-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Kamis, 19 Februari 2026

BBPOM Terjun ke Pasar Takjil Kampung Jawa

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - Balai Besar POM (BBPOM) di Denpasar secara rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengujian sampel takjil di kawasan Pasar Ramadhan Kampung Jawa (Kampung Wanasari), Denpasar, Kamis (19/2).
Uji Sempel makanan pun dilakukan pada Laboratorium berjalan (mobil lab)  yang mana uji Sempel makanan yang dibeli dari para pedagang. 

Puluhan sampel takjil (seperti es, jajan pasar, sate susu, dan lauk pauk). Dalam pengujian di laboratorium berjalan yang menyasar bahan Rhodamin B (pewarna merah), Metanil Yellow (pewarna kuning), Boraks, dan Formalin, petugas tidak menemukan penggunaan bahan berbahaya tersebut pada takjil di Kampung Jawa Wanasari. 

Sebagian besar pedagang (sekitar 70 UMKM) di kawasan Kampung Jawa sudah mengerti keamanan pangan, sehingga produk yang dijual memenuhi syarat. Pengawasan difokuskan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman, Kampung Wanasari, yang terkenal sebagai pusat kuliner takjil terbesar di Denpasar.

"Tinjauan kami dari BBPOM terus berkelanjutan. Dari pemeriksaan di awal bulan puasa ini, untuk makanan dan minuman yang sudah diuji hasilnya aman," Aku salah seorang petugas dalan boks lab saat usai memeriksa takjil di Kampung Jawa, Denbar.

Dari Nyepi Hingga Idul Fitri, Siswa Libur 2 Minggu

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini  - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar resmi mengeluarkan edaran terkait panduan kegiatan belajar mengajar menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 800/426/Disdikpora yang ditujukan kepada seluruh kepala satuan pendidikan mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SKB/PKBM di seluruh Kota Denpasar. 

Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menyampaikan bahwa penyesuaian ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bersama tiga menteri guna memberikan ruang bagi siswa dalam menjalankan ibadah di bulan suci.
Wiratama menjelaskan bahwa pada awal Ramadan (bulan Puasa) tepatnya tanggal 18 hingga 21 Februari 2026, siswa akan melaksanakan pembelajaran secara mandiri. "Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah masing-masing," ujar Agung Gede Wiratama. 
Setelah masa belajar mandiri tersebut, siswa akan kembali mengikuti aktivitas belajar di sekolah mulai tanggal 23 Februari hingga 14 Maret 2026. Adapun libur panjang dalam rangka hari Nyepi hingga Idul Fitri akan berlangsung selama dua pekan, yakni pada 16-20 Maret dan berlanjut pada 23-27 Maret 2026. 
Seluruh aktivitas pendidikan akan normal kembali pada 30 Maret 2026, pihaknya menekankan agar sekolah tidak memberikan beban akademis yang berat selama masa belajar mandiri. 
Berharap para guru memberikan penugasan yang menyenangkan dan tidak memberatkan finansial orang tua, seperti kewajiban penggunaan kuota internet yang intensif. 
Selain itu, selama pembelajaran di sekolah, satuan pendidikan diminta melakukan penyesuaian. Pertama, sekolah diminta mengurangi intensitas mata pelajaran yang menguras fisik seperti PJOK dan kepanduan.
"Guru juga didorong melakukan asesmen formatif untuk memantau perkembangan belajar tanpa tekanan berlebih. Perhatian khusus wajib diberikan kepada anak berkebutuhan khusus atau siswa yang berpotensi tertinggal dalam pelajaran," paparnya.

Uji Coba Mesin EBT di TPS3R Pemecutan Kaja Denpasar

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - Untuk mempercepat pencacahan sampah organik, TPS3R Sari Sedana, Desa Pemecutan Kaja Denpasar melakukan uji coba mesin EBT (Energi Baru Terbarukan) untuk mencacah sampah organik. Uji coba tersebut dimulai sejak Selasa, 17 Februari 2026 hingga kini, Rabu (18/2).
Perbekel Desa Pemecutan Kaja, AA Ngurah Arwatha memaparkan, mesin EBT ini lebih cepat dalam mencacah sampah ketimbang menggunakan pencacah biasa. Dalam sehari, saat uji coba ini mampu mencacah sebanyak 5 ton sampah. "Jumlah ini sesuai dengan kapasitas mesin tersebut yakni 5 ton.Kalau mesin gibrik-nya agak lambatan, paling kisaran satu hari itu 3 sampai 4 ton-an," Terang Jik Arwatha. 
Mesin EBT yang diujicobakan ini merupakan kolaborasi dengan salah satu komunitas peduli lingkungan. "Hasil yang kemarin kita uji coba langsung lumayan itu, artinya proses pencacahannya cepat sekali itu untuk ukuran kita skala desa 5 ton per hari. Cuma masih kendalanya tadi residunya. Tapi tadi ada opsi residunya akan diolah oleh komunitasnya itu," ungkapnya.
Dalam sehari, sampah yang masuk ke TPS3R tersebut sebanyak 24,5 ton, sementara untuk timbulan sampah di Desa Pemecutan Kaja kurang lebih 50 ton.  Dan ketersediaan TPS3R hanya ada satu dengan satu mesin gibrig. Dengan adanya uji coba mesin EBT, dalam sehari total bisa mengolah 9 ton. "Kalau memang nanti kita merasa cocok (dengan mesin EBT) mungkin kita komunikasikan dengan kota. Siapa tahu kota yang mengadakan kita menerima hibah," Akunya.
Ada 10 orang pekerja yang dilibatkan dalam operasional di TPS3R, untuk pengangkutan sampah dilakukan di lima titik termasuk di TPS3R dan warga diimbau untuk memilah sampah. "Kami ada TPS3R dan ada empat titik lagi di beberapa Banjar untuk pengumpulan sampah. Kita memang harapkan semua terpilah. Kalau tidak terpilah, kita tidak terima," Jelasnya.
Terkait dengan kompos hasil pencacahan, pihaknya menggandeng PKK melalui arisan PKK. Nantinya kompos tersebut akan dikemas dan dibagikan secara gratis kepada anggota PKK untuk bercocok tanam. Sementara sisa sampah yang tak bisa dikelola di desa dibuang ke TPA Suwung, dalam sehari, pihaknya membuang 6 truk sampah ke TPA Suwung dengan menggunakan 3 armada dan dua kali pembuangan.

Bupati Satria Hadiri Rakor Forkopimda se-Bali, Kawal Lima Poin Penekanan Strategis Arahan Presiden RI

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Diperluas Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (19/2).

Rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan instruksi Presiden RI guna memastikan Bali tetap menjadi destinasi dunia yang aman, asri, dan teratur. Terdapat lima poin penekanan utama yang menjadi mandat bagi seluruh kepala daerah di Bali untuk segera diimplementasikan yakni : 
1. Gerakan Bersih Sampah (Sungai, Laut, dan Danau): pentingnya aksi nyata pembersihan sampah di sungai, laut dan danau
2. Penertiban Estetika Kota (Iklan & Baliho): Melakukan pembersihan dan penataan ulang terhadap iklan reklame serta baliho yang tidak berizin, rusak, atau dipasang secara semrawut. 
3. Manajemen Kemacetan: Mendorong pemerintah daerah untuk melakukan rekayasa lalu lintas dan optimalisasi infrastruktur jalan di titik-titik rawan macet.
4. Keamanan dan Ketertiban Wilayah: Memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan TNI/Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah. Stabilitas keamanan adalah kunci utama Bali sebagai pusat kegiatan internasional dan destinasi pariwisata dunia. 
5. Pengendalian Izin Alih Fungsi Lahan: Melakukan pengawasan ketat terhadap perizinan alih fungsi lahan, terutama lahan pertanian produktif (Sawah) dan kawasan hijau. Pembangunan harus berjalan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) demi menjaga kelestarian alam Bali di masa depan. 

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyatakan komitmen penuh untuk menjalankan kelima poin penekanan tersebut di wilayah Kabupaten Klungkung. Beliau menegaskan bahwa langkah-langkah penertiban dan pembersihan akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Bali, para Kepala Daerah se-Bali, serta pimpinan instansi vertikal terkait.


Bupati Satria Audiensi dengan Ditjen SDA Kementerian PU, Bahas Penanganan Abrasi Pantai yang Kian Mendesak

Jakarta, Bali Kini  — Bupati Klungkung I Made Satria bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Lesmana dan Kepala Dinas PUPRPKPK melaksanakan silaturahmi sekaligus audiensi dengan Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Fikri Abdurrachman, di Jakarta.
Audiensi tersebut membahas penanganan pengaman pantai di wilayah Kabupaten Klungkung yang saat ini mengalami abrasi dan kemunduran garis pantai cukup parah. Kondisi ini telah mengakibatkan kerusakan pada lahan pertanian garam, badan jalan, jaringan listrik, serta permukiman warga di sejumlah titik.
Beberapa lokasi yang terdampak serius di antaranya Pantai Monggalan, Desa Kusamba, serta ruas jalan kabupaten dan fasilitas pejalan kaki menuju Pelabuhan Banjar Nyuh, Desa Ped. Ruas jalan tersebut merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Nusa Penida yang kini terabrasi dan nyaris terputus.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Satria menyampaikan bahwa dampak abrasi tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Fasilitas umum yang terdampak merupakan akses vital dan koridor distribusi untuk pengangkutan logistik serta hasil pangan, sekaligus menjadi jalur utama penunjang sektor pariwisata di Nusa Penida.
“Penanganan abrasi ini sangat mendesak mengingat infrastruktur yang rusak merupakan akses utama masyarakat dan jalur distribusi logistik serta pariwisata. Kami berharap pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dapat melakukan penanganan sesuai kewenangannya secara berkelanjutan,” ujar Bupati Satria.
Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bupati Satria juga telah menyampaikan secara langsung proposal usulan penanganan abrasi pantai di Kabupaten Klungkung kepada pihak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU.
Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam upaya mitigasi serta penanganan abrasi pantai secara terencana dan berkelanjutan, guna melindungi masyarakat, menjaga infrastruktur vital, serta mendukung keberlanjutan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Dalam pertemuan tersebut turut pula hadir kepala BWS Bali Penida Gunawan Suntoro beserta jajaran.

Jadi Ruang Ekspresi dan Partisipasi Sebagai Wujud Kotw Inklusif.

Ket foto : 

Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas Semarakkan HUT ke-238 Kota Denpasar,



Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial kembali menyelenggarakan Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas di Gedung Santi Graha Denpasar, Kamis (19/2).  Kegiatan yang mengusung tema “Widya Guna Sudha Paripurna” ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Wakil Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, yang ditandai dengan pemukulan gong.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar serta memberikan ruang ekspresi dan partisipasi yang setara bagi penyandang disabilitas dalam kegiatan seni, budaya, dan keagamaan sebagai wujud masyarakat inklusif. 

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, lembaga pendidikan, organisasi penyandang disabilitas, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, Utsawa Dharma Gita bukan sekadar ajang perlombaan seni dan sarana pelestarian budaya Bali, namun juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang inklusif. Di mana setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, berkarya, dan berprestasi.

“Kami percaya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menunjukkan kemampuan dan dedikasi. Melalui kegiatan ini, kita menyaksikan bahwa semangat, ketulusan, dan kekuatan jiwa para peserta merupakan inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga nilai kebersamaan, empati, dan saling menghargai,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Arya Wibawa berharap kecintaan terhadap Dharma Gita semakin kuat serta semangat kebersamaan dan toleransi terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Denpasar.


Ketua Panitia sekaligus
Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kota Denpasar A.A Ayu Diah Kurniawati didampingi Perwakilan Penyandang Disabilitas Kota Denpasar, Gusti Ayu Arini, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mengembangkan potensi, bakat, dan kreativitas penyandang disabilitas di bidang seni dan budaya Bali.

 Selain itu, kegiatan ini juga untuk melestarikan dan menumbuhkan kecintaan terhadap seni Dharma Gita sebagai bagian dari warisan budaya dan tradisi spiritual Hindu Bali, serta mewujudkan Denpasar sebagai kota ramah disabilitas yang menjunjung tinggi kesetaraan, kebersamaan, dan nilai kemanusiaan.

Ia menjelaskan, kegiatan yang berlangsung selama sehari ini diisi dengan berbagai lomba, di antaranya lomba macepat remaja yang diikuti tujuh peserta perwakilan siswa dari SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 3 Denpasar.

Selain itu, digelar pula lomba macepat dewasa yang diikuti sepuluh peserta dari DPC Pertuni Kota Denpasar dan DPC HWDI Kota Denpasar.

“Acara ini dapat terselenggara dengan baik berkat dukungan seluruh pihak yang telah membantu. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih,” ujarnya. (Ayu).

Walikota Jaya Negara Lepas Ratusan Siswa dan Generasi Muda Ikuti Susur Mangrove

Ket Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat membuka kegiatan Susur Mangrove dan aksi bersih pesisir di Kawasan Estuary Dam Hutan Mangrove Batu Lumbung, Pemogan, Kamis (19/2). 


Denpasar , Bali Kini - Gerakan Edukasi Lingkungan Sekaligus Aksi Bersih-bersih Sampah Plastik


Denpasar,
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Denpasar menyelenggarakan kegiatan Susur Mangrove dan aksi bersih pesisir.

Kegiatan ini dibuka Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, di Kawasan Estuary Dam Hutan Mangrove Batu Lumbung, Pemogan, Kamis (19/2). 

Sedikitnya, 200 peserta yang terdiri dari pelajar SMA/SMK, mahasiswa, komunitas peduli lingkungan, hingga Sekehe Teruna-Teruni se-Kota Denpasar. Aksi ini sendiri difokuskan pada pembersihan sampah plastik di kawasan Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai guna menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat ditemui disela-sela kegiatan mengatakan, ada pun pesan utama dari Lomba Susur Mangrove adalah untuk menyampaikan kepada kita semua, khususnya bagi masyarakat di wilayah hulu maupun masyarakat di Kota Denpasar, agar tidak membuang sampah ke sungai.

Sebab dampak negatif dari pembuangan sampah ke sungai akan sangat terasa di kawasan hutan mangrove. Padahal, ekosistem mangrove memiliki potensi yang luar biasa, di antaranya harapan bagi nelayan karena menjadi tumpuan ekonomi dan ekologi bagi komunitas nelayan setempat. 

Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi destinasi wisata karena hutan mangrove sendiri memiliki daya tarik bagi wisatawan, terutama para pencinta lingkungan yang senang menyusuri keindahan alamnya.

“Jika kawasan mangrove terjaga kebersihannya, tentu akan semakin banyak pengunjung yang datang untuk menikmati lingkungan yang asri ini. Intinya, mari kita jaga bersama dengan tidak membuang sampah ke sungai," ungkap Jaya Negara. 

Kegiatan Lomba Susur Mangrove ini ternyata disambut dengan sangat antusias oleh anak-anak sekolah. Selama kegiatan berlangsung, mereka tidak hanya menikmati keindahan alam mangrove, tetapi juga terlibat aktif dalam aksi nyata yakni aksi pungut sampah oleh para siswa yang sekaligus berkompetisi untuk mengumpulkan sampah sebanyak-banyaknya di area tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangsa, menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial ulang tahun kota, melainkan langkah nyata edukasi lingkungan.

"Kegiatan Susur Mangrove ini bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan habitat pantai. Kami ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan sejak dini, terutama bagi para pelajar dan remaja agar mereka memahami potensi serta manfaat besar dari habitat pantai kita," kata Mayun Suryawangsa.

Ia juga menambahkan bahwa sasaran utama dari aksi ini adalah menekan volume sampah plastik yang masuk ke kawasan hutan mangrove. Dengan lingkungan yang bersih, diharapkan keberlangsungan hidup biota laut dan fungsi lindung mangrove dapat terjaga secara berkelanjutan.

Adapun pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada sejumlah regulasi, di antaranya UU No. 32 Tahun 2004 tentang Kelautan, Perda No. 6 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pelestarian Bendega, serta Peraturan Wali Kota Denpasar No. 54 Tahun 2025.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda, perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, serta tokoh masyarakat pesisir lainnya. (ays).

Wujudkan Bali Hijau, Pemkab Bangli Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Lewat Kolaborasi Teknologi dan Kearifan Lokal

BANGLI , BALI KINI  – Pemerintah Kabupaten Bangli menegaskan komitmennya dalam menuntaskan persoalan sampah melalui sinergi lintas sektor, pemanfaatan teknologi informasi, dan penguatan nilai kearifan lokal Palemahan. Hal tersebut disampaikan dalam acara sosialisasi dan diseminasi program prioritas pemerintah yang digelar di Gedung Bukti Mukti Bakti Kantor Bupati Bangli pada Kamis, (19/2/2026). Kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk para siswa sebagai generasi penerus dan influencer dalam penyebarluasan informasi lingkungan.  

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli I Nyoman Murditha, S.Kom., M.Eng. dalam sambutannya menekankan bahwa peran komunikasi dan informatika sangat krusial dalam keberhasilan program lingkungan. Pemerintah mendorong penguatan diseminasi informasi melalui kanal digital dan media sosial agar edukasi berjalan berkelanjutan serta meningkatkan partisipasi publik dalam pelaporan berbasis digital. Pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi lintas sektor, dukungan teknologi informasi, serta perubahan perilaku masyarakat.

“Sesuai dengan amanat Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019, masyarakat diwajibkan melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan memilah sampah langsung dari rumah tangga (organik, non-organik, dan residu). Mengelola sampah bukan hanya soal menjalankan peraturan, tetapi merupakan implementasi modern dari nilai Palemahan—bentuk nyata rasa syukur kita kepada alam," tegasnya dalam sambutan tersebut.

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kabupaten Bangli fokus pada beberapa poin strategis, di antaranya: Mendorong optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle di tingkat desa. Melakukan upaya khusus untuk mencegah polusi sampah masuk ke badan air sebagai hulu sumber air di Bali, Mendorong kolaborasi Desa Adat melalui Awig-awig (aturan adat) untuk mendisiplinkan warga dalam memilah sampah serta Mengapresiasi dedikasi sekolah seperti SMP Negeri 1 Bangli dan SMP Negeri 3 Bangli yang telah menjalankan program "Sekolah Hijau" dan aktif melakukan pemilahan sampah.  

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari perangkat daerah hingga siswa sekolah, dapat menjadikan pemilahan sampah sebagai gaya hidup baru demi menjaga kelestarian alam Bali untuk generasi mendatang. Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Ni Putu Ayu Puryani, S.STP.,M.A.P. Yang sekaligus sebagai Narasumber dalam acara tersebut, Siswa-siswi dari SMP Negeri 1 dan 3 Bangli beserta tamu undangan lainnya.

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dukung Penuh Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali, Tabanan Jadi Titik Awal 2026



Tabanan , Bali Kini  – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menunjukkan dukungan penuh terhadap program kerja Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Tahun 2026 yang dikemas dalam aksi sosial bertajuk “Bergerak dan Berbagi” di 9 Kabupaten/Kota se-Bali. Kegiatan aksi sosial ini menjadikan Kabupaten Tabanan sebagai tujuan utama, Rabu, (18/2), yakni di 3 (tiga) Kecamatan, diantaranya Kecamatan Marga, Kediri dan Tabanan.

Giat pertama dilaksanakan di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, kemudian berlanjut di Balai Banjar Tenten, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, dan ditutup di Wantilan Pura Dalem Purwa Kubontingguh, Denbatas, Tabanan. Kegiatan dipimpin langsung Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, yang saat itu didampingi Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemprov Bali, serta jajaran pengurus PKK Provinsi Bali. Turut hadir, Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Pengurus PKK Kabupaten dan Ketua TP PKK Kecamatan, unsur Forkopimcam, Perbekel dan jajaran Pemerintah Desa terkait.

Sebanyak 50 penerima bantuan disiapkan di masing-masing Kecamatan, yang terdiri dari 10 lansia, 10 ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), 10 penyandang disabilitas, 10 kader PKK yang membutuhkan, serta 10 balita. Bantuan yang diserahkan berupa sembako, seperti beras, telur, susu kotak, paket multivitamin, bibit tanaman, serta paket ikan segar meliputi ikan tuna, ikan nila dan ikan kembung.

“Bergerak dan Berbagi” dikatakan Ny. Putri Koster sebagai upaya menggerakkan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan potensi wilayah. “Kami bergerak untuk menggerakkan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan potensi-potensi yang ada di wilayah masing-masing guna mewujudkan visi dan misi pemerintahan. Kita, masyarakat harus bergerak di semua bidang, baik di lingkungan, sosial, dan kesehatan. Di tahun 2026, saya akan memulai kegiatan keliling Bali, semua kabupaten akan saya kunjungi sepanjang tahun,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Ia juga menyoroti persoalan sampah yang menjadi isu krusial di Bali. Menurutnya, penanganan sampah harus dilakukan secara serius, kolektif dan berkelanjutan. “Ketika semua orang turut membersihkan rumahnya, dilakukan secara bergotong-royong, bersihlah desa itu,” tegasnya, sembari mengajak masyarakat membangun kesadaran bersama demi lingkungan yang bersih dan sehat.

Selain itu, sosialisasi posyandu turut digencarkan dalam kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk penanganan stunting, bahaya virus rabies, serta pentingnya vaksinasi hewan peliharaan. Dalam aksi sosial ini juga dihadirkan pelayanan kesehatan langsung, demo masak, hingga layanan vaksin rabies, dengan menggandeng berbagai pihak di bidang kesehatan, pertanian, perikanan dan sosial.

Dukungan kuat datang dari Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Tabanan sebagai lokasi perdana kegiatan. Sehingga kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat kolaborasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong kemajuan program yang berkelanjutan di Kabupaten Tabanan. "Merupakan suatu kehormatan bagi kami karena Kabupaten Tabanan kembali menjadi tujuan pertama diselenggarakannya Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi TP PKK Provinsi Bali Tahun 2026 ini,” pungkasnya.

Selain itu, program ini dikatakannya sangat sejalan dengan agenda kerja TP PKK Kabupaten Tabanan. “Kami TP PKK Kabupaten Tabanan juga telah menyusun program aksi sosial yang menyasar seluruh Kecamatan dan rutin setiap tahun kami lakukan. Pada tahun ini akan kami serahkan di pertengahan tahun 2026 dan kami akan terus menyelaraskan kegiatan di Kabupaten dengan program Provinsi agar berkesinambungan,” tegas Bunda Rai. 

Di sela-sela kegiatan, Bunda Rai juga menyinggung terkait lomba-lomba yang akan diselenggarakan dalam rangka menyambut HKG PKK ke-54. Pihaknya menyatakan kesiapan Kabupaten Tabanan untuk berpartisipasi dan ikut serta secara optimal dalam ajang tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua atas semua bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat kami. Dampaknya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tabanan. Kami berharap aksi sosial ini terus berkelanjutan," ucapnya. 

Bupati Sanjaya Sembahyang Pujawali Ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan


Tabanan , Bali Kini 
– Rabu, (18/2), Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan bersama  Pujawali Ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan. Prosesi Mepeed oleh Ibu-Ibu Pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan menuju Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Adat Kota Tabanan menjadi awal kegiatan dan dilanjutkan ke Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Kapolres Tabanan, Sekda, para Asisten dan jajaran di lingkungan Pemkab Tabanan.


Selain sebagai wujud bhakti kehadapan Ida Sesuhunan yang berstana di Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, kegiatan ini juga merupakan bentuk kebersamaan dari seluruh jajajaran di lingkungan Pemkab Tabanan. Bupati Sanjaya beserta Kapolres dan jajaran turut melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Puseh Bale Agung dan Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyertai jalannya upacara yang menjadi bagian penting dalam siklus keagamaan Desa Adat Kota Tabanan.


Uniknya, sebelum persembahyangan di Pura Dalem Prajapati, Ibu-Ibu Pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan, Ngayah Nari Rejang diiringi alunan gambelan oleh Sekaa Gong Pemkab Tabanan. Hal ini mencerminkan kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran dalam setiap kegiatan adat dan keagamaan bukan hanya sebagai bentuk partisipasi seremonial, melainkan wujud nyata komitmen untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat, agama, seni, dan budaya yang ada.


Keberadaan Tri Kahyangan Desa sebagai pusat spiritual masyarakat harus terus dijaga secara sekala dan niskala agar tetap menjadi penyangga harmoni kehidupan masyarakat. Nilai-nilai Tri Hita Karana juga menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan, yakni menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (parahyangan), manusia dengan sesama (pawongan), dan manusia dengan lingkungan (palemahan). 


Selain itu, Pujawali ini menjadi implementasi nyata dari parahyangan, yang sekaligus memperkuat pawongan melalui kebersamaan krama adat dan pemerintah serta mendukung pelestarian palemahan melalui kesadaran menjaga kesucian lingkungan pura. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, desa dinas, dan desa adat menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat. Kolaborasi yang solid akan memperkuat stabilitas sosial serta mempercepat terwujudnya pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai kearifan lokal.


Pelaksanaan persembahyangan berjalan dengan lancar, mencerminkan kekompakan serta komitmen bersama dalam menjaga kesucian dan keharmonisan Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan sebagai warisan spiritual yang terus lestari dari generasi ke generasi. Pemerintah Kabupaten Tabanan pun berkomitmen untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat dalam setiap kegiatan adat dan keagamaan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan pembangunan lahir dan batin menuju Tabanan Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved