-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Jumat, 18 September 2026

Sidak Malam di Lapas Karangasem, Pisau Modif hingga Palu Ditemukan


Karangasem, Bali Kini – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Karangasem menggelar penggeledahan atau razia gabungan bersama aparat penegak hukum pada Kamis (17/9/2026) malam. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA tersebut melibatkan personel Polres Karangasem, termasuk anggota Satresnarkoba dan Buser, Kodim Karangasem, BNN Kabupaten Karangasem, Bapas Karangasem serta LPKA Karangasem.

Razia dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas. Kegiatan tersebut juga menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS.61.OT.02.02 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan dalam rangka Deteksi Dini Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban pada Lapas, LPKA dan Rumah Tahanan Negara di seluruh Indonesia.

Kepala Lapas Kelas IIB Karangasem, I Made Supartana, memimpin langsung apel sebelum kegiatan penggeledahan dimulai. Setelah apel, tim dibagi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kamar-kamar hunian di blok pria dan wanita.

Sasaran penggeledahan meliputi telepon seluler, narkotika serta berbagai benda yang berpotensi digunakan untuk mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang, di antaranya satu pisau modifikasi, satu palu, satu tang, satu kayu balok, dua tali, 13 paku, tiga botol kaca, empat gunting kuku, empat penjepit kertas dan enam sendok.

Petugas juga menemukan empat ikat pinggang, tiga set kartu remi, tiga botol parfum berbahan kaca, delapan cermin, satu bingkai kaca dan satu amplas.

Seluruh barang hasil penggeledahan tersebut kemudian dicatat, disita dan diinventarisasi. Barang-barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam blok hunian selanjutnya akan dimusnahkan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Selain melakukan penggeledahan, petugas juga menggelar tes urine terhadap pegawai dan warga binaan. Sebanyak lima pegawai dan 10 warga binaan mengikuti pemeriksaan yang didampingi langsung oleh petugas BNN Kabupaten Karangasem.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif narkoba.

I Made Supartana mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

“Sebagai deteksi dini gangguan kamtib, kegiatan berjalan aman dan lancar,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Karangasem.

Pihak Lapas Karangasem menyatakan kegiatan penggeledahan akan dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang di lingkungan Lapas. (Ami)

Kamis, 17 September 2026

Akses Darat Terhambat, Pangkoops TNI Habema Perintahkan Evakuasi Udara Ibu Sinta dari Mbua

Mbua, Bali Kini - Papua Pegunungan – Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto memerintahkan bantuan evakuasi udara terhadap Ibu Sinta Bilolo, istri almarhum Aris sanda, dari Distrik Mbua menuju Wamena, Kamis (17/9/2026), menyusul terhambatnya pelayanan transportasi darat pada jalur Mbua–Wamena.

Evakuasi dilakukan untuk memastikan Ibu Sinta dapat melakukan perjalanan dengan aman dan penuh haru di tengah kondisi akses darat yang belum memungkinkan. Dari Mbua, Ibu Sinta bersama dua pendamping, Ibu Haryati dan Ibu Murni, dievakuasi menggunakan Helikopter Bell dan Helikopter Fennec menuju Kenyam.

Setibanya di Kenyam, ketiganya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Wamena menggunakan pesawat Caravan. Seluruh rangkaian evakuasi berlangsung aman dan lancar.

Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengatakan bahwa bantuan tersebut diberikan atas pertimbangan kemanusiaan dan keselamatan keluarga yang sedang membutuhkan dukungan perjalanan.

"Ibu Sinta sedang dalam suasana duka dan membutuhkan perjalanan yang aman. Ketika akses darat belum memungkinkan, saya perintahkan jajaran memberikan bantuan evakuasi udara agar beliau bersama pendamping dapat sampai ke Wamena dengan selamat. Dalam keadaan seperti ini, keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas," ujar Brigjen TNI Riyanto.

Koops TNI Habema menegaskan bahwa kondisi geografis maupun keterbatasan akses tidak boleh menjadi penghalang ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Bagi Koops TNI Habema, kehadiran negara harus dapat dirasakan pada saat masyarakat paling membutuhkan—hadir memberikan rasa aman, membantu perjalanan, dan memastikan mereka tidak menghadapi masa-masa sulit seorang diri.

(Sumber: Koops TNI Habema)


Prestasi Gemilang Duta Tabanan di UDG Bali XXXIII, Bukti Budaya dan Generasi Unggul Terus Bertumbuh


Singasana , Bali Kini – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kontingen Kabupaten Tabanan dalam ajang Utsawa Dharma Gita (UDG) Bali XXXIII Tahun 2026 yang berlangsung pada 11–16 September 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya (Art Center), Denpasar.

 

Mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma”, UDG Bali XXXIII tidak hanya menjadi ruang kompetisi seni sastra keagamaan Hindu, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan tradisi, bahasa, sastra dan nilai-nilai spiritual Bali di tengah perkembangan zaman.

 

Kontingen Tabanan berhasil mencatatkan 18 prestasi, terdiri atas 2 medali emas, 2 medali perak, 4 medali perunggu, serta 14 penghargaan kategori Harapan, yakni 6 Harapan I, 5 Harapan II dan 3 Harapan III.

 

Capaian tersebut diraih melalui berbagai cabang yang diikuti para duta Tabanan dalam kompetisi yang mempertemukan kontingen dari sembilan kabupaten/kota se-Bali.

 

Pada pelaksanaan 12 September 2026, kontingen Tabanan meraih Juara II Dharma Wacana Bahasa Inggris Dewasa Putra, Juara III Dharma Wacana Bahasa Inggris Dewasa Putri dan Juara III Membaca Palawakya Dewasa Putri. Sejumlah prestasi Harapan juga diraih melalui kategori Membaca Kakawin Remaja Putra, Dharma Wacana Bahasa Bali Remaja Putri, Membaca Sloka Remaja Putri, Membaca Sloka Anak-anak Putra dan Putri, serta Kakawin Remaja Putri dan Dewasa Putri.

 

Prestasi kembali bertambah pada 13 September 2026. Tabanan berhasil meraih Juara I Utsawa Menghafal Sloka Remaja Putra dan Juara I Utsawa Menghafal Sloka Dewasa Putri. Selain itu, Tabanan juga meraih Juara III Dharma Wacana Bahasa Inggris Remaja Putra serta sejumlah penghargaan Harapan pada kategori Palawakya, Kakawin, Sloka, Dharma Wacana Bahasa Inggris dan Dharma Carita.

 

Pada 14 September 2026, kontingen Tabanan menambah capaian melalui Juara II Utsawa Membaca Sloka Dewasa Putra dan Juara III Utsawa Nyanyian Keagamaan Hindu. Sementara penghargaan Harapan kembali diraih pada kategori Dharma Carita Anak-anak Putra dan Dharma Wiwada.

 

Secara keseluruhan, UDG Bali XXXIII Tahun 2026 menghadirkan 11 bidang lomba dengan 37 kategori, meliputi membaca sloka, palawakya, kakawin, kidung, nyanyian keagamaan Hindu, gaguritan, dharmawacana Bahasa Bali dan Bahasa Inggris, menghafal sloka, dharmawiwada serta dharmacarita.

 

Bagi masyarakat Tabanan, capaian tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai jumlah medali. Prestasi para peserta menjadi gambaran bahwa pembinaan seni, sastra dan budaya keagamaan masih memiliki ruang kuat di kalangan generasi muda. Penguasaan sloka, kakawin, palawakya, kidung hingga dharmawacana sekaligus menjadi sarana untuk menjaga kemampuan generasi penerus dalam memahami dan menyampaikan nilai-nilai luhur warisan budaya Bali.

 

Keberhasilan tersebut turut memperkuat ekosistem kebudayaan Kabupaten Tabanan. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu membawa identitas dan kekayaan budaya Tabanan ke tingkat nasional.

 

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. saat dikonfirmasi pada Rabu (16/9) sore menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh kontingen Tabanan yang telah membawa nama daerah dalam UDG Bali XXXIII.

 

“Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Tabanan. Lebih dari sekadar medali, capaian para duta Tabanan menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan spiritual masih hidup dan terus berkembang di tengah generasi muda. Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, pembina, official dan semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kontingen,” ujar Dr. I Komang Gede Sanjaya.

 

Menurut Bupati Sanjaya, penguatan seni dan budaya menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan manusia yang sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.

 

“Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia yang berkarakter, berbudaya dan memiliki jati diri. Prestasi dalam UDG ini menjadi salah satu bukti bahwa pembangunan kebudayaan harus berjalan bersama dengan pembangunan di bidang lainnya. Kita ingin generasi Tabanan tumbuh unggul, tetap berakar pada nilai budaya dan mampu berkontribusi di tingkat yang lebih luas,” tegasnya.

 

Bupati Sanjaya juga berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda Tabanan untuk terus belajar, berlatih dan mencintai seni serta budaya daerah.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan I Dewa Putu Mahendra, S.STP., M.M. menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, pembina dan official yang telah memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti UDG Bali XXXIII.

 

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan official Duta Kabupaten Tabanan. Capaian ini merupakan hasil dari proses latihan, kedisiplinan dan kerja keras bersama. Kami juga mengapresiasi dukungan semua pihak yang telah membantu sehingga kontingen Tabanan dapat tampil dan memberikan hasil terbaik,” kata I Dewa Putu Mahendra.

 

I Dewa Putu Mahendra menegaskan, capaian di tingkat Provinsi Bali menjadi bagian dari proses evaluasi sekaligus pijakan untuk menghadapi UDG Tingkat Nasional Tahun 2027 di Sulawesi Tengah.

 

“Setelah pelaksanaan UDG tingkat provinsi ini, kami akan melakukan evaluasi terhadap seluruh peserta, terutama bagi yang berpeluang menjadi duta Bali pada tingkat nasional. Persiapan harus dilakukan lebih matang, baik dari sisi materi, teknik penampilan maupun mental bertanding. Harapannya, pengalaman yang diperoleh di UDG Bali XXXIII menjadi bekal penting untuk tampil maksimal di tingkat nasional,” jelasnya.

 

UDG Bali XXXIII sekaligus menjadi momentum memperkuat keterhubungan antara pelestarian kebudayaan dengan pembangunan generasi muda. Tema “Dharmagita Atmanam Dharma” memiliki keterkaitan erat dengan semangat Atma Kerthi, yang menempatkan manusia sebagai bagian penting dalam proses pemuliaan kehidupan melalui penguatan nilai budaya dan spiritual.

 

Melalui ajang tersebut, masyarakat tidak hanya menyaksikan kompetisi, tetapi juga mendapatkan ruang untuk melihat bagaimana sastra dan seni keagamaan diwariskan kepada generasi penerus. Bagi Pemerintah Kabupaten Tabanan, keberlanjutan pembinaan tersebut menjadi investasi kebudayaan untuk memastikan identitas daerah tetap kuat sekaligus mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional.(*)

 


Gubernur Koster Hadiri Serah Terima Lahan dan Hibah Aset Universitas Terbuka kepada Pemprov Bali

Denpasar , Bali Kini Universitas Terbuka (UT) Denpasar resmi mengembalikan lahan milik Pemprov Bali seluas 1.975 meter persegi di Jalan Gurita, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai Sekretariat Unit Pelayanan Belajar Jarak Jauh (UPBJJ). Pengembalian lahan dibarengi penyerahan hibah aset UT berupa gedung beserta segala peralatan dan mesin yang ada di atas lahan  tersebut. Total nilai perolehan aset yang diserahkan UT kepada Pemprov Bali mencapai Rp. 4,89 miliar. Pengembalian aset ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si dan Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Baru Universitas Terbuka Denpasar yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Kamis (17/9).

Prof Ali menjelaskan, pemanfaatan lahan milik Pemprov Bali bermula dari izin pemerintah daerah pada 2007 melalui Keputusan Gubernur Bali Nomor 863/01-F/HK/2007. Lahan inventaris Pemprov Bali itu kemudian dimanfaatkan sebagai lokasi Sekretariat UPBJJ-UT Denpasar. Pemanfaatan lahan dituangkan dalam Perjanjian Pinjam Pakai Nomor 028/2518/PPA.Aset tanggal 21 April 2015. Perjanjian itu berlaku selama lima tahun hingga 21 April 2020 dan kemudian dilanjutkan melalui perpanjangan kerja sama pada 2021.

 Di atas lahan tersebut, UT membangun gedung dengan luas sekitar 1.106 meter persegi pada 2008. Pembangunan gedung didukung Izin Mendirikan Bangunan Nomor 02/52/187/DS/DP/2010 tertanggal 11 Januari 2010. “Di tempat inilah pelayanan pendidikan jarak jauh UT tumbuh bersama masyarakat Bali dan ikut memperluas akses pendidikan tinggi," ujar Prof. Ali.

 Ditambahkan olehnya, pengembalian aset ini merupakan bagian dari penataan tata kelola Barang Milik Universitas Terbuka setelah UT Denpasar menempati gedung baru di Jalan Raya Sesetan sejak tahun 2024. Perpindahan tersebut sekaligus mendorong penyelesaian administrasi dan pengelolaan aset secara tertib, transparan, akuntabel, serta sesuai ketentuan. "Seiring berakhirnya pemanfaatan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali, UT mengambil langkah untuk mengembalikan hak pemanfaatan tanah tersebut kepada Pemerintah Provinsi Bali dan melalui mekanisme hibah, menyerahkan gedung dan bangunan serta peralatan dan mesin milik UT yang berada di dalamnya," jelasnya.

Objek hibah terdiri atas satu unit gedung dan bangunan dengan nilai perolehan Rp.4.148.127.000. Selain itu, terdapat 169 unit peralatan dan mesin dengan total nilai perolehan Rp. 746.159.250. Dengan demikian, total nilai perolehan Barang Milik Universitas Terbuka yang dihibahkan mencapai Rp4.894.286.250. Peralatan tersebut antara lain berupa perangkat AC, backdrop, exhaust fan, layar proyektor, lemari, meja dan workstation, meja resepsionis, perkakas, rak kayu, serta sketsel ruangan. Berdasarkan hasil inventarisasi, aset berada dalam kondisi baik dan sebagian mengalami rusak ringan.

 Prof. Ali juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov atas dukungan terhadap keberadaan UT di Bali. la secara khusus menyebut peran Wayan Koster yang pernah terlibat dalam pendirian UT ketika duduk sebagai anggota Komisi X DPR RI.

Gubernur Koster mengatakan, aset tersebut memiliki nilai manfaat bagi Pemprov Bali karena bangunannya masih dinilai layak untuk digunakan. Sebelum acara penyerahan, Gubernur Koster melihat langsung kondisi gedung di Jalan Gurita. "Tadi saya sudah melihat gedungnya, itu masih sangat layak, tinggal rapi-rapi sedikit, sudah bisa dipakai lagi. Jadi nilainya tadi kalau tidak salah Rp. 4,89 miliar," ujarnya.

 la menyampaikan terima kasih kepada Rektor UT atas hibah aset tersebut. Menurutnya, aset itu dapat dimanfaatkan Pemprov Bali untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat maupun menjalankan organisasi pemerintahan. “Terima kasih kepada Bapak Rektor atas hibah asetnya yang akan sangat bermanfaat bagi Pemprov Bali di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun juga menjalankan organisasi pemerintahan," katanya.

Pada bagian lain, Gubernur Bali dua periode ini menyampaikan bahwa dirinya mempunyai ikatan emosional dengan UT. Saat mengawali karier di Balitbang Kemendukbud RI Tahun 1988, ia intens melakukan riset mengenai kebijakan yang berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas dan model layanan pendidikan. “Salah satu yang kita pelajari adalah bagaimana menangani pelayanan pendidikan untuk Indonesia yang begitu luas. Negara kepulauan, jumlah penduduknya banyak dan kondisi ekonomi kurang mampu,” urainya. Karena itu, Indonesia butuh layanan pendidikan yang mudah dijangkau dan memberikan kesempatan bagi warga negara dimanapun mereka berada, dalam kondisi geografis yang sangat sulit atau daerah terpencil. “Dari situlah kami terus mematangkan dan mengembangkan model layanan pendidikan untuk daerah yang sulit terjangkau, satu diantaranya adalah UT. 

. Dari pengamatannya, sejak didirikan pada tahun 1988, saat ini UT berkembang sangat baik. “Gedungnya bagus, sistem pembelajaran makin maju, teknologi juga sudah diberdayakan dengan baik, tata kelola bagus, peminatnya sudah sangat tinggi,” ungkapnya. Mencermati hal ini, ia minta dukungan UT untuk mengambil peran aktif dalam upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) masuk ke Perguruan Tinggi di Bali yang saat ini masih berada di bawah 40 persen. Selain itu, UT juga diminta menyukseskan program 1 Keluarga 1 Sarjana (1K1S) yang menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan capaian APK masuk perguruan tinggi.

Kepala BPKAD Bali, I Ketut Maduyasa mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti pemanfaatan aset tersebut. Pemprov Bali akan melakukan penataan dan perbaikan sebelum gedung difungsikan. "Nanti akan kami bahas apa yang akan kita tugaskan di situ. Apakah perangkat daerah atau badan milik Pemprov Bali bisa ditempatkan di sana untuk menjalankan tugas pemerintahan Provinsi Bali," ungkapnya.(*)

Gubernur Koster Tutup UDG ke-33 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026, Tekankan Regenerasi dan Ajeg Budaya Bali


DENPASAR , BALI KINI -Gubernur Bali Wayan Koster menutup pelaksanaan Utsawa Dharma Gita (UDG) ke-33 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026 yang mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma” di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Rabu (16/9). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster mengapresiasi antusiasme dan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengikuti ajang pelestarian seni, sastra, bahasa, dan budaya Bali.

1. Gubernur Koster mengapresiasi cara berbusana para peserta UDG yang dinilai apik, rapi, dan mencerminkan identitas budaya Bali. Menurutnya, busana tidak sekadar menjadi penampilan, tetapi juga merupakan ekspresi jiwa dan karakter seseorang. “Kalau kita sudah berbusana dengan apik dan rapi, itu juga menjadi identitas krama Bali,” ujar Gubernur Koster. Ia menilai seluruh peserta UDG merupakan orang-orang luar biasa yang telah menunjukkan ketertiban dan kecintaan terhadap budaya Bali. “Kalau semua orang seperti ini, Bali akan menjadi Bali yang tertib dan berbudaya.”

2. Dari sisi kemampuan berbahasa, Gubernur Koster mengaku bangga melihat masyarakat Bali, terutama anak-anak, yang mampu melestarikan dan menggunakan bahasa Bali. Pada saat yang sama, generasi muda Bali juga mampu menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya Bali tidak berarti menutup diri terhadap perkembangan zaman.

3. UDG menjadi ruang penting bagi regenerasi budaya Bali. Gubernur Koster mengaku senang karena peserta UDG tidak hanya berasal dari kalangan dewasa dan remaja, tetapi juga melibatkan anak-anak. Menurutnya, keterlibatan anak-anak menjadi tanda penting bahwa proses regenerasi budaya Bali terus berjalan.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap masyarakat Bali yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan arus modernisasi, tetapi tetap menjaga identitas dan kebudayaannya. Gubernur Koster menyinggung fenomena di berbagai negara ketika generasi mudanya terseret arus modernisasi hingga semakin jauh dari identitas budaya mereka. Karena itu, Bali harus memiliki fondasi budaya yang kuat sebagaimana ditekankan dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

4. Gubernur Koster menyampaikan bahwa anak-anak dan generasi muda yang mengikuti UDG sejatinya telah mulai menanamkan jati diri sebagai masyarakat Bali. Pengalaman mengikuti kegiatan kebudayaan seperti UDG menjadi bagian dari proses membangun kecintaan, pemahaman, dan tanggung jawab terhadap budaya Bali.

5. Melihat antusiasme masyarakat dalam mengikuti UDG, Gubernur Koster optimistis perkembangan teknologi modern tidak akan mematikan budaya Bali. Sebaliknya, teknologi harus dapat berjalan berdampingan dengan kebudayaan, sementara masyarakat Bali tetap memiliki kesadaran dan jati diri yang kuat.

6. Gubernur Koster juga menyoroti fenomena demografi Bali, termasuk semakin berkurangnya generasi dengan nama berdasarkan urutan kelahiran, seperti Nyoman dan Ketut. Ia berharap jumlah masyarakat Bali tidak terus mengalami penurunan. Menurutnya, keberlanjutan kebudayaan Bali sangat bergantung pada keberadaan masyarakat Bali sebagai pelaku sekaligus pewaris kebudayaan.

“Siapa yang menjalani ritual dan upacara keagamaan kalau bukan masyarakat Bali?” tegasnya. Karena itu, penguatan kehidupan masyarakat Bali menjadi bagian penting dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjalankan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

7. Gubernur Koster mengapresiasi pelaksanaan UDG ke-33 yang berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme masyarakat. Namun, ia memberikan catatan terkait bentuk piala penghargaan. Ke depan, piala diharapkan dibuat lebih praktis, elegan, dan berkualitas, sekaligus tetap memiliki ciri khas Bali. Ia juga mendorong penggunaan produk lokal Bali untuk pembuatan piala sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi dan kreativitas masyarakat Bali.

8. Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa nilai hadiah bagi para pemenang UDG akan dinaikkan pada pelaksanaan tahun berikutnya. Peningkatan apresiasi tersebut diharapkan dapat membuat penyelenggaraan UDG semakin hidup dan menarik, sekaligus memberikan motivasi lebih besar kepada para peserta untuk terus berprestasi.

9. Menutup sambutannya, Gubernur Koster berpesan kepada seluruh peserta, khususnya anak-anak dan generasi muda, agar terus bekerja dengan tulus dan lurus serta senantiasa menjalankan karma yang baik. Ia mengingatkan bahwa para peserta merupakan calon pemimpin masa depan.

“Masa depan kebudayaan dan ajeg Bali ada di tangan kalian,” pesan Gubernur Koster. Karena itu, generasi muda Bali diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi juga karakter, etika, serta kecintaan yang kuat terhadap budaya dan jati diri Bali.

10. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga memberikan apresiasi kepada Kabupaten Badung yang berhasil meraih predikat Juara Umum UDG ke-33 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026, dengan perolehan 21 Juara I, 11 Juara II, dan 3 Juara III.(*)

BANGLI LAKUKAN LOMPATAN TATA KELOLA DIGITAL

Enam Inovasi Strategis Diluncurkan Melalui CITA GOV, PENGLIPURAN BANGLI, SINTESIS DTW, INTEGRA-III, SI TAMPAN JAS BERDASI, dan GENCAR BANGLI Guna Memperkuat Ekosistem Pemerintahan, Perpajakan, Pendapatan Daerah, Layanan Publik, Parlemen Modern, serta Ketertiban Umum.

BANGLI , BALI KINI — Pemerintah Kabupaten Bangli secara resmi meluncurkan akselerasi besar-besaran dalam penataan tata kelola dan implementasi transformasi digital terpadu lintas sektor. Langkah strategis ini menandai pergeseran mendasar dari paradigma lama yang berfokus pada pembentukan aplikasi sektoral yang terfragmentasi, menuju era tata kelola digital terintegrasi, berbasis risiko, transparan, dan berdampak langsung pada masyarakat serta efisiensi fiskal daerah pada Kamis,(17/9/2026) bertempat di Gedung Bhukti Mukti Bhakti lingkungan Setda Kabupaten Bangli.
Meskipun Indeks Pemerintahan Digital (PEMDI) Kabupaten Bangli terus mengalami kenaikan dari 2,48 pada tahun 2023, menjadi 2,71 pada 2024, dan menyentuh angka 2,79 pada tahun 2025 (mencapai 93% dari target RPJMD 3,00), Pemkab Bangli menyadari adanya kesenjangan tajam (governance gap). Pertumbuhan layanan dan aplikasi belum fully diimbangi oleh kapabilitas pengendalian yang memadai, di mana nilai Manajemen SPBE baru mencapai 1,09 dan Audit TIK di angka 1,00. “Pertanyaannya bukan lagi seberapa banyak kita membuat aplikasi, melainkan seberapa baik kita mampu mengendalikan, mengintegrasikan, dan mengamankan transformasi digital tersebut untuk kesejahteraan rakyat," tegas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha, S.Kom., M.Eng.

1. CITA GOV: Rumah Besar Pengendalian Digital Daerah
Menjawab tantangan tersebut, Diskominfo Bangli merancang inovasi CITA GOV (Collaborative for Integrated Digital Transformation Government). CITA GOV diposisikan bukan sekadar sebagai aplikasi baru, melainkan arsitektur tata kelola (governance & control layer) pada tingkat atas. CITA GOV dibangun di atas 3 Layer Utama : Layer Operasional (OPD): Tempat Perangkat Daerah mengusulkan dan mengelola layanan digital, Layer Control / Digital Orchestrator (Diskominfosan): Tempat verifikasi arsitektur, kelayakan, keamanan siber, dan analisis risiko dilakukan dan Layer Executive View (Bupati/Sekda): Dashboard manajerial (Single Management View) dan Digital Health Score untuk pengambilan keputusan berbasis data dan persetujuan penganggaran TAPD.
Implementasi CITA GOV diproyeksikan memberikan efisiensi belanja TIK sebesar Rp1,175 Miliar per tahun yang bersumber dari eliminasi duplikasi aplikasi, efisiensi waktu kerja, dan mitigasi risiko siber.

2. PENGLIPURAN BANGLI: Transformasi Parlemen & Transparansi Aspirasi
Di sektor legislatif, Sekretaris DPRD Kabupaten Bangli, I Nyoman Dacin, SH., MH, meluncurkan inovasi PENGLIPURAN BANGLI (Pelayanan Legislasi, Integritas Persidangan, Upaya Regulasi Aspirasi, dan Notulensi). Inovasi ini mengarahkan parlemen Bangli menuju Green Assembly dan Paperless Meeting melalui tiga modul unggulan: e-Aspirasi: Menjamin penyerapan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dewan dilakukan secara transparan dan linier terintegrasi dengan SIPD, e-Sidang: Digitalisasi proses persidangan dan distribusi dokumen dewan dan e-Risalah AI: Transkripsi dan pembuatan notulensi persidangan otomatis berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

3. SINTESIS DTW BANGLI: Integrasi Retribusi & Kemitraan Desa Adat
Di sektor keuangan pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, I Wayan Dirga Yusa, AP., M.Si., menghadirkan SINTESIS DTW BANGLI (Strategy Sistem Integrasi Retribusi Daya Tarik Wisata). Inovasi ini menjawab persoalan kebocoran retribusi pariwisata melalui tiga pilar terobosan: Regulatori: Kepastian Perbup dan PKS Bagi Hasil antara Pemkab dan Desa Adat, Digital: Single-Gateway IoT/QRIS dengan moda hybrid online-offline untuk keterbatasan jaringan dan Sosial-Kultural: Kemitraan strategis Pemkab, Desa Adat, dan BPD Bali guna menjamin transparansi dan zero leakage. SINTESIS DTW diproyeksikan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata hingga +13%.

4. INTEGRA-III: Efisiensi Layanan Back-Office Sekretariat Daerah
Guna memperkuat dukungan operasional internal birokrasi, dirancang pula inovasi INTEGRA-III melalui penerapan Shared Service Center berbasis platform SI-BULAN pada Sekretariat Daerah. Inovasi ini menyatukan fasilitasi logistik, penganggaran, tracking sarana prasarana, dan e-Katalog Lokal yang ditargetkan mampu memangkas biaya operasional birokrasi hingga minimal 20% pada tahun 2028.

5. SI TAMPAN JAS BERDASI: Penguatan Deteksi Dini & Ketertiban Umum Berbasis Lintas Sektor
Di sektor ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangli, I Wayan Sugiarta, S.IP., M.Si., meluncurkan inovasi SI TAMPAN JAS BERDASI. Inovasi ini merelokasi paradigma penegakan ketertiban dari tindakan yang reaktif menjadi tindakan yang preventif dan antisipatif. SI TAMPAN JAS BERDASI mengusung strategi STAMPAN JAS BERDASI (Strategi Integritas, Tanggap, Aman, Mitigasi, Preventif, Antisipatif, dan Networking dalam Jejaring Aksi Satpol PP BERbasis DAta Serta Informasi).
Inovasi ini menempatkan Satpol PP Bangli sebagai Integrator (Hub) yang didukung oleh 6 Pilar Siklus Terpadu: Satu Jejaring, Satu Informasi, Satu Data, Satu Analisis, Satu Koordinasi, dan Satu Tindak Lanjut. Selain itu, inovasi ini memformalisasikan kearifan lokal ke dalam sistem kedinasan resmi dengan mengintegrasikan Bendesa Adat dan Pacalang dalam sistem pelaporan ketertiban umum secara real-time.
1. GENCAR BANGLI: Ekstensifikasi & Optimalisasi Pajak Daerah Berbasis Data Perizinan
Di sektor pendapatan dan keuangan daerah, Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli, Putu Agus Muliawan, ST., M.A.P., meluncurkan inovasi GENCAR BANGLI (Gerakan Ekstensifikasi dan Penerbitan NPWPD secara Jabatan Berbasis Data Perizinan Usaha). Inovasi ini mengubah mekanisme pemungutan pajak daerah dari yang semula bersifat pasif/reaktif menjadi proaktif melalui analisis data perizinan terpadu.  

6. GENCAR BANGLI hadir untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan/minuman yang berpotensi mencapai Rp15,92 Miliar serta perhotelan sebesar Rp5,54 Miliar. Melalui skema kerja terintegrasi—mulai dari sinkronisasi data perizinan usaha, matching data, verifikasi/validasi, penerbitan NPWPD secara jabatan, hingga monitoring kepatuhan—inovasi ini diproyeksikan mampu memperluas basis wajib pajak, meningkatkan kualitas data perpajakan, serta mendorong kepatuhan dan kemandirian fiskal daerah secara berkelanjutan.(*)

Bupati Satria Terima Kunker Komisi X DPR RI, Bahas Penguatan Tata Kelola Data dan RUU Statistik


Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria menerima kunjungan kerja (kunker) Panja RUU tentang Statistik Komisi X DPR RI di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Kamis (17/9). Kunjungan ini bertujuan untuk menyerap masukan serta aspirasi daerah terkait penyempurnaan RUU Statistik dan akurasi data desil kesejahteraan masyarakat.

Ketua Rombongan sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., menyampaikan bahwa agenda utama kunjungan ini adalah untuk merevisi Undang-Undang Statistik guna memperkuat regulasi dan kelembagaan pendataan secara nasional.

“Kedatangan kami untuk mendapatkan masukan terkait penyempurnaan RUU Statistik dan pengolahan data desil. Kita ingin memperbaiki regulasi, menguatkan lembaga statistik, serta memastikan proses pemutakhiran data dapat dituntaskan secara cepat dan tepat,” ujar Lalu Hadrian.

Bupati Klungkung I Made Satria menyambut baik perhatian Komisi X DPR RI. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan publik, khususnya di bidang pendidikan dan perlindungan sosial.

“Data yang akurat akan membantu pemerintah menentukan siapa yang membutuhkan, bentuk intervensi apa yang diperlukan, serta bagaimana bantuan tersebut dapat diberikan secara tepat sasaran. Sebaliknya, apabila terdapat ketidaksesuaian data dengan kondisi riil masyarakat, maka kebijakan yang baik sekalipun berpotensi belum memberikan hasil yang optimal,” tegas Bupati Satria.

Bupati Satria juga memaparkan kondisi geografis Klungkung yang memiliki tantangan tersendiri, terutama keberadaan wilayah kepulauan Nusa Penida. Menurutnya, dinamika sosial ekonomi masyarakat yang cepat berubah menuntut adanya sistem pemutakhiran, verifikasi, dan validasi data yang berkesinambungan.

“Pemutakhiran data bukanlah pekerjaan yang selesai dalam satu waktu. Kami berharap sistem data nasional ke depan dapat semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPS, serta seluruh pihak yang terlibat. Pemerintah daerah memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat di lapangan, sementara pusat memiliki kapasitas membangun sistem data terintegrasi. Kedua hal ini harus berjalan beriringan,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Klungkung menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh penguatan tata kelola data nasional dan berharap RUU Statistik yang baru dapat memberikan kejelasan peran, kewenangan, koordinasi, hingga mekanisme validasi data antara pusat dan daerah.(*)


Bupati Klungkung Serahkan Bantuan Sosial Rutin Bagi Penyandang Disabilitas di Tiga Kecamatan


Klungkung , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian dan perlindungan sosial bagi masyarakat rentan. Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, serta Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Klungkung, I Gusti Gede Gunarta, menyerahkan secara langsung Bantuan Sosial rutin kepada warga penyandang disabilitas di tiga kecamatan pada Kamis (17/9).

Penyaluran bantuan sosial ini menyasar para penerima manfaat di Kecamatan Dawan, Klungkung, dan Banjarangkan sebagai upaya untuk membantu meringankan beban ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan para warga disabilitas.

Adapun para penerima bantuan sosial rutin yakni I Ketut Rita (52 tahun), bertempat tinggal di Dusun Kanginan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Ni Nengah Andriani (34 tahun), bertempat tinggal di Jalan Hasanudin Gang Salak, Kelurahan Semarapura Kauh, Kecamatan Klungkung dan I Komang Wahyu Arya Widiantara (20 tahun), bertempat tinggal di Dusun Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Klungkung akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara kita para penyandang disabilitas. Kami berharap bantuan sosial rutin ini dapat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari serta memberikan penyemangat bagi mereka dan keluarga," ujar Bupati Satria.

Bupati Satria juga memberikan dorongan moral dan perhatian penuh kepada keluarga penerima agar tetap semangat dalam merawat serta mendampingi anggota keluarganya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Klungkung, I Gusti Gede Gunarta, menjelaskan bahwa program pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dan pendistribusian bantuan sosial ini merupakan agenda rutin yang terus dikawal agar pelayanan sosial di Kabupaten Klungkung berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.(*)

Tampung Keluhan Sopir, Bupati Kembang Sampaikan Aspirasi Peningkatan Dermaga Pada Rakor Tingkat Menteri Pengembangan Wilayah Bali


Jembrana , Bali Kini - Peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk dari semula 20-30 ton jadi 50 ton menjadi jawaban atas aspirasi para sopir truk yang selama ini mengeluhkan antre panjang saat hendak menyebrang dari pelabuhan Gilimanuk ke pelabuhan Ketapang.

Sebelumnya, keluhan para sopir truk tersebut sempat disampaikan langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pengembangan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7) lalu. 

Rapat koordinasi saat itu dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. Dihadiri juga oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Ossy Dermawan, Gubernur Bali Wayan Koster, serta para kepala daerah se-Provinsi Bali.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kembang menyampaikan secara langsung kepada Menko AHY terkait dengan antrean panjang bongkar muat yang dialami para sopir truk yang selama ini harus menyebrang dari pelabuhan Gilimanuk ke pelabuhan Ketapang.

"Beberapa kali kami sempat berkoordinasi dengan ASDP, bahkan asosiasi sopir truk rame-rame datang ke DPRD. Dan ini saya sampaikan, kemacetan sudah parah. Tidak hanya pada hari-hari tertentu, tapi hari-hari biasa juga macet, ini dikeluhkan oleh para sopir," ujar Bupati Kembang.

Kendati saat ini peningkatan dermaga II Gilimanuk telah dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas penyeberangan, namun Bupati Kembang juga mengharapkan adanya peningkatan pada daya tampung kendaraan pada pelabuhan Gilimanuk itu sendiri.

"Sebenarnya untuk kita utamakan perlu perluasan, tidak hanya peningkatan kapasitas ASDP, tetapi rasanya perlu perluasan atau kalau memungkinkan dibangun pelabuhan baru," tegas Bupati Kembang kembali, saat dihubungi, Kamis (17/9).

Saat ini, revitalisasi Dermaga II Pelabuhan Gilimanuk berdampak pada kelancaran arus lalu lintas kendaraan yang hendak menyebrang ke luar Bali. ASDP sendiri telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi.

Untuk jangka pendek dilakukan pengendalian arus dan penguatan kapasitas di lintasan Ketapang – Gilimanuk. Sementara dalam jangka menengah dan panjang, penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas dermaga, pengembangan buffer area, akses pendukung, serta penambahan armada operasional kapal perbantuan.

Peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk ditargetkan rampung dan dapat dioperasikan selambatnya pada periode Angkutan Lebaran 2027.(*)

Serangkaian Karya di Pura Dalem Penataran Sari Banjar Pekandelan Desa Adat Denpasar

Ket. Foto :



Wali Kota Jaya Negara Ngayah Nyangging 
Denpasar, Bali Kini Wali Kota Denpasar, I GN Jaya Negara, melaksanakan ngayah nyangging serangkaian karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Dalem Penataran Sari, Banjar Pekandelan, Desa Adat Denpasar, Kamis (17/9).

Kegiatan ngayah tersebut merupakan bentuk partisipasi dan kepedulian Wali Kota Denpasar dalam mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan dan adat di tengah masyarakat. Kehadiran Wali Kota juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dengan krama adat serta masyarakat Kota Denpasar.

Serangkaian karya di Pura Dalem Penataran Sari tersebut turut dirangkaikan dengan pelaksanaan upacara metatah yang diikuti 45 orang dan menek kelih yang diikuti 5 orang. Prawartaka Karya, I Wayan Arya, menyampaikan bahwa rangkaian karya dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong seluruh krama. Pelaksanaan metatah dan menek kelih yang dirangkaikan dalam karya tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga serta melestarikan adat dan tradisi Bali.

Wali Kota IGN Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya keagamaan dan adat merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi, budaya, serta nilai-nilai kebersamaan masyarakat Bali.

“Melalui pelaksanaan karya seperti ini, kita tidak hanya menjalankan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjaga adat, tradisi dan budaya Bali agar tetap lestari serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Jaya Negara.
Ia juga mengapresiasi semangat krama Banjar Pekandelan dan Desa Adat Denpasar yang secara bersama-sama menyukseskan rangkaian karya, termasuk pelaksanaan metatah massal dan menek kelih.

“Kebersamaan dan gotong royong seperti ini menjadi kekuatan dalam menjaga adat dan budaya Bali. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi seluruh krama,” tambahnya.
Pelaksanaan karya berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, dengan melibatkan krama serta masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan upacara. (Eka)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved