-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Jumat, 15 Mei 2026

Lepas 10 Siswa Magang ke Jepang, Wabup Ipat Pesan Jaga Nama Baik Jembrana

Jembrana , Bali Kini – Sebanyak 10 tenaga kerja magang resmi dilepas untuk mengikuti program magang ke Jepang di LPK Yuki Duta Pertiwi, Kamis (14/5). Pelepasan para peserta magang tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat).
Wabup Ipat berharap seluruh ilmu dan keterampilan yang telah diberikan oleh LPK dapat menjadi bekal selama bekerja di negeri sakura. Ia juga mendoakan para peserta magang mampu meraih keberhasilan dan kesuksesan selama berada di luar negeri.
“Mudah-mudahan apa yang diajarkan oleh LPK bisa menjadi bekal di sana. Harapan dari wali dan orang tua tentu adik-adik ini bisa berhasil dan sukses di negeri orang,” ujarnya.

Menurutnya, bekerja di luar negeri kini menjadi salah satu cita-cita banyak anak muda. Selain Jepang, ada pula yang memilih bekerja di kapal pesiar dengan harapan memperoleh penghasilan yang lebih baik dibandingkan bekerja di daerah sendiri.

Namun demikian, Wabup Ipat mengingatkan agar para peserta magang mampu memanfaatkan penghasilan dengan bijak. Selain untuk membantu keluarga, mereka juga diminta tetap menjaga nama baik daerah selama berada di luar negeri.
“Yang paling penting ketika sudah mendapatkan penghasilan adalah bagaimana cara menggunakannya dengan baik. Selain berhasil mencari nafkah, yang terpenting juga bagaimana adik-adik ini bisa menjaga nama baik Jembrana,” tegasnya.


Sementara itu, salah satu siswi LPK Yuki Duta Pertiwi yang akan berangkat ke Jepang, Ni Wayan Andreasih, mewakili seluruh peserta magang menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Jembrana atas program dana talangan yang diberikan kepada calon peserta magang.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban biaya keberangkatan yang harus ditanggung keluarga.
“Secara pribadi saya merasa sangat terbantu dan beban orang tua saya menjadi lebih ringan dalam biaya keberangkatan. Saya berharap program ini bisa terus berkelanjutan sehingga adik-adik yang ingin magang ke Jepang juga dapat menikmati manfaatnya,” ungkapnya. (* Ra)

Wabup Ipat Hadiri Pujawali Pura Melanting Pasar Umum Negara, Doakan Stabilitas Ekonomi Jembrana


Jembrana , Bali Kini - Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perdagangan, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Wabup Ipat), hadir melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka Pujawali di Pura Melanting Pasar Umum Negara, Rabu (13/5). Prosesi yang jatuh tepat pada *Rahina Buda Kliwon Gumbreg* ini menjadi momentum spiritual krusial bagi stabilitas ekonomi masyarakat di Bumi Makepung.

Pura Melanting, yang secara filosofis merupakan *stana* Dewa Kemakmuran, menjadi pusat konsentrasi doa bagi para pedagang dan pengelola pasar. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Ipat menekankan bahwa keberadaan pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi fisik, melainkan jantung kehidupan sosial-ekonomi daerah yang harus dijaga keseimbangannya, baik secara *sekala* (lahiriah) maupun *niskala* (batiniah).

"Piodalan ini adalah bentuk rasa syukur kita sekaligus permohonan agar pusat perekonomian Jembrana ini selalu diberkati. Kami berharap, vibrasi positif dari doa bersama ini dapat membangkitkan semangat para pedagang untuk terus produktif," ujar Wabup Ipat usai prosesi persembahyangan .

Lebih lanjut, Wabup Ipat menyoroti pentingnya aspek pelayanan dan kepuasan pelanggan dalam ekosistem pasar. Menurutnya, pasar yang nyaman dan memiliki aura positif akan secara otomatis menarik minat masyarakat untuk berbelanja, yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan omzet pedagang lokal.

"Jika suasana pasar harmonis dan spiritualitasnya terjaga, pelayanan kepada masyarakat juga akan lebih baik. Kita ingin masyarakat merasa puas dan terpenuhi kebutuhannya dengan harga yang stabil serta suasana yang kondusif," imbuhnya.

Kehadiran orang nomor dua di Jembrana ini juga didampingi oleh sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan dinas terkait. Selain mengikuti prosesi keagamaan, kehadiran jajaran pemerintah ini sekaligus bertujuan untuk memantau perkembangan sarana dan prasarana pasar. Hal ini dilakukan guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, khususnya pasca-renovasi dan penataan kawasan Pasar Umum Negara yang kini tampil lebih modern dan tertata.

Senada dengan Wabup, Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUP) Jembrana, I Made Harta Wijaya, menjelaskan bahwa piodalan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali.
"Kegiatan ini rutin dengan anggaran sebesar Rp13 juta. Tujuannya jelas, untuk menjaga energi positif di lingkungan pasar agar pelayanan jual-beli di Pasar Umum Negara semakin membaik dan memberikan kenyamanan bagi semua pihak," pungkas Harta Wijaya.
Dengan terlaksananya pujawali ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap sinergi antara kerja keras pedagang dan restu spiritual dapat membawa kemakmuran yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. ( * )

Wali Kota Jaya Negara Lantik Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, dan Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar

Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara secara resmi melantik dan mengambil Sumpah Jabatan Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, dan Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar di Ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar, Rabu (13/5) siang. 


Hadir pula pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya bersama Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, A.A. Putu Gde Wibawa, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Komang Lestari Kusuma Dewi, Asisten Administrasi Umum, Putu Wisnu Wijaya Kusuma, perwakilan Forkompinda Kota Denpasar, undangan terkait dan juga jajaran OPD Pemkot Denpasar yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting.

Pada kesempatan itu, adapun pejabat yang dilantik, meliputi sebanyak 1 orang Pejabat Administrator, 1 orang Pejabat Pengawas, serta 19 orang Pejabat Fungsional melalui mekanisme pengangkatan pertama maupun perpindahan dari jabatan lain.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini merupakan hal yang lumrah dari pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan. 

“Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini adalah proses untuk memantapkan dan meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik Kota Denpasar agar tetap berjalan maksimal,“ ungkap Wali Kota Jaya Negara. 

Lebih lanjut, Wali Kota Jaya Negara berpesan untuk seluruh ASN Kota Denpasar terus meningkatkan kompetensi serta mengasah potensi diri. 

Pihaknya juga menekankan pada pejabat yang dilantik dan diambil sumpah jabatan hari ini agar memegang teguh penerapan pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif. 

Sementara Kepala BKPSDM Kota Denpasar I Wayan Sudiana yang ditemui usai acara mengharapkan pejabat yang dilantik agar amanah dan kepercayaan yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, loyalitas, dan dedikasi tinggi, serta mampu bekerja secara disiplin, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat demi peningkatan kualitas pelayanan publik.

"Melalui spirit Vasudhaiva Kutumbakam mewujudkan Denpasar yang maju, humanis, dan berkelanjutan melalui penguatan profesionalisme aparatur serta budaya kerja yang kolaboratif dan berintegritas, " ujarnya. (humas.dps/esa-wah)

Sambut Iduladha, Pemerintah Kabupaten Karangasem Siapkan Sapi Bantuan Presiden Prabowo Seberat 750 kg


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini — Pemerintah Kabupaten Karangasem mulai mempersiapkan sapi kurban bantuan Presiden RI untuk masyarakat Muslim di Kabupaten Karangasem menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Satu ekor sapi dengan bobot sekitar 750 kilogram telah disiapkan dan rencananya akan dipusatkan penyalurannya di wilayah Tiying Jangkrik, Desa Bukit, Karangasem.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Made Sugiartha, Jumat (15/5), mengatakan ketentuan dari pemerintah pusat menetapkan bobot maksimal sapi bantuan presiden mencapai 1 ton. Namun setelah dilakukan pencarian di wilayah Karangasem, belum ditemukan sapi dengan bobot tersebut.

“Ketentuan dari pusat maksimal berat sapi 1 ton. Tetapi karena di Karangasem tidak ada sapi dengan berat mencapai 1 ton, maka sapi yang disiapkan beratnya sekitar 750 kilogram,” ujar Sugiartha.

Ia menjelaskan, sapi bantuan tersebut didatangkan dari wilayah Pura Gai, Kecamatan Rendang. Saat ini pemerintah daerah masih melakukan berbagai persiapan sebelum penyaluran resmi dilaksanakan menjelang Iduladha nanti.

Menurutnya, selain kesiapan hewan kurban, pengawasan kesehatan ternak juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Petugas kesehatan hewan dari puskeswan telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, termasuk pemantauan di pasar maupun sentra penjualan ternak.

“Rekan-rekan di puskeswan sudah melakukan tugasnya, termasuk nanti melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban di pasar-pasar dan sentra penjualan ternak,” kata Sugiartha.

Pemerintah daerah berharap bantuan sapi kurban dari Presiden RI tersebut dapat membantu masyarakat Muslim di Karangasem dalam pelaksanaan Hari Raya Iduladha tahun ini. (Ami)

Kamis, 14 Mei 2026

Jelang Waisak, Para Bhikhu Sakyamuni Jalani Pindapata


Denpasar , Bali Kini  - Sebanyak delapan orang bhikku dari Vihara Buddha Sakyamuni, menggelar tradisi Pindapata di Jalan Gunung Agung Denpasar, Kamis (14/5). Dalam prosesi ini umat memberikan sedekah kepada para Bhikku serangkaian menyambut Tri Suci Waisak 2570 pada 31 Mei 2026.
Para Bhiku menempuh perjalanan sepanjang 2,1km dari depan Circle K Gunung Agung menuju ke wihara yang ditempuh lebih kurang dua jam. Prosesi ini dimulai pukul 06.00 Wita dan masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini dengan membawa berbagai makanan dan minuman di sepanjang jalan yang dilewati para Bhikku.
Tak hanya umat Budha saja, namun lintas agama pun ikut dalam tradisi tahunan ini. Salah satunya Sri Nur Wahyuni, seorang mahasiswa asal Bandung Jabar juga antusias dalam acara ini. 
"Baginya, berbagi bukan hanya kewajiban satu umat saja, melainkan semua umat beda agama. Semua umat wajib untuk berbagi dengan tulus iklas dari hati, tidak harus kepada sesama agamanya saja," ujarnya.
Warga sekitar mengaku telah mengikuti tradisi ini sejak adanya vihara Sakyamuni. Pengurus Yayasan Vihara Buddha Sakyamuni, Pandita Sudiarta Indrajaya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. "Tujuannya memberikan ruang kepada masyarakat seluas-luasnya untuk menanam kebaikan. Ini adalah hal yang dilakukan bhikku di zaman Budha menjalani kehidupan sebagai pertapa," paparnya.
Hasil dari Pindapata ini akan digunakan untuk membantu kebutuhan para bhiku, dan sisanya akan dibagikan kepada yang membutuhkan. Selain Pindapata, berbagai kegiatan juga dilakukan serangkaian Waisak ini seperti sebulan pedalaman dhama, puja bhakti setiap malam. Serta ada kegiatan puasa setiap hari Purnama Tilem, workshop, dan patidana.
Salah satu bhikku yang ikut tradisi Pindapata, Bhikku Pabhajayo memaparkan, kegiatan Pindapata hari ini sejatinya cara hidup para bhiku. Hidup sebagai biarawan di vihara yang hidupnya disokong oleh umat. Jadi di masa lalu telah jadi kebiasaan harian para bhikku termasuk sang Budha sendiri. Bahkan jadi tradisi dilakukan para Budha di masa lalu. 
Pindapata adalah aktivitas penerimaan derma kebutuhan berupa makanan untuk para bhikku dari umat. Biasanya dilakukan pada pagi hari, bhikku makan setidaknya dua kali bisa juga satu kali tidak lewat dari jam 12 siang. Lazimnya Pindapata dilakukan pagi hari, untuk makan menunjang kehidupan dalam satu hari itu. 
"Jadi di masa lalu Pindapata ini menjadi satu kebiasaan cara hidup bhikku dan saat ini beda dimana umat tak semua sebagai penyokong dan berkeyakinan kepada para Bhikkhu," Tuturnya. 
Apalagi tidak tinggal di lingkungan Bhudis sehingga di kota besar Pindapata jadi tradisi yang setidaknya dalam setahun dua kali dan mengambil momen tertentu seperti di hari Waisak ini. Tujuannya tetap memperkenalkan tradisi Pindapata itu sendiri sebagai sinergi antar umat dan bhikkunya yang dilakukan di jalan umum.

Rabu, 13 Mei 2026

Pemerintah Kabupaten Bangli dan FPRB Tanam 150 Pohon, Peringati HUT ke-822 dengan Aksi Pelestarian Alamv


Bangli , Bali Kini - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Bangli yang ke-822, Pemerintah Kabupaten Bangli bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Pura Dalem Buungan, Kecamatan Susut, Rabu (13/5). Aksi ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekan risiko bencana alam di wilayah yang memiliki banyak aliran sungai dan daerah rawan longsor.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, didampingi Ketua FPRB Kabupaten Bangli, I Wayan Wiwin, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli, Camat Susut, BPBD Kabupaten Bangli, jajaran Polsek Susut, Danramil Susut, Perbekel Desa Tiga, Babinsa Desa Tiga, tokoh adat Jro Mangku Desa Buungan, Kelihan Desa Buungan, dan warga sekitar.

Ketua FPRB Kabupaten Bangli, I Wayan Wiwin, menjelaskan bahwa sebanyak 150 pohon ditanam di lokasi tersebut, terdiri dari beragam jenis tanaman. Mulai dari jenis tanaman pelindung seperti majegau dan ketapang, hingga tanaman buah bernilai ekonomi seperti nangka dan alpukat. Pemilihan lokasi di Pura Dalem Buungan bukan tanpa alasan, mengingat kawasan ini berdekatan dengan aliran sungai dan masuk dalam kategori wilayah rawan bencana, sehingga penanaman pohon diharapkan dapat memperkuat struktur tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem.

“FPRB berkomitmen untuk terus bersatu dan bergerak bersama menjaga alam dan lingkungan sebagai wujud rasa cinta kepada bumi pertiwi. Kami juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Bangli dan seluruh pihak yang senantiasa mendukung setiap langkah kami, baik dalam kegiatan penanaman pohon ini maupun program sosialisasi pengurangan risiko bencana ke masyarakat dan sekolah-sekolah se-Kabupaten Bangli,” ujar I Wayan Wiwin.

Menurutnya, prioritas utama program penanaman pohon FPRB adalah wilayah-wilayah yang memiliki aliran sungai serta daerah rawan bencana. Langkah ini sejalan dengan tujuan jangka panjang untuk mencegah kerusakan lingkungan sekaligus meminimalkan dampak bencana yang dapat merugikan masyarakat luas.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif dan aksi nyata yang dilakukan FPRB. Ia menegaskan, kegiatan reboisasi atau penanaman pohon ini memiliki makna lebih dalam, bukan sekadar menambah jumlah pepohonan, melainkan bertujuan mengembalikan fungsi ekosistem secara menyeluruh.

“Pohon berfungsi sebagai penyaring air alami dan pengendali iklim. Jika ekosistem terjaga dengan baik, maka ketersediaan air bersih terjamin dan suhu lingkungan tetap seimbang, sehingga risiko bencana seperti banjir atau kekeringan dapat ditekan,” jelas Diar.

Pihaknya juga berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh dan memicu semangat organisasi masyarakat, pemuda, serta seluruh warga Bangli untuk semakin mencintai lingkungan dan turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian alam. “Mari kita jaga warisan alam ini bersama-sama, agar Kabupaten Bangli tetap asri, aman, dan lestari untuk generasi mendatang,” tutup Wakil Bupati.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama peringatan HUT Bangli ke-822, yang menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.(*)

Wujudkan Generasi Emas 2045, TP PKK Bangli Gelar Literasi Kesehatan Ibu dan Pencegahan Kanker Serviks


​Bangli , Bali Kini – Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 sekaligus menyambut HUT Kota Bangli ke-822, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli menggelar kegiatan Literasi Kesehatan Ibu dengan tema "Perempuan Sehat dan Berdaya, Cegah Kanker Serviks Menuju Indonesia Emas 2045".

​Acara yang  digelar di Gedung Bukti Mukti Bhakti, Kantor Bupati Bangli, pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan organisasi wanita serta pejabat terkait di lingkungan Pemkab Bangli.


​Dalam sambutannya, Ny. Sariasih Sedana Arta menekankan bahwa kesehatan seorang ibu adalah pilar utama dalam membangun keluarga yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa ibu tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga menjadi teladan dan sumber literasi kesehatan bagi keluarga.

​"Perempuan memiliki peran strategis. Perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat, cerdas, dan berkualitas. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan reproduksi, khususnya pencegahan kanker serviks, harus menjadi prioritas kita bersama," ujar Ny. Sariasih.


​Beliau juga menambahkan bahwa kanker serviks adalah ancaman serius yang sebenarnya bisa dicegah melalui edukasi dini, pola hidup sehat, vaksinasi HPV, serta pemeriksaan rutin melalui metode IVA Test maupun Pap Smear.


​Kegiatan literasi ini menghadirkan narasumber ahli, dr. I Made Pasek Soma Gauthama, yang memaparkan materi komprehensif mengenai "Mencegah Kanker Serviks untuk Mewujudkan Generasi Sehat".

​Dalam pemaparannya, dr. I Made Pasek menekankan pentingnya vaksinasi HPV yang kini telah menjadi bagian dari program imunisasi nasional dan dibiayai negara. Ia menjelaskan bahwa vaksinasi ini sangat efektif jika diberikan sejak dini (usia 9-14 tahun) namun tetap bermanfaat bagi perempuan hingga usia 45 tahun.

​Selain vaksinasi, dr. I Made Pasek juga menggarisbawahi pentingnya skrining dengan metode DNA HPV yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi dibandingkan metode konvensional, guna mendukung target pemerintah dalam eliminasi kanker serviks pada tahun 2030.

​Acara ini turut dihadiri oleh ​Kepala Dinas Kesehatan ,Kepala Dinas PMDPPKB Kabupaten Bangli, ​Ketua GOW Kab. Bangli Ny. Suciati Diar, Ketua Gatriwara, Ketua Bhayangkari, dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Bangli, ​Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Pusparini Riana Putra, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, dan Ketua Dharmayukti Karini, ​Ketua IBI Bangli, Ketua IWAPI Bangli, serta Direktur RS BMC,​Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan se-Kabupaten Bangli.

​Di sela-sela kegiatan, sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi keluarga, dilakukan juga penyerahan bantuan alat Vacuum Sealer untuk mendukung pelatihan olahan babi bagi kelompok binaan PKK.

​Ny. Sariasih Sedana Arta berharap para peserta yang hadir dapat menjadi "Agen Edukasi" di lingkungan masing-masing.

​"Mari kita gerakkan 10 Program Pokok PKK untuk menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Dengan perempuan yang berdaya, kita melangkah pasti menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya seraya membuka acara secara resmi. (*)

Potong Rantai Distribusi, Pemkab Bangli Gelar Pasar Tani di HUT ke-822.

BANGLI , BALI KINI – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli ke-822, Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan menggelar kegiatan Pasar Tani. Acara yang dipusatkan di halaman Kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Bangli pada Rabu (13/5/2026) ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, menjelaskan bahwa kehadiran Pasar Tani merupakan solusi konkret di tengah rantai distribusi pangan yang seringkali terlalu panjang.

"Kegiatan ini sesungguhnya bertujuan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Biasanya, rantai pasar yang panjang menyebabkan harga di tingkat konsumen menjadi tinggi. Melalui Pasar Tani, kita memotong rantai tersebut," ujar I Wayan Sarma di sela-sela kegiatan.

Konsep utama dari kegiatan ini adalah mempertemukan produsen secara langsung dengan pembeli. Dengan menghadirkan petani dan kelompok pengolah pangan, harga yang ditawarkan jauh lebih miring dibandingkan harga di pasar umum.

Bagi Konsumen Mendapatkan produk berkualitas dengan harga yang lebih murah.
Dan bagi Produsen Membantu petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam memperluas jangkauan pemasaran produk mereka.

Pasar Tani kali ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok serta produk olahan lokal khas Bangli, di antaranya Bahan Pangan Segar,Beras dan telur.Produk Olahan Daging: Urutan (sosis khas Bali) dan kerupuk babi.

Olahan Pangan Lokal meliputi Berbagai produk hasil olahan Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan dinas terkait.

I Wayan Sarma menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan untuk memeriahkan HUT Bangli, namun merupakan agenda rutin pemerintah daerah.

"Secara rutin kita lakukan Pasar Tani seperti ini sebagai langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan harga pangan bagi masyarakat Bangli," pungkasnya(*)

Bunda Rai Hidupkan Makna Bergerak dan Berbagi di Pupuan dan Selemadeg Barat


Tabanan , Bali Kini  Bukan sekadar program rutin, aksi sosial Bergerak dan Berbagi” kembali hadir dengan sentuhan lebih dalam dan menyeluruh. Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, turun langsung menyapa dan membantu masyarakat di Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Barat, yakni di Desa Pujungan, Pajahan, Pupuan dan Desa Tiyinggading, Selemadeg Barat, Rabu, (13/5), dengan rangkaian kegiatan yang menyasar hampir seluruh lapisan masyarakat.

Sejak pagi, Bunda Rai bersama jajaran TP PKK Kabupaten Tabanan, Perangkat Daerah terkait, serta kader PKK setempat tampak aktif menyapa warga. Kehadirannya tak hanya membawa bantuan, tetapi juga energi positif yang menguatkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Mengawali kegiatan, Bunda Rai mengunjungi TK Dharma Bakti Kecamatan Pupuan sebagai Bunda PAUD dengan penuh kehangatan. Ia menyerahkan PMT kepada 100 siswa PAUD serta bantuan APE luar ruangan berupa menara terowongan dan tangga titian kepada lima PAUD swasta. Bunda Rai berinteraksi langsung dengan anak-anak, memastikan mereka merasa diperhatikan dan nyaman.

Bunda Rai juga menyampaikan, bahwa perhatian terhadap anak usia dini menjadi prioritas penting dalam membangun generasi masa depan. Kehadiran saya di sini adalah bentuk kerinduan saya kepada anak-anak. Saya merasa sangat bahagia bisa berbagi dan memberikan perhatian melalui PMT dan APE. Ini adalah salah satu upaya kita bersama dalam mencegah stunting sejak dini. Saya berharap orang tua dan guru terus mengarahkan anak-anak untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan ceria,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, program PMT terus digulirkan secara rutin di seluruh kecamatan di Tabanan, sebagai bentuk komitmen berkelanjutan. Sementara bantuan APE diharapkan mampu menciptakan ruang bermain yang lebih variatif dan menyenangkan bagi anak-anak. Bunda Rai juga turut menekankan pentingnya penerapan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat” sebagai fondasi karakter sejak dini.

Setelah itu, kegiatan berlanjut ke Wantilan Desa Pupuan sebagai pusat penyaluran bantuan utama. Di lokasi ini, bantuan disalurkan kepada 10 ibu hamil dengan KEK, 15 penyandang disabilitas, 20 lansia, 15 balita dengan gizi kurang, 6 penderita kanker, serta 70 kader PKK kurang mampu. Tak hanya simbolis, Bunda Rai memastikan seluruh bantuan tersalurkan langsung kepada penerima. Ia juga menyerahkan bantuan tambahan berupa 9 alat bantu dengar dan 2 tripod, serta meresmikan bedah kamar ODGJ milik I Komang Arsana di Desa Pajahan melalui pemotongan pita, penyerahan kunci, dan pemberian sembako.

Memasuki siang hari, kegiatan dilanjutkan ke Desa Tiyinggading, Selemadeg Barat. Bantuan kembali disalurkan kepada 10 ibu hamil KEK, 15 penyandang disabilitas, 20 lansia, 15 balita gizi kurang, 5 penderita kanker, 55 kader PKK kurang mampu, serta 100 anak TK penerima PMT. Diserahkan juga bantuan tambahan berupa 1 tripod, 2 kursi roda, dan 2 walker. Adapun paket bantuan yang diterima masing-masing penerima meliputi 20 kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu balita, 3 kotak susu ibu hamil, 3 kg kacang hijau, 5 kg telur, serta minyak goreng.

Tak berhenti pada bantuan sosial, Bunda Rai juga menguatkan edukasi lingkungan dengan menyerahkan 150 alat dan pelubang biopori sekaligus mempraktikkan langsung penggunaannya di rumah warga. Ia mengajak masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

 

Saat itu Bunda Rai menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TP PKK dalam menjangkau seluruh wilayah di Tabanan. Ia menekankan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah membangun semangat kebersamaan. Kegiatan ini rutin kami lakukan secara roadshow ke seluruh kecamatan. Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi ini adalah bentuk kepedulian kami untuk memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat. Kami ingin hadir langsung, menyapa, dan mengajak masyarakat bersama-sama membangun Tabanan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perannya sebagai Duta PADAS (Palemahan Kedas) dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Menurutnya, penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga, terutama oleh ibu-ibu sebagai penggerak utama keluarga. Pengelolaan sampah ini penting, tidak hanya untuk kebersihan, tetapi juga sebagai langkah preventif mencegah bencana seperti banjir. Bahkan hasil olahan sampah bisa dimanfaatkan untuk mendukung program Aku Hatinya PKK,” tambah Bunda Rai.

Selain itu, sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu, Bunda Rai turut mensosialisasikan Posyandu 6 SPM yang kini mencakup layanan lebih luas, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, hingga perlindungan masyarakat. Ia berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan dasar secara terpadu. Melalui keterlibatan langsung di setiap titik kegiatan, Bunda Rai kembali menegaskan bahwa Bergerak dan Berbagi” bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang kehadiran, kepedulian, dan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tabanan secara berkelanjutan

Di sela-kegiatan di Pupuan, Kepala TK Dharma Bakti, Anak Agung Ayu Wiwik Sagita Ningrum, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Kehadiran Bunda PAUD merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap tumbuh kembang anak usia dini. Bantuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang sehat dan menyenangkan bagi anak-anak,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Pupuan, Ny. Ni Ketut Astutiyani, menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata perhatian dan semangat gotong royong. Kami yakin kegiatan ini membawa manfaat besar dan menjadi penyemangat bagi masyarakat. Ini adalah bentuk cinta kasih yang mempererat kebersamaan,” ujarnya.

 

Hal serupa disampaikan Ketua TP PKK Kecamatan Selemadeg Barat, Ny. Dwi Wahani. Ia mengaku bangga dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Kehadiran ibu menjadi semangat bagi kami dan para kader PKK. Kegiatan ini memperkuat empati, solidaritas, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tuturnya

Angka Stunting Karangasem 3,9 Persen, Dinkes Tekankan Penanganan Tak Cukup Hanya dari Sektor Kesehatan

Foto: sosialisasi pencegahan stunting kepada masyarakat anggota posyandu rendang

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Karangasem terus menggencarkan penanganan stunting dan gizi buruk meskipun capaian angka stunting daerah tersebut saat ini telah berada di bawah target nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama menyebutkan, berdasarkan data MPBGN terakhir, angka stunting di Kabupaten Karangasem saat ini berada di angka 3,9 persen. Angka tersebut dinilai masih cukup baik karena berada di bawah target nasional yang ditetapkan di bawah lima persen.

Namun demikian, pihaknya menegaskan persoalan stunting dan gizi buruk tetap menjadi perhatian serius karena kasus kurang gizi masih ditemukan di masyarakat.

“Stunting kita saat ini 3,9 persen, kemudian wasting 1,9 persen. Artinya kasus kurang gizi masih ada walaupun persentasenya kecil,” ujarnya saat kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis bersama TMMD TNI di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan semata. Ia menjelaskan intervensi spesifik seperti pelayanan kesehatan dan pemberian makanan tambahan hanya berkontribusi sekitar 30 persen dalam upaya penurunan stunting.

Sementara sisanya sangat dipengaruhi intervensi sensitif seperti sanitasi lingkungan, ketersediaan air bersih, hingga pola hidup sehat masyarakat.

“Masalah utamanya harus dikendalikan. Kalau air tidak bagus maka risiko infeksi meningkat. Akibatnya makanan tidak bisa dicerna dengan baik dan ini mempengaruhi tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Ia mengatakan, penanganan stunting di Karangasem dilakukan berdasarkan panduan dan standar penanganan yang telah ditetapkan pemerintah, mulai dari penanganan di rumah sakit hingga pendampingan lanjutan di masyarakat.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga terus mengintegrasikan berbagai program mulai dari promosi kesehatan, sosialisasi kepada masyarakat, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian makanan tambahan bagi anak stunting dan gizi buruk.

Dalam pelaksanaannya, penanganan juga melibatkan lintas sektor seperti pemerintah desa, puskesmas, hingga dukungan program TMMD TNI yang saat ini turut membantu pembangunan fasilitas pendukung seperti akses air bersih di wilayah desa.

Kegiatan pengobatan gratis yang dilaksanakan di Desa Pempatan sendiri menjadi bagian dari upaya terpadu tersebut, sekaligus memperkuat edukasi masyarakat terkait pencegahan stunting sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, angka stunting dan gizi buruk di daerah tersebut dapat terus ditekan dari tahun ke tahun. (Ami)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved