-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Selasa, 17 Maret 2026

Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Suci Nyepi Caka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. 

Denpasar,  Umat Hindu akan segera memperingati Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 Tahun 2026, seluruh rangkaian akan dimulai dari Pemelastian, Tawur Agung Kesanga, Nyepi dan Ngembak Geni yang sarat akan makna. Hari Suci Nyepi yang diperingati setiap tahun sekali, pada tahun ini jatuh pada 19 Maret mendatang. Beriringan dengan Hari Suci Nyepi, umat muslim juga akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1448 Hijriah pada 21 dan 22 Maret mendatang. 

Upacara Pemelastian atau Melasti dilaksanakan sebagai bentuk penyucian bhuana alit dan bhuana agung. Usai Melasti, dilanjutkan dengan pelaksanaan Tawur Agung Kesanga bertepatan dengan Tilem Sasih Kesanga yang serentak dilaksanakan di Catus Pata Desa, Catus Pata Kabupaten/Kota. Sesuai maknanya, hal ini dimaksudkan sebagai upaya menetralisir aura negatif yang berada pada palemahan serta nyomya bhuta kala. Sementara, dalam rangkaian Hari Raya Idul Fitri, umat muslim telah menjalani ibadah puasa 1 bulan penuh. 

Pada Malam Pangerupukan identik dengan Nyomya Bhuta Kala dengan media Ogoh-ogoh. Kreatifitas di bidang ogoh-ogoh sendiri telah diwadahi melalui pelaksanaan Lomba Ogoh-ogoh serta eevent Kesanga Festival. Sedangkan keesokan harinya merupakan pelaksanaan Hari Suci Nyepi (sipeng) mengawali Tahun caka 1948 dilaksanakan Catur Brata Penyepian yakni, Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan yang semuanya bermakna sebagai ajang penyucian diri dengan mulatsarira serta meningkatkan sradha dan bhakti. Pelaksanaan Catur Berata Penyepian ini diakhiri dengan Ngembak Geni yang bermakna penyucian lingkungan sosial melalui Dharma Shanti.

Beranjak dari makna Hari Suci Nyepi, Walikota Denpasar  I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, disela tugas kedinasan pada Senin (16/3) mengajak segenap umat Hindu dan masyarakat Kota Denpasar untuk melaksanakan seluruh rangkaian Hari Suci Nyepi sebagai suatu Yadnya Suci meningkatkan sradha bhakti dalam melaksanakan Dharma Agama dan Dharma Negara.

Dalam pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi ini Walikota Jaya Negara menghimbau segenap komponen masyarakat untuk memanfaatkan momen ini sebagai kesempatan untuk introspeksi diri atau mulat sarira untuk saling menghormati, mengembangkan rasa toleransi berdasarkan konsep Catur Paramitha dan Tri Hita Karana hidup berdampingan menghormati keragaman budaya dengan sepirit Vasudhaiva Khutumbakam. Terlebih, Hari Suci Nyepi tahun ini, beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri. 

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai Nyepi dan Idul Fitri sebagai kontrol diri dan mulat sarira, serta bentuk pengucian alam semesta dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam menuju Denpasar Maju,” ujarnya

Sementara Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa turut berpesan agar senantiasa bersama-sama dalam meningkatkan kewaspadaan dan mawas diri sebagai ajang mulat sarira. Sehingga seluruh umat manusia dapat terbebas dari mara bahaya serta mampu meningkatkan kesejahteraan hidup. Pihaknya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan semangat menyama braya, saling mambantu, saling memiliki dan saling asah, asih asuh. 

"Selamat melaksanakan rangkaian upacara Hari Suci Nyepi Icaka Warsa 1948 Tahun 2026 kepada segenap umat se-Dharma dan masyarakat yang melaksanakannya. Serta Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada umat muslim dimanapun berada. Semoga Hari Suci yang beriiringan tahun ini dapat menjadi ajang introspeksi diri dan mulat sarira untuk meningkatkan sradha bakti sesuai dengan swadarma kita masing-masing untuk mewujudkan Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju, dengan sepirit Vasudhaiva Kutumbakam menuju Denpasar Maju," ujar Walikota Jaya Negara yang didampingi Wawali Arya Wibawa. (Ags/HumasDps).

Pererat Silaturahmi, Bupati Bangli Serahkan Paket Sembako Lintas Agama di Halaman Kantor Bupati

BANGLI , Bali Kini – Dalam rangka menyambut rangkaian hari besar keagamaan—Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah—Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar aksi sosial dengan menyerahkan paket sembako kepada masyarakat. Kegiatan ini dipusatkan di halaman Padmasana Kantor Bupati Bangli pada Senin (16/03), dengan suasana penuh kekeluargaan dan toleransi.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Sekda,  jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta tokoh-tokoh lintas agama dari PHDI, MUI, dan perwakilan gereja.

Dalam sambutannya, Bupati Sedana Arta menekankan bahwa perbedaan agama dan adat istiadat di Kabupaten Bangli bukanlah hal baru, melainkan warisan luhur yang wajib dijaga oleh generasi penerus. Beliau mencontohkan sejarah akulturasi budaya melalui Pura Dalem Balingkang dan keberadaan Pura Langgar di Desa Bunutin sebagai bukti nyata keharmonisan yang telah mengakar.

"Perbedaan di Bangli adalah warisan leluhur. Kita punya tanggung jawab sejarah untuk menjaganya. Jangan mudah terpancing isu provokatif yang bisa merusak kondusifitas daerah," ujar Bupati Bangli di hadapan para undangan.

Paket sembako yang diserahkan merupakan hasil kolaborasi dan sumbangan dari para donatur, termasuk pihak Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dan BUMD. Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.

Bupati juga menyinggung terkait perputaran ekonomi yang besar setiap hari raya, termasuk antrean mudik yang mulai terlihat. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk saling bahu-membahu.

"Di antara kita tidak ada yang sempurna, tetapi kalau kita saling menjaga, maka kesempurnaan itu akan mendekat kepada kita," tambahnya.

Menutup arahannya, Bupati berharap agar seluruh rangkaian perayaan keagamaan di Bangli, baik Nyepi maupun Idul Fitri, dapat berjalan dengan khusyuk dan khidmat. Ia juga menginformasikan bahwa Dharma Santi Nasional direncanakan akan dipusatkan di Bali (Art Center) dan diharapkan dapat dihadiri oleh Bapak Presiden.

Dengan semangat gotong royong ini, Kabupaten Bangli optimis dapat terus menjadi barometer kerukunan umat beragama di Kabupaten Bangli.

Wakil Bupati Bangli Hadiri Mepepada Agung Wewalungan Jelang Hari Raya Nyepi

​Bangli , Bali Kini – Dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948, Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar upacara Bhakti Mepepada Agung Wewalungan yang dipusatkan di Catus Pata (Perempatan Agung) Kabupaten Bangli pada Selasa, 17 Maret 2026.

​Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, didampingi oleh Asisten I Setda Kabupaten Bangli, seluruh jajaran Kepala Perangkat Daerah (OPD), Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Bangli, serta Ketua PHDI dan WHDI Kabupaten Bangli.
​Upacara Mepepada Agung merupakan ritual penyucian terhadap hewan-hewan (wewalungan) yang akan dipergunakan sebagai sarana upakara Tawur Agung Kesanga. Tujuannya adalah agar roh hewan tersebut disucikan sehingga dalam penjelmaan berikutnya meningkat derajatnya.
​Puncak prosesi Mepepada Agung kali ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manuaba Tajung dari Griya Bukit Bangli. Seluruh jenis hewan kurban diarak mengelilingi Catus Pata sebagai simbol harmonisasi alam semesta.
​Berbagai jenis satwa disiapkan dalam ritual ini untuk melengkapi sarana yadnya, di antaranya : Kebo (kerbau), godel (anak sapi), kambing, kucit butuan (anak babi), dan asu bang bungkem (anjing merah), Angsa, banyak, bebek blang kalung, cemaning, bulu gule, bulu sikep, bebek putih, bebek selem, hingga ayam (siap) manca sange.

​Wakil Bupati I Wayan Diar menyampaikan bahwa partisipasi seluruh elemen pimpinan daerah dan tokoh agama dalam kegiatan ini merupakan wujud gotong royong serta komitmen menjaga tradisi dresta demi kesejahteraan masyarakat Bangli secara lahir dan batin (*).

Kickboxing Karangasem Cetak Prestasi, Atlet Bawa Pulang 2 Emas, 4 Perak dan 1 Perunggu

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini - Atlet pelajar asal Karangasem berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Kickboxing Walikota Cup 2026 yang digelar pada 9–11 Maret 2026 di GOR Kompyang Sujana. Dalam kejuaraan tersebut, para atlet berhasil meraih 2 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Pertandingan berlangsung pada kategori Point Fighting khususnya kelas tatami serta Kick Light, yang diikuti oleh atlet dari berbagai daerah. Capaian ini menunjukkan potensi atlet muda Karangasem yang mulai berkembang di cabang olahraga kickboxing.

Adapun atlet yang berhasil meraih medali emas yaitu I Gede Dito Mawan Pratama dari SMA Negeri 1 Amlapura pada kategori Kick Light +63 kg dan Ni Luh Nana Tri Jayani dari SMP Negeri 2 Amlapura pada kategori Point Fighting +43 kg.

Sementara itu, medali perak diraih oleh I Putu Ryan Dede Ardiyansah dari SMA Negeri 3 Amlapura pada kategori Point Fighting +53 kg, I Putu Eno Sanjaya dari SMA Negeri 3 Amlapura pada kategori Point Fighting +60 kg, I Nyoman Hellent Pramudia dari SMP Negeri 3 Amlapura pada kategori Kick Light 63 kg, serta Ni Putu Kirania Candani Devi dari SMP Negeri 3 Amlapura pada kategori Kick Light +43 kg.

Sedangkan medali perunggu diraih oleh I Kadek Juliana dari SMA Negeri 3 Amlapura pada kategori Point Fighting 42 kg.

Pembinaan atlet dilakukan melalui kelas khusus yang didampingi oleh I Made Sweta, I Kadek Ariawan, dan Ni Kadek Pradnyantari.

Salah satu pembina, I Kadek Ariawan, mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengalaman bertanding.

“Prestasi ini tentu menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus berlatih. Kami berharap ke depan atlet-atlet dari Karangasem bisa lebih sering mengikuti kejuaraan resmi sehingga pengalaman dan mental bertanding mereka semakin kuat,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Ia menambahkan, pembinaan atlet kickboxing di Karangasem diharapkan dapat terus berkembang sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing di berbagai kejuaraan yang diselenggarakan oleh Kick Boxing Indonesia.

Melalui kegiatan ini, para pengurus olahraga berharap cabang olahraga kickboxing maupun muaythai semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat. Pembinaan atlet sejak tingkat SMP dan SMA juga diharapkan mampu mencetak atlet potensial yang nantinya dapat bersaing pada ajang seperti Pekan Olahraga Kabupaten maupun kompetisi yang lebih tinggi. (Ami)

Pencurian Kotak Sesari di Pura Silayukti Terungkap, Dalam 1x24 Jam Berhasil Diamankan Petugas Kepolisian

Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini  – Kasus pencurian kotak sesari di Pura Silayukti, Padangbai, Karangasem, berhasil diungkap jajaran opsnal Tohlangkir Resmob Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karangasem dalam waktu kurang dari 1x24 jam.

Pelaku yang diketahui merupakan salah satu warga setempat, bahkan berstatus sebagai pengurus banjar adat, berhasil diamankan setelah dilakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Peristiwa pencurian ini pertama kali diketahui pada 15 Maret 2026 oleh prajuru desa setempat. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Padangbai, yang selanjutnya berkoordinasi dengan tim opsnal untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui sebanyak tiga unit kamera CCTV dalam kondisi dirusak oleh pelaku. Meski demikian, petugas masih berhasil mengamankan rekaman yang memperlihatkan ciri-ciri pelaku.

Berdasarkan rekaman tersebut, petugas mencurigai salah satu warga. Tim opsnal bersama Bhabinkamtibmas kemudian mendatangi rumah terduga pelaku. Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengakui seluruh perbuatannya.

Selanjutnya, pelaku diamankan ke Polsek Padangbai sebelum akhirnya dibawa ke Polres Karangasem untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui pelaku beraksi seorang diri dan telah membobol sekitar empat kotak sesari. Uang hasil pencurian tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kasus ini juga telah dilaporkan dalam paruman desa adat setempat.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kapolsek Padangbai, IPTU I Wayan Gede Wirya menyampaikan bahwa pihaknya hanya melakukan penangkapan awal.

“Memang kami yang menangkap. Namun karena kami tidak memiliki kewenangan penyidikan, kasusnya kami limpahkan ke Polres dan ditangani di Unit Pidum," tandasnya, Selasa (17/3/2026).

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Pidana Umum (Pidum) Polres Karangasem. (Ami)

Senin, 16 Maret 2026

Empat Warga Tertimpa Longsor di Desa Ban, Dua Korban Masih Anak-anak

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali - Bencana tanah longsor menimpa sebuah rumah warga di Banjar Dinas Manikaji, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Minggu malam (15/3/2026) sekitar pukul 19.00 WITA. Dalam kejadian tersebut empat orang menjadi korban, dua di antaranya merupakan anak-anak.

Peristiwa terjadi setelah hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga sore hari. Material longsor berasal dari tebing di belakang rumah milik warga setempat dan menimpa bagian dapur serta rumah korban.

Saat kejadian, pemilik rumah I Wayan Sutawa (31) sedang berada di dapur bersama istrinya Ni Nengah Denik (23) serta dua anak mereka, Ni Putu Sri Rahayu (4) dan Ni Kadek Swastini (1,5).

Korban mendengar suara gemuruh dari arah belakang rumah dan melihat tebing di belakang rumah longsor. Sutawa bersama istrinya kemudian berusaha menyelamatkan kedua anak mereka yang masih balita dengan menggendong keluar rumah. Namun saat proses menyelamatkan diri, reruntuhan atap dan tembok rumah menimpa mereka.

Teriakan korban kemudian didengar warga sekitar. Dua warga setempat, I Nengah Merta dan I Nyoman Yasa, segera datang ke lokasi dan mengevakuasi para korban ke RS Kasna Medika Tianyar untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan rumah korban yang berukuran sekitar 3 x 4 meter dengan atap seng dan dinding batako semi permanen mengalami kerusakan akibat tertimpa longsoran.

“Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, I Wayan Sutawa mengalami luka robek di bagian jidat hingga harus mendapatkan lima jahitan, benjolan di kepala, serta luka lecet pada tangan dan kaki. Hasil rontgen juga menunjukkan adanya pembuluh darah di kepala yang putus dan direncanakan menjalani operasi pada Senin (16/3/2026).

Sementara itu, sang istri Ni Nengah Denik tidak mengalami luka fisik namun mengalami syok. Anak pertama mereka Ni Putu Sri Rahayu (4) mengalami luka dan benjolan di kepala serta luka lecet pada bahu kiri dan lutut kiri. Sedangkan anak bungsu Ni Kadek Swastini (1,5) mengalami luka lecet pada bagian wajah.

Saat ini keempat korban masih menjalani perawatan di RS Kasna Medika Tianyar. Tim TRC BPBD Kabupaten Karangasem juga akan melakukan asesmen dan pendataan lebih lanjut terhadap dampak bencana tersebut. (Ami)

Puncak Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tampilkan Kreativitas Terbaik Sekaa Teruna

 Tabanan , Bali Kini  — Semarak Puncak Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026 menjadi magnet bagi masyarakat dari seluruh Kecamatan se-Kabupaten Tabanan, bahkan masyarakat dari luar daerah. Kegiatan yang berlangsung di seputaran Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Minggu, (15/3), menghadirkan penampilan 10 ogoh-ogoh karya terbaik Sekaa Teruna (ST) Pemenang tingkat Kecamatan yang tampil memukau di hadapan ribuan penonton yang hadir.

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, langsung membuka acara. Turut hadir Ida Tjokorda Anglurah Tabanan atau yang mewakili,  Anggota DPRD Provinsi Bali, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Sekda, Para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah terkait, serta para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan undangan terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Sanjaya menegaskan kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan juga menjadi wadah pembinaan seni, pelestarian budaya, serta sarana mempererat kebersamaan antar Sekaa Teruna se-Kabupaten Tabanan. Festival ini lahir dari inisiatif serta diskusi bersama para yowana yang mendapat sambutan luar biasa dari generasi muda di Tabanan. Pada tahun ini, festival diikuti oleh 64 ogoh-ogoh dari seluruh Kecamatan yang sebelumnya telah melalui proses seleksi secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga Kabupaten.

“Maka dari itu pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat dalam rangka pelestarian adat agama dan dan seni budaya yang sesuai dengan visi misi kita. Astungkara hari ini kita bisa menyelenggarakan Festival Ogoh-Ogoh Singasana yang ketiga ini betul-betul penuh dengan semangat serta antusiasme yang hadir dari 10 Kecamatan di Kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri sebelumnya, ogoh-ogoh Adhikara Grahana karya ST Dharma Bhakti, Banjar Tampak Karang, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, berhasil meraih peringkat pertama. Juara kedua diraih ST. Tri Wikrama dari Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan dengan ogoh-ogoh Ngerejeg Bhoma Palatra. Sementara peringkat ketiga diraih ST. Permata dari Banjar Tanah Bang, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri dengan ogoh-ogoh berjudul Kunti Seraya.

Sanjaya juga mengapresiasi karya ogoh-ogoh seluruh pemuda yang dinilainya semakin berkembang dari tahun ke tahun. Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan menjelang Hari Raya Nyepi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas serta memperkuat nilai kebersamaan.

“Dulu mungkin hanya sekadar membuat ogoh-ogoh untuk diarak. Tapi tahun ini festival Ogoh-Ogoh Singasana III sudah bisa menunjukkan kualitas ogoh-ogoh yang sangat bagus dan keren di Kabupaten Tabanan. Berkat festival inilah tumbuh kreatifitas bukan hanya mengarak ogoh-ogoh, tapi bagaimana menumbuhkan konsep kebersamaan dan bahkan sudah masuk teknologi di dalam pembuatan ogoh-ogoh ini hingga bisa bergerak. Dengan adanya teknologi di situ artinya kecerdasan anak-anak muda yowana di Kabupaten Tabanan sudah tidak main-main lagi," imbuh Sanjaya.(*)

Minggu, 15 Maret 2026

Bupati Kembang Hartawan Hadiri Persembahyangan di Pura Ulunsuwi Taman Sari Subak Benel

JEMBRANA , BALI KINI – Bupati Kembang Hartawan menghadiri prosesi persembahyangan bersama krama subak di Pura Ulunsuwi Taman Sari, Subak Benel, pada Minggu (15/3/2026). Kehadiran Bupati ini disambut hangat oleh masyarakat sebagai bentuk kedekatan pemimpin dengan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, sebagai wujud dukungan terhadap pelaksanaan upacara keagamaan, Bupati Kembang Hartawan menyerahkan dana punia sebesar Rp5.000.000 kepada pengurus pura setempat.

Kelian Subak Benel, I Wayan Eka Wiasa, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Bupati Kembang Hartawan dalam prosesi persembahyangan di Pura Ulunsuwi Taman Sari, Subak Benel, Minggu (15/3/2026). 

Baginya, kehadiran pemimpin daerah di tengah krama subak bukan sekadar seremoni, melainkan suntikan semangat nyata bagi para petani untuk terus menjaga ketahanan pangan daerah.

Dalam momentum tersebut, Eka Wiasa juga secara langsung menyampaikan aspirasi mendesak krama subak terkait kendala infrastruktur, khususnya permohonan bantuan perabatan jalan akses dari jalan raya utama menuju Pura Subak. 
Ia berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan perbaikan akses tersebut 
" Kami berbangga atas kehadiran bapak bupati hari ini . Sekaligus menyampaikan aspirasi untuk mempermudah pengangkutan hasil panen serta kelancaran transportasi sarana upacara keagamaan masyarakat setempat," ujarnya . 


​Disisi lain , dalam sambutannya di hadapan krama subak, Bupati Kembang menekankan bahwa aktivitas pertanian tidak hanya soal teknis di lapangan, tetapi juga aspek spiritual.

​"Sangat penting bagi kita untuk menghaturkan sembah bakti di Pura Subak sebagai wujud syukur atas dilancarkannya segala aktivitas pertanian selama ini. Kita semua berharap, dengan doa yang tulus, hasil pertanian ke depan akan semakin berlimpah dan kesejahteraan masyarakat kita terus membaik," ujar Bupati.

Menanggapi adanya aspirasi krama subak , Bupati Kembang Hartawan mencatat permohonan tersebut sebagai prioritas untuk ditinjau lebih lanjut guna mendukung produktivitas petani di Subak Benel. Bupati menyatakan sependapat bahwa pembangunan infrastruktur, utamanya akses jalan yang memadai, merupakan kunci utama dalam mendukung produktivitas dan kelancaran distribusi hasil pertanian. ( * )

Bupati Kembang Hartawan Hadiri Persembahyangan di Pura Ulunsuwi Taman Sari Subak Benel

JEMBRANA , BALI KINI  – Bupati Kembang Hartawan menghadiri prosesi persembahyangan bersama krama subak di Pura Ulunsuwi Taman Sari, Subak Benel, pada Minggu (15/3/2026). Kehadiran Bupati ini disambut hangat oleh masyarakat sebagai bentuk kedekatan pemimpin dengan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, sebagai wujud dukungan terhadap pelaksanaan upacara keagamaan, Bupati Kembang Hartawan menyerahkan dana punia sebesar Rp5.000.000 kepada pengurus pura setempat.

Kelian Subak Benel, I Wayan Eka Wiasa, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Bupati Kembang Hartawan dalam prosesi persembahyangan di Pura Ulunsuwi Taman Sari, Subak Benel, Minggu (15/3/2026). 

Baginya, kehadiran pemimpin daerah di tengah krama subak bukan sekadar seremoni, melainkan suntikan semangat nyata bagi para petani untuk terus menjaga ketahanan pangan daerah.

Dalam momentum tersebut, Eka Wiasa juga secara langsung menyampaikan aspirasi mendesak krama subak terkait kendala infrastruktur, khususnya permohonan bantuan perabatan jalan akses dari jalan raya utama menuju Pura Subak. 
Ia berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan perbaikan akses tersebut 
" Kami berbangga atas kehadiran bapak bupati hari ini . Sekaligus menyampaikan aspirasi untuk mempermudah pengangkutan hasil panen serta kelancaran transportasi sarana upacara keagamaan masyarakat setempat," ujarnya . 
​Disisi lain , dalam sambutannya di hadapan krama subak, Bupati Kembang menekankan bahwa aktivitas pertanian tidak hanya soal teknis di lapangan, tetapi juga aspek spiritual.

​"Sangat penting bagi kita untuk menghaturkan sembah bakti di Pura Subak sebagai wujud syukur atas dilancarkannya segala aktivitas pertanian selama ini. Kita semua berharap, dengan doa yang tulus, hasil pertanian ke depan akan semakin berlimpah dan kesejahteraan masyarakat kita terus membaik," ujar Bupati.

Menanggapi adanya aspirasi krama subak , Bupati Kembang Hartawan mencatat permohonan tersebut sebagai prioritas untuk ditinjau lebih lanjut guna mendukung produktivitas petani di Subak Benel. Bupati menyatakan sependapat bahwa pembangunan infrastruktur, utamanya akses jalan yang memadai, merupakan kunci utama dalam mendukung produktivitas dan kelancaran distribusi hasil pertanian. ( * )

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved