-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Senin, 23 Maret 2026

Gelar Upacara Tawur Labuh Gentuh Sasih Kesanga, Pemkab Bangli Harmoniskan Alam Semesta Menjelang Nyepi Caka 1948.

BANGLI , BALI KINI – Suasana khidmat menyelimuti pusat Kota Bangli tepat sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948. Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar Upacara Tawur Labuh Gentuh Sasih Kesanga yang dipusatkan di Catus Pata (Perempatan Agung) Kabupaten Bangli pada Selasa (18/3/2026).

Upacara ini dihadiri langsung oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, didampingi Wakil Bupati I Wayan Diar. Turut hadir pula Ketua DPRD I Ketut Suastika, Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta, serta Sekda Bangli I Dewa Bagus Riana Putra. ​Jajaran Forkopimda, Pimpinan Perangkat Daerah, Ketua PHDI, hingga Ketua MDA Kabupaten Bangli juga tampak hadir bersama tamu undangan lainnya untuk mengikuti persembahyangan bersama.

Tawur Labuh Gentuh merupakan tingkatan upacara Mautama (utama/besar). Dalam prosesinya, digunakan berbagai sarana wewalungan seperti kerbau, sapi, kambing, babi, angsa, itik, dan ayam. Sarana ini menjadi simbol pengurbanan suci kepada Sang Pencipta demi memohon keselamatan, keharmonisan, serta berkah bagi alam semesta beserta isinya.

Rangkaian ritual semakin sakral dengan pementasan Wayang Kulit yang dipentaskan bersamaan dengan Tari Topeng. Sebelum puncak persembahyangan (pemuspaan), warga yang hadir juga disuguhkan penampilan Tari Rejang dan Tari Pendet. 

Kesucian upacara kali ini dipimpin oleh sembilan Sulinggih dari berbagai Geria, dengan Ida Pedanda Gede Putra Manuaba Tajung dari Geria Soka Duwur Kangin Banjar Brahamana Bukit Bangli bertindak sebagai Yajamana. Para Sulinggih lainnya yang turut muput acara ini berasal dari wilayah Bangli hingga Tabanan, memperkuat sinergi spiritual dalam menjaga keseimbangan jagat.

Untuk tahun ini, prosesi Tawur Agung diempon oleh Krama Adat Banjar Blungbang, yang dengan gotong royong memastikan seluruh tahapan upacara berjalan lancar dan khusyuk.

Dengan terlaksananya upacara ini, diharapkan seluruh krama Bangli dapat melaksanakan ibadah Nyepi dengan tenang, damai, dan penuh makna dalam bingkai keharmonisan alam.

Sekda Eddy Mulya Tinjau Beberapa Lokasi Pelayanan Publik Kota Denpasar Saat Periode Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 2026

Denpasar, Bali Kini - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya melakukan peninjauan ke beberapa lokasi pelayanan publik yang ada di Kota Denpasar pada Senin (23/3). Kegiatan ini guna memastikan optimalnya pelayanan publik yang ada di Kota Denpasar selama Cuti Bersama dan Libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H. 


Adapun titik lokasi yang dikunjungi yakni RSUD Wangaya, Kantor Kecamatan Denpasar Utara, Mal Pelayanan Publik (MPP) Sewakadharma, dan Kantor PDAM Kota Denpasar. 

Pada kesempatan itu, Sekda Kota Denpasar, Eddy Mulya berkeliling mengecek berbagai proses pelayanan serta pengurusan administrasi di tiap lokasi. Eddy Mulya juga berkesempatan berinteraksi dengan para warga Kota Denpasar yang sedang melakukan pengurusan administrasi, seperti saat di lokasi MPP Sewaka Dharma. 

Ia juga menyampaikan kepada para petugas disana, bahwa pelayanan kepada masyarakat perlu dilakukan secara cepat, tepat, efektif dan efisien.

"Karena kita disini adalah untuk melayani masyarakat, maka perlu kita upayakan agar pelayanan publik kita tetap optimal, harus cepat, tepat, efektif dan efisien, sehingga masyarakat merasa terbantu dan puas atas pelayanan yang diberikan. Untuk itu pelayanan kesehatan dan kegawatdaruratan serta Mal Pelayanan Publik Sewakadarma Kota Denpasar tetap buka dan melayani masyarakat," ungkap Eddy Mulya. 

Sementara, Kadisdukcapil Kota Denpasar, Dewa Gde Juli Artabrata saat mendampingi pengecekan di MPP Sewakadharma menuturkan pelayanan Disdukcapil Kota Denpasar juga tetap buka saat cuti bersama 

“Jadi masyarakat yang hendak melaksanakan pengurusan administrasi kependudukan bisa datang langsung ke MPP Sewakadharma, karena selama cuti bersama pelayanan kependudukan tetap buka," ujar Dewa Juli. 

Di lokasi lainnya, Kantor Perumda Tirta Sewakadharma (PDAM), didampingi oleh Direktur Teknik PDAM, I Ketut Adi Darmayasa dan Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM, Ni Putu Sri Utami, Sekda Eddy Mulya melakukan pengecekan ke beberapa bagian diantaranya ruang call center, controlling room, dan kasir. 

Saat berkunjung ke RSUD Wangaya, salah satu warga, I Nengah Rini 
mengatakan kepada Sekda Eddy Mulya, bahwa saat ini pelayanan kesehatan di Kota Denpasar telah berjalan dengan baik. 


"Sebagai warga saya sudah mendapatkan pelayanan yang baik di RSUD Wangaya ini. Untuk itu, saya mengharapkan agar kualitas pelayanan di Kota Denpasar dapat terus ditingkatkan," kata Nengah Rini.


Sebagai informasi, lokasi layanan publik seperti MPP Sewakadharma, Kantor Camat, dan Kantor PDAM buka saat cuti bersama di tanggal 23 dan 24 Maret 2026 dengan jam pelayanan terbatas dari pukul 08.00-12.00 Wita. Berkaitan dengan itu, diimbau  kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar agar dapat memanfaatkan pelayanan saat cuti bersama. Hal ini mengingat masyarakat yang tidak mudik memiliki kesempatan untuk memanfaatkan pelayanan dengan optimal. (HumasDps/IND).

MOBIL TERJUN KE JURANG 100 METER DI KUBU, PENGEMUDI TEWAS DI TEMPAT

Karangasem, Bali Kini - Kecelakaan lalu lintas tunggal berujung maut terjadi di Jalan Raya Rendang–Kubu, tepatnya di Banjar Temakung, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Minggu sore (22/3/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.

Sebuah mobil Daihatsu Terios warna hitam dengan nomor polisi DK 1437 ACB yang dikemudikan oleh I Gede Eri Setiawan (31), warga Desa Tianyar, terjun bebas ke jurang sedalam kurang lebih 100 meter.

Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia di tempat dengan sejumlah luka serius, di antaranya luka robek pada dahi, patah pada kedua kaki, serta luka robek pada bagian kaki.

Berdasarkan informasi di lapangan, sebelum kejadian korban melaju dari arah Rendang menuju Kubu. Setibanya di lokasi yang merupakan jalan menikung ke kanan dan berada di tepi jurang, korban diduga tidak mampu mengendalikan kendaraan hingga akhirnya keluar jalur dan jatuh ke jurang tanpa melibatkan kendaraan lain.

Kondisi jalan saat kejadian diketahui beraspal, dalam kondisi basah, serta berada di tikungan yang cukup rawan.

Dari keterangan saksi, korban sebelumnya menghadiri acara di Banjar Dinas Bonyoh, Desa Ban. Korban disebut sempat mengonsumsi minuman keras sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi, serta mengevakuasi korban ke Puskesmas Kubu II.

Kasus kecelakaan ini kini ditangani oleh pihak kepolisian setempat untuk penyelidikan lebih lanjut. (Ami)

Minggu, 22 Maret 2026

Sinergi Lintas Agama Kunci Kekhidmatan Nyepi dan Lebaran 2026, Bupati Kembang Sampaikan Terima Kasih kepada Seluruh Lapisan Masyarakat

Sinergi Lintas Agama Kunci Kekhidmatan Nyepi dan Lebaran 2026, Bupati  Kembang Sampaikan Terima Kasih kepada Seluruh Lapisan Masyarakat

JEMBRANA , BALI KINI – 
Pelaksanaan  Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang berlangsung berdekatan di tahun 2026 mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan minggu ( 22/3).

Ia menilai, suasana khidmat dan kondusif yang tercipta merupakan bukti nyata dari kematangan sosial dan tingginya nilai toleransi yang dimiliki masyarakat Jembrana.

Bupati Kembang Hartawan menyampaikan rasa bangganya melihat bagaimana dua hari besar ini tidak hanya berjalan aman, tetapi juga diwarnai dengan aksi saling dukung antarumat beragama yang sangat menyentuh.


Bupati menekankan bahwa kelancaran ini tidak lepas dari persiapan matang dan kerja keras semua pihak di lapangan.
Berbagai persiapan telah dilakukan sebelumnya, rapat kordinasi dan sosialisasi diantara umat beragama melibatkan tokoh dan serta aparat terkait. 

"Secara khusus, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, Forkopimda Jembrana , unsur pengamanan adat seperti Pecalang, serta para pemuda yang tergabung dalam sekaa truna maupun kelompok remaja masjid. Sinergi ini adalah kunci mengapa Jembrana tetap tenang dan nyaman bagi semua orang untuk beribadah," ujar Bupati Kembang Hartawan.

Bupati juga menyoroti fenomena indah yang terjadi di Desa Air Kuning, di mana seni Rebana mengiringi Ogoh-ogoh dan gamelan Baleganjur menyemarakkan malam Takbiran. Menurutnya, hal ini bukan sekadar kolaborasi seni, melainkan simbol persaudaraan yang melampaui sekat keyakinan.

"Apa yang kita lihat di Air Kuning adalah potret asli Jembrana. Perbedaan bukan menjadi pemisah, melainkan kekayaan yang saling melengkapi. Ketika dentuman Baleganjur bersambut dengan tabuhan Rebana, di sanalah letak kekuatan sosial kita," tambahnya.


Menutup apresiasinya, Bupati berharap agar semangat kebersamaan ini tidak hanya muncul saat momen hari raya saja, melainkan menjadi identitas permanen warga Jembrana dalam kehidupan sehari-hari.
"Kekhidmatan yang kita rasakan tahun ini adalah warisan berharga untuk generasi mendatang. Mari kita jaga terus fondasi toleransi ini agar Jembrana selalu menjadi rumah yang damai bagi siapa saja, apapun latar belakangnya," pungkasnya.( * )

Dipuput Lima Sulinggih, Tawur Agung Kesanga Jembrana 2026 Fokus pada Penyucian Lima Penjuru Alam

Jembrana , Bali Kini  – Puncak upacara Tawur Agung Kesanga Kabupaten Jembrana dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 berlangsung khidmat di Catus Pata Kabupaten Jembrana, Rabu (18/3). 

Prosesi sakral tahun ini menjadi istimewa dengan kehadiran lima Sulinggih yang memuput langsung jalannya upacara untuk memohon harmonisasi alam semesta. Kelima Sulinggih yang memimpin prosesi penyucian tersebut diantaranya Ida Pedanda Gede Oka Darma Manuaba, Ida Shri Bhagawan Jaya Waringin, Ida Rsi Bhujangga Wisnawa Dharma Santika, Ida Pandita Mpu Nabe Rastra Guna Wibawa, dan Ida Sri Mpu Pande Istri Galuh Santika Putri.

Ketua Panitia Tawur Kesanga Kabupaten Jembrana, A.A.B. Hendra Sugihantara Putra, menjelaskan bahwa kehadiran lima Sulinggih ini sejalan dengan penggunaan tingkatan Caru Manca Kelud Jangkep yang disertai lima bebangkit.

"Upacara ini merupakan implementasi dari sastra Agastya Parwa, sebagai upaya nyomiang bhuta kala (menetralisir kekuatan negatif) dan membayar hutang hidup kepada alam semesta agar dapat mencapai kesejahteraan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit sebelum kita melaksanakan Catur Brata Panyepian.

Prosesi Hari Suci Nyepi tahun ini yang sudah dimulai dari pelaksanaan Melasti di pesisir pantai. Setelah rangkaian Tawur Agung di Catus Pata ini selesai, akan dilanjutkan dengan upacara Pengerupukan di masing-masing rumah atau banjar agar aura negatif dapat diredam. 

Upacara yang dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Ketua TP PKK, serta jajaran Forkopimda dan tokoh umat ini, bertujuan untuk "membayar hutang hidup" kepada alam semesta sebelum umat Hindu memasuki masa hening Catur Brata Panyepian.

"Puncaknya, pada hari Kamis, 19 Maret 2026, kita semua akan melaksanakan Catur Brata Panyepian yaitu Amati Geni Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan sebagai upaya pengendalian diri total selama dua puluh empat jam," imbuhnya.

Senada, Ketua PHDI Jembrana, I Wayan Windra, menambahkan bahwa inti dari Tawur Agung di Catus Pata yang dipuput para Sulinggih ini adalah proses Nyomia.

"Tujuannya tidak lain untuk mensterilkan segala bentuk kekotoran dan penyakit. Segala bencana kita mohonkan agar dinetralisir agar Bhuta Ya menjadi Dewa Ya. Kita ingin memulai Tahun Baru Saka 1948 dengan kondisi yang bersih, indah, dan damai, tanpa ada lagi pikiran duka," ungkap Windra.

Di tengah suasana religius tersebut, pesan penting disampaikan untuk lebih meningkatkan toleransi. Mengingat Hari Suci Nyepi tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan, masyarakat diminta terus memperkuat moderasi beragama.

"Momentum ini adalah wadah introspeksi untuk meningkatkan persaudaraan menuju Jembrana yang Maju, Harmoni, dan Bermartabat, melalui pembangunan Manusia, Alam, dan Budaya yang utama," tutup Hendra.

Setelah rangkaian di Catus Pata usai, masyarakat akan melanjutkan dengan upacara Pengerupukan di masing-masing banjar, sebelum melaksanakan pengendalian diri total melalui Catur Brata Panyepian pada Kamis, 19 Maret 2026. (*)

Pemkot Denpasar Gelar Tawur Agung Tilem Kesanga di Kawasan Catus Pata Patung Catur Muka.

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat menghadiri dan mengikuti prosesi Tawur Agung Kesanga serangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 di Kota Denpasar berlangsung bertepatan dengan Tilem Sasih Kesanga, di Kawasan Catus Pata Catur Muka Denpasar, Rabu (18/3). 

Denpasar, Bali Kini - Prosesi Tawur Agung Kesanga serangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 di Kota Denpasar berlangsung bertepatan dengan Tilem Sasih Kesanga, di Kawasan Catus Pata Catur Muka Denpasar, Rabu (18/3). Diringi suara Gambelan, Kekidungan, Rejang Renteng, Rejang Dewa, Baris Gede dan Topeng Wali, upacara Tawur Agung ini berlangsung khidmat yang dipuput 6 sulinggih Sarwa Sadhaka. 

Tak sedikit umat Hindu Kota Denpasar dan perwakilan Desa Adat se-Kota Denpasar  yang mengikuti rangkaian prosesi Tawur hingga selesai. Hadir langsung di tengah masyarakat, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, serta Dandim 1611 Badung, Kolonel Inf. Putu Tangkas Wiratawan. 

Tampak pula Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, Forkopimda Kota Denpasar, pimpinan OPD, Perwakilan Bandesa serta umat sedharma. Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara bersama jajaran turut nyaksiang dan mengikuti seluruh prosesi yang diakhiri dengan mendem Tawur di kawasan Catus Pata Catur Muka Denpasar. 

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat diwawancarai menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Tawur Agung Tilem Kesanga serangkaian Hari Suci Nyepi. Dimana, setelah Tawur Kesanga, prosesi dilanjutkan dengan malam Pangerupukan yang identik dengan pengarakan ogoh-ogoh sebagai prosesi nyomya Bhutakala. 

Jaya Negara menekankan, pelaksanaan malam Pangerupukan dan Nyepi diserahkan kepada Desa Adat yang disesuaikan dengan Dresta, Adat Istiadat dan Awig yang berlaku. Namun demikian, pada tahun ini terdapat Perda Kota Denpasar Nomor 9 Tahun 2024 tentang Pelestarian Ogoh-Ogoh. Hal ini dilaksanakan agar adat dan budaya Bali tetap ajeg lestari yang dibentengi dengan Desa Adat. 

"Mari kita laksanakan malam Pangerupukan dan Catur Brata Penyepian ini dengan khidmat, dengan penuh rasa tanggung jawab agar pelaksanaannya lancar, tertib, aman dan kondusif," jelasnya.

Sementara, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, IB Alit Antara mengatakan, Upacara Tawur Agung Tilem Kesanga Kota Denpasar serangkaian Nyepi Caka 1948 ini  sudah dimulai sejak tanggal 3 Maret 2026 dengan mepiuning, dilanjutkan dengan Nyukat Genah di Timur Laut Patung Catur Muka pada 10 Maret 2026. Sedangkan runtutan acara lainnya seperti Ngingsah dan Mapepada telah dilaksanakan di Pura Agung Jagatnatha Denpasar. 

Dikatakannya, adapun Sarwa Sadhaka yang muput pelaksanaan Tawur Agung Kesanga di Kota Denpasar yakni Ida Pedanda Putra Telaga, Ida Pedanda Gede Mas Jelantik, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, Ida Jro Dukuh Udhalaka Dharma, Sira Empu Dharma Sunu dan Ida Pandita Mpu Dhaksa Siwa Putra Santhi Yoga. 

"Tentunya kami berharap kerjasama semua pihak sehingga Rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 berjalan lancar, aman dan kondusif,” ujarnya 

Untuk diketahui, dalam rangkaian Nyepi Caka 1948 Tahun 2026 terdapat beberapa rangkaian utama. Dimana, Nyepi Sipeng dilaksanakan pada 19 Maret 2026 selama sehari penuh atau 24 jam sejak pukul 06.00 Wita sampai dengan pukul 06.00 Wita keesokan harinya, dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Yakni Amati Gni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan. (Ags).

Bag Komposter Jadi Solusi, Pemkot dan PKK Denpasar Edukasi Warga Dentim

Ket. Foto : Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pembagian bag komposter yang digelar di Banjar Peken, Desa Sumerta Kaja, serta Banjar Kedaton, Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur yang dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, 
Minggu (22/3).


Denpasar , Bali Kini -  Pemerintah Kota Denpasar bersama Tim Penggerak (TP) PKK terus memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan pembagian bag komposter yang digelar di Banjar Peken, Desa Sumerta Kaja, serta Banjar Kedaton, Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Minggu (22/3).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih lingkungan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLHK Kota Denpasar, Ida Ayu Widhiyanasari, Sekretaris TP PKK Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari, serta Sekcam Denpasar Timur.

Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menegaskan bahwa peran keluarga, khususnya ibu rumah tangga, menjadi kunci dalam pengelolaan sampah dari rumah. Ny. Antari Jaya Negara mengajak masyarakat untuk mulai dari hal sederhana, yakni memilah sampah organik dan anorganik serta memanfaatkan bag komposter.

“Saya sendiri sudah menggunakan bag komposter di rumah. Ini langkah kecil, tetapi sangat berdampak. Jika dimulai dari diri sendiri, sampah organik tidak akan menumpuk,” ujar Ny. Antari Jaya Negara.

Selebihnya, Ny. Antari Jaya Negara juga mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan hidup ramah lingkungan, seperti membawa tas belanja sendiri dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Terlebih, mulai 1 April 2026, TPA Suwung tidak lagi menerima sampah organik, sehingga pengelolaan dari sumber menjadi kebutuhan mendesak.

Sementara itu, Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLHK Denpasar, Ida Ayu Widhiyanasari, menjelaskan secara teknis penggunaan bag komposter kepada masyarakat. Menurutnya, bag komposter dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, sayur, dan kulit buah.

Namun demikian, ia mengingatkan agar tidak memasukkan limbah seperti tulang, minyak, dan susu karena dapat menimbulkan bau. “Jika digunakan dengan benar, kompos sudah bisa dipanen dalam waktu sekitar satu bulan. Ini solusi sederhana untuk mengurangi timbulan sampah dari rumah tangga,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahaya membakar sampah plastik yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan, serta mengajak masyarakat untuk terus belajar dan konsisten dalam memilah sampah.

Perbekel Desa Sumerta Kaja, I Gusti Ngurah Mayun, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkot Denpasar dalam penanganan sampah melalui pembagian bag komposter. Ia menyebutkan bahwa pihak desa juga telah mengembangkan program teba modern serta mengoptimalkan TPS3R sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah.

“Kami berharap penanganan sampah ini dapat dilakukan bersama-sama dengan dukungan masyarakat. Paling tidak, kita bisa menekan timbulan sampah dari sumber,” ujarnya. (*)

KAP Jadi Ajang Promosi, Puluhan Pedagang Ramaikan Jalur 11

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini  - Memasuki momen liburan yang belum berakhir, geliat pelaku UMKM di Karangasem tetap terlihat aktif melalui kegiatan Karangasem Akhir Pekan (KAP). Kegiatan ini dimanfaatkan para pelaku usaha di malam Minggu, tidak hanya untuk berjualan, tetapi juga sebagai sarana promosi.

Ketua Komunitas Karangasem Entrepreneur Jagath Karana (KERJA), I Dewa Gede Yudi Diatmika atau lebih akrab di sapa Bework mengatakan omset yang dihasilkan dalam kegiatan ini dapat meningkat signifikan saat event besar berlangsung.

“Kalau ada event besar seperti tahun baru atau satu tahun kepemimpinan kemarin yang menghadirkan artis besar, akumulasi omset dari seluruh pedagang bisa sampai 200 juta. Untuk malam Minggu biasa tanpa event besar, berkisar 120 sampai 130 juta,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026)

Ia menegaskan, KAP bukan sekadar tempat berjualan, melainkan ajang promosi bagi para pelaku UMKM. Sebagian besar pedagang diketahui telah memiliki tempat usaha permanen, baik di rumah maupun outlet.

“Di sini lebih ke promosi. Kalau dagangan habis itu bonus,” tambahnya.

Saat ini, sebanyak 121 pelaku usaha tergabung dalam komunitas KERJA. Sementara yang aktif berjualan di jalur 11 KAP tercatat sebanyak 95 pedagang atau outlet.

Pengawasan kegiatan difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Karangasem melalui surat keputusan bupati. Para pelaku usaha diwajibkan memenuhi kelengkapan administrasi serta standar usaha, termasuk penyusunan menu yang diseleksi agar beragam.

Menu unik menjadi salah satu prioritas untuk bisa bergabung dalam kegiatan ini. Selain itu, konsep makanan sehat juga diutamakan guna memberikan pilihan yang lebih berkualitas bagi pengunjung.

Melalui KAP, diharapkan pelaku UMKM tidak hanya memperoleh keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu memperkuat branding serta memperluas pasar usaha mereka di Karangasem. (Ami)

Sabtu, 21 Maret 2026

Bupati Sanjaya Bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Serahkan Bantuan Ambulans dan Program Bedah Rumah CSR Bank BPD Bali


Tabanan , Bali Kini
  – Pemerintah Kabupaten Tabanan menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa satu unit ambulans dan enam unit program bedah rumah dari Bank BPD Bali. Penyerahan bantuan berlangsung di RSUD Singasana Tabanan, Kamis, (12/3). Bantuan ini merupakan bentuk dukungan dan sinergi Bank BPD Bali dengan Pemkab Tabanan terhadap peningkatan pelayanan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tabanan. 


Bantuan ini diterima secara langsung diterima oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga. Bantuan Ambulans diharapkan dapat menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis cepat. Program bedah rumah juga langsung diseeahkan bagi enam penerima manfaat yang berasal dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Tabanan, diantaranya dari Kecamatan Baturiti, Selemadeg Barat, Marga, Kerambitan, dan Selemadeg.


Bupati  Sanjaya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bank BPD Bali atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Tabanan, baik dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan pengentasan kemiskinan. “Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Tabanan dalam mendukung terwujudnya visi pembangunan Tabanan Era Baru, Aman, Unggul, dan Madani. Masyarakat yang sehat merupakan fondasi utama dalam membangun daerah,” ujarnya.


Bupati Sanjaya juga memberikan apresiasi terhadap pelayanan yang terus ditingkatkan oleh RSUD Singasana Tabanan. “Mengelola rumah sakit itu tidak mudah. Berbeda dengan hotel yang melayani orang yang sedang senang, rumah sakit melayani orang yang sedang sakit. Karena itu diperlukan kesabaran dan pelayanan yang baik. Saya melihat RSUD Singasana sudah terus bergerak meningkatkan pelayanan dengan manajemen yang semakin baik,” pungkasnya. 


Senada dengan Bupati Sanjaya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas bantuan yang diberikan oleh Bank BPD Bali. Ia mengatakan, bantuan tersebut sangat bermanfaat di tengah upaya pemerintah daerah yang terus menggencarkan peningkatan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, melalui penguatan peran posyandu 6 SPM di Kabupaten Tabanan khususnya bidang kesehatan dan bidang perumahan rakyat.


Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, termasuk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang berbagai program yang sedang dijalankan pemerintah daerah. "Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Sehingga, berbagai program yang dilaksanakan pemerintah daerah dapat berjalan lebih maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," imbuh Bunda Rai.  


Sementara itu, perwakilan Bank BPD Bali, I Wayan Sutela Negara, menyampaikan bahwa program CSR merupakan bentuk komitmen Bank BPD Bali dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menjelaskan, hingga akhir Desember 2025 Bank BPD Bali memiliki total aset sekitar Rp. 41 Triliun dengan perolehan laba sebesar Rp. 1,1 Triliun. Dari capaian tersebut, Bank BPD Bali menyalurkan berbagai program CSR di sejumlah daerah di Bali, termasuk di Kabupaten Tabanan. “Untuk Kabupaten Tabanan sendiri, nilai CSR yang disalurkan kurang lebih mencapai Rp. 9 Miliar," ungkapnya.

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi”


Tabanan , Bali Kini  -
Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tabanan menghadiri kegiatan Pasar Rakyat bertema “Berbelanja dan Berbagi” yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Bali, Jumat, (13/1). Dimana kegiatan ini menjadi wadah pemberdayaan UMKM, Petani, serta sektor terkait melalui konsep pasar yang mengedepankan kebersamaan dan kepedulian sosial.


Pasar Rakyat yang bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk berbelanja produk lokal, guna meningkatkan perekonomian daerah ini dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali beserta jajaran pengurus, Kepala Perangkat Daerah terkait dan undangan terkait lainnya. Saat itu, Bunda Rai didampingi Ny. Budiasih Dirga, serta seluruh Pengurus dan Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tabanan bersama anggota. 


Kehadiran jajaran TP PKK Tabanan menegaskan dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh TP PKK Provinsi Bali. Sejak pagi hari, suasana pasar rakyat telah dipenuhi berbagai stan yang tertata rapi. Para pedagang menghadirkan beragam produk, mulai dari kuliner, hasil bumi, hingga kerajinan khas daerah. Rai Wahyuni Sanjaya tidak hanya meninjau stan yang digelar, namun juga turut berbelanja langsung di sejumlah tenant sebagai bentuk dukungan nyata kepada para pelaku UMKM dan petani lokal.

Ny. Putri Suastini Koster dalam sambutannya saat membuka acara menjelaskan, bahwa Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” merupakan program berkelanjutan yang telah berjalan sejak periode pertama kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster. “Program ini merupakan salah satu cara kami untuk berkumpul setiap bulan. PKK selalu menggandeng UMKM, para petani dan masyarakat. Melalui pasar rakyat yang dilaksanakan bergiliran di setiap Kabupaten/Kota, kami bisa saling bertegur sapa sekaligus menggerakkan potensi masyarakat,” ujarnya.


Lebih lanjut, pihaknya menuturkan, bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya PKK dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Ia juga menekankan, bahwa para pedagang yang terlibat berasal dari daerah setempat, tidak dipungut biaya, dan menjual produk dengan harga terjangkau. “Para pedagang di sini berjualan gratis dan harga yang ditawarkan minimal satu tingkat di bawah harga pasar. Kami juga mengajak seluruh pengurus PKK untuk terus bergerak menggerakkan potensi masyarakat, karena PKK adalah tim penggerak yang harus mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” yang dinilainya sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya menjadi ruang silaturahmi antar pengurus PKK, tetapi juga membantu para pedagang, petani dan UMKM untuk memasarkan produk mereka. Kami di Tabanan tentu siap mendukung dan bersinergi dengan program Provinsi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved