla yang berkepanjangan telah menganggu kesehatan masyarakat, kehidupan ekonomi rakyat, transportasi dan pendidikan.

Dikatakan, sekolah-sekolah sudah diliburkan dan anak-anak harus belajar dari rumah, serta tidak adanya jadwal penerbangan yang pasti, ini hanya sebagian kecil kesulitan yang dihadapi masyarakat. Ini menunjukkan pemerintah kurang serius menangani Karhutla.

“Terkesan karhutla kurang mendapat prioritas. Anggarannya terbatas,” ujar Helmie, Koorda FWK Kalsel.

Tidak heran, jika ada persepsi Kalimantan Selatan menjadi anak tiri, karena bukan termasuk daerah yang mendapat prioritas tinggi dalam penanganan karhutla. Saat ini, fokus pemerintah pusat pada Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Kabut asap tebal menyelimuti kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), hampir setiap hari. Tak heran jika wartawan senior, Harris Sadikin menyebut sudah hampir sebulan, tidak ada penerbangan dari Palangka Raya.

Akibat adanya kabut tebal, warga menghindari beraktivitas di luar rumah. Yang terkena dampaknya adalah UMKM karena omsetnya turun cukup drastis. Ini berpotensi mengakibatkan kredit macet di bank meningkat. Ekonomi melambat.

“Hingga kini, hampir dua bulan anak-anak tidak masuk sekolah. Semua anak belajar dari rumah,” tambah Harris, Koorda FWK Kalteng.

Kondisi darurat karhutla juga disampaikan koorda di Kalimantan Timur, Endro S Effendi. Masyarakat, katanya, sangat merasakan dampaknya.

Koorda FWK di Papua Tengah, Suroso Miswan menyebut masalah karhutla dan kemarau panjang mengakibatkan kesulitan hidup masyarakat.

Wartawan senior M Nasir, Dr Budi Nugraha, Rudi Sitompul, Dadang Rachmat, Berman Nainggolan, Herwan Pebriansyah dan Iqbal Risyad (Pimred VOI) juga menyoroti dan mempertanyakan mengapa pemerintah belum memanfaatkan tawaran bantuan negara-negara sahabat Indonesia.

Hendry Ch Bangun menyatakan karhutla yang berkepanjangan di Kalsel, Kaltim dan Kalteng membuat rakyat frustrasi dan marah karena kehidupan mereka terganggu, tidak saja masalah kesehatan yang memburuk, ekonomi yang mulai macet hingga pendidikan dan transporasi yang terganggu. Sementara belum terlihat upaya sistematis dan tepat dari pemerintah pusat.

Setidaknya kebijakan Presiden Prabowo dalam penanganan Karhutla, termasuk instruksinya dalam mempercapat pemadaman, baik lewat operasi darat dan udara di sejumlah wilayah, belum dirasakan langsung manfaatnya. Masyarakat masih berjuang menghadapi kabut asap.

Herry Sinamarata, Koordinator Ekonomi FWK menambahkan, pemerintah harus segera memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat termasuk UMKM yang sedang kesulitan menghadapi dampak  negatif karhatlu. Jangan menunggu apinya padam, baru bergerak! *

Perumda dan OPD Pemkot Denpasar Serentak Bagikan Ratusan Nasi Bungkus di Beberapa SPBU

Ket. Foto : Di Tengah Antrean BBM, Perumda dan OPD Pemkot Denpasar Serentak Bagikan Ratusan Nasi Bungkus di Beberapa SPBU

Denpasar,Bali Kini - Di tengah antrean panjang masyarakat yang akan membeli BBM di SPBU Kota Denpasar, aksi kepedulian secara serentak datang dari jajaran OPD Pemerintah Kota Denpasar dan juga Perusahaan Daerah (Perumda) Kota Denpasar. Lebih dari 300 nasi bungkus dan air minum dibagikan untuk masyarakat yang mengantre di beberapa titik SPBU, Kamis (15/10) siang.

Adapun Perumda yang terlibat, yakni Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS), dan Perumda Pasar Sewakadarma. Sementara OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, seperti Bapenda, Dinas Perhubungan, jajaran Camat, Perbekel/Lurah dan lainnya. 

Saat dihubungi, Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, I Wayan Suadi Putra, menyampaikan aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu warga yang kelelahan akibat antrean panjang menyusul gangguan distribusi BBM di Bali.

"Atas arahan Bapak Wali Kota Denpasar, di tengah situasi yang menyulitkan, jajaran Perumda Kota Denpasar hari ini serentak bergerak untuk membagikan nasi dan air minum sebagai bentuk kepedulian dan semangat saling membantu di tengah kondisi ini," ungkap Wayan Suadi.

Ia menyebutkan, beberapa titik lokasi pembagian meliputi SPBU kawasan Gatot Subroto, SPBU Jalan Raya Puputan, SPBU Jalan Setiabudi, SPBU Jalan Pulau Buton, SPBU Jalan Kamboja, SPBU Jalan Imam Bonjol, SPBU Jalan Hayam Wuruk, dan SPBU seputaran Pasar Anyarsari.

Lebih lanjut, Wayan Suadi mengatakan, selain aksi berbagi makanan dan minuman, pihaknya juga membantu mengatur arus kepadatan di sekitar kawasan SPBU, sehingga kemacetan akibat dampak antrean panjang dapat sedikit terurai.

Pihaknya berharap aksi kecil ini dapat sedikit meringankan beban warga dan menjadi pengingat bahwa di tengah situasi sulit, semangat gotong royong dan Vasudhaiva Kutumbakam sebagai spirit kebersamaan Kota Denpasar tetap harus dijaga, sembari menunggu distribusi BBM kembali normal. (Win)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved