-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Senin, 07 September 2026

DPRD dan Pemkab Klungkung Sahkan Ranperda Pemajuan Kebudayaan Jadi Perda


Klungkung , Bali Kini - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klungkung menggelar Rapat Paripurna II Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026 di Ruang Sabha Nawa Natya, Gedung DPRD Kabupaten Klungkung, Senin (7/9/2026). Rapat tersebut beragenda tunggal, yakni penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif DPRD tentang Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Klungkung menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Prosesi penetapan ditandai dengan pengambilan keputusan serta penandatanganan Naskah Persetujuan Bersama antara pimpinan DPRD Klungkung dan Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD, khususnya Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), perangkat daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembahasan regulasi tersebut.

"Pembahasan yang dilaksanakan secara bersama-sama ini merupakan wujud komitmen kita dalam membangun landasan hukum yang kuat bagi upaya pemajuan kebudayaan di Kabupaten Klungkung," ujar Satria dalam sambutannya.

Ia berharap regulasi baru ini mampu memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan budaya lokal dan mendorong kontribusi sektor kebudayaan terhadap pembangunan daerah.

Agenda paripurna ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, para anggota DPRD Klungkung, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran pimpinan instansi terkait di lingkungan Pemkab Klungkung.(*/R1)

Hadiri Rakor Program Strategis Daerah, Wabup Tjok Surya: Klungkung Komit Selaraskan Pembangunan dengan Pemprov Bali


Bangli  Bali Kini - Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra mewakili Bupati Klungkung menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Pelaksanaan Program Strategis Daerah yang dipimpin langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (5/9).

Rakor ini digelar untuk menyelaraskan langkah, kebijakan, serta mempercepat pelaksanaan program pembangunan strategis antara Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah kabupaten/kota se-Bali.

Gubernur Koster dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi lintas wilayah serta komitmen kuat dari kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam mengawal program prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Kehadiran Wabup Tjok Surya menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk berjalan selaras dengan kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Bali. “Jadi Pemkab Klungkung sangat komitmen penuh mendukung arah kebijakan pembangunan Pemprov Bali. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh program strategis dapat diimplementasikan secara optimal dan tepat sasaran demi kemajuan masyarakat Klungkung dan Provinsi Bali,” ucapnya.(*)

Pemerintah Kabupaten Bangli Muspayang Bhakti Upacara Tumpek Uye untuk kelestarian dan Kearifan Lokal


BANGLI , BALI KINI – Pemerintah Kabupaten Bangli melaksanakan Upacara Tumpek Uye sebagai bentuk implementasi Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dalam mewujudkan Bali Era Baru. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pura Dalem Prajapati, Desa Adat Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli (5/9/26).

Upacara Tumpek Uye dihadiri langsung oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, beserta Sekda Bangli dan jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli. Kehadiran jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bangli dalam menjaga, melestarikan, dan mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan bermasyarakat.

Pelaksanaan Tumpek Uye merupakan salah satu momentum penting bagi masyarakat Bali untuk meningkatkan rasa kasih sayang, kepedulian, serta keharmonisan terhadap seluruh makhluk hidup, khususnya terhadap satwa. Nilai tersebut sejalan dengan konsep Sad Kerthi, khususnya Jana Kerthi dan Wana Kerthi, yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan manusia dengan alam dan seluruh ciptaan Tuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Bangli bersama jajarannya turut muspayang upacara serta mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dengan penuh khidmat. Pelaksanaan upacara juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, desa adat, dan masyarakat dalam menjaga adat, budaya, serta tradisi Bali.

Bupati Bangli, SN Sedana Arta dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan Tumpek Uye hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga sebagai pengingat bagi seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga keharmonisan dan keseimbangan antara manusia, alam, dan seluruh makhluk hidup.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam Tumpek Uye sangat relevan dengan upaya kita membangun Bangli yang berlandaskan adat, budaya, dan kearifan lokal. Rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama makhluk hidup harus diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Bangli berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Bali. Hal ini dinilai penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat pembangunan daerah yang harmonis, berkelanjutan, dan berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

Rangkaian Upacara Tumpek Uye di Pura Dalem Prajapati Desa Adat Sidembunut dirangkaikan dengan pelepasan beberapa Burung. Seluruh peserta mengikuti prosesi upacara sebagai bentuk bhakti dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta sebagai wujud nyata menjaga keseimbangan kehidupan sesuai dengan nilai-nilai Sad Kerthi.

Melalui momentum Tumpek Uye ini, Pemerintah Kabupaten Bangli mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam, menyayangi satwa, serta mempertahankan adat dan budaya Bali sebagai bagian penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis menuju Bangli Era Baru.(BLK)

WARGA BELUM KEMBALI DARI LADANG, TIM SAR GABUNGAN TEMUKAN PRIA 83 TAHUN DALAM KONDISI LINGLUNG

JEMBRANA , BALI KINI --  Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana melaksanakan operasi SAR terhadap seorang warga yang dilaporkan belum kembali dari ladang di Banjar Tibu Sambi, Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Senin (7/9/2026).

Korban diketahui bernama Gusti Komang Suatra (83). Informasi kejadian tersebut diterima petugaa siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Senin (7/9/2026) pukul 07.30 WITA dari pelapor atas nama Komang Suartana, anggota Polsek Mendoyo. Berdasarkan informasi yang diterima, korban meninggalkan rumah pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 13.00 WITA dengan berpamitan kepada keluarga untuk pergi ke ladang. Namun, hingga Senin pagi korban belum juga kembali ke rumah. Keluarga bersama warga sekitar kemudian melakukan pencarian secara mandiri, namun hasilnya nihil. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berkoordinasi dengan Polsek Mendoyo dan pihak keluarga korban. Pada pukul 08.00 WITA, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana yang terdiri dari tujuh personel bergerak menuju lokasi kejadian. Tim tiba di lokasi pada pukul 08.40 WITA. 

Pencarian dimulai dengan menyisir area yang diperkirakan menjadi jalur korban menuju arah tenggara dari lokasi kejadian, seperti kesaksian warga yang sempat melihat korban. Pada pukul 09.30 WITA, tim SAR gabungan juga mengerahkan drone thermal untuk melakukan pemantauan dari udara di sekitar area ladang. Namun, dari hasil pemantauan tersebut korban belum berhasil ditemukan. Pencarian kembali dilanjutkan pada pukul 12.30 WITA dengan menyisir ke arah timur dari lokasi kejadian. Tim juga kembali melakukan pemantauan menggunakan drone thermal di sejumlah area yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban.

Sekitar pukul 14.00 WITA, tim SAR gabungan bergabung dengan warga yang melakukan pencarian secara tradisional menggunakan gamelan. Pencarian kemudian dilanjutkan menuju arah timur dari rumah korban. Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 15.40 WITA. Korban ditemukan oleh warga yang sedang memancing di sungai. "Sore hari ini korban yang dicari telah diketemukan, jaraknya kurang lebih 2 kilo meter dari rumah korban tersebut," jelas Dewa Hendri Gunawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana. Saat ditemukan, Gusti Komang Suatra dalam kondisi linglung. "Identitas yang menemukan adalah Dewa Ketut Wila yang pas lokasinya di jurang di bawahnya ada sungai, di sana diketemukan, korban dalam keadaan selamat, sehat walaufiat," imbuhnya. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa menuju rumah warga terdekat untuk mendapatkan penanganan awal. Setelah dilakukan koordinasi dengan perangkat desa dan keluarga, korban selanjutnya dibawa pulang ke rumah. 

Unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi terdiri dari: Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Polsek Mendoyo, Sat Brimob Batalyon C Gilimanuk, Babinsa Yeh Embang Kangin, Bhabinkamtibmas Yeh Embang Kangin, Perangkat Desa Yeh Embang Kangin, serta pihak keluarga dan masyarakat sekitar. (ayu)

Wawali Arya Wibawa Apresiasi Gotong Royong Krama Kepaon Sukseskan Karya Baligia Punggel dan Mepandes.

Ket foto : Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Upacara Mepandes serangkaian Karya Atma Wedana Baligia Punggel dan Mepandes Desa Adat Kepaon di Jaba Pura Dalem Penataran Suwung, Desa Adat Kepaon, Kecamatan Denpasar Selatan, Senin (7/9).

Denpasar, Bali Kini - Semangat gotong royong dan menyama braya kembali menjadi kekuatan krama Desa Adat Kepaon dalam melaksanakan Karya Atma Wedana Baligia Punggel dan Mepandes. Sinergi antara Desa Adat, LPD, Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Upacara Mepandes serangkaian karya di Jaba Pura Dalem Penataran Suwung, Desa Adat Kepaon, Kecamatan Denpasar Selatan, Senin (7/9).

Karya yang dilaksanakan secara bersama ini tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan kewajiban adat dan keagamaan, tetapi juga mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan masyarakat. Kehadiran Pemerintah Kota Denpasar dalam kegiatan tersebut turut menegaskan komitmen untuk terus mendukung keberadaan adat, tradisi dan budaya sebagai bagian penting dalam pembangunan kehidupan masyarakat Kota Denpasar.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, semangat kebersamaan yang ditunjukkan krama Desa Adat Kepaon merupakan implementasi nyata nilai gotong royong dan Vasudhaiva Kutumbakam. Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi kunci sehingga pelaksanaan karya dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. 

“Kami mengapresiasi semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan krama Desa Adat Kepaon. Sinergi antara Desa Adat, LPD, Pemerintah dan seluruh pihak menjadi kekuatan dalam menyukseskan karya sekaligus meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Arya Wibawa menambahkan, semangat tersebut hendaknya terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Sebab, pelaksanaan karya secara bersama tidak hanya memperkuat nilai spiritual dan adat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial antarkrama. 

“Inilah kekuatan masyarakat Bali, ketika semua bersatu dan bergotong royong, berbagai hal yang berat dapat dilaksanakan bersama. Semangat menyama braya seperti ini harus terus kita jaga,” imbuhnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Kepaon, AA Ketut Wirya didampingi Ketua Panitia, I Gusti Ketut Mayun Mahardika mengatakan, pelaksanaan karya secara bersama merupakan salah satu upaya untuk meringankan beban krama. Selain itu, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kebersamaan serta rasa menyama braya di lingkungan Desa Adat Kepaon. 

“Tujuan utama kami adalah meringankan beban masyarakat atau krama desa. Dengan dilaksanakan bersama, rasa kebersamaan dan menyama braya juga semakin kuat,” katanya.

Atma Wedana Baligia Punggel dalam karya ini diikuti sebanyak 104 peserta, sedangkan Mepandes Masal diikuti sebanyak 194 peserta. Puncak Upacara Mepandes dilaksanakan pada Senin (7/9), sementara Puncak Karya Atma Wedana Baligia Punggel akan dilaksanakan pada Buda Umanis Wuku Prangbakat, 16 September 2026 mendatang. Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan dengan dukungan dan partisipasi seluruh krama serta sinergi bersama berbagai pihak.

AA Ketut Wirya menegaskan, keberhasilan pelaksanaan karya tidak terlepas dari dukungan seluruh krama dan pihak-pihak yang telah bergotong royong sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. 

“Kami berharap karya ini bukan hanya menjadi sebuah kewajiban adat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, meringankan beban krama, dan semakin menumbuhkan rasa menyama braya di Desa Adat Kepaon,” pungkasnya.

Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gedr Marhaendra Jaya, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan, I Kadek Ermanto, Bendesa Adat se-Kota Denpasar serta undangan lainya. Dalam kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa juga turut menyerahkan Bantuan Dana Hibah untuk mendukung pelaksanaan Karya Atma Wedana Baligia Punggel dan Mepandes Desa Adat Kepaon.  (Ags).

TP Posyandu Kota Denpasar Dukung Transformasi Posyandu 6 SPM di Aksi Sosial Provinsi Bali

Ket. Foto : Ketua TP Posyandu Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menghadiri kegiatan Aksi Sosial "Membina dan Berbagi" TP Posyandu Provinsi Bali di Balai Banjar Bun, Kecamatan Denpasar Timur dan Balai Banjar Kelod, Kelurahan Renon, Denpasar Selatan, Senin (7/9/2026).

DENPASAR, BALI KINITim Pembina Posyandu Kota Denpasar menyatakan komitmen mendukung akselerasi transformasi Posyandu menuju Posyandu Era Baru berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal. 

Hal tersebut disampaikan Ketua TP Posyandu Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara dalam kegiatan Aksi Sosial "Membina dan Berbagi" TP Posyandu Provinsi Bali di Balai Banjar Bun, Kecamatan Denpasar Timur dan Balai Banjar Kelod, Kelurahan Renon, Denpasar Selatan, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster. Kehadiran TP Posyandu Provinsi diharapkan memperkuat sinergi pemerintah provinsi dan kota dalam mendorong implementasi 6 SPM di tingkat tapak.

Dalam laporannya, Ny. Sagung Antari Jaya Negara yang didampingi Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyampaikan, kegiatan menyasar 105 kader Posyandu 6 SPM. Rinciannya 30 kader dari Kelurahan Dangin Puri dan 75 kader dari Kelurahan Renon.

Adapun dalam kesempatan ini diserahkan bantuan kepada 105 orang kader posyandu yang berasal dari 7 Lingkungan (7 Posyandu) di Kelurahan Dangin Puri. Jumlah bantuan yang diserahkan oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali kepada kader Posyandu di setiap lokasi Aksi Sosial yakni mencakup 30 kg Beras, 2 krat (60 butir) telur dan 2 kotak susu per orang. 

Secara keseluruhan, total jumlah bantuan yang diserahkan oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali pada Aksi Sosial Membina dan Berbagi di Kelurahan Dangin Puri berjumlah 3.150 kg Beras, 210 krat (6.300 butir) telur dan 210 Kotak Susu.

Sedangkan di Kelurahan Renon sendiri, untuk penerima bantuan sebanyak 75 orang kader posyandu yang berasal dari 5 Lingkungan (5 Posyandu). Jumlah bantuan yang diserahkan oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali kepada kader Posyandu di setiap lokasi Aksi Sosial mencakup 30 kg Beras, 2 krat (60 butir) telur dan 2 kotak susu. Total jumlah bantuan yang diserahkan oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali pada Aksi Sosial Membina dan Berbagi di Kelurahan Renon secara keseluruhan berjumlah total 2.250 kg Beras, 150 krat (4.500 butir) Telur dan 150 Kotak Susu.

"Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan, perhatian, dan bimbingan dari Ketua TP Posyandu Provinsi Bali. Pembinaan ini penting agar kader semakin memahami tugas dan fungsinya dalam menjalankan layanan Posyandu 6 SPM secara optimal di tengah masyarakat," kata Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Ia menambahkan, Kota Denpasar saat ini memiliki 459 kelompok Posyandu 6 SPM yang tersebar di 27 desa dan 16 kelurahan. Seluruh kelompok telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Perbekel dan Lurah. 

Jumlah kader aktif tercatat 6.274 orang. Mereka melayani masyarakat pada 6 bidang SPM, yaitu kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

Penguatan Posyandu Era Baru di Denpasar juga didukung 4 Tim Pembina Posyandu Kecamatan, 27 Tim Pembina Desa, dan 16 Tim Pembina Kelurahan. Tim-tim tersebut berkolaborasi dengan OPD terkait untuk melaksanakan sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan secara berkelanjutan.

"Pemerintah Kota Denpasar berharap sinergi antara TP Posyandu Provinsi Bali dengan kabupaten/kota dapat terus menginspirasi dan memberi dampak langsung kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara itu Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menegaskan, peran Posyandu saat ini sudah meluas dan tidak hanya di bidang kesehatan. Agar mudah diingat kader, enam bidang SPM dirangkum dalam akronim P3K ST, yaitu Pendidikan, Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Kesehatan, Sosial, serta Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

Ia juga mendorong kader menjadi penghubung antara persoalan warga dengan kebijakan pemerintah. 

"Para kader harus lebih peka dan proaktif melihat kondisi di lapangan, lalu menyampaikannya melalui jalur yang tepat agar bisa ditindaklanjuti," ucap Ny. Putri Koster. (ays)

Warga Pendatang Korban Kebakaran di Nakula Akan Segera Dipulangkan


Denpasar , Bali Kini - Pasca kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Nakula, Pemecutan Kelod Denpasar, selain menyisakan puing abu juga banyak warga korban yang masih memilih bertahan tinggal di penampungan. Akibatnya, mereka yang merupakan warga pendatang luar Bali ini justru menimbulkan adanya penumpukan sampah liar, selain pihak tak tak bertanggung jawab yang membuang sampah ke lokasi kebakaran. 

Menyikapi ini, Pemerintah Kota Denpasar mengambil langkah penertiban pascakebakaran yang terjadi di Jalan Nakula, Banjar Mergaya. Selain memastikan penanganan kebencanaan dan bantuan bagi warga terdampak, Pemkot Denpasar akan menutup aktivitas pembuangan sampah liar di lokasi tersebut.

Lokasi yang terbakar sebelumnya dimanfaatkan sebagai kawasan permukiman kumuh sekaligus tempat pembuangan dan pemilahan sampah. Kondisi penumpukan sampah di area tersebut menjadi salah satu persoalan yang kini mendapat perhatian serius dari Pemkot Denpasar.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, mengatakan penanganan dari sisi kebencanaan telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Badung yang turut membantu proses pemadaman. “Dari sisi kebencanaan, kita telah melaksanakan pemadaman bekerja sama dengan Badung. Astungkara, itu bisa sampai clear,” ujar Jaya Negara.

Selain penanganan kebakaran, Pemkot Denpasar melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telah menyalurkan bantuan logistik serta kebutuhan dasar kepada warga yang terdampak.

“Dari sisi kemanusiaan, kami tetap melakukan bantuan melalui Dinas Sosial. Bantuan ada untuk anak-anaknya, paket-paket perlengkapan yang ada di BPBD dan Dinas Sosial sudah kita kerahkan, termasuk berkoordinasi dengan musala di sana,” ungkapnya.

Jaya Negara mengatakan perhatian pemerintah juga diarahkan kepada warga terdampak yang kehilangan mata pencaharian akibat kebakaran. Pemkot Denpasar, kata dia, telah menyiapkan alokasi anggaran untuk memfasilitasi pemulangan warga ke daerah asal.

“Bagi warga yang terdampak, memang kita harus pulangkan karena sudah tidak ada pekerjaan lagi. Itu kita siapkan anggaran untuk pemulangan ke tempat asalnya,” jelasnya.

Pemkot Denpasar memastikan aktivitas pembuangan sampah liar di kawasan tersebut akan dihentikan. Jaya Negara menjelaskan, lahan yang menjadi lokasi kebakaran merupakan lahan sewaan milik pribadi yang selama ini dimanfaatkan untuk pemilahan sampah organik serta pengelolaan sampah restoran dari luar wilayah Denpasar.

Pengelolaan yang dinilai tidak maksimal menyebabkan sampah menumpuk di lokasi tersebut. “Yang jelas, kami tutup dari pembuangan sampah liar. Silakan menyewa lahan, tapi pemanfaatannya (untuk pembuangan sampah) yang kita larang,” tegasnya.

Pemerintah menegaskan akan mengambil tindakan terhadap kendaraan atau armada yang masih kedapatan membawa sampah ke lokasi tersebut. Kendaraan yang ditemukan mengangkut dan membuang sampah secara ilegal akan ditahan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemkot Denpasar juga memastikan penanganan terhadap warga terdampak tetap menjadi prioritas, baik melalui bantuan kebutuhan dasar maupun fasilitasi pemulangan bagi warga yang sudah kehilangan mata pencaharian.

Kehadiran Perpustakaan Keliling Makin Diminati Anak-anak


Denpasar , Bali Kini - Layanan Perpustakaan Keliling yang dicanangkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, makin meningkatkan minat baca bagi kalangan anak-anak. Kegiatan ini terus dilakukan untuk memperkuat budaya literasi dikalangan pelajar dan masyarakat umum. 
Program ini telah dijadwalkan menyasar Parkir Utara Taman Kota Lumintang dan SD 17 Dauh Puri kawasan Lumintang. Dimana kawasan publik yang selalu ramai kunjungan saat bersantai sehabis olah raga. Menurut, Penata Layanan Operasional Petugas Layanan Perpustakaan Kota Denpasar, Ria Praba mengatakan bahwa saat ini layanan Pusling dilaksanakan di dua tempat di Parkir Utara Taman Kota Lumintang dan di SD 17 Dauh Puri. 
"Untuk layanan di Kawasan Taman Kota Lumintang menggunakan kapasitas mobil yang jauh lebih besar dengan jumlah buku katagori buku anak dan umum sebanyak 1198 eksemplar. Sedangkan yang ke sekolah menggunakan mobil lebih kecil dengan katagori buku yang dominan tentang petulangan, cerita anak, sejarah dan lainnya sejumlah 852 eksemplar," Jelas Praba.
Dikatakannya, untuk di ruang publik sendiri kebanyakan peminat Pusling adalah ibu dan bapak bapak usai olahraga, mereka mencari buku buku agama atau buku tentang kerajinan, Pengobatan atau pengalaman hidup. Dengan durasi waktu jam 09.00 - 12.00 Wita. 
"Ruang publik tak hanya dilaksanakan dikawasan lapangan saja namun juga menyasar di kawasan Pantai seperti di kawasan Pantai Mertasari yang mana bisanya pada hari Jumat ramai kunjungan," Sebutnya. 
Sementara yang di SD 17 Dauh Puri pelaksanaan Pusling sudah ditunggu oleh siswa di sekolah. Antusiasme siswa yang ingin tahu dengan membaca sungguh diacungin jempol. Sebelum diijinkan mengambil buku di Mobil Perpustakaan ini, siswa mendapat arahan dimana membaca itu sangat penting bagi ilmu pengetahuan mereka. 
Selain itu juga, guna merangkat minat baca anak. Juga akan diberikan hadiah oleh petugas Pusling bila anak yang usai membaca dan dapat menceritakan apa yang tadi dia baca dihadapan teman temannya. Hadiah sudah menanti buat mereka yang disediakan sebanyak lima paket, yakni dari Tumbler, kotak pensil dan lainnya. 
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, mengatakan layanan perpustakaan keliling merupakan ekstensi pelayanan perpustakaan yang menyasar ruang-ruang publik serta institusi pendidikan di Kota Denpasar.
Menurutnya, pelaksanaan program tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar dengan melibatkan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). 
"Layanan perpustakaan keliling dilaksanakan melalui mekanisme pengajuan permohonan dari pihak sekolah kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar. Secara terjadwal  kunjungan ke sekolah yang telah ditentukan dengan tetap memprioritaskan waktu belajar siswa di sekolah," ujar Cok Partha, yang menjadwalkan setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis dengan menyesuaikan kalender pendidikan. Setiap kunjungan berlangsung selama dua jam.

Minggu, 06 September 2026

Angkat Potensi Lokal dan Kreativitas Generasi Muda Sanur

Ket. Foto : Sekda Eddy Mulya Buka Sanurian Festival 2026 

Denpasar, Bali KiniSekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, secara resmi membuka Sanurian Festival 2026 yang dipusatkan di Lapangan Yayasan Pembangunan Sanur, Sabtu (5/9) petang.

Mengusung semangat pemberdayaan masyarakat, Sanurian Festival 2026 menjadi wadah untuk mengangkat sekaligus mengembangkan berbagai potensi lokal yang dimiliki masyarakat Kelurahan Sanur. 

Turut hadir pula dalam kesempatan tersebut diantaranya Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Gede Agung Suyoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gede Sidharta Putra, Camat Denpasar Selatan, I Kadek Ermanto, Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, Lurah Sanur, Ida Bagus Made Windhu Segara serta undangan terkait lainnya.

Pembukaan Sanurian Festival 2026 juga dirangkaikan dengan pergantian kepengurusan Karang Taruna Yovana Kanti Kelurahan Sanur. Ida Bagus Prajiskana Jisnu terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Yovana Kanti menggantikan I Putu Bagus Windi Santika.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mengatakan Pemerintah Kota Denpasar memberikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sanurian Festival 2026.

Menurutnya, Sanurian Festival tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, namun juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat pemberdayaan potensi lokal. 

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas, sekaligus menjadi wadah bagi UMKM untuk berkembang. Di sisi lain, kegiatan juga membuka ruang bagi generasi muda untuk berjejaring, bertukar informasi dan pengetahuan melalui berbagai workshop dan sosialisasi,” ujar Eddy Mulya.

Lebih lanjut, Sekda Eddy Mulya berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui Sanurian Festival dapat terus dikembangkan. "Berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam, marilah kita saling bersatu, berkembang dan maju menuju masyarakat Kota Denpasar yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Sanur, Ida Bagus Made Windhu Segara, mengatakan Sanurian Festival 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan sekaligus mengembangkan berbagai potensi generasi muda di Kelurahan Sanur. Festival ini juga diharapkan mampu menjadi wadah kreativitas sekaligus pemberdayaan potensi lokal yang ada di masyarakat.

“Sanurian Festival 2026 telah diawali melalui Kejuaraan Futsal Yovana Kanti Cup pada 30 Agustus 2026 lalu. Selanjutnya, pada 5 September pagi dilaksanakan Gebyar Literasi Kelurahan Sanur yang diisi berbagai kegiatan literasi, lomba seni, budaya dan pemberdayaan masyarakat. Dilanjutkan dengan puncak Sanurian Festival pada malam harinya. Rangkaian kegiatan ditutup dengan Sunrise Run Sanurian Festival pada 6 September 2026 pagi di Pantai Karang Sanur,” jelasnya.

Yang juga paling ditunggu masyarakat, lanjutnya, adalah Lomba Baleganjur Bebarongan yang diikuti oleh delapan banjar di wilayah Kelurahan Sanur. Secara garis besar, Sanurian Festival 2026 bertujuan menjadi wadah untuk mengangkat seluruh potensi yang dimiliki masyarakat, baik seni, budaya, UMKM maupun bidang lainnya, khususnya potensi generasi muda Kelurahan Sanur. 

"Harapannya, potensi-potensi ini dapat terus dikembangkan dan dilestarikan secara berkelanjutan,” ungkap Ida Bagus Made Windhu Segara. (esa)

Juga Gelar Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Gratis.

Ket foto : Wali Kota Jaya Negara Ngaturang Bhakti Pitenget Tumpek Uye,


Denpasar, Bali KiniWali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menghadiri persembahyangan bersama dalam rangka Pitenget Rahina Tumpek Uye atau Tumpek Kandang yang dipusatkan di kawasan Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (5/9). Perayaan Tumpek Uye yang jatuh pada Saniscara Kliwon, Wuku Uye tersebut menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memuliakan dan menghormati keberadaan hewan sebagai bagian dari ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain persembahyangan bersama, kegiatan juga dirangkaikan dengan vaksinasi rabies dan sterilisasi hewan peliharaan secara gratis bagi masyarakat.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan Tumpek Uye memiliki makna penting dalam kehidupan umat Hindu. Momentum tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap hewan, tetapi juga mengingatkan manusia untuk menjaga keharmonisan dengan alam dan seluruh makhluk hidup.

“Melalui Tumpek Uye, kita diingatkan untuk menghormati dan menyayangi seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Vaksinasi rabies gratis yang dilaksanakan hari ini juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan sekaligus bagian dari upaya bersama dalam mencegah penyebaran rabies,” ujar Jaya Negara.

Pihaknya menambahkan, pelaksanaan vaksinasi rabies bertepatan dengan Tumpek Uye diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk semakin bertanggung jawab dalam memelihara hewan peliharaan. Menurutnya, upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung kesehatan masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang aman dan sehat.

Sementara itu, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menyampaikan bahwa vaksinasi rabies gratis merupakan salah satu kegiatan yang secara rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar. Namun, pelaksanaan kali ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan Rahina Tumpek Uye.

“Vaksinasi rabies gratis sudah sering kita laksanakan. Hari ini menjadi spesial karena bertepatan dengan Tumpek Uye, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari semangat memuliakan hewan,” jelas Eddy Mulya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama. Usai persembahyangan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi “otonan” bagi hewan peliharaan yang dibawa oleh masyarakat.
Selanjutnya, hewan peliharaan yang telah mengikuti prosesi tersebut mendapatkan pelayanan vaksinasi rabies secara gratis di jaba Pura Agung Jagatnatha. Masyarakat juga mendapatkan pelayanan sterilisasi hewan peliharaan sesuai dengan ketentuan dan layanan yang tersedia.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi, menjelaskan bahwa Tumpek Uye bukan sekadar momentum untuk memuliakan hewan sebagai bagian dari Bhuwana Agung, tetapi juga menjadi sarana penyucian diri manusia atau Bhuwana Alit dari sifat-sifat kebinatangan.

“Makna Tumpek Uye sangat luas. Kita diajak untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, serta seluruh makhluk hidup. Karena itu, kegiatan vaksinasi rabies ini sangat relevan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Tumpek Uye,” ungkapnya.

Perayaan Tumpek Uye di Kota Denpasar diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap hewan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kehidupan yang harmonis (Eka).

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved