-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Kamis, 13 Agustus 2026

Lokal, Ketua Dekranasda Ny. Antari Jaya Negara Sambut Fashion Road Show Dekranasda Bali Angkat Kreativitas Desainer dan IKM

Ket. Foto : Pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Road Show yang digelar Dekranasda Provinsi Bali di Kota Denpasar dan dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, serta disambut langsung Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang Denpasar, Rabu (12/8).




Denpasar , Bali Kini - Dekranasda Bali Fashion Road Show yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali hadir di Kota Denpasar dengan mengusung tema “Wastra Hitakara”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Lumintang Denpasar, Rabu (12/8), menjadi ruang bagi desainer, perajin, serta pelaku IKM dan UMKM untuk memperkenalkan karya sekaligus memperluas pasar produk lokal. Kegiatan ini disambut langsung Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, yang menyambut kehadiran Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster. Turut hadir Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Organisasi Wanita Forkopimda Provinsi Bali, pimpinan OPD Provinsi Bali dan Kota Denpasar, serta undangan lainnya.

Program yang diinisiasi Ny. Putri Koster tersebut merupakan pengembangan dari Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) dan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD). Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster, menyampaikan ketiga program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun promosi wastra Bali secara berkelanjutan. Fashion Day digelar rutin untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kain tenun tradisional Bali, Fashion Week menjadi ruang ekspresi yang melibatkan berbagai kalangan, sementara Fashion Road Show membawa karya desainer dan produk IKM Bali lebih dekat kepada masyarakat. “Jika sesuatu dilakukan secara kontinu dan konsisten, barulah kita mendapatkan hasil. Wastra Bali tidak hanya memberikan keindahan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Ny. Putri Koster.

Lebih lanjut Ny. Putri Koster mengatakan pengembangan fesyen berbasis wastra juga diharapkan mampu menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif secara lebih luas. Ketika karya seorang desainer berkembang, manfaatnya turut dirasakan penenun, penjahit, koreografer, pemusik hingga model lokal. Dalam pelaksanaannya, peragaan busana juga dipadukan dengan musik karya seniman Bali serta menampilkan busana tradisional dari berbagai daerah untuk menjaga kekayaan adat dan budaya. Meski sejumlah desainer Bali telah mendapat kesempatan tampil di panggung internasional, Ny. Putri Koster menegaskan penguatan pasar lokal tetap menjadi prioritas. Masyarakat Bali dan Indonesia, perlu terlebih dahulu mengenal, mencintai, dan menggunakan karya desainer serta produk IKM daerahnya sendiri.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Denpasar sebagai salah satu lokasi Fashion Road Show. Sagung Antari menilai kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan kreativitas desainer dengan masyarakat sekaligus memperkuat posisi IKM dan UMKM lokal. “Atas nama Pemerintah Kota Denpasar dan Dekranasda Kota Denpasar, saya mengucapkan selamat datang di Dharma Negara Alaya. Gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang kreativitas dan tempat bersemayamnya taksu anak-anak muda serta pelaku seni kreatif Kota Denpasar,” ujar Antari Jaya Negara. Ia juga mengapresiasi para desainer dan perajin yang mampu merangkai kekuatan tradisi menjadi busana modern yang tetap memiliki identitas Bali.

Menurut Ny. Sagung Antari Jaya Negara, wastra Bali bukan sekadar kain, melainkan bagian dari identitas dan warisan budaya yang di dalamnya terdapat nilai, dedikasi, serta kehidupan para perajin. Karena itu, upaya melestarikan wastra tidak cukup hanya melalui peragaan busana, tetapi perlu diwujudkan dengan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari. “Mencintai wastra Bali adalah cara paling nyata kita menjaga warisan leluhur. Ketika kita memakai kain tradisional Bali, kita tidak hanya berbusana, tetapi juga sedang menghidupkan dapur para perajin lokal dan menjaga nyala kebudayaan kita tetap bersinar,” ujar Antari Jaya Negara. Ia pun mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan kain lokal dan membeli produk IKM/UMKM Bali sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan ekonomi kreatif.

Melalui Fashion Road Show “Wastra Hitakara”, Dekranasda diharapkan tidak hanya menghadirkan keindahan di atas panggung, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para pelaku kreatif di balik setiap karya. Ny. Sagung Antari berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi desainer, perajin, serta pelaku IKM dan UMKM. “Mari kita bangga memakai kain lokal, bangga membeli produk IKM/UMKM kita sendiri, dan menjadikannya bagian dari gaya hidup sehari-hari,” ajaknya. Ia berharap kolaborasi yang terbangun dapat membuat wastra Bali terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari industri kreatif yang mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. (Pur)

Krama Rantau Tetap Dilibatkan, Desa Adat Selumbung Susun Aturan Pemilihan Kelian Secara Daring


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini — Desa Adat Selumbung (DAS), Kecamatan Manggis, Karangasem, menggelar Paruman Desa Adat, Sabtu (9/8/2026). Paruman ini menjadi momentum penting untuk membahas status krama rantau sekaligus menyusun perarem mengenai mekanisme ngadegang atau pemilihan Kelian Desa Adat Selumbung.

Paruman diikuti krama dari lima banjar adat. Dalam proses penyusunan perarem, krama yang sedang berada di perantauan juga diberikan kesempatan untuk mengikuti pembahasan secara daring. Pelibatan krama rantau melalui teknologi ini menjadi bentuk adaptasi desa adat terhadap perkembangan zaman, tanpa menghilangkan prinsip musyawarah dalam pengambilan keputusan adat.

Penglingsir Desa Adat Selumbung, Made Toya Cahya Surya, mengatakan pelaksanaan paruman telah dipersiapkan cukup panjang. Persiapan tersebut dilakukan sejak Juni 2025.

Sementara, Ketua Panitia Paruman Desa Adat Selumbung, I Ketut Sujata, menjelaskan proses persiapan secara kelembagaan dimulai dengan terbentuknya Parayogya sementara pada 7 Desember 2025.

Parayogya sementara tersebut kemudian mulai merancang dan merinci kebutuhan pelaksanaan paruman. Selanjutnya, pada 29 Maret 2026 dibentuk panitia paruman yang di dalamnya turut melibatkan Parayogya.

Pembentukan tersebut tidak terlepas dari dasar hukum adat yang masih digunakan Desa Adat Selumbung. Hingga saat ini, Desa Adat Selumbung masih berpedoman pada awig-awig tahun 1980. Dalam awig-awig tersebut, kewenangan untuk melaksanakan paruman di Desa Adat Selumbung berada pada Parayogya.

“Di dalam awig-awig itu, yang berwenang melaksanakan paruman di Desa Adat Selumbung adalah Parayogya. Karena di dalam awig-awig lama itu belum ada pengertian kepala desa atau bendesa seperti sekarang,” jelasnya.

Menurutnya, panitia paruman kemudian dibentuk atas inisiatif Sesa dan Bendesa dengan melibatkan para penglingsir. Pembentukan panitia tersebut menjadi bagian dari proses untuk memastikan paruman dapat terlaksana sesuai tatanan adat yang berlaku.

Ia mengatakan, paruman memiliki sejumlah tujuan. Dalam jangka pendek, paruman diarahkan untuk menyelesaikan micara desa serta proses ngadegang Kelian Desa Adat.

Untuk jangka menengah, paruman diharapkan dapat mengembalikan tata kelola Desa Adat Selumbung sesuai dengan sempat petitis, awig-awig 1980, serta aturan hukum adat lainnya.

“Tujuan jangka panjangnya adalah menguatkan kelembagaan hukum adat, tradisi, budaya dan adat, sehingga diharapkan tercapai masyarakat yang berkeadilan, sejahtera dan damai,” katanya.

Selain membahas tata kelola desa adat, paruman juga menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah Desa Adat Selumbung. Berdasarkan penuturan dalam paruman, keberadaan desa adat tersebut memiliki sejarah panjang yang disebut telah dimulai sejak 1177.

Pada awalnya, desa tersebut dikenal dengan nama Desa Lumbung. Sejumlah penglingsir dari Palumbung, Lubangan dan Remintan disebut menjadi bagian dari tokoh yang menginisiasi berdirinya desa tersebut.

Dalam perjalanan sejarahnya, setelah pembangunan Kahyangan Tiga dan pura yang menjadi bagian penting dari desa, nama Desa Lumbung kemudian berubah menjadi Selumbung pada 1398.

Nama Selumbung sendiri dimaknai memiliki filosofi tersendiri. “Selang” dimaknai sebagai waras atau sehat jasmani dan rohani, sedangkan “bung” dimaknai sebagai kesejahteraan dan kemakmuran. Filosofi tersebut menjadi gambaran cita-cita leluhur terhadap kehidupan masyarakat Desa Adat Selumbung.

Dalam menghadapi dinamika kehidupan desa adat, prinsip-prinsip adat seperti paras-paros, gilik saguluk, salunglung sabayantaka, serta saling asah, saling asih dan saling asuh kembali ditekankan.

Prinsip tersebut diharapkan menjadi landasan dalam pelaksanaan paruman, terutama dalam menyelesaikan berbagai persoalan desa adat melalui musyawarah dan kebersamaan.

Paruman Desa Adat Selumbung pun diharapkan tidak hanya menghasilkan aturan mengenai kepemimpinan desa adat, tetapi juga menjadi langkah untuk memperkuat kembali kelembagaan adat sekaligus menjaga warisan nilai dan tradisi leluhur di tengah perubahan zaman. (Ami)

K9 Baru-Willem Curi Perhatian di Pameran HUT RI


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini  — Kehadiran dua anjing pelacak (K9) bernama Baru dan Willem menjadi daya tarik tersendiri dalam Pameran Pembangunan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Karangasem. Keduanya tampil dalam demonstrasi kemampuan mendeteksi narkotika yang digelar Unit Deteksi K9 BNNP Bali.

Aksi dua anjing pelacak terlatih ini mendapat perhatian pengunjung pameran. Baru dan Willem diketahui memiliki kemampuan mendeteksi sejumlah jenis narkotika, di antaranya ganja dan sabu.

Demonstrasi tersebut digelar bersamaan dengan kehadiran BNNK Karangasem dalam Pameran Pembangunan, Rabu (12/8). Melalui stand yang dibuka selama pameran, BNNK Karangasem memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Selain menyaksikan demonstrasi K9, pengunjung juga dapat memperoleh informasi mengenai berbagai layanan BNNK Karangasem. Di antaranya layanan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN), sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), serta layanan rehabilitasi.

Stand BNNK Karangasem juga dilengkapi berbagai media edukasi. Pengunjung dapat melihat contoh narkotika dan zat berbahaya (natoksin), serta memperoleh informasi P4GN melalui videotron portabel.

BNNK Karangasem turut memperkenalkan inovasi B’Suk Desa yang menjadi salah satu upaya mendekatkan program dan layanan P4GN hingga ke tingkat desa. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Demonstrasi Baru dan Willem memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai pemanfaatan satwa terlatih dalam mendukung tugas petugas mendeteksi keberadaan narkotika yang disembunyikan di berbagai tempat maupun barang bawaan.

Keberadaan K9 juga menjadi salah satu instrumen pendukung dalam pengawasan dan pemeriksaan terhadap potensi peredaran narkotika, termasuk di sejumlah akses masuk wilayah Bali.

BNNK Karangasem mengajak masyarakat turut memperkuat upaya P4GN mulai dari lingkungan keluarga, pendidikan, desa, hingga seluruh elemen masyarakat. Masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan BNNK Karangasem, khususnya untuk informasi pencegahan, pemeriksaan narkotika maupun rehabilitasi. (Ami)

Wali Kota Jaya Negara Ikuti Prosesi Ngratep, Mlaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara Pura Puseh Desa Adat Sumerta


Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengikuti prosesi Ngratep, Mlaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara Pura Puseh Desa Adat Sumerta bertepatan dengan Rahina Tilem Karo, Rabu (12/8) petang. 

Tampak krama adat setempat dengan khidmat mengikuti setiap prosesi Ngratep, Mlaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara Pura Puseh Desa Adat Sumerta.

Turut hadir Anggota DPRD Kota Denpasar, I Made Mudra, Camat Denpasar Timur, Ni Ketut Sri Karyawati serta seluruh krama Desa Adat Sumerta. 

Walikota Denpasar,  I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan, Upacara Ngratep, Mlaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara Pura Puseh Desa Adat Sumerta ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat setempat untuk senantiasa eling dan meningkatkan Srada Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi jalan menjaga keharmonisan antara Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

"Dengan pelaksanaan upacara ini mari kita tingkatkan Sradha Bhakti sebagai upaya menjaga harmonisasi sebagai impelementasi Tri Hita Karana sejalan juga dengan spiirit Kota Denpasar yakni Vasudhaiva Kutumbakam," ujar Jaya Negara.

Sementara Kelihan Penyatusan Pengamong Pura Puseh Desa Adat Sumerta, I Made Budiarta mengatakan bahwa upacara Ngratep, Mlaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara Pura Puseh Desa Adat Sumerta ini dilaksanakan setelah proses pembenahan Pelawatan Ida Bhatara Pura Setempat tuntas dilaksanakan. Upacara ini sendiri dipuput oleh Ida Pedanda Griya Tegal Jingga. 

"Proses pengerjaan perbaikan telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Dimana, setelah tuntas dikerjakan, dilanjutkan dengan proses Ngratep, Melaspas dan Pasupati. Setelah itu turut dilaksanakan Upacara Nyangcang di Setra Adat Sumerta yang dilanjutkan dengan Upacara Melasti," paparnya.

Dikatakannya, upakara ini merupakan wujud sradha dan bhakti krama Desa Adat Sumerta kepada Ida Bhatara Sesuhunan. "Hal ini tentunya diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kebaikan serta kemakmuran bagi seluruh krama desa," ujarnya.(humas.dps/esa-gita).

Keluarga Penumpang Masih Datangi Posko KMP Putri Yasmin, Satu Anggota Keluarga Belum Ditemukan


Laporan reporter; Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini — Sejumlah keluarga penumpang KMP Putri Yasmin masih mendatangi Pelabuhan Padangbai, Karangasem, untuk mencari informasi terkait keberadaan sanak keluarga mereka yang menjadi penumpang kapal yang mengalami kebakaran saat berlayar menuju Lembar, Lombok Barat, Rabu (12/8/2026).

Para keluarga mendatangi posko pelayanan KMP Putri Yasmin yang dibuka di kawasan Pelabuhan Padangbai. Mereka berharap mendapatkan kepastian mengenai kondisi dan keberadaan anggota keluarga yang hingga kini belum diketahui.

Salah satu keluarga penumpang, Feri, mengaku kehilangan kontak dengan lima orang anggota keluarganya yang sebelumnya berangkat menggunakan KMP Putri Yasmin menuju Lombok.

Dari lima anggota keluarganya tersebut, empat orang telah ditemukan dan tercatat dalam kondisi selamat di Lembar. Namun, satu anggota keluarganya hingga kini belum ditemukan.

Feri mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya, terdapat 187 nama dalam daftar penumpang, namun terdapat satu nama yang tidak tercantum atau belum teridentifikasi.

Pihak keluarga berharap satu nama yang belum tercatat tersebut merupakan anggota keluarganya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Sampai sekarang kami masih menunggu update informasi dari petugas terkait keberadaan keluarga kami,” ujar Feri.

Hingga saat ini, sejumlah keluarga penumpang lainnya juga terus berdatangan ke posko pelayanan di Pelabuhan Padangbai. Mereka masih menunggu informasi terbaru dari petugas terkait proses pendataan dan keberadaan penumpang KMP Putri Yasmin.

Petugas di posko terus melakukan koordinasi dan memberikan informasi kepada keluarga yang datang untuk memastikan kondisi serta keberadaan para penumpang. (Ami)

35 Penumpang KMP Putri Yasmin Berhasil Dievakuasi ke Padangbai, Enam Anak Turut Diselamatkan


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini  — Sebanyak 35 penumpang KMP Putri Yasmin yang mengalami kebakaran saat berlayar dari Padangbai menuju Lembar, Lombok Barat, berhasil dievakuasi dan tiba kembali di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Rabu (12/8/2026).

Dari 35 penumpang yang berhasil dievakuasi tersebut, terdapat enam anak-anak. Seluruh penumpang kemudian mendapat penanganan setelah tiba di Padangbai.

Kepala KSOP Padangbai, Herry Wiyanto, mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah KMP Putri Yasmin mengalami kebakaran dalam perjalanan menuju Lembar. Evakuasi dilakukan dengan melibatkan kapal lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

KMP Putri Yasmin sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar. Berdasarkan laporan awal, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.50 WITA ketika kapal berada di sekitar Perairan Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Kebakaran diduga berasal dari satu unit truk box yang berada di dalam kapal. Saat kejadian, kru kapal langsung melakukan upaya penanganan dan penyelamatan penumpang.

KMP Portlink 2 yang berada di sekitar lokasi kemudian membantu proses evakuasi. Sebanyak 35 penumpang berhasil dievakuasi menggunakan kapal tersebut dan dibawa kembali menuju Padangbai.

Setibanya di Padangbai, para penumpang langsung mendapat penanganan dari petugas terkait, termasuk tim Bidokkes, Basarnas, Bakamla dan kepolisian.

KMP Putri Yasmin diketahui mengangkut total 114 penumpang, terdiri dari 53 penumpang sepeda motor, 17 penumpang pejalan kaki dan 44 sopir kendaraan. Kapal tersebut dinakhodai I Gede Adi Prayoga.

Sementara itu, proses penanganan terhadap KMP Putri Yasmin dan   seluruh penumpang serta awak kapal masih dilakukan oleh instansi terkait. (Ami)

Rabu, 12 Agustus 2026

Perkuat Arah Pembangunan, Pemkot Denpasar dan Banggar DPRD Bahas Perubahan KUA-PPAS 2026

Ket. Foto : Rapat pembahasan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026, Senin (10/8), di Gedung DPRD Denpasar dibuka Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra bersama I Wayan Mariyana Wandhira dan I Made Oka Cahyadi Wiguna, serta dihadiri Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya selaku Ketua TAPD.


Denpasar , Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Denpasar menggelar rapat pembahasan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, Senin (10/8), di Gedung DPRD Denpasar. Rapat dibuka Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra bersama I Wayan Mariyana Wandhira dan I Made Oka Cahyadi Wiguna, dengan Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Pembahasan diarahkan untuk menyesuaikan asumsi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah sekaligus mengakomodasi program prioritas masyarakat.

Dalam pembahasan tersebut, rancangan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 antara Pemkot Denpasar dan DPRD Kota Denpasar resmi disepakati. Sekda Eddy Mulya menjelaskan, seluruh konsep yang diajukan Pemkot Denpasar dapat diterima dengan baik oleh Banggar DPRD dengan sejumlah catatan strategis. Salah satu perhatian utama adalah optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang dalam rancangan perubahan ditargetkan mencapai sekitar Rp2,2 triliun. Pemkot optimistis target tersebut dapat dicapai, bahkan berpotensi melampaui target melalui optimalisasi sektor unggulan, termasuk pariwisata serta pembinaan usaha mikro dan kecil agar semakin mandiri.
Selain pendapatan, pembahasan juga menitikberatkan pada efektivitas belanja dan peningkatan kualitas infrastruktur perkotaan. Pengalokasian anggaran diarahkan untuk mendukung delapan prioritas belanja daerah serta pencapaian indikator kinerja utama RPJMD. Banggar DPRD menekankan agar pembangunan infrastruktur tidak hanya mengejar volume pekerjaan, tetapi juga memperhatikan standar dan kualitas hasil pembangunan. “Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain fasilitas sekolah, Puskesmas, perbaikan jalan serta trotoar, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Eddy Mulya.

Lebih lanjut Sekda Eddy Mulya menyampaikan, aspek kesiapsiagaan menghadapi musim hujan turut menjadi perhatian dalam pembahasan. Seluruh jajaran perangkat daerah, seperti Dinas PUPR, Dinas Perkim, Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Perhubungan, didorong meningkatkan kesiapsiagaan melalui langkah konkret serta koordinasi harian dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca. Pemkot Denpasar juga akan memperkuat koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Nusa Penida dalam pemantauan pintu air, pengerukan sungai, pembersihan sodetan serta saluran dan drainase kota, sehingga potensi genangan maupun dampak bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra mengatakan, penyusunan Perubahan KUA-PPAS dilakukan secara menyeluruh sebagai respons terhadap perubahan asumsi makro yang berdampak pada struktur APBD Tahun Anggaran 2026. Menurutnya, proses penyusunan anggaran harus tetap berpegang pada prinsip efektivitas, efisiensi dan kemanfaatan, serta tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Pembahasan tersebut juga menjadi tindak lanjut rapat internal Banggar DPRD Kota Denpasar yang telah dilaksanakan pada Jumat 7 Agustus 2026.
Melalui pembahasan bersama tersebut, Pemkot Denpasar dan Banggar DPRD berkomitmen memastikan kebijakan anggaran tidak hanya tersusun secara administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. "Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS 2026 selanjutnya diharapkan menjadi pijakan dalam menjaga kesinambungan pembangunan Kota Denpasar, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat infrastruktur, serta memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, efisien dan akuntabel," ujarnya. (Pur)

Walikota Jaya Negara Buka Lomba Mancing Lele Air Deras Banjar Saraswati Kesiman


Ket. Foto : Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat membuka lomba mancing lele air deras yang diselenggarakan Banjar Saraswati, Kesiman Denpasar dengan penebaran ikan lele di aliran Tukad (sungai) Bindu Kesiman, Minggu Pagi (9/8).

Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara membuka lomba mancing lele air deras yang diselenggarakan Banjar Saraswati, Kesiman Denpasar dengan penebaran ikan lele di aliran Tukad (sungai) Bindu Kesiman, Minggu Pagi (9/8).

Sejak subuh para peserta datang silih berganti memadati kawasan aliran Tukad Bindu Kesiman. Tidak hanya dari wilayah Kota Denpasar, tampak pula pemancing dari luar Denpasar ikut serta dalam kegiatan ini, dengan membawa serta perlengkapan serta umpan memancing  masing-masing.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Gede Agung Suyoga, dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengapresiasi lomba mancing diselenggarakan Banjar Saraswati Kesiman. Disamping memberi tempat bagi penghobi mancing serta memberi ruang rekreasi, lomba ini diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan aliran Tukad Bindu.

"Tentu kami sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini, semoga selain menjadi wahana rekreasi dan hiburan, ini juga menjadi edukasi untuk terus menjaga kelestarian lingkungan atau subak," ujarnya.

Sementara Kelian Adat Banjar Saraswati, Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada menjelaskan, kegiatan lomba mancing bersama  ini diselenggarakan dalam rangka penggalian dana untuk menyukseskan Karya Melaspas dan Mendem Pedagingan Banjar Saraswati yang dijadwalkan pada bulan Desember mendatang.

Acara ini diselenggarakan juga sebagai bentuk inovasi kegiatan kemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada penggalian dana, tetapi juga sebagai wadah penyaluran hobi dan peningkat keakraban antarwarga serta pecinta mancing.

Lebih lanjut dijelaskan, pihak panitia juga telah menyiapkan sebanyak 500 kilogram lebih ikan lele, ditambah 6 ekor "ikan master" dengan berat masing-masing di atas 3 kilogram.

"Untuk lomba kali ini, kami menyebar sekitar 2.100 kupon dengan harga Rp60.000 per kupon. Peserta yang hadir diperkirakan mencapai 1.000 orang pemancing. Tiket tersebut sudah mencakup akses masuk serta kupon undian doorprize," ujar Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada.

Adapun Lomba ini memperebutkan total hadiah uang tunai untuk 6 kategori pemenang berdasarkan bobot ikan master terberat. Untuk Juara 1 sebesar Rp2.500.000, Juara 2 sebesar Rp1.500.000, Juara 3 sebesar Rp1.000.000, Juara 4 sebesar Rp750.000, Juara 5 sebesar Rp500.000 dan untuk Juara 6 sebesar Rp250.000.

Selain hadiah utama, panitia juga menyediakan sekitar 50 ekor ikan berpita khusus yang berhadiah doorprize menarik, baik berupa uang tunai maupun barang, yang dapat dimenangkan berdasarkan warna pita pada ikan yang berhasil dipancing.

Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada berharap kegiatan ini dapat mengakomodasi minat dan hobi masyarakat luas, sekaligus menjadi alternatif penggalian dana kreatif di tingkat lokal.

"Harapan kami ke depan, upaya penggalian dana untuk kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan bisa terus berkembang secara kreatif, tidak hanya bergantung pada cara-cara konvensional seperti kupon makanan saja," pungkasnya. (Ays).

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved