-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Senin, 28 September 2026

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem Banjar Tenten

Ket. Foto :  Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri prosesi Ngeratep serangkaian Karya Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod, Sukra Kliwon Bala, Jumat (25/9).

Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod, Sukra Kliwon Bala, Jumat (25/9).

Karya ini merupakan salah satu rangkaian Upacara Ngodak Sesuhunan Pelawatan Barong Landung di pura setempat.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat, khususnya krama pengempon.

"Pelaksanaan yadnya ini tentu sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap, upakara ini dapat memberikan energi dharma yang memancarkan hal positif bagi jagat Bali, khususnya Kota Denpasar," ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengatakan, pelaksanaan upacara ini selain sebagai yadnya, juga menjadi upaya dalam melestarikan tradisi Bali yang sangat sakral.

"Ini adalah bagian dari dharmaning agama dan dharmaning negara. Tentunya kami berharap dengan upacara ini dapat memberikan manfaat baik secara sekala maupun niskala bagi masyarakat dan umat," imbuhnya.

Sementara itu, Manggala Karya, I Wayan Selamet menjelaskan, rangkaian upacara ini telah berjalan sejak 11 September lalu. Ia mengatakan, penyelenggaraan karya ini diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kesehatan, serta kemakmuran bagi seluruh krama pengempon Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod.

"Astungkara karya ini dapat terlaksana. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Wali Kota Denpasar dan tentunya semoga melalui upacara ini krama pengempon selalu dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan diberikan anugerah kemakmuran serta kerahayuan," ujarnya.(Win)

Tampil Anggun dalam Balutan Wastra, Ny. Mas Parwata Ikuti Parade Pakaian Daerah Kriyanusa 2026

​KARANGASEM , BALI KINI - Keberagaman wastra Nusantara tampil semarak dalam gelaran Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Senin (28/9/2026), Ketua Dekranasda Kabupaten Karangasem Ny. Mas Parwata turut ambil bagian dalam Parade Pakaian Daerah (Wastra) Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Indonesia yang digelar di Main Stage Kriyanusa Hall B.

​Ny. Mas Parwata tampil dengan gaya minimalis namun tetap kental dengan identitas wastra daerah. Mengenakan dress hitam yang dipadukan dengan wastra tradisional, ia tampil anggun saat berjalan di atas panggung, memperlihatkan bagaimana kain tradisional dapat dipadukan dengan busana modern secara sederhana dan elegan.
​“Keikutsertaan kita dalam Kriyanusa ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan kekayaan wastra dan kerajinan Karangasem kepada masyarakat yang lebih luas. Kita ingin menunjukkan bahwa produk lokal Karangasem memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan,” ujar Ny. Mas Parwata.

​Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam melestarikan kain tradisional agar tetap relevan dengan tren masa kini. “Wastra bukan hanya kain untuk dikenakan, tetapi di dalamnya ada identitas, tradisi, kreativitas, dan kerja keras para perajin. Karena itu, kita harus terus mendorong agar wastra Karangasem dapat dikemas lebih kreatif dan mengikuti perkembangan zaman, tanpa meninggalkan ciri khas dan nilai budaya yang dimilikinya,” tambahnya.
​Usai fashion show, Ny. Mas Parwata langsung meninjau Stand Nomor 59 milik Kabupaten Karangasem yang memamerkan produk unggulan seperti Tenun Endek, Songket, Rangrang, Gringsing, hingga kerajinan tas ate. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga berdiskusi bersama Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster serta Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Bali yang turut hadir dan berpartisipasi dalam acara ini.

​Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karangasem, Cokorda Surya Darma, melaporkan bahwa sejumlah produk unggulan perajin daerah yang dipamerkan di Stand Nomor 59 mendapat sambutan hangat dari para pengunjung.

​Antusiasme pengunjung terhadap produk kriya Karangasem terlihat dari capaian transaksi selama dua hari pertama pelaksanaan pameran. Sejak 26 September hingga Minggu, 27 September 2026, nilai penjualan produk Karangasem telah mencapai kurang lebih Rp20 juta.

Capaian tersebut menunjukkan adanya respons positif terhadap produk kerajinan dan wastra lokal yang dibawa para perajin Karangasem ke ajang nasional.

​Menanggapi hasil positif tersebut, Ny. Mas Parwata menyampaikan apresiasinya atas kerja keras para pelaku usaha lokal. “Kami tentu sangat mengapresiasi capaian penjualan selama dua hari pertama yang sudah mencapai kurang lebih Rp20 juta. Ini menunjukkan bahwa produk-produk Karangasem mendapat respons yang baik dari masyarakat. Harapannya, momentum seperti ini dapat membuka pasar yang lebih luas dan memberikan dampak langsung bagi para perajin dan pelaku IKM di Karangasem,” ungkapnya.

​Keikutsertaan Karangasem dalam Kriyanusa 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas promosi dan pasar bagi produk unggulan daerah. Tidak hanya menampilkan keindahan wastra, tetapi juga membuka peluang bagi produk kriya Karangasem untuk semakin dikenal masyarakat dari berbagai daerah. Ny. Mas Parwata sendiri dijadwalkan hadir mendampingi dan mengawal langsung promosi produk kerajinan Karangasem di ajang nasional ini hingga 29 September 2026.

​Melalui pameran nasional ini, Dekranasda Kabupaten Karangasem berkomitmen untuk terus membina para perajin agar produk lokal mampu bersaing secara berkesinambungan.

​“Ke depan, kami ingin semakin banyak produk unggulan Karangasem yang bisa tampil di tingkat nasional bahkan menembus pasar yang lebih luas. Tentunya dengan terus menjaga kualitas, meningkatkan desain dan inovasi, serta tetap mempertahankan identitas budaya Karangasem,” tutup Ny. Mas Parwata.(*)

PENUMPANG KMP CEMERLANG 55 JATUH KE LAUT DI PERAIRAN PELABUHAN GILIMANUK

JEMBRANA , BALI KINI — Seorang penumpang KMP Cemerlang 55 terjatuh di sekitar perairan Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Minggu (27/9/2026) malam. Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Senin (28/9/2026), pukul 05.20 Wita, dari Komang Sumerta, SROP Gilimanuk. Korban diketahui bernama Rizki Firmansyah (23), warga Jombang, Jawa Timur.

Berdasarkan informasi yang diterima, pada Minggu (27/9) sekitar pukul 18.50 Wita, salah seorang penumpang KMP Cemerlang 55 melihat seseorang tercebur ke perairan di sekitar Buoy Merah, Pelabuhan Gilimanuk. Penumpang tersebut kemudian menghubungi KMP Gilimanuk yang saat itu melintas di sekitar lokasi untuk meminta bantuan melakukan pertolongan. Selanjutnya, sekitar pukul 19.05 Wita, KMP Gilimanuk melaporkan bahwa pencarian di posisi tersebut belum menemukan korban. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 06.00 Wita, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana mengerahkan 7 personel menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. "Pada pukul 07.15 Wita, Rigid Inflatable Boat (RIB) Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana bergerak melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian," terang I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Menyusul 20 menit kemudian Sea Thunder Polairud Polres Jembrana jugalepas sandar melaksanakan pencarian dengan 3 personel (POB). Upaya pencarian juga diperkuat oleh unsur TNI AL, dengan mengerahkan Sea Rider TNI AL. Sementara itu SRU darat menyisir di sepanjang kawasan daratan sekitar Pantai Gilimanuk. 

Hingga saat ini, operasi SAR masih berlangsung dengan mengerahkan unsur laut dan darat untuk mencari keberadaan korban. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di area yang diperkirakan menjadi lokasi korban terakhir terlihat serta titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. (ayu)

WNA ASAL RUSIA YANG DILAPORKAN HILANG DI TANJUNG MEBULU DITEMUKAN MENINGGAL DUNIA

BADUNG  , BALI KINI -- Operasi pencarian terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia yang dilaporkan hilang di sekitar Tanjung Mebulu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, berakhir setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (26/9/2026).

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sebelumnya menerima laporan mengenai dugaan hilangnya seorang WNA di kawasan Tanjung Mebulu pada Sabtu pagi. Dimana ditemukan motor yang terparkir seharian. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera diberangkatkan menuju lokasi. 

Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan melakukan koordinasi dan pemantauan di sekitar area yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban. Pada pukul 10.00 Wita, tim berkoordinasi dengan Polair Polresta Denpasar, dan selanjutnya menemui Kepala Lingkungan Desa Pecatu untuk memperoleh informasi terkait kondisi dan karakteristik wilayah di sekitar lokasi kejadian.

Upaya pencarian dilakukan melalui pantauan udara menggunakan drone thermal pada pukul 11.45 Wita di sekitar area pinggir tebing. Namun, dari hasil pemantauan tersebut belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Sekitar 5 menit berselang, tim SAR menerima informasi dari masyarakat setempat yang mencium bau tidak sedap di sekitar lokasi. Setelah dilakukan penelusuran, masyarakat menemukan keberadaan jenazah di bawah tebing, di antara bebatuan. Masyarakat kemudian berinisiatif menggunakan drone untuk memastikan posisi korban dari jarak yang lebih dekat.

Setelah lokasi korban dipastikan, pada pukul 13.10 Wita tim SAR gabungan bergerak menuju posisi korban melalui jalur Pantai Nyang-Nyang. Medan yang terjal dan dipenuhi bebatuan menjadi salah satu tantangan dalam proses evakuasi. Akhirnya pada pukul 15.00 Wita jenasah G Artem (40) bisa dievakuasi dari lokasi penemuan menuju pesisir Pantai Nyang-Nyang. 

Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Wahyu Sidhiarta, mengatakan proses evakuasi korban menghadapi sejumlah kendala di lapangan. "Adapun kendala yang tim SAR hadapi dalam mengevaluasi korban,  yang pertama terkendala air pasang, jadi kita harus menunggu air surut,  yang ke dua jalan yang terjal dan bebatuan," ungkap Wahyu.

Setelah terevakuasi korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans Klinik Nusa Medika menuju Rumah Sakit Prof. Ngoerah untuk proses lebih lanjut.

Dalam pelaksanaan operasi SAR hingga proses evakuasi korban, turut terlibat personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polair Polresta Denpasar, Polairud Polda Bali, Babinsa, SAR Dog, Pecalang setempat, Linmas Pecatu, ORARI Bali, Kepala Lingkungan Desa Pecatu, Kelian Desa Pecatu, serta masyarakat setempat. (ayu)

Bupati Klungkung Lantik Pejabat Pratama dan Pj Sekda, Tekankan Tanggung Jawab dan Inovasi


KLUNGKUNG,BALI KINI - Pemerintah Kabupaten Klungkung menggelar upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Senin (28/9). Langkah ini dilakukan guna memperkuat kinerja organisasi serta meningkatkan mutu pelayanan publik di lingkungan Pemkab Klungkung.

Dalam rotasi jabatan tersebut, Anak Agung Gede Lesmana yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klungkung resmi dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, ditunjuk dan dilantik sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung.

Bupati Klungkung, I Made Satria, dalam sambutannya menegaskan bahwa pergeseran dan perubahan dalam organisasi pemerintahan merupakan hal yang wajar serta sangat diperlukan. Dinamika pembangunan yang semakin kompleks dan tingginya tuntutan masyarakat menuntut birokrasi untuk terus bergerak dinamis.

"Jangan melihat perubahan hanya dari sisi jabatan atau kedudukan, tetapi lihatlah dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan secara efektif, efisien, dan berkesinambungan," tegas Bupati Satria.

Ia mengingatkan para pejabat bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari posisi yang diduduki, melainkan dari besarnya kontribusi, keteladanan, dan manfaat nyata yang dirasakan oleh organisasi serta masyarakat.

"Jabatan boleh berubah, tempat pengabdian dapat berganti, tetapi semangat untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat harus tetap sama. Saya berharap pejabat yang dilantik dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas, dan mengedepankan profesionalisme," lanjutnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dan menghadirkan inovasi untuk mendukung ketercapaian visi dan misi pembangunan daerah, yaitu "Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru Menuju Klungkung Mahottama."

Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, para staf ahli bupati, asisten sekda, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pimpinan instansi terkait di Kabupaten Klungkung.+(*)

Bupati Klungkung Resmikan Pembangunan Co.Lab Brew di RSUD Klungkung


KLUNGKUNG, BALI KINI - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus berupaya mengubah paradigma masyarakat terhadap lingkungan rumah sakit. Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan coffee shop "Co.Lab Brew by Kamadhuk" di kawasan RSUD Kabupaten Klungkung, Senin (28/9).

Pembangunan fasilitas pendukung ini merupakan bentuk kerja sama kelembagaan antara RSUD Klungkung dengan Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Kamadhuk.

Dalam sambutannya, Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan bahwa kehadiran coffee shop ini diharapkan dapat menghilangkan rasa cemas atau trauma masyarakat saat mendatangi rumah sakit, serta menguatkan konsep "Rumah Sehat".

"Kami ingin menghilangkan paradigma bahwa rumah sakit adalah tempat yang menakutkan. Rumah sakit ini adalah rumah sehat. Melalui suasana yang nyaman dan fasilitas pendukung yang baik, kita ingin menanamkan sugesti positif kepada masyarakat agar pasien yang berobat bisa lebih cepat sembuh," ujar Satria.

Ia juga menambahkan bahwa penataan lingkungan RSUD Klungkung akan terus ditingkatkan agar semakin indah, asri, dan memberikan kesan positif bagi setiap pengunjung.

Sementara itu, Manajer KPN Kamadhuk, I Made Mahadi Dwipradnyana, menjelaskan bahwa Co.Lab Brew mengusung semangat kolaborasi (collaboration). Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan usaha KPN Kamadhuk dalam pengelolaan coffee shop berbasis kemitraan kelembagaan.

"Kami tidak hanya ingin menghadirkan tempat untuk menikmati kopi dan makanan, tetapi juga fasilitas pendukung yang memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan, maupun masyarakat umum yang beraktivitas di lingkungan rumah sakit," kata Mahadi.

Direktur RSUD Klungkung, dr. I Nengah Winata, menyambut baik kerja sama strategis ini. Ia menegaskan bahwa seluruh biaya pembangunan coffee shop ditanggung sepenuhnya oleh pihak KPN Kamadhuk, sedangkan pihak RSUD menyediakan lahan melalui sistem sewa.

"Fasilitas ini disiapkan untuk melayani semua pihak, baik pengunjung yang sehat maupun pasien yang sedang berobat. Mengenai pendanaan, seluruhnya berasal dari Kamadhuk. Pihak RSUD hanya menyediakan tempat dan menerima pendapatan dari biaya sewa," jelas dr. Winata.

Melalui sinergi ini, keberadaan Co.Lab Brew diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan non-medis sekaligus menambah kenyamanan dan estetika di lingkungan RSUD Klungkung. :(*)

Wakapolda Bali Ajak Saling Jaga Kondusivitas dan Budaya


Denpasar , Bali Kini - Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., M.S.I., menghadiri rangkaian upacara keagamaan Upacara Padudusan Alit, Catur Rebah, lan Rsi Gana  yang berlangsung khidmat di Pura Maha Widya Saraswati, Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Sabtu (26/9).

Kedatangan Wakapolda Bali disambut hangat oleh Civitas Akademika UNHI Denpasar, serta para penglingsir, Upacara sakral ini digelar sebagai bentuk pembersihan spiritual (*mewinten/mcaru*) serta memohon kerahayuan, keselamatan, dan kelancaran seluruh aktivitas akademik maupun kemasyarakatan di lingkungan kampus dan Wilayah Hukum Polda Bali.

Wakapolda Bali menyampaikan bahwa kehadiran pihak kepolisian dalam kegiatan keagamaan seperti ini merupakan wujud sinergitas antara Polri, tokoh agama, dan akademisi dalam menjaga kerukunan serta kondusivitas wilayah Bali.

"Selain sebagai bentuk wujud bakti kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kehadiran kami di sini adalah untuk mempererat tali silaturahmi dengan civitas akademika UNHI dan masyarakat. Sinergi antara kepolisian, akademisi, dan tokoh adat sangat penting dalam menjaga keamanan serta kelestarian adat dan budaya Bali," ujar Wakapolda Bali di sela-sela kegiatan.

Upacara yang dipuput oleh para Rsi/Sulinggih ini berlangsung khusyuk dengan menerapkan prosesi tradisi Hindu Bali secara utuh. Rangkaian ritual diawali dengan *Pecaruan Rsi Gana*, *Padudusan Alit*, hingga persembahyangan bersama seluruh umat yang hadir.

Rektor UNHI beserta seluruh jajaran memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran Wakapolda Bali. Kehadiran pejabat kepolisian di tengah-tengah kegiatan keagamaan ini diharapkan dapat semakin memperkuat rasa aman dan mempererat hubungan harmonis antara institusi Polri dengan institusi pendidikan berbasis kebudayaan di Bali.(Rls/pol)

PMI Bangli Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan Kemanusiaan

BANGLI , BALI KINI - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangli terus memperkuat tata kelola organisasi dan kualitas pelayanan kemanusiaan melalui kegiatan Kunjungan Pembinaan dan Evaluasi Organisasi PMI Kabupaten Bangli oleh Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) PMI Provinsi Bali yang dilaksanakan di markas PMI Bangli (28/9/26). 

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi PMI Kabupaten Bangli untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program kerja, administrasi organisasi, pengelolaan Unit Markas, hingga keberlangsungan pelayanan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Bangli. 

Kegiatan dipimpin dr. Anak Agung Dwi Wulantari, M.Si., selaku Ketua Bidang Pengurus Pelayanan Kesehatan Sosial PMI Kabupaten Bangli, sekaligus menerima kedatangan Tim Monev PMI Provinsi Bali.

Berbagai agenda strategis dibahas dalam pertemuan tersebut. Di antaranya pembaruan informasi kegiatan organisasi PMI, persiapan Kemah Bakti Relawan (KBR) yang akan dilaksanakan di Gianyar pada November mendatang, serta persiapan Temu Karya Relawan Nasional (TKRN) yang dijadwalkan pada 2027.

Perhatian juga diberikan terhadap kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Bali. Berdasarkan informasi yang dibahas dalam pertemuan, kondisi kekeringan diprediksi masih berlangsung hingga Mei 2027. Situasi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi PMI melalui penguatan kesiapsiagaan, kapasitas relawan, serta koordinasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain agenda kebencanaan dan kerelawanan, pembinaan juga menyentuh aspek fundamental organisasi, seperti penerapan AD/ART PMI, ketentuan mengenai dana pensiun, serta pembinaan terhadap UDD PMI Kabupaten Bangli. 

Dalam sambutannya, dr. Anak Agung Dwi Wulantari menegaskan bahwa pembinaan dan evaluasi tidak semata-mata dimaknai sebagai proses penilaian terhadap organisasi. Menurutnya, kegiatan tersebut justru menjadi ruang untuk belajar dan melakukan pembenahan secara berkelanjutan.

“Kami menyadari bahwa keberhasilan suatu organisasi tidak hanya diukur dari seberapa banyak pelayanan yang telah disalurkan, tetapi juga dari sejauh mana tertib administrasi, sistem manajemen, dan koordinasi internal dapat berjalan dengan kokoh,” ujarnya.

Ia menambahkan, masukan yang diberikan Tim Monev PMI Provinsi Bali akan menjadi bahan penting bagi PMI Kabupaten Bangli dalam melakukan perbaikan dan penyempurnaan tata kelola organisasi.

“Kami tidak memandang momentum ini sebagai ajang penilaian semata, melainkan sebagai sarana belajar, pembenahan, dan penguatan internal. Masukan, arahan, serta rekomendasi konstruktif dari Tim Monev PMI Provinsi Bali akan menjadi catatan penting dan pijakan kami untuk terus berbenah demi penyempurnaan program kerja serta tata kelola PMI Kabupaten Bangli ke depan,” tegasnya.

Tim Monev PMI Provinsi Bali yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri Dra. Utami Dwi Suryadi selaku Pengurus Bendahara, dr. Ni Putu Chandra Indriasaru selaku Kepala UDD beserta tim PMI provinsi Bali. 

Melalui kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Bangli diharapkan semakin mampu membangun organisasi yang tertib, solid dan adaptif, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

Penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kapasitas relawan, keberlangsungan pelayanan donor darah, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi kebencanaan menjadi bagian penting dalam memastikan PMI tetap hadir dan mampu memberikan respons cepat terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan evaluasi yang konstruktif, PMI Kabupaten Bangli berkomitmen menjadikan setiap masukan sebagai pijakan untuk terus berbenah, memperkuat organisasi, dan meningkatkan pengabdian dalam misi kemanusiaan.(*)

Komisi IV DPRD Bali Akan Perjuangkan Aspirasi Buruh


Denpasar, Bali Kini -  Untuk meningkatkan kesejahteraan upah buruh, sejumlah aliansi ikatan buruh tanah air terus berjuang. Salah satunya Semeton Pekerja Bali yang terdiri dari berbagai organisasi buruh, Senin (28/9/2026) mendatangi gedung Rakyat di Renon, Denpasar. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Komisi IV DPRD Bali. 

Dari pembicaraan hangat dan penuh keakraban itu, ditandai dengan penandatanganan naskah aspirasi oleh Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Suwirta. Dimana intinya, sepakat akan menindaklanjuti aspirasi tersebut kepada Gubernur Bali.

“Kami sepakat untuk menindaklanjuti apa yang mereka (buruh) perjuangkan. Dimana sangat menginginkan upah setara dengan kebutuhan hidup layak,” kata Suwirta usai pertemuan. 

Soal UMP, kata dia, kenaikannya tidak bisa serta-merta dilakukan tanpa keberanian pemerintah mengambil kebijakan. Sebab, penentuan kenaikan upah saat ini sudah memiliki rumusan yang diatur pemerintah pusat.

Dalam aturan yang berlaku, kenaikan upah dihitung dari inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang dikalikan dengan indeks tertentu atau alfa (α), kemudian hasilnya dikalikan dengan upah minimum tahun berjalan.

Sederhananya, semakin besar angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi serta nilai alfa yang digunakan, semakin besar pula ruang kenaikan upah. Nilai alfa sendiri berada pada rentang 0,50 sampai 0,90 dan ditentukan dewan pengupahan dengan mempertimbangkan kepentingan pekerja, perusahaan, serta perbandingan upah minimum dengan kebutuhan hidup layak.

Menurut Suwirta, persoalannya adalah rumusan tersebut belum otomatis membuat upah minimum langsung mendekati kebutuhan hidup layak di Bali. Hal ini memberikan masukan agar rumus UMP itu bisa diperbaiki karena itu regulasi yang mengatur. 

Ia menegaskan, lompatan kenaikan upah 2027 sebagaimana yang diharapkan buruh, yakni Rp5,2 juta, memang cukup berat. Namun, menurut dia, kenaikan setidaknya perlu didekatkan dengan kebutuhan hidup layak pekerja di Bali yang disebut berada di kisaran Rp4,5 juta.

“Kami akan mendorong agar UMP ini bisa didekatkan dengan biaya hidup layak sehingga nantinya pekerja kita bisa menikmati kesejahteraan,” kata Suwirta.

Menurutnya melanjutkan, sudah seharusnya ada kenaikan upah bagi pekerja Bali. Sebab, di balik citra Bali sebagai daerah pariwisata yang eksklusif di mata dunia, masih ada persoalan biaya hidup yang tinggi dan upah pekerja yang menurutnya belum sebanding.

Suwirta bahkan mengibaratkan kondisi tersebut seperti tikus yang mati di lumbung padi. “Kita hidup di daerah pariwisata ini, jangan sampai seperti tikus mati di lumbung beras,” tandas mantan Bupati Klungkung ini. (Jro)

Minggu, 27 September 2026

Warga Madura Banjarangkan Laksanakan Tradisi Kuno “Ngaro” di Tengah Malam


Klungkung, Bali Kini - Warga keturunan Madura di Pura Kawitan Dadia Arya Dalem Madura, Dusun Selat, Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, melaksanakan tradisi sakral “Ngaro” pada malam Purnama Kapat, Sabtu (26/9).

Tradisi Ngaro merupakan warisan leluhur kuno asal tanah Madura, Jawa, yang dilestarikan oleh keturunan Raja Madura di wilayah Banjarangkan. Berdasarkan sejarah, tradisi ini berawal dari ritual penebusan dosa leluhur yang dilakukan oleh penguasa Madura, yakni Adipati Arya Kuda Pinolih. Upacara besar tersebut turut mengundang sejumlah raja di bawah naungan kekuasaan Kerajaan Majapahit, termasuk Raja Bali pada masa itu, Dalem Ketut Sri Semara Kepakisan, yang hadir sebagai saksi.

Sejarah hubungan erat antara Bali dan Madura ini berlanjut dalam perjalanan pulang Raja Bali bersama Arya Kuda Pinolih menuju Bali. Di perairan laut Bali Selatan, keris milik Raja Bali terjatuh ke laut. Dengan sigap, Arya Kuda Pinolih menceburkan diri untuk mencarinya. Berkat bantuan seekor ikan barakuda (ikan kucul), keris tersebut akhirnya berhasil ditemukan di perairan sekitar Pantai Karang Intaran, Sanur. Peristiwa bersejarah inilah yang menjadi tonggak awal pelaksanaan tradisi Ngaro.

Kelihan Pura Kawitan Dalem Madura Banjarangkan, I Wayan Juliawan, menjelaskan bahwa selain warga keturunan Madura di Intaran Sanur, warga Madura di Banjarangkan secara konsisten menjaga tradisi ini. Rangkaian upacara diawali dengan pembuatan banten dan persembahan sejak pukul 18.00 Wita hingga tengah malam.

Sebanyak 30 kepala keluarga (KK) warga Arya Madura Banjarangkan mengikuti prosesi dengan mengarak seluruh tapakan atau pretima dari pura dengan berjalan kaki menuju kawasan pantai. Mengingat kondisi abrasi di Pantai Tegal Besar, prosesi puncak persembahan sesajen dan banten dilaksanakan di Pantai Siut, Kabupaten Gianyar, tepat pukul 00.00 Wita yang dipuput oleh Jero Mangku setempat.

"Saat melaksanakan upacara, kami minim menggunakan gamelan maupun sinar lampu sebagai penerang. Setelah upacara selesai, persembahan berupa tumpeng dan banten lainnya akan dibagikan kepada warga Arya Madura maupun pemedek umum yang hadir," ujar I Wayan Juliawan.

Secara filosofis, tradisi Ngaro bertujuan untuk memohon keselamatan, kerahayuan (kerahayuan jagat) bagi warga Arya Madura dan masyarakat luas, sekaligus sebagai wujud syukur serta penghormatan kepada para leluhur yang menjadi cikal bakal keberadaan warga Arya Madura di Pulau Bali.(*)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved