-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Minggu, 07 Juni 2026

TP PKK Bangli Borong Prestasi di Ajang Provinsi Bali


"Raih Juara I Lomba Yel-Yel dan Juara II Lomba Memasak Serba Ikan"

Denpasar , Bali Kini - Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Bali. Dalam ajang Lomba Memasak Serba Ikan dan Lomba Yel-Yel Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Mall Bali Galeria, Sabtu (6/6/26), kontingen Kabupaten Bangli sukses meraih Juara I Lomba Yel-Yel dan Juara II Lomba Memasak Serba Ikan.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kreativitas, inovasi, dan kekompakan kader-kader PKK Kabupaten Bangli dalam mendukung program peningkatan konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut hadir memberikan dukungan langsung Sekretaris I TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, didampingi Ny. Pusparini Riana Putra. Kehadiran keduanya menjadi penyemangat bagi para peserta yang tampil mewakili Kabupaten Bangli di hadapan dewan juri dan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

Lomba yang mengusung tema “Bali Jagadhita” ini diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali serta TP PKK Provinsi Bali. Kegiatan tersebut diikuti oleh sembilan tim perwakilan TP PKK kabupaten/kota se-Bali.

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan konsumsi ikan di tengah masyarakat. Melalui lomba memasak, peserta ditantang menghadirkan kreasi menu berbahan dasar ikan yang tidak hanya lezat dan menarik, tetapi juga bernilai gizi tinggi. Sementara itu, lomba yel-yel menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat, kekompakan, serta kemampuan kader PKK dalam menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat.

Ny. Suciati Diar menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh tim yang telah mempersiapkan diri dengan maksimal sehingga mampu meraih hasil yang membanggakan. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari kolaborasi, semangat gotong royong, serta komitmen kader PKK Bangli dalam mendukung program peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

“Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi TP PKK Kabupaten Bangli, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein yang sangat baik bagi pertumbuhan dan kesehatan keluarga. Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh kader PKK untuk terus berinovasi dan berkarya,” ujar Istri Wakil Bupati Bangli tersebut.

Keberhasilan meraih dua penghargaan sekaligus menegaskan kiprah TP PKK Kabupaten Bangli sebagai salah satu organisasi pemberdayaan keluarga yang aktif dan berprestasi di tingkat Provinsi Bali. Lebih dari sekadar kemenangan, capaian ini mencerminkan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas melalui pemenuhan gizi keluarga berbasis pangan lokal.

Prestasi yang diraih di ajang tingkat provinsi tersebut diharapkan semakin memperkuat peran TP PKK Kabupaten Bangli sebagai motor penggerak edukasi masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus mendukung terwujudnya Bali yang maju, harmonis, dan berkelanjutan.

1000 Lebih Rare Angon Mengikuti Lomba Layang-layang Pelangi Bali

Laporan Reporter: Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini  - Antusiasme rare angon Bali terhadap kelestarian tradisi layang-layang kian meningkat. Hal ini terbukti dari melonjaknya jumlah peserta dalam gelaran lomba layang-layang Pelangi Bali ke-48 yang digelar di Pantai Padanggalak, Minggu (7/6).
Event tahunan yang diselenggarakan pada 6 dan 7 Juni 2026 ini diikuti total 1.077 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Sekretaris Pelangi Bali, I Gusti Ngurah Arya Wardana, mengungkapkan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Ada peningkatan yang sangat signifikan. Tahun lalu kita di angka 900-an, tepatnya 920-an peserta. Nah, tahun ini sudah mencapai 1.077 peserta," katanya,. Arya Wardana menambahkan, jika dahulu perlombaan didominasi oleh perwakilan Seka Teruna-Teruni (STT), kini peserta juga datang dari klub-klub layangan mandiri. 
Meski demikian, keterlibatan STT dinilai masih tetap ada walaupun tidak sedominan dulu. Kategori yang dilombakan terbagi menjadi dua kelompok usia, yaitu remaja dan dewasa. 
Sementara untuk jenis layangan yang dilombakan meliputi layang pecukan, bebean, janggan, janggan buntut, hingga kreasi. Selain itu, ada juga lomba pindekan dengan 70 peserta.
Untuk menjaga kredibilitas kompetisi, Pelangi Bali menerjunkan tiga tim khusus, yakni tim ukur, tim juri, dan tim pantau.  Adapun kriteria penilaian yang ditetapkan oleh tim juri meliputi aspek warna, elog, keserasian/pakaian, hingga panjang tali layangan. 
Dalam gelaran ini, Arya Wardana menyelipkan harapan sekaligus ruang refleksi bagi para rare angon.  Menurutnya, kelestarian budaya layangan di Bali saat ini tengah menghadapi tantangan serius akibat menyempitnya lahan terbuka.
Saat ini, wilayah Denpasar hanya menyisakan dua lokasi yang representatif untuk menerbangkan layang-layang berskala besar, yaitu di Pantai Padanggalak dan Pantai Mertasari. "Harapan kami dari Pelangi Bali, sebagai induk organisasi pelayang di Bali, agar pemerintah dalam hal ini bisa menyediakan lahan yang pas dan cukup. Dengan begitu, kami sebagai generasi muda Bali bisa terus melestarikan lomba layang-layang ini dan dapat melayangan dengan nyaman," pungkasnya.

Belasan Petugas Parkir Nakal di Denpasar Terkena Sidak

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - Banyaknya laporan petugas parkir nakal membuat Perumda Bhukti Praja Sewakadarma langsung melaksanakan sidak pelaksaaan pelayanan parkir. Dalam semalam semalam sebanyak 15 petugas parkir berhasil dijaring. 

Dirut Perumda Bhukti Praja Sewakadarma Denpasar, I Nyoman Putrawan, S.T mengatakan sidak kali ini menekankan pada pelayanan petugas jasa layanan parkir yang meliputi, penggunaan uniform sesuai ketentuan, penggunaan karcis parkir yang resmi serta pelaksanaan tugas sesuai dengan SOP layanan yang ada. 

Selain itu pada sidak ini juga menekankan pada pengamanan area bertugas, optimalisasi target pendapatan dari petugas jasa layanan yang bertugas serta temuan petugas jasa layanan parkir liar. Sidak ini dipusatkan di seputaran Lapangan Puputan , Jl Kamboja,A Yani , Malboro, Monang Maning, dan Jl Diponegoro. 

Pada sidak yang dilakukan pada pengelolaan parkir dalam Rumija (Ruang Milik Jalan) masih ditemukan beberapa pelanggaran diantaranya, petugas jasa layanan parkir bertugas tanpa menggunakan uniform resmi dari Perumda BPS.

"Penggunaan karcis tidak sesuai dengan ketentuan (karcis yang digunakan karcis tahun 2025 yang seharusnya karcis yang digunakan karcis tahun 2026), masih ditemukan petugas parkir liar (petugas parkir yang tidak resmu dari Perumda),"sebut Putrawan.

Dari sidak tersebut terdapat 15 petugas parkir yang ditemukan melakukan pelanggaran ,12 tidak memakai uniform resmi sesuai ketentuan, 2 tidak menggunakan karcis tahun 2026, dan 1 petugas parkir tidak resmi (belum terigister). 

Untuk sementara pihaknya hanya mengenakan sanksi sebatas pembinaan. Bila melakukan kembali, maka sanksi peringatan tertulis (SP) diberikan.  

"Untuk petugas jasa layanan parkir liar yang belum terigister, oleh tim sidak langsung di arahkan ke kantor untuk di proses lebih lanjut dimana area parkir yang mereka jaga sebelumnya dijadikan post resmi perumda BPS," ujarya.

Sabtu, 06 Juni 2026

Bangli Gaungkan Aksi Nyata untuk Iklim, Forkopimda Turun Langsung Bersihkan Kota dan Tanam Bunga

 Bangli , Bali Kini  - Semangat menjaga bumi dan memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan menggema di Alun-Alun Kota Bangli, Jumat (5/6/2026). Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Kabupaten Bangli tidak sekadar diisi dengan seremoni, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata berupa pembersihan kawasan publik dan penanaman bunga pucuk bang yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di jantung Kota Bangli tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangli, pimpinan perangkat daerah, TNI-Polri, pelajar, organisasi masyarakat, komunitas lingkungan, serta masyarakat umum. Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi simbol kuat bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia setiap tanggal 5 Juni merupakan momentum global yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 1972. Tahun ini, dunia mengusung tema “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future” yang diperkuat melalui kampanye #NowForClimate, sebagai ajakan untuk mempercepat aksi iklim berbasis alam dan mendorong keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

Tema tersebut selaras dengan tema nasional Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026, yakni “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema ini menegaskan bahwa tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini tidak cukup dijawab dengan kesadaran semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan yang dikenal sebagai Triple Planetary Crisis, berbagai daerah di Indonesia didorong untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kabupaten Bangli menjadi salah satu daerah yang menunjukkan komitmen tersebut melalui pelaksanaan aksi kolektif yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Suasana kebersamaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Para peserta bahu-membahu membersihkan area publik, mengumpulkan sampah, serta melakukan penataan lingkungan di kawasan alun-alun. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman bunga pucuk bang yang diharapkan dapat memperindah kawasan kota sekaligus memperkuat ruang terbuka hijau sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.

Lebih dari sekadar mempercantik wajah kota, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada masyarakat. Penanaman vegetasi dan pemeliharaan ruang hijau diyakini memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara, meningkatkan daya serap air, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga dimanfaatkan untuk memperkuat implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang saat ini terus digelorakan pemerintah. Melalui gerakan tersebut, nilai-nilai pelestarian lingkungan diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi tumbuh menjadi budaya dan gaya hidup yang melekat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Partisipasi aktif berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Bangli.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Bangli pun menjadi bukti bahwa upaya menjaga bumi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di lingkungan sekitar. Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, media, dan masyarakat, harapan untuk mewujudkan Bangli yang hijau, bersih, indah, dan tangguh terhadap perubahan iklim bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan.

Dengan semangat "Saatnya Bekerja untuk Iklim", Bangli berharap bahwa masa depan lingkungan tidak ditentukan oleh rencana semata, melainkan oleh aksi nyata yang dilakukan hari ini demi generasi yang akan datang.

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkot Denpasar Gelar Aksi Kebersihan dan Penanaman Pohon Serentak.

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat mengikuti aksi kebersihan dan penanaman pohon serentak  yang dipusatkan di Pantai Padanggalak, Denpasar pada Sabtu (6/6).


Denpasar,
Pemerintah Kota Denpasar menggelar aksi kebersihan dan penanaman pohon serentak  yang dipusatkan di Pantai Padanggalak, Denpasar pada Sabtu (6/6). Selain merupakan kegiatan rutin, aksi tersebut juga dilaksanakan serangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026. Selain di kawasan Pantai Padanggalak, aksi yang sama juga turut dilaksanakan disepanjang pantai wilayah Kota Denpasar hingga wilayah desa/kelurahan se-Kota Denpasar. 

Aksi tersebut diikuti langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Forkopimda Kota Denpasar, TNI/Polri, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, Pramuka, Komunitas, masyarakat, Desa Adat, serta siswa/siswi. 

Usai mengikuti aksi kebersihan dan penanaman pohon, Walikota Jaya Negara bersama Wawali Arya Wibawa beserta jajaran turut mengikuti Teleconference bersama Kementerian Lingkungan Hidup serangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 dan Gerakan Indonesia Asri secara nasional yang dihadiri Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan.

Dalam kesempatan yang sama, turut diserahkan bingkisan kepada SMPN 9 Denpasar, SMPN 14 Denpasar dan Jatandras Polresta Denpasar yang behasil mengumpulkan sampah terberat. Tak hanya itu, apresiasi berupa sembako juga diberikan kepada petugas kebersihan yang tak kenal lelah menjaga kebersihan wilayah Kota Denpasar.  

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam. Melalui kegiatan bersih-bersih serentak dan penanaman pohon yang dilaksanakan di berbagai titik di Kota Denpasar, pemerintah bersama masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. 

“Lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat merupakan warisan terbaik yang dapat kita berikan kepada generasi mendatang. Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Menurut Jaya Negara, gerakan bersih-bersih dan penanaman pohon tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari persoalan sampah hingga dampak perubahan iklim. Penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat ekologis bagi kota, sementara aksi bersih-bersih menjadi simbol semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Denpasar. 

“Ketika masyarakat bergerak bersama, sekecil apa pun langkah yang dilakukan akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan kita,” katanya.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai gerakan berkelanjutan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari sumbernya, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, hingga ikut serta dalam penghijauan kota. 

“Mari kita jadikan Denpasar sebagai rumah bersama yang nyaman, asri, dan lestari. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, saya yakin kita mampu mewujudkan Denpasar yang semakin maju, berbudaya, dan berwawasan lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara, Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 sesuai Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2026, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menggelar serangkaian kegiatan lingkungan yang melibatkan sekitar 50.000 peserta. Kegiatan yang mengusung tema 'Saatnya Bekerja Untuk Iklim,l' ini dipusatkan di Pantai Padang Galak, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, dengan melibatkan unsur TNI/Polri, ASN, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, Forkopimda, serta masyarakat di seluruh desa dan kelurahan. 

Pihaknya mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan kolektif menjaga lingkungan. 

“Melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, kami ingin menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Denpasar menjadi modal utama dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gustra menjelaskan bahwa berbagai kegiatan seperti aksi bersih pantai, penanaman pohon, kampanye pemilahan sampah, Sekolah Sungai, hingga pelatihan masyarakat dirancang untuk membangun kesadaran lingkungan dari berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, edukasi sejak usia dini serta peningkatan kapasitas masyarakat menjadi langkah strategis dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. 

“Kami ingin menanamkan budaya peduli lingkungan yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari perilaku sehari-hari masyarakat,” tambahnya.

Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menerapkan pemilahan sampah dari sumbernya. 

“Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan pengingat bahwa masa depan lingkungan berada di tangan kita bersama. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat, kami optimistis Denpasar dapat menjadi contoh kota yang berhasil membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Ags).

Pencurian Benda Sakral di Tiga Griya Budakeling, Kerugian Ditaksir Capai Miliaran Rupiah

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Kasus pencurian benda sakral milik sejumlah sulinggih di Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem, menghebohkan masyarakat, Jumat (5/6/2026) Sedikitnya tiga griya menjadi sasaran pencurian dengan barang yang hilang berupa Ketu perlengkapan kepala yang digunakan Pedanda dan aksesoris  lainnya yang digunakan sulinggih saat memimpin puja. Sejumlah barang yang dicuri diketahui mengandung emas dan batu permata sehingga total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Petugas gabungan dari Polsek Bebandem, Satreskrim Polres Karangasem, dan Tim Identifikasi Polres Karangasem pada Jumat pagi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di tiga lokasi berbeda di Desa Budakeling.

Lokasi pertama berada di Griya Kawan. Di lokasi ini, pelaku diduga mengambil bawa dan genitri yang merupakan perlengkapan yang digunakan sulinggih saat melaksanakan puja.

Lokasi kedua berada di Griya Dauh. Sejumlah benda sakral yang dilaporkan hilang di antaranya bawa, elang karna, padma, dan perlengkapan lainnya yang biasa digunakan pedanda saat memimpin upacara keagamaan.

Sementara lokasi ketiga berada di Griya Demung. Di tempat ini, pelaku juga dilaporkan membawa kabur bawa yang merupakan salah satu sarana penting dalam kegiatan kependetaan.

Kapolsek Bebandem, I Gusti Ngurah Bagus Swastawan, mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para korban maupun saksi-saksi guna mengungkap pelaku pencurian tersebut.

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi memasang garis polisi di sejumlah lokasi kejadian. Selain itu, petugas juga melakukan pendalaman terhadap berbagai petunjuk yang ditemukan di TKP.

Kasus ini mendapat perhatian luas karena barang yang dicuri bukan hanya memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tetapi juga nilai spiritual dan religius bagi para sulinggih. Aparat kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik pencurian benda-benda sakral tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa perlengkapan yang hilang menggunakan material emas dengan berat yang cukup signifikan. Selain nilai materiil yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah, kehilangan benda-benda tersebut juga berdampak terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan para korban. Polisi berharap pelaku dapat segera diidentifikasi dan ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Ami)

Jumat, 05 Juni 2026

Gorong-Gorong Rusak di Jalur Takmung–Lepang Mulai Ditangani


Klungkung , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai menangani kerusakan gorong-gorong di ruas Jalan Takmung–Lepang, Kecamatan Banjarangkan. Penanganan dilakukan melalui paket pekerjaan pemeliharaan berkala jalan yang saat ini telah memasuki tahap pelaksanaan. 

Paket pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh pemenang tender, CV Dwi Karya Perdana, dengan nilai kontrak sebesar Rp.396.990.000. Pekerjaan memiliki masa pelaksanaan selama 60 (enam puluh) hari kalender, terhitung sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 3 Juni 2026 hingga 1 Agustus 2026.

Salah satu pekerjaan utama dalam paket ini adalah pembangunan kembali gorong-gorong kotak beton bertulang (box culvert) yang mengalami kerusakan. Gorong-gorong dibangun menggunakan sistem precast dan lean concrete dengan ukuran dalam 80 sentimeter x 80 sentimeter dan panjang 6 meter. Pekerjaan ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi drainase sekaligus menjaga kondisi badan jalan agar tidak mudah rusak akibat aliran air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, menyampaikan bahwa pada paket pekerjaan pemeliharaan berkala ruas jalan Takmung–Lepang, selain dilakukan pengerjaan beton kurus, juga dilaksanakan pembangunan gorong-gorong pada titik jalan yang saat ini mengalami kerusakan dan berlubang guna meningkatkan kualitas serta keselamatan pengguna jalan. "Pada paket pekerjaan pemeliharaan berkala ruas jalan Takmung–Lepang ini, selain pengerjaan beton kurus, kami juga melaksanakan pembangunan gorong-gorong pada titik jalan yang saat ini mengalami kerusakan atau berlubang. Pekerjaan ini bertujuan untuk memperbaiki sistem drainase sekaligus meningkatkan kondisi dan keamanan ruas jalan bagi masyarakat," ujarnya, Kamis (4/6). 

Penanganan gorong-gorong tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam menjaga kemantapan infrastruktur jalan serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Dengan perbaikan ini, diharapkan pengguna jalan dapat menikmati akses yang lebih aman, nyaman, dan lancar.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara Hadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali di Buleleng

Buleleng, Bali Kini - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menghadiri kegiatan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” yang digelar di Taman Kota Singaraja, Jumat (5/6).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, serta jajaran TP PKK kabupaten/kota se-Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Sagung Antari Jaya Negara juga menyerahkan bantuan berupa 10 tas belanja kepada 10 orang penerima dari masyarakat Kabupaten Buleleng. Tas tersebut berisi berbagai kebutuhan hasil belanja produk UMKM dan pedagang lokal yang ada di Pasar Rakyat.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengaku senang dapat mengikuti kegiatan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbelanja produk lokal dan UMKM, namun juga menjadi momentum untuk berbagi dan membantu masyarakat di Kabupaten Buleleng.
“Selain dapat berbelanja produk masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk berbagi dan mempererat rasa kebersamaan antar daerah di Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta mengatakan, Pasar Rakyat PKK merupakan program yang telah berjalan sejak periode pertama kepemimpinan Gubernur Bali saat masa pandemi Covid-19. Saat itu, para petani kesulitan menjual hasil panen karena minimnya pembeli bahkan djberikan begitu saja. 

“Melalui pasar rakyat ini kami mengajak petani dan UMKM untuk menjual produknya. Awalnya dilaksanakan di depan Kantor Gubernur Bali dan seluruh pengurus PKK bergotong royong membantu masyarakat,” jelasnya.

Ia mengatakan, setelah pandemi mereda, kegiatan tersebut terus berkembang dengan mengusung tema “Berbelanja dan Berbagi”. Selain mempererat silaturahmi antar pengurus TP PKK se-Bali, kegiatan ini juga menjadi sarana mendukung perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, dan pengerajin lokal.

Ny. Seniasih Giri Prasta menambahkan, melalui kegiatan ini setiap TP PKK kabupaten/kota diwajibkan berbelanja produk UMKM yang kemudian dibagikan kembali kepada masyarakat dalam bentuk paket bantuan. Untuk kegiatan kali ini, Kabupaten Buleleng menyiapkan 20 tas bantuan, sedangkan kabupaten/kota lainnya masing-masing 10 tas.

“Tujuan mulia kita adalah menjalin silaturahmi dengan sesama pengurus, kemudian menyapa UMKM, mengajak masyarakat untuk peduli, dan di sini juga ada perputaran uang sehingga kabupaten/kota memiliki kesempatan untuk berkembang,” tegasnya. (IND)

Diawal Heboh Kasus Migas Endingnya Tumpul Dihukuman, Masih Ada Tahura Menanti

Laporan Reporter : Jero Ari

Denpasar , Bali Kini  - Begitu kabar soal penangkapan bos sebuah karaoke di kota Denpasar terkait masalah migas. Kasus ini langsung heboh di dunia maya, seiring waktu sosok yang akrab disapa Pak Man Tompel itu berakhir tersenyum dengan vonis hukuman pidana selama 1 Bulan 20 Hari oleh PN Denpasar.

Dalam perkara ini, pemilik nama asli Nyoman Nirka tidaklah sendiri. Ada tiga terdakwa lainnya yang selama ini dipekerjakannya untuk urusan bahan bakar minyak 'Solar' juga diadili dalam berkas terpisah. Namun ketiganya dijatuhi hukuman selama 6 bulan dari 7 bulan tuntutan JPU dari Kejati Bali.

Sebagaimana tertuang didalam dakwaan Penuntut Umum, Made Lovi Pusnawan, penangkapan terhadap pria 66 tahun kelahiran 1960 itu berawal dari penyelidikan petugas yang mencurigai adanya perniagaan ilegal Bahan Bakar Minyak yang disubsidi pemerintah Jenis Bio Solar.

Penyelidikan itu mengarah di seputaran Jalan Pemelisan Genah Suci Banjar Suwung Batan Kendal, Sesetan, Denpasar Selatan. Tepatnya di hari Jumat 12 Desember 2025 sekira Pukul 17.30 WITA, tim Polda Bali menemukan sebuah mobil Isuzu Panther DK 1343 BF warma biru yang mencurigakan masuk ke sebuah gudang milik Bos Tompel.

Mobil Isuzu Panther yang tangkinya telah dimodifikasi, berisi Solar subsidi dengan volume kapasitas 1.000 Liter yang siap dibongkar dipindahkan kedalam tandon. Selain itu digudang tersebut juga ditemukan 5 buah tandon warna putih masing-masing berisi Solar penuh 1.000 Liter.

"Juga sebuah tandon warna putih berisi Solar 900 Liter. Dua buah mesin pompa masing-masing dilengkapi selang dengan panjang 5 Meter," demikian dalam tertulis di dakwaan.

Petugas juga menemukan beberapa mobil tangki, ada yang masih terisi Solar dan ada juga yang kosong (sudah dituangkan ke tandon).

Dari hasil lidik petugas saat itu terhadap karyawan di lokasi yang ditemukan, menerangkan Bahan Bakar Minyak yang disubsidi pemerintah Jenis Bio Solar tersebut merupakan hasil pembelian dari beberapa SPBU di seputaran Denpasar dengan menggunakan beberapa barcode yang berbeda-beda.

Dalam keterangannya, untuk kapasitas kurang lebih 1000 liter dibeli dengan harga Rp.6.800 per-liter. Sedangkan setiap satu kali pembelian Solar, dilakukan transaksi sebesar Rp.400.000,- untuk 58 liter.

Dari keterangan yang didapat pada gudang tersebut, mereka mengakui apabila kegiatan penerimaan dan penampungan Solar tersebut terakhir kali dilakukan pada hari Jumat tanggal 12 Desember 2025 sebanyak kurang lebih 3.000 liter yang bersumber dari 1 unit mobil box L-300 warna hitam.

Untuk pekerjaan ini, mereka mendapatkan upah masing-masing sebesar Rp.100.000,- untuk sekali penerimaan / pemindahan Solar. "Bahwa pada kenyataannya BBM bersubsidi Jenis Bio Solar dengan jumlah keseluruhan sebanyak kurang lebih 9.900 liter, dengan perincian 5.500 liter yang tersimpan dalam 6 buah tandon dan 4.000 liter yang tersimpan di dalam mobil tangki," tertulis didakwaan.

Dimana bahan bakar minyak bersubsidi itu disimpan di mobil tangki warna biru putih Nomor Polisi DK 8066 BT yang bertuliskan PT. LIANINTI ABADI yang berada di Gudang milik terdakwa Tompel. 

Menariknya, dalam aksinya yang mereka jalani untuk tarik muatan minyak dengan mobil tangki, ternyata tergabung dalam kelompok yang memiliki julukan "Pejuang Jalanan 88 / PJ88.

Didampingi Penasehat Hukum Agus Saputra, SH. Terdakwa tidaklah ditahan dari sejak penyidik Polda Bali menetapkannya sebagai tersangka hingga digulirkan ke pengdilan. Tuntutan hanya 2 bulan, menjadikan Hakim yang diketuai I Wayan Suarta memutuskan hukuman 50 hari (1 bulan 20 hari).

Apakah Bos Tompel juga memohon untuk tidak dimasukkan ke Lapas Kerobokan. Masih belum ada keterangan lebih lanjut, namun perkara kasus pencaplokan Lahan Tahura yang kini menjeratnya masih menanti kendati prosesnya masih jalan ditempat.

Kamis, 04 Juni 2026

Buka Pameran Pendidikan di Nusa Penida, Wabup Tjok Surya Ajak Guru Cetak Generasi Berkarakter

Klungkung , Bali Kini - Suasana penuh meriah dan antusias dari generasi muda terlihat ketika Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra membuka Pameran Pendidikan dan Pentas Seni Tahun 2026 dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA/SMK di GOR Sampalan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Rabu (3/6). 

Kegiatan edukatif yang diinisiasi oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Nusa Penida ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 3 hingga 5 Juni 2026 dengan mengusung tema "Satu Tahun Tumbuh: Cerdas Pikiran, Rasa, dan Makna dalam Harmoni Tri Hita Karana". Adapun yang menjadi tujuan kegiatan ini yakni untuk memperkuat komitmen literasi sekaligus memupuk rasa nasionalisme di kalangan generasi muda serta insan pendidikan di Kabupaten Klungkung.

Dalam sambutannya, Wabup Tjok Surya yang juga selaku Ketua PGRI Kabupaten Klungkung sangat mengapresiasi seluruh jajaran PGRI Cabang Nusa Penida atas dedikasi dan semangatnya dalam bergerak bersama membangun pendidikan yang berkualitas. Selain itu, Wabup juga menekankan kepada guru bahwa pentingnya para siswa dibekali pendidikan karakter sejak dini. “Pendidikan adalah investasi masa depan kita. Maka dari itu, melalui pameran ini pentingnya para guru pengajar membekali siswa pendidikan karakter sejak dini agar nantinya bisa mewujudkan generasi muda Klungkung yang cerdas dan berkualitas,” harap Wabup Tjok Surya.

Lebih lanjut, Wabup Tjok Surya juga meminta agar para guru selain memberikan ilmu pengetahuan guru juga harus diberikan pemahaman cara menggunakan sosial media (sosmed) ini dengan sebaik-baiknya. “Pemkab Klungkung sangat berkomitmen untuk terus mendukung program-program peningkatan kapasitas guru terutama di era digitaliasasi ini agar generasi muda diberikan pemahaman yang maksimal dalam menggunakan sosial media (sosmed) dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya (*)


Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved