-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Kamis, 02 April 2026

Menkum RI Serahkan Sertifikat KIK Kesenian Jegog Jembrana

Jembrana , Bali Kini- Kementrian Hukum Republik Indonesia  menyerahkan sertifikat menyerahkan sertifikat kekayaan intelektual komunal (KIK) kesenian Jegog kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Penyerahan dilakukan oleh Menkum RI, Supratman Andi Agtas kepada Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dalam acara Penyerahan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual Provinsi Bali tahun 2026 bertempat di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Klungkung, Bali, Rabu (1/4/2026).

Sertifikat hak cipta juga diterima oleh dr. Luh Wayan Sriadi atas brand " Putri Mas" yang berfokus pada kerajinan tenun/songket khas Jembrana.

Hadir juga pada acara tersebut, Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri yang juga sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta, Bupati/Walikota se-Bali, jajaran Kanwil Kementrian Hukum Provinsi Bali.


Menkum, Supratman Andi Agtas menyampaikan bahwa pelindungan terhadap kekayaan budaya daerah merupakan bagian dari kehadiran negara dalam menjaga warisan leluhur agar tidak hanya lestari, tetapi juga memiliki nilai tambah ekonomi dan daya saing global.


“Sertifikat ini bukan sekadar simbol legalitas, tetapi juga bentuk penghargaan atas identitas budaya masyarakat Bali dan Jembrana pada khususnya yakni kesenian Jegog. Tradisi ini memiliki nilai sosial dan spiritual yang harus dijaga bersama,” tegasnya.


Bupati Kembang Hartawan yang didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan negara dalam hal ini Kementrian Hukum dalam mendukung dalam pelestarian budaya lokal.

“Atas nama masyarakat Jembrana, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Hukum atas pelindungan hukum terhadap kesenian jegog. Ini menjadi kebanggaan sekaligus semangat bagi kami untuk terus menjaga budaya daerah,” ungkapnya.

Ia juga mendorong agar tradisi yang telah tercatat secara resmi ini dapat terus dikembangkan, tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai potensi ekonomi kreatif dan daya tarik pariwisata.

Dengan adanya pencatatan resmi ini, diharapkan kesenian jegog dapat semakin mendunia, terlindungi secara hukum, dan menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional yang mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah. ( * )

Sekda Eddy Mulya Tutup Porsenijar Kota Denpasar Tahun 2026

Ket. Foto :Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya tutup Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kota Denpasar tahun 2026 di GOR Lila Buana Denpasar, Kamis (2/4). 

Denpasar, Bali Kini - Setelah berlangsung selama sepekan, gelaran Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kota Denpasar tahun 2026 resmi ditutup Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya di GOR Lila Buana Denpasar, Kamis (2/4). 

Adapun hasil dari Porsenijar Kota Denpasar Tahun 2026, adalah sebagai berikut, Juara umum I cabang olahraga tingkat SMA/SMK diraih SMAN 2 Denpasar ,Juara umum I tingkat SMP diraih SMPN 3 Denpasar dan Juara Umum I tingkat SD diraih Kecamatan Denpasar Selatan. 

Sedangkan untuk juara umum cabang seni tingkat SMA/SMK juara umum diraih SMA N 4 Denpasar , juara umum cabang seni tingkat SMP diraih SMP N 2 Denpasar dan juara umum cabang seni tingkat TK dan SD diraih Kecamatan Denpasar Timur. 

Untuk kategori atlet terbaik, diraih oleh  Ni Made Devkanya Nandita dalam cabor catur dari SD Saraswati 1, I Putu Balaram Aryadi cabor sepak bola dari SD Hainan School, Ni Made Nila Wati Sukma Dewi cabor sepak takraw dari SMPN 2, I Gusti Ngurah Taruna Hartawan cabor pentaque dari SMPN 14, Ni Luh Gede Ayu Suniartini cabor woodball dari SMKN 7, dan AAN Setia Parawangsa cabor pickle ball dari SMA Kristen Harapan. 


Pada kesempatan tersebut, Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya menyerahkan langsung  trophy, piagam dan uang pembinaan bagi para pemenang dan atlet terbaik di setiap kategorinya. 

Sekda Eddy Mulya juga mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang dan atlet terbaik di Porsenijar Kota Denpasar Tahun 2026 sembari juga memberi support bagi yang belum memenuhi target juara agar tetap semangat berlatih menatap event selanjutnya. 


Porsenijar Kota Denpasar Tahun 2026 seperti sebelum-sebelumnya, diharapkan dapat terus mendorong dan memberdayakan olahraga dan seni pelajar sebagai bagian strategis bagi pencapaian pretasi dan meningkatkan kesadaran anak-anak kita akan arti penting seni dan olahraga bagi peningkatan prestasi.


"Pelaksanaan Porsenijar Denpasar 2026 telah menghasilkan para juara terbaik,  diharapkan selanjutnya dapat dibina untuk kedepannya agar dapat mewakili Kota Denpasar di berbagai ajang multievent," ujar Eddy Mulya. 

Lebih lanjut  Eddy Mulya  mengatakan  kemenangan yang diraih hendaknya tidak membuat cepat berpuas diri, namun menjadi modal meraih prestasi yang lebih tinggi lagi diajang yang lebih prestisius lagi.
Sementara Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Denpasar, A.A Gede Wiratama didampingi Ketua Panitia Pelaksana, I Wayan Eka Apriana mengatakan, Porsenijar Kota Denpasar Tahun 2026 telah dilaksanakan dari tanggal 26 Maret 2026 lalu, dan ditutup pada 2 April 2026. 


"Kami selaku panitia penyelenggara mengucapkan selamat kepada para juara dan juga terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pihak yang telah membantu menyukseskan Porsenijar Kota Denpasar Tahun 2026 ini," ujarnya. (Eka)

Gubernur Koster: Karya IBTK di Besakih harus Berjalan Tertib dan Khidmat

Karangasem , Bali Kini – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pelaksanaan upacara karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih harus berlangsung dengan sebaik-baiknya, tertib, dan penuh khidmat tanpa gangguan selama rangkaian upacara berlangsung.

Penegasan tersebut disampaikan dalam sambrama wacana saat puncak karya yang digelar pada Kamis (2/4/2026), bertepatan dengan Hari Purnama Kedasa. Dalam kesempatan itu, Koster menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh dari seluruh pihak mengingat Besakih merupakan pura terbesar dan paling suci di Bali yang menjadi pusat persembahyangan umat Hindu, tidak hanya dari Bali tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

“Upacara karya ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi gangguan selama pelaksanaannya,” tegasnya.

Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan berbagai langkah strategis guna memastikan kenyamanan umat selama pelaksanaan karya yang berlangsung selama 21 hari hingga 23 April 2026. Pemerintah menyiapkan fasilitas penunjang termasuk layanan transportasi khusus bagi lansia, ibu hamil, serta pemedek berkebutuhan khusus dari area parkir menuju lokasi utama persembahyangan. 

Selain itu, pengaturan jadwal kedatangan umat dari seluruh kabupaten dan kota di Bali hingga luar daerah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara dilakukan secara ketat untuk menghindari kepadatan di kawasan suci Besakih.

Dalam sambutannya, Koster juga menyoroti keberlanjutan penataan kawasan Besakih yang saat ini memasuki tahap kedua. Setelah tahap pertama rampung pada 2022 dengan anggaran sekitar Rp 800 miliar, tahap lanjutan difokuskan pada penataan 26 titik pelinggih dengan anggaran sekitar Rp 203 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Bali. Ia menegaskan bahwa seluruh penataan dilakukan dengan menjaga nilai historis, arsitektur, dan keseragaman estetika kawasan.

Menurutnya, tidak boleh ada lagi perbedaan mencolok dalam bahan maupun warna bangunan di kawasan Besakih, sehingga seluruhnya harus serasi dan tetap mencerminkan keaslian kawasan suci tersebut.

*Penataan Akses Jalan Menuju Besakih*

Lebih lanjut, Koster mengungkapkan rencana tahap ketiga berupa penataan akses jalan menuju Besakih dari berbagai arah seperti Klungkung dan Bangli. 

Studi perencanaan akan dimulai pada 2026 hingga 2027, dengan target pembangunan dimulai pada 2028 dan rampung pada 2030 guna mengatasi potensi kemacetan di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi kinerja Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih yang sejak dibentuk pada 2023 telah menunjukkan hasil positif dengan pendapatan mencapai Rp14,5 miliar pada 2025. Pendapatan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan upacara, membantu desa adat dan desa dinas, serta kebutuhan operasional kawasan.

 Pemerintah Provinsi Bali juga memberikan bantuan khusus sebesar Rp 3,2 miliar untuk mendukung pelaksanaan karya IBTK tahun ini.

Di tengah dinamika global, Koster turut menegaskan bahwa kondisi Bali tetap aman dan kondusif. Hingga 31 Maret 2026, kunjungan wisatawan ke Bali mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan wisatawan domestik meningkat hingga 31 persen, yang menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang dicintai.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga terus mempercepat penanganan sampah dengan kebijakan bahwa Tempat Pembuangan Sementara ke depan hanya menerima sampah residu dan ditargetkan ditutup sepenuhnya pada Agustus 2026. 

Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik juga akan dimulai pada pertengahan 2026 dan ditargetkan selesai pada 2027, sehingga pada 2028 seluruh sampah di Bali dapat diolah menjadi energi.

Sementara itu, rangkaian puncak karya Ida Bhatara Turun Kabeh dipuput oleh 33 orang sulinggih yang merupakan representasi seluruh wilayah Bali. 

Para sulinggih memimpin prosesi di berbagai titik utama di kawasan Besakih, termasuk Penataran Agung sebagai pusat utama kegiatan, sejumlah pura di kawasan Catur Lawa dan Catur Dala, serta pedharman yang menjadi bagian dari kompleks Pura Agung Besakih.

Rangkaian upacara pada puncak karya berlangsung khidmat diawali dengan persembahyangan bersama, dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Bali, penyerahan dana simbolis kepada Jro Bendesa, prosesi nunas tirta, nedunang Ida Bhatara ke Paselang, dan ditutup dengan persembahyangan bersama.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Anggota DPRD Bali Ni Made  Sumiati, Bupati Karangasem beserta Wakil Bupati Karangasem, Bupati Buleleng, Bupati Klungkung serta Sekretaris Daerah Buleleng dan Bangli. Hadir pula Ketua PHDI Bali Jro Mangku Kenak dan Ketua PHRI Bali sekaligus Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Di akhir sambutannya, Gubernur Koster mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Bali agar tetap aman, bersih, dan harmonis, serta berharap seluruh rangkaian karya Ida Bhatara Turun Kabeh tahun ini berjalan lancar dan sukses serta membawa kebaikan bagi Bali dan seluruh masyarakat.(*)

Perkuat HKI Pelaku UMKM Bali, Presiden RI ke-5 Megawati Minta HKI Harus Gencar di Sosialiasikan


KLUNGKUNG , Bali Kini - Presiden ke-5 Republik Indonesia, Prof. Dr. (HC). Hj. Ibu Megawati Soekarnoputri menghadiri Temu Wicara dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Manajemen Usaha pada, Rabu (Buda Pon, Watugunung), 1 April 2026 di Kabupaten Klungkung.

Kehadiran Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia, didampingi langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta di Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali, Pantai Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.

Dalam Temu Wicara tersebut, pelaku UMKM yang memiliki produk kerajinan Seni Lukis Kamasan Bali, Tenun Songket, Kuliner, sampai Handycraft ini mendapatkan kesempatan langsung berdiskusi dengan Ibu Megawati Soekarnoputri. 

"Saya memilih Bali dalam kegiatan temu wicara bersama pelaku UMKM, karena Bali dikenal oleh banyak orang asing di dunia, selain untuk berlibur, produk kerajinan Bali juga digunakan oleh masyarakat luar, seperti contohnya Dior yang menggunakan kain tenun Endek Bali dalam koleksi produknya," ujar Megawati Soekarnoputri seraya menegaskan, karena itu Kain Tenun Endek Bali harus dilindungi dengan Hak Paten.

Lebih lanjut, Presiden ke-5 Republik Indonesia ini juga mengajak Gubernur Bali dan Bupati/Walikota se-Bali bersama pelaku UMKM untuk bersatu bergotong royong dalam menguatkan perekonomian dengan memiliki kreatifitas. 

"Kita harus bergotong royong dari hulu sampai hilir, salah satunya dengan menggandeng pemilik hotel/restaurant, untuk memanfaatkan produk hasil pertanian," jelasnya dalam diskusi yang menghadirkan panelis dari Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, Sp.,M.Si, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementrian Hukum RI, Hermansyah Siregar, S.H.,M.H., Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Kementrian Ekonomi Kreatif RI, Cecep Rukendi, S.Sos.,M.BA., Deputi Bidang Usaha Mikro, Kementrian UMKM RI, M. Riza Adha Damanik, S.T.,M.Si.,PH.D.,IPU, dan disaksikan langsung oleh Bupati/Walikota se-Bali. 

Sebagai penutup, Ketua Dewan Pengarah BRIN Republik Indonesia ini meminta Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementrian Hukum RI, Hermansyah Siregar, S.H.,M.H untuk terus mensosialisasikan Hak Kekayaan Intelektual ke masyarakat dan khususnya pelaku UMKM dengan memberikan kepastian perlindungan hukum yang berkeadilan. 

"Kita ini dalam sejarah bangsa, adalah sebuah bangsa yang memiliki seni budaya dengan kekayaan yang sangat luar biasa. Karena itu, Saya tegaskan kekayaan kita harus dilindungi, karena HKI sudah menjadi bagian dari hukum internasional. Ini penting dan HKI harus disosialisasikan dengan gencar, apalagi HKI memberikan manfaat kompensasi royalti seumur hidup kepada pencipta atas penggunaan karya mereka," pesannya sembari meminta agar Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan pertemuan kembali dengan pelaku UMKM, untuk memprogramkan hasil pertemuan hari ini.(*)

Perbaikan Jalan, PUPR Denpasar Anggarkan Rp 203 Miliar

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini -  Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merealisasikan perbaikan 10 ruas jalan di tahun ini. Total anggaran yang disiapkan dalam perbaikan mencapai Rp203 miliar. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar A.A Ngurah Bagus Airawata, Rabu (1/4). 

Dikatakannya saat ini progres perbaikan ruas jalan tersebut masih dalam proses tender pengawasan yang nantinya akan menyusul tender fisik. "Target di bulan Mei sudah diselesaikan tendernya, jadi paling lambat Juni sudah mulai fisik," ungkapnya. 
Untuk 10 ruas jalan yang akan diperbaiki, rekontruksi atau peningkatan jalan dan pembuatan trotoar di Jalan Tangkuban Perahu (Utara), Kecamatan Denpasar Barat sepanjang 3,38 kilometer dengan pagu anggaran Rp38,96 miliar. Selanjutnya Rekontruksi jalan kawasan Jalan Suradipa dan Jalan Tunjung Tutur di Kecamatan Denpasar Utara sepanjang 3,4 kilometer dengan pagu anggaran Rp17,89 miliar.
Untuk rekontruksi jalan dan pembuatan trotoar Jalan Pulau Saelus di Kecamatan Denpasar Selatan sepanjang 1 kilometer dengan pagu anggaran Rp13,4 miliar. Rekontruksi jalan juga menyasar Jalan Tukad Citarum, Kecamatan Denpasar Selatan sepanjang 800 meter dengan pagu anggaran Rp4,93 miliar. 
Selain itu rekontruksi turut menyasar kawasan Jalan Buana Kubu di Kecamatan Denpasar Barat sepanjang 667 meter dengan pagu anggaran Rp6,3 miliar.  Untuk rehabilitasi jalan, tahun ini PUPR Kota Denpasar juga melakukan pada beberapa jalan diantaranya, rehabilitasi jalan dan penataan pedestrian Kawasan Jalan Hang Tuah Timur di Kecamatan Denpasar Selatan sepanjang 365 meter dengan pagu anggaran Rp13 miliar. 
Kemudian Rehabilitasi kawasan Jalan Tukad Badung sepanjang 2.346 meter dengan pagu anggaran Rp10,2 miliar. Selanjutnya Rehabilitasi Jalan Gemitir di Kecamatan Denpasar Timur sepanjang 2.081 meter dengan pagu Rp3,567 miliar. 
Rehabilitasi juga menyasar Jalan dan Penataan Kawasan Sanur Kecamatan Denpasar Selatan. 
Proyek lanjutan di Jalan Danau Toba ini sepanjang 1,5 kilometer dengan pagu anggaran Rp24,7 miliar. Terakhir Rehabilitasi dan penataan kawasan pusat kota sepanjang 2,5 kilometer dengan pagu anggaran Rp83,85 miliar.

Rabu, 01 April 2026

Temu Wicara HAKI di Bali, Sanjaya Terima Sertifikat HAKI Pengakuan “Jineng dan Entil” sebagai HAKI KOMUNAL Ekspresi Budaya Tradisional dan Pengetahuan Tradisional

Tabanan , Bali Kini — Komitmen memperkuat ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual kembali ditegaskan dalam Temu Wicara UMKM terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Manajemen Usaha yang digelar di Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali, Rabu (1/4). Dalam momentum strategis tersebut, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, serta Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, S.Sos., turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang dirangkaikan dengan penyerahan Sertifikat HKI Provinsi Bali Tahun 2026 serta kunjungan ke pameran UMKM berbasis kekayaan intelektual di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kabupaten Klungkung.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Megawati Soekarnoputri, Menteri Hukum RI, Kepala BRIN, anggota DPR RI, Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, serta para kepala daerah se-Bali beserta jajaran. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendorong perlindungan kekayaan intelektual sebagai fondasi penguatan ekonomi kreatif di daerah.

Dalam sambutannya, Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual sebagai bagian dari kedaulatan bangsa. Ia mengapresiasi Bali sebagai ruang tumbuhnya kreativitas dan ekonomi, sekaligus mengingatkan bahwa kekayaan seni, budaya, dan sumber daya Indonesia harus dijaga dengan serius. “Kekayaan kita luar biasa, maka harus dilindungi. HAKI ini sudah menjadi hukum internasional,” ujarnya, sembari menekankan pentingnya sosialisasi dilakukan secara masif agar tidak ada klaim dari pihak lain.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan secara simbolis 146 sertifikat HAKI kepada para penerima. Hingga triwulan pertama tahun 2026, tercatat sebanyak 5.003 permohonan HAKI telah masuk, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan karya. Dalam rangkaian acara itu pula, Bupati Sanjaya menerima Sertifikat HAKI atas nama masyarakat adat Kabupaten Tabanan dalam kategori ekspresi budaya tradisional dengan judul “Jineng”.

Tak hanya itu, sebagai bentuk pengakuan pengetahuan tradisional, “Entil” yang merupakan kuliner khas Kabupaten Tabanan, khususnya dari Kecamatan Pupuan dan Penebel, juga memperoleh perlindungan HKI yang diterima langsung oleh Bendesa Adat Sanda, Pupuan. Hal ini semakin mempertegas bahwa potensi lokal Tabanan tidak hanya kaya secara budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Sanjaya menegaskan bahwa “Jineng” tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga merepresentasikan identitas Tabanan sebagai lumbung pangan Bali. pihaknya menegaskan HAKI bukan sekadar pengakuan, tetapi perlindungan atas jati diri kearifan lokal masyarakat Tabanan.“ Jineng adalah simbol kearifan lokal masyarakat Tabanan dalam menjaga ketahanan pangan. Ini harus kita jaga, kita lindungi, dan kita dorong menjadi kekuatan ekonomi berbasis budaya,” tegas Sanjaya

Klungkung Jadi Tuan Rumah Penyerahan Sertifikat HAKI oleh Megawati Soekarnoputri, Bupati Satria: Motivasi Pengusaha Terus Berinovasi

KLUNGKUNG , Bali Kini - Kabupaten Klungkung mendapat kehormatan menjadi pusat penyerahan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) tingkat Provinsi Bali. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus Presiden Kelima Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri, di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (1/4).

Dalam acara tersebut, tercatat sebanyak 146 sertifikat HAKI diserahkan kepada para pelaku usaha dan inovator di seluruh Bali. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Klungkung berhasil mendominasi dengan perolehan 36 sertifikat.
Kebanggaan dan Komitmen Daerah

Bupati Klungkung, I Made Satria, mengungkapkan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Klungkung sebagai tuan rumah acara bergengsi ini. Menurutnya, kehadiran tokoh nasional seperti Megawati Soekarnoputri memberikan energi positif bagi iklim inovasi di Klungkung. 

"Merupakan suatu kehormatan luar biasa Klungkung ditunjuk sebagai tempat penyerahan sertifikat HAKI ini. Ini bukan sekadar seremoni, tapi bukti bahwa inovasi di Klungkung siap menjadi yang terdepan di Provinsi Bali," ujar Bupati Satria.

Bupati menambahkan bahwa capaian ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi para pengusaha lokal lainnya untuk melegalkan karya mereka.
"Kami ingin memotivasi seluruh pengusaha untuk terus berinovasi dan berkarya tanpa ragu, karena perlindungan hukum atas karya intelektual sangatlah penting," imbuhnya.

Penyerahan sertifikat ini bukan hanya soal pengakuan hak cipta, tetapi juga membuka pintu kesejahteraan bagi para pemiliknya. Pengusaha yang telah mengantongi sertifikat HAKI akan mendapatkan perhatian khusus dari BRIN, mulai dari kemudahan akses permodalan hingga pendampingan usaha.
"Sertifikat HAKI ini adalah jaminan. Dengan ini, pelaku usaha memiliki nilai tawar lebih dan bisa mendapatkan dukungan strategis dari pemerintah pusat maupun lembaga riset," tegas Bupati Satria.

Pada hari yang sama, juga diisi acara Temu Wicara dengan UMKM mengenai Hak Kekayaan Intelektual dan Manajemen Usaha yang berlangsung di Wyndham Tamansari Jivva Resort, Desa Lepang, Kecamatan Banjarangkan.

Dalam forum tersebut, para pelaku UMKM berdiskusi langsung dengan para mentor mengenai tantangan manajemen usaha di era digital. Kegiatan ini bertujuan untuk menyinkronkan pemahaman pelaku UMKM agar tidak hanya kreatif dalam berproduksi, tetapi juga tertib secara administrasi dan cerdas dalam mengelola manajemen bisnis. (*)

Bupati Kembang Serahkan Hibah Rp 100 Juta Karya Ngusaba di Mengenuanyar, Wujud Dukungan Pelestarian Adat dan Budaya

Jembrana , Bali Kini  - Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menyerahkan hibah Rp. 100 juta untuk mendukung pelaksanaan karya Ngusaba Desa, Ngusaba Nini dan Piodalan Purnama Kedasa di Pura Desa dan Puseh di Desa Adat Mengenuanyar, Desa Pengeragoan, Pekutatan, Selasa (31/3/2026).

Bantuan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali yang terus hidup di tengah masyarakat.

Penyerahan hibah dilakukan secara langsung oleh bupati saat menghadiri rangkaian upacara pujawali yang berlangsung khidmat dan dihadiri oleh krama adat serta tokoh masyarakat setempat. Suasana sakral terasa kental dengan berbagai rangkaian upacara yang dijalankan sesuai dengan tradisi setempat.

Bupati Kembang Hartawan yang didampingi Anggota DPRD Jembrana mengatakan bahwa keberadaan pura dan pelaksanaan karya pujawali tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Bali.

“Pemerintah daerah akan terus hadir mendukung kegiatan keagamaan dan adat seperti ini. Pujawali bukan hanya ritual, tetapi juga menjadi perekat kebersamaan masyarakat,” ujar bupati.

Ia menambahkan, hibah yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban krama dalam menyelenggarakan upacara, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Selain itu, bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan yang telah menjadi warisan leluhur.

“Semangat ngayah dan gotong royong harus terus kita jaga. Inilah kekuatan utama masyarakat Bali,” tambahnya.

Selain di Desa Adat Mengenuanyar, Bupati Kembang Hartawan juga menghadiri piodalan di Pura Luhur Puncak Berangbang Agung, Desa Adat Berangbang. 

Hadir Pula, Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, jajaran Forkopimda Jembrana, Ida Cokorda Mengwi, Mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Indugosa, Ketua MDA dan PHDI Jembrana, serta perwakilan puri yang ada di Bali dan Jembrana khususnya.

Disana, Bupati Kembang juga menyerahkan punia sebesar Rp. 50 juta dan Rp. 10 juta dukungan biaya pementasan seni. 

Kembang mengaku bangga bisa hadir di tengah-tengah masyarakat untuk bisa meringankan beban masyarakat Desa Berangbang dalam melaksanakan rangkaian pujawali di Pura Luhur Puncak Berangbang Agung ini.

"Astungkara, rangkaian demi rangkaian dewa yadnya yang berlangsung dapat berjalan dengan lancar dan labda karya. Semoga lewat bhakti tulus iklan kita ini, Ida Bhatara-Bhatari yang berstana di pura ini memberikan keselematan dan kerahayuan untuk kita semua masyarakat Jembrana," ungkapnya.


Sementara itu, bendesa adat setempat menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan karya pujawali.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah, diharapkan pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di Kabupaten Jembrana dapat terus berjalan dengan baik. ( * )

Wawali Arya Wibawa Terima Serifikat HAKI Tari Sekar Jempiring Kota Denpasar.

Klungkung, Bali Kini - Penyerahan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Tingkat Provinsi Bali tahun 2026 diselenggarakan di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kabupaten Klungkung, Rabu (1/4).

Sebelumnya di hari yang sama juga dilaksanakan Temu Wicara dengan pelaku UMKM mengenai Hak Kekayaan Intelektual dan Manajemen Usaha Bali di Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali Klungkung. 

Penyerahan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Tingkat Provinsi Bali tahun 2026 ini merupakan pengakuan yang diberikan kepada sejumlah karya meliputi berbagai bidang mulai dari seni rupa, kriya, tari hingga ekspresi budaya tradisional di Bali. 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang juga Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. 

Hadir pula Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, Kepala BRIN Arif Satria, Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif RI dan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM RI. 

Selain itu, hadir pula Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta serta pimpinan daerah se- Provinsi Bali dan Ibu Bintang Puspayoga. Sementara itu, dalam hal ini Pemerintah Kota Denpasar sendiri diwakili Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. 

Pada kesempatan itu, Tari (Sendra Tari) asal Kota Denpasar yakni dengan judul ciptaan Tari Maskot Kota Denpasar Tari Sekar Jempiring ciptaan I Ketut Suandita, S.Sn dan Ida Ayu Wayan Arya Satyani asal Jalan Sulatri No. 36, Banjar Kehen, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, berhasil meraih sertifikat HAKI melalui Surat Pencatatan Ciptaan sebagai bentuk pengakuan dan perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual tersebut. 

Sertifikat HAKI melalui Surat Pencatatan Ciptaan Tari Sekar Jempiring ini diserahkan langsung oleh Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas dan diterima oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. 

Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri dalam arahannya memaparkan berbagai strategi terkait pengembangan UMKM dan bagaimana UMKM harus adaptif terhadap dinamika yang ada saat ini. 

"Bagaimana perlu ditekankan disini peran serta proaktif Kepala Daerah dalam memaksimalkan setiap potensi UMKM yang ada disetiap daerah di Bali. Selain juga para pelaku UMKM ini harus adaptif terhadap setiap perubahan yang ada misalnya fenomena sosial media dan digitalisasi yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan UMKM di Bali," ujarnya. 

Megawati Soekarnoputri juga menekankan BRIDA berperan penting untuk menghubungkan hulu dan hilir terkait pengembangan UMKM. 

"Terkait Penyerahan Sertifikat HAKI Tingkat Provinsi Bali ini menjadi bagian dari upaya mendorong perlindungan hukum terhadap karya-karya lokal jenius Bali, khususnya yang dihasilkan pelaku UMKM dan komunitas adat di Bali," ujar Megawati Soekarnoputri. 

Sementara itu Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa merasa berbangga dan menyambut baik keberhasilan Tari Sekar Jempiring asal Kota Denpasar meraih Sertifikat HAKI melalui Surat Pencatatan Ciptaan. 

"Penyerahan Sertifikat HAKI terhadap karya-karya lokal jenius Bali khususnya yang dihasilkan seniman, pelaku UMKM dan komunitas adat di Bali semoga menjadi langkah strategis dalam memberikan perlindungan hukum yang jelas dan perlindungan signifikan terhadap karya ciptaan," ucap Arya Wibawa.

Selain itu, Arya Wibawa juga mengatakan, hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas terhadap karya  cipta seniman dan produk UMKM lokal khususnya di Kota Denpasar sehingga kedepan memiliki kualitas dan nilai saing. (esa-wahdodi)

Sukses Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, RPKD Ditinjau Deputi Kemenpan RB Sebagai Praktik Baik Radio Inklusi.

Ket foto : Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat menerima kunjungan dari Deputi Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Otok Kuswandaru guna meninjau Inovasi Raditya RPKD Kota Denpasar di Dharma Negara Alaya Denpasar, Rabu (1/4).

Denpasar, Bali Kini - Setelah sukses mendulang prestasi skala nasional sebagai Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, Radio Publik Kota Denpasar (RPKD) 92,6 FM lewat Inovasi Radio Inklusi Menuju Kota Denpasar Maju dan Jaya (Raditya) menerima kunjungan dari Deputi Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Otok Kuswandaru yang diterima Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya di Dharma Negara Alaya Denpasar, Rabu (1/4). Kunjungan tersebut dilaksanakan guna memastikan keberlanjutan serta sebagai praktik baik radio inklusi. 

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Analis Utama Kementerian PANRB, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Denpasar, I Putu Wisnu Wijaya Kusuma, Kadis Kominfos Kota Denpasar, I Gde Wirakusuma Wahyudi, Kabag Organisasi Setda Kota Denpasar, Luh Nyoman Endi Suari serta instansi terkait lainya. 

Sejak tiba, rombongan tampak langsung meninjau satu per satu ruangan di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar. Mulai dari ruang amphiteater, ruang diskusi, ruang pameran, ruang taksu hingga berakhir di ruang RPKD Kota Denpasar. 

Deputi Bidang Pelayanan Publik di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Otok Kuswandaru dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas inovasi Raditya pada RPKD Kota Denpasar. Dimana, berbagai inovasi yang dimiliki wajib memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. 

"Untuk memuaskan masyarakat memerlukan inovasi, sehingga kami memberikan apresiasi terhadap inovasi yang memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat," ujarnya. 

Pihaknya juga memberikan apresiasi terhadap jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang terus berkomitmen memberikan pelayanan secara inklusif. Hal ini sejalan dengan amanat undang-undang, bahwa pelayanan publik wajib dapat diakses oleh semua orang tanpa terkecuali. 

"Semoga Inovasi Raditya terus berkembang sebagao radio inklusif yang berkemanfaatan bagi seluruh masyarakat Kota Denpasar," ujarnya. 

Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya didampingi Kadis Kominfos Kota Denpasar, I Gde Wirakusuma Wahyudi mengucapkan terima kasih atas kunjungan jajaran Deputi Pelayanan Publik Kementerian PANRB di Kota Denpasar. Tentunya, hal ini menjadi pemantik untuk terus berinovasi secara berkelanjutan dan berkemanfaatan. 

Eddy Mulya mengatakan, Inovasi Radio Inklusi Menuju Denpasar Maju dan Jaya (RADITYA) milik Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar diharapkan menjadi inovasi yang memberikan kemudahan kepada masyarakat.

"Ide utama dari inovasi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Denpasar akan sarana komunikasi, sosialisasi dan wadah berkreasi yang inklusif bagi seluruh masyarakat, terutama kelompok disabilitas, lansia, dan remaja rentan. Serta demi mendukung Kota Denpasar sebagai Kota Inklusi," ujarnya. (Ags/HumasDps).

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved