-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Rabu, 02 September 2026

DAPUR RUMAH WARGA DI SERAYA BARAT TERBAKAR, DIDUGA AKIBAT KORSLETING LISTRIK

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini – Kebakaran melanda sebuah bangunan dapur milik I Gede Ariana (56), di Banjar Dinas Merajan, Desa Seraya Barat, Kecamatan Karangasem, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 11.58 WITA.

Bangunan dapur berukuran sekitar 4 x 5 meter atau seluas kurang lebih 20 meter persegi tersebut terbakar hingga sebagian besar bangunan dan perabot di dalamnya hangus. Sejumlah barang rumah tangga, termasuk peralatan memasak dan perlengkapan dapur lainnya, ikut terbakar.

Kepala Dusun setempat, I Wayan Suambara, yang juga menjadi pelapor kejadian, mengatakan saat kebakaran terjadi kondisi rumah dalam keadaan sepi. Pemilik rumah diketahui sedang menghadiri kegiatan menyama braya di desa setempat.

Api pertama kali diketahui setelah kobaran telah membakar sebagian bangunan dapur. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.

Sebanyak 10 personel dari Regu 3 Pos Pemadam Karangasem dan Pos Pemadam Selat dikerahkan ke lokasi dengan empat unit armada. Penanganan dipimpin langsung oleh Kabid PPSP. Petugas menggunakan sekitar 7.000 liter air untuk menjinakkan kobaran api.

Berkat kesigapan petugas, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat ke bangunan lainnya. Petugas berhasil menyelamatkan dua bangunan rumah serta satu bangunan merajan yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

“Saat kejadian, pemilik rumah sedang menghadiri kegiatan menyama braya. Api diketahui sudah membakar bagian bangunan dapur,” ujar Wayan Suambara.

Dalam penanganan tersebut, petugas pemadam kebakaran juga mendapat dukungan dari PLN, anggota TNI-Polri, serta masyarakat setempat.

Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini. Sementara kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam pendataan.

Berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga terjadi akibat korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih dalam penanganan dan pemeriksaan pihak terkait. (Ami)

Selasa, 01 September 2026

Wawali Arya Wibawa Pimpin Upacara Pembukaan Lomba Serangkaian Hari Pramuka Ke-65 Kwartir Denpasar

Ket. Foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa yang juga selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Denpasar saat secara resmi membuka rangkaian kegiatan Bulan Bakti dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya, Selasa (1/9).

DENPASAR, BALI KINI Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa yang juga selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Denpasar secara resmi membuka rangkaian kegiatan Bulan Bakti dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya, Selasa (1/9).

Pembukaan rangkaian kegiatan sosial dan kepemudaan ini ditandai dengan pelaksanaan aksi kemanusiaan "Gedor" (Gebyar Donor Darah) serta Lomba Budaya dan Keterampilan Kepramukaan yang melibatkan ribuan anggota dari taraf Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega se-Kota Denpasar.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Denpasar Arya Wibawa menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, pembina, pelatih, serta pengurus Kwartir Ranting atas dedikasi dan kerja keras dalam mempersiapkan seluruh rangkaian Bulan Bakti Pramuka ke-65 ini.

"Rangkaian kegiatan peringatan Hari Pramuka ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sebuah gerakan nyata untuk menanamkan nilai-nilai ketakwaan, kepedulian sosial, gotong royong, pelestarian budaya, serta pengabdian tanpa batas kepada masyarakat," tegasnya.

Dalam arahan khusus kepada seluruh peserta lomba dan adik-adik Pramuka, Ketua Kwarcab menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportifitas dan persaudaraan. Kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan, melainkan keberanian untuk tampil, mencoba, dan memberikan usaha terbaik adalah sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.

"Di dalam Pramuka kita boleh berbeda gugus depan, berbeda kwartir ranting, berbeda sekolah, maupun berbeda kemampuan. Namun, kita tetap satu keluarga besar Gerakan Pramuka. Jangan sampai persaingan membuat kita kehilangan tali persaudaraan," ujarnya.

Arya Wibawa juga berpesan agar anggota Pramuka bangga mengenakan seragam Pramuka. Seragam tersebut bukan sekadar pakaian biasa, melainkan simbol tanggung jawab. Setangan leher merupakan pengingat untuk terus berbuat kebaikan, sedangkan kode kehormatan Tri Satya dan Dasa Darma harus senantiasa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan.

Sementara Ketua Penyelenggara, I Putu Ariek Putra Wijaya Kusuma dalam laporannya mengatakan, Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema "Memantapkan Langkah Organisasi, Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045".

Dimana sebelumnya Kwarcab Kota Denpasar telah mengawali rangkaian Bulan Bakti melalui beberapa agenda strategis seperti Tirta Yatra di Pura Agung Jagatnatha, Kebel (Gerakan Bersih-Bersih Serentak) yang Aksi kepedulian lingkungan yang dipusatkan di 4 (empat) titik lokasi dengan melibatkan kolaborasi Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka se-Kota Denpasar. Kemudian Bakti Sosial di Panti Asuhan Tunas Nation Asih. 

Kegiatan Gedor (Gebyar Donor Darah) dengan Aksi kemanusiaan donor darah yang menargetkan terkumpulnya 350 kantong darah untuk mendukung pasokan darah medis bagi masyarakat Kota Denpasar, dan  Lomba Budaya dan Keterampilan Kepramukaan.

Adapun sebanyak 74 tim peserta dari berbagai tingkatan Pramuka turut ambil bagian dalam perlombaan yang bertempat di Selasar Lantai 1, Selasar Lantai 2, serta Lapangan Lumintang Denpasar. 

Berikut adalah rincian kategori lomba yang dilaksanakan Lomba Majalah Dinding (Mading) yang Diikuti 17 tim golongan Siaga SD dari seluruh Kwartir Ranting se-Kwarcab Denpasar. Kemudian, Lomba Miniatur Meja Makan yang Diikuti 14 tim golongan Penggalang SD. Selanjutnya, Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) yang Diikuti 13 tim golongan Penggalang Putra SMP (berlokasi di Lapangan Lumintang). 

Setelah itu, ada Lomba Semapur (Semafore) Dua yang Diikuti 17 tim golongan Penggalang Putri SMP. Lomba Kreasi Dekorasi Janur yang Diikuti 5 tim golongan Penegak SMA, dan Lomba Membuat Cerita Pendek (Cerpen) yang diikuti 8 tim golongan Pandega dari perguruan tinggi. (ays).

Jaga Integritas Jadi Prioritas Ketua Baru PN Denpasar

Denpasar , Bali Kini Putu Gde Novyartha, S.H., M.Hum., resmi menggantikan Dr. Iman Luqmanul Hakim, S.H., M.Hum, sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang baru. Itu setelah acara pelantikan yang dilaksanakan diawal bulan September di Ruang Sidang Uatama PN Denpasar.

Novyartha yang sebelumnya sebagai Hakim di PN Denpasar usai pengambilan sumpah berjanji menjaga integritas dan membangun kepercayaan masyarakat Bali terhadap PN Denpasar.

"Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa diberi kesempatan untuk bisa mengabdi di Pengadilan Negeri Denpasar. Saya mohon dukungan rekan-rekan wartawan, kita terus menjaga integritas, membangun kepercayaan masyarakat Bali khususnya pada Pengadilan Negeri Denpasar," ucapnya.

Dirinya menyampaikan pihaknya akan melanjutkan program-program yang telah dirintis ketua sebelumnya, di antaranya pembangunan zona integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), meraih predikat Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP), serta meningkatkan nilai akreditasi penjaminan mutu pengadilan agar meraih predikat unggul.

Soal penanganan perkara korupsi, Novyartha mengakui jumlah perkara yang dilimpahkan kejaksaan ke PN Denpasar terus meningkat. Ia mencontohkan dalam sehari bisa masuk hingga 12 perkara sekaligus.

"Mudah-mudahan ke depannya kita bisa tangani dengan lebih baik, karena korupsi kayaknya sekarang semakin meningkat. Perkara limpah kejaksaan aja, sehari sudah masuk 12," ujarnya.

Ia menegaskan pihaknya berkomitmen menegakkan keadilan tanpa transaksi dalam persidangan, meski diakuinya sejumlah sidang kerap molor hingga larut malam, khususnya perkara tindak pidana korupsi (tipikor).

Menurut Novyartha, pihaknya berupaya menghindari sidang tipikor berlangsung hingga tengah malam dengan mendorong sidang dimulai tepat waktu pukul 09.00 WITA, termasuk memanfaatkan hari Jumat untuk menyelesaikan tunggakan perkara.

Selain kasus korupsi, Novyartha menyebut perkara pidana umum lain yang tengah menjadi perhatian PN Denpasar adalah judi online, termasuk yang melibatkan warga negara asing.

"Sekarang yang marak kali ini perjudian online, yang orang asing mungkin banyak semakin marak. Orang-orang kita juga makin pintar ikut terlibat dalam perjudian luar negeri," ujarnya. Ia menyebut penanganan perkara judi online menjadi salah satu prioritas ke depan.

Sementara itu, Dr. Iman Luqmanul Hakim, S.H., M.Hum. yang kini menjabat Wakil Ketua PN Jakarta Barat menitipkan harapan kepada penggantinya. Ia menyebut Novyartha memiliki kapasitas dan integritas yang baik untuk melanjutkan program-program yang belum tuntas di PN Denpasar.

Iman menjelaskan salah satu agenda yang masih berjalan adalah penilaian Sistem Manajemen Anti-Penyuapan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, di mana PN Denpasar tahun ini masuk tahap evaluasi ulang. Selain itu, PN Denpasar juga tengah dinilai untuk akreditasi penjaminan mutu pengadilan negeri kelas 1A, meski hasilnya belum keluar.

"Yang menilai adalah Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pengadilan Negeri Denpasar tahun ini masuk tahap evaluasi ulang. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan hasil yang terbaik, mudah-mudahan nanti Putu Gde Novyartha bisa melanjutkan hal itu," kata Iman.

Jaya Negara Ngayah Nyangging pada Metatah Massal Desa Adat Panjer

Ket. Foto :Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat  ngayah nyangging dalam pelaksanaan Upacara Metatah (Mesangih) Massal yang digelar Desa Adat Panjer di Lapangan Wantilan Desa Adat Panjer, Sabtu (29/8).

Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, ngayah nyangging dalam pelaksanaan Upacara Metatah (Mesangih) Massal yang digelar Desa Adat Panjer di Lapangan Wantilan Desa Adat Panjer, Sabtu (29/8). 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya Atma Wedana (Nyekah Kurung Nyatur Muka) yang dilaksanakan Desa Adat Panjer.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, anggota DPD RI IB Rai Dharmawijaya Mantra, anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, serta sejumlah tokoh masyarakat  Kota Denpasar.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada Jero Bendesa Adat Panjer beserta seluruh jajaran dan krama yang telah melaksanakan karya secara gotong royong.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar, kami mengucapkan terima kasih kepada Jero Bendesa Adat Panjer beserta seluruh jajaran yang telah melaksanakan karya ini. Ini merupakan wujud dharma, termasuk dharmaning negara, melalui kerja sama antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Desa Adat Panjer,” ujar Jaya Negara.


Ia mengatakan, pelaksanaan upacara massal ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi pemerintah dengan desa adat dalam meringankan beban masyarakat dalam menjalankan swadharma keagamaan. 

Pemkot Denpasar turut memberikan dukungan dana sebesar Rp1 miliar untuk membantu pelaksanaan karya tersebut. 

“Walaupun bantuan ini tidak maksimal, kami memberikan dukungan sebesar Rp1 miliar, sementara kekurangannya dilaksanakan secara gotong royong. Saya kira tidak ada masyarakat yang mengeluarkan biaya. Mudah-mudahan pola seperti ini bisa kita bangun, tidak hanya di bidang spiritual dan mental, tetapi juga dalam berbagai bidang lainnya, sehingga harmonisasi dapat kita bangun di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.


Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan tersebut penting untuk terus dikembangkan di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin berkembang.


Sementara itu, Bendesa Adat Panjer, AA Ketut Oka Adnyana, mengatakan pelaksanaan karya ini merupakan bagian dari komitmen Desa Adat Panjer untuk membantu dan meringankan beban finansial krama dalam menjalankan kewajiban keagamaan.

Ia menjelaskan, rangkaian karya diawali dengan Pitra Yadnya berupa upacara Warak Kururon, Ngelungah, dan Nglangkir yang telah dilaksanakan pada 24 dan 25 Mei 2026. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan upacara Metatah atau Mesangih Massal serta persiapan menuju upacara Atma Wedana atau Memukur. 

“Upacara Atma Wedana ini bertujuan untuk meningkatkan penyucian roh pitara menuju Sunia Loka. Namun sebelum puncak Memukur dilaksanakan, kami menyelenggarakan upacara Metatah Massal,” ujar Oka Adnyana.


Dalam pelaksanaan Metatah Massal tahun ini, tercatat sebanyak 266 peserta mengikuti prosesi. Sementara prosesi Memukur nantinya akan diikuti sebanyak 212 puspa dan dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026.


Peserta upacara tidak hanya berasal dari krama Desa Adat Panjer, namun juga terbuka bagi masyarakat di luar wilayah Desa Adat Panjer. Jumlah peserta tahun ini disebut menjadi yang terbesar dalam kurun waktu pelaksanaan kegiatan yang digelar setiap empat tahun sekali tersebut.


Oka Adnyana menegaskan, seluruh rangkaian upacara dilaksanakan secara gratis tanpa membebani masyarakat dengan biaya pelaksanaan. Pembiayaan sepenuhnya ditopang melalui kas Desa Adat Panjer, LPD, serta unit-unit usaha yang dikelola desa adat. Selain itu, kegiatan juga mendapat dukungan dana sebesar Rp1 miliar dari Pemerintah Kota Denpasar.


“Krama tidak dibebani biaya alias gratis. Kami tidak menetapkan standar biaya sama sekali. Hanya memberikan punia, kami persilakan seikhlasnya sebagai wujud rasa syukur,” ungkapnya.


Ia berharap seluruh krama dapat mengikuti rangkaian upacara dengan penuh ketenangan, kesucian, dan berlandaskan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha. Nilai tersebut diharapkan dapat menjadi tuntunan bagi umat dalam mengendalikan hawa nafsu serta Sad Ripu atau enam musuh yang ada dalam diri manusia.


Ke depan, Oka Adnyana berharap pelaksanaan karya yang rutin digelar setiap empat tahun sekali ini dapat terus memperoleh dukungan dari seluruh masyarakat. Dengan adanya fasilitas upacara massal yang ditanggung desa adat, krama diharapkan tidak perlu mengeluarkan biaya besar secara mandiri di luar desa.


Menariknya, dalam pelaksanaan Metatah Massal tersebut, selain Wali Kota Jaya Negara, pada kegiatan itu, anggota DPD RI IB Rai Dharmawijaya Mantra, dan anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya turut ngayah nyangging sebagai bentuk partisipasi dan dukungan terhadap pelaksanaan yadnya yang digelar Desa Adat Panjer. (Ayu)

Walikota Jaya Negara Apresiasi Konsistensi Pelestarian Tradisi Layang-Layang.

Ket foto : Satu Dekade Denpasar Kite Festival, Walikota Jaya Negara Apresiasi Konsistensi Pelestarian Tradisi Layang-Layang.

Denpasar, Bali KiniWali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi gelaran Denpasar Kite Festival ke-10 di Kawasan Pantai Merta Sari, Sanur, Denpasar, Minggu (30/8). Mengusung tema “Dasavarse Patanga Vaibhavam”, kegiatan ini menjadi momentum satu dekade perjalanan festival yang secara konsisten menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas sekaligus melestarikan permainan tradisional layang-layang. Lebih dari 1.300 peserta akan unjuk kebolehan menerbangkan layang-layang pada ajang yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026 ini.

Ketua Umum Pelangi Denpasar, I Wayan Mariana Wandhira mengatakan, tema “Dasavarse Patanga Vaibhavam” dipilih sebagai penanda perjalanan Denpasar Kite Festival yang telah berlangsung selama satu dekade. Antusiasme peserta dan masyarakat juga terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

“Pelangi Denpasar telah melaksanakan kegiatan ini untuk yang ke-10 kalinya. Peserta terus meningkat setiap tahun. Tahun ini jumlah peserta mencapai sekitar 1.300 peserta,” ujar Wayan Mariana Wandhira yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar.

Wandhira mengatakan, peningkatan jumlah peserta turut diimbangi dengan upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan. Menurutnya, Denpasar Kite Festival tidak hanya menjadi ajang hiburan dan kreativitas, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun sportivitas serta menjunjung tinggi prinsip fair play dalam setiap perlombaan.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas kegiatan. Sportivitas dan fair play menjadi hal penting yang harus dijunjung oleh seluruh peserta,” imbuhnya.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengapresiasi konsistensi Pelangi Denpasar dalam menyelenggarakan festival layang-layang hingga memasuki tahun ke-10. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut menunjukkan komitmen dalam menjaga permainan tradisional agar tetap tumbuh dan diminati masyarakat.

“Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat. Ini menunjukkan konsistensi dan semangat untuk menjaga serta mengembangkan tradisi layang-layang. Pemerintah Kota Denpasar tentu memberikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan positif seperti ini,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara menilai Denpasar Kite Festival memiliki nilai positif dalam pengembangan kreativitas masyarakat. Selain menjadi ruang rekreasi dan kompetisi, kegiatan tersebut juga dapat memperkuat upaya pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya Bali.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi kepada Pelangi Denpasar, panitia, peserta, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Denpasar Kite Festival ke-10.

“Semoga Denpasar Kite Festival terus berkembang, baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas penyelenggaraan. Yang tidak kalah penting, semangat sportivitas, kreativitas, dan kebersamaan tetap menjadi bagian utama dari kegiatan ini,” ujarnya.

Dengan diikuti sekitar 1.300 peserta dan mengusung tema “Dasavarse Patanga Vaibhavam”, Denpasar Kite Festival ke-10 menjadi momentum penting satu dekade perjalanan festival layang-layang di Kota Denpasar. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan tradisi layang-layang sebagai bagian dari budaya dan kreativitas masyarakat. (Eka)

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan



Denpasar, Bali KiniWali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan pada Rahina Buda Kliwon Wuku Matal, Rabu (26/8) siang. 

Tampak krama adat setempat dengan khidmat mengikuti setiap prosesi Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan. 

Turut hadir sejumlah kalangan diantaranya DPRD Kota Denpasar, Putu Melati Purbaningrat Yo dan Luh Putu Mamas Lestari, Bendesa Adat Sesetan, I Made Sudama, Kadis Perkim Kota Denpasar, Putu Tony Marthana Wijaya, Kabag Kesra Setda Denpasar, I Putu Agus Jayadi, Camat Densel, I Kadek Ermanto serta undangan terkait lainnya. 

Walikota Denpasar,  I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat setempat untuk senantiasa eling dan meningkatkan Srada Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi jalan menjaga keharmonisan antara Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

"Dengan pelaksanaan upacara ini mari kita tingkatkan Sradha Bhakti sebagai upaya menjaga harmonisasi sebagai impelementasi Tri Hita Karana sejalan juga dengan spiirit Kota Denpasar yakni Vasudhaiva Kutumbakam," ujar Jaya Negara.

Sementara Panitia Karya, Wayan Budiarta mengatakan Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan ini dipuput oleh Ida Pedanda Nabe Bang Buruan Manuaba Griya Bang Swarga Manuaba. 

"Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan ini dilaksanakan pasca selesainya pembangunan Bale Gong dan Renovasi Bale Banjar Adat Dukuh Sari ini melalui bantuan dana hibah Pemkot Denpasar," katanya 

Upacara ini sendiri katanya, merupakan wujud sradha dan bhakti krama kami terhadap Ida Bhatara Sesuhunan. 
"Hal ini tentunya diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kebaikan serta kemakmuran bagi seluruh krama di Banjar Dukuh Sari ini," ujarnya.(esa-toblo).

Anjing Liar di Setra Badung Divaksin Rabies

Denpasar , Bali Kini  - Ratusan anjing dan kucing disasar vaksin rabies dan juga sterilisasi di Setra Badung, Denpasar, Senin (31/08). Kegiatan ini merupakan rangkaian menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia dan HUT ke-68 Provinsi Bali.

Dari kegiatan ini, petugas melakukan sterilisasi terhadap 31 ekor hewan, yang terdiri dari 25 ekor anjing dan 6 ekor kucing. Menariknya, dari total anjing yang disterilkan, 13 ekor di antaranya merupakan anjing liar yang ditangkap di seputaran area Setra Badung.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi mengungkapkan, penanganan anjing liar menjadi prioritas mendesak mengingat tingginya risiko potensi gigitan hewan penular rabies (GHPR) di area publik.

"Sterilisasi pada anjing liar ini sangat penting untuk menekan laju pertumbuhan populasi anjing. Jika populasinya terkontrol dan dibentengi vaksinasi, risiko penularan rabies bisa kita tekan secara signifikan," ujar Suparmi.

Selain tindakan sterilisasi, pihaknya juga melakukan vaksin rabies kepada 107 ekor hewan, yang mencakup 66 ekor anjing dan 41 ekor kucing. Langkah vaksinasi masal ini ditargetkan untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) pada populasi hewan di kawasan perkotaan Denpasar. 

Tak hanya itu, tercatat sebanyak 106 ekor hewan mendapatkan pemeriksaan kesehatan, pemberian vitamin, obat cacing, hingga penanganan kutu.
Pelaksanaan kegiatan sosial ini turut menggandeng organisasi Bali Animal Welfare Association (BAWA).

Senin, 31 Agustus 2026

Pengendara NMAX Ditemukan Tewas di Saluran Air, Diduga Laka Tunggal

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini – Seorang pengendara sepeda motor, berinisial IMS (36), ditemukan meninggal dunia di saluran air di Jalan Serma Natih, Lingkungan Juuk Manis, Kelurahan Karangasem, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem, Minggu (30/8) pagi.

Korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WITA setelah adanya informasi mengenai seseorang yang berada di saluran air di bawah jalan raya dengan kedalaman sekitar empat meter.

Petugas Polsek Karangasem yang menerima informasi dari operator 110 Polres Karangasem kemudian mendatangi lokasi. Setibanya di TKP, petugas bersama Unit Laka Lantas Polres Karangasem menemukan korban beserta satu unit sepeda motor Yamaha NMAX warna hitam.

Motor tersebut ditemukan dalam kondisi nyungsek ke saluran air. Sementara korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi.

Kapolsek Karangasem Kompol I Nyoman Merta Kariana mengatakan, dari hasil penanganan awal, korban diduga mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal atau out of control hingga terjatuh ke saluran air.

“Diduga korban terjatuh ke saluran air karena mengalami laka tunggal atau out of control (OC),” ujar Kompol I Nyoman Merta Kariana.

Petugas selanjutnya mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Karangasem. Sementara sepeda motor korban diamankan oleh Unit Laka Lantas Polres Karangasem untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.

Kompol Merta Kariana menegaskan, kasus kecelakaan tersebut saat ini masih ditangani Unit Laka Lantas Polres Karangasem.

“Saat ini kejadian tersebut ditangani oleh Unit Laka Polres Karangasem,” katanya.

Korban diketahui merupakan warga Banjar Dinas Kertawarah Kangin, Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. (Ami)

Minggu, 30 Agustus 2026

BUPATI CUP 2026 JADI AJANG SELEKSI ATLET VOLI KARANGASEM MENUJU PORPROV SINGARAJA

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini — Kejuaraan Bola Voli Piala Bupati Karangasem 2026 resmi bergulir. Kejuaraan yang dibuka Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata ini berlangsung mulai 29 Agustus hingga 9 September 2026.

Dalam pembukaan kejuaraan, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan saling menghargai hasil pertandingan.

Menurutnya, seluruh klub tentu memiliki target untuk menjadi juara dan telah melakukan persiapan. Karena itu, sportivitas menjadi hal utama agar kompetisi berjalan dengan baik dan menghasilkan pertandingan yang berkualitas.

Turut hadir Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, Ketua Pengkab PBVSI Karangasem I Wayan Suastika, Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta, Dandim 1623 Karangasem Letkol Inf I Putu Gede Widiarta, serta undangan lainnya.

Kejuaraan Bola Voli Cup Bupati Karangasem 2026 ini sekaligus menjadi ajang seleksi untuk menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya dipersiapkan memperkuat Karangasem pada Porprov Bali di Singaraja tahun 2027.

Ketua Pengkab PBVSI Karangasem I Wayan Suastika mengatakan, pelaksanaan kejuaraan tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya diawali dengan pra Bupati Cup di delapan kecamatan, kali ini klub langsung diundang untuk bertanding.

Total terdapat 25 klub yang ambil bagian. Sebanyak 13 klub putra dan 4 klub putri bertanding pada kategori bola voli indoor, sedangkan 8 klub lainnya mengikuti kategori bola voli pasir.

I Wayan Suastika mengatakan, kejuaraan ini menjadi momentum untuk menjaring bibit-bibit atlet voli berbakat yang selanjutnya akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Usai kejuaraan, PBVSI Karangasem akan membentuk tim bayangan yang dipersiapkan menghadapi Porprov Bali 2027 di Singaraja.

PBVSI Karangasem menargetkan tim putra maupun putri mampu meraih medali pada ajang Porprov mendatang.

Sementara itu, I Wayan Suastika yang juga Ketua DPRD Karangasem sekaligus pemilik Klub RGS atau Radio Gunung Sari Amlapura, menyebut klubnya yang berstatus sebagai juara bertahan telah siap mempertahankan gelar juara, baik di sektor putra maupun putri.

Meski demikian, ia berharap seluruh klub peserta melakukan persiapan secara optimal. Dengan demikian, persaingan semakin ketat, kualitas pertandingan meningkat, dan dari kompetisi ini dapat terbentuk tim Porprov Karangasem dengan kekuatan pemain yang lebih baik.

Sabtu, 29 Agustus 2026

Tanah Lot Art and Food Festival VII, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Pariwisata Tabanan


Tabanan , Bali Kinin — Semangat pelestarian seni, budaya, dan pariwisata kembali hadir melalui pelaksanaan Tanah Lot Festival Tahun 2026 yang digelar di Wantilan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat, (28/8). Mewakili Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, hadir sekaligus membuka acara Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 yang mengusung tema "Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya" yang bermakna menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta.

 

Turut hadir dalam acara tersebut, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua beserta anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan, Asisten Setda Kabupaten Tabanan, Kepala Perangkat Daerah terkait, Manajer DTW Tanah Lot, Ketua Forum Perbekel dan Perbekel Desa Beraban, Bendesa Adat Beraban Serta Tokoh Masyarakat setempat. Pelaksanaan Tanah Lot Festival menjadi salah satu momentum penting dalam memperkenalkan sekaligus mengangkat potensi seni, budaya, dan pariwisata yang dimiliki Kabupaten Tabanan. 

 

Berpusat di kawasan Tanah Lot yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan, kegiatan tahunan ini diharapkan mampu menjadi ruang bertemunya berbagai potensi kreatif masyarakat dengan wisatawan. Menyampaikan arahan Bupati Tabanan, Wabup Dirga berikan apresiasi atas terselenggaranya Tanah Lot Art and Food Festival VII Tahun 2026 ini. Menurutnya, kegiatan festival seperti ini tidak hanya menjadi bagian dari agenda pariwisata, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan seni dan budaya lokal agar tetap tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

 

“Festival seperti ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga seni, budaya dan tradisi yang kita miliki. Tanah Lot memiliki daya tarik yang luar biasa, sehingga keberadaan festival ini harus kita manfaatkan untuk memperkenalkan potensi Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Dirga.

 

Pihaknya menambahkan, pengembangan pariwisata di Tabanan perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat. Keberadaan destinasi wisata hendaknya tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu membuka ruang bagi pelaku seni, UMKM, ekonomi kreatif, dan masyarakat lokal untuk ikut tumbuh.

 

“Pariwisata harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika wisatawan datang, tentu yang kita harapkan bukan hanya menikmati keindahan alam dan budaya, tetapi juga ada pergerakan ekonomi masyarakat, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Ini yang harus terus kita dorong bersama,” imbuh Dirga.

 

Event ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan potensi seni budaya yang dimiliki. Dikemas secara menarik, festival tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra Tanah Lot sebagai salah satu ikon pariwisata Kabupaten Tabanan.

 

“Saya berharap Tanah Lot Festival ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang memberikan manfaat bagi semua. Mari kita jaga bersama kebersihan, keamanan, kenyamanan dan tentunya kesakralan kawasan Tanah Lot. Dengan kebersamaan, kita bisa menjadikan pariwisata Tabanan semakin maju tanpa meninggalkan akar budaya yang kita miliki,” pungkasnya. Lebih lanjut, Dirga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus menjaga identitas budaya daerah.

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved