-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Kamis, 14 Mei 2026

Jelang Waisak, Para Bhikhu Sakyamuni Jalani Pindapata


Denpasar , Bali Kini  - Sebanyak delapan orang bhikku dari Vihara Buddha Sakyamuni, menggelar tradisi Pindapata di Jalan Gunung Agung Denpasar, Kamis (14/5). Dalam prosesi ini umat memberikan sedekah kepada para Bhikku serangkaian menyambut Tri Suci Waisak 2570 pada 31 Mei 2026.
Para Bhiku menempuh perjalanan sepanjang 2,1km dari depan Circle K Gunung Agung menuju ke wihara yang ditempuh lebih kurang dua jam. Prosesi ini dimulai pukul 06.00 Wita dan masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini dengan membawa berbagai makanan dan minuman di sepanjang jalan yang dilewati para Bhikku.
Tak hanya umat Budha saja, namun lintas agama pun ikut dalam tradisi tahunan ini. Salah satunya Sri Nur Wahyuni, seorang mahasiswa asal Bandung Jabar juga antusias dalam acara ini. 
"Baginya, berbagi bukan hanya kewajiban satu umat saja, melainkan semua umat beda agama. Semua umat wajib untuk berbagi dengan tulus iklas dari hati, tidak harus kepada sesama agamanya saja," ujarnya.
Warga sekitar mengaku telah mengikuti tradisi ini sejak adanya vihara Sakyamuni. Pengurus Yayasan Vihara Buddha Sakyamuni, Pandita Sudiarta Indrajaya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. "Tujuannya memberikan ruang kepada masyarakat seluas-luasnya untuk menanam kebaikan. Ini adalah hal yang dilakukan bhikku di zaman Budha menjalani kehidupan sebagai pertapa," paparnya.
Hasil dari Pindapata ini akan digunakan untuk membantu kebutuhan para bhiku, dan sisanya akan dibagikan kepada yang membutuhkan. Selain Pindapata, berbagai kegiatan juga dilakukan serangkaian Waisak ini seperti sebulan pedalaman dhama, puja bhakti setiap malam. Serta ada kegiatan puasa setiap hari Purnama Tilem, workshop, dan patidana.
Salah satu bhikku yang ikut tradisi Pindapata, Bhikku Pabhajayo memaparkan, kegiatan Pindapata hari ini sejatinya cara hidup para bhiku. Hidup sebagai biarawan di vihara yang hidupnya disokong oleh umat. Jadi di masa lalu telah jadi kebiasaan harian para bhikku termasuk sang Budha sendiri. Bahkan jadi tradisi dilakukan para Budha di masa lalu. 
Pindapata adalah aktivitas penerimaan derma kebutuhan berupa makanan untuk para bhikku dari umat. Biasanya dilakukan pada pagi hari, bhikku makan setidaknya dua kali bisa juga satu kali tidak lewat dari jam 12 siang. Lazimnya Pindapata dilakukan pagi hari, untuk makan menunjang kehidupan dalam satu hari itu. 
"Jadi di masa lalu Pindapata ini menjadi satu kebiasaan cara hidup bhikku dan saat ini beda dimana umat tak semua sebagai penyokong dan berkeyakinan kepada para Bhikkhu," Tuturnya. 
Apalagi tidak tinggal di lingkungan Bhudis sehingga di kota besar Pindapata jadi tradisi yang setidaknya dalam setahun dua kali dan mengambil momen tertentu seperti di hari Waisak ini. Tujuannya tetap memperkenalkan tradisi Pindapata itu sendiri sebagai sinergi antar umat dan bhikkunya yang dilakukan di jalan umum.

Rabu, 13 Mei 2026

Pemerintah Kabupaten Bangli dan FPRB Tanam 150 Pohon, Peringati HUT ke-822 dengan Aksi Pelestarian Alamv


Bangli , Bali Kini - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Bangli yang ke-822, Pemerintah Kabupaten Bangli bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Pura Dalem Buungan, Kecamatan Susut, Rabu (13/5). Aksi ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekan risiko bencana alam di wilayah yang memiliki banyak aliran sungai dan daerah rawan longsor.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, didampingi Ketua FPRB Kabupaten Bangli, I Wayan Wiwin, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli, Camat Susut, BPBD Kabupaten Bangli, jajaran Polsek Susut, Danramil Susut, Perbekel Desa Tiga, Babinsa Desa Tiga, tokoh adat Jro Mangku Desa Buungan, Kelihan Desa Buungan, dan warga sekitar.

Ketua FPRB Kabupaten Bangli, I Wayan Wiwin, menjelaskan bahwa sebanyak 150 pohon ditanam di lokasi tersebut, terdiri dari beragam jenis tanaman. Mulai dari jenis tanaman pelindung seperti majegau dan ketapang, hingga tanaman buah bernilai ekonomi seperti nangka dan alpukat. Pemilihan lokasi di Pura Dalem Buungan bukan tanpa alasan, mengingat kawasan ini berdekatan dengan aliran sungai dan masuk dalam kategori wilayah rawan bencana, sehingga penanaman pohon diharapkan dapat memperkuat struktur tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem.

“FPRB berkomitmen untuk terus bersatu dan bergerak bersama menjaga alam dan lingkungan sebagai wujud rasa cinta kepada bumi pertiwi. Kami juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Bangli dan seluruh pihak yang senantiasa mendukung setiap langkah kami, baik dalam kegiatan penanaman pohon ini maupun program sosialisasi pengurangan risiko bencana ke masyarakat dan sekolah-sekolah se-Kabupaten Bangli,” ujar I Wayan Wiwin.

Menurutnya, prioritas utama program penanaman pohon FPRB adalah wilayah-wilayah yang memiliki aliran sungai serta daerah rawan bencana. Langkah ini sejalan dengan tujuan jangka panjang untuk mencegah kerusakan lingkungan sekaligus meminimalkan dampak bencana yang dapat merugikan masyarakat luas.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif dan aksi nyata yang dilakukan FPRB. Ia menegaskan, kegiatan reboisasi atau penanaman pohon ini memiliki makna lebih dalam, bukan sekadar menambah jumlah pepohonan, melainkan bertujuan mengembalikan fungsi ekosistem secara menyeluruh.

“Pohon berfungsi sebagai penyaring air alami dan pengendali iklim. Jika ekosistem terjaga dengan baik, maka ketersediaan air bersih terjamin dan suhu lingkungan tetap seimbang, sehingga risiko bencana seperti banjir atau kekeringan dapat ditekan,” jelas Diar.

Pihaknya juga berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh dan memicu semangat organisasi masyarakat, pemuda, serta seluruh warga Bangli untuk semakin mencintai lingkungan dan turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian alam. “Mari kita jaga warisan alam ini bersama-sama, agar Kabupaten Bangli tetap asri, aman, dan lestari untuk generasi mendatang,” tutup Wakil Bupati.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama peringatan HUT Bangli ke-822, yang menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.(*)

Wujudkan Generasi Emas 2045, TP PKK Bangli Gelar Literasi Kesehatan Ibu dan Pencegahan Kanker Serviks


​Bangli , Bali Kini – Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 sekaligus menyambut HUT Kota Bangli ke-822, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli menggelar kegiatan Literasi Kesehatan Ibu dengan tema "Perempuan Sehat dan Berdaya, Cegah Kanker Serviks Menuju Indonesia Emas 2045".

​Acara yang  digelar di Gedung Bukti Mukti Bhakti, Kantor Bupati Bangli, pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan organisasi wanita serta pejabat terkait di lingkungan Pemkab Bangli.


​Dalam sambutannya, Ny. Sariasih Sedana Arta menekankan bahwa kesehatan seorang ibu adalah pilar utama dalam membangun keluarga yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa ibu tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga menjadi teladan dan sumber literasi kesehatan bagi keluarga.

​"Perempuan memiliki peran strategis. Perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat, cerdas, dan berkualitas. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan reproduksi, khususnya pencegahan kanker serviks, harus menjadi prioritas kita bersama," ujar Ny. Sariasih.


​Beliau juga menambahkan bahwa kanker serviks adalah ancaman serius yang sebenarnya bisa dicegah melalui edukasi dini, pola hidup sehat, vaksinasi HPV, serta pemeriksaan rutin melalui metode IVA Test maupun Pap Smear.


​Kegiatan literasi ini menghadirkan narasumber ahli, dr. I Made Pasek Soma Gauthama, yang memaparkan materi komprehensif mengenai "Mencegah Kanker Serviks untuk Mewujudkan Generasi Sehat".

​Dalam pemaparannya, dr. I Made Pasek menekankan pentingnya vaksinasi HPV yang kini telah menjadi bagian dari program imunisasi nasional dan dibiayai negara. Ia menjelaskan bahwa vaksinasi ini sangat efektif jika diberikan sejak dini (usia 9-14 tahun) namun tetap bermanfaat bagi perempuan hingga usia 45 tahun.

​Selain vaksinasi, dr. I Made Pasek juga menggarisbawahi pentingnya skrining dengan metode DNA HPV yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi dibandingkan metode konvensional, guna mendukung target pemerintah dalam eliminasi kanker serviks pada tahun 2030.

​Acara ini turut dihadiri oleh ​Kepala Dinas Kesehatan ,Kepala Dinas PMDPPKB Kabupaten Bangli, ​Ketua GOW Kab. Bangli Ny. Suciati Diar, Ketua Gatriwara, Ketua Bhayangkari, dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Bangli, ​Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Pusparini Riana Putra, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, dan Ketua Dharmayukti Karini, ​Ketua IBI Bangli, Ketua IWAPI Bangli, serta Direktur RS BMC,​Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan se-Kabupaten Bangli.

​Di sela-sela kegiatan, sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi keluarga, dilakukan juga penyerahan bantuan alat Vacuum Sealer untuk mendukung pelatihan olahan babi bagi kelompok binaan PKK.

​Ny. Sariasih Sedana Arta berharap para peserta yang hadir dapat menjadi "Agen Edukasi" di lingkungan masing-masing.

​"Mari kita gerakkan 10 Program Pokok PKK untuk menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Dengan perempuan yang berdaya, kita melangkah pasti menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya seraya membuka acara secara resmi. (*)

Potong Rantai Distribusi, Pemkab Bangli Gelar Pasar Tani di HUT ke-822.

BANGLI , BALI KINI – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli ke-822, Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan menggelar kegiatan Pasar Tani. Acara yang dipusatkan di halaman Kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Bangli pada Rabu (13/5/2026) ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, menjelaskan bahwa kehadiran Pasar Tani merupakan solusi konkret di tengah rantai distribusi pangan yang seringkali terlalu panjang.

"Kegiatan ini sesungguhnya bertujuan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Biasanya, rantai pasar yang panjang menyebabkan harga di tingkat konsumen menjadi tinggi. Melalui Pasar Tani, kita memotong rantai tersebut," ujar I Wayan Sarma di sela-sela kegiatan.

Konsep utama dari kegiatan ini adalah mempertemukan produsen secara langsung dengan pembeli. Dengan menghadirkan petani dan kelompok pengolah pangan, harga yang ditawarkan jauh lebih miring dibandingkan harga di pasar umum.

Bagi Konsumen Mendapatkan produk berkualitas dengan harga yang lebih murah.
Dan bagi Produsen Membantu petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam memperluas jangkauan pemasaran produk mereka.

Pasar Tani kali ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok serta produk olahan lokal khas Bangli, di antaranya Bahan Pangan Segar,Beras dan telur.Produk Olahan Daging: Urutan (sosis khas Bali) dan kerupuk babi.

Olahan Pangan Lokal meliputi Berbagai produk hasil olahan Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan dinas terkait.

I Wayan Sarma menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan untuk memeriahkan HUT Bangli, namun merupakan agenda rutin pemerintah daerah.

"Secara rutin kita lakukan Pasar Tani seperti ini sebagai langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan harga pangan bagi masyarakat Bangli," pungkasnya(*)

Bunda Rai Hidupkan Makna Bergerak dan Berbagi di Pupuan dan Selemadeg Barat


Tabanan , Bali Kini  Bukan sekadar program rutin, aksi sosial Bergerak dan Berbagi” kembali hadir dengan sentuhan lebih dalam dan menyeluruh. Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, turun langsung menyapa dan membantu masyarakat di Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Barat, yakni di Desa Pujungan, Pajahan, Pupuan dan Desa Tiyinggading, Selemadeg Barat, Rabu, (13/5), dengan rangkaian kegiatan yang menyasar hampir seluruh lapisan masyarakat.

Sejak pagi, Bunda Rai bersama jajaran TP PKK Kabupaten Tabanan, Perangkat Daerah terkait, serta kader PKK setempat tampak aktif menyapa warga. Kehadirannya tak hanya membawa bantuan, tetapi juga energi positif yang menguatkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Mengawali kegiatan, Bunda Rai mengunjungi TK Dharma Bakti Kecamatan Pupuan sebagai Bunda PAUD dengan penuh kehangatan. Ia menyerahkan PMT kepada 100 siswa PAUD serta bantuan APE luar ruangan berupa menara terowongan dan tangga titian kepada lima PAUD swasta. Bunda Rai berinteraksi langsung dengan anak-anak, memastikan mereka merasa diperhatikan dan nyaman.

Bunda Rai juga menyampaikan, bahwa perhatian terhadap anak usia dini menjadi prioritas penting dalam membangun generasi masa depan. Kehadiran saya di sini adalah bentuk kerinduan saya kepada anak-anak. Saya merasa sangat bahagia bisa berbagi dan memberikan perhatian melalui PMT dan APE. Ini adalah salah satu upaya kita bersama dalam mencegah stunting sejak dini. Saya berharap orang tua dan guru terus mengarahkan anak-anak untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan ceria,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, program PMT terus digulirkan secara rutin di seluruh kecamatan di Tabanan, sebagai bentuk komitmen berkelanjutan. Sementara bantuan APE diharapkan mampu menciptakan ruang bermain yang lebih variatif dan menyenangkan bagi anak-anak. Bunda Rai juga turut menekankan pentingnya penerapan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat” sebagai fondasi karakter sejak dini.

Setelah itu, kegiatan berlanjut ke Wantilan Desa Pupuan sebagai pusat penyaluran bantuan utama. Di lokasi ini, bantuan disalurkan kepada 10 ibu hamil dengan KEK, 15 penyandang disabilitas, 20 lansia, 15 balita dengan gizi kurang, 6 penderita kanker, serta 70 kader PKK kurang mampu. Tak hanya simbolis, Bunda Rai memastikan seluruh bantuan tersalurkan langsung kepada penerima. Ia juga menyerahkan bantuan tambahan berupa 9 alat bantu dengar dan 2 tripod, serta meresmikan bedah kamar ODGJ milik I Komang Arsana di Desa Pajahan melalui pemotongan pita, penyerahan kunci, dan pemberian sembako.

Memasuki siang hari, kegiatan dilanjutkan ke Desa Tiyinggading, Selemadeg Barat. Bantuan kembali disalurkan kepada 10 ibu hamil KEK, 15 penyandang disabilitas, 20 lansia, 15 balita gizi kurang, 5 penderita kanker, 55 kader PKK kurang mampu, serta 100 anak TK penerima PMT. Diserahkan juga bantuan tambahan berupa 1 tripod, 2 kursi roda, dan 2 walker. Adapun paket bantuan yang diterima masing-masing penerima meliputi 20 kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu balita, 3 kotak susu ibu hamil, 3 kg kacang hijau, 5 kg telur, serta minyak goreng.

Tak berhenti pada bantuan sosial, Bunda Rai juga menguatkan edukasi lingkungan dengan menyerahkan 150 alat dan pelubang biopori sekaligus mempraktikkan langsung penggunaannya di rumah warga. Ia mengajak masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

 

Saat itu Bunda Rai menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TP PKK dalam menjangkau seluruh wilayah di Tabanan. Ia menekankan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah membangun semangat kebersamaan. Kegiatan ini rutin kami lakukan secara roadshow ke seluruh kecamatan. Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi ini adalah bentuk kepedulian kami untuk memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat. Kami ingin hadir langsung, menyapa, dan mengajak masyarakat bersama-sama membangun Tabanan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perannya sebagai Duta PADAS (Palemahan Kedas) dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Menurutnya, penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga, terutama oleh ibu-ibu sebagai penggerak utama keluarga. Pengelolaan sampah ini penting, tidak hanya untuk kebersihan, tetapi juga sebagai langkah preventif mencegah bencana seperti banjir. Bahkan hasil olahan sampah bisa dimanfaatkan untuk mendukung program Aku Hatinya PKK,” tambah Bunda Rai.

Selain itu, sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu, Bunda Rai turut mensosialisasikan Posyandu 6 SPM yang kini mencakup layanan lebih luas, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, hingga perlindungan masyarakat. Ia berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan dasar secara terpadu. Melalui keterlibatan langsung di setiap titik kegiatan, Bunda Rai kembali menegaskan bahwa Bergerak dan Berbagi” bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang kehadiran, kepedulian, dan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tabanan secara berkelanjutan

Di sela-kegiatan di Pupuan, Kepala TK Dharma Bakti, Anak Agung Ayu Wiwik Sagita Ningrum, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Kehadiran Bunda PAUD merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap tumbuh kembang anak usia dini. Bantuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang sehat dan menyenangkan bagi anak-anak,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Pupuan, Ny. Ni Ketut Astutiyani, menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata perhatian dan semangat gotong royong. Kami yakin kegiatan ini membawa manfaat besar dan menjadi penyemangat bagi masyarakat. Ini adalah bentuk cinta kasih yang mempererat kebersamaan,” ujarnya.

 

Hal serupa disampaikan Ketua TP PKK Kecamatan Selemadeg Barat, Ny. Dwi Wahani. Ia mengaku bangga dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Kehadiran ibu menjadi semangat bagi kami dan para kader PKK. Kegiatan ini memperkuat empati, solidaritas, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tuturnya

Angka Stunting Karangasem 3,9 Persen, Dinkes Tekankan Penanganan Tak Cukup Hanya dari Sektor Kesehatan

Foto: sosialisasi pencegahan stunting kepada masyarakat anggota posyandu rendang

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Karangasem terus menggencarkan penanganan stunting dan gizi buruk meskipun capaian angka stunting daerah tersebut saat ini telah berada di bawah target nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama menyebutkan, berdasarkan data MPBGN terakhir, angka stunting di Kabupaten Karangasem saat ini berada di angka 3,9 persen. Angka tersebut dinilai masih cukup baik karena berada di bawah target nasional yang ditetapkan di bawah lima persen.

Namun demikian, pihaknya menegaskan persoalan stunting dan gizi buruk tetap menjadi perhatian serius karena kasus kurang gizi masih ditemukan di masyarakat.

“Stunting kita saat ini 3,9 persen, kemudian wasting 1,9 persen. Artinya kasus kurang gizi masih ada walaupun persentasenya kecil,” ujarnya saat kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis bersama TMMD TNI di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan semata. Ia menjelaskan intervensi spesifik seperti pelayanan kesehatan dan pemberian makanan tambahan hanya berkontribusi sekitar 30 persen dalam upaya penurunan stunting.

Sementara sisanya sangat dipengaruhi intervensi sensitif seperti sanitasi lingkungan, ketersediaan air bersih, hingga pola hidup sehat masyarakat.

“Masalah utamanya harus dikendalikan. Kalau air tidak bagus maka risiko infeksi meningkat. Akibatnya makanan tidak bisa dicerna dengan baik dan ini mempengaruhi tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Ia mengatakan, penanganan stunting di Karangasem dilakukan berdasarkan panduan dan standar penanganan yang telah ditetapkan pemerintah, mulai dari penanganan di rumah sakit hingga pendampingan lanjutan di masyarakat.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga terus mengintegrasikan berbagai program mulai dari promosi kesehatan, sosialisasi kepada masyarakat, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian makanan tambahan bagi anak stunting dan gizi buruk.

Dalam pelaksanaannya, penanganan juga melibatkan lintas sektor seperti pemerintah desa, puskesmas, hingga dukungan program TMMD TNI yang saat ini turut membantu pembangunan fasilitas pendukung seperti akses air bersih di wilayah desa.

Kegiatan pengobatan gratis yang dilaksanakan di Desa Pempatan sendiri menjadi bagian dari upaya terpadu tersebut, sekaligus memperkuat edukasi masyarakat terkait pencegahan stunting sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, angka stunting dan gizi buruk di daerah tersebut dapat terus ditekan dari tahun ke tahun. (Ami)

Selasa, 12 Mei 2026

BANGLI FASHION PARADE 2026.

Mengangkat Pesona Kain Tenun Ikat Tradisional Bali ke Panggung Casual Modern

Bangli , Bali Kini - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli ke-822, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bangli sukses menyelenggarakan perhelatan akbar "Bangli Fashion Parade & Competition 2026". Acara yang dipusatkan di Alun-alun Bangli ini menjadi ajang unjuk kreativitas bagi para desainer muda dan pelajar dalam mengolah Kain Tenun Ikat Tradisional Bali menjadi busana casual yang modis dan berdaya saing.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Bangli SN Sedana Arta yang sekaligus menjadi Pembina Dekranasda Kabupaten Bangli beserta Ibu Ny. Sariasih Sedana Arta yang menjadi Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, didampingi oleh Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar beserta Ny. Suciati Diar, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli beserta Ibu, jajaran Forkopimda, serta seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli. Turut hadir pula jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Bangli lainnya yang menjadi motor penggerak pelestarian kain tenun khas daerah.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar perlombaan saja, melainkan upaya nyata pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali sektor ekonomi kreatif dan memastikan warisan budaya kain tenun tetap relevan di mata generasi muda. Kompetisi tahun ini diikuti oleh berbagai perwakilan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ternama di Bali. Penilaian dilakukan secara ketat oleh dewan juri profesional yang terdiri dari:
• Juri I: Drs. Tjokorda Gde Abinanda Sukawati, M.Sn.
• Juri II: Anak Agung Sagung Istri Karina Prabasari, S.H., M.Kn.
• Juri III: Kadek Tresnajaya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan pesan dan harapannya terkait penyelenggaraan kegiatan ini. “Tenun ikat bukan sekadar kain, melainkan identitas dan kekayaan budaya Bangli yang harus kita jaga dan terus kita kembangkan. Melalui parade dan kompetisi ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk tidak hanya bangga menggunakan kain tradisional, tetapi juga berani berkreasi mengolahnya menjadi busana yang cocok dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Kreativitas inilah kunci agar tenun ikat kita tidak punah tertelan zaman, melainkan semakin dicintai masyarakat luas dan mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional,” ujar Sariasih Sedana Arta. Ia juga menambahkan bahwa Dekranasda akan terus mendorong pelatihan dan pembinaan bagi pengrajin serta desainer muda agar kualitas dan variasi produk tenun Bangli semakin meningkat.

Berdasarkan Berita Acara hasil lomba yang ditandatangani pada Senin, 11 Mei 2026, dewan juri telah menetapkan 6 pemenang terbaik dengan nilai yang sangat kompetitif. Yakni : Juara l di raih oleh SMK N 1 Bangli dengan nilai 280, juara ll diraih oleh SMA N 1 Bangli, juara lll diraih oleh SMK N 3 Bangli. Sementara di posisi Juara harapan l ada Mediteranian Bali-Bangli, Juara Harapan ll SMA N 2 Bangli dan Juara Harapan lll SMA N 1 Susut.

Acara ditutup dengan penyerahan piala dan penghargaan oleh Ketua Dekranasda beserta jajaran pimpinan daerah kepada para pemenang, diiringi harapan agar kain tenun ikat Bangli dapat menembus pasar nasional hingga internasional melalui sentuhan desain-desain modern yang lahir dari kompetisi ini.

20 Ribu Lebih Seniman Terlibat di Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026, Gubernur Koster Minta Dikelola Profesional dan Berkualitas

Harus jadi Kebanggaan Bali dan Menarik Perhatian Wisatawan Dunia


DENPASAR, Bali KIni - Pesta Kesenian Bali (PKB) kembali digelar sebagai ajang seni budaya terbesar di Bali. Event tahunan yang menjadi etalase seni, tradisi, dan kreativitas masyarakat Bali itu akan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya pada Rapat Pleno Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026, Selasa (12/5) pagi di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar menyampaikan jika Pesta Kesenian Bali (PKB) harus dikelola secara profesional dan berkualitas karena tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bali, tetapi juga mendapat perhatian internasional mengingat PKB sebagai ajang pelestarian seni, budaya, dan identitas Bali di mata dunia.

Gubernur Koster yang pada kesempatan ini juga didampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menjelaskan bahwa sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Bali, pelaksanaan PKB dinilai belum berjalan optimal.
Menurutnya, tema yang diusung kerap tidak selaras dengan pertunjukan yang ditampilkan. Selain itu, tata pelaksanaannya dianggap kurang rapi, belum terintegrasi, serta stand pameran UMKM masih dikenakan biaya.

Karena itu, setelah menjabat sebagai gubernur, Koster melakukan penataan dan perancangan ulang pelaksanaan Pesta Kesenian Bali agar lebih tertib, terkonsep, terintegrasi, dan mampu mencerminkan kualitas seni budaya Bali secara lebih baik.

“Dulu antara tema dengan yang ditampilkan sering tidak sesuai. Tata pelaksanaannya juga kurang rapi dan belum terintegrasi. Bahkan pameran UMKM berbayar, para perajin harus membayar stand untuk bisa tampil. Namun sejak saya menjadi Gubernur, stand pameran di Pesta Kesenian Bali digratiskan,” ujar Koster.

Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini menegaskan tata kelola Pesta Kesenian Bali harus menjadi perhatian khusus agar pelaksanaannya berjalan tertib, aman, nyaman, dan berkualitas.

Ia menyoroti pentingnya penanganan kebersihan selama pelaksanaan PKB, baik oleh pengunjung maupun para pedagang. Pengunjung diminta tertib dan tidak membuang sampah sembarangan, sementara pedagang diimbau tidak menggunakan plastik sekali pakai sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan ramah lingkungan di Bali.

Selain kebersihan, Koster juga menekankan aspek keamanan selama pelaksanaan PKB. Menurutnya, sistem keamanan harus dijaga dengan baik agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat menghadiri berbagai rangkaian kegiatan seni dan budaya. Untuk mendukung hal tersebut, pemasangan CCTV di sejumlah titik dinilai penting guna meningkatkan pengawasan dan keamanan pengunjung.

Koster juga meminta keamanan makanan menjadi perhatian serius. Ia menegaskan seluruh makanan dan minuman yang dijual selama Pesta Kesenian Bali harus dipastikan aman serta tidak membahayakan bagi kesehatan masyarakat.

“Tak hanya itu, pendataan jumlah penonton yang hadir setiap hari juga perlu dilakukan secara tertib agar panitia dapat mengetahui tingkat kunjungan masyarakat selama pelaksanaan PKB berlangsung,” jelasnya.

Terkait pengelolaan parkir, Koster menilai kerja sama dengan desa adat di sekitar lokasi harus dibangun secara baik dan terintegrasi guna mendukung kelancaran serta kenyamanan pengunjung yang datang ke Pesta Kesenian Bali.

Koster menyampaikan bahwa keseluruhan rangkaian acara Pesta Kesenian Bali pada tahun ini sudah sangat padat dan dinilai mencerminkan implementasi Peraturan Daerah tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan PKB dapat berjalan lancar dan sukses. Koster juga menegaskan berbagai kekurangan yang terjadi pada pelaksanaan tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terulang pada penyelenggaraan berikutnya.

“Setiap tahun harus ada kemajuan yang lebih baik agar kualitas PKB terus meningkat dan tujuan pelaksanaannya bisa tercapai dengan baik,” ujarnya.

*Harap Dibuka Presiden*

Koster menambahkan, konsistensi pelaksanaan PKB setiap tahun menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bali. Ia menyebut hanya Bali yang mampu melaksanakan pesta kesenian daerah secara rutin dan berkelanjutan setiap tahun sebagai bagian dari upaya pelestarian seni, adat, dan budaya daerah.

“Saya berharap Presiden Prabowo Subianto bisa hadir membuka pawai Pesta Kesenian Bali,” tutupnya.

*Usung Tema "Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha" Diikuti 20.929 Seniman dari 673 Sekaa* 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Alit Suryana dalam laporannya menyampaikan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 mengusung tema "Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha" yang bermakna Memuliakan Jiwa Paripurna. Tema ini berfokus pada penyucian jiwa, nilai refleksi, dan pemuliaan diri melalui aktivitas seni yang berkaitan dengan kesucian.

“Tema ini dimaknai sebagai upaya pemuliaan jiwa manusia menuju keadaan yang paripurna, jernih, dan suci. Dalam perspektif kosmologi Bali, Atma Kertih dimaknai sebagai proses penyucian dan peneguhan kualitas batin manusia agar selaras dengan nilai-nilai kebenaran, kebijaksanaan, dan harmoni semesta,” ungkapnya.

Melalui tema ini, Pesta Kesenian Bali menegaskan peran seni dan budaya sebagai medium spiritual sekaligus ekspresi estetika yang menuntun manusia pada kesadaran diri yang luhur (sidha parisudha), yakni jiwa yang telah mencapai kemurnian melalui olah rasa, cipta, dan karsa. 

“Dengan demikian, karya-karya seni yang dihadirkan tidak hanya menjadi perayaan kreativitas, tetapi juga menjadi ruang refleksi kultural yang meneguhkan martabat manusia Bali dalam menjaga keseimbangan antara dimensi sakral, sosial, dan ekologis kehidupan, selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru,” terangnya.

Event seni budaya terbesar di Bali ini akan berlangsung mulai tanggal 13 Juni hingga 11 Juli 2026 dengan materi pokok yakni Peed Aya (Pawai), Kandarupa (Pameran), Rekasadana (Pergelaran), Utsawa (Parade), Kriyaloka (Lokakarya), Wimbakara (Lomba), Widyatula (Sarasehan), Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni), Jantra Tradisi Bali (Pekan Kebudayaan Daerah) serta Bali World Culture Celebration (Perayaan Budaya Dunia).

“Sebanyak 20.929 seniman dari 673 sekaa akan terlibat dalam pelaksanaan PKB XLVIII Tahun 2026,” imbuhnya.(*)

Belajar ke Bali, Gubernur Siquijor Filipina Terima Beragam Masukan Penting dari Gubernur Wayan Koster

DENPASAR , BALI KINI - Gubernur Bali Wayan Koster, Minggu (10/5) pagi menerima kunjungan Gubernur Siquijor, Filipina Jake Vincent Sarmiento Villa di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster menyampaikan bahwa pariwisata Bali dibangun dengan kekuatan budaya dan alamnya yang indah serta keramahtamahan masyarakat Bali telah menjadikan  daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Menurutnya, tiga unsur tersebut adalah modal dasar yang tidak dimiliki daerah lain dan harus terus dijaga kelestariannya. Budaya Bali yang hidup, alam yang asri, serta sikap ramah masyarakat merupakan satu kesatuan ekosistem pariwisata yang saling menguatkan.

“Budaya, alam, dan keramahan masyarakat merupakan kekuatan utama pariwisata Bali yang harus terus dijaga dan dilestarikan," ujar Koster yang pada kesempatan ini didampingi Kadis Pariwisata Bali, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali serta Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali.

Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini menegaskan jika Pemerintah Provinsi Bali terus terus memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan melalui berbagai kebijakan strategis. 

Koster mengatakan pihaknya telah mengeluarkan kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan di Bali. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga menerapkan sejumlah kebijakan lainnya terkait pengelolaan sampah berbasis sumber guna menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga alam Bali agar tetap bersih, sehat, dan lestari,” ujar Koster sembari menambahkan bahwa pelestarian lingkungan menjadi salah satu prioritas utama karena alam Bali merupakan aset penting yang mendukung kehidupan masyarakat sekaligus sektor pariwisata. 

Lebih lanjut, Koster juga menjelaskan bahwa identitas budaya Bali yang kuat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Berbagai tradisi, adat istiadat, seni, hingga kehidupan masyarakat yang masih menjunjung nilai-nilai kearifan lokal dinilai menjadi pengalaman unik yang sulit ditemukan di daerah lain.

Kunjungan Gubernur Siquijor ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, khususnya sektor pariwisata, budaya, dan pengembangan sumber daya manusia. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bentuk hubungan baik antara kedua wilayah serta dapat terus berkembang melalui berbagai program kolaborasi yang memberi manfaat bagi masyarakat kedua daerah.



*Pelajari Eksistensi Pariwisata Bali di Mata Dunia*



Sementara itu, Gubernur Siquijor, Jake Vincent Sarmiento Villa menyampaikan kedatangannya di Bali dalam rangka untuk mempelajari bagaimana Pariwisata Bali bisa berkembang seperti saat ini hingga menjadi salah satu destinasi wisata dunia.

Menurutnya, Bali memiliki daya tarik yang kuat serta mampu mempertahankan eksistensinya sebagai tujuan wisata internasional.

“Kedatangan kami ke Bali untuk mempelajari bagaimana pariwisata Bali bisa berkembang seperti saat ini hingga menjadi salah satu destinasi wisata dunia,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan Bali dalam mengembangkan pariwisata tidak terlepas dari kekuatan budaya, keindahan alam, serta dukungan masyarakat dalam menjaga identitas daerahnya. Pengalaman Bali tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi Siquijor dalam mengembangkan potensi pariwisata di wilayahnya.

Melalui kunjungan ini, Gubernur Siquijor berupaya mempelajari serta memperoleh masukan dan poin-poin strategis dari Gubernur Bali, Wayan Koster, terkait perkembangan industri pariwisata di Bali. Dalam pertemuan penuh keakraban tersebut, kedua gubernur saling bertukar data dan statistik mengenai sektor pariwisata serta perkembangan wilayah masing-masing. 

Sebagai informasi, Jake Vincent memimpin pemerintahan provinsi terkecil ketiga di Filipina. Sama seperti Bali, Siquijor sendiri merupakan provinsi yang terkenal dengan pariwisata dan keindahan alamnya.(*)

BKKBN Provinsi Bali Dorong Kota Denpasar Miliki TPA Negeri, TP PKK Siap Berkolaborasi

Denpasar, Bali Kini - Pemerintah pusat melalui Kemendukbangga/BKKBN (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) terus mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Negeri di masing-masing daerah.

Menindaklanjuti hal tersebut, BKKBN Provinsi Bali mengarahkan Pemerintah Kota Denpasar untuk segera merealisasikan pembangunan TPA Negeri di Kota Denpasar.


Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih saat melakukan audiensi dengan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di Gedung Santi Graha Denpasar, Kamis (12/5).


Dalam audiensi tersebut, Sukardiasih mengatakan pemerintah pusat saat ini gencar mendorong pemerintah daerah agar memfasilitasi minimal satu Tempat Penitipan Anak (TPA) di setiap daerah. 

TPA bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan keluarga berkualitas adalah dengan menyediakan pengasuhan terintegrasi (Holistik-Integratif) yang aman, nyaman, dan edukatif. TPA bertindak sebagai mitra orang tua untuk memenuhi hak tumbuh kembang anak, sekaligus memfasilitasi produktivitas ekonomi orang tua, terutama ibu bekerja.

Ia menjelaskan, Perwakilan BKKBN Provinsi Bali pada tahun 2026 fokus menjalankan program “Bangga Kencana” (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) dengan pendekatan komprehensif guna menurunkan angka stunting.

“Program unggulan percepatan penurunan stunting dilaksanakan melalui Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dengan pendekatan gizi, air bersih dan sanitasi bagi 8.116 keluarga risiko stunting,” ujarnya.

Selain itu, BKKBN Bali juga melaksanakan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai edukasi keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak guna mencegah stunting, serta program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) sebagai tempat pengasuhan anak yang sehat.

Menurut Sukardiasih, program-program BKKBN Provinsi Bali tersebut dapat disinergikan dengan program Pemerintah Kota Denpasar, termasuk program yang dijalankan TP PKK Kota Denpasar.


Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan Pemerintah Kota Denpasar telah merancang pembangunan TPA Negeri. Adapun lokasi yang direncanakan yakni di kawasan Lapangan SMPN 4 Denpasar dan eks Bank Mayapada.

“Untuk langkah selanjutnya kami berharap dinas terkait bisa mulai bergerak untuk proses pembangunan TPA tersebut,” ujarnya.


Antari Jaya Negara menegaskan TP PKK Kota Denpasar siap berkolaborasi dengan BKKBN Provinsi Bali dalam mendukung berbagai program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
Lebih lanjut dijelaskan, TP PKK Kota Denpasar selama ini juga memiliki program rutin Posyandu Paripurna yang memberikan pelayanan kepada lansia, ibu hamil dan balita di wilayah kelurahan. Sedangkan di desa, kegiatan serupa dilaksanakan melalui dukungan anggaran APBDes. Setelah kegiatan Posyandu Paripurna berakhir, masing-masing wilayah diharapkan mampu melaksanakan kegiatan secara mandiri setiap bulan.


Selain itu, TP PKK Kota Denpasar juga menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) gratis bagi masyarakat yang terindikasi stunting.
Tak hanya itu, TP PKK Kota Denpasar juga memiliki kegiatan “Menyapa dan Berbagi” dengan menyasar lansia, ibu hamil dan balita. Dalam kegiatan tersebut masyarakat tidak hanya mendapat pelayanan kesehatan dan sosialisasi kesehatan, namun juga diberikan PMT untuk membantu meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat(ayu).

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved