-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Selasa, 30 Juni 2026

Bupati Sanjaya Lantik Pimpinan Perumda Sanjayaning Singasana, Tekankan Peran Penggerak Ekonomi

Tabanan , Bali Kini  Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., melantik Direktur Utama dan Dewan Pengawas Independen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana Kabupaten Tabanan di Rumah Jabatan Bupati Tabanan, Senin (29/6). Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), sehingga Perumda mampu dikelola secara profesional, sehat, dan berdaya saing sebagai penggerak ekonomi daerah.

Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tabanan tertanggal 15 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, I Gusti Made Arya Gunanta, S.E. resmi dilantik sebagai Direktur Utama Perumda Sanjayaning Singasana, sementara Kadek Surya Prasetya Wiguna, S.E. dilantik sebagai Dewan Pengawas Independen Perumda Sanjayaning Singasana.

Acara pengambilan sumpah dan jabatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Direktur Utama Perumda Tirta Amertha Buana, serta jajaran pegawai Perumda Sanjayaning Singasana.

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar mengisi jabatan struktural, melainkan menjadi momentum memperkuat peran perusahaan daerah sebagai instrumen pembangunan ekonomi. Menurutnya, keberadaan Perumda harus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.

Ia menjelaskan, Perumda tidak boleh hanya dipandang sebagai badan usaha yang mengejar keuntungan semata, tetapi harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran perusahaan daerah juga harus mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi dengan didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan tata kelola yang profesional.

Hari ini bukan sekadar mengisi jabatan struktural. Perumda tidak boleh hanya menjadi badan usaha yang mengejar keuntungan, tetapi harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Perumda harus mampu menggerakkan sektor ekonomi dan dikelola oleh sumber daya manusia yang baik,ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya menekankan bahwa Perumda yang sehat adalah Perumda yang mampu menciptakan keuntungan secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Untuk itu, manajemen perusahaan dituntut membangun sistem kerja yang profesional, efektif, dan berorientasi pada hasil. Ia juga mendorong Perumda memiliki daya saing yang tinggi dengan membuka peluang bisnis baru, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), mendukung penyelenggaraan berbagai event dan festival, serta melakukan ekspansi usaha tidak hanya di tingkat Provinsi namun hingga ke tingkat nasional.

Menutup arahannya, Sanjaya mengajak seluruh jajaran Perumda Sanjayaning Singasana untuk menjadikan amanah tersebut sebagai motivasi dalam membangun perusahaan daerah yang profesional, inovatif, dan berintegritas. Bangun semangat, etos kerja, dan budaya gotong royong. Saya percaya Perumda Sanjayaning Singasana akan mampu tumbuh menjadi perusahaan yang sehat, profitable, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Tabanan,pungkasnya. 

Kelompok Ternak Ubung Kaja Dapat Bantuan 11 Induk Sapi

Laporan Reporter: Jero Ari
Denpasar , Bali Kini - Dinas Pertanian Kota Denpasar menyalurkan bantuan 11 ekor induk sapi beserta 11 sak pakan konsentrat kepada Kelompok Beternak Sapi Gotong Royong di Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Selasa (30/6). 
Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam memperkuat ketahanan pangan hewani sekaligus meningkatkan populasi ternak sapi di wilayah kota.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi, mengatakan bantuan ini diharapkan menjadi stimulan bagi kelompok peternak untuk mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan.
"Bantuan induk sapi ini diharapkan dapat meningkatkan populasi ternak sekaligus mendukung kesejahteraan peternak. Kami juga memberikan pakan konsentrat sebagai dukungan awal agar kondisi ternak tetap sehat dan produktif," ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan, Dinas Pertanian Kota Denpasar juga akan memberikan pendampingan teknis, melakukan pemantauan kesehatan ternak, serta pembinaan kepada kelompok penerima agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Suparmi juga mengimbau seluruh anggota kelompok untuk menjaga kesehatan ternak dengan menerapkan biosekuriti, memberikan pakan yang berkualitas, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas ternak sekaligus mendukung peningkatan populasi sapi secara berkelanjutan.
Program bantuan ternak ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memperkuat sektor peternakan berbasis kelompok masyarakat. Melalui program tersebut, pemerintah berharap ketahanan pangan daerah, khususnya penyediaan protein hewani, semakin kuat sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan para peternak di Kota Denpasar.

Wawali Arya Wibawa Hadiri Rakor Digitalisasi Bansos di 43 Daerah, 0

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Rakor Digitalisasi Bansos yang di selenggarakan Kementrian Dalam Negeri RI di Sasana Bhakti Praja, Gedung C Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (30/6).

Dukung Transformasi Penyaluran Program Perlindungan Sosial

Jakarta, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar bersama Pemerintah Provinsi Bali dan 8 Kabupaten di Bali mengikuti Rakor Digitalisasi Bansos yang di selenggarakan Kementrian Dalam Negeri RI di Sasana Bhakti Praja, Gedung C Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (30/6). Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung transformasi ketepatan sasaran penyaluran program perlindungan sosial melalui pemanfaatan Digital Public Infrastructure (DPI) ini di hadiri langsung Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. 

Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian menjelaskan bahwa Kemendagri memperluas penerapan digitalisasi bantuan sosial (bansos) ke 43 kabupaten/kota. Langkah ini disiapkan sebagai fondasi menuju penerapan Government Technology (GovTech) secara nasional. ‎Dimana, piloting digitalisasi bantuan sosial ini sebelumnya telah diuji coba di Banyuwangi.

‎"Ini sebetulnya adalah ide dari beliau dalam rangka perluasan piloting digitalisasi bansos di 43 kabupaten kota," ujar Tito.

‎Menurutnya, perluasan program itu menjadi langkah awal dalam penyusunan peta jalan transformasi digital pemerintahan melalui GovTech. Keberhasilan implementasi di Banyuwangi menjadi dasar bagi pemerintah untuk mereplikasi sistem digitalisasi bantuan sosial ke daerah lain. Pemerintah menargetkan implementasi program digitalisasi perlindungan sosial di 43 kabupaten/kota sebagai tahap awal sebelum diperluas ke seluruh wilayah Indonesia.

‎"Dan ini adalah cikal bakal juga roadmap untuk menuju ke Government Technology, GovTech. Yang beberapa waktu lalu sudah dicobakan di Banyuwangi. Dan saya kira itu cukup sukses. Kesuksesan di Banyuwangi ini kemudian direplikasikan ke daerah-daerah lain," Imbuh Tito.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa berkomitmen bahwa Pemerintah Kota Denpasar mendukung penuh program digitalisasi bansos sebagai bagian dari transformasi digital nasional. Dimana, digitalisasi bukan hanya mengubah cara penyaluran bantuan, tetapi memastikan bantuan lebih tepat sasaran, transparan, cepat, dan akuntabel. Untuk itu Kota Denpasar siap menjadi daerah yang mendukung implementasi pemerintah digital.

“Kami memandang digitalisasi bansos sebagai fondasi menuju pelayanan publik yang lebih modern dan berbasis data," pungkasnya. (Ays/Prokopim.Dps).

Tekankan Pelayanan dengan Integritas, Sekda Denpasar Buka Sosialisasi Pencegahan Maladministrasi

Denpasar, Bali Kini - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan publik yang berlandaskan integritas, kepastian, dan empati. Hal ini disampaikan saat membuka Sosialisasi bertema "Strategi Pencegahan Maladministrasi sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar" Yang dilaksanakan Bagian Organisasi Seketariat Pemerintah Kota Denpasar  di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Selasa (30/6).


Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali yang diwakili Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi, I Nyoman Agus Santika, jajaran kepala perangkat daerah, kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, para camat, kepala puskesmas, kepala sekolah, lurah, serta kepala desa se-Kota Denpasar.


Dalam sambutannya, Eddy Mulya mengatakan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik saat ini semakin tinggi. Pelayanan tidak hanya dituntut cepat, mudah, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga harus memberikan kepastian, keadilan, dan rasa percaya kepada masyarakat.

Menurutnya, berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik, seperti penundaan berlarut, penyimpangan prosedur, penyalahgunaan wewenang, hingga lemahnya pengelolaan pengaduan, berpotensi menimbulkan maladministrasi. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan melalui penguatan sistem pelayanan yang sesuai standar, responsif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

"Pencegahan maladministrasi dimulai dari komitmen untuk melayani dengan integritas, kepastian, dan empati. Memastikan setiap masyarakat yang datang percaya bahwa pemerintah hadir untuk melayani adalah tugas kita bersama. Pelayanan publik yang berkualitas bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari komitmen dan perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan," tegas Eddy Mulya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat berbagai instrumen penyelenggaraan pelayanan publik sebagai bagian dari pelaksanaan visi dan misi pembangunan daerah, khususnya misi ketiga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan standar pelayanan, peningkatan partisipasi masyarakat, pembangunan budaya pelayanan, serta evaluasi kinerja secara berkelanjutan guna mendukung reformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Saat ini, Pemerintah Kota Denpasar memiliki 101 unit penyelenggara pelayanan dengan total 1.256 jenis layanan. Untuk mencegah potensi maladministrasi, standar pelayanan terus diperkuat agar lebih jelas, terukur, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Partisipasi masyarakat juga ditingkatkan melalui forum konsultasi publik, survei kepuasan masyarakat, pengelolaan pengaduan, serta keterbukaan informasi layanan.

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Dalam lima tahun terakhir, Pemerintah Kota Denpasar secara konsisten meraih kategori Sangat Baik, dengan capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2025 sebesar 92,29.

Selain itu, keberadaan aplikasi Denpasar Prama Sewaka sebagai platform layanan dan pengaduan terintegrasi semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan. Selama tahun 2025 hingga Triwulan I Tahun 2026, sebanyak 1.727 pengaduan masyarakat telah diterima dan seluruhnya berhasil ditindaklanjuti.


Eddy Mulya menambahkan, budaya pelayanan juga terus diperkuat melalui semangat Sewakadarma dengan motto "Melayani adalah Kewajiban". Nilai tersebut menjadi pedoman bagi seluruh aparatur untuk memberikan pelayanan yang profesional, responsif, berintegritas, serta tidak diskriminatif. 


Pemerintah Kota Denpasar juga terus mengoptimalkan digitalisasi layanan, penyesuaian jam pelayanan pada periode tertentu, penyediaan layanan khusus, hingga layanan jemput bola agar pelayanan semakin mudah dijangkau masyarakat.


Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025 Pemerintah Kota Denpasar berhasil meraih Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dalam Penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik oleh Ombudsman. Selain itu, pada evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik terhadap 17 lokus, Pemerintah Kota Denpasar memperoleh Indeks Pelayanan Publik sebesar 4,80 dengan kategori Pelayanan Prima.


Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Denpasar, Luh Nyoman Endi Suari, mengatakan sosialisasi ini merupakan bentuk kolaborasi antara Ombudsman RI Perwakilan Bali dengan Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik, memperkuat kepatuhan terhadap standar pelayanan, serta meningkatkan pemahaman perangkat daerah mengenai bentuk-bentuk maladministrasi dan langkah-langkah pencegahannya.

Melalui kegiatan yang diikuti peserta secara luring maupun daring dari perangkat daerah, puskesmas, Perumda, desa, kelurahan, serta sekolah SD dan SMP se-Kota Denpasar ini diharapkan seluruh penyelenggara pelayanan publik semakin memahami potensi maladministrasi, mampu melakukan langkah-langkah pencegahan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Ayu/humas.dps)

Senin, 29 Juni 2026

Bupati Bangli Pimpin Apel HARGANAS ke-33, Bacakan Amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga


BANGLI , BALI KINI - Pemerintah Kabupaten Bangli memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 dengan menggelar apel yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Bangli, Senin(29/6)26). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, yang pada kesempatan itu membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd.

Apel diikuti oleh Wakil Bupati Bangli, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangli, para pimpinan Perangkat Daerah, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli.

Dalam amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang dibacakan Bupati Bangli, disampaikan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran seluruh elemen bangsa bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Menteri menegaskan, di tengah dinamika global yang ditandai dengan perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan berbagai tantangan baru atau dikenal dengan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), keluarga dituntut menjadi benteng utama dalam membentuk karakter, moral, serta ketahanan mental generasi muda.

"Keluarga harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang, sekaligus menjadi ruang pertama dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan," demikian kutipan amanat Menteri yang dibacakan Bupati Bangli.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki fase Bonus Demografi yang menjadi peluang strategis untuk mempercepat kemajuan bangsa. Namun peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila kualitas sumber daya manusia dipersiapkan sejak dini melalui keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas.

Untuk itu, pemerintah mendorong penguatan tiga pilar utama pembangunan keluarga, yakni peningkatan kesehatan keluarga melalui pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan, penguatan pendidikan karakter di lingkungan keluarga, serta pembangunan ketahanan mental agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, dan berintegritas.

Selain itu, amanat Menteri juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya keterlibatan seorang ayah dalam pengasuhan anak. Kehadiran ayah, tidak hanya secara fisik tetapi juga emosional, dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keseimbangan psikologis anak.

Di sisi lain, orang tua juga diimbau lebih bijak dalam mendampingi penggunaan teknologi digital di lingkungan keluarga. Pemanfaatan gawai harus diarahkan pada hal-hal yang produktif agar anak-anak tidak terpapar berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat tumbuh kembang mereka.

Menteri juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan sosial, seperti perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas, merupakan alarm penting yang harus dijawab dengan memperkuat fungsi keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam pendidikan anak.

Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33, seluruh masyarakat diajak untuk terus membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkarakter sebagai fondasi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Usai pelaksanaan apel, Bupati Bangli SN Sedana Arta mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bangli agar terus bersinergi dalam mendukung berbagai program pembangunan keluarga. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas keluarga yang mampu melahirkan generasi unggul, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing tinggi.

"Peringatan Hari Keluarga Nasional harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keluarga adalah pondasi utama pembangunan bangsa. Dari keluarga yang kuat akan lahir sumber daya manusia yang berkualitas untuk mewujudkan Bangli yang maju dan berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Sedana Arta.

Peringatan HARGANAS ke-33 di Kabupaten Bangli menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Bangli bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat pembangunan keluarga sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter.

Susah Dapat Sekolah, Sejumlah Ortu Siswa Datangi Disdikpora Denpasar

Denpasar , Bali Kini  - Sejumlah orang tua siswa di Denpasar datangi Kantor Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), Senin (29/6). Kedatangan mereka selain mengurus perpindahan sekolah, ada juga yang mengeluh terkait zona wilayah yang justru melewati jarak tempuh di tiga sekolah terdekat. 

Meskipun anak mereka telah diterima di SD Negeri, namun mereka protes karena sekolah yang didapat jauh dari rumah. Kebanyakan dari mereka lantaran pemilik KK luar Denpasar. Salah satunya, Ketut Ratminiasih mengaku anaknya mendapat SD di SDN 28 Dangin Puri, sementara ia tinggal di Peguyangan. 

"Saya KK Jawa, luar Bali tinggal di Peguyangan, tapi dapatnya di Dangin Puri, jauh sekali. Anak saya harus sekolah dengan jarak tempuh yang jauh," Ungkapnya. 

Anaknya mendaftar di SDN 8 Peguyangan, SDN 1 Peguyangan, dan SDN 3 Peguyangan. Dari tiga tempatnya mendaftar, semuanya tidak dapat dan mendapat di sekolah yang yang justru tidak didaftarkan oleh anaknya. 

Sejumlah keluhan yang sama juga dilontarkan oleh para orang tua siswa yang mendatangi posko pelayanan di Dikdispora Denpasar. Terkait hal itu, Kabid SD Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suriawan menjelaskan bahwa secara umum pelaksanaan SPMB SD di Kota Denpasar sudah mengacu kepada juknis yang telah ditentukan oleh pemerintah kota. 

"Sistem secara otomatis menempatkan berdasarkan jarak tempat tinggal dengan sekolah yang memungkinkan untuk kuotanya diisi," Terang Suriawan, dihadapan orang tua siswa yang memohon dalam pengaduan. 

Dijelaskannya bahwa juknis sudah mematok bahwa satu  rombongan belajar itu terdiri dari 32 orang calon siswa baru. Untuk urutan seleksinya, memprioritaskan KK Denpasar dengan urutan pertama yakni banjar pendukung di sekolah itu. 

"Prioritas kedua, cakupannya lebih luas, memprioritaskan di desa di mana sekolah itu berada. Dan prioritas tiga ini baru cakupannya lebih luas yakni KK Denpasar secara umum baik itu semua kecamatan, seleksinya berdasarkan umur," tambahnya.

Ia juga menyebut ada sekolah-sekolah tertentu yang memang beririsan, sehingga bisa saja pendaftar dari Kecamatan Kecamatan Denpasar Utara diterima di Kecamatan Denpasar Timur. Setelah KK Denpasar, jika ada sisa kuota, dilanjutkan dengan seleksi bagi yang ber KK Provinsi Bali. 

Dan, terakhir barulah untuk KK luar Bali jika masih ada kuota. Suriawan menambahkan, orang tua siswa yang datang kebanyakan anak mereka tidak diterima di tiga pilihan sekolahnya, tetapi ditempatkan di sekolah yang memungkinkan kuotanya terisi. 

"Mendaftar sekolah di wilayah Pemogan, tapi sekolah itu sudah penuh, maka sistem akan mengarahkan ke sekolah terdekat yang masih ada kuota. Bisa saja ke Serangan atau Dangin Puri Kauh," ungkapnya. 

Dari data sebanyak 9.431 siswa mendaftar pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) SD di Kota Denpasar. Pengumuman kelulusan dilakukan hari ini, Senin, 29 Juni 2029. Dari jumlah pendaftar tersebut, sebanyak 93 orang dipastikan gugur. Hal ini jika dilihat dari daya tampung yang tersedia untuk SPMB SD tahun 2026 ini sebanyak 9.248 siswa.

DUA ORANG TERSERET ARUS DI PANTAI GREENBOWL, TIM SAR GABUNGAN TERUS LAKUKAN PENCARIAN

BADUNG , BALI KINI  – Upaya pencarian terhadap dua orang yang dikabarkan terseret arus di Pantai Greenbowl, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, masih dilakukan oleh tim SAR gabungan, Senin (29/6/2026). Awal mula kejadian pada Minggu (28/62026) ada
lima orang sedang mandi di Pantai Greenbowl. Selanjutnya, tiga orang di antaranya menyusuri pantai untuk mencari kepiting, sementara dua orang lainnya tetap mandi di laut.
Beberapa saat kemudian, kedua orang yang masih berada di perairan terlihat terseret arus ke tengah laut. Rekan korban segera berupaya meminta bantuan, namun kondisi gelombang yang semakin besar menyebabkan kedua korban menghilang dari pandangan. Teman-teman korban sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun hingga akhirnya meminta bantuan kepada aparat setempat.

"Menurut info yang kami terima perkiran waktu kejadian kurang lebih pukul 12.00 Wita," jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Berdasarkan laporan yang diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, diketahui identitas kedua korban yang masih dalam pencarian atas nama Roni Firmansyah (24), pekerjaan sehari-hari sebagai buruh, asal Dusun Badean Kulon, Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, dan korban lainnya bernama Dimas Hilman Hafizudin (21), buruh, asal Dusun Curahdami, Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 06.00 Wita, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar memberangkatkan tujuh personel menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, mereka segera bergabung dengan unsur SAR lainnya untuk melaksanakan pencarian.
Operasi SAR dilakukan dengan membagi kedalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). SRU laut melaksanakan penyisiran di area perairan sekitar lokasi kejadian menggunakan 1 unit rubber boat dan SRU darat dibagi dalam 2 tim, melakukan penyisiran sepanjang garis pantai di sekitar lokasi korban diduga terseret arus. "Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, tim SAR gabungan juga mengerahkan peralatan pendukung berupa drone thermal agar bisa  pemantauan dari udara pada area pandangan yang lebih luas dan AquaEye sebagai alat pendeteksi objek di bawah permukaan air," jelasnya. Sejak pagi tadi SRU laut sudah bergeser dari Pantai Pandawa menuju area pencarian sesuai rencana operasi SAR. Sementara itu SRU darat melaksanakan penyisiran sepanjang bibir Pantai greenbowl menuju ke arah timur sejauh 2 KM ke arah barat dan timur. Pemantauan di atas tebing Greenbowl juga dilakukan tim SAR gabungan.

Hingga penghujung operasi hari ini, upaya pencarian belum membuahkan hasil dan akan dilanjutkan kembali pada Selasa (30/6) dengan memperluas area pencarian sesuai perhitungan pergerakan arus dan pengaruh angin.

Sidakarya menghimbau pada masyarakat agar memperhatikan situasi dan kondisi saat beraktifitas dibalam terbuka. "Dalam sebulan terakhir penanganan yang kami lakukan didominasi kejadian di perairan, perahu terbali,, terseret arua ataupun terjebak di tebing pantai, sebaiknya masyarakat bisa lebih waspada," himbaunya.

Selama berlangsungnya upaya pencarian turut melibatkan unsur SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polair Polresta Denpasar, Balawista Pantai Pandawa, Banser Tanggap Bencana, pihak keluarga korban dan masyarakat setempat. (ayu)

Harganas ke-33 di Jembrana, Bupati Kembang Soroti Ancaman Gawai dan Krisis Pengasuhan


Jembrana , Bali Kini - Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyoroti disrupsi teknologi digital dan pergeseran nilai sosial yang masuk tanpa permisi ke ruang keluarga melalui gawai di genggaman anak-anak. 

Tantangan berat dihadapi keluarga modern saat ini di tengah 'Era VUCA', sebuah lanskap global yang dicirikan oleh perubahan cepat (Volatility), ketidakpastian (Uncertainty), kerumitan (Complexity), dan kebingungan arah (Ambiguity).

Hal tersebut disampaikan Bupati Kembang saat membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN dalam Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Taman Pecangakan, depan Kantor Bupati Jembrana, Senin (29/6).

"Jika institusi keluarga rapuh, arus zaman ini akan dengan mudah menggilas masa depan mereka. Maka, ketangguhan keluarga bukanlah pilihan alternatif, melainkan keharusan mutlak dan urgensi nasional" ujarnya.

Lebih lanjut, Pihaknya memberikan pesan khusus bagi para figur ayah. Perbaikan kualitas SDM dinilai mustahil jika beban pengasuhan hanya diletakkan di pundak ibu semata.

"Kehadiran fisik dan kedekatan emosional para ayah adalah penentu kestabilan struktur kepribadian anak," tegasnya.

Ia juga meminta orang tua membatasi waktu layar (screen time) anak dan lebih aktif membangun dialog secara fisik.  "Jangan biarkan masa depan dan pola pikir anak-anak kita dikuasai oleh algoritma digital. Peluk anak-anakmu, ajak mereka berdialog," imbuhnya.

Di akhir sambutan, Bupati Kembang menyoroti maraknya patologi sosial akhir-akhir ini seperti tawuran pelajar, perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga jeratan narkoba. Menurutnya, rentetan kasus tersebut merupakan alarm darurat bahwa fungsi keluarga sedang mengalami malafungsi akibat absennya figur orang tua.

"Anak-anak yang terjerumus dalam kekerasan atau narkoba sering kali adalah mereka yang kurang kasih sayang di rumah, sehingga mencari pelarian semu di jalanan," kata Bupati Kembang.

Ia pun mengajak seluruh ASN dan masyarakat Jembrana untuk merapatkan barisan menjadikan rumah sebagai tempat teraman. (*)

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Pujawali Ring Puncak Karya Aci Purnama Kasa di Pura Pengubengan Besakih

Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat melaksanakan kegiatan ngaturang bhakti Pujawali serangkaian Puncak Karya Aci yang bertepatan dengan Purnama Kasa di Pura Pengubengan Besakih, Karangasem, Senin (29/6).

Denpasar, Bali Kini - Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan kegiatan ngaturang bhakti Pujawali serangkaian Puncak Karya Aci yang bertepatan dengan Purnama Kasa di Pura Pengubengan Besakih, Karangasem, Senin (29/6).
 
Pelaksanaan bhakti pujawali ini dihadiri langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Sejak pagi pagi suara genta dan lantunan kidung terdengar sudah mengiringi pelaksanaan pujawali. Iringan tabuh, topeng  dan wayang lemah pun turut melengkapi pengilen upacara. Rangkaian pujawali ini diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manu Singaraga, dari Griya Sangkan Gunung, Sidemen. 
 
Walikota Denpasar, I Gusti Jaya Negara didampingi Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh umat Hindu untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa menjadikan sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.
 
"Dengan pelaksanaan pujawali ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana," ujar Jaya Negara.
 
Sementara Panitia Pujawali, Jro Mangku Nyoman Artawan mengatakan, pujawali di Pura Pengubengan Besakih dilaksanakan setiap tahun sekali bertepatan dengan Purnama Sasih Kasa. Dimana, tahun ini Ida Bhatara Pura Pengubengan Nyejer selama 5 hari. Untuk selanjutnya upacara Penyineban sendiri kata Jro Mangku Nyoman Artawan, akan dilaksanakan pada Wrehaspati Kliwon Langkir, Kamis (2/7). 
 
"Semoga dengan upacara pujawali ini alam semesta beserta isinya selalu dalam lindungan Tuhan serta selalu harmonis," ujarnya. (Ays).

Walikota Jaya Negara Laksanakan Bakti Pujawali Padudusan Alit di Pura Luhur Candi Narmada

Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan menghadiri Bakthi Pujawali Padudusan Alit di Pura Luhur Candi Narmada pada Senin (29/6)

Denpasar , Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, melaksanakan Bakti Pujawali Padudusan Alit di Pura Luhur Candi Narmada pada Senin (29/6). Puncak pujawali yang bertepatan dengan Hari Purnama Kasa tersebut berlangsung khidmat dan akan dilanjutkan dengan prosesi nyejer selama tujuh hari.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara. 

Usai persembahyangan, Walikota Jaya Negara menyampaikan rasa syukur karena dapat hadir dan mengikuti rangkaian Bakti Pujawali Padudusan Alit bersama para pemedek. Menurutnya, pelaksanaan yadnya seperti ini tidak hanya menjadi wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga mempererat kebersamaan serta menjaga kelestarian warisan budaya dan tradisi Bali.

Sementara itu, Kelihan Ageng Pura Luhur Candi Narmada, Dewa Mayadi, menjelaskan bahwa puncak pujawali dilaksanakan bertepatan dengan Hari Purnama Kasa. Selanjutnya, rangkaian nyejer berlangsung selama tujuh hari, dilanjutkan prosesi memasar pada 2 Juli dan nyineb pada 6 Juli. Puncak pujawali dipuput oleh Ida Pedanda Griya Timbul Kesiman dan Ida Pedanda Pengabang Griya Wanasari Sanur.

Dewa Mayadi juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Luhur Candi Narmada.
"Terima kasih atas perhatian Bapak Walikota Jaya Negara beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang telah hadir dalam puncak pujawali, melaksanakan persembahyangan bersama, serta menyerahkan punia. Kehadiran ini menjadi penyemangat bagi pengempon dan seluruh krama dalam menjaga kelestarian pura serta tradisi yang diwariskan para leluhur," ujarnya. (Pur/humasdps)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved