-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Senin, 14 September 2026

Pemkab Jembrana Apresiasi Peran Vital ORARI dalam Penanggulangan Bencana


Jembrana , Bali Kini — Pemerintah Kabupaten Jembrana memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Jembrana dalam mendukung pemerintah dan masyarakat, khususnya pada bidang komunikasi darurat serta mitigasi bencana.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, saat mewakili Bupati Jembrana membuka Musyawarah Lokal (Muslok) ke-XII ORARI Lokal Jembrana Tahun 2026 di Aula Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, Minggu (13/9).

Dalam sambutannya, Sekda Budiasa menegaskan bahwa ORARI memegang peranan krusial sebagai tulang punggung komunikasi di saat situasi krisis, terutama ketika infrastruktur telekomunikasi komersial mengalami kelumpuhan.

"ORARI memiliki peran penting sebagai komunikasi darurat dan mitigasi bencana, karena menjadi tulang punggung komunikasi saat jaringan telepon dan internet terganggu akibat bencana alam," ujar I Made Budiasa.

Selain kesiapsiagaan bencana, Pemkab Jembrana mencatat dukungan aktif ORARI dalam berbagai momentum daerah, seperti pengamanan hari besar keagamaan, perayaan tahun baru, operasi pencarian dan pertolongan (SAR), hingga dukungan komunikasi pada agenda skala besar.

“Dalam kemasyarakatan, ORARI khususnya ORARI Lokal Jembrana telah banyak ikut serta dalam membantu pemerintah dan masyarakat dalam hal komunikasi dan informasi, terutama pada kegiatan kebencanaan dan hari besar keagamaan maupun pada saat tahun baru,” ucapnya.

Guna mengoptimalkan potensi tersebut, Pemkab Jembrana mendorong pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta jaringan komunikasi radio amatir. Budiasa menekankan bahwa kepemilikan callsign resmi melalui tahapan ujian merupakan bukti profesionalisme anggota dalam menjaga integritas organisasi sekaligus melayani masyarakat.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Jembrana, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada ORARI Lokal Jembrana. Sinergi ini kami harapkan terus kita bangun dan tingkatkan dalam memberikan layanan kepada masyarakat dan mewujudkan masyarakat Jembrana yang Maju, Harmoni dan Bermartabat,” tutupnya.(*)

Siswa SMA N 1 Negara Raih 1st Silver Medal dalam Ajang 3rd International Student Summit (ISS) 2026 Malaysia


Jembrana , Bali Kini -  Prestasi membanggakan di tingkat internasional kembali diukir oleh generasi muda Kabupaten Jembrana. Lima siswa SMA Negeri 1 Negara berhasil menyabet 1st Silver Medal pada kategori lomba Tourism and Culture dalam ajang 3rd  International Student Summit (ISS) 2026 yang diselenggarakan pada 12–13 September 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kompetisi yang digelar oleh Sentosa Foundation berkolaborasi dengan Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) dan Universiti Putra Malaysia (UPM) ini, mempertemukan pelajar dan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan gagasan inovatif dalam menjawab isu-isu global.

Adapun lima siswa berprestasi yang mewakili sekolah dan daerah yaitu Ni Putu Vidya Nirmala Suwarbawa, Dewi Ayu Parwati, Jessica Putri Christian, Kevin Reign Jonathan Wang dan Putu Devanya Maheswari yang didampingi oleh Guru pembimbing Ketut Ana Kristina Okadhana.

Raihan prestasi putra putri Jembrana ini diperoleh melalui karya inovatif berjudul "Tirta Subak : Preserving Bali’s Living Cultural Heritage Through Sustainable Tourism And Community Empowerment" yang dilatarbelakangi oleh maraknya ancaman alih fungsi lahan pertanian serta tantangan dalam melestarikan tradisi dan budaya Bali. 

Secara teknis, inovasi ini menyediakan platform situs web interaktif yang memfasilitasi edukasi kebudayaan Subak, promosi ekowisata, dan pemberdayaan masyarakat lokal secara terstruktur.

Keberhasilan ini tidak diraih dengan mudah. Sebelum melangkah ke babak final di Malaysia, tim sempat menghadapi kendala pendanaan yang hampir menghambat keberangkatan mereka. 

Masalah tersebut kemudian disampaikan langsung kepada Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat para siswa beraudiensi bersama orang tua, kepala sekolah, dan guru pendamping.

Merespons hal tersebut, Bupati Kembang bergerak cepat mengupayakan dukungan finansial dengan menggandeng Bank BPD Bali. Sinergi ini membuahkan bantuan dana sebesar Rp20 juta yang diserahkan kepada kelima siswa untuk membantu biaya dan keberangkatan mereka ke Kuala Lumpur.

Salah satu siswa, Ni Putu Vidya Nirmala Suwarbawa merasa sangat bangga bisa mengharumkan nama daerah di tingkat internasional. Ia tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung mereka sehingga bisa membawa prestasi pulang ke Jembrana.

"Terima kasih tidak lupa kami ucapkan kepada Sekolah yang selalu mendukung kami, Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Bapak Bupati Jembrana yang mendukung penuh, BPD Bali, dan semua pihak yang tidak bisa kami sebut satu persatu sehingga kami bisa sampai pada pencapaian ini," ucap Vidya.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata bagi masyarakat serta berdampak pada kelestarian lingkungan. 
(*)

Lantik 21 Pejabat di SMAN 2 Negara, Bupati Jembrana ingatkan kerja keras dan keteladanan

JEMBRANA, BALI KINI – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan terobosan unik dalam penyelenggaraan acara pemerintahan. Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, memimpin upacara pelantikan dan pengukuhan 21 pejabat Pemkab Jembrana yang digelar secara terbuka di halaman SMAN 2 Negara, Jumat (11/9).

Didampingi Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), Bupati Kembang mengukuhkan satu pejabat pimpinan tinggi pratama serta melantik 20 pejabat administrator dan pengawas. Langkah menggelar pelantikan di lingkungan sekolah ini membawa pesan mendalam mengenai kepemimpinan, integritas, dan pengabdian tulus kepada masyarakat.



Pemilihan halaman SMAN 2 Negara sebagai lokasi pelantikan dilakukan bukan tanpa alasan. Bupati Kembang menjelaskan bahwa proses pembelajaran bagi generasi muda tidak hanya terbatas pada buku pelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi nyata dan keteladanan langsung di lapangan.

Melalui pelantikan di hadapan para siswa ini, Bupati Kembang menekankan contoh nyata bekerja keras dan tulus  melayani
. Serta harapan akan pemahaman kepemimpinan sejak dini. Para pejabat yang dilantik diharapkan dapat menjadi role model atau contoh teladan nyata bagi para siswa. 

" Jabatan bukanlah sarana untuk bersantai atau sekadar formalitas kedudukan, melainkan sebuah amanah besar yang menuntut kerja keras, kedisiplinan, serta ketulusan dalam melayani masyarakat," tegasnya.

Harapan lainnya , agar generasi  generasi penerus dapat melihat langsung bahwa seorang pemimpin harus dekat dengan rakyat, memahami tanggung jawab, serta siap memikul kepercayaan publik secara utuh.

"Anak-anak kita tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari apa yang mereka lihat secara langsung. Kami ingin para pejabat yang dilantik hari ini dapat memberikan contoh keteladanan—bagaimana bekerja keras, tulus, dan ikhlas dalam melayani. Dari sini, kita berharap lahir pemimpin-pemimpin hebat, bupati, wakil bupati, maupun pejabat masa depan dari Jembrana," ujar Bupati Kembang.



Dalam arahannya, Bupati Kembang juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pejabat yang baru dilantik agar segera menyesuaikan diri dengan ritme kerja yang dinamis. 

Pejabat diminta untuk memahami  seluruh detail program yang dikerjakan, mulai dari anggaran, mekanisme, hingga sasaran penerima manfaat, baik di sektor pertanian, kesehatan, pendidikan, maupun infrastruktur.
Selain itu , Pejabat diminta tidak hanya bekerja di balik meja atau mengandalkan laporan tertulis dari bawahan. 
" rajin meninjau kondisi di lapangan dan mendengarkan langsung aspirasi serta keluhan masyarakat dari tingkat terkecil, " seru Kembang Hartawan.


Adapun beberapa pejabat utama yang dikukuhkan dan dilantik pada kesempatan tersebut antara lain:
1. I Putu Eka Arta – Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana.
2. I Putu Wiswa Abhijana – Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Jembrana.
3. I Putu Eko Darma Wirawan – Camat Melaya.
4. Tri Karyna Ambaradadi – Camat Jembrana.
5. Ida Bagus Gede Ananda Kusuma – Camat Mendoyo.


" pegang teguh  amanah yang diberikan serta terus berinovasi untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jembrana, " kata Kembang diakhir sambutannya. ( * )

Digagas Sejak 2019, Proyek Strategis Pengembangan Pelabuhan Pengambengan Groundbreaking Akhir September Tahun Ini


Jembrana , Bali Kini — Proyek strategis pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan dipastikan memasuki babak baru. peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek penataan kawasan pelabuhan yang termasuk proyek strategis nasional ( PSN )  ini dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026 mendatang.

Kepastian tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Konstruksi PPN Pengambengan yang digelar di Ballroom Ir. Soekarno, Kamis (10/9)

Kepastian itu menjadi titik akhir setelah rencana pemindahan pelabuhan ikan di Benoa ke pelabuhan Pengambengan , digagas dan direncanakan sejak tahun 2019. 

Apresiasi mendalam disampaikan Bupati Kembang atas dukungan pemerintah pusat dan seluruh kementerian terkait atas terealisasinya rencana jangka panjang yang dirancang sejak penataan Pelabuhan Benoa tersebut.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan berpesan agar tahap awal pengerjaan fisik memprioritaskan pengerukan sedimentasi di mulut kolam labuh dermaga. Langkah ini dinilai mendesak karena pendangkalan bibir dermaga akibat sedimentasi sangat mengganggu alur keluar-masuk kapal nelayan. Kembang mengaku menerima langsung keluhan tersebut dari masyarakat pesisir.

“Terimakasih  kepada semua pihak, pemerintah pusat, kementerian, dan semuanya yang terlibat langsung, sehingga pelaksanaan kegiatan ini berada pada titik ini. Jadi, ini memang diskusi yang cukup panjang sejak 2018–2019 saat penataan Benoa selesai, maka kapal ikan yang ada di Benoa akan pindah ke Jembrana. 
Gagasan itu juga pernah saya sampaikan kepada bapak Erick  Thohir serta Ibu Menteri Susi kala itu, dan beliau merespon positif,” ujar Kembang.

Ia menegaskan bahwa keberadaan proyek ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan lingkungan, khususnya para pemilik jukung dan perahu di wilayah tersebut.
“Saya sarankan tadi di awal pengerjaan proyek itu awali dulu dengan pengerukan mulut kolam labuh. Ada pendangkalan, sedimentasi, supaya itu dikeruk sehingga kapal-kapal yang selama ini sulit masuk bisa masuk,” tegasnya.

Terkait penanganan potensi banjir di pemukiman sekitar kawasan pelabuhan, Kembang menyebut skema teknis aliran air sudah dipahami dan disiapkan oleh tim pelaksana. Selain isu lingkungan, ia menitikberatkan pentingnya penyerapan potensi lokal, baik dari sisi tenaga kerja maupun pemasok bahan bangunan.
“Manfaatkan potensi lokal, ada tenaga kerja lokal, termasuk supplier lokal yang memang memenuhi kriteria supaya potensi ini juga bisa tertampung. Sehingga mereka merasakan dampaknya dari awal, merasa memiliki. Termasuk juga jangan sampai proyek ini meninggalkan masalah,” lanjutnya.

Lebih lanjut Bupati Kembang optimistis Pengembangan PPN Pengambengan kelak tidak hanya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan juga memicu efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.
“Potensi PAD bagi kami penting, tetapi yang paling penting bagaimana dampak ekonomi, multiplier effect terhadap keberadaan proyek ini. Akan banyak sekali terbangun pabrik, membutuhkan tenaga kerja, dan banyak orang datang. Tentu kita melihat potensi itu,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan Kartono, menyampaikan bahwa seluruh persiapan administratif telah selesai dan tahapan pembangunan fisik akan segera dimulai.
"Kegiatan groundbreaking akan dilaksanakan sebagai tanda dimulainya konstruksi fisik ini pada 29 September 2026. Kontrak untuk pelaksanaan proyek ini telah selesai ditandatangani di Jakarta pada tanggal 7 Agustus 2026 dengan CRBC dan Nindya Karya selaku kontraktor pelaksana pekerjaan konstruksi," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penetapan proyek ini didasarkan pada potensi besar dan posisi strategis Pengambengan dalam peta perikanan nasional.

"Pelabuhan Perikanan Pengambengan telah ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam rangka program Integrative Fishing Port and International Fish Market (FIS-1) yang didukung oleh pembiayaan luar negeri melalui IsDB. PPN Pengambengan dipilih karena strategis dengan potensi sumber daya ikan yang besar. Pelabuhan ini dirancang untuk menjadi pusat aktivitas perikanan tangkap yang modern, efisien, dan terintegrasi dengan rantai pasok hilir," tandasnya. ( *)

Wujudkan Sekolah Bersinar, BNNK Karangasem dan MIN 1 Karangasem Perkuat P4GN*

KARANGASEM, Bali Kini— Upaya membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika terus diperkuat hingga ke lingkungan pendidikan. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem bersama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Karangasem menjalin kerja sama dalam rangka memperkuat program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BNNK Karangasem dan MIN 1 Karangasem, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan upacara bendera yang diikuti para siswa, guru, dan tenaga kependidikan MIN 1 Karangasem.

Kepala BNNK Karangasem, Alvin Andrew Dias, hadir sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Alvin mengingatkan para siswa agar tidak menganggap narkoba sebagai persoalan yang jauh dari kehidupan mereka.

Menurut Alvin, lingkungan sekolah merupakan salah satu ruang penting untuk membangun ketahanan diri anak sejak dini. Edukasi tentang bahaya narkoba tidak cukup hanya diberikan ketika anak sudah memasuki usia remaja, tetapi perlu ditanamkan sejak berada di bangku sekolah dasar.

“Anak-anak harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba. Jangan pernah mencoba, jangan pernah menerima pemberian yang tidak jelas, dan jangan mudah percaya terhadap ajakan teman yang mengarah pada hal-hal negatif,” pesan Alvin di hadapan para siswa.

Ia menjelaskan, ancaman narkoba terhadap anak dan remaja tidak hanya datang dalam bentuk ajakan untuk mengonsumsi narkotika. Pergaulan, rasa ingin tahu, tekanan dari lingkungan pertemanan, serta kurangnya pengetahuan mengenai dampak narkoba dapat menjadi pintu masuk penyalahgunaan.

Karena itu, Alvin mengajak para siswa untuk berhati-hati dalam memilih teman dan lingkungan pergaulan. Anak-anak juga diminta tidak takut bercerita kepada orang tua, guru, maupun pihak yang dipercaya apabila menemukan atau mendapatkan ajakan yang berkaitan dengan narkoba.

“Kalau ada yang mengajak atau menawarkan sesuatu yang mencurigakan, jangan diam. Segera sampaikan kepada guru atau orang tua. Jangan menyelesaikan persoalan sendiri,” tegasnya.

Alvin juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat berdampak panjang terhadap masa depan generasi muda. Selain mengganggu kesehatan dan proses pendidikan, narkoba dapat memengaruhi hubungan sosial, prestasi belajar, serta membuka peluang munculnya persoalan lain di kemudian hari.

Ia menegaskan, sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi tumbuh kembang anak. Pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

“Benteng pertama anak adalah keluarga, kemudian sekolah dan lingkungan. Kalau semuanya bergerak bersama, kita bisa mencegah anak-anak kita terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan PKS antara BNNK Karangasem dan MIN 1 Karangasem. Kerja sama tersebut berfokus pada sinergitas pelaksanaan P4GN, termasuk upaya pencegahan dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika serta prekursor narkotika.

Selain itu, kerja sama juga mencakup penguatan edukasi serta integrasi materi atau kurikulum anti-narkoba di lingkungan sekolah. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun pemahaman siswa mengenai bahaya narkotika sekaligus membentuk karakter dan ketahanan diri sejak usia dini.

Kepala MIN 1 Karangasem, Rahmat Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala BNNK Karangasem sebagai pembina upacara sekaligus mitra strategis sekolah dalam memperkuat program P4GN.

“Kehadiran BNNK Karangasem dan penandatanganan kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan MIN 1 Karangasem sebagai Sekolah Bersih Narkoba (Bersinar),” ujar Rahmat.

Menurutnya, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membangun karakter dan kesadaran siswa agar mampu menjaga diri dari berbagai ancaman lingkungan, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Kerja sama BNNK Karangasem dan MIN 1 Karangasem ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba. Sekaligus, menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan memiliki ketahanan diri terhadap pengaruh negatif di lingkungan pergaulan. (Ami)

Panitia Mahasabha XIII Gelar FGD di Kalteng, Bahas Isu Strategis Hingga Perubahan AD/ART PHDI


PALANGKA RAYA , BALI KINI — Panitia Mahasabha XIII Parisadha Hindu Dharma (PHDI) Pusat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pra-Mahasabha XIII di Kalimantan Tengah, pada Sabtu (12/9/2026). Forum tersebut membahas kondisi keumatan di daerah sekaligus menghimpun berbagai persoalan dan masukan terkait kelembagaan keumatan di tingkat lokal maupun nasional.

Panitia menjadikan FGD ini sebagai ruang untuk menyerap aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan di daerah. Berbagai masukan yang terkumpul diharapkan menjadi referensi dalam pelaksanaan Mahasabha XIII PHDI yang akan berlangsung di Jakarta pada 8–12 Oktober 2026.

Kalimantan Tengah menjadi daerah keempat yang menjadi lokasi pelaksanaan FGD Pra-Mahasabha XIII. Sebelumnya, penyelenggara telah melaksanakan kegiatan serupa di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Tengah.

Sejumlah unsur keumatan dan pemerintahan menghadiri FGD di Kalimantan Tengah. Peserta terdiri atas PHDI Kalimantan Tengah, Perguruan Tinggi Hindu, Majelis Besar Hindu Kaharingan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Tengah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan Hindu di Kalimantan Tengah.

Sambutan pertama disampaikan oleh Prof. Tiwi Atika, S.Ag., M.Ag., Ph.D., selaku Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dalam sambutannya, Prof. Tiwi menyampaikan bahwa lembaga yang dipimpinnya berupaya menjadi lembaga yang memberikan dampak bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya membangun karakter mahasiswa dan civitas akademika agar mampu menjadi teladan bagi masyarakat dan keluarga.

“Mahasiswa jangan hanya mengutamakan prestasi akademis, tapi harus lebih banyak mengasah nilai nilai diri dengan attitude yang tinggi. Lebih banyak mengasah empati dan kepedulian untuk maju berkembang Bersama” pungkasnya.

Prof. Tiwi juga meminta dukungan dan peran para tokoh serta lembaga di tingkat pusat untuk membantu meningkatkan grade Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang menjadi universitas. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk mendorong pengembangan institusi pendidikan Hindu di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Ketua Panitia Mahasabha XIII, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, menyampaikan kebahagiaannya dapat hadir di Kalimantan Tengah untuk menyerap masukan dan aspirasi. Ia menyampaikan hal tersebut di tengah kondisi bencana kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah.

“Saya awalnya ragu apakah bisa terlaksana atau tidak, namun atas kehendak beliau kita akhirnya bisa berkumpul disini," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cantiasa kembali menekankan arti penting toleransi antarumat beragama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu membangun bangsa di tengah berbagai tantangan global saat ini.

“Mahasabha yang akan kita laksanakan tidak hanya kegiatan serimonial belaka, Mahasabha adalah ruang strategis dalam pengambilan Keputusan, wadah transpormasi ide dan gagagsan sekaligus Menyusun perencanaan dan aksi dalam pencapaian. Mahasabha bukan hanya ruang membangun kerukunan internal umat hindu tapi membangun ruang toleransi antar umat beragama," tegas Jenderal TNI bintang tiga itu.

Cantiasa kemudian mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan pesan Menteri Agama mengenai pentingnya menyikapi perbedaan secara konstruktif. Ia menegaskan bahwa keberagaman seharusnya menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia.

“Jangan jadikan perbedaan sebagai ajang konflik tapi jadikan membangun Indonesia yang penuh warna. Berbeda dalam keyakinan bertemu dalam kemanusiaan," pungkasnya.

Dalam FGD Pra-Mahasabha XIII di Kalimantan Tengah, peserta juga membahas sejumlah isu strategis terkait kelembagaan PHDI. Salah satu pokok bahasan utama adalah masukan terkait perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PHDI Pusat serta Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) PHDI Pusat.

Berbagai masukan tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan pada Mahasabha XIII. Aspirasi dari daerah juga diharapkan dapat memperkuat arah kebijakan dan kelembagaan PHDI dalam menjawab berbagai kebutuhan umat Hindu, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Unwar Kembali Melepas 1.505 Lulusan Pada Wisuda ke-81


Denpasar , Bali Kini    - Universitas Warmadewa (Unwar) kembali melepas ribuan lulusannya melalui Wisuda ke-81 periode September 2026, di The Meru, Sanur, Sabtu (12-9). Sebanyak 1.505 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan resmi menerima ijazah dan menyandang status sebagai alumni Unwar.

Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., menyampaikan para lulusan tersebut berasal dari delapan fakultas dan program pascasarjana. Rinciannya, Fakultas Hukum sebanyak 318 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 628 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 72 orang, Fakultas Sastra 20 orang, Fakultas Teknik dan Perencanaan 209 orang, Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi 70 orang, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 14 orang, serta Fakultas Pascasarjana 174 orang.

Dari sisi capaian akademik, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan doktor mencapai 3,99, magister 3,90, sarjana 3,73, dan diploma 3,86. Sementara rata-rata masa studi untuk jenjang doktor 3,25 tahun, magister 2,03 tahun, sarjana 4,04 tahun, dan diploma 4,04 tahun.

Dengan tambahan 1.505 lulusan tersebut, jumlah alumni Unwar kini mencapai 50.114 orang. Sementara jumlah student body pada tahun akademik 2026/2027 tercatat sebanyak 14.640 mahasiswa, didukung 465 dosen dan 238 tenaga kependidikan.

Prof. Pandit juga memaparkan capaian sementara pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi Unwar sepanjang 2026. Dari bidang prestasi, mahasiswa dan sivitas akademika Unwar telah meraih 48 prestasi akademik tingkat internasional, 32 nasional, dan enam regional. Untuk prestasi nonakademik, tercatat 5 prestasi internasional, 39 nasional, dan 26 regional.

Di bidang penelitian, Unwar mencatat 262 judul penelitian. Penelitian tersebut meliputi 84 judul skema penelitian dasar, 13 penelitian kajian, 68 penelitian fundamental, 7 penelitian terapan, 31 penelitian kerja sama dalam negeri, 44 penelitian kerja sama luar negeri, serta 15 judul hibah Kemendiktisaintek.

Sementara pengabdian kepada masyarakat (PkM) mencapai 222 judul. Rinciannya, 152 judul skema pemberdayaan, 28 skema pemula, 3 skema nasional, 23 skema internasional, 8 skema multiyear, dan 8 judul hibah Kemendiktisaintek.

Kerja sama kelembagaan juga terus diperluas. Sepanjang 2026, Unwar menandatangani 33 MoU baru sehingga total MoU aktif saat ini mencapai 283. Dari jumlah tersebut, 57 merupakan kerja sama dengan mitra internasional.

Produktivitas publikasi dosen juga menjadi bagian dari capaian Unwar. Tercatat 125 artikel diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus, 18 artikel pada jurnal internasional, serta 203 artikel pada jurnal nasional terakreditasi Sinta. Selain itu, Unwar menghasilkan 100 hak cipta, 35 buku ber-ISBN sepanjang tahun 2026.

Upaya memperkuat daya saing global juga dilakukan melalui Warmadewa International Program (WIP) Batch 20. Saat ini Unwar memiliki 58 mahasiswa asing paruh waktu yang berasal dari delapan negara, yakni Jerman, Prancis, Denmark, Swedia, Belanda, Spanyol, Belgia, dan Austria.

Dari sisi kelembagaan, perkembangan akreditasi juga menunjukkan penguatan mutu pendidikan. Dari 30 program studi yang ada, sebanyak 17 prodi telah terakreditasi Unggul, enam prodi Baik Sekali, dua prodi Baik, empat prodi terakreditasi, serta satu prodi baru, yakni S1 Fisioterapi.

Prof. Pandit menambahkan, Unwar pada 15 September 2026 dijadwalkan resmi masuk dalam pemeringkatan UI GreenMetric. Pemeringkatan tersebut menilai institusi pendidikan dari aspek keberlanjutan, kampus hijau, dan kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.

Selain itu, Unwar telah memperoleh sertifikasi SNI ISO 21001:2018, menjadi anggota resmi ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA), serta meraih peringkat dalam Times Higher Education (THE) Impact Ranking dan QS World University Ranking: Asia 2026.

Capaian membanggakan yang baru saja diraih oleh dosen Unwar, antara lain 1 Guru Besar Bidang Penyakit Dalam-Tropik Infeksi yaitu Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, dan Pengabdian (Prof. Dr. dr. Dewa Ayu Putri Sri Masyeni, Sp.PD-KPTI), 10 orang dosen naik jabatan akademik ke Lektor Kepala, 3 Paten Sederhana Granted, 3 orang dosen lolos Anugerah Saintek Ilmuwan Bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan Sosial Humaniora, serta Universitas Warmadewa menjadi PTS Terproduktif Bidang STEM di LLDikti Wlayah VIII untuk maju ke tingkat Nasional.

Menurutnya, berbagai capaian tersebut merupakan hasil komitmen seluruh sivitas akademika Unwar dalam menjalankan visi dan misi universitas. Pengakuan dari lembaga pemeringkatan dan penjaminan mutu internasional diharapkan semakin memperkuat posisi Unwar dalam persaingan pendidikan tinggi di tingkat global.

“Dengan capaian ini, kualitas Unwar untuk berdaya saing global semakin di depan mata. Para alumni Unwar memiliki kesempatan berdaya saing tidak hanya secara nasional, namun juga secara internasional,” tegasnya.

Ia berpesan kepada para wisudawan agar menjadikan kelulusan sebagai awal perjalanan baru. Para alumni diharapkan menjaga nama baik almamater serta menerapkan nilai-nilai Sapta Bayu dalam perjalanan karier dan pengabdian di masyarakat.

Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., turut menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan, orangtua, dan keluarga yang telah mendampingi perjalanan pendidikan mereka.

Ia berpesan agar para alumni tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga membangun karakter Sapta Bayu. Para lulusan dituntut memiliki kemampuan critical thinking, cerdas, inovatif, solutif, dan profesional sehingga mampu menghadapi tantangan kehidupan serta dunia kerja.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, yang diwakili Kabag Umum LLDIKTI Wilayah VIII Dr. Ir. I Nyoman Bagus Suweta Nugraha, S.Kom.,MT menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung sangat cepat. Karena itu, lulusan perguruan tinggi harus memiliki kemauan untuk terus belajar, memperbarui kompetensi, dan beradaptasi dengan perubahan.

Para lulusan juga diharapkan mampu menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis dan kompleks. Bekal akademik yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus disertai kemampuan adaptasi, inovasi, profesionalisme, dan karakter yang kuat.(*)

Minggu, 13 September 2026

Tirta Gangga Art Festival 2026 Dibuka dengan Yoga Bersama, 200 Peserta Ramaikan Taman Wisata0

Laporan reporter : Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini – Sekitar 200 peserta dari berbagai klub yoga di Kabupaten Karangasem mengikuti yoga bersama di kawasan Taman Tirta Gangga, Minggu (13/9/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda pembuka Tirta Gangga Art Festival 2026 yang berlangsung selama sepekan, 13 hingga 19 September 2026.

Yoga bersama digelar dengan latar kolam dan air mancur Taman Tirta Gangga. Lima instruktur dari sejumlah klub yoga di Karangasem memandu ratusan peserta yang mengikuti gerakan tubuh, teknik pernapasan dan relaksasi.

Ketua Badan Pengelola Taman Tirta Gangga, Anak Agung Made Kosalia, mengapresiasi keterlibatan Komunitas Yoga Karangasem dalam rangkaian festival yang sekaligus menjadi bagian dari perayaan hari ulang tahun ke-76 Taman Tirta Gangga.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Komunitas Yoga Karangasem yang ikut memeriahkan hari ulang tahun ke-76 Taman Tirta Gangga sekaligus Tirta Gangga Art Festival 2026. Semoga ke depan kegiatan ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Yoga Karangasem, I Wayan Arsiawan Adi, didampingi Sekretaris Komunitas, I Wayan Suartawa, mengatakan keikutsertaan komunitas yoga merupakan bentuk partisipasi dalam menyemarakkan pelaksanaan Tirta Gangga Art Festival 2026.

“Komunitas Yoga Karangasem ikut berpartisipasi mengisi kegiatan Tirta Gangga Art Festival 2026. Kegiatan yoga bersama ini dipusatkan di kawasan Taman Tirta Gangga,” kata Arsiawan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan aktivitas yoga kepada masyarakat sekaligus menghidupkan ruang publik dan kawasan wisata melalui kegiatan komunitas.

Kosalia mengatakan Tirta Gangga Art Festival 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga berbagai kompetisi seni dan budaya dengan melibatkan pelaku UMKM.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan sektor pariwisata sebagai ruang untuk menjaga keberlangsungan seni budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Tirta Gangga tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga diharapkan menjadi ruang untuk melestarikan seni tradisional, mengembangkan kreativitas seni modern dan membangkitkan UMKM sebagai pendukung ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ketua Panitia Tirta Gangga Art Festival 2026, Anak Agung Ngurah Surya Wirawan, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan diharapkan mampu menjadi wadah bagi seniman, komunitas, pelaku UMKM dan masyarakat untuk berkreasi sekaligus memperkuat daya tarik wisata Taman Tirta Gangga.

Beragam agenda akan berlangsung hingga 19 September mendatang. Mulai dari Parade Budaya, pementasan kesenian, festival musik hingga berbagai perlombaan, seperti lomba Barong dan Mekendang, Baleganjur, Penjor, tari-tarian, Tapel dan Ogoh-Ogoh Mini, Nyurat Lontar, Karaoke Bali serta lomba melukis.

Tirta Gangga Art Festival 2026 sekaligus menjadi bagian dari perayaan hari ulang tahun ke-76 Taman Tirta Gangga. Festival ini diharapkan mampu menarik lebih banyak masyarakat dan wisatawan untuk menikmati perpaduan keindahan kawasan wisata, seni, budaya dan kreativitas masyarakat Karangasem. (Ami)

Rumah Warga di Desa Abang Terbakar, Diduga Akibat Korsleting


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini  – Sebuah rumah milik warga bernama Made Kerti di Desa Abang, Kecamatan Abang, Karangasem, terbakar pada Rabu (10/9/2026) sekitar pukul 17.40 Wita. Bangunan yang dikontrakkan kepada PT Trika Media tersebut digunakan sebagai gudang penyimpanan peralatan jaringan Wi-Fi.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh Udin, tetangga atau tukang cukur yang berada tepat di sebelah bangunan. Melihat api membakar rumah tersebut, Udin kemudian memanggil warga sekitar untuk membantu menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi.

Dua unit sepeda motor berhasil diselamatkan dari dalam bangunan. Namun, sejumlah barang lainnya, termasuk kulkas dan berbagai peralatan yang berada di dalam rumah, tidak sempat dievakuasi dan hangus terbakar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Karangasem, I Made Artha Negara turut turun langsung dalam penanganan kebakaran tersebut. Petugas mengerahkan empat armada pemadam dengan menggunakan sekitar 3.000 liter air untuk menjinakkan api. Hingga api berhasil dipadamkan.

Rumah berukuran sekitar 6 x 7 meter tersebut terdiri dari dua kamar tidur, satu ruang tengah dan satu teras. Seluruh bagian bangunan hangus terbakar dalam kejadian tersebut.

Rumah Made Kerti diketahui dikontrakkan kepada PT Trika Media dan digunakan untuk menyimpan berbagai peralatan Wi-Fi, seperti kabel, router dan perlengkapan jaringan lainnya. Ditempati oleg empat pegawai, namun saat hanya satu orang, yakni Indrawan, yang biasa menempati bangunan tersebut. Saat kebakaran terjadi, Indrawan sedang bekerja.

Api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar bersama warga. Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. (Ami)

Jumat, 11 September 2026

Mantan Ketua LPD Kelungah Jadi Tersangka, Kerugian Negara Rp2,7 Miliar


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih
Karangasem, Bali Kini  — Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem menetapkan mantan Ketua LPD Desa Adat Kelungah, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem berinisial IWD sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan LPD. Dalam perkara ini, kerugian keuangan negara hampir mencapai Rp2,7 miliar.

Penetapan tersangka dilakukan penyidik Kejari Karangasem, Rabu (9/9), berdasarkan hasil penyidikan dan ekspose perkara di Kejaksaan Tinggi Bali pada 3 September 2026. Penyidik sebelumnya telah memeriksa lebih dari 30 saksi, tiga orang ahli, serta mengumpulkan surat dan barang bukti.

“Telah memenuhi minimal dua alat bukti yang sah,” kata Kepala Kejari Karangasem Dr. Kusufi Esti Ridliani dalam pers rilisnya.

Dari hasil penyidikan, IWD diduga memberikan kredit secara tidak prosedural serta menempatkan dana di lembaga keuangan lain yang menyalahi ketentuan. Perbuatan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara berdasarkan laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara.

Kejari Karangasem sebelumnya juga telah menempuh upaya persuasif dengan melibatkan Tim Pembina Umum LPD Kabupaten Karangasem yang dibentuk Bupati Karangasem. Tim tersebut terdiri dari sejumlah unsur Pemkab Karangasem, MDA, PHDI, Dinas Kebudayaan hingga bidang simpan pinjam Dinas Koperasi.

Upaya persuasif dilakukan pada 4 dan 12 Agustus 2026. Namun, IWD disebut tidak bersedia mengembalikan kerugian keuangan negara maupun melakukan penagihan terhadap kredit bermasalah.

“Pada intinya tersangka IWD menyatakan tidak bersedia mengembalikan kerugian keuangan negara maupun penagihan kredit bermasalah,” jelas Kusufi.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, IWD langsung ditahan. Penahanan dilakukan selama 20 hari, terhitung sejak 9 September hingga 28 September 2026 di Lapas Kelas IIB Karangasem.

IWD disangkakan melanggar Pasal 603 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU Nomor 1 Tahun 2026 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Subsidair, Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo UU Nomor 1 Tahun 2026.

Selanjutnya, tim penyidik Kejari Karangasem akan melakukan pemberkasan dan langkah-langkah penyidikan lainnya untuk melanjutkan proses hukum perkara tersebut. Kejari Karangasem juga mengajak media ikut mengawal perkara dengan pemberitaan profesional, akurat dan berimbang serta tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. (Ami)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved