-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Senin, 13 April 2026

Wabup Tjok Surya Tutup Kesanga Mahotsava Fest 2026, Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Seni Ogoh-Ogoh


Klungkung , Bali Kini - Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, mewakili Bupati Klungkung secara resmi menutup kegiatan Lomba Ogoh-Ogoh Mini dan Lomba Tapel dalam rangkaian Kesanga Mahotsava Fest 2026, Minggu (12/4). Kegiatan yang berlangsung di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya ini diselenggarakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Klungkung yang diketuai oleh Anak Agung Gde Mega Ary Putra.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap antusiasme para peserta, khususnya anak-anak usia sekolah dasar yang turut ambil bagian menampilkan karya terbaik mereka.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Klungkung, kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan lomba ini dan berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mendorong KNPI Klungkung untuk berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dalam menggelar kegiatan serupa, terutama sebagai bagian dari upaya memeriahkan Festival Semarapura. Melalui ajang ini, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan kreativitas, berinovasi, serta melestarikan seni dan budaya Bali.

“Semoga kegiatan ini dapat berkesinambungan, memberikan manfaat luas, serta melahirkan prestasi-prestasi yang membanggakan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Klungkung, Anak Agung Gde Mega Ary Putra, yang akrab disapa Gung Mega, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan melestarikan seni budaya Bali, tetapi juga menjadi wadah untuk menjaring dan mengembangkan bakat-bakat seniman muda dari seluruh Bali. Ia juga menegaskan bahwa lomba ini bersifat terbuka untuk umum tanpa batasan usia serta tidak dipungut biaya pendaftaran.

Adapun kategori yang dilombakan meliputi Lomba Ogoh-Ogoh Mini kategori mesin yang diikuti oleh 6 peserta dan kategori non-mesin sebanyak 104 peserta. Selain itu, Lomba Tapel Ogoh-Ogoh yang menonjolkan detail estetika wajah tokoh pewayangan maupun kerakyatan diikuti oleh 123 peserta. Para pemenang mendapatkan hadiah berupa uang tunai jutaan rupiah, piala, sertifikat, serta penghargaan khusus untuk kategori Juara Favorit.

Kesanga Mahotsava Fest diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga mampu menjadi daya tarik pariwisata lokal yang berdampak pada penguatan ekonomi kreatif di Kabupaten Klungkung.

Anggota OPM Kodap III/Puncak Pimpinan Lekagak Talenggen Bakar Rumah Warga di Kampung Muara Distrik Pogoma, Tim Patroli Koops TNI Habema Amankan Lokasi

Papua Tengah , Bali Kini - Anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III/Puncak pimpinan Lekagak Talenggen melakukan pembakaran rumah warga di Kampung Muara, Tim Patroli Koops TNI Habema Amankan lokasi, bertempat di Distik Pogoma, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Senin (13/4/26).

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin pagi, tanggal 13 April 2026, dan menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat setempat. Sejumlah warga dilaporkan mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari potensi gangguan lanjutan oleh kelompok OPM.

Setelah menerima laporan dari warga Kampung Muara Distrik Pogoma, Tim Patroli keamanan Satgas Koops TNI Habema langsung merespon cepat kejadian tersebut, dengan segera bergerak ke lokasi untuk mengamankan situasi. Tim Patroli keamanan Koops TNI Habema melakukan penyisiran di sekitar muara dan perkampungan, guna memastikan keberadaan anggota OPM, dan mencegah adanya ancaman terhadap warga.

Dari hasil pantauan drone Satgas Koops TNI Habema, didapatkan hasil beberapa kelompok orang tidak di kenal (OTK) membawa pucuk senjata api disekitar lokasi kejadian, yang sampai saat ini masih dilakukan penyisiran. Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menegaskan, bahwa pihak TNI akan terus meningkatkan patroli keamanan guna mencegah aksi serupa serta memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga di wilayah Distrik Pogoma dan sekitarnya. "TNI akan meningkatkan patroli keamanan, agar peristiwa tidak terulang Kembali," ucap Wirya.

Selain mengamankan lokasi, personel Satgas juga membantu masyarakat yang terdampak serta melakukan pendataan terhadap kerusakan akibat aksi pembakaran tersebut. Hingga saat ini, aparat masih melakukan pengamanan dan pemantauan di wilayah tersebut. (Koops TNI Habema)

Wawali Denpasar Arya Wibawa Pimpin Apel Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar ke-80 Tahun 2026

Denpasar, Bali Kini - Peringatan peristiwa heroik Serangan Umum Kota Denpasar Ke-80 Tahun 2026 dilaksanakan Pemkot Denpasar melalui pelaksanaan apel di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung dan tabur bunga di area Monumen Puputan Badung , Senin (13/4) pagi. 

Pelaksanaan apel dipimpin langsung Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, segenap Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Denpasar dan juga pimpinan OPD Pemkot Denpasar. 

Seluruh rangkaian pelaksanaan apel ini dimulai dengan rentetan upacara, dan diakhiri dengan tabur bunga oleh Wakil Wali Kota Arya Wibawa dan hadirin lainnya di sekitar area Monumen Puputan Badung. 

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam sambutannya menyampaikan Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar ini berakar pada salah satu peristiwa paling heroik dalam sejarah perjuangan mempertahankan Denpasar dari upaya Kolonial/NICA untuk merebut kembali kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. 


Seperti diketahui, peristiwa Serangan Umum Kota Denpasar terjadi 80 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 11 April 1946, serta telah menjadi tonggak peringatan peristiwa heroik para pejuang kemerdekaan oleh jajaran Pemkot Denpasar bersama masyarakat Kota Denpasar. 

Selain itu, tanggal 11 April 1946 menjadi simbol keteguhan dan keberanian masyarakat Denpasar, yang dipimpin para pejuang berjiwa patriotik, bersatu padu dengan dedikasi dan idealisme tinggi, berjuang sepenuh jiwa raga melawan penjajah demi tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Lebih dari itu, Wawali Arya Wibawa juga menyampaikan, Bung Karno pernah menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya, karena tanpa perjuangan dan pengorbanan para perintis kemerdekaan, tidak akan lahir Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Melalui Peristiwa Serangan Umum Kota Denpasar, kita dapat memetik nilai luhur semangat perjuangan yang menumbuhkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Melalui kesempatan yang baik ini, saya mengajak seluruh warga Kota Denpasar untuk senantiasa memperkokoh persatuan dan kesatuan demi tegaknya nasionalisme bangsa, serta bersama -sama mewujudkan Denpasar Sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju," kata Arya Wibawa.

Selanjutnya, Arya Wibawa juga mengatakan, Semangat Vasudhaiva Kutumbakam bahwa kita semua bersaudara hendaknya bisa diimplementasikan melalui nilai kebersamaan sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara gotong royong.

"Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar ini tidak semata bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memaknai dan mengamalkan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif dalam pembangunan," ujarnya. 

Sejalan dengan hal tersebut, Arya Wibawa juga mengajak seluruh pihak untuk mewujudkan Kota Denpasar Sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. Ajakan Ini Selaras Dengan Tema Peringatan Tahun Ini, yakni "Melalui Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar Ke-80 Tahun 2026, Lanjutkan Perjuangan Bersama Rakyat Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas"

Di momen yang baik ini pula, Arya Wibawa juga menyampaikan, Pemerintah Kota Denpasar juga berkomitmen ingin menjaga semangat seluruh warga Kota Denpasar dalam membangun Kota Denpasar. Pihaknya meyakini kalau semangat kebersamaan melalui Spirit Vasudhaiva Kutunbakam ini terus dijalankan, maka semua kendala akan dapat tertangani, terutama yang kita hadapi saat ini yakni terkait tata kelola persampahan di Kota Denpasar.

Arya Wibawa juga mengemukakan ucapan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar, karena per 1 April 2026, masyarakat sudah mulai menjalankan arahan pemerintah dalam melakukan pemilahan sampah berbasis sumber mulai dari skala rumah tangga. Ini tentunya akan menjadi kunci, dimana jika masyarakat sudah bahu membahu memilah sampah maka otomatis semua persoalan dalam tata kelola persampahan di Kota Denpasar dapat kita pelan -  pelan tangani dengan baik.

"Kedepan juga kita akan petakan kendala yang ada untuk kita urai, kemudian kita lakukan pendekatan untuk menekan persoalan-persoalan yang muncul seperti penumpukan sampah di jalan protokol dan pembakaran sampah di ruang publik serta kendala terkait tata kelola persampahan lainnya, “ ujar Arya Wibawa. ,( esa-wahdodik)

Kesadaran Warga Denpasar Memilah Sampah Meningkat

Laporan Reporter: Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini  - Adanya kebijakan baru terkait pembuangan sampah yang per 1 April TPA Suwung tidak lagi menerima sampah organik. Memicu kesadaran masyarakat memilah sampah makin meningkat. Saat ini sudah 84 persen rumah tangga di Denpasar melakukan pemilahan. 
Hal ini diungkap Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa usai upacara Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar, Senin (13/4). Dikatakan persentase pemilahan sampah oleh masyarakat cenderung meningkat. "Dulu masyarakat melakukan pemilahan sampah mendekati 20 hingga 25 persen. Mulai per 1 April ini persentasennya meningkat," ujarya. 
Menurutnya, antusias masyarakat melakukan pemilahan sampah juga meningkat. Berdasarkan data dari aplikasi Denpasar Prama Sewaka (DPS) menyatakan 35.384 rumah tangga atau setara dengan 84 persen sudah melakukan pemilahan sampah di sumber. Data tersebut per tanggal 12 April 2026 yang terus dilakukan update setiap harinya. 
Momen peringatan Serangan Umum Kota Denpasar ini bisa menjadi semangat untuk menjaga semangat bersama membangun Kota Denpasar serta menghadapi persoalan-persoalan yang terjadi. Termasuk soal sampah yang akhir akhir ini menjadi masalah bersama kita.
"Ini semangat yang ingin kita wariskan, dulu mungkin kita berjuang dengan penjajah atau bangsa asing sekarang kami ingin menjaga semangat Kota Denpasar khususnya untuk bersama-sama membangun kota, kaitannya dengan permasalahan sampah yang kita hadapi akhir-akhir ini. Kalau kita bergotong royong dengan semangat kebersamaan kita bisa menghadapi permasalahan termasuk soal sampah ini," ungakp Arya Wibawa.

Minggu, 12 April 2026

SMS Lembongan Sabet Juara, Bupati Satria Resmi Tutup Turnamen Pesawahan Cup II

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi menutup gelaran Turnamen Bola Voli Semi Open Pesawahan Cup II yang berlangsung di Lapangan POR Pesawahan, Banjar Kawan, Desa Satra, Kabupaten Klungkung, Sabtu (11/4). 

Laga puncak yang mempertemukan SMS Lembongan melawan Gapes Gelgel berlangsung sengit dan penuh antusiasme. Setelah melalui pertarungan yang kompetitif, SMS Lembongan akhirnya keluar sebagai jawara dan berhak menyandang gelar juara pada edisi tahun ini. 

Dalam arahannya, Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menyebut penutupan turnamen ini terasa sangat istimewa dengan kehadiran tokoh-tokoh masyarakat dan para suporter Voli Mania.

"Pemerintah Kabupaten Klungkung sangat mengapresiasi dan mendukung penuh turnamen ini. Keberhasilan sebuah tim tidak datang instan, melainkan lahir dari latihan keras dan kerja sama tim yang solid. Melalui ajang seperti inilah, kita bisa melahirkan bibit-bibit atlet voli berkualitas yang nantinya akan membela Klungkung di ajang yang lebih tinggi," ujar Bupati Satria.

Sementara, Ketua Panitia, Dewa Made Oka Asmara, melaporkan bahwa turnamen yang diinisiasi oleh Pasikian Yowana Eka Satya Darma Lestari ini telah berlangsung sejak tanggal 21 Februari 2026. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan kondusif hingga babak final.

"Kami bersyukur kegiatan berjalan tanpa hambatan berarti. Tujuan utama kami adalah membangkitkan gairah dan semangat masyarakat, khususnya generasi muda di bidang olahraga bola voli. Terima kasih kepada seluruh tim yang telah menjunjung tinggi sportivitas," ungkap Dewa Made Oka.

Turut hadir pangsung, Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, Ketua Kone Klungkung sekaligus Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom dan undangan terkait lainnya. 


Sekretaris Daerah I Gede Susila melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Ulun Batur

Tabanan , Bali Kini  - Pemerintah Kabupaten Tabanan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah I Gede Susila melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Ulun Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli pada Sabtu, (11/4). Kegiatan keagamaan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keharmonisan spiritual sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut salah satu Anggota DPRD Provinsi Bali, para Asisten Sekda, serta para Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Persembahyangan berlangsung dengan khidmat, sebagai cerminan rasa bhakti dan kebersamaan seluruh peserta yang hadir dalam memohon keselamatan dan kesejahteraan.

Truk Mundur di Tanjakan Ababi, Pejalan Kaki Tewas Tertabrak


Karangasem , Bali Kini – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk dan pejalan kaki terjadi di Jalan Raya Besang KM 12, tepatnya di depan SDN 6 Ababi, Banjar Dinas Pikat, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Sabtu (11/3/2026) malam sekitar pukul 19.30 Wita. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia.

Kasat Lantas Polres Karangasem, AKP I Gusti Agung Putu Mahaputra, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat sebuah truk Isuzu Elf warna putih dengan nomor polisi DK 8161 YH yang dikemudikan oleh sopir berinisial ANM bergerak dari arah selatan (Budakeling) menuju utara (Ababi) dengan membawa muatan pasir.

“Setibanya di lokasi kejadian yang merupakan jalan menanjak, kendaraan diduga tidak kuat menanjak sehingga bergerak mundur dan menabrak seorang pejalan kaki yang berada di pinggir jalan sebelah kiri,” jelasnya.

Korban diketahui wanita paruh baya bernama A.A. Mayun Yuniastuti. Berdasarkan informasi di lapangan, sebelum kejadian korban baru saja selesai melakukan persembahyangan di depan pura setempat. Warga sekitar yang melihat kejadian sempat berteriak memberikan peringatan, namun korban diduga tidak mendengar hingga akhirnya tertabrak truk yang mundur.

Salah satu warga lokal, Wayan Suartika, mengaku langsung menuju lokasi setelah menerima informasi berupa video kejadian yang beredar. Ia membenarkan peristiwa tersebut terjadi dan melihat kondisi di lapangan pascakejadian.

Petugas dari Sat Lantas Polres Karangasem yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi korban yang sempat berada di bawah kendaraan. Korban kemudian dibawa ke RSUD Karangasem.

Selain itu, kendaraan truk telah diamankan sebagai barang bukti di Mapolres Karangasem, sementara pengemudi juga telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. (Ami)

Sabtu, 11 April 2026

Satpol PP Kota Denpasar Tertibkan PKL di Jalan Kamboja, Tegakkan Ketertiban dan Jaga Keindahan Kota.

Denpasar, Bali Kini - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di kawasan Jalan Kamboja, pada Jumat (10/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga ketertiban umum, keindahan kota, serta kenyamanan masyarakat.

Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa penertiban ini merupakan agenda rutin yang secara konsisten dilaksanakan oleh jajarannya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) terkait ketertiban umum dan penataan ruang kota.

“Kegiatan ini merupakan langkah berkelanjutan untuk memastikan lingkungan kota tetap tertib, bersih, dan nyaman. Selain itu, ini juga sebagai upaya penegakan Perda agar fungsi ruang publik dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan penertiban tersebut, petugas berhasil menindak sejumlah pedagang yang masih berjualan di lokasi yang tidak semestinya. Adapun PKL yang berhasil ditertibkan terdiri dari dua pedagang kopi keliling, satu pedagang bakso, dan satu pedagang cilok. Sementara itu, beberapa pedagang lainnya diketahui melarikan diri saat petugas tiba di lokasi.

Terhadap empat pedagang yang berhasil ditertibkan, Bawa Nendra me menegaskan bahwa Satpol PP akan memberikan tindakan lanjutan berupa pemanggilan resmi melalui Surat Panggilan untuk menghadap Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Langkah ini diambil sebagai bentuk efek jera agar para pelanggar tidak kembali mengulangi perbuatannya.

“Kami akan memanggil mereka untuk diproses lebih lanjut. Ini sebagai efek jera agar tidak kembali melanggar aturan. Namun perlu kami tegaskan, pemerintah tidak melarang masyarakat untuk berjualan, tetapi harus dilakukan di tempat yang telah ditentukan dan sesuai aturan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bawa Nendra menekankan bahwa keberadaan PKL di lokasi yang tidak sesuai dapat mengganggu ketertiban, keindahan, serta fungsi fasilitas umum. Oleh karena itu, penertiban akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga wajah Kota Denpasar sebagai kota yang tertib dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Penertiban ini sangat penting untuk menjaga wajah kota. Kami akan terus melaksanakan kegiatan ini secara rutin demi menciptakan lingkungan yang tertib dan harmonis,” pungkasnya.

Dengan adanya penertiban ini, diharapkan para pedagang dapat lebih memahami pentingnya menaati aturan yang berlaku, serta bersama-sama menjaga ketertiban dan keindahan Kota Denpasar. (Ayu)

Bupati Kembang : Pemerintah Berkomitmen Jaga Konsistensi Wadah Olahraga Masyarakat melalui Negaroa Fun Run

Jembrana , Bali Kini - Kehadiran langsung Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) dalam ajang " Negaroa Fun Run #2" , Sabtu (11/4), menjadi bukti nyata dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan olahraga kemasyarakatan secara kontinyu.

Dukungan ini bukan sekadar partisipasi simbolis, melainkan bagian dari visi besar kepemimpinan Kembang-Ipat dalam menjaga konsistensi ruang olahraga bagi warga Bumi Makepung.


 Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), yang ikut berbaur dan berlari bersama ratusan peserta dengan titik start di Gedung Kesenian Bung Karno.

Kegiatan yang menempuh jarak 6 kilometer dan 10 kilometer ini menjadi bukti konsistensi ruang olahraga bagi masyarakat Jembrana.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kembang menekankan bahwa fokus pembangunan pemerintah daerah tidak hanya menyasar pada aspek fisik saja.

​"Kita membangun tidak harus selalu fisik seperti jalan, jembatan, atau gedung. Membangun kesehatan dan kebugaran masyarakat itu jauh lebih penting," ujarnya

​Bupati juga mengapresiasi kerja keras panitia serta dukungan para sponsor yang telah berkolaborasi sehingga ajang tahunan ini berjalan meriah. Ia berharap atmosfer positif ini terus berlanjut guna menciptakan masyarakat Jembrana yang lebih sehat.

​"Inilah bentuk kecintaan dan partisipasi kawan-kawan semua. Mudah-mudahan ke depan Jembrana selalu bisa menampilkan kegiatan-kegiatan positif yang menyehatkan warga masyarakat kita semua," tambahnya.

​Sementara itu, Ketua Panitia Negaroa Fun Run #2, Ni Made Nona Stefi Hilda Smara, menjelaskan bahwa pada edisi kedua ini tercatat sebanyak 350 peserta dari berbagai komunitas olahraga turut ambil bagian.

​"Melalui kegiatan ini, kami berharap muncul lebih banyak ruang bagi komunitas olahraga di Jembrana untuk tumbuh, berkolaborasi, dan menciptakan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat luas," pungkasnya.
( * )

Solusi Agroteknologi Cerdas Perkuat Ketahanan Pangan di Tengah Perubahan Iklim


DENPASAR, BALI KINI -  Ancaman krisis pangan global akibat perubahan iklim yang kian ekstrem menuntut transformasi radikal dalam sistem pertanian konvensional. Pendekatan monokultur yang mengandalkan input kimia tinggi dinilai tidak lagi relevan dan justru mempercepat degradasi lingkungan. Sebagai gantinya, integrasi teknologi cerdas berbasis ekologi atau agroteknologi cerdas menjadi kunci untuk menjaga kedaulatan pangan sekaligus melestarikan biodiversitas.

Hal tersebut mengemuka dalam Kuliah Umum Internasional yang digelar secara daring oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Agroteknologi, Universitas Warmadewa, Denpasar, Sabtu (11/4/2026). Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Marco Campera, Senior Lecturer in Conservation and Biodiversity dari Oxford Brookes University, Inggris.

Dalam paparannya yang bertajuk "Smart Agrotechnology: A Strategic Solution to Strengthen Global Food Security Amid Climate Change", Campera menyoroti titik kritis sistem pangan dunia. Pertanian saat ini terjepit di antara kebutuhan untuk memberi makan populasi yang terus tumbuh dan kenyataan bahwa lahan produktif kian menyusut akibat deforestasi serta perubahan iklim.

"Kita tidak bisa lagi hanya fokus pada satu komoditas secara intensif tanpa memikirkan kesehatan tanah. Agroteknologi cerdas bukan sekadar soal digitalisasi, melainkan bagaimana kita menggunakan pengetahuan sains, seperti genomika dan ekologi, untuk memperkuat sistem agroforestri yang berkelanjutan," ujar Campera dari London.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah transisi dari sistem monokultur menuju agroforestri. Campera memaparkan hasil risetnya mengenai komoditas kopi, yang merupakan salah satu penopang ekonomi di Indonesia dengan luas lahan mencapai 1,3 juta hektare dan dikelola oleh 96 persen petani kecil.

Riset menunjukkan bahwa intensifikasi lahan yang menghilangkan pohon pelindung (unshaded coffee) dan penggunaan pestisida berlebih justru menurunkan kualitas ekosistem. Sebaliknya, sistem agroforestri—di mana kopi ditanam berdampingan dengan pohon peneduh dan tanaman lain seperti vanili, cengkih, atau porang—terbukti lebih tangguh.

"Data kami menunjukkan bahwa peningkatan tutupan tajuk pohon tidak mengurangi hasil panen kopi secara signifikan. Justru, keberadaan pohon pelindung mampu menekan serangan hama penggerek buah kopi secara alami melalui peningkatan keanekaragaman hayati, seperti populasi burung dan serangga predator," jelasnya.

Campera juga memperkenalkan konsep Land Maxing. Strategi ini bertujuan untuk memaksimalkan produktivitas lahan melalui pendekatan regeneratif dan transformatif. Dengan memadukan tanaman pangan, tanaman perkebunan, dan tanaman lokal, petani dapat mengelola enam modal pembangunan berkelanjutan (Six Capitals) secara seimbang.

Penerapan agroteknologi cerdas dalam konsep ini mencakup penggunaan data genomika untuk memahami interaksi kompleks antara tanaman dengan jamur dan bakteri di dalam tanah. Pemahaman ini penting untuk memulihkan kesehatan tanah yang selama ini rusak akibat ketergantungan pada pupuk anorganik.

Selain aspek lingkungan, sisi ekonomi menjadi daya tarik utama. Campera menyodorkan simulasi pendapatan petani yang menerapkan tumpang sari. Di lahan seluas satu hektare, kombinasi kopi dengan tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti vanili atau cengkih dapat memberikan pendapatan yang jauh lebih stabil dan besar dibandingkan hanya mengandalkan satu komoditas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi panjang antara Oxford Brookes University dan Universitas Warmadewa. Campera mencatat, hingga saat ini kedua institusi telah menghasilkan lima publikasi bersama terkait agroforestri berkelanjutan dan melibatkan pertukaran mahasiswa serta riset lapangan di Bali.

"Bali memiliki potensi besar dengan sistem Subak dan kearifan lokalnya. Jika dipadukan dengan agroteknologi cerdas, ini bisa menjadi model bagi wilayah lain dalam menghadapi perubahan iklim," tambahnya.

Sementara Dekan Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan pertanian masa depan tidak hanya terletak pada kuantitas produksi, tetapi juga pada aspek keberlanjutan dan kualitas nutrisi. 

“Agroteknologi cerdas bukan sekadar tentang pemasangan perangkat teknologi atau pengoperasian aplikasi digital di lahan. Hal yang jauh lebih esensial adalah bagaimana teknologi tersebut terintegrasi secara utuh ke dalam sistem produksi guna menciptakan efisiensi penggunaan air, pupuk, serta meminimalkan dampak lingkungan,” ujar Prof. Suriati.

Menurutnya, perubahan iklim yang ekstrem saat ini telah memberikan tekanan besar pada stabilitas pasokan pangan. Oleh karena itu, inovasi agroteknologi yang dikembangkan di lingkungan kampus harus memiliki dampak langsung terhadap efisiensi biaya produksi dan peningkatan kesejahteraan petani.

Prof. Suriati menekankan bahwa tanggung jawab moral perguruan tinggi adalah memastikan bahwa riset tidak hanya berakhir sebagai dokumen di rak perpustakaan atau laporan laboratorium. Inovasi harus bertransformasi menjadi alat yang bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat luas.
"Kampus memiliki tanggung jawab besar untuk menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang tidak berhenti di laboratorium. Inovasi ini harus mengabdi pada kemajuan bangsa, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas keamanan sosial kita," tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan fasilitas di lapangan, keberlanjutan pembiayaan, serta kebijakan yang berpihak pada riset dan pendidikan. Tanpa ekosistem pendukung tersebut, transformasi menuju pertanian cerdas akan sulit tercapai secara masif.

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved