-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Minggu, 08 Februari 2026

Peringati HUT WHDI, Bupati Satria Perkuat Peran Perempuan Dalam Pembangunan Daerah

Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri Puncak HUT ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Klungkung di Balai Budaya Ida Dewa Istri Kanya, Kabupaten Klungkung, Minggu (8/2). Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya dan Ida Dalem Semaraputra.

Acara yang mengusung sebuah tema "Pemberdayaan Perempuan dalam Membentuk Keluarga Sehat dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas” ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria menekankan bahwa tema perayaan tahun ini, sangat relevan dengan visi besar bangsa di tahun 2045 Perempuan sebagai Pilar Utama Keluarga. "Perempuan adalah pilar utama dalam kehidupan keluarga. Peran mereka tidak hanya terbatas pada tugas domestik, tetapi juga mencakup peran strategis dalam pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan ekonomi keluarga," ujarnya.

Selain itu, Bupati Satria juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota WHDI Kabupaten Klungkung atas kontribusi nyata mereka selama ini. Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, WHDI dinilai mampu menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil. "Mari kita jaga dan perkuat semangat persatuan dalam memberdayakan perempuan. Bersama-sama kita wujudkan keluarga-keluarga yang sehat dan sejahtera sebagai pondasi tercapainya Indonesia Emas," tutupnya.

Sementara itu, Ketua WHDI Kabupaten Klungkung, Ny. Kusuma Surya Putra menekankan bahwa pentingnya peran strategis perempuan dalam menjaga nilai-nilai luhur agama, adat, dan budaya Bali. Sebagai kabupaten yang dikenal sebagai pusat sejarah dan kebudayaan, perempuan di Klungkung dituntut untuk menjadi penggerak keharmonisan sosial. “Semoga di usia ke-38 ini WHDI semakin solid, matang dan berdaya serta terus menjadi pilar penting dalam mewujudkan masyarakat Klungkung yang MAHOTTAMA (Maju, Harmonis, Tentram dan Makmur),” harapnya.


Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Musholla Al-Hikmah Joglo

Ket foto : 

Wawali Arya Wibawa Buka Workshop 
Wujud Kolaborasi Seluruh Elemen Masyarakat Kelola Sampah. 

Denpasar , Bali Kini - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka Workshop Pengelolaan dan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber yang bertajuk "Pengelolaan Sampah Ramadhan Berkah Tanpa Sampah" di Musholla Al-Hikmah Joglo, Padangsambian Klod, Denpasar Barat, pada Minggu (8/2) pagi. 

Kegiatan workshop yang diikuti oleh perwakilan Masjid serta Musholla se- Kota Denpasar ini turut dihadiri perwakilan MUI Kota Denpasar, Dewan Masjid Indonesia, PC NU Kota Denpasar serta organisasi Agama Islam lain di Kota Denpasar lainnya. 

Wawali Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa dalam sambutannya mengatakan bahwa momentum bertemu masyarakat ini merupakan kesempatan bagi Pemkot Denpasar dapat secara gamblang menjelaskan persoalan pengelolaan sampah yang ada di Kota Denpasar.

Dimana, arahan Presiden RI Kabupaten/Kota di Bali untuk melaksanakan Kurve atau gerakan serentak penanganan sampah. Selain gerakan bersama turun ke lapangan (Kurve) juga telah memasifkan sosialisasi kepada masyarakat bagaiman tata kelola sampah di masing-masing rumah tangga. Karena merubah kebiasaan masyarakat jauh lebih kompleks daripada gerakan gotong-royong. Dimana harus dilakukan secara berkelanjutan. 

Karenanya, Arya Wibawa mengajak seluruh tokoh baik agama islam maupun agama lainya yang ada di Kota Denpasar dan dalam momentun jelang Ramadhan bisa kita sisipkan juga sosialisasi pengelolaan sampah dalam ceramah keagamaan kepada masyarakat. 

"Dengan kondisi per 1 Maret 2026 TPA Suwung ditutup, sementara Denpasar belum memiliki TPA dengan daya tampung besar. Pemkot telah melakukan solusi diantaranya program Teba modern, pengadaan Komposter, pengelolaan sampah berbasis sumber melibatkan 24 TPS3R yang ada di Kota Denpasar," ujarnya. 

Arya Wibawa menekankan, Pemkot telah mengintensifkan pengelolaan sampah berbasis sumber rumah tangga dan telah membuat 6000 teba modern dan akan terus bertambah. Pemkot juga memaksimalkan fungsi TPS3R di 24 titik di desa kelurahan di Kota Denpasar. Bahkan, di Tahun 2026 ini, Pemkot akan membangun lagi tiga TPS3R baru dengan skala lebih besar memanfaatkan lahan Hibah dari Pemorov Bali di Kota Denpasar yakni di wilayah Pemecutan Kaja, Sidakarya, dan Sanur. 

Pihaknya mengakui, saat ini belum bisa mengcover seluruh wilayah terutama yang tidak memiliki TPS3R. Menjawab hal ini, Pemkot melaksanakan pengadaan mesin dengan skala penyelesaian maksimal 200 Ton dengan target operasi penuh bulan Mei mendatang. Selain juga penambahan kapasitas mesin di sejumlah TPS3R yang akan dilakukan bertahap.

Pemkot dibantu Pemerintah Pusat kedepan juga akan membangun Fasilitas  Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Kami optimis kalau ini terwujud akan meringankan pengolahan dan pengelolaan sampah di Kota Denpasar dan Bali, dengan catatan kita tidak kendorkan program pengelolaan sampah di rumah tangga dan sosialisasi. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi paling lambat pada akhir 2027.

"Membuat kebijakan pengelolaan dan pengolahan sampah ini tidak hanya dipikirkan jangka pendek tapi juga jangka panjang. Kalau seluruh Kota melaksanakan kegiatan seperti Workshop ini kami optimistis sampah di Kota Denpasar akan bisa cepat tertangani," ujar Arya Wibawa. 

Sementara Ketua Yayasan Al Hikmah Joglo, Hj. Nuryadi dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Wawali Arya Wibawa dan terima. kasih telah hadir memberikan dukungan terhadap acara Workshop yang kami laksanakan ini. 

"Kegiatan kami ini mengundang perwakilan Masjid dan Musholla se - Kota Denpasar. Semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat membantu menjadi solusi penanganan sampah di Kota Denpasar. Karena, dengan pengelolaan dan pengolahan sampah yang baik akan tercipta situasi kondusif dan aman dan nyaman bagi kita semua, " ujar Nuryadi. (esa-toblo)

Pemkot Denpasar Laksanakan Persembahyangan dan Vaksinasi Hewan Gratis Serangkaian Hari Raya Tumpek Uye

Ket foto:
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, dalam kesempatan meninjau vaksinasi gratis serangkaian perayaan Tumpek Uye kepada hewan peliharaan di area Pura Lokanatha Lumintang, Sabtu (7/2)


Denpasar, Bali Kini - Perayaan Tumpek Uye atau Tumplek Kandang yang jatuh pada Saniscara Kliwon, Wuku Uye, di Kota Denpasar dipusatkan di kawasan Pura Lokanatha, Lumintang, Sabtu (7/2). 

Selain persembahyangan, perayaan hari raya Umat Hindu yang dikenal sebagai hari raya untuk memuliakan hewan ini, juga diisi dengan kegiatan Vaksinasi Rabies gratis bagi hewan peliharaan.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya didampingi Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara dan sejumlah pimpinan OPD menyampaikan, Pemerintah Kota Denpasar dalam hal ini, sengaja menggelar kegiatan Vaksinasi Rabies sebagai bentuk upaya turut memuliakan hewan-hewan sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan.

"Untuk Vaksinasi Rabies gratis sendiri sebetulnya sudah sering dilaksanakan. Namun hari ini menjadi spesial, karena bertepatan dengan perayaan Tumpek Uye atau Tumpek Kandang," kata Eddy Mulya. 

Seperti yang diketahui, perayaan Rahina Tumpek Uye atau Tumpek Kandang diperingati oleh umat Hindu setiap 210 hari sekali (perhitungan kalender Bali) atau tepatnya pada tepatnya pada Saniscara (Sabtu) Kliwon Wuku Uye. Pada Tumpek ini, umat Hindu membuat sebuah upacara bagi binatang dalam artian umat Hindu memuja keagungan Ida Sang Hyang Widhi, Sang Hyang Siwa Pasupati yang disebut Rare Angon, penggembala semua makhluk di alam semesta ini.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara mengatakan, perayaan Tumpek Uye ini selain memuliakan lingkungan hewan (Bhuwana agung), juga untuk menyucikan diri dari sifat-sifat kebinatangan yang ada dalam diri manusia (bhuwana alit).


Adapun prosesi perayaan Tumpek Uye kali ini diawali dengan pelaksanaan persembahyangan bersama yang dipimpin Ida Pedanda Gede Pengiyasan dari Griya Braban. Setelah prosesi persembahyangan usai, kemudian dilanjutkan dengan upacara “otonan” untuk hewan peliharaan. 

"Setelah melewati prosesi ini, para hewan yang datang kemudian mendapatkan vaksinasi gratis di jaba Pura Agung Lokanatha," jelasnya. (Win)

Kintamani Siapkan Pembangunan Berkelanjutan Lewat Musrenbang RKPD 2027

Kintamani , Bali Kini - Kecamatan Kintamani bergerak cepat mempersiapkan rencana pembangunan daerah (RKPD) untuk tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar tahun 2026 ini. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Kintamani, (6/2) forum ini menjadi wadah partisipatif bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyuarakan aspirasi dan merumuskan prioritas pembangunan yang berkelanjutan.

Musrenbang RKPD ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, anggota DPRD Kabupaten Bangli, Kepala BPS, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan perempuan. Semangat kolaborasi tampak jelas dalam setiap sesi diskusi, di mana sebanyak 280 total usulan yang diajukan oleh desa masuk dalam musrenbang tersebut dibahas secara transparan dan konstruktif.

Camat Kintamani Ketut Erry Soena Putra dalam sambutannya menekankan bahwa Musrenbang adalah fondasi penting untuk memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. "Kami ingin memastikan setiap program yang dijalankan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kintamani," ujarnya.

Berbagai usulan prioritas mencuat dalam forum ini, mulai dari perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengembangan sektor pertanian dan pariwisata, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Seluruh usulan tersebut akan diselaraskan dengan kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Bangli, serta mempertimbangkan kemampuan anggaran yang tersedia.

"Kami berharap, melalui Musrenbang ini, kita dapat menghasilkan rencana pembangunan yang berkualitas dan terintegrasi, sehingga mampu mengakselerasi pembangunan Kintamani secara berkelanjutan," ucap Ketut Erry. 

Musrenbang RKPD Kecamatan Kintamani ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan semangat gotong royong, Kintamani siap menyongsong masa depan yang lebih gemilang.

Senderan Jebol di Sidemen Akibat Hujan Deras, Kerugian Capai Rp25 Juta


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan senderan jebol di Banjar Dinas Kebung Kauh, Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, pada Jumat malam (6/2/2026) sekitar pukul 20.00 WITA.

Peristiwa tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB).

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) menurunkan tiga personel ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen awal.

“Kami menerima laporan pada pukul 21.00 WITA dan segera mengerahkan tiga personel TRC ke lokasi untuk melakukan asesmen,” ujar Koordinator TRC BPBD Karangasem, I Wayan Mendra, Sabtu (7/2/2026).

Senderan yang jebol diketahui merupakan milik warga setempat atas nama I Gede Budiarta. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, senderan mengalami kerusakan dengan tinggi sekitar 4 meter dan panjang mencapai kurang lebih 10 meter.

“Kerusakan senderan cukup signifikan. Berdasarkan penghitungan sementara, kerugian material diperkirakan mencapai Rp25 juta,” jelas I Wayan Mendra.

Proses asesmen dilakukan pada Sabtu (7/2/2026) mulai pukul 11.50 hingga 12.30 WITA dengan pendampingan Kepala Wilayah Kebung Kauh dan Kepala Wilayah Kebung Kangin guna memastikan data kerusakan tercatat secara akurat.

Pihak BPBD menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini kami masih melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor untuk langkah penanganan dan tindak lanjut bantuan bagi warga terdampak,” tambahnya.

BPBD Karangasem mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat intensitas hujan di wilayah Karangasem masih cukup tinggi dan berpotensi memicu kejadian serupa. (Ami)

NELAYAN BELUM KEMBALI DARI MELAUT

KARANGASEM  , BALI KINI -- Tim SAR gabungan melakukan pencarian nelayan yang belum kembali dari melaut di perairan Desa Bunutan, Kecamatan Abanh, Karangasem, Sabtu (7/2/2026). I Nengah Sarem (68) sudah berangkat sejak hari Jumat sekitar pukul  14.30 Wita. Dikarenakan tak ada kabar, pihak keluarga dan rekan nelayan berinisiatif mencari namun tak kunjung memberikan hasil.

Pada hari ini informasi adanya nelayan hilang baru diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dari Kepala Dusun setempat. "Informasi adanya nelayan hilang kami terima hari ini pada pukul 10.55 Wita dan langsung kami timdaklanjuti," ungkap I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. 

Petugas siaga berkoordinasi dengan Polsek Abang, Karangasem  dan keluarga korban untuk bisa mempersiapkan pencarian. Sebayak 6 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem bergerak menuju lokasi dan tiba kurang lebih 12.30 Wita. Dengan menggunakan rigid Inflatable boat (RIB) 4 personel dari tim SAR gabungan memulai penyisiran di seputaran lokasi biasanya korban melaut. Unsur SAR yang terlibat diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Pol Airud Karangasem, Pol air Polda Bali Pos Kubu, Pos AL Candidasa, Polsek Abang, Koramil Abang, Babinsa Ds Bunutan, BPBD Karangasem, Balawista Amed BPBD Karangasem, Bakamla Bali, Bhabinkabtibmas Ds. Bunutan, Kadus Ds Bunutan, keluarga korban serta masyarakat nelayan setempat.

"Info dari pihak keluarganya bahwa sudah melaksanakan pencarian dengan 3 buah jukung  dengan 6 orang nelayan, serta melibatkan kelompok Nelayan Bunutan dengan jumlah 7 jukung menuju ke arah selatan Lombok," jelas Sidakarya.

Hingga sore ini tim SAR gabungan belum mendapatkan tanda-tanda keberadaan I Nengah Sarem. "Kendala yang kami hadapi di lapangan terkait cuaca mendung, angin kencang mencapai 10 KM per jam, air laut gelombang tinggi," terang I Putu Handika Bhayangkara, selaku koordinator di lapangan. 

Rencananya operasi SAR akan kembali dilanjutkan besok pagi. Meskipun sore ini penyisiran dihentikan sementara, namun koordinasi/ komunikasi tetap intens dilakukan dan apabila ada laporan penemuan personil bisa segera.
                 

Tumpek Uye Diperingati Sekala-Niskala di Jembrana, Dipusatkan di Pura Dang Kahyangan Jati

Jembrana , Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Jembrana memperingati Hari Raya Tumpek Uye atau Tumpek Kandang secara sekala dan niskala yang dipusatkan di Pura Dang Kahyangan Jati, Banjar Ketapang Muara, Desa Pengambengan, Sabtu (7/2). Peringatan hari suci yang jatuh setiap Saniscara Kliwon Wuku Uye ini dihadiri langsung Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna serta jajaran OPD Pemkab Jembrana.

Perayaan Tumpek Uye kali ini dilaksanakan melalui dua rangkaian kegiatan. Secara sekala atau di alam nyata, Pemkab Jembrana melaksanakan vaksinasi rabies, pemberian vitamin, penyemprotan disinfektan pada hewan, serta penebaran benih ikan. Sementara secara niskala, kegiatan diisi dengan persembahyangan bersama di Pura Dang Kahyangan Jati.

Usai persembahyangan, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan bahwa Tumpek Uye dimaknai sebagai momentum untuk memuliakan dan menghormati hewan atas manfaat besar yang telah diberikan kepada manusia.
“Pada hari ini seluruh umat se-dharma merayakan Tumpek Uye sebagai wujud rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus pembelajaran bagaimana umat manusia menjaga dan merawat alam, sehingga keharmonisan antara manusia dan alam tetap terjaga,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, hewan merupakan ciptaan Tuhan selain manusia yang patut dihormati dan didoakan. Oleh karena itu, peringatan Tumpek Uye menjadi pengingat agar manusia tidak bersikap eksploitatif terhadap makhluk hidup lainnya.
“Tumpek Uye dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Pawukon Bali, tepatnya Saniscara Kliwon Wuku Uye. Melalui peringatan ini, selain berdoa, kita juga melakukan aksi nyata seperti vaksinasi rabies, pemberian vitamin, dan penyemprotan disinfektan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan hewan,” tandasnya. (*)

Jembrana Gelar Musrenbang Tematik, Bupati Jembrana Nongkrong Bareng Anak Muda Serap Aspirasi

Jembrana , Bali Kini – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tak lagi identik dengan ruang rapat dan suasana formal.

Di Jembrana, Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna memilih gaya kekinian dengan menggelar Musrenbang Tematik Kepemudaan yang berkolaborasi dengan Komunitas Lokal Prespektif Jembrana.

Berlokasi di salah satu ruang UMKM Jembrana, Sabtu malam (7/2) diskusi berlangsung cair. Tanpa podium dan meja formal, Bupati dan Wabup duduk sejajar bersama generasi muda, mendengar langsung aspirasi, ide, hingga kritik yang disampaikan secara terbuka.

Bupati Kembang  mengatakan, musrenbang dengan pendekatan seperti ini menjadi ruang penting untuk menangkap kebutuhan riil anak muda yang kerap luput dari forum formal.

"Musrenbang tidak harus selalu diforum formal. Justru lewat obrolan santai seperti ini, kita bisa menangkap aspirasi yang jujur dari anak-anak muda. Ini tetap musrenbang, tapi dengan cara yang lebih kekenian,” kata bupati Kembang.


Sejumlah isu strategis pun mengemuka, mulai dari kesehatan mental (mental healty), pendidikan khususnya terkait beasiswa, lapangan kerja, ruang kreatif (creative hub), pengembangan ekonomi kreatif, UMKM dan kewirausahaan, hingga pemanfaatan teknologi digital serta penanganan masalah narkoba di Jembrana. Seluruh masukan dicatat sebagai bahan perencanaan pembangunan daerah.

Bupati Kembang menegaskan, generasi muda bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek yang harus dilibatkan sejak tahap perencanaan.

Ia berharap musrenbang kekinian ini mampu mendorong partisipasi anak muda agar lebih aktif menyampaikan gagasan dan terlibat dalam pembangunan Jembrana ke depan.

Para peserta menyambut positif konsep tersebut. Mereka menilai pendekatan santai tanpa sekat birokrasi membuat aspirasi lebih mudah tersampaikan dan didengar.

Beberapa usulan dari para pemuda seperti halnya didunia pendidikan, banyak dari anak-anak muda Jembrana, yang memberi masukan kepada Pemkab Jembrana untuk pemberian beasiswa S2 dan S3. 

Selain itu, usulan juga terkait penguatan pelatihan-pelatihan kewirausan dan UMKM di Jembrana.  Termasuk penguatan program subsidi kredit bagi PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang saat ini sudah dirasakan manfaatnya oleh pemuda-pemudi di Jembrana.

Kemudian, terkait permasalahan Mental Healty (Kesehatan Mental) yang selama ini banyak menyerang anak-anak muda tentu diperlukan pendampingan dari instansi terkait.

Melalui musrenbang kekinian ini, Pemkab Jembrana berkomitmen menghadirkan perencanaan pembangunan yang lebih inklusif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Jembrana, Ny. Drg. Ani Setiawarini, Sekda Made Budiasa, Kelompok Ahli Bupati serta Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana. (*)

Lawan Sampah Plastik, Jembrana Gagas Satgas Bersih Pantai Berbasis Kolaborasi Masyarakat

Jembrana , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi menginisiasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Bersih Pantai, sebuah langkah strategis untuk memerangi polusi sampah plastik yang mengancam ekosistem pesisir Bali Barat. Berbeda dengan program konvensional, Satgas ini mengedepankan model kolaborasi aktif antara pemerintah daerah , TNI/ Polri komunitas lokal, banjar dan sektor swasta.

Gagasan ini lahir sebagai respons atas urgensi penanganan sampah plastik di sepanjang garis pantai Jembrana yang merupakan aset vital pariwisata dan perikanan. Sekaligus  merespons cepat arahan Presiden RI terkait standarisasi kebersihan kawasan wisata di Bali dengan pola gotong royong. 


Fokus utama Satgas ini bukan hanya pada aksi pembersihan berkala, tetapi pada konsistensi dan edukasi berkelanjutan secara terintegrasi 


Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyatakan bahwa kehadiran TNI dan Polri di tengah masyarakat menjadi kunci efektivitas pengawasan lingkungan di lapangan. Ia telah menginstruksikan pembentukan Satgas Bersih Pantai di setiap Banjar pesisir yang melibatkan unsur aparat keamanan dan tokoh masyarakat secara terintegrasi.

​"Satgas itu Adalah tokoh masyarakat, melibatkan TNI/Polri sesuai dengan arahan Pak Presiden, dan juga Kelian Banjar yang bertanggung jawab. Maka ketika ada sampah di pantai, kita segera bergerak, semua bergerak . Sehingga persoalan sampah lebih cepat  teratasi  ," ujar Bupati Kembang usai aksi bersama bersih bersih pantai di Pantai Yeh Sumbul dan Medewi, minggu pagi ( 8/2).

Lebih lanjut, Bupati Kembang menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan langkah berkelanjutan untuk menjaga citra Jembrana memiliki pantai yang bersih. Ia menjelaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan seluruh jajaran hingga tingkat Banjar untuk selalu siaga memantau kondisi pesisir.

​"Kita tidak hanya lakukan hari ini. Saya sudah membentuk Satgas Bersih Pantai di setiap daerah wilayah Banjar yang memiliki pantai. Maka ketika ada sampah pantai, Satgas ini langsung bergerak," tegasnya.

​Pihaknya mengingatkan masyarakat agar memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga aliran sungai. Menurutnya, kebersihan pantai dimulai dari kedisiplinan warga di hulu agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

​"Mari kita bersama-sama menjaga pantai kita, buang sampah pada tempatnya, tidak pada sungai dan tempat-tempat yang dilarang. Mari kita bergerak bersama untuk kebersihan lingkungan kita," pungkasnya ( *)

Jumat, 06 Februari 2026

Pacu Adrenalin, Bupati Kembang Jajal "Gelar River Adventure", Dorong Wisata Baru di Jembrana

Jembrana , Bali Kini – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, turun langsung untuk menjajal sensasi petualangan Gelar River Adventure, di Desa Batuagung Kecamatan Jembrana, Jumat (6/2). Kehadiran orang nomor satu di Jembrana ini bertujuan untuk merasakan langsung tantangan adrenalin sekaligus mempromosikan destinasi wisata air terbaru yang diharapkan menjadi primadona baru bagi wisatawan di Kabupaten Jembrana.

Dengan mengenakan perlengkapan keselamatan lengkap, Bupati Kembang didampingi tim profesional menyusuri derasnya arus Sungai Gelar yang asri. 

"Sungai Gelar memiliki potensi luar biasa untuk menjadi salah satu destinasi petualang sungai di Jembrana. Selain menantang dan memacu adrenalin, pemandangan di sepanjang sungai ini sangat memanjakan mata dan cocok untuk relaksasi," ungkap Bupati Kembang setelah menuntaskan jalur sungai.

Pengembangan wisata ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan pariwisata ramah lingkungan yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Bupati Kembang berharap kehadiran Gelar River Adventure mampu menarik lebih banyak wisatawan, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan ekonomi lokal masyarakat sekitar.

Berbeda dengan olahraga arus deras pada umumnya, pengelola menekankan pada sisi petualangannya. Pengelola Gelar River Adventure, Ida Bagus Dewangkasa, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Bumdes, Pokdarwis Gelar, dan Desa Adat Batuagung dalam operasionalnya.

"Yang kita tonjolkan adalah adventure-nya. Jadi alurnya bervariatif, kadang nyangkut di batu, kadang dibuat mundur. Itulah nilai petualangan yang kami tawarkan, tidak semata-mata seperti rafting biasa," ujarnya.

Gelar River Adventure menawarkan tiga pilihan kategori trek yang dapat disesuaikan dengan keinginan pengunjung, Trek Short dengan durasi kurang lebih 1 jam. Trek Medium dengan durasi kurang lebih 2 jam. Dan Trek Long dengan durasi antara 4 hingga 6 jam.

Untuk menikmati pengalaman ini, harga yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp 100.000 per orang sudah termasuk peralatan keselamatan standar internasional, perlindungan asuransi dan konsumsi.

Bagi wisatawan yang menginap di wilayah Jembrana, pihak pengelola juga menyediakan layanan penjemputan untuk memudahkan akses menuju lokasi. (Ajb )

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved