-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Sabtu, 13 Juni 2026

Sukses Perbaiki Peringkat ,Jembrana Melesat ke Peringkat 7 Porjar Bali 2026


Jembrana, Bali Kini - Kabupaten Jembrana sukses mendobrak tradisi dan naik ke peringkat ke-7 se-Provinsi Bali dalam ajang Porjar Provinsi Bali Tahun ini. Setelah tiga tahun berturut-turut (2023 - 2025) tertahan di peringkat ke-9 atau posisi buncit, tahun ini berhasil naik 
Peringkat dengan torehan akhir 
36 medali emas, 36 perak, dan 51 perunggu.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan kerjasama team yang solid serta suntikan motivasi Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat melepas atlet beberapa waktu lalu. Meski target awal yang dibebankan adalah menembus posisi lima besar, lompatan ke peringkat 7 ini tetap menjadi sinyal kuat kebangkitan prestasi olahraga di Bumi Makepung.

“Saya menargetkan Kabupaten Jembrana minimal mampu menembus lima besar tingkat Provinsi Bali. Dengan semangat, kerja keras, dan persiapan yang telah dilakukan, saya yakin target itu bisa dicapai,” ujar Bupati Kembang sebelumnya saat melepas atlet, Sabtu (30/5) lalu.

Menurutnya, modal penting untuk mendongkrak prestasi daerah kali ini adalah jumlah kontingen yang besar, tingginya partisipasi atlet, serta kuatnya dukungan dari para atlet yang maju secara mandiri.

Dibalik naiknya peringkat ini, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana rupanya telah menerapkan strategi perombakan total sejak awal tahun. Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dikpora Jembrana, I Kade Prapta Surya Wesnawa dihubungi sabtu (13/6), mengungkapkan bahwa persiapan intensif sudah digenjot sejak bulan Februari.

Karena absennya gelaran Porjar di tingkat Kabupaten, pihak Dikpora mengambil langkah proaktif dengan langsung turun ke lapangan memantau potensi para atlet di masing-masing cabang olahraga (cabor).

"Kami melakukan pendampingan rutin ke keseluruhan cabor. Hampir setiap hari kami kunjungi tempat latihan mereka. Kami meminta seleksi ketat terkait atlet yang diberangkatkan, jadi tidak ada penunjukan sembarangan. Selain itu, kami juga menerapkan pendampingan gizi makanan dan pola kebugaran berbasis sport science, serta menetapkan target medali yang jelas per cabor agar mereka termotivasi," jelas Kade Prapta.

Keterbatasan kuota anggaran tidak menjadi penghalang bagi Jembrana untuk unjuk gigi. Dari kuota resmi Pemkab yang hanya memfasilitasi 230 atlet dan 40 pelatih, Dikpora melakukan pendekatan persuasif kepada para atlet, keluarga, dan pelatih.

Hasilnya luar biasa, gelombang dukungan mandiri muncul secara masif. Sebanyak 122 atlet dan 22 pelatih memutuskan berangkat dengan biaya mandiri atau disponsori oleh keluarga dan pihak swasta. Dukungan gotong royong ini berhasil mendongkrak total kekuatan kontingen Jembrana menjadi 414 orang (352 atlet dan 62 pelatih).

Secara total perolehan medali, Jembrana berhasil mengumpulkan 36 medali emas, 36 perak, dan 51 perunggu. Kendati secara kalkulasi medali emas belum memenuhi target awal (45 emas, 30 perak, 28 perunggu), total raihan 123 medali ini sudah lebih dari cukup untuk mengerek posisi Jembrana keluar dari posisi buncit.

Keberhasilan di Porjar Bali 2026 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi perkembangan olahraga di Kabupaten Jembrana, sekaligus membuktikan bahwa dengan sinergi antara pemerintah, atlet, dan masyarakat, keterbatasan mampu diubah menjadi prestasi.
(*)

Klungkung Tampilkan Seni Sakral Barong Nongkling hingga Fragmen Tari "Pencok Saang" di Peed Aya PKB XLVIII

Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menghadiri Pembukaan dan Pelepasan Peed Aya (Pawai) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Acara bergengsi ini berpusat di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala, Denpasar, pada Sabtu (13/6).

Mengangkat tema sentral “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” (Memuliakan Jiwa Paripurna), kontingen Kabupaten Klungkung sukses memukau ribuan penonton yang memadati rute pawai. Klungkung menyuguhkan garapan seni yang sarat filosofi penyucian jiwa, berpadu dengan kemegahan tradisi dan kearifan lokal yang kuat.

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyatakan rasa bangga dan apresiasinya atas dedikasi para seniman muda Klungkung yang tampil penuh totalitas. "Pawai hari ini bukan sekedar tontonan, melainkan tuntunan. Seluruh materi pawai dari Klungkung benar-benar mengimplementasikan tema Atma Kerthi,” ujar Bupati Satria.

Kabupaten Klungkung melangkah anggun dengan menampilkan 8 urutan materi pawai yang memadukan estetika, kesakralan, dan pesan moral yang mendalam:

1. Papan Nama (Payas Nias Klungkung): Identitas daerah dibawa oleh yowana dengan busana adat khas Payas Nias Klungkung (Baru Oholu untuk pria dan Baru Ladari untuk wanita) yang dominan warna hitam, emas, serta motif kain cepuk dan endek yang unik.
2. Jegeg Bagus Klungkung: Putra-putri terbaik daerah tampil megah mengenakan Payas Agra (Payas Agung khas Klungkung) dengan ciri khas bunga sari konta, rambut semi lilit, serta balutan kain songket medeldel asli perajin Klungkung.
3. Gong Suling: Menghadirkan barungan gamelan dengan karakter melodi bambu yang lembut, lirih, ekspresif, dan sarat akan taksu, membangun nuansa kontemplatif di sepanjang jalur pawai.
4. Gebogan (Pajegan): Barisan krama istri (ibu-ibu) menjunjung tinggi gebogan buah, bunga, dan jajanan khas Bali secara rapi. Langkah anggun mereka menyimbolkan rasa syukur dan persembahan suci kehadapan Sang Pencipta.
5. Uparengga: Menampilkan berbagai sarana sakral upacara seperti tombak Bandrangan, Tedung (payung), dan Lelontek (umbul-umbul) hasil mahakarya perajin dari pusat kebudayaan Desa Kamasan dan Desa Paksebali.
6. Tari Kreasi Baru "Damar Kurung": Sebuah koreografi simbolis tentang lentera penyucian jiwa menuju alam nirwana. Garapan dinamis ini diiringi oleh gemuruh magis gamelan Adi Merdangga, sebuah barungan perkusi besar yang memanfaatkan puluhan kendang.
7. Barong Nongkling "Kumbakarna Karebut": Merupakan tarian sakral penolak bala khas Klungkung. Mengambil lakon Ramayana, tarian ini mengisahkan perjalanan spiritual penyucian atma melalui ujian api (Agni Pariksha). Penampilan ini diiringi Gambelan Bebonangan khas Desa Aan.
8. Fragmen Tari "Pencok Saang": Sebagai puncak pawai, fragmen ini mengangkat sejarah heroik penyatuan wilayah Nusa Penida oleh utusan Dalem Bali, I Gusti Ngurah Jelantik, melalui diplomasi ksatria melawan Dalem Bungkut menggunakan pusaka Pencok Saang. Penampilan kolosal ini diiringi irama penuh semangat dari gamelan Balaganjur.

Melalui penampilan ini, Kabupaten Klungkung tidak hanya menunjukkan eksistensi seni budayanya di tingkat provinsi, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan leluhur sekaligus memberi ruang kreatif bagi generasi muda di Klungkung. 

Hadiri Pembukaan PKB XLVIII 2026, Bupati Gus Par Teguhkan Komitmen Pelestarian Budaya Karangasem

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

​Karangasem, Bali Kini - Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menghadiri pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (13/6). Pada kesempatan tersebut, Bupati hadir dengan didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karangasem.

​Pesta seni tahunan terbesar di Bali yang dibuka resmi oleh Gubernur Bali Wayan Koster didampingi wamenpar Niluh Puspa ini dirangkaikan dengan pelepasan Peed Aya atau pawai budaya yang diikuti seluruh kabupaten/kota se-Bali.

​Kehadiran Bupati I Gusti Putu Parwata yang didampingi Sekda menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam mendukung pelestarian, pengembangan, dan pemajuan seni budaya Bali, sekaligus memberikan dukungan langsung kepada para seniman dan duta Kabupaten Karangasem yang tampil dalam ajang bergengsi tersebut.

​Dalam Peed Aya PKB XLVIII Tahun 2026, Kabupaten Karangasem menampilkan kekayaan seni dan tradisi khas Gumi Lahar melalui berbagai sajian yang sarat nilai spiritual dan estetika. Penampilan diawali dengan barisan identitas daerah, disusul Tari Kreasi Rerejangan Tiang Sanga yang diiringi Gamelan Selonding, Tari Tradisi Daratan Jempana, Gamelan Tambur, hingga garapan tematik bertajuk “Atma Prasangsa” yang dimaknai sebagai pemuliaan jiwa menuju kesucian dan keharmonisan hidup.

​Pada malam harinya, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa bersama istri turut menghadiri rangkaian pembukaan PKB XLVIII Tahun 2026 dalam agenda Rekasadana (Pergelaran) Perdana yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Werdhi Budaya Art Centre Denpasar. Pergelaran yang dimulai pukul 20.00 Wita tersebut menampilkan garapan kolaborasi Sanggar Karawitan Bungan Dedari bersama ISI Bali.

​Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam pembukaan PKB XLVIII Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi seni budaya daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Karangasem kepada masyarakat luas.

​Mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”, PKB XLVIII Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memuliakan dan menyucikan jiwa melalui pelestarian seni dan budaya sebagai warisan luhur yang diwariskan kepada generasi mendatang. Selama sebulan penuh, perhelatan budaya ini akan menghadirkan beragam pementasan seni, lomba, parade, pameran, hingga kegiatan budaya lainnya yang melibatkan ribuan seniman dari Bali maupun mancanegara.

​Bagi Kabupaten Karangasem, partisipasi dalam PKB tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga merupakan bentuk nyata menjaga identitas budaya daerah agar tetap hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai adiluhung yang diwariskan para leluhur. (Ami)

1 ORANG HANYUT AKIBAT BANJIR DI DESA BAKTI SEGARA

BULELENG , BALI KINI  Tim SAR gabungan melakukan pencarian 1 orang hanyut  terseret arus banjir di Desa Bakti Seraga, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (12/6/2026). Korban atas nama Ricardo Razaq Alghivieri, usia 20 tahun, merupakan seorang mahasiswa.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi pada pukul 13.55 Wita. "Info kejadian adanya 1 orang terseret arus banjir kami terima dari Bapak Waskita, diperkirakan kejadiannya sekitar pukul 12.30 Wita," terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Banjir yang mengakibat aliran deras di sungai belakang rumah korban, menghantam sebagian rumahnya yang berada di  Perum Griya Mahadewa Blok A4. Warga setempat kemudian melakukan pencarian terhadap korban namun belum membuahkan hasil. Setelahnya baru pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut.

"Kami langsung merespon cepat dengan memberangkatkan 8 orang personel Pos SAR Buleleng menuju lokasi kejadian," imbuhnya. Jarak Pos SAR Buleleng menuju perumahan tersebut cukup jauh, kurang lebih satu setengah jam lamanya.

Sampai saat ini upaya pencarian sudah dilakukan dengan menyisir sungai dari lokasi kejadian menuju arah utara hingga Pantai Indah, akan tetapi belum menemukan tanda-tanda keberadaan mahasiswa nahas tersebut.

Selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan unsur SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, BPBD Buleleng, Polsek Buleleng, keluarga korban dan masyarakat setempat. (ayu)

Datang Langsung ke Jembrana, Peneliti Jepang Yusuke Koizumi Terkesan dengan Banjar Smart Hub Warnasari

Jembrana , Bali Kini - Inovasi Banjar Smart Hub mengantarkan Desa Warnasari, khususnya Banjar Warnasari Kelod menuai pengakuan luar biasa dari berbagai kalangan.


Salah satunya, pengakuan datang dari akademisi, sosiolog, dan peneliti dari Universitas Hitotsubashi, Jepang, Yusuke Koizumi, Ph.D.,.


Bahkan, Yusuke Koizumi sendiri datang secara langsung ke Desa Warnasari, untuk mengetahui lebih dalam terkait Inovasi Banjar Smart Hub yang merupakan keberlanjutan dari program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) Warnasari.


Yasuke Koizumi diketahui berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), khususnya cabang BPS di Jembrana, Bali. Ia  mengkhususkan diri dalam studi Asia Tenggara, pembangunan pedesaan, dan pergeseran demografis. 

Dalam kunjungan tersebut, Yasuke Koizumi diterima langsung oleh Kelian Banjar Warnasari Kelod, I Kadek Sri Rama Usmantara beserta perangkat Desa Warnasari di Balai Banjar Warnasari Kelod, Jumat (12/6).


Pertama menginjakkan kaki di Desa Warnasari, Yusuke Koizumi menunjukkan kekagumannya tentang lingkungan desa yang masih sangat asri, indah dan bersih.


"Pertama kali datang dan melihat, Saya kagum sekali, desa ini (warnasari) lingkungannya sangat asri, indah, bersih sekali," ungkapnya.


Lebih lanjut, setelah mendengar terkait pemaparan tentang inovasi Banjar Smart Hub yang merupakan dari keberlanjutan program Desa Cantik Warnasari, Yusuke menyebut ini menjadi salah satu contoh yang luar biasa. 


Bagaimana dari program desa Cantik mampu melahirkan inovasi program yang luar biasa dalam  memberikan pelayanan kepada masyarakat.


"Saya kembali mengapresasi program Banjar Smart Hub ini, tentu semua diawali dari pondasi data yang telah disusun dan terverifikasi dengan baik. Dengan data yang valid, kemudian didukung dengan sentuhan inovasi maka lahirkan program yang luar biasa ini. Semoga ini bisa diaplikasikan didesa-desa lainnya," ujarnya.


Untuk lebih menguatkan lagi program yang telah berjalan, Pihaknya akan membantu penguatan data spasial Desa Warnasari khususnya Banjar Warnasari Kelod. 


Data spasial adalah data yang menunjukkan lokasi, posisi, luas, dan sebaran suatu objek di wilayah, seperti lahan pertanian, permukiman, sumber air, jalan, fasilitas umum, dan potensi lainnya yang ditampilkan dalam bentuk peta digital.


"Melalui data spasial yang lebih akurat, Banjar dapat menyusun perencanaan pembangunan, pengelolaan sumber daya, serta program Banjar Smart Hub secara lebih terarah, tepat sasaran, dan berbasis data," ucapnya.


Sementara itu, Kelian Banjar Warnasari Kelod, I Kadek Sri Rama Usmantara mengaku sangat berkesan sekali atas kunjungan yang luar biasa dari  Yusuke Koizumi, Ph.D.,  selaku akademisi, sosiolog, dan peneliti dari Universitas Hitotsubashi, Jepang.


Baginya, momentum ini sangat penting sekali untuk memperdalam ilmu, sharing pendapat dan masukan untuk lebih menyempurnakan program Banjar Smart Hub ini.


"Beliau adalah seorang peniliti yang fokus di Asia Tenggara, khususnya pembagunan pedesaan. Meski singkat sekali, namun banyak yang ilmu yang beliau berikan dan itu semua itu sejalan untuk penyempurnaan program Banjar Smart Hub kita ini," pungkasnya.


Untuk diketahui, Banjar Smart Hub Warnasar Kelod, Desa Warnasari dilaunching beberapa waktu lalu oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.

Balai banjar yang biasanya hanya digunakan untuk urusan adat, telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan publik digital bertajuk Banjar Smart Hub (BSH).


Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, mengapresiasi terobosan inovatif kelian dan seluruh tokoh masyarakat Banjar Wanasari Kelod yang sukses melahirkan inovasi Banjar Smart Hub ini. Warga kini makin mudah mengurus administrasi, mengakses layanan publik, hingga membayar pajak melalui satu aplikasi di ponsel pintar. (Pr * )

PT Melali Laporkan Dua Pelaku Terduga Penipuan Investasi ke Polda Bali

Foto : Kuasa Hukum PT Melali. Adrianus Herman Henok (Kiri) Hendrikus Hali Atagoran (kanan)

Denpasar , Bali Kini - PT Melali Management and Consultancy (PT. Melali) resmi melaporkan Jake Seaforth Mackenzie dan Yulia  Wahyuni Soetikno ke Polda Bali. Ke dua terlapor diduga melakukan Tindak Pidana Penipuan/perbuatan Curang dan pemalsuan surat serta penggelapan dalam jabatan.

Kuasa Hukum PT. PT Melali Management and Consultancy, Dr. Agus Widjajanto, S.H., M.H,  Hendrikus Hali Atagoran, S.H., M.H,  Adrianus Herman Henok, S.H., M.H, Alfeus Jebabun, S.H., M.H, .I Ketut Gede Citarjana Yudiastra, S.H.,CM.e.,menyampaikan bahwa terlapor Jake dan Yulia, atas dugaan Penipuan, Penggelapan, Penggelapan dalam Jabatan dan Pemalsuan Surat sebagaimana termuat dalam STTLP No. LP/B/466/V/2026/SPKT/Polda Bali tertanggal 29 Mei 2026.

"Kami melihat ada kejanggalan yang luar biasa dimana ada perbedaan antara perjanjian pertama dan perjanjian kedua yang selalu dikatakan oleh pihak Jack dan Yulia sebagai perpanjangan perjanjian. Ada 2 hal janggal dan perbedaannya jelas yang kami ditemukan," tegas Adrianus Henok. 

Adrianus menjelaskan, hal pertama yang janggal ditemukan yakni perjanjian No. 02/PKS-MMC-BOD/V/2025 tertanggal 30 Mei 2025 yang berakhir pada tanggal 3 Mei 2026 belum selesai sudah dibuat perjanjian kedua. Perjanjian kerjasama Kedua No. 01/MMC/X/2025 tertanggal 08 Oktober 2025 yang dikatakan sebagai perpanjangan ternyata ada perbedaan baik para pihak juga objek yang diperjanjikan. 

"Pada perjanjian pertama tertulis pihaknya adalah PT Melali diwakili oleh Dirut atas nama Jack (Jake Seaforth Mackenzie) dengan PT Ramana diwakili oleh Yulia, sementara di perjanjian kedua masih mengatasnamakan PT Melali diwakili oleh Dirut saudara Jack namun tidak hanya sebagai Dirut tetapi juga sebagai pemilik tanah dan bangunan," jelasnya. 

Kemudian lanjut dijelaskan Hendrikus Hali Atagoran, pada tanggal 31 Maret 2026, Pemegang saham PT. Melali melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memberhentikan Tuan Jake Seaforth Mackenzie selaku Direktur Utama PT. Melali. Selanjutnya pada tanggal 20 April 2026, terjadi gesekan antara Kuasa Hukum PT. Melali sebelumnya dari kantor GHP Law Firm dengan Jake Seaforth Mackenzie beserta Kuasa Hukumnya yang masing-masing pihak membawa petugas keamanan.

"Atas kejadian tanggal 20 April 2026 tersebut, muncul pemberitaan beberapa media online yang berusaha memframe (membingkai) para Pemegang Saham yang sah dari PT. Melali mengganggu pengusaha Lokal (Yulia). Bahkan di beberapa media sosial ditampilkan halaman paspor dan KITAS salah satu pemegang saham Dean Charles Morrison dan anaknya dipublish oleh media tidak bertanggung jawab tersebut (dugaan doxing)," jelasnya. 

Perlu diketahui, PT Melali Management and Consultancy (PT. Melali) merupakan badan hukum Indonesia Perseroan dengan status Penanaman Modal Asing (PMA) yang bergerak di bidang usaha jasa konsultasi bisnis, sesuai Akta Notaris Indi James Sihombing, SH., MKn., No. 69 tertanggal 15 Desember 2020. 
Susunan Pemegang saham PT, Melali yakni Tuan Jake Seaforth Mackenzie sebesar 34% saham atau sebesar 1.360 lembar saham,  Tuan Peter Wallace Grant sebesar 33% saham atau sebesar 1.320 lembar saham, Tuan David Bernar Cullen sebesar 33% saham atau sebesar 1.320 lembar saham.

PT, Melali selaku Area Manager mengadakan Perjanjian Kerjasama Penyediaan Tanah dan Bangunan No. 02/PKS-MMC-BOD/V/2025 tertanggal 30 Mei 2025 dengan PT. Ramana Maharshi Arunchala selaku “Tenant” dengan masa berlaku Perjanjian sejak 1 Juni 2025 sampai dengan 31 Mei 2026;
Pada tanggal 08 Oktober 2025 dilakukan Perpanjangan Perjanjian Kerjasama No. 01/MMC/X/2025 tertanggal 08 Oktober 2025 antara Tuan Jack Seaforth Mackenzie selaku Dirut PT. Melali dan Pemilik sah tanah dan atau bangunan dengan PT. Ramana Maharshi Arunchala selaku “Pengelola atau Investor (Operator or Investor)” dengan masa berlaku Perjanjian sejak 1 Oktober 2025 sampai dengan 30 September 2028. 

Dimana terhadap perpanjangan perjanjian kerjasama inilah, Kuasa Hukum PT. Melali menilai ada kejanggalan dan perbedaan. Sehingga PT Melali melaporkan tindakan Jake dan Yulia ke Polda Bali atas dugaan Penipuan, Penggelapan, Penggelapan dalam Jabatan dan Pemalsuan Surat sebagaimana STTLP No. LP/B/466/V/2026/SPKT/Polda Bali tertanggal 29 Mei 2026. 

Kuasa Hukum PT Melali melihat ada kejanggalan luar biasa, dimana ada perbedaan antara perjanjian pertama dan perjanjian kedua yang selalu dikatakan oleh pihak Jack dan Julia sebagai perpanjangan perjanjian. Hingga berita ini ditayangkan, pihak terlapor Jake dan Yulia yang disebutkan dalam artikel ini masih belum dapat dihubungi.

Jumat, 12 Juni 2026

Lepas Ratusan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Wabup Ipat Tekankan Kejujuran Data Lapangan


Jembrana , Bali Kini - Sebanyak 312 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kabupaten Jembrana resmi diterjunkan untuk melaksanakan pendataan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.


Mewakili, Bupati Jembrana, Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat)  secara simbolis memasangkan rompi dan name tag Sensus Ekonomi 2026 kepada perwakilan petugas, yang kemudian dilanjutkan dengan gotong royong bersama ASN Pemkab Jembrana beserta jajaran Polres Jembrana di halaman Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Jumat (12/6/2026).


Wabup Ipat menegaskan bahwa sensus ekonomi merupakan momentum penting dalam menghadirkan data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan jangka menengah hingga panjang.


Ia mengingatkan ketelitian dan kejujuran petugas sangat penting karena ketidaklengkapan data akan berdampak serius terhadap kualitas kebijakan pemerintah.


 “Data yang hilang akan menimbulkan bias. Di sinilah tugas dan tanggung jawab bapak ibu untuk mendapatkan seluruh potret kehidupan masyarakat Jembrana dari seluruh kalangan yang ada,” ujarnya.


Penugasan petugas sensus yang berbasis domisili wilayah tempat tinggal diharapkan dapat meningkatkan tanggung jawab serta motivasi dalam menjalankan tugas. 


Meski demikian, pemerintah daerah, akan mendukung penuh proses pelaksanaan di lapangan, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, untuk memastikan seluruh masyarakat dapat terjangkau pendataan.

Ia menekankan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan kegiatan rutin tahunan, melainkan agenda strategis yang hasilnya menjadi rujukan penting dalam penyusunan kebijakan daerah.


“Sensus ini tidak setiap tahun dilaksanakan. Hasilnya akan digunakan untuk 5 sampai 10 tahun ke depan. Karena itu harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” katanya.


Bupati juga mengingatkan seluruh petugas untuk bekerja secara jujur, profesional, dan sesuai fakta di lapangan.


“Bekerjalah dengan jujur sesuai ikrar yang telah disampaikan. Jangan menutup-nutupi kondisi. Gali data secara seksama sesuai kriteria yang ada, baik individu maupun unit usaha. Pastikan semua jawaban benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Jembrana, I Wayan Putrawan menyebut di Jembrana, sekitar 92 ribu keluarga dan lebih dari 44 ribu unit usaha menjadi sasaran pendataan. 

"Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, BPS Kabupaten Jembrana telah menyiapkan sebanyak 312 petugas lapangan yang akan melaksanakan pendataan di seluruh wilayah Jembrana," pungkasnya. ( * ) 

Gita Yutra Riantini Siap Tarung di Ning Ayu Bali 2026, Wakili Jembrana ke Tingkat Provinsi

Jembrana , Bali Kini – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Jembrana di tingkat provinsi. Putu Ayu Gita Yutra Riantini, putri daerah asal Jembrana, berhasil lolos dan mendapat kesempatan tampil dalam ajang pemilihan duta pariwisata dan kontes kecantikan bergengsi, Ning Ayu Bali 2026.

Ajang yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Bali tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2 Juli 2026. Dalam ajang tersebut, Gita akan membawa misi memperkenalkan dan mempromosikan potensi pariwisata, seni, serta kekayaan budaya khas Bumi Makepung kepada khalayak yang lebih luas.

Keberhasilan Gita menembus ajang bergengsi tingkat provinsi itu mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Jembrana. Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian yang diraih putri daerah tersebut.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi tinggi lolosnya Putu Ayu Gita Yutra Riantini dalam ajang Ning Ayu Bali 2026. Ini merupakan bukti nyata bahwa generasi muda Jembrana memiliki daya saing yang luar biasa, berwawasan luas, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata daerah,” ujarnya usai diterima Bupati Jembrana di Rumah Jabatan Bupati, rabu (10/6).

Menurutnya, keikutsertaan Gita tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, namun juga membawa nama baik Kabupaten Jembrana di tingkat provinsi. Karena itu, ia berharap Gita mampu tampil maksimal dan menunjukkan kualitas terbaik yang dimiliki.

Bupati Kembang juga berpesan agar Gita senantiasa percaya diri, menjaga sportivitas, serta menjadi representasi yang baik bagi masyarakat Jembrana selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi dan berani mengembangkan potensi diri.
“Pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Jembrana tentu berada di belakang Gita. Selamat berjuang, tunjukkan pesona, kecerdasan, serta keunikan budaya Jembrana di panggung Ning Ayu Bali 2026,” tegasnya.

Sementara itu, Pemilihan Ning Ayu Bali dikenal sebagai salah satu ajang duta pariwisata dan kontes kecantikan paling prestisius di Pulau Dewata. Penilaian dalam kompetisi ini tidak hanya berfokus pada aspek kecantikan, tetapi juga menitikberatkan pada kecerdasan (brain), kepribadian (behavior), serta kemampuan peserta dalam mengadvokasi pelestarian budaya dan pariwisata berkelanjutan.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat, keikutsertaan Putu Ayu Gita Yutra Riantini diharapkan mampu menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Jembrana sekaligus mengharumkan nama daerah di kancah Bali. ( *)

Resahkan Peternak, Pelaku Pencurian Sapi di Tiga TKP Karangasem Akhirnya Dibekuk

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Satreskrim Polres Karangasem berhasil mengungkap kasus pencurian ternak sapi yang terjadi di sejumlah lokasi di Kecamatan Abang dan sempat meresahkan masyarakat.

Kasus ini menjadi salah satu perhatian utama dalam pengungkapan beberapa pencurian yang berhasil ditangani Polres Karangasem selama periode Mei 2026. Polisi mengamankan 1 tersangka yang telah beraksi di 3 TKP di Kabupaten Karangasem dan diketahui juga beraksi di Kabupaten Buleleng yakni beraksi mencuri ternak Babi.

Kapolres Karangasem, AKBP I Made Santika menjelaskan, kasus pencurian ternak tersebut sangat meresahkan karena sapi yang dicuri merupakan aset berharga milik para petani. Selain itu, pelaku dinilai cukup ahli dalam menjalankan aksinya sehingga mampu memindahkan hewan ternak yang merupakan Sapi dan Babi tanpa suara, tanpa diketahui pemilik maupun warga sekitar.

“Kasus pencurian ternak ini sangat meresahkan dan menyita perhatian publik karena terjadi di beberapa TKP serta menimpa korban yang berprofesi sebagai petani, dimana hewan ternaknya merupakan harta yang sangat berharga bagi mereka,” ujar Kapolres saat konferensi pers, Jumat (12/6/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku memanfaatkan kondisi kandang yang berada di pinggir jalan dengan pengawasan dan penerangan yang minim. Situasi tersebut memudahkan pelaku membawa kabur sapi tanpa menimbulkan kecurigaan warga sekitar.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa empat ekor sapi, terdiri dari tiga ekor sapi betina, dua diantaranya sedang hamil dan satu ekor sapi jantan berwarna merah bata. Selain itu turut diamankan empat buah klontong atau kalung sapi serta sejumlah kendaraan yang diduga digunakan dalam menjalankan aksi kejahatan.

Sebagai bentuk pemulihan hak korban, Polres Karangasem juga menyerahkan kembali barang bukti berupa empat ekor sapi kepada pemiliknya, yakni I Gede Putu dan I Nengah Pegeg. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan rasa keadilan kepada korban sekaligus membantu memulihkan kondisi psikologis mereka pasca terjadinya tindak pidana.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun atau denda kategori V paling banyak Rp500 juta.

Polres Karangasem mengimbau masyarakat, khususnya para peternak, untuk meningkatkan pengamanan kandang, menambah penerangan di sekitar lokasi ternak, serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. (Ami)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved