-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Minggu, 08 November 2026

Refleksi Dua Tahun Asta Cita, Dorong Penguatan Pariwisata Berkelanjutan


DENPASAR , BALI KINI — Penguatan pariwisata berkelanjutan menjadi salah satu perhatian dalam refleksi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pengembangan sektor pariwisata diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperluas kesejahteraan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, dan melindungi kekayaan budaya Indonesia.

Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam diskusi publik bertajuk *“Refleksi 2 Tahun Asta Cita: Menggali Visi Pariwisata Berkelanjutan dan Berbasis Budaya”* yang digelar di Kayman Resto, Denpasar, Bali, Minggu (25/10/2026). Diskusi menghadirkan aktivis pemuda Hindu Bali I Kadek Nova Semadi dan Direktur Lembaga Kajian dan Studi Kebijakan Publik (Lanskap) Bali I Wayan Agus Pebriana, dengan Gusti Ngurah Arya Pratama Putra sebagai moderator.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber menyoroti pentingnya mengembangkan pariwisata yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai relevan untuk memastikan pertumbuhan sektor pariwisata memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus menjaga sumber daya alam dan budaya yang menjadi daya tarik destinasi.

## Mendorong Pariwisata Berkualitas

Salah satu gagasan utama yang mengemuka adalah perlunya pergeseran orientasi dari *mass tourism* menuju *quality tourism*. Keberhasilan pariwisata tidak cukup diukur dari jumlah wisatawan yang berkunjung, tetapi juga dari lama tinggal, kualitas pengalaman, pengeluaran untuk produk lokal, serta kontribusi ekonomi bagi masyarakat.

Direktur Lanskap Bali I Wayan Agus Pebriana menekankan bahwa kualitas pertumbuhan pariwisata perlu menjadi perhatian dalam pembangunan destinasi.

“Pertumbuhan pariwisata nasional tidak bisa lagi diukur dari berapa banyak orang datang, tapi dari seberapa lama mereka tinggal, seberapa dalam mereka menghargai budaya, dan seberapa besar manfaatnya kembali ke masyarakat lokal. Bali lestari adalah kunci, tapi Indonesia tidak boleh hanya Bali saja,” ujarnya.

Pendekatan tersebut menempatkan kualitas layanan, keamanan, aksesibilitas, dan penghormatan terhadap budaya sebagai bagian penting dari pengalaman wisata. Pengembangan destinasi juga perlu memperhatikan daya dukung lingkungan agar pertumbuhan ekonomi tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.

Sementara itu, I Kadek Nova Semadi menyoroti pentingnya kesesuaian antara harga akomodasi dan kualitas layanan yang diberikan. Ia juga menekankan bahwa perilaku wisatawan dan kepatuhan terhadap aturan setempat menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan serta keberlanjutan destinasi.

## Pemerataan Ekonomi melalui Pengembangan Daerah

Pemerataan manfaat ekonomi menjadi tantangan yang turut dibahas dalam diskusi. Di Bali, aktivitas pariwisata masih terkonsentrasi di kawasan selatan, sementara wilayah seperti Buleleng, Karangasem, dan Bangli memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih optimal.

Nova menilai setiap daerah perlu mengembangkan keunggulan sesuai karakteristiknya. Wisata spiritual, perkebunan, budaya, dan edukasi dapat menjadi alternatif untuk memperluas aktivitas ekonomi pariwisata tanpa harus meniru model pengembangan destinasi lain.

Pengembangan desa wisata juga dinilai memiliki peluang besar karena menawarkan tradisi, seni, alam, dan kehidupan masyarakat yang khas. Agar potensinya berkembang, diperlukan dukungan infrastruktur, aksesibilitas, promosi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan.

Selain itu, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta pelaku usaha lokal diperlukan agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas. Upaya ini juga penting untuk memperkuat posisi masyarakat dalam rantai usaha pariwisata, mulai dari penyediaan produk lokal hingga jasa dan pengalaman wisata.

## Menjaga Lingkungan dan Identitas Budaya

Diskusi turut menyoroti persoalan alih fungsi lahan, pelanggaran tata ruang, pengelolaan sampah, serta tekanan terhadap kawasan pesisir. Para narasumber menilai bahwa pengembangan investasi perlu berjalan seiring dengan pengawasan pembangunan dan penegakan regulasi yang konsisten.

Di sisi lain, pelestarian budaya harus menjadi bagian utama dari pengembangan pariwisata, khususnya di Bali yang memiliki tradisi, seni, adat istiadat, dan kehidupan spiritual yang kuat.

Nilai *Tri Hita Karana*, yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan, dapat menjadi salah satu landasan dalam mendorong pariwisata yang menghormati kehidupan masyarakat setempat.

Tradisi sakral dan tempat suci juga perlu dijaga agar tidak kehilangan nilai spiritual akibat komersialisasi. Karena itu, pengembangan pariwisata berbasis budaya perlu memperhatikan ketentuan adat dan batas-batas kesakralan yang berlaku di masyarakat.

## Kolaborasi untuk Masa Depan Pariwisata

Refleksi dua tahun Asta Cita menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, desa adat, pelaku usaha, komunitas budaya, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan pariwisata diharapkan mampu memperluas kesempatan ekonomi, memperkuat usaha lokal, serta menjaga lingkungan dan budaya yang menjadi fondasi daya tarik destinasi.

Diskusi ini menegaskan bahwa pariwisata berkelanjutan membutuhkan orientasi pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan kunjungan, tetapi juga memperhatikan kualitas, pemerataan manfaat, dan keberlangsungan sumber daya untuk generasi mendatang.(Asridevy)

Inovasi Sosial Kota Denpasar Wujudkan Lansia Sehat, Aktif, Produktif dan Bahagia


Ket.foto :Dari HUT Ke-1 KAPLUT SPORT & MUSIC

Denpasar, Bali Kini - Komunitas Pejalan Lapangan Puputan (KAPLUT) Sport & Music merayakan Hari Ulang Tahun ke-1, bertempat di Panggung KAPLUT, Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (8/11).

Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat keberadaan KAPLUT sebagai wadah aktivitas sosial masyarakat sekaligus salah satu inovasi Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar.

KAPLUT Sport & Music merupakan salah satu Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Kota Denpasar yang telah dikukuhkan melalui Keputusan Wali Kota Denpasar Nomor 188.45/101/HK/2026 tentang Pengukuhan KAPLUT Sport and Music sebagai PSKS Kota Denpasar Masa Bakti 2025-2030. Pengukuhan tersebut menjadi landasan kelembagaan bagi KAPLUT dalam mendukung penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Kota Denpasar.

Melalui pembinaan dan pengembangan oleh Dinas Sosial Kota Denpasar, KAPLUT menjadi salah satu inovasi daerah yang menghadirkan pendekatan pemberdayaan sosial berbasis komunitas. Inovasi ini memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya lanjut usia (lansia), untuk tetap aktif, sehat, produktif, dan bahagia melalui kegiatan olahraga, seni, musik, serta interaksi sosial.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati, menyampaikan bahwa KAPLUT telah membuktikan bahwa pemberdayaan sosial tidak harus selalu formal dan kaku, tetapi bisa tumbuh dari kebersamaan dan kegembiraan.

“KAPLUT adalah bukti bahwa lansia di Denpasar tidak hanya ingin dilayani, tetapi ingin berdaya. Melalui olahraga, musik, dan seni, mereka tetap sehat, aktif, produktif, dan bahagia. Satu tahun ini adalah awal, kami di Dinas Sosial akan terus mendampingi KAPLUT agar semakin inklusif dan berkelanjutan,” ujar Laxmy Saraswati.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Swara Perempuan KAPLUT dan karya film layar lebar “Harmoni di Lapangan Puputan” menunjukkan bahwa komunitas ini telah naik kelas, dari sekadar wadah berkumpul menjadi ruang berkarya.

“KAPLUT kini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi tempat berkarya. Ada perempuan-perempuan yang belajar keterampilan baru, ada lansia yang kembali percaya diri, dan ada karya film yang lahir dari Lapangan Puputan. Ini adalah inovasi sosial yang sesungguhnya,” tambahnya.

Kehadiran Swara Perempuan KAPLUT sebagai bagian inti dari KAPLUT juga memberikan ruang dan kelas bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat kemandirian.

Sementara itu, Ketua KAPLUT Sport & Music, Kompyang Wiranata, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan satu tahun KAPLUT yang penuh tantangan namun berhasil dilalui berkat kekompakan seluruh anggota.

“Satu tahun ini bukan perjalanan yang mudah. Banyak tantangan yang kami hadapi, tapi karena kepengurusan solid dan anggota saling menguatkan, KAPLUT bisa sampai di titik ini. KAPLUT ini rumah kedua kami, tempat lansia bisa tertawa, bergerak, berkarya, dan merasa dihargai,” ujar Kompyang Wiranata.

Ia juga menegaskan bahwa KAPLUT akan terus hadir sebagai wadah yang terbuka bagi masyarakat, khususnya lansia, untuk tetap produktif dan bahagia.

“Ke depan kami ingin KAPLUT semakin besar manfaatnya. Tidak hanya untuk anggota, tapi juga untuk masyarakat Denpasar. Lewat film Harmoni di Lapangan Puputan, kami ingin menunjukkan bahwa lansia juga bisa berkarya dan menginspirasi,” katanya lagi.

Lebih lanjut dijelaskannya, peringatan HUT ke-1 KAPLUT Sport & Music dimeriahkan dengan penampilan sejumlah grup band yang menyuguhkan hiburan musik bagi anggota dan masyarakat. Kegiatan ini juga diisi dengan aksi berbagi sembako kepada 10 lansia sebagai bentuk kepedulian sosial. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan apresiasi terhadap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama satu tahun perjalanan KAPLUT.

“Melalui peringatan satu tahun ini, KAPLUT Sport & Music diharapkan terus tumbuh menjadi wadah pemberdayaan sosial yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan,” tandasnya.

Keberadaannya sekaligus menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial dalam menghadirkan inovasi pelayanan dan pemberdayaan sosial yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk tetap sehat, aktif, produktif, dan bahagia. (*)

Puncak HUT ke-76 IDI di Jembrana: Bupati Kembang Tegaskan Tenaga Kesehatan Ujung Tombak Pembangunan Daerah


Jembrana  Bali Kini – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menghadiri Acara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Minggu (8/11).


Mengusung tema "IDI Berkemajuan, Berbakti untuk Bangsa", perayaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Kabupaten Jembrana.


Dalam sambutannya, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengapresiasi tinggi dedikasi para dokter yang berjuang di garis depan pelayanan kesehatan. Ia menekankan bahwa profesi dokter memiliki peran mulia yang membutuhkan pengorbanan besar.


"Menjadi dokter bukanlah pekerjaan yang ringan. Ada tanggung jawab besar, pengorbanan waktu, bahkan sering kali harus meninggalkan keluarga demi menyelamatkan pasien. Atas nama Pemerintah Kabupaten Jembrana, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian seluruh dokter," ujarnya


Lebih lanjut, Bupati Kembang menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik seperti rumah sakit atau puskesmas, melainkan berfokus pada kesiapan sumber daya manusianya.


"Dokter, perawat, bidan, dan seluruh tenaga kesehatan harus menjadi satu kesatuan kekuatan. Kami berharap IDI terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang ramah, cepat, profesional, dan penuh kepedulian," tambahnya.


PIhaknya juga mengajak para dokter untuk mengambil peran promotif dan preventif di tengah masyarakat, bukan hanya berfokus pada pengobatan. 

"Dokter mengobati orang sakit, tetapi juga punya peran penting mengedukasi masyarakat agar tidak mudah jatuh sakit. Dan ingat, selain menyehatkan masyarakat, para dokternya juga harus tetap menjaga kesehatan diri sendiri," pesannya.


Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-76 IDI Cabang Jembrana, Dr. I Ketut Ray Wiwa Negara, Sp.OG., melaporkan bahwa rangkaian kegiatan perayaan tahun ini melibatkan seluruh cabang IDI se-Bali untuk mempererat solidaritas dan kebersamaan antar-sejawat.


"Rangkaian kegiatan telah melipatkan seminar ilmiah terkait penanganan kanker serviks untuk meningkatkan kompetensi dokter, kejuaraan olahraga (bulu tangkis, tenis lapangan, tenis meja, zumba, dan fun walk), pameran UMKM lokal Jembrana, hingga aksi bakti sosial. Dalam bakti sosial, kami menggelar pemeriksaan CKG, konsultasi spesialis, pembagian kacamata gratis dan vitamin, serta donor darah berkolaborasi dengan PDD PB Kabupaten Jembrana," jelasnya

Ia menambahkan, perayaan HUT ke-76 ini menjadi ajang refleksi dan pembaruan komitmen agar dokter Indonesia terus bersatu dan memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan bangsa.


Pada kesempatan yang sama, Ketua IDI Wilayah Bali, Prof. Dr. dr. I Made Sudarmaja, M.Kes., menyampaikan bahwa perayaan HUT IDI tingkat provinsi dilaksanakan secara bergilir di setiap kabupaten/kota, di mana IDI Cabang Jembrana dipercaya menjadi tuan rumah perayaan tahun ini.(*)

Rayakan Hari Jadi Ke-43, SMAN 1 Mendoyo Berbagi Bantuan untuk Warga Sekitar

Jembrana , Bali Kini — Suasana meriah menyelimuti SMA Negeri 1 Mendoyo. Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 sekolah tersebut diwarnai berbagai rangkaian acara menarik, mulai dari aksi sosial, pementasan seni (pensi), fun run, hingga berbagai perlombaan meriah, Sabtu (7/11).

Perayaan hari jadi ini terasa semakin istimewa karena dihadiri langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, bersama Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat).
Tidak hanya sekadar hadir, Bupati Kembang dan Wakil Bupati Ipat turut ambil bagian dalam aksi sosial dengan menyerahkan bantuan sembako secara langsung kepada warga kurang mampu di sekitar lingkungan sekolah, serta memberikan bantuan pribadi.

Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan mengapresiasi perjalanan panjang SMAN 1 Mendoyo yang telah membuktikan eksistensinya sebagai salah satu pilar pencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing di Kabupaten Jembrana.
"Selamat Ulang Tahun yang ke-43 untuk SMA Negeri 1 Mendoyo. Di usianya yang semakin matang ini, SMAN 1 Mendoyo tidak hanya terus menorehkan prestasi di bidang akademik maupun non-akademik, tetapi juga konsisten menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kepedulian sosial, dan akhlak mulia kepada para siswanya," ujar Kembang.

Ia juga berpesan agar sekolah ini senantiasa menjadi garda terdepan dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap menyongsong masa depan, serta terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun kualitas pendidikan yang inklusif dan berkemajuan.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan dan kemajuan sekolah, Pemkab Jembrana turut menyerahkan bantuan simbolis senilai Rp5.000.000 yang diterima langsung oleh Kepala SMAN 1 Mendoyo.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Mendoyo, I Ketut Ngurah Suka Darmasada, mengungkapkan rasa bangganya terhadap sejarah panjang sekolah yang dipimpinnya. Sebagai sekolah tertua nomor dua di Kabupaten Jembrana, usia ke-43 tahun ini dimaknai bukan sekadar perayaan rutin.
"Pertambahan usia ini merupakan momentum bagi kita untuk merekam jejak, berevaluasi, dan menata langkah ke depan. Saya berharap SMAN 1 Mendoyo terus bertransformasi menjadi lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman," ungkapnya.
Dirinya juga berpesan kepada para siswa agar senantiasa menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, memiliki karakter kuat, berintegritas, serta kepedulian sosial yang tinggi.
"Kepada rekan-rekan guru dan staf, terima kasih atas dedikasi tanpa lelah dalam membimbing dan mendidik anak-anak kita. Mari kita terus bergerak bersama, menjaga kekompakan, dan mengukir prestasi-prestasi baru demi membawa nama baik sekolah yang kita banggakan ini," pungkasnya.(*)

Kebakaran Bengkel Sumber Urip Motor di Karangasem, Kerugian Ditaksir Rp1,7 Miliar



KARANGASEM, Bali Kini - Kebakaran hebat melanda bengkel sepeda motor Sumber Urip Motor yang berada di Jalan Untung Surapati, Lingkungan Galiran Kaler, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem, Sabtu (7/11/2026) malam. Bangunan ruko tiga lantai milik I Gusti Gede Putu Urip tersebut ludes dilalap api. Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp1,7 miliar.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 19.05 Wita. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali diketahui saat seorang warga bersama suaminya melintas di depan bengkel dan melihat kepulan asap hitam dari dalam bangunan. Saksi kemudian menghubungi pemilik bengkel serta petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem.

Tak berselang lama, sejumlah armada pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan penanganan. Saat pemilik bengkel datang, api sudah membesar, terutama di bagian lantai satu. Kobaran api kemudian semakin meluas hingga melahap sebagian besar bangunan beserta barang-barang di dalamnya.

Proses pemadaman berlangsung cukup sulit lantaran banyaknya material yang mudah terbakar di dalam bangunan, seperti oli, ban, serta berbagai peralatan dan perlengkapan bengkel lainnya. Kondisi tersebut membuat kobaran api sulit dikendalikan, terutama di bagian lantai dua bangunan.

Sebanyak 14 personel Damkartan dari Regu 3 Pos Karangasem dan Pos Selat diterjunkan dengan mengerahkan tujuh unit armada pemadam. Dalam proses penanganan, petugas juga mendapat bantuan dari personel kepolisian, TNI, PLN, serta masyarakat setempat. Personel Polsek Karangasem turut melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi untuk mendukung kelancaran proses pemadaman.

Meski menghadapi sejumlah kendala, petugas Damkar tidak menyerah dan terus melakukan berbagai upaya untuk menjinakkan api. Kesulitan terutama dihadapi saat melakukan pemadaman di lantai dua bangunan. Petugas berupaya menjangkau titik api menggunakan tangga hingga menggunakan peralatan untuk menembus bagian ruangan agar dapat melakukan pemadaman dari dalam.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem, Artha Negara, mengatakan proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama karena banyaknya material mudah terbakar yang tersimpan di dalam bengkel. Selain itu, petugas juga mengalami kesulitan menjangkau titik api di lantai dua bangunan.

“Penanganan memang cukup sulit karena di dalam bangunan terdapat banyak material yang mudah terbakar, seperti oli, ban, dan berbagai perlengkapan bengkel. Namun, personel tetap berupaya maksimal melakukan pemadaman dengan berbagai cara agar api bisa dikendalikan dan tidak merembet ke bangunan di sekitarnya,” demikian draf kutipan Kadis Damkartan Karangasem, Artha Negara.

Dalam proses pemadaman tersebut, petugas menghabiskan sekitar 48 ribu liter air. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.15 Wita, setelah petugas berjibaku selama lebih dari dua jam.

Sejumlah barang yang terbakar di antaranya berbagai jenis suku cadang sepeda motor, ban mobil dan sepeda motor, satu unit alat pembuka ban, dua unit kompresor, tiga set tempat tidur, satu unit kulkas, berbagai jenis oli, sejumlah aki kendaraan, tiga unit sepeda motor, serta satu unit pompa nitrogen.

Kebakaran tersebut juga mengakibatkan satu orang petugas Damkar mengalami luka-luka saat terlibat dalam proses penanganan. Sementara itu, berdasarkan laporan kepolisian, kerugian materiil akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp1,7 miliar.

Penanganan kebakaran turut disaksikan langsung oleh Bupati Karangasem, Kepala Dinas Damkartan, Sekretaris Dinas, jajaran kepala seksi, petugas PLN, TNI-Polri, serta masyarakat setempat. Dua unit mobil crane juga diterjunkan untuk membantu proses penanganan di lokasi.

Pasca kejadian, personel Polsek Karangasem bersama Unit Identifikasi Polres Karangasem melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan korban dan saksi-saksi. Kasus tersebut kini ditangani Unit Reskrim Polsek Karangasem.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. (Ami)

Sabtu, 07 November 2026

Wali Kota Jaya Negara: Langkah Antisipasi Cegah Banjir Jelang Musim Penghujan.


Ket foto : Pemkot Denpasar Gencarkan Normalisasi Sungai di 40 Titik Sedimentasi,


Denpasar,Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas PUPR terus menggencarkan normalisasi menyeluruh dengan menyasar sungai-sungai di Kota Denpasar. Langkah tersebut sebagai upaya antisipasi dalam mencegah potensi genangan dan banjir menjelang musim penghujan. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat meninjau nornalisasi Tukad Rangda, Kelurahan Panjer, Sabtu (7/11). 

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Jaya Negara yang didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Darsa serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa mengatakan, normalisasi sungai dan drainase menjadi salah satu langkah penting dalam mengantisipasi potensi banjir di Kota Denpasar. Normalisasi ini menjadi langkah strategis untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko terjadinya genangan dan banjir saat curah hujan meningkat.

"Normalisasi sungai-sungai di wilayah Kota Denpasar ini dilaksanakan pada titik-titik sedimentasi dengan harapan dapat memperlencar arus air guna mencegah banjir menjelang musim penghujan," ujar Jaya Negara. 

Dikatakannya, saat ini terdapat sekitar 40 titik sedimentasi subgai dan drainase yang tengah dikerjakan normalisasi oleh Dinas PUPR Kota Denpasar. Beberapa diantaranya meliputi Tukad Badung, Tukad Teba, Tukad Punggawa, Tukad Loloan, Tukad Mati, Tukad Rangda, Tukad Ngenjung dan Tukad Ayung. Khusus penanganan Tukad Mati, Pemkot Denpasar sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).

"Kami berharap melalui normalisasi ini sungai-sungai di Kota Denpasar dapat optimal menampung air saat curah hujan meningkat, dan kami juga mengimbau maayarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa mengatakan, pekerjaan normalisasi sungai dan drainase di Kota Denpasar telah dimulai sejak awal tahun. Bahkan, pengerjaan normalisasi juga terus ditambah pada Perubahan APBD Kota Denpasar. 

"Sebanyak 40 titik kita sedang kerjakan dengan target tuntas awal Desember ini, namun banyaknya usulan masyarakat juga akan kami kerjakan sesuai dengan urgensinya secara bertahap dengan pengerukan sedimen hingga mencapai lapisan tanah keras di dasar sungai," ujarnya. 

Cipta Sudewa menekankankan bahwa normalisasi sungai merupakan salah satu program strategis sebagai langkah preventif dalam mencegah banjir. Meski demikian, Pemkot Denpasar melalui Dinas PUPR juga telah merealisasikan pembangunan pompa air di beberapa titik wilayah yang berpotensi terjadi genangan. 

"Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai serta meminimalkan potensi banjir, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan aliran sungai," ujarnya. (*).

Wagub Giri Prasta Serahkan Bantuan kepada 27 Petani di Tiga Subak


JEMBRANA , BALI KINI – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyerahkan bantuan sosial penguatan ekonomi kepada 27 petani terdampak kekeringan dan gagal panen di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11/2026). Bantuan diserahkan di Balai Subak Pangkung Buluh, didampingi Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.

Sebanyak 27 petani penerima bantuan berasal dari tiga subak, yakni Subak Peh, Subak Pangkung Buluh, dan Subak Tegal Jati. Mereka mengalami kerugian akibat keterbatasan pasokan air irigasi selama musim kemarau yang berdampak terhadap produktivitas pertanian.

 Bantuan Diharapkan Ringankan Beban Ekonomi Petani*

Dalam kegiatan tersebut, Wagub Giri Prasta menyerahkan bantuan secara simbolis kepada empat perwakilan petani, yakni I Ketut Kaler sebesar Rp20 juta, I Ketut Waca sebesar Rp15,6 juta, I Ketua Malya sebesar Rp8,9 juta, dan I Made Winata sebesar Rp8,4 juta.

"Ini program dari Pemerintah Provinsi Bali. Semoga bantuan ini dapat mengurangi beban masyarakat petani yang terdampak gagal panen," ujar Giri Prasta.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali memberikan perhatian terhadap kondisi petani yang mengalami kerugian akibat kekeringan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan usaha pertanian, memperkuat ekonomi keluarga, serta menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian.

Pemprov Bali Apresiasi Ketangguhan Petani di Tengah Tantangan Kekeringan*

Wagub Giri Prasta mengapresiasi kerja keras para petani yang terus berupaya mempertahankan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan ketersediaan air. Menurutnya, petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan.

Ia menyampaikan bahwa Gubernur Bali memberikan perhatian terhadap kondisi petani yang mengalami gagal panen agar mereka tidak harus menanggung kerugian tanpa adanya dukungan pemerintah.

"Pemerintah hadir untuk membantu meringankan kerugian yang dialami petani. Kita tidak ingin para petani yang sudah bekerja keras justru menghadapi kesulitan tanpa mendapatkan perhatian," ungkapnya.
Petani Sampaikan Persoalan Irigasi, Sumur Bor, dan Harga Hasil Panen*

Dalam dialog bersama Wagub Giri Prasta, sejumlah petani menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari menurunnya debit air irigasi, kerusakan saluran pengairan, hingga harga jual hasil pertanian yang dinilai belum menguntungkan petani.

I Ketut Kaler mengeluhkan semakin berkurangnya debit air irigasi yang berdampak terhadap produktivitas dan pendapatan krama subak. Ia juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap stabilitas harga hasil pertanian.

Sementara itu, I Ketut Waca menyampaikan persoalan kebocoran saluran irigasi yang menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian tidak optimal. Ia juga mengusulkan perbaikan sumur bor serta penggantian pompa berbahan bakar solar menjadi pompa bertenaga listrik.

"Kami berharap sumur bor yang ada dapat diperbaiki dan menggunakan tenaga listrik. Selama ini penggunaan bahan bakar solar menjadi kendala karena sulit diperoleh," ujar I Ketut Waca.

Wagub Dorong Konservasi Sumber Air di Hulu Bendungan Benel dan Palasari*

Menanggapi persoalan menurunnya debit air irigasi, Wagub Giri Prasta menekankan pentingnya langkah konservasi sumber daya air secara berkelanjutan. Ia mengajak pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan krama subak bersinergi menjaga kawasan hulu bendungan melalui penghijauan dan penanaman pohon.

Secara khusus, Giri Prasta menyoroti pentingnya pelestarian kawasan hulu Bendungan Benel dan Bendungan Palasari sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian.

"Di sini ada Bendungan Benel dan Bendungan Palasari. Kita harus mulai melakukan penanaman pohon yang mendukung kelestarian sumber air di kawasan hulu bendungan. Ini untuk kepentingan jangka panjang, bagi anak cucu dan generasi mendatang," tegasnya.

Menurutnya, konservasi kawasan hulu menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan air irigasi sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan sumur bor.

Ia juga mengaitkan upaya pelestarian lingkungan tersebut dengan nilai kearifan lokal Bali melalui perayaan Tumpek Uduh yang mengajarkan penghormatan dan pemuliaan tumbuh-tumbuhan sebagai sumber kehidupan.

Pemprov Bali Upayakan Stabilitas Harga Hasil Pertanian*

Selain persoalan ketersediaan air, Wagub Giri Prasta turut menyoroti pentingnya perlindungan harga hasil pertanian agar para petani memperoleh pendapatan yang layak, terutama saat memasuki musim panen.

Ia menyampaikan bahwa persoalan harga hasil pertanian telah dikoordinasikan dengan tim pengendalian inflasi daerah sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pasar dan melindungi kepentingan petani.

Menurutnya, upaya menjaga harga hasil pertanian merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan sebagaimana menjadi prioritas pemerintah pusat.

"Ini tanggung jawab pemerintah untuk menjaga kedaulatan pangan, sesuai arahan Bapak Presiden Republik Indonesia. Kami akan berupaya menjaga agar harga hasil pertanian tidak jatuh saat musim panen," tegas Giri Prasta.

Bantuan dan Penguatan Infrastruktur Pertanian Diharapkan Berjalan Beriringan*

Melalui penyerahan bantuan sosial penguatan ekonomi tersebut, Pemerintah Provinsi Bali berharap para petani terdampak gagal panen dapat kembali menjalankan aktivitas pertanian sekaligus mempertahankan perekonomian keluarga.

Selain bantuan langsung, perhatian terhadap keberlanjutan sektor pertanian juga diarahkan pada upaya pelestarian sumber air, perbaikan sistem irigasi, serta stabilisasi harga hasil pertanian agar kesejahteraan petani dapat terus ditingkatkan.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya.(*)

Baru Tarik Uang Rp100 Juta dari Bank, Mobil Pensiunan di Karangasem Dibobol Saat Makan Siang


KARANGASEM, Bali Kini – Nasib apes dialami seorang pensiunan, I Gusti Lanang Suardana (64). Uang tunai sebesar Rp100 juta yang baru saja ditarik dari Bank BNI raib digondol pencuri setelah kaca mobilnya dipecah saat ditinggal makan siang di sebuah rumah makan di Jalan Diponegoro, Karangasem, Jumat (6/11/2026).

Peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama anaknya mendatangi Bank BNI di Jalan Ahmad Yani, Desa Subagan, untuk menarik uang tabungan sekitar pukul 13.15 WITA. Proses penarikan uang sebesar Rp100 juta baru selesai sekitar pukul 14.00 WITA.

Setelah menerima uang tersebut, korban mengaku menyimpannya di bawah jok penumpang depan sebelah kiri mobil Toyota Agya bernomor polisi DK 1004 SG.

Korban kemudian melanjutkan perjalanan dan sempat mengisi BBM di SPBU Jasri. Karena anaknya lapar, korban akhirnya memutuskan untuk makan siang di Rumah Makan Manalagi.

Mobil diparkir di seberang jalan, tepatnya di depan Masjid Jami An-Nur. Namun, setelah sekitar 15 menit makan, korban dan anaknya kembali ke mobil dan mendapati kaca pintu depan sebelah kiri sudah pecah.

“Awalnya anak saya kaget melihat kaca mobil sudah pecah. Anak saya sempat mengatakan, ‘Panasan mobilnya, Pak, belah kacanya.’ Setelah saya periksa, ternyata uang Rp100 juta yang saya simpan di bawah jok sudah tidak ada,” ungkap korban dalam keterangannya kepada polisi.

Korban mengaku langsung menyadari uang yang baru saja ditarik dari bank tersebut telah hilang. Ia kemudian menghubungi temannya untuk meminta bantuan sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polres Karangasem.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp104 juta. Rinciannya, uang tunai Rp100 juta serta kerusakan kaca mobil yang ditaksir sekitar Rp4 juta.

Sementara itu, Satreskrim Polres Karangasem telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari meminta keterangan korban, mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Hingga kini, identitas pelaku masih dalam penyelidikan. Polisi masih mendalami peristiwa tersebut untuk mengungkap pelaku pencurian sekaligus menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas yang dapat membantu proses pengungkapan kasus. (Ami)

Viral Sate Babi Super Jumbo Ada di Ke & Me Court


Denpasar , Bali Kini  - Banyak kita jumpai para pedagang Sate Babi tepi jalan. Harga dan bentuk kemasannyapun standar dan seperti sudah pakem antara besarnya daging dan jumlah tusuk sate untuk satu porsinya. 
Namun kali ini, Sate Super Jumbo yang selama ini hanya menerima orderan dari rumah, sudah mulai tampil ke luar "Kandang" Setelah sebelumnya sempat viral lantaran besarnya daging pada sate sangat jumbo yang beda dengan yang ada di luaran sana. 
Hanya tiga hari saja Sate Jumbo hadir di Ke & Me Court Supratman, Kesiman Denpasar. Jro pedagang Sate Jumbo ini berkelakar hanya menyediakan 108 tusuk saja setiap hari. "Untuk acara Basket di Ke & Me Court ini, sebenarnya sudagh berlangsung sejak 25 Oktober, kemarin. Namun untuk Sate Super Jumbo kali ini sudah dimulai sejak Kamis 5 November dan selesai sampai Minggu nanti 8 November," Akunya serambi memastikan baru mulai buka pukul 10 pagi. 
Demikian Jro, Sate Jumbo yang dijualnya tidak sampai bertahan hingga 3 jam sudah habis dari mulai buka "asap". Selain itu uniknya, dalam pembakaran sate Babi pak Jro ini tidak menggunakan bara. Lalu ? " Bakar sate pakai sistem kompor gas, agar tidak menimbulkan polusi asap," Terangnya. 
So, bagi yang ingin mencoba sangat sate babi jumbo ini, sebelum kehabisan buruan kunjungi aja event kejuaran Basket yang ada di Ke & Me Court di jalur Supratman wilayah Kesiman, Denpasar Timur.(Jro)

Jumat, 06 November 2026

Wali Kota Jaya Negara Apresiasi Semangat Gotong Royong Jaga Pantai, Wujudkan Pariwisata Berkualitas.


Ket foto : Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Dandim 1611 Badung, Letkol Inf. Kadek Muliarsa, dan Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. I Wayan Winaya saat turun langsung melaksanakan aksi kebersihan di kawasan Pantai Semawang, Sanur, Jumat (6/11).

Sinergi Lintas Sektor Gelar Aksi Kebersihan di Sepanjang Pantai Denpasar,


Denpasar, Bali Kini - Sinergi lintas sektor yang melibatkan ASN Pemkot Denpasar, TNI, Polri, hingga masyarakat setempat turut ambil bagian dalam aksi kebersihan di sepanjang garis pantai Kota Denpasar, Jumat (6/11). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menangani penumpukan sampah kiriman di kawasan pesisir Pantai Sanur, sekaligus menjaga kebersihan dan keindahan pantai serta kualitas pariwisata di Kota Denpasar.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara turun langsung melaksanakan aksi kebersihan di kawasan Pantai Semawang, Sanur. Turut hadir Dandim 1611 Badung, Letkol Inf. Kadek Muliarsa, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. I Wayan Winaya, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, pimpinan OPD, ASN di lingkungan Pemkot Denpasar, jajaran TNI/Polri, hingga masyarakat setempat.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, di sela-sela aksi mengatakan bahwa memasuki musim penghujan dengan kondisi angin yang tidak menentu berpotensi menyebabkan kawasan pantai di Kota Denpasar menerima sampah kiriman. Karena itu, aksi pembersihan dilaksanakan secara serentak dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari ASN, TNI, Polri, hingga masyarakat setempat.

"Kami berkomitmen untuk menjaga kawasan pantai agar tetap bersih. Kali ini, secara serentak dari berbagai unsur kita melaksanakan aksi kebersihan pantai di Kota Denpasar, mulai dari Pantai Biaung hingga Pantai Mertasari," ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut dijelaskan, hampir seluruh kawasan pantai di Kota Denpasar merupakan kawasan pariwisata. Karena itu, menjaga kebersihan pantai menjadi tanggung jawab bersama sebagai salah satu upaya mempertahankan kualitas pariwisata di Kota Denpasar.

"Kami mengucapkan terima kasih atas semangat gotong royong semua pihak, baik TNI, Polri, masyarakat, maupun ASN atas partisipasinya dalam mewujudkan kawasan pesisir pantai kembali bersih. Mari kita jaga bersama kebersihan pantai dan tidak membuang sampah sembarangan demi Denpasar yang bersih serta pariwisata berkualitas dan berkelanjutan," ujarnya.

Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa mengatakan, proses pembersihan sampah kiriman di kawasan pantai wilayah Denpasar telah dilaksanakan sejak Senin (2/11). Hingga saat ini, sebanyak 57 truk sampah dengan total volume mencapai lebih dari 142,5 ton berhasil diangkut dari kawasan pesisir.

"Pembersihan akan terus kami laksanakan sehingga kawasan pantai di Kota Denpasar tetap bersih, indah, dan asri, serta tetap menjadi pilihan wisatawan untuk berwisata," ujar Gustra. (Ags).

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved