-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Sabtu, 06 Juni 2026

Pencurian Benda Sakral di Tiga Griya Budakeling, Kerugian Ditaksir Capai Miliaran Rupiah

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Kasus pencurian benda sakral milik sejumlah sulinggih di Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem, menghebohkan masyarakat, Jumat (5/6/2026) Sedikitnya tiga griya menjadi sasaran pencurian dengan barang yang hilang berupa Ketu perlengkapan kepala yang digunakan Pedanda dan aksesoris  lainnya yang digunakan sulinggih saat memimpin puja. Sejumlah barang yang dicuri diketahui mengandung emas dan batu permata sehingga total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Petugas gabungan dari Polsek Bebandem, Satreskrim Polres Karangasem, dan Tim Identifikasi Polres Karangasem pada Jumat pagi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di tiga lokasi berbeda di Desa Budakeling.

Lokasi pertama berada di Griya Kawan. Di lokasi ini, pelaku diduga mengambil bawa dan genitri yang merupakan perlengkapan yang digunakan sulinggih saat melaksanakan puja.

Lokasi kedua berada di Griya Dauh. Sejumlah benda sakral yang dilaporkan hilang di antaranya bawa, elang karna, padma, dan perlengkapan lainnya yang biasa digunakan pedanda saat memimpin upacara keagamaan.

Sementara lokasi ketiga berada di Griya Demung. Di tempat ini, pelaku juga dilaporkan membawa kabur bawa yang merupakan salah satu sarana penting dalam kegiatan kependetaan.

Kapolsek Bebandem, I Gusti Ngurah Bagus Swastawan, mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para korban maupun saksi-saksi guna mengungkap pelaku pencurian tersebut.

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi memasang garis polisi di sejumlah lokasi kejadian. Selain itu, petugas juga melakukan pendalaman terhadap berbagai petunjuk yang ditemukan di TKP.

Kasus ini mendapat perhatian luas karena barang yang dicuri bukan hanya memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tetapi juga nilai spiritual dan religius bagi para sulinggih. Aparat kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik pencurian benda-benda sakral tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa perlengkapan yang hilang menggunakan material emas dengan berat yang cukup signifikan. Selain nilai materiil yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah, kehilangan benda-benda tersebut juga berdampak terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan para korban. Polisi berharap pelaku dapat segera diidentifikasi dan ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Ami)

Jumat, 05 Juni 2026

Gorong-Gorong Rusak di Jalur Takmung–Lepang Mulai Ditangani


Klungkung , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai menangani kerusakan gorong-gorong di ruas Jalan Takmung–Lepang, Kecamatan Banjarangkan. Penanganan dilakukan melalui paket pekerjaan pemeliharaan berkala jalan yang saat ini telah memasuki tahap pelaksanaan. 

Paket pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh pemenang tender, CV Dwi Karya Perdana, dengan nilai kontrak sebesar Rp.396.990.000. Pekerjaan memiliki masa pelaksanaan selama 60 (enam puluh) hari kalender, terhitung sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 3 Juni 2026 hingga 1 Agustus 2026.

Salah satu pekerjaan utama dalam paket ini adalah pembangunan kembali gorong-gorong kotak beton bertulang (box culvert) yang mengalami kerusakan. Gorong-gorong dibangun menggunakan sistem precast dan lean concrete dengan ukuran dalam 80 sentimeter x 80 sentimeter dan panjang 6 meter. Pekerjaan ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi drainase sekaligus menjaga kondisi badan jalan agar tidak mudah rusak akibat aliran air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, menyampaikan bahwa pada paket pekerjaan pemeliharaan berkala ruas jalan Takmung–Lepang, selain dilakukan pengerjaan beton kurus, juga dilaksanakan pembangunan gorong-gorong pada titik jalan yang saat ini mengalami kerusakan dan berlubang guna meningkatkan kualitas serta keselamatan pengguna jalan. "Pada paket pekerjaan pemeliharaan berkala ruas jalan Takmung–Lepang ini, selain pengerjaan beton kurus, kami juga melaksanakan pembangunan gorong-gorong pada titik jalan yang saat ini mengalami kerusakan atau berlubang. Pekerjaan ini bertujuan untuk memperbaiki sistem drainase sekaligus meningkatkan kondisi dan keamanan ruas jalan bagi masyarakat," ujarnya, Kamis (4/6). 

Penanganan gorong-gorong tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam menjaga kemantapan infrastruktur jalan serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Dengan perbaikan ini, diharapkan pengguna jalan dapat menikmati akses yang lebih aman, nyaman, dan lancar.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara Hadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali di Buleleng

Buleleng, Bali Kini - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menghadiri kegiatan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” yang digelar di Taman Kota Singaraja, Jumat (5/6).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, serta jajaran TP PKK kabupaten/kota se-Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Sagung Antari Jaya Negara juga menyerahkan bantuan berupa 10 tas belanja kepada 10 orang penerima dari masyarakat Kabupaten Buleleng. Tas tersebut berisi berbagai kebutuhan hasil belanja produk UMKM dan pedagang lokal yang ada di Pasar Rakyat.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengaku senang dapat mengikuti kegiatan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbelanja produk lokal dan UMKM, namun juga menjadi momentum untuk berbagi dan membantu masyarakat di Kabupaten Buleleng.
“Selain dapat berbelanja produk masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk berbagi dan mempererat rasa kebersamaan antar daerah di Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta mengatakan, Pasar Rakyat PKK merupakan program yang telah berjalan sejak periode pertama kepemimpinan Gubernur Bali saat masa pandemi Covid-19. Saat itu, para petani kesulitan menjual hasil panen karena minimnya pembeli bahkan djberikan begitu saja. 

“Melalui pasar rakyat ini kami mengajak petani dan UMKM untuk menjual produknya. Awalnya dilaksanakan di depan Kantor Gubernur Bali dan seluruh pengurus PKK bergotong royong membantu masyarakat,” jelasnya.

Ia mengatakan, setelah pandemi mereda, kegiatan tersebut terus berkembang dengan mengusung tema “Berbelanja dan Berbagi”. Selain mempererat silaturahmi antar pengurus TP PKK se-Bali, kegiatan ini juga menjadi sarana mendukung perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, dan pengerajin lokal.

Ny. Seniasih Giri Prasta menambahkan, melalui kegiatan ini setiap TP PKK kabupaten/kota diwajibkan berbelanja produk UMKM yang kemudian dibagikan kembali kepada masyarakat dalam bentuk paket bantuan. Untuk kegiatan kali ini, Kabupaten Buleleng menyiapkan 20 tas bantuan, sedangkan kabupaten/kota lainnya masing-masing 10 tas.

“Tujuan mulia kita adalah menjalin silaturahmi dengan sesama pengurus, kemudian menyapa UMKM, mengajak masyarakat untuk peduli, dan di sini juga ada perputaran uang sehingga kabupaten/kota memiliki kesempatan untuk berkembang,” tegasnya. (IND)

Diawal Heboh Kasus Migas Endingnya Tumpul Dihukuman, Masih Ada Tahura Menanti

Laporan Reporter : Jero Ari

Denpasar , Bali Kini  - Begitu kabar soal penangkapan bos sebuah karaoke di kota Denpasar terkait masalah migas. Kasus ini langsung heboh di dunia maya, seiring waktu sosok yang akrab disapa Pak Man Tompel itu berakhir tersenyum dengan vonis hukuman pidana selama 1 Bulan 20 Hari oleh PN Denpasar.

Dalam perkara ini, pemilik nama asli Nyoman Nirka tidaklah sendiri. Ada tiga terdakwa lainnya yang selama ini dipekerjakannya untuk urusan bahan bakar minyak 'Solar' juga diadili dalam berkas terpisah. Namun ketiganya dijatuhi hukuman selama 6 bulan dari 7 bulan tuntutan JPU dari Kejati Bali.

Sebagaimana tertuang didalam dakwaan Penuntut Umum, Made Lovi Pusnawan, penangkapan terhadap pria 66 tahun kelahiran 1960 itu berawal dari penyelidikan petugas yang mencurigai adanya perniagaan ilegal Bahan Bakar Minyak yang disubsidi pemerintah Jenis Bio Solar.

Penyelidikan itu mengarah di seputaran Jalan Pemelisan Genah Suci Banjar Suwung Batan Kendal, Sesetan, Denpasar Selatan. Tepatnya di hari Jumat 12 Desember 2025 sekira Pukul 17.30 WITA, tim Polda Bali menemukan sebuah mobil Isuzu Panther DK 1343 BF warma biru yang mencurigakan masuk ke sebuah gudang milik Bos Tompel.

Mobil Isuzu Panther yang tangkinya telah dimodifikasi, berisi Solar subsidi dengan volume kapasitas 1.000 Liter yang siap dibongkar dipindahkan kedalam tandon. Selain itu digudang tersebut juga ditemukan 5 buah tandon warna putih masing-masing berisi Solar penuh 1.000 Liter.

"Juga sebuah tandon warna putih berisi Solar 900 Liter. Dua buah mesin pompa masing-masing dilengkapi selang dengan panjang 5 Meter," demikian dalam tertulis di dakwaan.

Petugas juga menemukan beberapa mobil tangki, ada yang masih terisi Solar dan ada juga yang kosong (sudah dituangkan ke tandon).

Dari hasil lidik petugas saat itu terhadap karyawan di lokasi yang ditemukan, menerangkan Bahan Bakar Minyak yang disubsidi pemerintah Jenis Bio Solar tersebut merupakan hasil pembelian dari beberapa SPBU di seputaran Denpasar dengan menggunakan beberapa barcode yang berbeda-beda.

Dalam keterangannya, untuk kapasitas kurang lebih 1000 liter dibeli dengan harga Rp.6.800 per-liter. Sedangkan setiap satu kali pembelian Solar, dilakukan transaksi sebesar Rp.400.000,- untuk 58 liter.

Dari keterangan yang didapat pada gudang tersebut, mereka mengakui apabila kegiatan penerimaan dan penampungan Solar tersebut terakhir kali dilakukan pada hari Jumat tanggal 12 Desember 2025 sebanyak kurang lebih 3.000 liter yang bersumber dari 1 unit mobil box L-300 warna hitam.

Untuk pekerjaan ini, mereka mendapatkan upah masing-masing sebesar Rp.100.000,- untuk sekali penerimaan / pemindahan Solar. "Bahwa pada kenyataannya BBM bersubsidi Jenis Bio Solar dengan jumlah keseluruhan sebanyak kurang lebih 9.900 liter, dengan perincian 5.500 liter yang tersimpan dalam 6 buah tandon dan 4.000 liter yang tersimpan di dalam mobil tangki," tertulis didakwaan.

Dimana bahan bakar minyak bersubsidi itu disimpan di mobil tangki warna biru putih Nomor Polisi DK 8066 BT yang bertuliskan PT. LIANINTI ABADI yang berada di Gudang milik terdakwa Tompel. 

Menariknya, dalam aksinya yang mereka jalani untuk tarik muatan minyak dengan mobil tangki, ternyata tergabung dalam kelompok yang memiliki julukan "Pejuang Jalanan 88 / PJ88.

Didampingi Penasehat Hukum Agus Saputra, SH. Terdakwa tidaklah ditahan dari sejak penyidik Polda Bali menetapkannya sebagai tersangka hingga digulirkan ke pengdilan. Tuntutan hanya 2 bulan, menjadikan Hakim yang diketuai I Wayan Suarta memutuskan hukuman 50 hari (1 bulan 20 hari).

Apakah Bos Tompel juga memohon untuk tidak dimasukkan ke Lapas Kerobokan. Masih belum ada keterangan lebih lanjut, namun perkara kasus pencaplokan Lahan Tahura yang kini menjeratnya masih menanti kendati prosesnya masih jalan ditempat.

Kamis, 04 Juni 2026

Buka Pameran Pendidikan di Nusa Penida, Wabup Tjok Surya Ajak Guru Cetak Generasi Berkarakter

Klungkung , Bali Kini - Suasana penuh meriah dan antusias dari generasi muda terlihat ketika Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra membuka Pameran Pendidikan dan Pentas Seni Tahun 2026 dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA/SMK di GOR Sampalan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Rabu (3/6). 

Kegiatan edukatif yang diinisiasi oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Nusa Penida ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 3 hingga 5 Juni 2026 dengan mengusung tema "Satu Tahun Tumbuh: Cerdas Pikiran, Rasa, dan Makna dalam Harmoni Tri Hita Karana". Adapun yang menjadi tujuan kegiatan ini yakni untuk memperkuat komitmen literasi sekaligus memupuk rasa nasionalisme di kalangan generasi muda serta insan pendidikan di Kabupaten Klungkung.

Dalam sambutannya, Wabup Tjok Surya yang juga selaku Ketua PGRI Kabupaten Klungkung sangat mengapresiasi seluruh jajaran PGRI Cabang Nusa Penida atas dedikasi dan semangatnya dalam bergerak bersama membangun pendidikan yang berkualitas. Selain itu, Wabup juga menekankan kepada guru bahwa pentingnya para siswa dibekali pendidikan karakter sejak dini. “Pendidikan adalah investasi masa depan kita. Maka dari itu, melalui pameran ini pentingnya para guru pengajar membekali siswa pendidikan karakter sejak dini agar nantinya bisa mewujudkan generasi muda Klungkung yang cerdas dan berkualitas,” harap Wabup Tjok Surya.

Lebih lanjut, Wabup Tjok Surya juga meminta agar para guru selain memberikan ilmu pengetahuan guru juga harus diberikan pemahaman cara menggunakan sosial media (sosmed) ini dengan sebaik-baiknya. “Pemkab Klungkung sangat berkomitmen untuk terus mendukung program-program peningkatan kapasitas guru terutama di era digitaliasasi ini agar generasi muda diberikan pemahaman yang maksimal dalam menggunakan sosial media (sosmed) dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya (*)


Wujud Kepedulian, Bupati Klungkung Serahkan Bantuan Kursi Roda dan Sembako Kepada Warga Lansia

Klungkung, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Sebagai bentuk kepedulian nyata, Bupati Klungkung I Made Satria menyerahkan bantuan sosial berupa kursi roda dan paket sembako kepada dua warga lanjut usia (lansia) yang tengah mengalami sakit menahun di wilayah Kecamatan Banjarangkan dan Kecamatan Dawan.

Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Bupati I Made Satria melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Kabupaten Klungkung. Kegiatan penyerahan bantuan sosial ini merupakan program yang rutin dilaksanakan oleh Dinas Sosial P3A di seluruh kecamatan se-Kabupaten Klungkung sebagai langkah nyata untuk meringankan beban ekonomi sekaligus mempermudah aktivitas sehari-hari para penerima manfaat.

Penerima bantuan pertama adalah I Made Sudira (66), seorang warga yang beralamat di Dusun Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan. Sudira yang kesehariannya bekerja di tegalan (kebun) ini mengalami cedera parah setelah tertusuk batang kayu tajam (tunggak). Meski telah menjalani berbagai pengobatan hingga tindakan operasi, kondisi fisiknya hingga kini belum bisa pulih sepenuhnya.

Bantuan kedua diserahkan kepada I Nyoman Mastri (81), warga Dusun Bokong, Desa Sampalan Kelod, Kecamatan Dawan. Sebelum jatuh sakit, Mastri aktif bekerja sebagai pedagang di pasar. Namun, penyakit saraf kejepit yang dideritanya membuat aktivitasnya terhenti. Walau sudah rajin berobat, faktor usia yang sudah senja membuat kesehatannya belum bisa sembuh total.

Di sela-sela penyerahan bantuan, Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan rasa prihatinnya sekaligus memberikan motivasi kepada para penerima agar tetap semangat.

"Semoga bantuan dari pemerintah daerah ini bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban bapak dan ibu sekalian. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan tidak ada warga yang luput dari perhatian pemerintah," ujar Bupati I Made Satria.

Dalam kegiatan turun langsung ke lapangan tersebut, Bupati I Made Satria turut didampingi oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya.

Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap sinergi antara dinas terkait dan aparat desa dapat terus ditingkatkan, sehingga penyisiran terhadap warga yang membutuhkan di seluruh pelosok kecamatan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.(*)

Kasus DBD di Karangasem Bertambah, Dinkes Gencarkan Fogging di Wilayah Terdampak


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini  – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karangasem kembali mengalami peningkatan. Sejumlah kasus dilaporkan terjadi di wilayah Kota Amlapura, Kecamatan Karangasem, serta beberapa desa di Kecamatan Manggis, Kamis (4/6/2026).

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem terus menggencarkan kegiatan fogging atau pengasapan di wilayah yang ditemukan kasus DBD dan berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Salah satu kegiatan fogging dilakukan di Desa Susuan, Kelurahan Karangasem. Pengasapan dilaksanakan setelah ditemukan satu warga setempat yang terjangkit DBD. Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan menerjunkan petugas dengan tiga unit alat fogging untuk melakukan pengasapan mulai dari titik nol kasus hingga radius tertentu.

Pengawas Fogging Dinas Kesehatan Karangasem, I Ketut Pasek Adi Dwipayana, mengatakan fogging dilakukan sebagai upaya memutus rantai penularan DBD di wilayah yang ditemukan kasus.

“Fogging dilakukan di sekitar lokasi kasus untuk membunuh nyamuk dewasa yang berpotensi menularkan virus dengue. Namun upaya ini harus dibarengi dengan pemberantasan sarang nyamuk oleh masyarakat agar hasilnya lebih efektif,” ujar Pasek Adi Dwipayana.

Sementara itu, berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan Karangasem, saat ini cukup banyak pasien DBD yang menjalani perawatan di RSUD Karangasem maupun sejumlah rumah sakit swasta di Karangasem.

Data Dinas Kesehatan Karangasem mencatat, sepanjang Januari hingga April 2026 telah terjadi sebanyak 136 kasus DBD. Sementara data kasus selama Mei 2026 masih dalam proses rekapitulasi dan belum terhimpun secara keseluruhan.

Pasek Adi Dwipayana mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri melalui gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain itu, masyarakat juga disarankan melakukan abatisasi pada tempat-tempat penampungan air.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan penyebaran DBD di Kabupaten Karangasem dapat ditekan sehingga tidak menimbulkan peningkatan kasus yang lebih luas.  (Ami)

Pengembangan Kawasan Jagung Hibrida di Subak Balepunduk, Wabup Guru Pandu Turun Langsung Tanam Bersama Petani

Laporan tim :Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Karangasem terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengembangan Kawasan Jagung Hibrida di Subak Balepunduk, Desa Tegallinggah, Kecamatan Karangasem, yang ditandai dengan gerakan tanam jagung hibrida bersama, Kamis (4/6).

Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa atau yang akrab disapa Guru Pandu turun langsung ke lahan pertanian bersama para petani untuk melakukan penanaman jagung hibrida. Ia didampingi Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem I Made Sugiartha beserta jajaran, Camat Karangasem, Perbekel Tegallinggah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah undangan lainnya.

Selain mengikuti aksi tanam bersama, Wabup Guru Pandu juga menyerahkan bantuan benih jagung secara simbolis kepada kelompok tani penerima manfaat program pengembangan kawasan jagung hibrida.
Kehadiran orang nomor dua di Karangasem tersebut di tengah petani diharapkan mampu memberikan motivasi untuk mengoptimalkan potensi lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pangan daerah.

Dalam sambutan Bupati Karangasem yang dibacakannya, Guru Pandu menegaskan sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Karangasem. Karena itu, pemerintah daerah terus menghadirkan berbagai program yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

"Sektor pertanian merupakan salah satu sektor utama yang mendongkrak perekonomian di Kabupaten Karangasem. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju Karangasem yang AGUNG (Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, dan Gemah Ripah Loh Jinawi). Melalui penguatan ketahanan pangan, kita bersama-sama mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ujarnya.

Menurut Guru Pandu, komoditas jagung memiliki peran strategis karena selain menjadi sumber pangan, juga menjadi bahan baku pakan ternak dan kebutuhan industri. Pengembangan jagung hibrida dinilai sebagai langkah tepat untuk meningkatkan hasil produksi di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan.

"Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting pembangunan daerah. Melalui pengembangan jagung hibrida ini, kami berharap produktivitas pertanian meningkat sehingga mampu mendukung kesejahteraan petani dan kemandirian pangan daerah," katanya.

Ia menambahkan, jagung merupakan komoditas pangan strategis kedua setelah padi. Selain dikonsumsi langsung, jagung juga memiliki peran penting sebagai bahan baku pakan ternak dan berbagai industri pengolahan.

"Pemerintah Kabupaten Karangasem akan terus mendorong pengembangan budidaya jagung hibrida secara berkelanjutan. Kami berharap bantuan benih dan pupuk organik ini dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus mewujudkan pertanian yang tangguh dan mandiri," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem I Made Sugiartha menjelaskan Karangasem memiliki potensi pengembangan jagung yang cukup besar. Luas lahan yang dapat ditanami jagung mencapai 3.219,8 hektare dengan proyeksi luas panen 3.379,4 hektare per tahun dan rata-rata produksi sekitar 8.176 ton per tahun.

Pada Tahun Anggaran 2026, pengembangan kawasan jagung hibrida di Subak Balepunduk mencakup areal seluas 25 hektare yang didanai melalui APBD Kabupaten Karangasem dengan alokasi anggaran sebesar Rp140.962.500.

Melalui program tersebut, kelompok tani menerima bantuan benih jagung hibrida sebanyak 375 kilogram serta pupuk organik padat sebanyak 25 ton guna mendukung kesuburan lahan dan peningkatan hasil panen.

Pemkab Karangasem berharap pengembangan kawasan jagung hibrida dapat melahirkan sentra-sentra pertanian produktif yang mampu memperkuat ekonomi pedesaan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menekankan penguatan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. (Ami)

Wawali Arya Wibawa Resmikan Rumah Singgah Kula Abhi Praya

Ket. Foto :Wakil Walikota, Kadek Agus Arya Wibawa meresmikan Rumah Singgah Kula Abhi Praya Kota Denpasar, yang terletak di Jalan Gatot Subroto IVF, Kamis (4/6). 

Jadi Ruang Konsultasi Permasalahan Perempuan dan Anak

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota, Kadek Agus Arya Wibawa meresmikan Rumah Singgah Kula Abhi Praya Kota Denpasar, yang terletak di Jalan Gatot Subroto IVF, Kamis (4/6). 

Keberadaan Rumah Singgah ini diharapkan akan mampu menjadi ruang  konsultasi, ruang bermain, hingga ruang edukasi, terutama untuk perempuan dan anak.

Hadir langsung Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gde Wibawa, Plt.Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Denpasar, Gusti Ayu Laksmi Saraswati serta undangan lainya.

Sebelum peresmian, Wakil Waikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa dan seluruh undangan melaksanakan peninjauan seluruh ruangan dan taman bermain anak. 

Wakil Walikota Arya Wibawa  menjelaskan, Kota Denpasar dengan spirit Vasudhaiva Khutumbakam secara berkelanjutan terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk perlindungan, pendampingan serta pemulihan bagi perempuan dan anak yang mengalami permasalahan sosial maupun kekerasan. 

"Keberadaan rumah singgah ini diharapkan menjadi tempat yang aman, nyaman, dan humanis bagi korban untuk memperoleh perlindungan sementara sekaligus layanan konsultasi, baik itu pendampingan psikologis, hukum, sosial, maupun penguatan mental dan spiritual," ujarnya. 

Plt. Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Denpasar, Gusti Ayu Laksmi Saraswati menyebut, seluruh rangkaian kegiatan yang dilangsungkan ini merupakan salah satu upaya Pemkot Denpasar dalam rangka memberikan rasa aman bagi perempuan dan anak serta juga mewujudkan keluarga berkualitas. 

Selain layanan konsultasi, baik itu pendampingan psikologis, hukum, sosial, maupun penguatan mental dan spiritual,  Rumah Singgah dilengkapi dengan ahli gizi, dokter, psikolog, dan lainnya.

"Jika terdapat anak-anak dengan gejala kurang gizi di Denpasar, juga akan diarahkan ke Rumah Singgah. Dalam hal ini, para orang tua dapat berkonsultasi lebih intens tentang stunting di Rumah Singgah," ujarnya. 

Dalam laporannya, Laxmy mengungkapkan pada Tahun 2025, di UPTD PPA Kota Denpasar menangani KDRT fisik sebanyak 44 kasus, kekerasan Psikis sebanyak 66 kasus. Sedangkan kekerasan anak sebanyak 32 kasus dan kekerasan perempuan sebanyak 14 kasus.  Hal ini dilatarbelakangi berbagai banyak faktor yaitu ekonomi, permasalahan orang ketiga, pengasuhan anak ataupun masalah lain yang menimbulkan perselisihan di dalam keluarga. 

Lebih lanjut Laxmy mengungkapkan, di triwulan I Tahun 2026 sudah ada 76 kasus perempuan dan anak yakni KDRT fisik yaitu 14 kasus dan 15 kasus KDRT Psikis, 1 kekerasan seksual pada perempuan, kekerasan dalam pacarana yaitu 2 kasus dan terkait pengasuhan anak ada 6 kasus. 

Adapun rujukan permasalahan dari Polresta Denpasar yakni Kekerasan seksual  12 kasus, kekerasan fisik pada anak 6 kasus, 10 kasus kekerasan psikis dan penelantara anakk secara ekonomi sebanyak 5 kasus serta kasus lainnya. Hal tersebut tentunya menjadi bahan pertimbangan untuk didirikannya rumah singgah Kula Abhi Praya. 

"Kita tahu bahwa kasus bunuh diri di Bali sekarang ini paling tinggi di Indonesia. Misalnya, jika di sekolah dan di masyarakat ditemukan keluarga yang menunjukkan gejala gangguan depresi  dia bisa dirujuk ke sini. Atau juga bisa melalui link Denpasar Menyama Bagia," imbuhnya. (Eka)

Kolaborasi Pentahelix Perkuat Legalitas Usaha dan Kepatuhan Investasi di Bangli

KINTAMANI , BALI KINI  – Pemerintah Kabupaten Bangli terus memperkuat fondasi pembangunan ekonomi daerah melalui peningkatan legalitas usaha dan kepatuhan pelaku usaha terhadap pelaporan investasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pendampingan Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Tata Cara Penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui aplikasi Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) yang digelar di Kintamani, Kamis (4/6).

Kegiatan yang diikuti puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor tersebut tidak hanya menjadi ajang sosialisasi perizinan, tetapi juga mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Bangli dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, tertib, dan berkelanjutan.

Dalam sambutan Bupati Bangli yang dibacakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Bangli, Jetet Hiberon, A.P., M.Si., ditegaskan bahwa legalitas usaha merupakan langkah awal yang sangat penting bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.

Menurutnya, Nomor Induk Berusaha (NIB) bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan identitas resmi yang memberikan kepastian hukum bagi setiap pelaku usaha. Pemerintah pun memastikan bahwa penerbitan NIB dapat dilakukan secara gratis, berlaku seumur hidup, dan dapat diakses dengan mudah melalui sistem OSS RBA.

"Jangan sampai ada pelaku usaha yang memiliki produk berkualitas dan mampu bersaing, namun terkendala karena belum memiliki legalitas usaha. NIB merupakan pintu masuk bagi pelaku usaha untuk berkembang lebih jauh dan memperoleh berbagai fasilitas pendukung usaha," demikian pesan Bupati Bangli dalam sambutan tersebut.

Selain legalitas usaha, Pemerintah Kabupaten Bangli juga menekankan pentingnya kepatuhan dalam penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Selama ini masih terdapat persepsi di masyarakat yang menganggap LKPM berkaitan dengan pungutan atau pajak tambahan bagi pelaku usaha.

Padahal, LKPM merupakan instrumen strategis yang digunakan pemerintah untuk memantau perkembangan investasi dan aktivitas usaha di daerah. Data yang terkumpul melalui LKPM menjadi dasar dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, termasuk penyediaan program bantuan, fasilitasi usaha, hingga penyusunan strategi peningkatan investasi.

"LKPM bukan alat pemungutan pajak. Data yang dilaporkan justru menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengetahui kebutuhan pelaku usaha sehingga kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran," ujarnya.

Lebih jauh, Bupati Bangli menekankan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi daerah tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, penegak hukum, dunia usaha, lembaga perlindungan tenaga kerja, serta sektor pendukung lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah instansi turut mengambil peran sesuai bidang tugas masing-masing. Kejaksaan Negeri Bangli memberikan pendampingan hukum guna memastikan aktivitas investasi berjalan sesuai koridor peraturan perundang-undangan. BPJS Ketenagakerjaan mendorong kepatuhan perlindungan tenaga kerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan. Sementara BKPAD mengawal optimalisasi penerimaan daerah yang nantinya kembali dimanfaatkan untuk pembangunan masyarakat.

Di sisi lain, Dinas PUPR berperan dalam mendukung kesiapan tata ruang dan infrastruktur yang menjadi salah satu faktor utama penentu minat investasi. Adapun Dinas PMPTSP sebagai ujung tombak pelayanan perizinan terus berupaya menghadirkan layanan yang cepat, mudah, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pendampingan teknis atau coaching clinic. Para pelaku usaha mendapatkan bimbingan langsung terkait penggunaan aplikasi OSS RBA, mulai dari pembuatan akun, pengajuan izin usaha, hingga penerbitan NIB secara mandiri.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai mekanisme penyampaian LKPM secara berkala agar dapat memenuhi kewajiban pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku. Pendampingan ini disambut positif oleh para pelaku usaha karena memberikan solusi nyata terhadap berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam proses perizinan dan pelaporan usaha.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangli berharap semakin banyak pelaku usaha yang memiliki legalitas resmi dan memahami pentingnya pelaporan investasi. Dengan demikian, iklim usaha di Kabupaten Bangli diharapkan semakin kondusif, mampu menarik investasi yang berkualitas, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan demi terwujudnya Bangli yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.(*)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved