-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Senin, 12 Januari 2026

Wakil Panglima TNI mendampingi Menhan RI kunjungi Masjid Soeharto di Sarajevo, simbol solidaritas Indonesia - Bosnia

Laporan Reporter Tim Lpt 

Bosnia , Bali Kini - Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Syafrie Sjamsuddin kunjungi Masjid Soeharto di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, Minggu (11/1/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Bosnia dan Herzegovina, yang membahas penguatan kerja sama pertahanan kedua negara.

Masjid Soeharto, juga dikenal sebagai Masjid Istiqlal, memiliki nilai historis yang kuat dalam hubungan Indonesia-Bosnia dan Herzegovina, masjid ini dibangun atas inisiatif Pemerintah Republik Indonesia sebagai wujud dukungan moral dan kemanusiaan bagi masyarakat Bosnia dalam masa pemulihan pascaperang pada dekade 1990-an.

Kunjungan ke Masjid Soeharto ini, menegaskan keberlanjutan hubungan historis dengan Bosnia dan Herzegovina serta komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kerja sama pertahanan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.


Perayaan Natal Bersama di Kupang, KASAD Ajak Hadirkan Damai dan Sukacita Untuk Indonesia Maju

Kupang , Bali Kini — Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., beserta Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Simanjuntak, dalam Perayaan Natal Bersama TNI Angkatan Darat yang berlangsung penuh suka cita, Senin (12/1/2026), bertempat di Graha Undana, Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Penfui, Kota Kupang.

Perayaan Natal Bersama Tahun 2025 ini mengusung tema “Hikmah Natal Menghadirkan Sukacita dan Damai Sejahtera kepada Prajurit dan ASN TNI yang Prima untuk Indonesia Maju”. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pejabat utama TNI AD, unsur Forkopimda Provinsi NTT dan Kota Kupang, Dankodaeral VII/Kupang, Danlanud El Tari Kupang, para Danrem jajaran Kodam IX/Udayana, pimpinan perbankan di Kota Kupang, serta sekitar ±750 peserta yang terdiri dari prajurit TNI-Polri, ASN, Keluarga Besar TNI (KBT), mahasiswa/i Unhan, Menwa, dan tamu undangan lainnya.

Rangkaian perayaan Natal dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan laporan Ketua Panitia Natal, serta penampilan paduan suara San Jose yang membawakan lagu daerah “Tabola Bale”, menambah nuansa khidmat dan kebersamaan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTT Dr. Joni Asadoma menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada KASAD atas terselenggaranya Perayaan Natal bersama jajaran TNI AD di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia juga menyinggung kiprah Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana yang telah banyak membantu masyarakat NTT, khususnya melalui pembangunan ratusan sumur bor di berbagai wilayah.

“Beliau banyak membantu masyarakat NTT dengan membangun ratusan sumur bor. Harapan kami, bantuan tersebut dapat terus berlanjut dan bahkan ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Wakil Gubernur.

Lebih lanjut disampaikan, momentum Natal menjadi saat yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial dan berbagi kasih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam sambutannya mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru kepada seluruh prajurit, ASN TNI AD, serta masyarakat NTT. Ia mengaku sangat mengapresiasi tema Natal yang diangkat, khususnya kata “menghadirkan” yang bermakna nyata dalam tindakan.

“Kata ‘menghadirkan’ mendorong kita untuk benar-benar menghadirkan bantuan bagi masyarakat, seperti sumur bor. Saat ini, sumur bor yang telah dibangun jumlahnya lebih dari 4.000, dan lebih dari 1.000 di antaranya dimanfaatkan untuk pertanian,” ungkap KASAD.

KASAD juga menyampaikan bahwa saat ini dirinya mendapat amanah dari Presiden RI untuk membangun jembatan di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa seluruh prajurit dan ASN TNI memiliki peran penting dalam menghadirkan sukacita, kedamaian, dan kebahagiaan bagi masyarakat melalui pengabdian yang tulus.

Usai pelaksanaan Perayaan Natal Bersama, KASAD didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) beserta rombongan, berkesempatan mengunjungi Panti Asuhan Bhakti Luhur Sikuma yang berlokasi di Kota Kupang. Pada kunjungan tersebut, KASAD menyerahkan sejumlah tali asih sebagai wujud kepedulian dan kasih sayang kepada anak-anak panti.

Perayaan Natal Bersama KASAD ini juga diikuti secara daring oleh satuan jajaran TNI AD di berbagai wilayah, termasuk di Makodam IX/Udayana, Bali. Di Bali, kegiatan ibadah Natal dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi dan diikuti sekitar 343 personel prajurit dan PNS Kodam IX/Udayana serta perwakilan personel Polda Bali.

Menutup rangkaian kegiatan, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa Perayaan Natal Bersama KASAD di Kupang tidak hanya menjadi kegiatan seremonial keagamaan, namun juga sarat dengan nilai pengabdian dan kepedulian sosial TNI AD kepada masyarakat.

“Perayaan Natal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan, soliditas, serta semangat pengabdian prajurit dan ASN TNI AD, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Kehadiran langsung Bapak KASAD menunjukkan perhatian dan komitmen pimpinan TNI AD dalam menghadirkan sukacita, kedamaian, serta solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapendam.

Kapendam menambahkan bahwa melalui tema Natal yang diusung, seluruh prajurit dan ASN TNI AD diharapkan semakin termotivasi untuk terus berkontribusi secara nyata dalam mendukung pembangunan nasional, menjaga stabilitas wilayah, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (*)

TIM SAR CARI PENGENDARA SEPEDA MOTOR YANG JATUH KE SALURAN AIR

Laporan Reporter : Ayu 
BULELENG  , BALI KINI -- Seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan dan terjatuh ke saluran air di Desa Panji, Sambangan, Buleleng, Senin (12/1/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Menurut informasi, saat itu korban melanggar lampu merah dan tertabrak mobil hingga terpelanting jatuh ke sungai dengan lebar kurang lebih 2 meter. Hanya motornya yang ditemukan dalam keadaan rusak, dengan nomor polisi DK 6662 UAL. 

Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi pukul 09.23 Wita dan segera memberangkatkan 5 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng. "Waktu kejadian hujan deras sehingga aliran sungai cukup kuat hingga menyeret korban," terang I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. 

Diketahui identitas korban atas nama Made Serina, bertempat tinggal di Perumahan Griya Sambangan, Kecamatan Sukasada. Sampai dengan saat ini tim SAR gabungan bersama masyarakat masih melakukan pencarian. 

Tingkatkan Digitalisasi Pemerintahan, Bupati Satria Audiensi ke PT Ambara Duta Santi

Laporan Reporter : Puspa Yasa 
Klungkung  , Bali Kini - Guna meningkatkan digitalisasi tata kelola pemerintahan Kabupaten Klungkung,  Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung, I Wayan Sudiarsa melakukan audiensi ke PT Ambara Duta Santi di sela-sela kunjungan kerjanya di DKI Jakarta Senin (12/1). 

Dalam audiensi ini Dirut PT Ambara Duta Santi, Agus Budirahardjo menjelaskan dukungan perusahannya terkait penyediaan jaringan internet untuk Kabupaten Klungkung yang meliputi internet untuk Perangkat Daerah, Desa/Kelurahan, untuk server (metro), serta dukungan CCTV untuk oyek wisata dan strategis serta aplikasi Whats App Blast yang sudah mulai diterapkan pada Bulan November 2025. “Kami siap mendukung digitalisasi Pemkab Klungkung yang nantinya akan meningkatkan pada peningkatan PAD Kabupaten Klungkung”, ujarnya.
 
Lebih lanjut Agus Budirahardjo menawarkan dukungan untuk program Koperasi Merah Putih yang nantinya akan memberi manfaat untuk warga masyarakat. Di samping delapan (8) program yang sudah ditetapkan, pihaknya menawarkan jasa digitalisasi sebagai salah satu program layanan Koperasi Merah Putih berupa penyediaan jasa internet yang lebih murah serta memberikan keuntungan lebih kepada warga masyarakat seperti subsidi simpanan wajib sebesar 100 %. Pihaknya juga menawarkan opsi pengelolaan jaringan telekomunikasi di masing-masing desa untuk menjaga estetika desa sekaligus potensi pendapatan bagai desa.
 
Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria menyampaikan terima kasih atas dukungan dari PT Ambara Duta Santi selama ini, serta tekadnya untuk membangun digitalisasi di kabupaten Klungkung yang nantinya akan mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kesejahteraan masyarakat. “Saya harapkan Dinas terkait segera menyiapkan regulasi guna memayungi upaya digitalisasi ini, termasuk upaya penertiban jaringan telekomunikasi di Kabupaten Klungkung,” paparnya.
 
Sementara itu, Wabup Tjok Surya juga menyampaikan bahwa Pemkab Klungkung telah mengumpulkan dan menjalin komunikasi dengan semua provider telekomunikasi yang ada di Kabupaten Klungkung dalam rangka merapikan jaringan telekomunikasi, diawali dari jaringan yang ada di seputar kota Semarapura. Pihaknya pun mengundang PT Ambara Duta Santi untuk berinvestasi membangun jaringan ducting (bawah tanah) di Kabupaten Klungkung. “Klungkung sebagai kota heritage, jangan sampai estetikanya terganggu karena jaringan telekomunikasi yang semrawut”, pungkasnya.

Denpasar Masih Butuh Tatusan Guru Ditingkat TK - SMP

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini  - Kota Denpasar hingga awal tahun 2026 masih mengalami kekurangan ratusan tenaga pendidik, terutama untuk tingkat pendidikan di TK hingga sampai tingkat SMP. Kekurangan guru ini disebabkan banyaknya guru yang memasuki masa pensiun, sementara pengadaan guru baru belum mampu menutupi kebutuhan yang ada. 
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, AA Gde Wiratama, mengatakan kekurangan guru terjadi hampir merata di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Dari TK, SD, sampai SMP masih banyak kekurangan guru di Denpasar untuk tahun ini,” ujar Wiratama, Senin (12/01).
Ia menyebutkan, total kekurangan guru di Kota Denpasar saat ini mencapai 317 orang. Kondisi tersebut memaksa sejumlah sekolah mengambil langkah mandiri dengan mengangkat guru tidak tetap untuk memenuhi kebutuhan proses belajar mengajar. Untuk sementara, sekolah mengangkat guru sendiri. "Pembiayaannya masih disuport dari uang komite sekolah. Mudah-mudahan ke depan kita segera mendapatkan tambahan guru,” jelasnya.
Wiratama menambahkan, Pemerintah Kota Denpasar sebenarnya telah melakukan upaya pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik melalui seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun anggaran 2024. Namun, setiap tahun jumlah guru yang memasuki masa pensiun terus bertambah, sehingga kekurangan tenaga pendidik masih belum dapat teratasi sepenuhnya. 
Pemerintah Kota Denpasar berharap adanya kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat terkait pengadaan guru, agar kebutuhan tenaga pendidik di daerah dapat segera terpenuhi dan kualitas pendidikan tetap terjaga.

Bupati Kembang: Sentralisasi Kendaraan Jadi Strategi Pemkab Jembrana Tekan Efisiensi di Tengah Keterbatasan Fiskal

NEGARA, JEMBRANA BALI KINI – Menghapi tantangan keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana mengambil langkah berani dengan menerapkan kebijakan Sentralisasi Kendaraan Dinas. Strategi ini dirancang untuk memangkas belanja operasional yang tidak mendesak dan memastikan setiap aset daerah bekerja secara maksimal untuk pelayanan masyarakat.


Bupati Jembrana  I Made Kembang Hartawan dihubungi  senin (12/1) mengatakan kebijakan  sentralisasi atau sistem pooling kendaraan ini merupakan respons  pemerintah daerah terhadap 
keterbatasan anggaran. Dengan menarik pengelolaan kendaraan ke satu titik( dipegang satu sub bagian umum sekretariat daerah ) , Pemkab Jembrana memproyeksikan ada penghematan pada pos pemeliharaan, dan BBM. Jika dulu anggaran tersebut tersebar ditiap dinas sekarang pengawasannya terpusat. 

Tak kalah pentingnya tujuannya sebagai fungsi kontrol dan pengawasan agar semua aset daerah itu terpakai efektif dan efisien. 

" tentu tujuan yang kita harapkan ada efisiensi dibiaya operasional, mempermudah fungsi kontrol terhadap penggunaan aset , umur aset termasuk skala prioritas penggunaan, " ujar Bupati Kembang. 


Ia menambahkan langkah ini juga bagian strategi menjaga keuangan daerah ditengah keterbatasan fiskal.
Bupati optimis mampu menjaga stabilitas keuangan daerah tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. 

Bupati Jembrana menyatakan bahwa efisiensi adalah harga mati di tengah ruang fiskal yang terbatas.
"Kita harus cerdas dalam mengelola setiap rupiah. Sentralisasi kendaraan bukan sekadar soal pengaturan parkir, tapi soal disiplin anggaran. Kita mengalihkan beban biaya rutin yang tinggi menjadi anggaran yang bisa digunakan untuk jaminan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur masyarakat," tegasnya.


Kebijakan sentralisasi ini akan didukung  
Inovasi berupa  transformasi digital birokrasi di Jembrana. 
Artinya , pergerakan kendaraan akan dipantau secara real-time untuk memastikan akuntabilitas perjalanan dinas.

Ke depan, kebijakan ini akan terus dievaluasi guna memastikan efektivitas pelaksanaannya serta memberikan manfaat maksimal bagi tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah. (*)

Bupati Kembang: Sentralisasi Kendaraan Jadi Strategi Pemkab Jembrana Tekan Efisiensi di Tengah Keterbatasan Fiskal

NEGARA, JEMBRANA BALI KINI – Menghapi tantangan keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana mengambil langkah berani dengan menerapkan kebijakan Sentralisasi Kendaraan Dinas. Strategi ini dirancang untuk memangkas belanja operasional yang tidak mendesak dan memastikan setiap aset daerah bekerja secara maksimal untuk pelayanan masyarakat.


Bupati Jembrana  I Made Kembang Hartawan dihubungi  senin (12/1) mengatakan kebijakan  sentralisasi atau sistem pooling kendaraan ini merupakan respons  pemerintah daerah terhadap 
keterbatasan anggaran. Dengan menarik pengelolaan kendaraan ke satu titik( dipegang satu sub bagian umum sekretariat daerah ) , Pemkab Jembrana memproyeksikan ada penghematan pada pos pemeliharaan, dan BBM. Jika dulu anggaran tersebut tersebar ditiap dinas sekarang pengawasannya terpusat. 

Tak kalah pentingnya tujuannya sebagai fungsi kontrol dan pengawasan agar semua aset daerah itu terpakai efektif dan efisien. 

" tentu tujuan yang kita harapkan ada efisiensi dibiaya operasional, mempermudah fungsi kontrol terhadap penggunaan aset , umur aset termasuk skala prioritas penggunaan, " ujar Bupati Kembang. 


Ia menambahkan langkah ini juga bagian strategi menjaga keuangan daerah ditengah keterbatasan fiskal.
Bupati optimis mampu menjaga stabilitas keuangan daerah tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. 

Bupati Jembrana menyatakan bahwa efisiensi adalah harga mati di tengah ruang fiskal yang terbatas.
"Kita harus cerdas dalam mengelola setiap rupiah. Sentralisasi kendaraan bukan sekadar soal pengaturan parkir, tapi soal disiplin anggaran. Kita mengalihkan beban biaya rutin yang tinggi menjadi anggaran yang bisa digunakan untuk jaminan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur masyarakat," tegasnya.


Kebijakan sentralisasi ini akan didukung  
Inovasi berupa  transformasi digital birokrasi di Jembrana. 
Artinya , pergerakan kendaraan akan dipantau secara real-time untuk memastikan akuntabilitas perjalanan dinas.

Ke depan, kebijakan ini akan terus dievaluasi guna memastikan efektivitas pelaksanaannya serta memberikan manfaat maksimal bagi tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah. (*)

Minggu, 11 Januari 2026

Pekerja Migran Asal Karangasem Kubu Meninggal di Turki, Jenazah Dipulangkan, Penyebab Kematian Masih Misterius


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini- Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banjar Beluhu Kangin, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Ni Komang Dewantari (31) dilaporkan meninggal dunia di Turki. Korban diketahui meninggal pada Selasa (23/12/2025) lalu, dan jenazahnya telah tiba di rumah duka di Karangasem pada Kamis (8/1/2026).

Kapolsek Kubu AKP I Nyoman Sukarma, seizin Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika, mengatakan berdasarkan hasil pulbaket yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Tulamben, Aiptu I Gede Widiana, korban meninggal dunia di wilayah Turki dan sempat hilang kontak dengan keluarga dua hari sebelum ditemukan meninggal.

“Berdasarkan hasil pemantauan awal anggota di rumah duka, korban diketahui meninggal di Turki pada Selasa, 23 Desember 2025. Dua hari sebelumnya korban sudah tidak bisa dihubungi oleh pihak keluarga,” ujar AKP I Nyoman Sukarma, Jumat (9/1).

Jenazah Ni Komang Dewantari tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Kamis (8/1) sekitar pukul 14.30 Wita, diangkut menggunakan pesawat kargo, sebelum kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Banjar Beluhu Kangin dan tiba sekitar pukul 17.00 Wita. Kedatangan jenazah diterima langsung oleh sang suami, I Gede Putra Mariasa, dan pihak keluarga.

Saat peti jenazah dibuka, keluarga terkejut melihat adanya jahitan dari bagian leher hingga perut pada tubuh korban. Kapolsek Kubu menjelaskan, jahitan tersebut merupakan bekas tindakan autopsi yang dilakukan oleh otoritas setempat di Turki.

“Adanya jahitan dari leher sampai perut itu karena jenazah diautopsi oleh pihak Jaksa Republik Antalya, Turki, atas nama Emre Eroglu, untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” jelas AKP Sukarma.

Berdasarkan dokumen yang diterima pihak kepolisian, korban ditemukan meninggal di pantai wilayah Turki pada Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 17.10 Wita, dalam kondisi tanpa identitas. Otoritas setempat kemudian melakukan proses identifikasi dan autopsi sebelum jenazah dipulangkan ke Indonesia.

Sesuai rencana keluarga, jenazah almarhumah akan menjalani upacara makingsan ring gni pada Saniscara Paing Merakih, Sabtu (10/1/2026) di Setra Desa Adat Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem. (Ami)

Pemkab Klungkung Studi Tiru Digitalisasi Retribusi Pariwisata ke DKI Jakarta

Laporan Reporter : Tim Lpt 
Jakarta , Bali Kini - Pemerintah Daerah Kabupaten Klungkung yang dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria melaksanakan kunjungan kerja studi tiru ke Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (10/1). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mempelajari penerapan digitalisasi retribusi pariwisata yang telah berjalan di sejumlah objek wisata di wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Salah satu lokasi yang menjadi tujuan studi tiru adalah Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monumen Nasional (Monas). Kawasan wisata ikonik tersebut telah sukses menerapkan sistem digitalisasi retribusi yang terintegrasi dan bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) DKI Jakarta, sehingga pengelolaan pendapatan menjadi lebih transparan, efektif, dan akuntabel.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria didampingi oleh Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung I Gusti Agung Putra Maha Jaya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung I Wayan Sudiarsa, Kepala BPD Cabang Klungkung, serta Kepala Bagian Pengembangan Teknologi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Pusat.

Bupati Satria menyampaikan bahwa studi tiru ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam mengembangkan sistem digitalisasi retribusi pariwisata di daerah, guna meningkatkan pelayanan kepada wisatawan sekaligus mendukung optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD). Selain itu, penerapan sistem digital dinilai sejalan dengan upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berbasis teknologi.


Salam Mahottama
-jimbawan

Dari FGD PHDI: Sabha Pandita PHDI Pusat tetapkan Tawur jatuh pada Tilem Sasih Kesanga, dan Hari Suci Nyepi dilaksanakan keesokan harinya.

Ket. Foto: Dharma Adyaksa dalam Pelaksanaan Acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Waktu Pelaksanaan Hari Suci Nyepi” di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, Minggu (11/1)

Laporan Reporter : Asrinidevy 
Denpasar , Bali Kini — Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait rangkaian pelaksanaan Hari Suci Nyepi di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, Minggu (11/1). Forum ini menghadirkan akademisi, ahli wariga, penyusun kalender Bali, serta penekun lontar untuk memastikan ketepatan waktu pelaksanaan Tawur Kesanga dan Hari Raya Nyepi berdasarkan sastra, kosmologi, tradisi dan arsip sejarah Bali.

Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Wisnu Bawa Tenaya dalam sambutannya menegaskan batas kewenangan lembaga keagamaan Hindu. "Urusan keagamaan berada pada kewenangan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama, sedangkan urusan ritual keagamaan merupakan kewenangan Majelis, dalam hal ini PHDI," tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Sabha Walaka, I Nengah Dana bahwa pemucuk (pimpinan tertinggi) PHDI adalah Sabha Pandita, yang terdiri dari 33 sulinggih/pandita Hindu dari seluruh Nusantara. "Sebelum Sabha Pandita mengambil keputusan, ada proses kajian yang dilakukan oleh para pakar di Sabha Walaka. FGD adalah bentuk kajian oleh Sabha Walaka yang pelaksanaannya dilaksanakan oleh Pengurus Harian. Inilah mekanisme kerja di PHDI. Apapun keputusannya nanti adalah keputusan Sulinggih/Pandita, sebagai pimpinan tertinggi Majelis," terangnya.
Sebagai informasi FGD yang dilaksanakan PHDI Pusat dihadiri langsung oleh 14 pandita dari Sabha Pandita PHDI Pusat, termasuk Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba.

Pembicara pertama, Prof I Gede Sutarya, pakar wariga dari UHN IGB Sugriwa Denpasar menegaskan bahwa seluruh rujukan wariga klasik tidak pernah menyebutkan Tawur Kasanga dilaksanakan saat perwani (panglong 14). “Dalam sumber-sumber sastra Hindu dan lontar wariga, Tawur selalu dikaitkan dengan Tilem, bukan perwani. Penafsiran yang menyebut Tawur pada panglong 14 tidak memiliki dasar tekstual yang kuat,” tegasnya. Sutarya menambahkan bahwa Tahun Baru Saka sebagai mulainya kesadaran baru tentang kehidupan abadi dan sustainable society atau lokasamgraha.   “Itu jatuhnya setelah Tilem, setelah semesta me-reset puncak energinya”, tutupnya.

Hal tersebut diperkuat oleh pembicara kedua, IB Budayoga. "Ketika Tilem posisi bumi bulan dan matahari tegak lurus di garis katulistiwa, saat kondisi kesemestaan seperti ini adalah saatnya mengembalikan energi  buta di bumi ke sunia (reset, me-nol-kan) melalui upacara tawur. Hal ini selaras dengan puja puja mantra yang dilantunkan oleh para Pandita saat mapuja dalam upacara Tawur, sehingga setelah selesai tawur kondisi bumi juga hening sunia ke niskala juga sunia ke sekala" jelas Ida Bagus Budayoga.

Pembicara ke tiga, Made Suatjana yang merupakan praktisi penyusun kalender Bali, menyatakan bahwa secara historis, tradisi Ngusaba di Bali selalu dilakukan sehari sebelum melakukan penyepian. Secara tradisi juga sudah menjadi pakem di Bali bahwa caru/tawur dilaksanakan saat Tilem” kata Made Suatjana. “Jadi tidak ada landasan sastra maupun tradisi dimana ngusaba dan nyepi dilakukan pada hari yang sama”, tegasnya.

Akademisi Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Dr. I Made Gami Sandi Untara, S.Fil.H., M.Ag menegaskan bahwa Nyepi tidak dapat dipahami hanya sebagai persoalan tanggal atau proses administratif keagamaan. Nyepi adalah peristiwa kosmologis yang mengikuti alur dan mekanisme semesta. Jauh sebelum manusia mengenal kalender, alam telah memiliki siklusnya sendiri, dan tradisi Hindu justru lahir dari upaya manusia untuk membaca serta menyesuaikan diri dengan siklus tersebut. Dalam kerangka itu, Nyepi tidak berdiri sendiri. Ia hadir sebagai bagian dari rangkaian kosmis yang utuh. Tilem merupakan fase puncak pengembalian keseimbangan alam, saat unsur-unsur bhūta dikembalikan ke asalnya melalui Tawur Kesanga. Inilah fase kerja kosmik. Setelah proses tersebut selesai, barulah keesokan harinya sebagai Tahun Baru Saka manusia memasuki keheningan Nyepi untuk memulai siklus baru dengan kesadaran yang jernih dan tertata.

Pembicara terakhir, Drs. Ida Kade Suarioka, M.Si, pengampu mata kuliah Wariga UNHI memaparkan sumber-sumber rujukan terkait Tawur dan Nyepi. Sumber pertama adalah Lontar Sri Aji Jaya Kasunu, yang menyebutkan secara spesifik mengenai kewajiban melaksanakan upacara Tawur atau Bhuta Yadnya sehari sebelum Hari Raya Nyepi, tepatnya pada saat Tilem Sasih Kesanga. "Ring tilem ing sasih kasanga, patut maprakertti caru tawur wastanya, sadulur nyepiawengi". Kata "patut" dalam konteks ini bukan sekadar anjuran, melainkan mengandung makna kewajiban religius yang harus dipenuhi. Sumber kedua adalah Lontar Purwana Tattwa Wariga, yang memberikan penjelasan lebih mendalam tentang signifikansi teologis dari hari Tilem itu sendiri. Dalam lontar ini dijelaskan bahwa hari Tilem merupakan prabhawa (pengaruh spiritual) dari Sang Hyang Rudra, sebagai perwujudan Sang Hyang Yamadipati (DewaKematian) yang memiliki kekuatan praline, kekuatan untuk memulihkan kembali segala sesuatu ke asal-usulnya (sangkan paran). Penjelasan ini mengungkap dimensi soteriologis dari pelaksanaan ritual pada waktu yang tepat. Tilem bukan sekadar penanda temporal dalam kalender, melainkan momentum kosmik ketika energi tertentu, dalam hal ini energi transformasi dan pemurnian yang diasosiasikan dengan Sang Hyang Rudra, mencapai puncaknya. Melaksanakan Pecaruan pada saat Tilem berarti menyelaraskan tindakan ritual dengan puncak energi kosmik tersebut, sehingga efektivitas spiritual dari ritual dapat tercapai secara maksimal. Kedua sumber tekstual ini membentuk dasar teologis yang solid untuk pelaksanaan Pecaruan pada Tilem Kesanga, bukan pada hari sebelumnya. Menggeser waktu pelaksanaan berarti mengabaikan otoritas tekstual yang telah menjadi rujukan selama berabad-abad, sekaligus berpotensi mengurangi efektivitas spiritual dariritual itu sendiri.

Penanggap diskusi pada FGD ini, AA Ari Dwipayana mengingatkan bahwa polemik kalender ritual seharusnya tidak memecah umat. “Jangan grasa-grusu menetapkan sesuatu. Pegang prinsip tattwa, wariga, dan dresta,” ujarnya. Penanggap kedua, Ida Dalem Semara Putra dan penanggap ke tiga, Ida Bagus Anom Wisnu juga memperkuat pendapat para pembicara sebelumnya.

Pada kesempatan itu, Ketua PHDI Bali Jero Nyoman Kenak melaporkan hasil Pesamuhan Madya PHDI Bali yang dilaksanakan tgl 9.01.2026 dihadiri oleh semua kelompok umat di Bali (pesemetonan, organisasi kemasyarakatan, pemerintah, tokoh akademisi dan praktisi wariga). “Dengan rasa bahagia kami sampaikan bahwa Hasil Pesamuhan Madya PHDI Bali secara bulat memutuskan Pelaksanaan Tawur dan Nyepi tetap seperti yang sudah kita warisi dan praktekkan saat ini”, tegasnya.

Pada akhir sesi FGD, Dharma Adhyaksa PHDI Pusat meminta persetujuan aklamasi semua pembicara, penanggap dan peserta mengenai kesimpulan FGD. “Setelah mendengarkan paparan para pakar wariga, akademisi, praktisi penyusun kalender, dan pengkaji lontar yang kita yakini kepakarannya, apakah bisa kita setujui bersama bahwa rangkaian Nyepi yang dijalankan selama ini, yaitu Tawur saat Tilem Kesanga dan Nyepi keesokan harinya adalah sesuai dengan sastra, kosmologi dan tradisi kuno Bali?” Tanya Dharma Adhyaksa yang dijawab kompak oleh seluruh yang hadir “Setuju”. 

Dengan demikian, Sabha Pandita PHDI Pusat menutup FGD dengan kesimpulan bahwa Tawur jatuh pada Tilem Sasih Kesanga dan Hari Suci Nyepi dilaksanakan keesokan harinya. Kesimpulan ini akan dijadikan ketetapan PHDI dan akan disampaikan secara resmi kepada pemerintah dan kepada seluruh umat melalui PHDI di semua tingkatan di seluruh Nusantara.

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved