-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Minggu, 24 Mei 2026

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pemelaspasan Bale Kulkul dan Piodalan Nadi Banjar Bun

Ket. Foto : Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat hadiri  Karya Pemelaspasan Bale Kulkul sekaligus Piodalan Nadi di Banjar Bun, Sabtu (24/5).

DENPASAR, Bali Kini - Bertepatan dengan rahina Saniscara Kliwon Wuku Wariga, warga Banjar Bun, Desa Adat Denpasar, Kelurahan Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur melaksanakan Karya Pemelaspasan Bale Kulkul sekaligus Piodalan Nadi di Banjar Bun, Sabtu (23/5). 

Prosesi sakral tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai wujud bhakti masyarakat dalam menjaga adat, budaya, dan keharmonisan banjar.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang turut membunyikan kulkul, menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Bale Kulkul. Acara dilanjutkan dengan persembahyangan bersama serta menyerahkan punia dan bantuan hibah sebesar Rp300 juta untuk pembangunan bale kulkul tersebut.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Mahendra Jaya, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas terlaksananya upacara pemelaspasan Bale Kulkul tersebut. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan semangat gotong royong serta kecintaan masyarakat terhadap adat dan budaya Bali yang patut dijaga dan dilestarikan.
“Setelah usai diupacarai melaspas, dumogi masyarakat Banjar Bun semakin erat dan kompak,” ujar Arya Wibawa.


Sementara itu, Ketua Panitia, I Gede Anom Pawira Suta menjelaskan bahwa Karya Pemelaspasan dilaksanakan seiring rampungnya pembangunan Bale Kulkul Banjar Bun. Prosesi tersebut kemudian dirangkaikan dengan Piodalan Nadi di Pura Merajan Banjar Bun sehingga kedua upacara dapat berlangsung bersamaan dalam satu hari yang penuh makna.

Upacara dipuput oleh Ida Pedanda Putra Keniten dari Griya Keniten, Banjar Tainsiat, Denpasar.Dengan jumlah sekitar 200 Kepala Keluarga yang tergabung dalam Banjar Bun, pihak panitia berharap keberadaan Bale Kulkul ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh krama untuk senantiasa sadar berbanjar serta aktif dalam setiap kegiatan adat dan sosial kemasyarakatan.

"Astungkara semoga dengan selesainya Pemelaspasan bale kulkul ini akan semakin menambah manfaat bagi umat," katanya.

Lebih lanjut, Bale Kulkul ini juga diharapkan menjadi simbol pemersatu masyarakat adat Banjar Bun sekaligus memperkuat keharmonisan kehidupan adat dan budaya di Kota Denpasar.(ayu)

Dari Yoga hingga Pelepasan Tukik, Rakerkomwil IV APEKSI di Denpasar Ditutup dengan Semangat Harmoni dan Kepedulian Lingkungan

Ket. Foto : Pelaksanaan penutupan Rangkaian kegiatan Rakerkomwil IV ke-21 Asosiasi APEKSI di Kota Denpasar resmi ditutup sengan yoga bersama hingga pelepasan tukik yang dihadiri Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua GOW Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Ketua DWP Kota Denpasar Ny. I Gusti Ayu Putu Suwandewi Eddy Mulya. Turut hadir Walikota Malang sekaligus Ketua Komwil IV APEKSI Wahyu Hidayat, jajaran pengurus Komwil IV APEKSI pada Sabtu (23/5) di kawasan Pantai Sanur

Denpasar , Bali Kini   - Rangkaian kegiatan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV ke-21 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Denpasar resmi ditutup pada Sabtu (23/5) dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Penutupan kegiatan diisi dengan yoga bersama, hingga pelepasan tukik di kawasan Pantai Sanur sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan ekosistem pesisir.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua GOW Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Ketua DWP Kota Denpasar Ny. I Gusti Ayu Putu Suwandewi Eddy Mulya. Turut hadir Walikota Malang sekaligus Ketua Komwil IV APEKSI Wahyu Hidayat, jajaran pengurus Komwil IV APEKSI, para walikota dan wakil walikota, sekretaris daerah, hingga kepala OPD dari 13 pemerintah kota anggota Komwil IV.

Mengusung tema “Kolaborasi Kota Harmoni Nusantara”, kegiatan yang berlangsung sejak 21 hingga 23 Mei tersebut menjadi ruang bertemunya berbagai pemerintah kota untuk memperkuat sinergi dan membahas tantangan pembangunan perkotaan secara bersama-sama. Sebagai tuan rumah, Kota Denpasar dinilai sukses menyelenggarakan seluruh agenda yang dipusatkan di sejumlah lokasi strategis di wilayah kota.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa disela-sela kegiatan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pemerintah kota anggota Komwil IV APEKSI, jajaran panitia, perangkat daerah, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan Rakerkomwil IV ke-21 di Kota Denpasar.

“Selama tiga hari pelaksanaam Rakerkomwil ini telah membahas isu strategis perkotaan untuk mencari solusi bersama dan berkelanjutan, serta sebagai wahana tukar inovasi untuk kemajuan bersama,” ujar Arya Wibawa.

Menurutnya, kelancaran seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari tidak lepas dari semangat kebersamaan, gotong royong, dan sinergi seluruh pihak yang terlibat. Arya Wibawa juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang telah mengikuti setiap agenda kegiatan dengan penuh semangat dan suasana kekeluargaan.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala daerah, delegasi, panitia, dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan Rakerkomwil IV APEKSI sehingga dapat berjalan lancar, aman, dan sukses. Semoga kebersamaan dan kolaborasi yang terjalin selama di Denpasar dapat terus berlanjut untuk kemajuan kota-kota di Indonesia,” ujar Arya Wibawa.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana mengatakan bahwa pelaksanaan Rakerkomwil IV APEKSI ke-21 di Kota Denpasar diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertemuan antarpemerintah kota, namun juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, membangun kolaborasi, dan saling berbagi pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan perkotaan.

Menurutnya, sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Denpasar ingin memberikan kesan hangat kepada seluruh peserta melalui penyelenggaraan kegiatan yang tidak hanya fokus pada pembahasan isu strategis, tetapi juga memperkenalkan budaya, keramahan masyarakat, serta potensi pariwisata Kota Denpasar.

Hendar berharap seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama tiga hari dapat memberikan manfaat nyata, baik dalam memperkuat sinergi antardaerah maupun mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Dengan hadirnya para kepala daerah dan delegasi dari berbagai kota, Hendaryana optimistis kegiatan ini turut memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM, sektor jasa, hingga promosi destinasi wisata di Kota Denpasar.

“Harapan kami tentu melalui kegiatan ini terbangun hubungan yang semakin erat antarkota, lahir kolaborasi yang berkelanjutan, sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.(Pur)

Jelang Tri Suci Waisak Umat Budha di Vihara Gelar Pattidana untuk Leluhur

Laporan Reporter: Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini  - Menyambut perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak yang jatuh pada 31 Mei 2026 mendatang, Vihara Buddha Sakyamuni, Jalan Gunung Agung Denpasar menggelar upacara Pattidana atau pelimpahan jasa kepada para leluhur. Kegiatan ini digelar pada Minggu 24 Mei 2026 yang menjadi wujud bakti umat kepada orang tua dan leluhur yang telah tiada. 

Ketua Yayasan Buddha Sakyamuni Bali, Oscar Naib Wanouw, menjelaskan, ritual Pattidana ini merupakan puncak dari rangkaian kebajikan yang telah dipupuk oleh umat sejak awal bulan.
"Dari awal tanggal 1 Mei kita melakukan kebajikan, saat ini kita limpahkan kepada para leluhur. Dengan harapan, semoga para leluhur kita turut berbahagia melihat turunannya melakukan kebajikan atas nama beliau," ujar Oscar.

Menariknya, pelimpahan jasa dalam upacara ini tidak hanya ditujukan bagi leluhur yang memiliki garis keturunan langsung. Umat juga turut mendoakan makhluk-makhluk yang sudah tidak memiliki keturunan, terlupakan, atau yang garis keturunannya telah berpindah keyakinan. "Kita juga mendoakan semoga semua makhluk berbahagia dan dapat menerima pelimpahan jasa ini. Seandainya mereka tidak tahu, semoga para dewa memberitahukannya," tambahnya.

Bagi roh-roh yang sudah tidak diketahui lagi keturunannya atau terlupakan, pihak vihara menyediakan tempat khusus yang disebut hoping yang terletak di pintu masuk paling depan vihara. Oscar menegaskan bahwa upacara Pattidana ini bersifat universal dan terbuka untuk seluruh umat Buddha, tidak terbatas bagi warga tetap Vihara Buddha Sakyamuni saja. 

Menurutnya, mengirimkan jasa kebajikan adalah satu-satunya jalan terbaik untuk berbakti kepada orang yang telah meninggal dunia. Di Vihara Buddha Sakyamuni sendiri, upacara seperti ini rutin digelar dua kali dalam setahun.
"Ada dua kali. Menjelang hari Tri Suci Waisak dan biasanya di bulan September atau Agustus, yaitu sembahyang leluhur juga. Jadi setahun dua kali. Tetapi kalau untuk perorangan, umat sebenarnya bisa melakukan kebajikan dan pelimpahan jasa ini setiap saat di vihara," jelasnya. 

Rangkaian acara Pattidana hari ini dimulai sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WITA.  Prosesi diawali dengan tradisi berdana makan kepada Bhikkhu Sangha pada pagi hari.  Setelah itu, umat melanjutkan sembahyang di pohon bodhi untuk memohon kelancaran acara.

Prosesi ritual kemudian berlanjut dengan sembahyang di altar hoping, diteruskan ke meja leluhur umum, hingga akhirnya umat menuju ke meja donatur masing-masing yang telah dipersiapkan khusus untuk leluhur mereka. Upacara ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sekitar 900-an umat Buddha. Rangkaian acara ditutup dengan tradisi dana makan siang bersama kepada Bhikkhu Sangha.

HUT KEJAKSAAN KE -75, Pemkab Karangasem Apresiasi Bazar Pelayanan Publik di CFD Amlapura

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kejaksaan ke-75, Pemerintah Kabupaten Karangasem bersama Kejaksaan Negeri Karangasem menggelar Bazar Pelayanan Publik di area Car Free Day (CFD) Jalan Veteran, Amlapura, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan tersebut mendapat antusias tinggi dari masyarakat karena menghadirkan berbagai layanan administrasi secara langsung di ruang publik. Pelayanan yang dibuka meliputi pembuatan dan perpanjangan SIM, SKCK, hingga Samsat Keliling.

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata mengatakan, pelayanan publik yang digelar bersamaan dengan CFD sangat membantu masyarakat karena prosesnya lebih mudah dan dekat dijangkau warga.

Menurutnya, konsep pelayanan seperti ini dinilai efektif karena masyarakat dapat mengurus administrasi sambil memanfaatkan kegiatan akhir pekan di pusat kota Amlapura.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Karangasem, Shinta Ayu Dewi menyebut kegiatan bazar pelayanan publik merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kegiatan seperti ini positif dalam pelayanan. Ini bagus karena tidak ada pungli sama sekali. Ke depan kita akan melihat dan mengevaluasi lagi apakah antusias masyarakat cukup besar. Jika memang tinggi, maka pelaksanaan selanjutnya akan dikembalikan lagi kepada pemerintah daerah bagaimana kegiatan ini bisa berjalan secara kontinyu,” ujarnya.

Dari pantauan di lokasi, warga tampak memadati sejumlah stan pelayanan sejak pagi hari. Tingginya minat masyarakat menunjukkan kebutuhan terhadap pelayanan publik yang cepat, mudah, dan langsung menyentuh masyarakat masih sangat besar di Kabupaten Karangasem. (Ami)

PMI Karangasem Hadapi Tantangan Penuhi 6.000 Kantong Darah per Tahun

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini  – Kebutuhan darah di Kabupaten Karangasem setiap tahunnya mencapai sekitar 6.000 kantong. Di tengah tingginya kebutuhan tersebut, PMI Karangasem terus menggencarkan kegiatan donor darah untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar donor darah terbuka untuk umum bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalur 11, Jalan Veteran, Karangasem, Minggu pagi.

Ketua PMI Kabupaten Karangasem, I Gusti Setiawan atau yang akrab disapa Gus Sombie mengatakan, kebutuhan darah di Karangasem cukup tinggi dan PMI harus memastikan stok darah selalu tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kebutuhan darah di Karangasem rata-rata sekitar 6.000 kantong per tahun. Kondisinya memang tergantung jumlah pasien yang membutuhkan, tetapi PMI tetap harus siap menyediakan stok darah,” ujarnya.

Kondisi stok darah sendiri kerap mengalami gangguan terutama pada semester awal tahun. Hal itu disebabkan minimnya pelaksanaan kegiatan donor darah pada awal tahun, sementara sebagian besar kegiatan donor dari organisasi maupun instansi biasanya dipusatkan pada pertengahan hingga akhir tahun, seperti saat peringatan HUT Kemerdekaan RI maupun HUT Kota Karangasem.

Selain persoalan stok, PMI juga masih menghadapi tantangan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk mendonorkan darah. Tidak sedikit warga yang masih merasa takut atau ragu untuk menjadi pendonor. Untuk itu PMI terus melakukan edukasi dengan melibatkan relawan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat agar pemahaman tentang pentingnya donor darah semakin meningkat.

“Edukasi terus kami lakukan bersama relawan dan komunitas agar masyarakat tidak takut donor darah, karena setetes darah sangat berarti bagi keselamatan orang lain,” tambah Gus Sombie.

Dalam kegiatan donor darah di CFD tersebut, PMI awalnya menargetkan pengumpulan 50 kantong darah. Namun tingginya antusiasme masyarakat membuat target itu terlampaui. Baru berlangsung sekitar 1,5 jam, jumlah darah yang terkumpul sudah mencapai lebih dari 70 kantong darah.

PMI berharap meningkatnya partisipasi masyarakat dalam donor darah dapat membantu menjaga kestabilan stok darah di Karangasem sehingga kebutuhan pasien dapat terpenuhi kapan saja diperlukan. (Ami)

Wakil Bupati Karangasem Hadiri Pelantikan Pengurus KONI Jembrana Masa Bakti 2026–2030

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Jembrana, Bali Kini – Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, SH., MH., menghadiri kegiatan Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jembrana Masa Bakti 2026–2030 yang digelar pada Sabtu (23/5/2026) di Ballroom Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Kabupaten Jembrana.

Kegiatan pelantikan tersebut dihadiri jajaran KONI Provinsi Bali, Ketua KONI Kabupaten/Kota se-Bali, unsur Forkopimda, pengurus cabang olahraga, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran Wakil Bupati Karangasem menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Karangasem terhadap penguatan sinergi dan pembinaan olahraga prestasi di Bali.

Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta dan dilanjutkan upacara pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Patriot Olahraga, pembacaan doa, pembacaan surat keputusan kepengurusan, pengucapan janji prasetya pengurus yang dilantik, hingga penyerahan bendera organisasi oleh KONI Provinsi Bali kepada Ketua Umum KONI Kabupaten Jembrana. Acara juga dirangkaikan dengan penandatanganan naskah berita acara pelantikan dan penyematan PIN KONI kepada Ketua Umum KONI Jembrana yang baru dilantik.

Dalam kegiatan tersebut turut disampaikan sambutan dari Ketua Umum KONI Kabupaten Jembrana, Ketua Umum KONI Provinsi Bali yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembinaan atlet dan penguatan organisasi olahraga daerah guna menghadapi berbagai agenda olahraga, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali.

Pelantikan kepengurusan baru KONI Jembrana ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antar daerah dalam membangun prestasi olahraga di Bali. Dengan dukungan pemerintah daerah, insan olahraga, serta seluruh pemangku kepentingan, KONI diharapkan mampu mencetak atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional. (Ami/rls)

Dampingi Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali​Ny. Mas Parwata Apresiasi Bantuan dan Gelorakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Karangasem

Laporan tim: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Karangasem, Nyonya Mas Parwata, menyambut hangat dan mendampingi langsung kunjungan kerja Ketua TP PKK Provinsi Bali, Nyonya Putri Suastini Koster, beserta rombongan dalam rangka Aksi Sosial "Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Bergerak dan Berbagi" Tahun 2026.

Acara kemanusiaan yang menyasar langsung masyarakat rentan ini dipusatkan di Banjar Dinas Beluhu Kangin, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Jumat (22/5) kemarin.

​Selain Desa Tulamben di Kecamatan Kubu, aksi sosial yang membawa misi kepedulian antarsesama ini juga menyentuh masyarakat di dua wilayah lainnya di Kabupaten Karangasem, yakni Desa Ababi di Kecamatan Abang dan Kelurahan Subagan di Kecamatan Karangasem.

​Dalam laporannya, Ny. Mas Parwata menyampaikan rasa syukur, bahagia, sekaligus bangga atas dipilihnya Kabupaten Karangasem sebagai lokus pelaksanaan aksi sosial bergerak dan berbagi ini. Pihaknya menilai, kehadiran jajaran TP PKK Provinsi Bali menjadi pemacu semangat bagi kader-kader PKK di daerah untuk terus bergerak mengabdi kepada masyarakat.

​"Kami atas nama masyarakat Karangasem mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali beserta seluruh tim atas kehadiran, perhatian dan bantuan nyata yang diberikan kepada warga kami. Besar harapan kami, aksi sosial kemanusiaan yang sangat bermanfaat seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan di Karangasem," ujar Ny. Mas Parwata.

​Pada aksi sosial kali ini, tercatat sebanyak 150 warga yang terbagi di tiga lokasi menerima bantuan langsung. Bantuan diserahkan secara merata kepada lima klaster sasaran yang membutuhkan, dengan rincian masing-masing 30 orang penerima untuk kategori lansia, penyandang disabilitas, anak balita, ibu hamil, serta para kader PKK yang menjadi ujung tombak gerakan di tingkat desa/kelurahan.

Tak sekadar menyerahkan bantuan sosial, momentum berharga ini juga dimanfaatkan secara optimal oleh Ny. Mas Parwata untuk mengedukasi warga. Selaku Ketua TP PKK sekaligus Duta PSBS Kabupaten Karangasem, ia mengobarkan semangat masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan atau ibu pertiwi melalui aksi nyata di tingkat rumah tangga.

​Ia mengimbau masyarakat untuk mendukung penuh program prioritas Pemerintah Provinsi Bali, khususnya terkait Pembatasan Pemakaian Plastik Sekali Pakai dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. "Mari kita mulai dari diri sendiri dan rumah tangga masing-masing dengan cara memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menyelesaikan pengelolaan sampah organik secara mandiri. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan metode Teba Modern ataupun komposter," tegasnya mengajak.

​Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas PMD, Dukcapil Provinsi Bali bersama Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali, Plt. Kepala Dinas PMD Kabupaten Karangasem, Camat Kubu, Perbekel Tulamben, serta jajaran pengurus PKK dari tingkat kecamatan hingga desa. Acara berlangsung dengan penuh khidmat, tertib, dan ditutup dengan penuh rasa kekeluargaan. (Ami/rls)

Ny. Mas Parwata Beri Pembinaan Lomba HKG TP PKK di SMKN 1 Amlapura

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini - Menjelang peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Bali, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan pembinaan peserta lomba yang diberikan oleh Tim Pembina dari Provinsi Bali. Kunjungan ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan kontingen Karangasem pada kategori lomba paduan suara, memasak, dan senam, Sabtu (23/5/2026).

Dalam arahannya, Ny. Mas Parwata menegaskan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan momentum yang sangat penting. Keterlibatan kader menjadi wujud partisipasi untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan, kekompakan, disiplin, serta semangat kebersamaan.

“Kepada anak-anakku peserta lomba, tampilkan kemampuan terbaik dengan penuh percaya diri, semangat, dan sportivitas,” ujar Ny. Mas Parwata saat memberikan motivasi.

Dalam tinjauan ke lokasi pembinaan Paduan Suara, Ny. Mas Parwata melihat langsung proses coaching dari tim provinsi. Para peserta mendapatkan arahan teknis mendalam mengenai kejelasan artikulasi, penyesuaian mimik wajah agar selaras dengan makna lagu, hingga teknik pemecahan suara untuk menghasilkan harmonisasi vokal yang indah.

Antusiasme tinggi juga terlihat pada sesi pembinaan lomba memasak. Para peserta tampak aktif berdiskusi dengan instruktur chef terkait standar penyajian makanan yang baik dan sesuai kriteria lomba. Diskusi teknis tersebut mencakup aturan gramasi (timbangan porsi), penghitungan takaran karbohidrat yang ideal, hingga detail gramasi untuk sajian penutup (dessert).

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, Ny. Mas Parwata turut menyempatkan diri mencicipi langsung hidangan hasil olahan para peserta.

Sementara itu, untuk kategori lomba senam, Ketua TP PKK Karangasem juga memastikan seluruh peserta mendapatkan dukungan moril secara penuh. Mengingat koreografi dan gerakan senam bersifat rahasia sebagai bagian dari strategi kompetisi, proses pembinaannya dilakukan secara tertutup. Meski demikian, semangat para kader terpantau sangat tinggi dalam menyerap arahan teknis dari instruktur provinsi.

Mengakhiri tinjauannya, Ny. Mas Parwata mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran TP PKK Kabupaten Karangasem, pendamping, dan pelatih. Beliau berharap pembinaan dan masukan dari tim provinsi ini dapat menjadi motivasi tambahan agar kesiapan peserta semakin matang demi meraih hasil yang maksimal untuk Kabupaten Karangasem. (Ami/rls)

Jumat, 22 Mei 2026

Karena "Ikan" Dua Wanita Ini Mualaf di Rutan Kerobokan

Denpasar ,Bali Kini - Terdakwa Tresilya Piga (30) bersama Ni Ketut Ari Krismayanti (27) didakwa dalam berkas terpisah atas kepemilikan 10 butir ekstasi dan serbuk ekstasi dengan berat 3 gram bruto atau 2,4 gram netto. Menariknya kedua terdakwa dengan Agama yang berbeda ini, memutuskan untuk Mualaf setelah masuk di Rutan Kerobokan.
Itu terungkap dalam sidang Dakwaan di Pengadilan Negeri Denpasar. Di mana Ketua Majelis Hakim Wayan Sunarta, saat memeriksa berkas menanyakan keyakinan yang dianut keduanya. "Ini diberkas agamanya,..." Langsung dipotong terdakwa, "Saya Muslim yang mulia, mualaf setelah pindah di Rutan," aku terdakwa.
Sebagaimana yang dibacakan Jaksa Made Dipa Umbara dalam dakwaan, bahwa terdakwa diamankan dan ditangkap oleh Petugas Kepolisian dari Direktorat Reserse Narkoba Bareskrim Polri hari Jumat tanggal 12 Desember 2025 sekitar pukul 16.00 Wita.
Kepolisian dari Mabes itu mengamankan awal Terdakwa Tresilya di Jl. Canggu Permai Gg. Jalak 16B, Desa Tibubeneng, Kuta Utara. Saat itu diamankan 1 botol plastik kecil yang berisikan 10 butir kapsul berwarna orange.
"Dan, yang di dalamnya juga berisikan serbuk ekstasi dengan berat 3 gram bruto atau 2,4 gram netto. Serta  sebuah alat hisap shabu," tertuang didakwaan.
Pil ekstasi itu oleh terdakwa Tresilya diakuinya dibeli dari terdakwa Ni Ketut Ari Krismayanti. Saat itu terdakwa menanyakan kepada Muh.Rajesh (DPO) untuk berencana membeli ineks dengan kode "IKAN" dalam transaksi. Rencananya barang tersebut akan mereka gunakan untuk acara pesta Tahun Baru, kemarin.
Dimana hal itu tertuang dalam percakapan keduanya lewat chat WA. "Jo gw ada di Bali. Amanlah ya," ... Barang adakah. Dijawab Muh.Rajesh hanya ada "ikan"..dan dibalas terdakwa “yaudah “ikan” (inex) aja jo, dan sekalian minta di booking-in bang”.
Kemudian dijawab oleh Muh.Rajesh “iya oke, emang mau pesan berapa”, lalu dijawab kembali terdakwa, menjawab “10”, dibalas “total semuanya, saya kasih harga Rp. 5.750.000,-” lalu Terdakwa menjawab “iya”.
Oleh JPU Kejati Bali dalam Dakwaan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Jo. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Denpasar City Expo Hadirkan UKM/IKM Unggulan Komwil IV APEKSI

Ket. Foto : 
Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, didampingi Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya saat mengunjungi stand UMKM Denpasar City Expo, Jumat (22/5).

Denpasar, Bali Kini - Gelaran Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV ke-21 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Kota Denpasar menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya Denpasar City Expo yang digelar di kawasan Prama Sanur Beach Bali, Jumat (22/5). Kegiatan ini menjadi wadah promosi berbagai inovasi pelayanan publik sekaligus menampilkan produk unggulan UKM/IKM dari daerah peserta Komwil IV APEKSI.
 
Pelaksanaan Denpasar City Expo diikuti oleh pelaku UKM/IKM dari 13 kota peserta Rakerkomwil IV APEKSI, serta 12 UKM/IKM unggulan binaan Dekranasda Kota Denpasar. Berbagai produk kreatif dan unggulan dipamerkan, mulai dari fesyen, kriya, tenun, kuliner hingga produk berbasis kearifan lokal yang mencerminkan identitas budaya masing-masing daerah.
 
Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, didampingi Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya mengatakan bahwa pelaksanaan Denpasar City Expo merupakan bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif, khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah agar semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
 
“Melalui Denpasar City Expo ini kami ingin memperkenalkan produk-produk UKM dan IKM lokal yang menjadi peserta Rakerkomwil IV APEKSI. Produk yang ditampilkan memiliki kualitas dan kreativitas yang sangat baik serta menjadi kebanggaan daerah masing-masing,” ujar Ayu Kristi.
 
Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi sekaligus mempertemukan para pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional. Dengan keterlibatan berbagai kota di wilayah Komwil IV APEKSI, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi antar daerah dalam mendukung kemajuan sektor UMKM dan industri kreatif.
 
“Kami berharap expo ini dapat menjadi wadah bagi pelaku UKM dan IKM untuk naik kelas, semakin dikenal masyarakat luas dan mampu menembus pasar regional. Tentu hal ini juga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
 
Selain menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, Denpasar City Expo juga menghadirkan semangat kolaborasi antar pemerintah kota dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan.
 
"Melalui kegiatan ini, Kota Denpasar ingin menunjukkan komitmennya sebagai kota kreatif yang terus mendorong pengembangan industri lokal berbasis budaya dan inovasi," ujarnya. (*)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved