Bali Kini
Ads
Kabar Denpasar
Kabar Tabanan
Kabar Klungkung
Kabar Jembrana
Kamis, 08 Januari 2026
BaliKini.Net
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Melalui CSR BPD Bupati Kembang Berikan Bantuan Booth Kontainer.
BaliKini.Net
PEMKAB BANGLI JATUHI HUKUMAN DISIPLIN BERAT KEPADA 2 ASN.
BaliKini.Net
Tipu Investor Rusia dan Raub Rp207 M, 'Koko' Medan ini Santai Tidak Ditahan
BaliKini.Net
Tegaskan Komitmen Penataan ASN, Bupati Tabanan Resmi Lantik 2.923 PPPK Paruh Waktu
Laporan : Tim Lpt
Tabanan , Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Tabanan menegaskan komitmennya dalam penataan sumber daya manusia aparatur melalui Pengangkatan dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati Tabanan tentang Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Sebanyak 2.923 PPPK Paruh Waktu dilantik dan diambil sumpah/janjinya oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bertempat di Halaman Depan Kantor Bupati Tabanan, Selasa (6/1).
Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Tahun Anggaran 2025 dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, diantaranya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, serta Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu. Turut hadir saat itu, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Sekda dan para Asisten, Inspektur dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, serta seluruh PPPK Paruh Waktu yang dilantik dan undangan terkait lainnya.
Bupati Sanjaya secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji PPPK Paruh Waktu sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja serta penyerahan Surat Keputusan secara simbolis. Ia menyampaikan pengangkatan PPPK Paruh Waktu bukan sekadar proses administratif, melainkan bentuk penghargaan atas kontribusi nyata para pegawai selama ini sekaligus pemberian kepastian status kerja.
"Pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini, merupakan bagian dari kebijakan penataan sumber daya manusia aparatur yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan secara terencana, bertahap dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Saya berharap, Saudara-saudara bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, menjunjung tinggi integritas, loyalitas, serta menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai orientasi utama,” tegasnya.
Sanjaya juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tabanan kedepannya akan terus melakukan pembinaan dan evaluasi kinerja secara objektif dan berkeadilan, demi mewujudkan birokrasi yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. Ditegaskannya, keberadaan PPPK Paruh Waktu harus benar-benar memberikan nilai tambah bagi organisasi dan masyarakat, sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).
Selain itu, Sanjaya juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, sekaligus mengucapkan selamat kepada seluruh PPPK Paruh Waktu yang dilantik, sehingga diharapkan mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh dedikasi serta profesionalisme. “Bekerja dengan semangat baru, dedikasi tinggi, tetap menjunjung nilai-nilai pengabdian kepada daerah dan negara, serta bekerja dengan tulus tanpa pamrih,” pintanya.
Sebelumnya Kepala BKPSDM Tabanan, Sastera Wibawa melaporkan jumlah formasi yang diusulkan sebanyak 2.924 orang, namun satu orang mengundurkan diri, sehingga total PPPK Paruh Waktu yang ditetapkan dan dilantik berjumlah 2.923 orang. Dengan rincian 2.744 tenaga teknis, 5 tenaga kesehatan, dan 174 tenaga guru. Seluruhnya ditetapkan melalui Keputusan Bupati Tabanan Nomor 800/749/PPPK/BKPSDM/2025.
Dengan adanya kegiatan ini, rasa syukur dan kebanggaan disampaikan oleh para peserta PPPK Paruh Waktu yang dilantik. I Made Agus Ariasa dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Tabanan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas kesempatan yang diberikan. “Saya sangat bersyukur dilantik sebagai P3K Paruh Waktu. Ke depan, kami akan lebih semangat dalam mengerjakan tugas-tugas di kantor,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Andri Purwanto dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Tabanan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan atas proses dan perhatian yang diberikan. “Pelantikan ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih maksimal, berintegritas, dan ikut mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” pungkasnya.
BaliKini.Net
Bupati Sanjaya Resmikan Gedung Pelayanan UPTD Puskesmas Tabanan II
Laporan : Tim Lpt
Tabanan , Bali Kini — Wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus diwujudkan secara berkelanjutan. Hal tersebut ditandai dengan diresmikannya Gedung Pelayanan UPTD Puskesmas Tabanan II di Banjar Celagi, Desa Denbantas, Tabanan, oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Senin, (5/1). Peresmian turut dihadiri oleh Sekda, Asisten I dan Pimpinan Perangkat Daerah terkait, serta unsur Forkopimcam Tabanan.
Peresmian gedung ditandai dengan penandatanganan prasasti dan Pemotongan pita oleh Bupati Sanjaya, dilanjutkan dengan peninjauan langsung fasilitas gedung pelayanan. UPTD Puskesmas Tabanan II yang berlokasi di Banjar Celagi, Desa Denbantas, merupakan Puskesmas dengan kategori pelayanan non rawat inap. Berdiri sejak tahun 1990, Puskesmas ini memiliki wilayah kerja yang mencakup enam desa, yakni Desa Denbantas, Subamia, Wanasari, Sesandan, Tunjuk, dan Buahan, dengan target pelayanan kepada sekitar 19.800 jiwa penduduk.
Melalui sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan peresmian gedung baru ini bukan sekadar penambahan bangunan fisik, melainkan simbol kesungguhan kepemimpinan Sanjaya–Dirga dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih layak, dan lebih manusiawi bagi masyarakat, meskipun di tengah keterbatasan Anggaran daerah. Ia menekankan, bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melayani, namun justru menjadi pemicu untuk terus berinovasi, berkreasi, dan bekerja lebih cerdas melalui perencanaan yang matang, pengelolaan anggaran yang akuntabel, serta sinergi lintas sektor.
Lebih lanjut, Sanjaya menjelaskan desain bangunan Puskesmas Tabanan II yang menggunakan unsur bata merah serta ornamen piring dan cawan mengandung filosofi kearifan lokal sebagai simbol kemakmuran peradaban masa lalu. “Artinya, bangunan dengan kearifan lokal masa lalu yang hadir di sini membuktikan, bahwa Puskesmas Tabanan II telah mencapai tingkat kemakmuran dalam nilai-nilai kebudayaan. Dari fondasi yang baik inilah, kini kita terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan,” ujar politisi asal Dauh Pala tersebut.
Sanjaya saat itu juga menekankan pentingnya peran strategis Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Kehadiran gedung baru ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan, tidak hanya dari sisi sarana dan prasarana, tetapi juga dari peningkatan sumber daya manusia, sistem pelayanan, serta pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Saya berharap, dengan fasilitas yang lebih representatif ini, pelayanan kesehatan dapat menjadi lebih cepat dan responsif, lebih ramah dan profesional serta lebih menjangkau seluruh lapisan masyarakat," pintanya.
Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya juga disampaikannya kepada seluruh tenaga kesehatan di UPTD Puskesmas Tabanan II atas dedikasi dan pengabdian dalam melayani masyarakat. “Pesan saya ke depan, pelayanan harus terus diberikan dengan baik dan sepenuh hati demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” ujar Sanjaya, sembari mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas kesehatan ini dengan sebaik-baiknya agar benar-benar memberikan dampak positif bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Tabanan secara luas.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Tabanan II, dr. I Gusti Agung Gde Bayupasti, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tabanan. Ia mengungkapkan bahwa sejak berdiri pada tahun 1990, gedung pelayanan induk Puskesmas Tabanan II telah melewati berbagai masa kepemimpinan, dan baru pada masa kepemimpinan Bupati Sanjaya, Puskesmas tersebut mendapatkan pembangunan gedung pelayanan baru “Ini Yang kami harapkan selama ini. Saya Mewakili seluruh staf Puskesmas Tabanan II dan masyarakat di wilayah kerja kami, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati membangun di sektor kesehatan, baik Puskesmas pembantu dan juga gedung pelayanan Puskesmas,” pungkasnya.
BaliKini.Net
Serap Aspirasi dan Cari Solusi Berbagai Permasalahan, Bupati Sanjaya Rembug Bersama Masyarakat Jatiluwih
Laporan Reporter : Tim Lpt
Tabanan , Bali Kini — Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., turun langsung menemui masyarakat Desa Jatiluwih dalam kegiatan rembug bersama yang digelar untuk menyerap aspirasi serta mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat, Senin, (5/1). Kegiatan yang berlangsung secara terbuka dan penuh kekeluargaan itu menjadi wadah dialog antara pemerintah daerah dan warga. Beragam isu disampaikan masyarakat, mulai dari pelestarian kawasan warisan budaya, pengelolaan pariwisata, pertanian, hingga kebutuhan infrastruktur pendukung desa.
Hal ini juga dilakukan untuk menindaklanjuti audiensi perwakilan masyarakat Jatiluwih di Kantor Bupati Tabanan beberapa waktu lalu. Dimana dalam kesempatan kunjungannya tersebut, Sanjaya mengajak Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, Asisten dan Kepala Perangkat Daerah terkait, Perbekel dan Bendesa Adat setempat, menitik beratkan pembahasan terkait polemik penyegelan 13 unit usaha pariwisata oleh Tim Pansus TRAP/Tramtib DPRD Provinsi Bali.
Bupati Sanjaya menegaskan, bahwa kehadirannya di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk mendengar langsung suara rakyat. Ia menyampaikan setiap masukan akan dikaji secara cermat agar kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan masyarakat serta menjaga keberlanjutan Desa Jatiluwih sebagai kawasan strategis budaya dan lingkungan. Sekaligus menyampaikan sikap dan langkah Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menyikapi persoalan yang berdampak pada sektor sosial, ekonomi, budaya, dan pariwisata di kawasan Warisan Budaya Dunia tersebut.
Selain itu, Sanjaya juga menegaskan kehadirannya di Desa Jatiluwih bukan hanya mendengar aspirasi dan mencari solusi atas berbagai permasalahan, tetapi juga melihat langsung kondisi di lapangan pasca penyegelan usaha yang menimbulkan dampak luas. “Saat masyarakat Jatiluwih datang audiensi ke Kantor Bupati, saya sudah berjanji akan datang ke sini. Hari ini saya hadir untuk mendengar langsung, melihat langsung, dan bersama-sama mencari jalan keluar yang baik dan bijaksana,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa tindakan penyegelan yang dilakukan oleh Pansus TRAP/Tramtib Provinsi Bali terhadap 13 unit usaha pariwisata setempat merupakan bagian dari penegakan aturan tata ruang dan perizinan yang berlaku di seluruh wilayah Bali, bukan hanya di Jatiluwih. Kendati demikian, Sanjaya menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk tetap mengayomi masyarakat, khususnya para petani dan pelaku usaha lokal yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata dan pertanian, sehingga diperlukan solusi yang adil, bijaksana, dan tidak merugikan masyarakat kecil.
Menurutnya juga, penyelesaian persoalan di Jatiluwih tidak semata-mata dilihat dari aspek hukum, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek sosial, budaya, ekonomi masyarakat, serta keberlanjutan sistem subak sebagai warisan leluhur yang telah diakui UNESCO. “Subak Jatiluwih bukan hanya sawah berteras, melainkan sebuah sistem kehidupan yang menyatu antara parahyangan, pawongan, dan palemahan. Ini adalah warisan leluhur sejak berabad-abad lalu dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya,” imbuh Sanjaya
Ia juga mengungkapkan bahwa pasca penyegelan, kunjungan wisata ke Jatiluwih mengalami penurunan signifikan hingga mencapai sekitar 80 persen, yang berdampak langsung pada pendapatan masyarakat, tenaga kerja, serta ekonomi desa. Sebagai langkah konkret, Sanjaya menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk mendorong kebijakan moratorium sebagai ruang solusi sementara, sembari menunggu dialog dan koordinasi lebih lanjut dengan Pansus TRAP dan Pemerintah Provinsi Bali.
Selaku Kepala Daerah, Sanjaya juga menegaskan agar kedepan tidak boleh lagi ada penambahan bangunan baru di kawasan yang melanggar ketentuan. Selain itu, ruang komunikasi juga akan terus ditingkatkan serta kebijakan strategis daerah berupa penggratisan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi warga Desa Jatiluwih akan diberlakukan sebagai bentuk insentif dan keberpihakan pemerintah kepada petani dan masyarakat dalam menjaga kelestarian sawah dan subak. “Kami ingin masyarakat Jatiluwih tetap menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri. Aturan harus ditegakkan, tetapi jangan sampai mematikan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Sanjaya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi kondusif, tidak terprovokasi, serta mengedepankan musyawarah dan rekonsiliasi dalam menyelesaikan persoalan. Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Bali dan pihak terkait, agar aspirasi masyarakat Jatiluwih dapat ditindaklanjuti secara adil dan berkelanjutan. “Tujuan kita satu, Jatiluwih tetap lestari, pariwisata berjalan, masyarakat sejahtera, dan aturan ditegakkan secara adil,” tegasnya.
BaliKini.Net
Pemkab Tabanan Gelar Puncak Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih di Kantor Bupati Tabanan
Laporan Reporter : Tim Lpt
Tabanan , Bali Kini - Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan Persembahyangan Bersama Upacara Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih di Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan Tahun 2026. Upacara sakral yang berlangsung di Kantor Bupati Tabanan, Sabtu (3/1), dihadiri langsung Bupati Tabanan Dr. I Komang Sanjaya, SE, MM, beserta Istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, didampingi Wakil Bupati I Made Dirga, beserta Istri, Ny. Budiasih Dirga, Sekda dan jajaran.
Rangkaian persembahyangan turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, Kepala Instansi Vertikal dan BUMD di Tabanan dan para Sulinggih, Pemangku (PSN), dan Prawartaka karya, serta seluruh pegawai di Lingkungan Pemkab Tabanan. Sebelum upacara puncak Pujawali, pada Jumat, 2 Januari 2026 dilaksanakan prosesi Ngemijiang Ida Bhatara ring Padmasana Kantor Bupati Tabanan dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan, dilanjutkan pada malam hari dilaksanakan kegiatan Pekemitan.
Sebagaimana diketahui bersama, upacara ini juga dimaknai sebagai penyempurnaan yadnya setelah renovasi kantor pada tahun 2023 lalu. Karya ini menjadi tonggak penting untuk menjaga keharmonisan secara sekala dan niskala di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Upacara juga bertepatan dengan Rahina Tumpek Klurut, yang dimaknai sebagai hari kasih sayang dan keharmonisan bagi umat Hindu. Diharapkan Momentum suci ini memperkuat makna persembahyangan sebagai wujud rasa syukur, cinta kasih, dan penghormatan kepada alam semesta beserta seluruh isinya.
Tak hanya sebagai ungkapan terima kasih kepada Ida Bhatara atas limpahan anugerah bagi Kabupaten Tabanan, persembahyangan ini juga dipersembahkan sebagai doa kerahayuan dan ngrestiti jagat. Doa dipanjatkan agar keseimbangan dan keselamatan senantiasa tercurah, termasuk bagi saudara-saudara yang tengah tertimpa bencana di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Sumatera Utara dan Aceh.
Dalam pelaksanaannya, tampak ayah-ayahan dari sekaa gong lanang dan istri, tarian rejang dewa, serta persembahan budaya tridatu yang berlangsung dengan penuh khidmat. Secara khusus, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai bersama Ibu-Ibu istri Kepala Perangkat Daerah dan pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan Ngayah Nari Rejang sebagai wujud persembahan tulus ikhlas dalam ritual sakral tersebut.
Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah ngayah. Beliau berharap semangat kebersamaan dan gotong-royong ini dapat terus terjaga demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan kegiatan. “Saya berterima kasih karena hari ini, kita Pemkab Tabanan telah melakukan kegiatan ritual yadnya dari pagi sampai puncak acara hari ini. Terima kasih kepada seluruh jajaran, sekaa gong, tari rejang, semuanya yang sudah ngayah, matur suksema setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdiannya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan puncak karya ini merupakan bagian dari rangkaian besar yang telah dimulai sejak dua tahun lalu. Sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga tradisi, adat, dan nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun. “Hari ini sesuai sastra, wajib melaksanakan atau Nugtugan Karrya yang terakhir. Pujawali jelih pas Purnama Kapitu, bertepatan dengan Tumpek Klurut, sebuah perpaduan yang luar biasa dan sangat sakral,” ungkap Sanjaya.
Lebih lanjut, Sanjaya menjelaskan piodalan ini juga merupakan bentuk rasa syukur atas berkah Ida Bhatara, yang diyakini menjadi sumber sinar suci. Diharapkan seluruh jajaran dan pegawai mampu menjadikan momentum ini sebagai landasan untuk meningkatkan sraddha dan bhakti dalam menjalankan tugas dan pengabdian. "Dari sinilah kita mendapatkan berkah, sehingga Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani bisa kita wujudkan berkat restu Beliau dan kerja keras kita bersama,” tegasnya.
Menutup sambutannya, orang nomor satu di Tabanan itu mengingatkan pentingnya kepedulian bersama terhadap lingkungan dan terkait bencana yang tengah melanda. Pun ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, solidaritas, serta saling membantu dalam menghadapi situasi tersebut. “Kita sedang prihatin terhadap bencana di negeri ini. Mari kita berdoa bersama agar saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Utara khususnya diberikan kerahayuan, dan semoga bencana ini hilang dari Indonesia, bahkan dari dunia,” pintanya.
BaliKini.Net
Bukan Sekadar Rekreasi, Pertanian Warmadewa Jadikan Kebersamaan sebagai Energi Akademik
BaliKini.Net
.jpeg)

.jpeg)
.jpg)

FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram