-->

Selasa, 01 April 2025

Pengukuhan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura:

Pengukuhan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura:

 


Implementasi Wikithon Bali Lestari BASAbali Wiki untuk Menjaga Kebersihan dan Kesucian Pura Ulun Danu Batur


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih


Bangli, Bali Kini - Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura atau Aturan Pengingat berupa lima usaha menjaga kebersihan dan kesucian pura resmi dikukuhkan bertepatan pada perayaan Ngembak Geni di Pura Ulun Danu Batur, Minggu (30/3/2025). Keberadaan aturan pengingat ini diharapkan menjadi landasan dalam menjaga kebersihan dan kesucian pura kepada masyarakat yang akan berkunjung dan melakukan persembahyangan ke Pura Ulun Danu Batur. Inisiatif ini merupakan implementasi dari Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari yang diinisiasi oleh BASAbali Wiki. Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari merupakan kompetisi menulis pendapat singkat dan membuat video berbahasa Bali yang diikuti oleh pemuda dan berfokus pada upaya pengurangan sampah dalam setiap aktivitas keagamaan. 


BASAbali Wiki sebagai organisasi yang bertujuan memperkuat peran pemuda untuk menyikapi isu publik bersama pemerintah melalui platform digital berbahasa Bali, memberikan wadah yang aman untuk para pemuda dalam menyampaikan ide dan gagasannya. Karya para pemenang lomba ini kemudian dirumuskan dalam Risalah Kebijakan (policy brief), yang disusun bersama pemuda, pemerintah, praktisi, akademisi, komunitas lingkungan, dan media melalui Dialog Kebijakan BASAbali Wiki pertama pada Desember 2024 dan Dialog Kebijakan BASAbali Wiki kedua pada Januari 2025. Risalah Kebijakan (policy brief) inilah yang menjadi dasar pembuatan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura, berkolaborasi dengan Pangamong Pura Ulun Danu Batur yang dipimpin oleh Jero Gede Duuran (Kanginan) Batur. Jero Penyarikan Duuran Batur yang terlibat langsung dalam pembuatan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura ini,  menyoroti masalah sampah menjadi tantangan serius di Pura Ulun Danu Batur. Ia berharap penerapan dan kampanye Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura dapat menjadi acuan bagi umat yang bersembahyang ke Pura Ulun Danu Batur untuk turut serta menjaga kebersihan dan kesucian pura. Kolaborasi ini menjadi langkah penting atas permasalahan sampah sisa upacara keagamaan di Pura Ulun Danu Batur, sekaligus menegaskan bahwa nilai spiritual dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan. 


Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura ini mengandung lima imbauan utama untuk menjaga kebersihan dan kesucian pura. Pertama, tidak diperbolehkan membawa sarana persembahan baik berupa banten, aturan, dan sarana persembahan lainnya menggunakan tas plastik. Apabila ada yang masih menggunakan plastik agar dibawa pulang setelah persembahyangan selesai dilakukan. Kedua, mari kita kurangi banten dan persembahan lainnya yang masih menggunakan bungkus plastik agar tidak mengurangi kesucian dan bisa mencemari lingkungan. Ketiga, setelah selesai sembahyang, sarana persembahyangan seperti sampian, canang, dan dupa agar diambil lalu dibawa pulang atau dapat dibuang di tempat sampah. Keempat, masyarakat yang akan memohon tirta agar membawa tempat tirta masing-masing sehingga tidak menggunakan plastik. Dan yang terakhir, setelah selesai bersembahyang dan menikmati sisa persembahan di halaman pura, sangat dimohon agar sampah yang dihasilkan dibawa pulang, tidak diperbolehkan menyisakan sampah di area suci pura ataupun di jalan. Pangeling-eling ini akan diterapkan pada upacara Ngusaba Kadasa 2025 di Pura Ulun Danu Batur dan seterusnya. 


Nyoman Diana selaku Ketua DPK Peradah Indonesia Kabupaten Bangli sangat mengapresiasi kegiatan pengukuhan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura di Pura Ulun Danu Batur. Sosialisasi terkait Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura ini sangat diperlukan agar seluruh masyarakat tahu tentang aturan pengingat ini. Harapannya kepada umat yang akan bersembahyang ke Pura Ulun Danu Batur agar meminimalisir penggunaan plastik.  Koordinator Yowana Abhinaya BASAbali Wiki, Gede Adrian Maha Putra menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki dampak besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda. "Suara pemuda membawa perubahan, dari Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari hingga lahirnya Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura di Pura Ulun Danu Batur," ujarnya. Lebih lanjut, melalui kampanye ini diharapkan generasi muda dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di area pura. "Sampah yang kita bawa sendiri, harus kita bersihkan sendir, kebersihan pura adalah tanggung jawab bersama," tegasnya. Acara pengukuhan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura  yang dilaksanakan di Jaba Tengah Pura Ulun Danu Batur ini turut dihadiri oleh Jero Penyarikan Duuran Batur, Pamangku Pura Ulun Danu Batur, Kesinoman Desa Adat Batur, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur, Akademisi UHN IGB Sugriwa Denpasar, DPK Peradah Kabupaten Bangli, Komunitas PlastikDetox, Tempek Roban-Daha Bunga Desa Adat Batur, Koordinator Yowana Abhinaya BASAbali Wiki, pemenang Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari, pangayah serta krama Desa Adat Batur. 


Selain pengukuhan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura, pada momen ini turut ditayangkan video kolaborasi BASAbali Wiki dengan pemenang Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari berupa videotron di Jaba Tengah Pura Ulun Danu Batur. Videotron ini merupakan bagian dari kampanye untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengurangan sampah dalam setiap aktivitas keagamaan di Pura Ulun Danu Batur. Kampanye ini juga dilanjutkan melalui media sosial yang berkolaborasi dengan Jero Gede Duuran (Kanginan) Batur dan Jero Penyarikan Duuran Batur. Program & Engagement Director BASAbali Wiki, K. L. Herdayatamma, menegaskan bahwa Pura Ulun Danu Batur, sebagai salah satu Pura Kahyangan Jagat yang terletak di hulu Bali, memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan stabilitas Bali. Oleh karena itu, ia berharap langkah ini dapat menjadi contoh yang menginspirasi seluruh pura di Bali dan membawa manfaat bagi lingkungan di Batur khususnya, serta bagi Bali secara lebih luas.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved