-->

Selasa, 01 April 2025

Pengukuhan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura:

 


Implementasi Wikithon Bali Lestari BASAbali Wiki untuk Menjaga Kebersihan dan Kesucian Pura Ulun Danu Batur


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih


Bangli, Bali Kini - Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura atau Aturan Pengingat berupa lima usaha menjaga kebersihan dan kesucian pura resmi dikukuhkan bertepatan pada perayaan Ngembak Geni di Pura Ulun Danu Batur, Minggu (30/3/2025). Keberadaan aturan pengingat ini diharapkan menjadi landasan dalam menjaga kebersihan dan kesucian pura kepada masyarakat yang akan berkunjung dan melakukan persembahyangan ke Pura Ulun Danu Batur. Inisiatif ini merupakan implementasi dari Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari yang diinisiasi oleh BASAbali Wiki. Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari merupakan kompetisi menulis pendapat singkat dan membuat video berbahasa Bali yang diikuti oleh pemuda dan berfokus pada upaya pengurangan sampah dalam setiap aktivitas keagamaan. 


BASAbali Wiki sebagai organisasi yang bertujuan memperkuat peran pemuda untuk menyikapi isu publik bersama pemerintah melalui platform digital berbahasa Bali, memberikan wadah yang aman untuk para pemuda dalam menyampaikan ide dan gagasannya. Karya para pemenang lomba ini kemudian dirumuskan dalam Risalah Kebijakan (policy brief), yang disusun bersama pemuda, pemerintah, praktisi, akademisi, komunitas lingkungan, dan media melalui Dialog Kebijakan BASAbali Wiki pertama pada Desember 2024 dan Dialog Kebijakan BASAbali Wiki kedua pada Januari 2025. Risalah Kebijakan (policy brief) inilah yang menjadi dasar pembuatan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura, berkolaborasi dengan Pangamong Pura Ulun Danu Batur yang dipimpin oleh Jero Gede Duuran (Kanginan) Batur. Jero Penyarikan Duuran Batur yang terlibat langsung dalam pembuatan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura ini,  menyoroti masalah sampah menjadi tantangan serius di Pura Ulun Danu Batur. Ia berharap penerapan dan kampanye Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura dapat menjadi acuan bagi umat yang bersembahyang ke Pura Ulun Danu Batur untuk turut serta menjaga kebersihan dan kesucian pura. Kolaborasi ini menjadi langkah penting atas permasalahan sampah sisa upacara keagamaan di Pura Ulun Danu Batur, sekaligus menegaskan bahwa nilai spiritual dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan. 


Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura ini mengandung lima imbauan utama untuk menjaga kebersihan dan kesucian pura. Pertama, tidak diperbolehkan membawa sarana persembahan baik berupa banten, aturan, dan sarana persembahan lainnya menggunakan tas plastik. Apabila ada yang masih menggunakan plastik agar dibawa pulang setelah persembahyangan selesai dilakukan. Kedua, mari kita kurangi banten dan persembahan lainnya yang masih menggunakan bungkus plastik agar tidak mengurangi kesucian dan bisa mencemari lingkungan. Ketiga, setelah selesai sembahyang, sarana persembahyangan seperti sampian, canang, dan dupa agar diambil lalu dibawa pulang atau dapat dibuang di tempat sampah. Keempat, masyarakat yang akan memohon tirta agar membawa tempat tirta masing-masing sehingga tidak menggunakan plastik. Dan yang terakhir, setelah selesai bersembahyang dan menikmati sisa persembahan di halaman pura, sangat dimohon agar sampah yang dihasilkan dibawa pulang, tidak diperbolehkan menyisakan sampah di area suci pura ataupun di jalan. Pangeling-eling ini akan diterapkan pada upacara Ngusaba Kadasa 2025 di Pura Ulun Danu Batur dan seterusnya. 


Nyoman Diana selaku Ketua DPK Peradah Indonesia Kabupaten Bangli sangat mengapresiasi kegiatan pengukuhan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura di Pura Ulun Danu Batur. Sosialisasi terkait Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura ini sangat diperlukan agar seluruh masyarakat tahu tentang aturan pengingat ini. Harapannya kepada umat yang akan bersembahyang ke Pura Ulun Danu Batur agar meminimalisir penggunaan plastik.  Koordinator Yowana Abhinaya BASAbali Wiki, Gede Adrian Maha Putra menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki dampak besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda. "Suara pemuda membawa perubahan, dari Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari hingga lahirnya Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura di Pura Ulun Danu Batur," ujarnya. Lebih lanjut, melalui kampanye ini diharapkan generasi muda dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di area pura. "Sampah yang kita bawa sendiri, harus kita bersihkan sendir, kebersihan pura adalah tanggung jawab bersama," tegasnya. Acara pengukuhan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura  yang dilaksanakan di Jaba Tengah Pura Ulun Danu Batur ini turut dihadiri oleh Jero Penyarikan Duuran Batur, Pamangku Pura Ulun Danu Batur, Kesinoman Desa Adat Batur, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur, Akademisi UHN IGB Sugriwa Denpasar, DPK Peradah Kabupaten Bangli, Komunitas PlastikDetox, Tempek Roban-Daha Bunga Desa Adat Batur, Koordinator Yowana Abhinaya BASAbali Wiki, pemenang Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari, pangayah serta krama Desa Adat Batur. 


Selain pengukuhan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura, pada momen ini turut ditayangkan video kolaborasi BASAbali Wiki dengan pemenang Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari berupa videotron di Jaba Tengah Pura Ulun Danu Batur. Videotron ini merupakan bagian dari kampanye untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengurangan sampah dalam setiap aktivitas keagamaan di Pura Ulun Danu Batur. Kampanye ini juga dilanjutkan melalui media sosial yang berkolaborasi dengan Jero Gede Duuran (Kanginan) Batur dan Jero Penyarikan Duuran Batur. Program & Engagement Director BASAbali Wiki, K. L. Herdayatamma, menegaskan bahwa Pura Ulun Danu Batur, sebagai salah satu Pura Kahyangan Jagat yang terletak di hulu Bali, memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan stabilitas Bali. Oleh karena itu, ia berharap langkah ini dapat menjadi contoh yang menginspirasi seluruh pura di Bali dan membawa manfaat bagi lingkungan di Batur khususnya, serta bagi Bali secara lebih luas.

Pastikan Kembali Berfungsi Optimal, Dishub Denpasar Cek LPJU dan Traffic Light Pasca Nyepi.


 Ket foto : Tim Dinas Perhubungan Kota Denpasar saat melaksanakan pengecekan LPJU di seluruh wilayah Kota Denpasar pada Selasa (1/4). 


Laporan Reporter : Agus 

Denpasar, Bali Kini - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar melakukan pengecekan kembali pada Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dan Traffic Light di seluruh wilayah Kota Denpasar, pasca perayaan Hari Suci Nyepi. Hal ini dilaksanakan guna memastikan LPJU dan Traffic Light kembali beroperasi optimal pasca pemadaman saat Nyepi. 


Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, mengatakan bahwa pengecekan ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua LPJU dan Traffic Light berfungsi dengan baik. Dimana, seluruh titik LPJU, Traffic Light, dan ATCS turut dilaksanakan pengecekan. 


"Pengecekan ini kita lakukan untuk memastikan bahwa semua fasilitas lalu lintas berfungsi dengan baik, sehingga dapat menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, terlebih pasca pemadaam saat Nyepi lalu," kata Sriawan.


Pengecekan LPJU dan Traffic Light ini dilakukan oleh tim dari Dishub Kota Denpasar, yang terdiri dari petugas teknis. Dengan demikian, diharapkan bahwa semua LPJU dan Traffic Light di Kota Denpasar dapat berfungsi dengan baik, sehingga dapat menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.


"Kita juga ingin memastikan bahwa semua infrastruktur lalu lintas siap digunakan, sehingga dapat mendukung aktivitas masyarakat dan meningkatkan perekonomian di Kota Denpasar," tambahnya.

Senin, 31 Maret 2025

Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar


Laporan Reporter : Tim Lpt Puspen TNI Jakarta 

Bali Kini -  Di tengah perayaan Idul Fitri 1446 H,  Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama dengan instansi terkait mengirimkan Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak bencana alam gempa bumi. Pengiriman bantuan ini dilakukan dengan menggunakan pesawat Hercules TNI AU yang membawa personel dan bantuan logistik, Senin (31/3/2025).

Tim Aju Bantuan Indonesia yang diberangkatkan berjumlah 39 orang, terdiri dari personel  TNI, BNPB, Kementerian Luar Negeri, Basarnas, Baznas, dan Kementerian Kesehatan.

Bersama dengan tim aju ini diberangkatkan juga unsur pengamanan yang terdiri dari personel TNI serta kru pesawat yang dipimpin oleh Mission Commander Kolonel Pnb Beni Aprianto.

Tim aju ini diberangkatkan menggunakan Pesawat Hercules C-130J-30 Super Hercules A-1342 yang memiliki kapasitas muatan logistik dan alat kelengkapan sebanyak 12 hingga 15 ton. Bantuan logistik yang dikirim meliputi 20 unit tenda serba guna, selimut, sarung, dan makanan siap saji dari Kementerian Pertahanan RI, bantuan logistik tambahan dari BNPB, serta satu unit truk dari Basarnas untuk operasional di lokasi.

Sebelum keberangkatan, atas perintah Panglima TNI telah dilakukan pemeriksaan kesiapan pasukan dan alutsista pada pukul 14.00 WIB oleh Asisten Operasi Panglima TNI, Mayjen TNI Gabriel Lema.

Pesawat  diberangkatkan pada Senin, 31 Maret 2025 pukul 15.30 WIB dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan rute Halim Perdanakusuma Banda Aceh (RON) Naypyidaw, Myanmar. Setelah mengantar bantuan, pesawat Hercules akan langsung kembali ke Indonesia pada Selasa, 1 April 2025 dengan rute Naypyidaw Banda Aceh (RON)  Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Pengiriman bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung kemanusiaan dan membantu masyarakat yang terdampak di Myanmar dan akan dilakukan dalam beberapa tahap pemberangkatan. Untuk misi kemanusiaan ke Myanmar ini, Panglima TNI menunjuk Komandan Brigif 17/1/Kostrad sebagai Komandan Satgas Bantuan Kemanusian.

TNI bersama dengan berbagai instansi terkait terus berupaya untuk memberikan respons cepat terhadap krisis kemanusiaan di kawasan.

Ribuan Umat Hadiri Tawur Agung Kesanga 2025 di Candi Prambanan


Laporan Reporter : Asrinidevy 

 Yogyakarta Bali Kini – Ribuan umat Hindu dari berbagai daerah berkumpul di Candi Prambanan untuk mengikuti Upacara Tawur Agung Kesanga, Jumat (28/3/2025. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian utama dalam perayaan Hari Suci Nyepi Nasional Tahun Saka 1947/2025M.


Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menjelaskan bahwa rangkaian perayaan ini mencakup berbagai kegiatan pokok yang mencerminkan nilai-nilai luhur agama Hindu. Salah satunya adalah Upacara Melasti yang dilakukan sebelum Tawur Agung Kesanga.


"Inti dari pelaksanaan Melasti adalah membersihkan diri secara jasmani dan rohani secara sempurna, yakni dengan menerapkan Tri Kaya Parisudha: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan," jelas Wisnu.


Ia menjelaskan Tawur Agung Kesanga sendiri merupakan ritual Bhuta Yadnya yang bertujuan untuk menyeimbangkan unsur-unsur Panca Mahabhuta, yaitu Pertiwi (tanah), Apah (air), Bayu (udara), Teja (api), dan Akasa (ruang). Upacara ini melambangkan penyucian alam semesta sebelum memasuki Hari Suci Nyepi.


Wisnu dalam sambutannya juga menerangkan bahwa Hari Suci Nyepi diperingati dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Prinsip ini bertujuan untuk mengintrospeksi diri, melakukan pengendalian diri melalui tapa, brata, dan semadi sebagai bentuk fokus kepada Tuhan Yang Maha Esa. Upacara ini menjadi momentum penting dalam menjaga keseimbangan energi alam semesta serta refleksi spiritual bagi umat Hindu.


"Setiap Hari Suci keagamaan berfungsi untuk menanamkan nilai agama dan sebagai media pendekatan serta pelayanan kepada Tuhan dan ciptaan-Nya. Hal ini juga menjadi sarana peningkatan kualitas penyucian diri," ungkapnya.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keseimbangan antara nilai spiritual dan material dalam perayaan Hari Suci Nyepi harus dijaga agar tidak saling mendominasi. Pendekatan multi dimensi dan pemahaman nilai-nilai filosofis dalam ajaran Hindu akan membantu umat semakin dekat dengan Tuhannya serta memperkuat Sradha Bhakti, iman, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Turut hadir dalam Upacara Tawur Agung Kesanga  Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka; Menteri Agama RI Nasaruddin Ummar, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI Prof. Dr. Drs I Nengah Duija, M.Si, serta Wakil Gubernur DI Yogyakarta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X.

Prajurit Siap Berkorban Jiwa dan Raga Demi Tugas


Pangdam Zamroni: Prajurit Disumpah Menegakkan Kedaulatan Bangsa

Laporan Reporter : Tim Lpt Pendam IX/Udy

Bali Kini - Sebagai bagian dari rakyat, prajurit TNI harus menjunjung tinggi kemanusiaan dan menghindari tindakan yang menyakiti masyarakat. Profesionalisme tidak hanya diukur dari keterampilan, tetapi juga kepedulian dan kedekatan dengan rakyat. Dengan semangat pengabdian, prajurit hadir sebagai pelindung dan solusi, sehingga dicintai serta dihormati oleh masyarakat.


Hal tersebut ditegaskan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, S.I.P., M.Si., dalam amanatnya saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara TNI AD Gel II TA. 2024 yang digelar di Rindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan, pada Kamis (27/3/2025).


Lebih lanjut Pangdam mengingatkan bahwa perjalanan panjang para prajurit, dari kampung halaman hingga menyelesaikan pendidikan militer, mencerminkan ketangguhan dan semangat juang. Keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga bagi keluarga dan daerah asal yang mendukung perjuangannya hingga menjadi prajurit siap mengabdi.


"Sebagai prajurit, kalian telah bersumpah setia kepada NKRI, tunduk pada hukum, disiplin, taat pada atasan, menjalankan tugas dengan tanggung jawab, serta menjaga rahasia tentara. Jadikan sumpah ini sebagai pedoman hidup, karena kalian bersumpah bukan kepada manusia, melainkan kepada Tuhan Yang Maha Esa," tegas Pangdam.


Pangdam menekankan bahwa prajurit harus selalu siap menegakkan kedaulatan negara dan melindungi rakyat, termasuk kesiapan berkorban jiwa dan raga demi tugas. Pendidikan dan latihan militer bertujuan membentuk prajurit yang tangguh agar tidak menjadi korban sia-sia di medan tugas.


"Jangan pernah menyakiti hati rakyat. Sadari sumpah, tugas, dan hakikatmu sebagai prajurit rakyat. Jika kalian menghayatinya sepanjang pengabdian, insya Allah kalian akan menjadi prajurit andalan, profesional, dicintai rakyat, dan kebanggaan TNI Angkatan Darat," pesan Pangdam.


"Semesta mendukung, matahari bersinar di lapangan ini. Keluargamu datang dengan harapan besar atas pengabdianmu. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Jadilah prajurit TNI Angkatan Darat yang membanggakan. Selamat bertugas!," tegas Pangdam.


Dalam kesempatan ini, Pangdam melantik 616 Bintara TNI AD. Beberapa prajurit berprestasi mendapatkan penghargaan, di antaranya Serda Candra Anugrah Mauboy (Nilai Tertinggi Tri Pola Dasar), Serda Gede Darma Yasa (Aspek Sikap dan Perilaku), Serda Ketut Kusuma Yudha (Aspek Pengetahuan dan Keterampilan), serta Serda Charles Yunisanto Asbanu (Aspek Jasmani Militer).


Sebagai puncak acara, para Bintara Muda menampilkan demonstrasi Kolone Senapan dengan gerakan presisi tinggi, diikuti aksi spektakuler Sparko yang memadukan ketangkasan dan kekuatan fisik. Demonstrasi Bela Diri Taktis juga memukau dengan teknik pertempuran jarak dekat yang impresif. Penutupan semakin istimewa dengan penampilan Tari Kecak, tarian khas Bali yang menggema penuh energi, mencerminkan sinergi antara kekuatan militer dan kearifan budaya.


Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Agung Udayana, S.E., M.M.,M.HI. dalam keterangannya menyampaikan bahwa pendidikan ini merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam mencetak prajurit yang profesional, disiplin dan berkarakter. Kolonel Agung menegaskan bahwa lulusan Dikmaba TNI AD harus mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh serta siap menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.


"Setiap prajurit harus terus mengasah kemampuan, meningkatkan disiplin, dan menjaga semangat juang, karena tantangan ke depan semakin kompleks dan dinamis. Hanya dengan ketangguhan, kesiapan, dan dedikasi tinggi, Prajurit dapat menjalankan tugas dengan baik serta menjaga kehormatan satuan dan bangsa," tegas Kolonel Agung. 

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara Ngingsah Serangkaian Karya di Pura Dalem Pejarakan Ulun Lencana.

 


Ket foto : Wakil Walikota  Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Upacara Ngingsah dan Ngadegang Manik Galih serangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah dan Padususan Manawaratna di Pura Dalem Pejarakan Ulun Lencana, Desa Adat Kerobokan, Desa Padangsambian Kelod pada Senin (31/3). 

Laporan Reporter : Agus 

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota  Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Ngingsah dan Ngadegang Manik Galih serangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah dan Padususan Manawaratna di Pura Dalem Pejarakan Ulun Lencana, Desa Adat Kerobokan, Desa Padangsambian Kelod pada Senin (31/3). Upacara tersebut dilaksanakan guna melengkapi rangkaian upacara di pura tersebut. 


Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Badung, AA Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Tananjaya Asmara Putra, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, Perbekel Desa Padangsambian Kelod, I Gede Wijaya Saputra serta undangan lainya. 


Ketua Prajuru Pura Dalem Pejarakan, I Made Suwindra disela-sela upacara menjelaskan bahwa Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah dan Padususan Manawaratna di Pura Dalem Pejarakan Ulun Lencana, Desa Adat Kerobokan, Desa Padangsambian Kelod ini dilaksanakan setelah guna melengkapi aci di pura tersebut. Dimana puncak karya akan berlangsung pada Selasa (8/3) mendatang yang bertepatan dengan Anggara Kasih Julungwangi. 


"Kami menghaturkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselanggaranya upacara yadnya ini, semoga keseimbangan alam semesta dapat terus kita jaga sesuai dengan falsafah Tri Hita Karana," ujarnya


Wakil Walikota  Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas kerja keras dan gotong royong seluruh lapisan masyarakat pengempon Pura Pura Dalem Pejarakan Ulun Lencana, Desa Adat Kerobokan, Desa Padangsambian Kelod dalam mendukung pembangunan parahyangan suci. Hal ini tentu sejalan dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju berlandaskan sepirit Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna menyama braya bahwa kita semua bersaudara. 


Dikatakannya, Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah dan Padususan Manawaratna ini merupakan tahapan yang harus dilaksanakan. Sehingga bangunan suci dapat digunakan untuk kegiatan upacara dan pemujaan. Hal ini juga merupakan wujud sradha bhakti krama pengempon kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Hal ini juga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana. 


"Dengan pelaksanaan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah dan Padususan Manawaratna ini mari kita tingkatkan  sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana," ujar Arya Wibawa

Minggu, 30 Maret 2025

Tradisi Omed-Omedan Wawali Arya Wibawa Apresiasi Semangat Sekehe Teruna Jaga Tradisi


 Ket.foto : Wawali Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Ketua GOW Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, berfoto bersama sebelum menyaksikan langsung puncak Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOOF) pada Minggu (30/3) sore di depan Banjar Kaja Sesetan.

Laporan Reporter : Esa 

Denpasar, Bali Kini  - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Ketua GOW Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menyaksikan langsung puncak Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOOF) pada Minggu (30/3) sore di depan Banjar Kaja Sesetan.


Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOOF) yang digelar saat Ngembak Geni (sehari setelah Nyepi) tahun ini mengusung tema Suciptaning Bhuana.


Turut hadir dalam acara ini Budayawan Prof. Bandem, Wakil Ketua DPRD Denpasar Dr. Made Oka Cahyadi Wiguna, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, Panglingsir Pura Kaja Sesetan I Gusti Ngurah Oka Putra, tokoh masyarakat setempat, Prajuru Banjar Kaja Sesetan, serta anggota Sekehe Teruna (ST) Banjar Kaja Sesetan.


Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan bahwa Omed-Omedan merupakan tradisi unik yang menjadi identitas Banjar Kaja Sesetan serta Kota Denpasar secara keseluruhan.


"Omed-Omedan dapat menjadi pemacu dalam pelestarian budaya, daya tarik pariwisata, serta penggerak ekonomi masyarakat lokal. Semua unsur ini berpadu dalam SHOOF," ujar Arya Wibawa.


Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen penuh untuk mendukung dan mendorong pengakuan Omed-Omedan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Pengakuan ini diharapkan menjadi pijakan bagi pelestarian tradisi Omed-Omedan bagi generasi mendatang.


"Kami juga mengapresiasi semangat generasi muda Banjar Kaja Sesetan yang terus melestarikan tradisi Omed-Omedan di tengah arus modernisasi," tambahnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival Tahun 2025, I Putu Gede Krisna Widanta, menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan tradisi Omed-Omedan, tetapi juga dikemas dengan berbagai kegiatan lain seperti stan kuliner, hiburan musik, lomba Ogoh-Ogoh Mini, penyerahan bibit tanaman, serta pertunjukan kesenian tradisional.


"Dengan konsep yang lebih luas dan inovatif, SHOOF diharapkan semakin memperkuat eksistensi Omed-Omedan sebagai bagian dari kekayaan budaya Bali yang tetap lestari sepanjang zaman," ujarnya.

Pembakaran Sampah Akibatkan Pipa Di Gorong-gorong Terbakar, Gercep Ditangani Damkar Karangasem


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih


Karangasem, Bali Kini - Kebakaran di gorong-gorong akibatkan pembakaran sampah terjadi di Banjar Dinas Pesangkan Anyar, Desa Duda Timur, Selat, Minggu (30/3/2025). Hal ini dinilai membahayakan sehingga warga melaporkannya ke Damkar Karangasem untuk mendapat tindak lanjut.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karangasem, I Made Agus Budiyasa, mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim Damkar Regu 1 Pos Selat untuk menangani kejadian tersebut. "Perkiraan penyebabnya karena ada salah satu warga yang melakukan pembakaran sampah," katanya. Luas area yang terbakar ialah 1x4 meter, dengan objek yang terbakar berupa pipa di dalam gorong-gorong.


Beruntung, karena gercep (gerak cepat) atau kecekatan tim, tidak ada kerugian dalam peristiwa tersebut. "Empat personel ke lokasi, mereka berhasil mencegah api meluas dengan menyemprotkan air yang dibawa menggunakan armada tangki BW 05, DK 8172 S," katanya.


Dengan begitu, pihaknya memperingatkan agar warga berhati-hati dalam melakukan pembakaran sampah agar tidak terjadi kebakaran yang dapat merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved