-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Selasa, 24 Maret 2026

Sanjaya Pastikan Struktur Partai Makin Solid

Koster Kukuhkan 5.058 Pengurus PDI Perjuangan Tabanan

Tabanan , Bali Kini – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster secara langsung mengukuhkan 5.058 pengurus PAC, ranting, dan anak ranting PDI Perjuangan se-Kabupaten Tabanan masa bakti 2025–2030. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, turut dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M, dan jajaran Pengurus, Selasa (24/3). Dimana kegiatan ini juga merupakan salah satu bagian dari penguatan struktur partai.

Dalam arahannya, Wayan Koster menegaskan, bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah perjuangan bagi seluruh kader, sehingga seluruh kader dituntut untuk bekerja nyata dan penuh tanggung jawab. “Saudara-Saudara yang dikukuhkan pada hari ini adalah ujung tombak perjuangan partai di tengah masyarakat, yang akan terus menjaga ideologi partai, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menggerakkan rakyat dengan semangat menyama braya, kebersamaan, dan gotong-royong,” tegasnya.

Koster juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi sebagai dasar pembangunan Bali. Dimana nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam menjaga keseimbangan alam, manusia, dan budaya Bali. “Dengan semangat tersebut, perjuangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Bali harus selalu selaras dengan cita-cita besar menjaga kesucian dan keseimbangan alam Bali sebagaimana visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” pintanya.

Selain itu, Koster juga mengaku bangga terhadap capaian konsolidasi partai di Bali yang dinilai tercepat hingga tingkat bawah. Begitupun aksi-aksi nyata kader di lapangan yang dinilai semakin solid dan terorganisir. “Saya bangga dan bahagia mengukuhkan Saudara menjadi pengurus dan pemimpin partai. Jadilah putra-putri terbaik yang memimpin partai dalam mengabdi kepada tanah air, bangsa, dan negara di wilayah masing-masing,” imbuhnya. 

Sementara itu, I Komang Gede Sanjaya selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan menambahkan, bahwa pengukuhan ribuan pengurus ini menunjukkan kekuatan nyata mesin partai di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, struktur partai yang lengkap hingga tingkat banjar menjadi fondasi utama dalam menjalankan program kerakyatan. Apalagi struktur tersebut didukung oleh kader-kader militan yang siap bergerak dan bekerja untuk kepentingan masyarakat. “Jadi, totalnya berjumlah 5.079 orang, sehingga dengan jumlah sebesar itu buat mesin partai semakin solid dan satu komando, yaitu PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan,” tegasnya.

Adapun komposisinya terdiri atas 21 orang pengurus di tingkat DPC, 110 orang pengurus PAC, kemudian 1.173 orang Pengurus Ranting yang tersebar di 133 desa/kelurahan, serta 3.775 orang pengurus anak ranting yang berada di 810 banjar atau lingkungan. Lebih lanjut, Sanjaya menekankan bahwa soliditas tersebut harus diwujudkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat. Ia berharap seluruh kader mampu menjadi garda terdepan dalam menyerap aspirasi rakyat sekaligus mengawal pembangunan daerah agar sejalan dengan visi partai dan kebutuhan masyarakat Tabanan.

Selama Cuti Bersama Dukcapil Denpasar Layani 273 Dokumen

Laporan Reporter: Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - Selama cuti bersama Idul Fitri menjadi momen bagi warga Denpasar untuk mengurus dokumen kependudukan di Dukcapil yang bertempat di Lumintang, Denpasar Barat. Kondisi ini menjadi waktu luang bagi warga, selain tidak banyak antre juga pelayanan lebih cepat. 

Dalam sehari, pada Senin, 23 Maret tercatat ada 273 layanan yang diberikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Denpasar. Kadis Dukcapil Denpasar, I Dewa Gde Juli Artabrata mengungkapkan, pihaknya memberikan layanan pada 23 dan 24 Maret 2026. Hal ini untuk memberikan kesempatan kepada warga yang ingin mengurus dokumen kependudukan saat libur.

Menurutnya momen cuti bersama ini, warga akan memiliki waktu luang untuk mengurus dokumen kependudukannya. Pelayanan selama cuti bersama ini dibuka mulai pukul 08.00 - 13.00 Wita. Dalam rentang waktu tersebut sebanyak 273 layanan diberikan Dukcapil Denpasar. 

"Pelayanan yang paling mendominasi adalah KTP-EL, di mana terdapat 150 pencetakan kartu dan 28 perekaman data baru. Masyarakat juga mulai memanfaatkan layanan KTP Digital sebanyak 15 layanan. Juga terdapat 16 pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA)," Kata Juli Artabrata.

Selain itu, pihaknya juga memproses 29 permohonan Kartu Keluarga (KK), 15 layanan legalisir, serta 2 dokumen SKPWNI/SKPLN. Beberapa akta meliputi 7 akta kelahiran, 3 akta perkawinan, 2 akta kematian, 2 pengesahan anak, dan 1 kutipan kedua akta perkawinan. Sebanyak 3 layanan untuk pengurusan Surat Keterangan Belum Kawin. 

Lanjutnya, pelayanan saat cuti bersama mengacu pada Surat Edaran Walikota Denpasar Nomor B/000.8.3/117/SETDA Tahun 2026 tentang penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan pegawai dan penyelenggaraan pelayanan publik selama libur nasional dan cuti bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 serta Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Tanggal 23 dan 24 Maret 2026, untuk OPD pelayanan publik tetap melaksanakan pelayanan dari pukul 08.00 - 13.00 Wita. Nantinya, pada 25 Maret 2026, pelayanan akan kembali normal seperti sebelumnya. "Selain layanan publik, ada perangkat daerah yang memberikan layanan administrasi seperti kecamatan, kelurahan, Bapenda, dan DPMPTSP termasuk layanan di Mal Pelayanan Publik Graha Sewaka Dharma," Pungkas Juli Artabrata.

Arus Balik Membludak di Padangbai, Penumpang Sampai Tak Kebagian Tempat Duduk

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini -
Memasuki akhir masa libur panjang, arus balik penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Padangbai, Karangasem, mulai membludak. Lonjakan penumpang yang datang dari Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat, sudah terlihat sejak 23 Maret 2026.

Kepadatan semakin terasa pada Selasa (24/3), saat kapal bersandar di Pelabuhan Padangbai. Penumpang tampak memenuhi badan kapal hingga ke area tempat duduk, bahkan sebagian harus berdiri karena kapasitas yang penuh.

Salah satu penumpang, Sadrika, mengaku tidak mendapatkan tempat duduk akibat padatnya arus balik.

“Penuh, saya sampai tidak dapat tempat duduk,” ungkapnya.

Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Padangbai, Ketut Sugiartono, mengatakan peningkatan jumlah penumpang ini sudah terpantau sejak sehari sebelumnya dan diperkirakan mencapai puncaknya pada 24 hingga 25 Maret 2026.

“Kami sudah mendapat informasi dari Pelabuhan Lembar bahwa arus penumpang menuju Padangbai mulai meningkat sejak tanggal 23 Maret,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak pelabuhan memberlakukan perubahan pola jadwal penyeberangan mulai 24 Maret 2026 pukul 00.00 WITA, dengan waktu bongkar muat kapal diperpanjang menjadi 90 menit.

Selain itu, jumlah trip penyeberangan juga ditambah dari 13 trip menjadi 15 trip per hari guna mengurai kepadatan penumpang dan kendaraan.

“Penambahan trip dan pengaturan waktu bongkar muat ini kami lakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus balik, apalagi cuti bersama akan segera berakhir,” tambah Ketut.

Meski terjadi lonjakan penumpang, situasi di Pelabuhan Padangbai secara umum masih terpantau aman, tertib, dan lancar. Pihak pelabuhan mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti aturan dan memperhatikan jadwal keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan. (Ami)

Senin, 23 Maret 2026

Gelar Upacara Tawur Labuh Gentuh Sasih Kesanga, Pemkab Bangli Harmoniskan Alam Semesta Menjelang Nyepi Caka 1948.

BANGLI , BALI KINI – Suasana khidmat menyelimuti pusat Kota Bangli tepat sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948. Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar Upacara Tawur Labuh Gentuh Sasih Kesanga yang dipusatkan di Catus Pata (Perempatan Agung) Kabupaten Bangli pada Selasa (18/3/2026).

Upacara ini dihadiri langsung oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, didampingi Wakil Bupati I Wayan Diar. Turut hadir pula Ketua DPRD I Ketut Suastika, Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta, serta Sekda Bangli I Dewa Bagus Riana Putra. ​Jajaran Forkopimda, Pimpinan Perangkat Daerah, Ketua PHDI, hingga Ketua MDA Kabupaten Bangli juga tampak hadir bersama tamu undangan lainnya untuk mengikuti persembahyangan bersama.

Tawur Labuh Gentuh merupakan tingkatan upacara Mautama (utama/besar). Dalam prosesinya, digunakan berbagai sarana wewalungan seperti kerbau, sapi, kambing, babi, angsa, itik, dan ayam. Sarana ini menjadi simbol pengurbanan suci kepada Sang Pencipta demi memohon keselamatan, keharmonisan, serta berkah bagi alam semesta beserta isinya.

Rangkaian ritual semakin sakral dengan pementasan Wayang Kulit yang dipentaskan bersamaan dengan Tari Topeng. Sebelum puncak persembahyangan (pemuspaan), warga yang hadir juga disuguhkan penampilan Tari Rejang dan Tari Pendet. 

Kesucian upacara kali ini dipimpin oleh sembilan Sulinggih dari berbagai Geria, dengan Ida Pedanda Gede Putra Manuaba Tajung dari Geria Soka Duwur Kangin Banjar Brahamana Bukit Bangli bertindak sebagai Yajamana. Para Sulinggih lainnya yang turut muput acara ini berasal dari wilayah Bangli hingga Tabanan, memperkuat sinergi spiritual dalam menjaga keseimbangan jagat.

Untuk tahun ini, prosesi Tawur Agung diempon oleh Krama Adat Banjar Blungbang, yang dengan gotong royong memastikan seluruh tahapan upacara berjalan lancar dan khusyuk.

Dengan terlaksananya upacara ini, diharapkan seluruh krama Bangli dapat melaksanakan ibadah Nyepi dengan tenang, damai, dan penuh makna dalam bingkai keharmonisan alam.

Sekda Eddy Mulya Tinjau Beberapa Lokasi Pelayanan Publik Kota Denpasar Saat Periode Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 2026

Denpasar, Bali Kini - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya melakukan peninjauan ke beberapa lokasi pelayanan publik yang ada di Kota Denpasar pada Senin (23/3). Kegiatan ini guna memastikan optimalnya pelayanan publik yang ada di Kota Denpasar selama Cuti Bersama dan Libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H. 


Adapun titik lokasi yang dikunjungi yakni RSUD Wangaya, Kantor Kecamatan Denpasar Utara, Mal Pelayanan Publik (MPP) Sewakadharma, dan Kantor PDAM Kota Denpasar. 

Pada kesempatan itu, Sekda Kota Denpasar, Eddy Mulya berkeliling mengecek berbagai proses pelayanan serta pengurusan administrasi di tiap lokasi. Eddy Mulya juga berkesempatan berinteraksi dengan para warga Kota Denpasar yang sedang melakukan pengurusan administrasi, seperti saat di lokasi MPP Sewaka Dharma. 

Ia juga menyampaikan kepada para petugas disana, bahwa pelayanan kepada masyarakat perlu dilakukan secara cepat, tepat, efektif dan efisien.

"Karena kita disini adalah untuk melayani masyarakat, maka perlu kita upayakan agar pelayanan publik kita tetap optimal, harus cepat, tepat, efektif dan efisien, sehingga masyarakat merasa terbantu dan puas atas pelayanan yang diberikan. Untuk itu pelayanan kesehatan dan kegawatdaruratan serta Mal Pelayanan Publik Sewakadarma Kota Denpasar tetap buka dan melayani masyarakat," ungkap Eddy Mulya. 

Sementara, Kadisdukcapil Kota Denpasar, Dewa Gde Juli Artabrata saat mendampingi pengecekan di MPP Sewakadharma menuturkan pelayanan Disdukcapil Kota Denpasar juga tetap buka saat cuti bersama 

“Jadi masyarakat yang hendak melaksanakan pengurusan administrasi kependudukan bisa datang langsung ke MPP Sewakadharma, karena selama cuti bersama pelayanan kependudukan tetap buka," ujar Dewa Juli. 

Di lokasi lainnya, Kantor Perumda Tirta Sewakadharma (PDAM), didampingi oleh Direktur Teknik PDAM, I Ketut Adi Darmayasa dan Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM, Ni Putu Sri Utami, Sekda Eddy Mulya melakukan pengecekan ke beberapa bagian diantaranya ruang call center, controlling room, dan kasir. 

Saat berkunjung ke RSUD Wangaya, salah satu warga, I Nengah Rini 
mengatakan kepada Sekda Eddy Mulya, bahwa saat ini pelayanan kesehatan di Kota Denpasar telah berjalan dengan baik. 


"Sebagai warga saya sudah mendapatkan pelayanan yang baik di RSUD Wangaya ini. Untuk itu, saya mengharapkan agar kualitas pelayanan di Kota Denpasar dapat terus ditingkatkan," kata Nengah Rini.


Sebagai informasi, lokasi layanan publik seperti MPP Sewakadharma, Kantor Camat, dan Kantor PDAM buka saat cuti bersama di tanggal 23 dan 24 Maret 2026 dengan jam pelayanan terbatas dari pukul 08.00-12.00 Wita. Berkaitan dengan itu, diimbau  kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar agar dapat memanfaatkan pelayanan saat cuti bersama. Hal ini mengingat masyarakat yang tidak mudik memiliki kesempatan untuk memanfaatkan pelayanan dengan optimal. (HumasDps/IND).

MOBIL TERJUN KE JURANG 100 METER DI KUBU, PENGEMUDI TEWAS DI TEMPAT

Karangasem, Bali Kini - Kecelakaan lalu lintas tunggal berujung maut terjadi di Jalan Raya Rendang–Kubu, tepatnya di Banjar Temakung, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Minggu sore (22/3/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.

Sebuah mobil Daihatsu Terios warna hitam dengan nomor polisi DK 1437 ACB yang dikemudikan oleh I Gede Eri Setiawan (31), warga Desa Tianyar, terjun bebas ke jurang sedalam kurang lebih 100 meter.

Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia di tempat dengan sejumlah luka serius, di antaranya luka robek pada dahi, patah pada kedua kaki, serta luka robek pada bagian kaki.

Berdasarkan informasi di lapangan, sebelum kejadian korban melaju dari arah Rendang menuju Kubu. Setibanya di lokasi yang merupakan jalan menikung ke kanan dan berada di tepi jurang, korban diduga tidak mampu mengendalikan kendaraan hingga akhirnya keluar jalur dan jatuh ke jurang tanpa melibatkan kendaraan lain.

Kondisi jalan saat kejadian diketahui beraspal, dalam kondisi basah, serta berada di tikungan yang cukup rawan.

Dari keterangan saksi, korban sebelumnya menghadiri acara di Banjar Dinas Bonyoh, Desa Ban. Korban disebut sempat mengonsumsi minuman keras sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi, serta mengevakuasi korban ke Puskesmas Kubu II.

Kasus kecelakaan ini kini ditangani oleh pihak kepolisian setempat untuk penyelidikan lebih lanjut. (Ami)

Minggu, 22 Maret 2026

Sinergi Lintas Agama Kunci Kekhidmatan Nyepi dan Lebaran 2026, Bupati Kembang Sampaikan Terima Kasih kepada Seluruh Lapisan Masyarakat

Sinergi Lintas Agama Kunci Kekhidmatan Nyepi dan Lebaran 2026, Bupati  Kembang Sampaikan Terima Kasih kepada Seluruh Lapisan Masyarakat

JEMBRANA , BALI KINI – 
Pelaksanaan  Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang berlangsung berdekatan di tahun 2026 mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan minggu ( 22/3).

Ia menilai, suasana khidmat dan kondusif yang tercipta merupakan bukti nyata dari kematangan sosial dan tingginya nilai toleransi yang dimiliki masyarakat Jembrana.

Bupati Kembang Hartawan menyampaikan rasa bangganya melihat bagaimana dua hari besar ini tidak hanya berjalan aman, tetapi juga diwarnai dengan aksi saling dukung antarumat beragama yang sangat menyentuh.


Bupati menekankan bahwa kelancaran ini tidak lepas dari persiapan matang dan kerja keras semua pihak di lapangan.
Berbagai persiapan telah dilakukan sebelumnya, rapat kordinasi dan sosialisasi diantara umat beragama melibatkan tokoh dan serta aparat terkait. 

"Secara khusus, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, Forkopimda Jembrana , unsur pengamanan adat seperti Pecalang, serta para pemuda yang tergabung dalam sekaa truna maupun kelompok remaja masjid. Sinergi ini adalah kunci mengapa Jembrana tetap tenang dan nyaman bagi semua orang untuk beribadah," ujar Bupati Kembang Hartawan.

Bupati juga menyoroti fenomena indah yang terjadi di Desa Air Kuning, di mana seni Rebana mengiringi Ogoh-ogoh dan gamelan Baleganjur menyemarakkan malam Takbiran. Menurutnya, hal ini bukan sekadar kolaborasi seni, melainkan simbol persaudaraan yang melampaui sekat keyakinan.

"Apa yang kita lihat di Air Kuning adalah potret asli Jembrana. Perbedaan bukan menjadi pemisah, melainkan kekayaan yang saling melengkapi. Ketika dentuman Baleganjur bersambut dengan tabuhan Rebana, di sanalah letak kekuatan sosial kita," tambahnya.


Menutup apresiasinya, Bupati berharap agar semangat kebersamaan ini tidak hanya muncul saat momen hari raya saja, melainkan menjadi identitas permanen warga Jembrana dalam kehidupan sehari-hari.
"Kekhidmatan yang kita rasakan tahun ini adalah warisan berharga untuk generasi mendatang. Mari kita jaga terus fondasi toleransi ini agar Jembrana selalu menjadi rumah yang damai bagi siapa saja, apapun latar belakangnya," pungkasnya.( * )

Dipuput Lima Sulinggih, Tawur Agung Kesanga Jembrana 2026 Fokus pada Penyucian Lima Penjuru Alam

Jembrana , Bali Kini  – Puncak upacara Tawur Agung Kesanga Kabupaten Jembrana dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 berlangsung khidmat di Catus Pata Kabupaten Jembrana, Rabu (18/3). 

Prosesi sakral tahun ini menjadi istimewa dengan kehadiran lima Sulinggih yang memuput langsung jalannya upacara untuk memohon harmonisasi alam semesta. Kelima Sulinggih yang memimpin prosesi penyucian tersebut diantaranya Ida Pedanda Gede Oka Darma Manuaba, Ida Shri Bhagawan Jaya Waringin, Ida Rsi Bhujangga Wisnawa Dharma Santika, Ida Pandita Mpu Nabe Rastra Guna Wibawa, dan Ida Sri Mpu Pande Istri Galuh Santika Putri.

Ketua Panitia Tawur Kesanga Kabupaten Jembrana, A.A.B. Hendra Sugihantara Putra, menjelaskan bahwa kehadiran lima Sulinggih ini sejalan dengan penggunaan tingkatan Caru Manca Kelud Jangkep yang disertai lima bebangkit.

"Upacara ini merupakan implementasi dari sastra Agastya Parwa, sebagai upaya nyomiang bhuta kala (menetralisir kekuatan negatif) dan membayar hutang hidup kepada alam semesta agar dapat mencapai kesejahteraan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit sebelum kita melaksanakan Catur Brata Panyepian.

Prosesi Hari Suci Nyepi tahun ini yang sudah dimulai dari pelaksanaan Melasti di pesisir pantai. Setelah rangkaian Tawur Agung di Catus Pata ini selesai, akan dilanjutkan dengan upacara Pengerupukan di masing-masing rumah atau banjar agar aura negatif dapat diredam. 

Upacara yang dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Ketua TP PKK, serta jajaran Forkopimda dan tokoh umat ini, bertujuan untuk "membayar hutang hidup" kepada alam semesta sebelum umat Hindu memasuki masa hening Catur Brata Panyepian.

"Puncaknya, pada hari Kamis, 19 Maret 2026, kita semua akan melaksanakan Catur Brata Panyepian yaitu Amati Geni Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan sebagai upaya pengendalian diri total selama dua puluh empat jam," imbuhnya.

Senada, Ketua PHDI Jembrana, I Wayan Windra, menambahkan bahwa inti dari Tawur Agung di Catus Pata yang dipuput para Sulinggih ini adalah proses Nyomia.

"Tujuannya tidak lain untuk mensterilkan segala bentuk kekotoran dan penyakit. Segala bencana kita mohonkan agar dinetralisir agar Bhuta Ya menjadi Dewa Ya. Kita ingin memulai Tahun Baru Saka 1948 dengan kondisi yang bersih, indah, dan damai, tanpa ada lagi pikiran duka," ungkap Windra.

Di tengah suasana religius tersebut, pesan penting disampaikan untuk lebih meningkatkan toleransi. Mengingat Hari Suci Nyepi tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan, masyarakat diminta terus memperkuat moderasi beragama.

"Momentum ini adalah wadah introspeksi untuk meningkatkan persaudaraan menuju Jembrana yang Maju, Harmoni, dan Bermartabat, melalui pembangunan Manusia, Alam, dan Budaya yang utama," tutup Hendra.

Setelah rangkaian di Catus Pata usai, masyarakat akan melanjutkan dengan upacara Pengerupukan di masing-masing banjar, sebelum melaksanakan pengendalian diri total melalui Catur Brata Panyepian pada Kamis, 19 Maret 2026. (*)

Pemkot Denpasar Gelar Tawur Agung Tilem Kesanga di Kawasan Catus Pata Patung Catur Muka.

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat menghadiri dan mengikuti prosesi Tawur Agung Kesanga serangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 di Kota Denpasar berlangsung bertepatan dengan Tilem Sasih Kesanga, di Kawasan Catus Pata Catur Muka Denpasar, Rabu (18/3). 

Denpasar, Bali Kini - Prosesi Tawur Agung Kesanga serangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 di Kota Denpasar berlangsung bertepatan dengan Tilem Sasih Kesanga, di Kawasan Catus Pata Catur Muka Denpasar, Rabu (18/3). Diringi suara Gambelan, Kekidungan, Rejang Renteng, Rejang Dewa, Baris Gede dan Topeng Wali, upacara Tawur Agung ini berlangsung khidmat yang dipuput 6 sulinggih Sarwa Sadhaka. 

Tak sedikit umat Hindu Kota Denpasar dan perwakilan Desa Adat se-Kota Denpasar  yang mengikuti rangkaian prosesi Tawur hingga selesai. Hadir langsung di tengah masyarakat, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, serta Dandim 1611 Badung, Kolonel Inf. Putu Tangkas Wiratawan. 

Tampak pula Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, Forkopimda Kota Denpasar, pimpinan OPD, Perwakilan Bandesa serta umat sedharma. Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara bersama jajaran turut nyaksiang dan mengikuti seluruh prosesi yang diakhiri dengan mendem Tawur di kawasan Catus Pata Catur Muka Denpasar. 

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat diwawancarai menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Tawur Agung Tilem Kesanga serangkaian Hari Suci Nyepi. Dimana, setelah Tawur Kesanga, prosesi dilanjutkan dengan malam Pangerupukan yang identik dengan pengarakan ogoh-ogoh sebagai prosesi nyomya Bhutakala. 

Jaya Negara menekankan, pelaksanaan malam Pangerupukan dan Nyepi diserahkan kepada Desa Adat yang disesuaikan dengan Dresta, Adat Istiadat dan Awig yang berlaku. Namun demikian, pada tahun ini terdapat Perda Kota Denpasar Nomor 9 Tahun 2024 tentang Pelestarian Ogoh-Ogoh. Hal ini dilaksanakan agar adat dan budaya Bali tetap ajeg lestari yang dibentengi dengan Desa Adat. 

"Mari kita laksanakan malam Pangerupukan dan Catur Brata Penyepian ini dengan khidmat, dengan penuh rasa tanggung jawab agar pelaksanaannya lancar, tertib, aman dan kondusif," jelasnya.

Sementara, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, IB Alit Antara mengatakan, Upacara Tawur Agung Tilem Kesanga Kota Denpasar serangkaian Nyepi Caka 1948 ini  sudah dimulai sejak tanggal 3 Maret 2026 dengan mepiuning, dilanjutkan dengan Nyukat Genah di Timur Laut Patung Catur Muka pada 10 Maret 2026. Sedangkan runtutan acara lainnya seperti Ngingsah dan Mapepada telah dilaksanakan di Pura Agung Jagatnatha Denpasar. 

Dikatakannya, adapun Sarwa Sadhaka yang muput pelaksanaan Tawur Agung Kesanga di Kota Denpasar yakni Ida Pedanda Putra Telaga, Ida Pedanda Gede Mas Jelantik, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, Ida Jro Dukuh Udhalaka Dharma, Sira Empu Dharma Sunu dan Ida Pandita Mpu Dhaksa Siwa Putra Santhi Yoga. 

"Tentunya kami berharap kerjasama semua pihak sehingga Rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 berjalan lancar, aman dan kondusif,” ujarnya 

Untuk diketahui, dalam rangkaian Nyepi Caka 1948 Tahun 2026 terdapat beberapa rangkaian utama. Dimana, Nyepi Sipeng dilaksanakan pada 19 Maret 2026 selama sehari penuh atau 24 jam sejak pukul 06.00 Wita sampai dengan pukul 06.00 Wita keesokan harinya, dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Yakni Amati Gni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan. (Ags).

Bag Komposter Jadi Solusi, Pemkot dan PKK Denpasar Edukasi Warga Dentim

Ket. Foto : Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pembagian bag komposter yang digelar di Banjar Peken, Desa Sumerta Kaja, serta Banjar Kedaton, Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur yang dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, 
Minggu (22/3).


Denpasar , Bali Kini -  Pemerintah Kota Denpasar bersama Tim Penggerak (TP) PKK terus memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan pembagian bag komposter yang digelar di Banjar Peken, Desa Sumerta Kaja, serta Banjar Kedaton, Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Minggu (22/3).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih lingkungan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLHK Kota Denpasar, Ida Ayu Widhiyanasari, Sekretaris TP PKK Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari, serta Sekcam Denpasar Timur.

Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menegaskan bahwa peran keluarga, khususnya ibu rumah tangga, menjadi kunci dalam pengelolaan sampah dari rumah. Ny. Antari Jaya Negara mengajak masyarakat untuk mulai dari hal sederhana, yakni memilah sampah organik dan anorganik serta memanfaatkan bag komposter.

“Saya sendiri sudah menggunakan bag komposter di rumah. Ini langkah kecil, tetapi sangat berdampak. Jika dimulai dari diri sendiri, sampah organik tidak akan menumpuk,” ujar Ny. Antari Jaya Negara.

Selebihnya, Ny. Antari Jaya Negara juga mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan hidup ramah lingkungan, seperti membawa tas belanja sendiri dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Terlebih, mulai 1 April 2026, TPA Suwung tidak lagi menerima sampah organik, sehingga pengelolaan dari sumber menjadi kebutuhan mendesak.

Sementara itu, Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLHK Denpasar, Ida Ayu Widhiyanasari, menjelaskan secara teknis penggunaan bag komposter kepada masyarakat. Menurutnya, bag komposter dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, sayur, dan kulit buah.

Namun demikian, ia mengingatkan agar tidak memasukkan limbah seperti tulang, minyak, dan susu karena dapat menimbulkan bau. “Jika digunakan dengan benar, kompos sudah bisa dipanen dalam waktu sekitar satu bulan. Ini solusi sederhana untuk mengurangi timbulan sampah dari rumah tangga,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahaya membakar sampah plastik yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan, serta mengajak masyarakat untuk terus belajar dan konsisten dalam memilah sampah.

Perbekel Desa Sumerta Kaja, I Gusti Ngurah Mayun, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkot Denpasar dalam penanganan sampah melalui pembagian bag komposter. Ia menyebutkan bahwa pihak desa juga telah mengembangkan program teba modern serta mengoptimalkan TPS3R sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah.

“Kami berharap penanganan sampah ini dapat dilakukan bersama-sama dengan dukungan masyarakat. Paling tidak, kita bisa menekan timbulan sampah dari sumber,” ujarnya. (*)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved