-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Kamis, 06 Agustus 2026

Ringankan Beban Warga, Bupati Satria Serahkan Bantuan Ngaben Massal di Lima Desa Adat Klungkung

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra kembali menyerahkan secara simbolis bantuan upakara Pitra Yadnya (Ngaben Masal) di lima Desa Adat di tiga Kecamatan Kabupaten Klungkung, Kamis (5/8). Kehadiran kedua pimpinan daerah ini sangat disambut antusias krama yang sedang mempersiapkan banten upacara.

Bantuan stimulan yang diserahkan di lima desa menjelang puncak upacara pada 7 Agustus 2026 ini diantaranya yakni di Desa Adat Karang, Nusa Penida Rp. 150.000.000,-  mengupacarai sebanyak 88 sawa, Banjar Adat Sangkanbuana, Desa Adat Sangkanbuana Rp. 105.000.000,- mengupacarai sebanyak 23 sawa, Banjar Adat Pegeding, Desa Adat Sangkanbuana Rp. 150.000.000,- mengupacarai sebanyak 35 sawa dan Desa Adat Gunaksa Rp. 105.000.000,- mengupacarai sebanyak 26 sawa dan Desa Adat Besan Rp. 150.000.000.- mengupacarai sebanyak 60 sawa. 

Penyaluran bantuan ini merupakan salah satu program unggulan Pemkab Klungkung dalam upaya untuk mendukung dan melestarikan tradisi serta adat budaya Bali. Berdasarkan kebijakan Pemerintah Daerah, alokasi bantuan upakara/sesajen ditetapkan sebesar Rp5.000.000 per sawa, dengan nilai maksimal Rp150.000.000 per kelompok atau desa adat. 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria mengatakan bahwa bantuan ini diberikan dengan tujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat saat melaksanakan upacara keagamaan sekaligus semakin memperkuat dan mempererat semangat gotong-royong menyama braya. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan meringankan beban dalam melaksanakan prosesi Pitra Yadnya/Ngaben Massal. Titiang atas nama pribadi dan Pemerintah mendoakan dumogi upacara labda karya dan sang palatra polih genah sane becik, Nyujur Sunia Loka dan Amor Ing Acintya,” harap Bupati Satria.


Wabup Tjok Surya Buka Seminar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kabupaten Klungkung 2026

Klungkung , Bali Kini - Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra mewakili Bupati Klungkung membuka Seminar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kabupaten Klungkung Tahun 2026 di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Rabu (5/8). Kegiatan ini di hadiri oleh tokoh, maestro dan seniman yang ada di kabupaten Klungkung.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung, I Wayan Suteja menuturkan tujuan dari seminar ini yaitu untuk memvalidasi dan mendokumentasi sebuah karya atau budaya  agar tidak hilang dimakan oleh waktu. Adapun budaya yang telah dikaji oleh dinas kebudayaan kabupaten klungkung untuk di usulkan menjadi WBTB tahun 2026 yakni Mata Budaya Gamelan Caruk, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Mata Budaya Baris Pati, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Mata Budaya Safaran, Desa Kampung Kusamba, Kecamatan Dawan dan Mata Budaya Pis Bolong, Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung.

Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra sangat mendukung dan mengapresiasi untuk terwujudnya objek kebudayaan yang akan menjadi WBTB. Dimana Kabupaten Klungkung banyak memiliki warisan budaya sebagai identitas. “Melalui seminar ini objek budaya ini bisa terlindungi, tetap memastikan nilai-nilai adiluhung agar tetap hidup dan terus di wariskan kepada generasi mendatang.” Harap Wabup Tjok Surya.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, di harapkan juga seluruh dokumen kajian budaya yang dibahas dapat di penuhi secara komprehensif, sehingga proses pengusulan ke Tingkat nasional maupun penguatan identitas budaya daerah dapat berjalan secara optimal.


Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Bupati Satria Kunjungi Deputi Koordinasi dan Supervisi KPK RI


Klungkung  , Bali Kini - Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Klungkung, Bupati Klungkung, I Made Satria melakukan kunjungan sekaligus silaturahmi dengan Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Dr. Ely Kusumastuti, S.H., M.H. di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, pada Selasa (4/8).

Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah proaktif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung dalam memperkuat koordinasi pencegahan korupsi serta memastikan seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Klungkung dapat bekerja secara bersih, aman, dan berpedoman teguh pada peraturan yang berlaku.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Satria menyampaikan bahwa sinergi dan pendampingan dari KPK RI sangat penting untuk meminimalisasi potensi celah pelanggaran hukum, sekaligus mempercepat tercapainya tata kelola pemerintahan yang baik. “Terimakasih atas sambutan hangat dan arahan Ibu Deputi. Ke depan saya sangat berharap melalui koordinasi ini birokrasi di Kabupaten Klungkung semakin sehat, bebas dari  korupsi serta mampu memberikan pelayanan optimal kepada kesejahteraan masyarakat,” harap Bupati Satria.

Bupati juga menambahkan untuk mewujudkan birokrasi yang bersih hal penting yang harus dilakukan yakni memperkuat komitmen bersama dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga integritas dalam setiap proses pelayanan publik dan pengelolaan keuangan daerah. “Saya berharap seluruh jajaran birokrasi di Kabupaten Klungkung agar bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel. Hal terpenting, pastikan setiap langkah dan kebijakan yang diambil berjalan bersih, aman, serta sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku," imbuhnya.

Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Dr. Ely Kusumastuti, S.H., M.H, menyambut baik kunjungan serta komitmen yang ditunjukkan oleh Bupati Satria. Pihaknya berharap beberapa hal penting harus diperhatikan dalam pencegahan korupsi diantaranya optimalisasi pencegahan diri untuk memperkuat area-area yang rentan terhadap penyalahgunaan wewenang melalui implementasi sistem monitoring secara konsisten dan terukur dan mendorong peran aktif dinas terkait sebagai garda terdepan dalam pengawasan untuk melakukan pendampingan sekaligus pencegahan penyimpangan sejak dini. “Saya sangat menyambut baik kunjungan Bapak Bupati ini. Ke depan kami akan terus melakukan pendampingan untuk memastikan agar birokrasi di Kabupaten Klungkung berjalan dengan sebaik-baiknya dan berpedoman pada regulasi yang berlaku,” ucapnya.


Bupati Kembang Tinjau Korban Kebakaran di Manistutu dan Serahkan Bantuan


​JEMBRANA , BALI KINI  – Di sela-sela padatnya agenda kedinasan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, meninjau langsung lokasi musibah kebakaran yang menimpa rumah milik I Ketut Sumerta di Banjar Ketiman, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Kamis pagi (6/8/2026).
Musibah kebakaran tersebut terjadi pada Rabu (5/8/2026) yang dipicu oleh korsleting listrik. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Dalam kunjungannya, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi mendalam kepada regu Pemadam Kebakaran (Damkar) Jembrana, jajaran perangkat desa, serta masyarakat setempat yang bergerak cepat memadamkan api dan langsung bergotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran.
​"Saya ucapkan terima kasih kepada perangkat desa dan masyarakat sekitar karena telah bergotong royong membersihkan sisa-sisa kebakaran ini," ungkap Bupati Kembang di lokasi kejadian.

​Untuk penanganan jangka panjang, Bupati Kembang menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana agar aktif mengawal proses administrasi bantuan bagi korban.
​"Untuk BPBD Jembrana, tolong dikawal proposal dari desa agar korban segera memperoleh bantuan dari provinsi," ujar Bupati Kembang.

​Sebagai bentuk kepedulian awal dan tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana telah menyalurkan bantuan berupa tenda darurat sementara, beberapa paket sembako, serta peralatan MCK (mandi, cuci, kakus). Selain itu, Bupati Kembang secara pribadi juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta untuk membantu meringankan beban korban.
Pemilik rumah, I Ketut Sumerta, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kepedulian Bupati Jembrana beserta seluruh pihak yang telah membantu keluarganya di masa sulit ini.

​"Terima kasih Bupati Jembrana dan Pemkab Jembrana yang telah membantu saya dalam menangani musibah kebakaran ini," tutur Ketut Sumerta.

Wawali Arya Wibawa Hadiri Perayaan HUT Ke-64 PWRI Kota Denpasar.

Ket foto : Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Denpasar di Kantor PWRI Provinsi Bali, Kamis (6/8).



Denpasar, Bali Kini - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Denpasar. Kegiatan yang mengusung tema "Satu Tekad, Satu Jiwa, Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama" tersebut berlangsung di Kantor PWRI Provinsi Bali, Kamis (6/8).

Perayaan HUT Ke-64 PWRI Kota Denpasar berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat solidaritas antaranggota PWRI sekaligus menjadi wadah untuk terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan serta kehidupan sosial kemasyarakatan di Kota Denpasar.

Di sela-sela kegiatan, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar PWRI Kota Denpasar atas peringatan HUT Ke-64. Ia berharap PWRI terus menjadi organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pengalaman dan keteladanan yang dimiliki para purnabakti aparatur sipil negara.

Pemerintah Kota Denpasar menyambut baik dan mengapresiasi perayaan ini sebagai momentum mempererat kebersamaan serta meningkatkan semangat para pensiunan. Kehadiran PWRI memiliki peran penting sebagai teladan, sumber inspirasi, sekaligus motivasi bagi masyarakat. 

"Selamat Hari Ulang Tahun Ke-64 kepada keluarga besar PWRI Kota Denpasar. Semoga seluruh anggota senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan tetap bersemangat dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi," ujar Arya Wibawa.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT Ke-64 PWRI Kota Denpasar, Gede Suarka, menjelaskan bahwa PWRI merupakan organisasi kemasyarakatan yang mewadahi para pensiunan aparatur sipil negara dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan pengabdian di tengah masyarakat.

Ia menambahkan, rangkaian peringatan HUT Ke-64 PWRI Kota Denpasar telah dimulai sejak 23 Juli 2026 melalui berbagai kegiatan, di antaranya jalan santai, tirta yatra, seminar, hingga puncak perayaan yang dilaksanakan pada hari ini.

"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan ini semakin mempererat tali silaturahmi antarsesama anggota PWRI, khususnya di Kota Denpasar. Dengan demikian, semangat yang terkandung dalam tema tahun ini, yaitu 'Satu Tekad, Satu Jiwa, Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama', dapat terus diwujudkan dalam setiap aktivitas organisasi," kata Gede Suarka. (Humas Kota Denpasar/Arm).

Rapat Paripurna DPRD Kota DenpasarWawali Arya Wibawa Sampaikan Perubahan KUA-PPAS 2026 dan Ranperda Event Strategis, Perkuat Pembangunan Berkelanjutan dan Identitas Budaya

Ket. Foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, dan Wakil Ketua DPRD Made Oka Cahyadi Wiguna dalam Rapat Paripurna ke-11 Masa Persidangan II DPRD Kota Denpasar, Kamis (6/8), di Ruang Sidang DPRD Kota Denpasar.


Denpasar , Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar mengajukan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, sekaligus menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Event Strategis Kota Denpasar dalam Rapat Paripurna ke-11 Masa Persidangan II DPRD Kota Denpasar, Kamis (6/8), di Ruang Sidang DPRD Kota Denpasar.

Penyampaian dilakukan oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mewakili Walikota Denpasar. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, didampingi Wakil Ketua DPRD Made Oka Cahyadi Wiguna. Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Denpasar, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, pimpinan perangkat daerah, serta para undangan.

Dalam pidatonya, Wakil Walikota Arya Wibawa menjelaskan bahwa perubahan KUA dan PPAS disusun sebagai respons atas perkembangan kondisi ekonomi dan fiskal, baik di tingkat nasional maupun daerah. Penyesuaian tersebut dilakukan agar kebijakan anggaran tetap relevan dengan perkembangan pendapatan, belanja, maupun pembiayaan daerah, sekaligus mengakomodasi kebutuhan pendanaan bagi program-program prioritas yang belum tertampung dalam APBD murni Tahun Anggaran 2026. Menurutnya, dokumen perubahan ini menjadi pedoman penting dalam menjaga kesinambungan fiskal, meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah, serta memperkuat kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Secara umum, rancangan perubahan tersebut meningkatkan proyeksi pendapatan daerah dari sekitar Rp3,08 triliun menjadi Rp3,24 triliun atau bertambah sekitar Rp162,28 miliar. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah. Di sisi lain, belanja daerah juga mengalami penyesuaian dari sekitar Rp3,64 triliun menjadi Rp3,88 triliun guna mendukung pelaksanaan program prioritas, peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan bantuan sosial, hingga belanja hibah yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Selain perubahan kebijakan anggaran, Pemerintah Kota Denpasar juga mengajukan Raperda tentang Penyelenggaraan Event Strategis Kota Denpasar. Wakil Walikota Arya Wibawa menegaskan bahwa regulasi tersebut disusun sebagai landasan hukum yang komprehensif untuk mendukung penyelenggaraan berbagai event strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang pelestarian seni, adat, tradisi, dan budaya Bali, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, pariwisata, olahraga, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Menurut Arya Wibawa, Denpasar sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan kebudayaan memiliki karakter masyarakat yang dinamis dan heterogen sehingga membutuhkan penyelenggaraan event yang tertata, berkualitas, aman, dan berkelanjutan. Keberadaan desa adat, banjar, pelaku usaha, komunitas kreatif, hingga masyarakat luas diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan event yang mampu memperkuat kohesi sosial, membuka peluang usaha, menarik investasi, sekaligus menjaga identitas budaya Kota Denpasar di tengah arus globalisasi.
Mengakhiri penyampaiannya, Wakil Walikota Arya Wibawa berharap pembahasan Rancangan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 maupun Raperda Penyelenggaraan Event Strategis dapat menghasilkan kebijakan terbaik bagi masyarakat. "Kami mengajak seluruh anggota DPRD untuk memberikan masukan dan penyempurnaan secara konstruktif agar kebijakan yang disepakati nantinya mampu memperkuat pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta semakin memantapkan Denpasar sebagai kota kreatif, berbudaya, berdaya saing, dan berkelanjutan," ujar Arya Wibawa. (Pur)

TP PKK Kota Denpasar Gelar Lomba Serangkaian Puncak HKG PKK ke-54 Tahun 2026, Angkat Tema Penguatan Layanan Kesehatan dan 10 Program Pokok PKK

Ket. Foto : Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat menghadiri serangkaian lomba dalam rangka Peringatan Puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya pada Kamis, (6/8). 


Denpasar, Bali Kini - Tim Penggerak PKK Kota Denpasar menggelar serangkaian lomba dalam rangka Peringatan Puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya pada Kamis, (6/8). 

Berbagai kegiatan dan perlombaan digelar untuk memperkuat peran keluarga dan kader PKK dalam mendukung program pembangunan serta pemberdayaan masyarakat. Dimana Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan peran kader PKK dan Posyandu dalam mendukung layanan kesehatan serta program pembangunan di Kota Denpasar.

Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dalam keterangannya menyampaikan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kapasitas kader.

"Melalui lomba ini kami ingin membangkitkan semangat dan kreativitas kader PKK serta Posyandu di seluruh Kota Denpasar. Kami berharap dari kegiatan ini lahir kader-kader yang berdaya, inovatif, dan mampu menjadi garda terdepan dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat. Mari bersama kita wujudkan Denpasar yang maju, sehat, dan sejahtera melalui penguatan 10 Program Pokok PKK," ujarnya.

Adapun setelah lomba-lomba ini, nantinya pada Puncak peringatan HKG PKK ke-54 Kota Denpasar akan dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya. Pada acara puncak ini juga akan dilakukan penyerahan piala bagi pemenang lomba HKG PKK ke-54 dan pemenang lomba serangkaian Bulan Bung Karno.

Sementara Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menjelaskan untuk lomba kali ini ada 4 Kategori Lomba yang Dilombakan yang meliputi Lomba Yel-Yel Posyandu yang Diikuti 1 regu per kecamatan dengan 11 orang Kader Posyandu. Durasi 5-6 menit dengan tema “Mendekatkan Layanan Membangun Indonesia Sehat menuju Masyarakat Kuat dan Berdaya”. Materi mencakup ajakan kesehatan, pencegahan stunting, Layanan 6 SPM, dan penguatan pangan lokal.

Selanjutnya Lomba Defile PKK yang satu kelompok terdiri dari 15 orang kader PKK. Penampilan berupa gerak tari, lagu, dan atraksi yel-yel dengan slogan. Materi mengangkat 10 Program Pokok PKK dan Program Unggulan POKJA PKK sesuai RAKERNAS X PKK dengan tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK Bangun Karakter Bangsa menuju Indonesia Emas”, dengan durasi 8-10 menit.

Kemudian Lomba Penyuluhan Kader Posyandu dengan Peserta 2 orang Kader Posyandu per kecamatan. Materi pilihan meliputi Pola Pelayanan Posyandu 6 SPM, Pencegahan Stunting, Imunisasi Lengkap, dan Pemantauan Tumbuh Kembang. Durasi 5-7 menit dengan tema “Melalui Kader Posyandu yang Berdaya Kita Wujudkan Denpasar MAJU”.

Ada pula Lomba Cerdas Cermat Kader Posyandu Diikuti 4 orang Kader Posyandu per kecamatan. Materi meliputi Pengetahuan Umum Posyandu, Layanan 6 SPM, ILP, Isu Strategis Kesehatan, dan 25 Uji Kompetensi Dasar Kader. Tema “Integrasi Layanan Posyandu 6 SPM Mendekatkan Layanan menuju Masyarakat Sehat dan Sejahtera”.

"Untuk ituTP PKK Kota Denpasar mengajak seluruh kader untuk berpartisipasi aktif dan menampilkan yang terbaik," ungkap Ayu Kristi. (Ays).

Pemkot Denpasar Siapkan Penataan Wajah Pusat Kota

Ket. Foto :Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat diskusi  tentang Penataan Wajah bersama para seniman dan pemilik toko di Jalan Gajah Mada yang berlangsung  di Bhineka Djaya, pada Selasa (4/8).

Gajah Mada Jadi Salah Satu Kawasan Prioritas


Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar terus mematangkan rencana penataan wajah pusat kota sebagai upaya menghadirkan kawasan perkotaan yang lebih tertata, menarik, nyaman, serta mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal. Saat ini, tahapan persiapan penataan telah mulai dilakukan, termasuk oleh pihak kontraktor.


Penataan akan menyasar sejumlah titik yang menjadi landmark dan bagian penting dari wajah pusat Kota Denpasar. Di antaranya kawasan Catur Muka, penataan kawasan Lonceng, Patung Kuda, Simpang Puri Pemecutan, Simpang Tambrin, serta kawasan Suci. Mengingat kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan karakter yang kuat, penataannya membutuhkan perencanaan yang detail dan matang.


Hal ini disampaikan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam sebuah diskusi  yang berlangsung  di Bhineka Djaya, pada Selasa (4/8).


Wali Kota Jaya Negara juga turut mengundang sejumlah seniman Kota Denpasar, di antaranya Putu Marmar Herayukti atau akrab disapa Marmar Herayukti dan I Komang Gede Sentana Putra, atau yang biasa disapa Kedux, untuk memberikan masukan dan pandangan terkait konsep penataan tersebut.

Pelibatan seniman ini dimaksudkan agar penataan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, namun juga mampu memperkuat karakter, identitas, dan estetika Kota Denpasar.

Pada kesempatan itu, 
Jaya Negara menekankan, titik-titik strategis di pusat kota diharapkan dapat menjadi landmark baru yang representatif, sekaligus memberikan kesan wajah kota yang lebih segar dan hidup.


“Penataan ini kita harapkan dapat menghadirkan wajah pusat Kota Denpasar yang lebih baru, tetapi tetap memiliki karakter dan tidak meninggalkan sejarah yang sudah ada. Karena itu, masukan dari para seniman sangat penting dalam proses penataan ini,” ujar Jaya Negara


 
Penataan Gajah Mada juga akan melibatkan para pemilik toko yang berada di  Jalan Gajah Mada. Dalam prosesnya, Pemkot Denpasar juga telah berkomunikasi dan berdiskusi dengan para pemilik toko yang berada di sepanjang kawasan tersebut.


"Penataan akan mencakup wajah kawasan serta pedestrian, dengan harapan kawasan Gajah Mada yang selama ini menjadi salah satu kawasan bersejarah di Denpasar dapat kembali hidup dan menjadi ruang kota yang menarik bagi masyarakat," ungkap Jaya Negara.


Secara umum, para pemilik toko pada prinsipnya menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut. Salah satunya pemilik Toko Bhineka Djaya, Wirawan Tjahjadi, yang menyambut baik rencana penataan wajah kota, khususnya di sepanjang Jalan Gajah Mada.

“Kami sangat setuju dengan adanya penataan wajah kota ini, terutama di sepanjang Jalan Gajah Mada. Bahkan, untuk menjadi percontohan, bagian depan toko kami siap digunakan,” ungkapnya.


Menurutnya, penataan kawasan tersebut dapat memberikan suasana baru sekaligus mendorong kembali aktivitas masyarakat di pusat kota.

Seniman Kota Denpasar,
I Komang Gede Sentana Putra atau Keduk juga menyatakan dukungannya terhadap rencana penataan pusat kota. Menurutnya, wajah kota memang perlu dirawat dan ditata secara berkala, namun tetap harus mempertahankan nilai sejarah yang melekat pada kawasan tersebut.

“Secara pribadi saya sangat mendukung. Wajah kota wajib di-maintenance, bukan diganti secara total. Karena di dalamnya ada sejarah awal terbentuknya kota. Kalau ada penataan, kami sangat mendukung karena ini bisa mengangkat kota dan ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia menilai, kawasan pusat kota memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi yang mampu menjadi titik perputaran ekonomi baru.

“Harapannya kawasan ini bisa menjadi destinasi dan pusat perputaran ekonomi. Jadi masyarakat tidak hanya lewat, tetapi bisa datang, menikmati suasana, dan berlama-lama di kawasan ini,” katanya.

Keduk menambahkan, konsep penataan saat ini masih terus digali dengan mencari karakter atau ikon yang menjadi ciri khas masing-masing kawasan di Denpasar.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan Patung Kuda. Ke depan, kawasan tersebut diharapkan dapat ditata menggunakan material yang lebih permanen, termasuk unsur logam, serta dilengkapi sejumlah ruang atau spot yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai maupun berfoto.

“Di kawasan Patung Kuda misalnya, akan kita lihat kembali apa yang menjadi karakter daerah tersebut. Bisa diperbarui dengan material yang lebih permanen, menggunakan logam, kemudian diberikan spot-spot agar masyarakat bisa menikmati kawasan, datang, duduk, rileks, dan berlama-lama,” jelasnya.

Selain memperkuat estetika kawasan, fasilitas pendukung juga menjadi bagian penting dalam penataan. Sejumlah fasilitas dasar seperti toilet, ruang duduk, serta spot foto diharapkan dapat tersedia sehingga kawasan pusat kota tidak sekadar menjadi jalur lalu lintas, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman.

Melalui penataan tersebut, dirinya berharap pusat kota dapat kembali menjadi kawasan yang hidup, memiliki daya tarik baru, tetap mempertahankan nilai sejarah, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.


Penataan wajah pusat Kota Denpasar ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kota yang lebih nyaman, berkarakter, dan memiliki ruang publik yang mampu menjadi tempat interaksi masyarakat maupun daya tarik bagi wisatawan. (Ayu/humas.dps)

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Padudusan Agung di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Kesiman

Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan menghadiri Karya Pemelaspasan Agung, rangkaian dari pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Melaspas, Mendem Pedagingan, dan Caru Manca Kelud di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Selasa (4/8). 


Denpasar , Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Pemelaspasan Agung rangkaian dari Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Melaspas, Mendem Pedagingan, dan Caru Manca Kelud di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Selasa (4/8). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Penglingsir Puri Agung Kesiman Anak Agung Ngurah Kusuma Wardhana, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, serta sejumlah tokoh adat dan undangan lainnya.

Di sela-sela pelaksanaan upacara, Walikota Jaya Negara menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas semangat ngayah yang ditunjukkan krama Desa Adat Kesiman. Menurutnya, pelaksanaan karya ini menjadi bukti nyata kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai spiritual yang diwariskan para leluhur. Pada kesempatan tersebut, Walikota juga menyerahkan punia serta mengikuti prosesi Mendem Pedagingan di Palinggih Ratu Agung. 

Jaya Negara mengatakan, Karya Padudusan Agung tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan yadnya, tetapi juga memperkuat semangat menyama braya di tengah kehidupan bermasyarakat. "Kebersamaan yang terjalin dalam setiap proses persiapan menjadi cerminan bahwa warisan leluhur akan tetap lestari apabila dijaga dengan rasa tulus, gotong royong, dan pengabdian yang berkelanjutan," ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Bendesa Adat Kesiman, Ketut Wisna menjelaskan, rangkaian karya telah dipersiapkan secara bertahap oleh Krama Pemaksan  Bumi Kebonkuri yang terdiri atas empat banjar. Rangkaian tersebut meliputi Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Pemelaspasan Agung, Manca Kelud, Mendem Pedagingan, Muput Caru Manca Kelud, hingga Ngusaba Dalem yang akan mencapai puncaknya pada Anggara Kliwon Medangsia, 11 Agustus 2026.

"Pada Selasa, Anggara Pon Merakih tanggal 4 Agustus 2026 dilaksanakan Upacara Pemelaspasan Agung yang dipuput dua Sulinggih yakni Ida Pedanda Gde Putra Bajing, Grya Tegal Jingga Lebah, dan Ida Pedanda Darma Kerti, Grya Saraswati Batuan," ujarnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, tahapan awal karya diawali dengan pelaksanaan Pemelaspasan Agung (Manca Kelud) yang dirangkaikan dengan Mendem Pedagingan (Pelinggih). Prosesi ini menjadi simbol penyucian seluruh pelinggih beserta sarana upacara yang telah selesai dibangun maupun direnovasi, sekaligus memohon keselamatan agar seluruh rangkaian karya berlangsung lancar sesuai sastra agama. Menurutnya, pelaksanaan karya juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarkrama melalui semangat ngayah yang melibatkan seluruh unsur masyarakat adat.

Lebih lanjut, Ketut Wisna menambahkan bahwa Karya Padudusan Agung memiliki makna mendalam sebagai upaya menyucikan bhuana alit dan bhuana agung, sekaligus memperkokoh sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasi-Nya yang berstana di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Kesiman. "Seluruh tahapan karya telah disusun secara rinci dengan melibatkan sulinggih, pemangku, prajuru adat, sekaa, dan krama pengempon, sehingga pelaksanaannya diharapkan berlangsung tertib, khidmat, serta tetap berpedoman pada pakem adat dan dresta yang diwariskan secara turun-temurun," ujarnya. (Pur/humasdps)

Sekitar 18.000 Warga Denpasar Masih Berada di Ambang Garis Kemiskinan


Denpasar , Bali Kini  - Pemerintah Kota Denpasar menaruh perhatian serius terhadap masyarakat yang berada diambang garis kemiskinan. Meski tingkat kemiskinan ini tergolong rendah, namun ada sekitar 18.000 warga tercatat kelompok rentan yang berpotensi masuk kategori miskin apabila tidak mendapat intervensi yang tepat.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengatakan secara makro capaian pembangunan dan indikator kesejahteraan masyarakat di Kota Denpasar menunjukkan tren yang positif. Pertumbuhan ekonomi Denpasar pada 2026 mencapai 6,11 persen atau berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Denpasar masih menjadi yang tertinggi di Bali dan masuk dalam jajaran 10 besar nasional. "Dalam aspek kesejahteraan sosial juga terjadi peningkatan pada indikator umur harapan hidup, harapan lama sekolah, dan rata-rata lama sekolah. Sementara tingkat kemiskinan kita berada di angka 2,6 persen, termasuk salah satu yang terendah di Indonesia," ujar Arya Wibawa, Kamis (6/8).

Menurutnya, terdapat sekitar 18.000 warga yang berada diambang garis kemiskinan. Kelompok ini menjadi prioritas agar tidak mengalami penurunan tingkat kesejahteraan hingga masuk ke kategori masyarakat miskin.
"Karena dari sisi jumlah penduduk kita ada sekitar 18.000 yang berada di pinggir atau mendekati garis kemiskinan. Kalau intervensinya tidak tepat, mereka bisa turun ke desil yang lebih rendah sehingga jumlah masyarakat miskin akan bertambah," jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkot Denpasar berupaya menjaga masyarakat yang berada pada kelompok desil 5 dan 6 agar tidak bergeser ke kelompok desil yang lebih rendah melalui berbagai program pemberdayaan dan perlindungan sosial.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkot Denpasar mengalokasikan anggaran penanganan kemiskinan sebesar Rp1,152 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai program, mulai dari penataan kawasan kantong kemiskinan, bedah rumah, hingga peningkatan kualitas infrastruktur dasar.

"Infrastruktur di kawasan-kawasan tersebut terus kita perbaiki. Misalnya, jika ada rumah yang belum memiliki MCK akan kita bangunkan, sehingga ke depan tidak ada lagi kawasan kumuh di Kota Denpasar," katanya.

Selain pembenahan infrastruktur, pemerintah juga berupaya meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi yang melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi, Dinas Pertanian, serta Dinas Perikanan.
Melalui pendekatan tersebut, Pemkot Denpasar berharap mampu menjaga masyarakat rentan tetap berada di atas garis kemiskinan sekaligus menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved