-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Kamis, 12 Februari 2026

Bupati dan Wakil Bupati Klungkung Terima Kunjungan Silaturahmi Kapolres Baru

Klungkung  , Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menerima kunjungan dan silaturahmi Kapolres Klungkung yang baru, AKBP Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K., M.H., bertempat di Ruang Rapat Bupati Klungkung, Kamis (12/2/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda silaturahmi sekaligus perkenalan pejabat baru di lingkungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klungkung. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Klungkung dan Polres Klungkung.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati I Made Satria menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada AKBP Mikael Hutabarat di Kabupaten Klungkung. Ia berharap sinergi dan koordinasi yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Terima kasih sudah bisa berkunjung dan bersilaturahmi ke Kantor Bupati. Fokus kita ke depan adalah pengawasan wisatawan mancanegara di Kepulauan Nusa Penida. Bagaimana bisa mengkondusifkan sehingga pariwisata tetap berjalan dengan baik. Kita juga patut untuk menertibkan para driver, supaya berperilaku dan berpenampilan sopan karena para driver ini sebagai salah satu image-nya Nusa Penida,” ujar Bupati Satria.

Lebih lanjut, Bupati  Satria menegaskan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Klungkung, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan terciptanya situasi yang aman, nyaman, dan tertib bagi wisatawan maupun masyarakat setempat.

Sementara itu, Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Klungkung. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di kawasan destinasi wisata.

Pemkab Klungkung Gandeng Ctrip dan Easybook Terapkan E-Ticketing dan E-Payment Retribusi Wisata

Klungkung , Bali Kini -  Dalam upaya mewujudkan sistem retribusi yang transparan, akuntabel, dan modern, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten Klungkung menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah pihak. Kerja sama tersebut dilakukan dengan PT Ctrip International Indonesia dan PT Easybook Teknologi Indonesia terkait pemungutan retribusi pelayanan tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga di Kabupaten Klungkung berbasis E-Ticketing dan E-Payment System. Serta kerjasama antara Pemkab Klungkung dengan Desa Adat Sompang dan Desa Adat Sakti
tentang Pengelolaan Tempat Rekreasi Objek dan Daya Tarik Wisata diwilayah desa adat masing masing.

Penandatanganan dokumen kerja sama dilaksanakan oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama masing-masing pihak, bertempat di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Kamis (12/2).

Bupati Klungkung I Made Satria dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi sistem pemungutan retribusi dari metode manual menuju sistem berbasis digital merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah. Selain memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan, sistem ini juga diharapkan mampu meningkatkan transparansi serta akurasi pencatatan penerimaan daerah.

“ Langkah ini juga bertujuan untuk meminimalisir potensi kebocoran penerimaan serta mengurangi risiko kesalahan pencatatan yang kerap terjadi pada sistem manual,” ujar Bupati Satria.

Lebih lanjut ditegaskan, tujuan utama digitalisasi retribusi meliputi peningkatan PAD, peningkatan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik, serta penguatan sistem pengawasan berbasis data.
“Dengan sistem digital, kita dapat mengetahui secara pasti data kunjungan wisatawan, pemerintah juga dapat melakukan monitoring penerimaan secara real-time dan membangun database yang terintegrasi sebagai dasar perencanaan kebijakan untuk kedepannya,” tambahnya.

Bupati Karangasem Buka Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2027, Dorong Percepatan Pembangunan

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini– Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, SE secara resmi membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) RKPD Semesta Berencana Kabupaten Karangasem Tahun 2027 di Wantilan Sabha Prakerti Kantor Bupati Karangasem, Kamis (12/2/2026).

Forum tersebut merupakan tahapan penting dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2027 yang merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Karangasem 2025–2029.

Dalam sambutannya, Bupati I Gusti Putu Parwata, SE menegaskan bahwa penyusunan RKPD merupakan amanat regulasi yang wajib dilaksanakan pemerintah daerah setiap tahun.

“Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pemerintah daerah wajib menyusun dokumen perencanaan pembangunan setiap tahunnya yang disebut RKPD,” ujar I Gusti Putu Parwata.

Ia menjelaskan, RKPD Tahun 2027 merupakan penjabaran tahun kedua dari RPJMD dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Menuju Karangasem yang AGUNG yang dituangkan dalam 3 misi dan 17 Program Prioritas AGUNG.

“Forum Konsultasi Publik ini menjadi ruang strategis untuk menggali permasalahan, isu strategis, menyelaraskan arah kebijakan, prioritas serta sasaran pembangunan daerah dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga membuka ruang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan masukan konstruktif demi penyempurnaan dokumen Ranwal RKPD 2027.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh peserta untuk memberikan saran, kritik, dan masukan agar dokumen ini benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat dan mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, Ir. I Ketut Sedana Merta, ST., MT., dalam arahannya menyoroti capaian indikator ekonomi makro daerah yang masih perlu perhatian serius.

Ia menyebutkan lima indikator utama pembangunan, yakni pertumbuhan ekonomi, persentase kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Pengangguran Terbuka, dan Gini Rasio.

“Dari lima indikator ekonomi makro tersebut, tiga indikator utama yaitu pertumbuhan ekonomi, persentase kemiskinan, dan indeks pembangunan manusia masih menempati urutan terakhir dibandingkan kabupaten/kota di Bali,” ungkap Ir. I Ketut Sedana Merta.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi dorongan bagi seluruh perangkat daerah untuk melakukan terobosan.

“Saya mengajak seluruh stakeholder untuk merasa wirang dan jengah terhadap kondisi daerah yang kita cintai ini. Perangkat daerah harus melakukan upaya terobosan dan lompatan untuk mengejar ketertinggalan,” tegasnya.

Ia juga menekankan agar program dan kegiatan yang diusulkan benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat serta mengurangi kegiatan rutin yang tidak berkontribusi signifikan terhadap pencapaian target pembangunan.

Di sisi pendanaan, Sekda meminta perangkat daerah penghasil yang dikoordinasikan oleh BPKAD menggali potensi pendapatan daerah secara maksimal serta mengoptimalkan peluang pendanaan dari APBD Provinsi Bali, APBN, Bantuan Keuangan Khusus dan sumber lainnya di bawah koordinasi Bappeda.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Widiantara, ST., M.Si., melaporkan bahwa forum tersebut diikuti sebanyak 120 peserta yang terdiri dari unsur DPRD, perangkat daerah, instansi vertikal, BUMD, Majelis Desa Adat, Forum Perbekel, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta organisasi profesi.

“Melalui Forum Konsultasi Publik ini diharapkan Dokumen Ranwal RKPD Kabupaten Karangasem Tahun 2027 menjadi lebih sempurna dan berkualitas,” ujar I Gusti Bagus Widiantara.

Ia juga memaparkan tahapan penyusunan RKPD 2027 yang telah dimulai sejak akhir Desember 2025 dengan penetapan SK Tim Penyusun RKPD, dilanjutkan penerbitan Surat Edaran Juknis Musrenbang pada 15 Januari 2026, pendampingan input usulan desa/kelurahan pada 26–27 Januari 2026, pendampingan Pokir DPRD pada 10 Februari 2026, serta pelaksanaan Focus Group Discussion pada 10–11 Februari 2026.

Selanjutnya, Musrenbang Kecamatan dijadwalkan berlangsung pada 18–27 Februari 2026, Forum Perangkat Daerah pada minggu kedua hingga ketiga Maret 2026, hingga penetapan RKPD direncanakan pada akhir Juni 2026 setelah penetapan RKPD Provinsi Bali.

Melalui rangkaian tahapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karangasem menargetkan RKPD 2027 dapat ditetapkan tepat waktu serta mampu mendorong percepatan pembangunan daerah secara terarah, terukur, dan partisipatif. (Ami)

Persiapan Imlek Kongzili ke-2577 tahun 2026 di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap

Denpasar , Bali Kini - Pembersihan patung (rupang) dewa-dewi di Vihara Dharmayana, Kuta, Bali, merupakan tradisi tahunan penting yang dilakukan warga Tionghoa untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Dilakukan upacara membersihkan dan memandikan arca suci atau patung yang disebut Rupang, dengan sarana air kembang serta memasang lampion sebagai persiapan persembahyangan suci.

Upacara ini juga dilakukan disejumlah Konco di berbagai wilayah, seperti terpantau di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Kamis (12/02). Persiapan Imlek Kongzili ke-2577 tahun 2026  di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Denpasar Selatan, fokus pada ritual pembersihan rupang (patung dewa-dewi), pemasangan ornamen merah, dan penataan sarana persembahyangan yang memadukan tradisi Tionghoa dan Hindu (akulturasi). 
Puncak acara ditandai dengan persembahyangan bersama dan pertunjukan barongsai pada malam Tahun Baru. Sementara itu, Ida Bagus Made Adnyana sebagai penglingsir Kongco mengatakan persiapan sudah dilakukan sejak Selasa (10/2), dengan sembahyang bersama mengantar dewa kelangit, yang dilaksanakan pada pukul 23.00 WITA. 
Setelah itu pada tanggal 16 Februari 2026 tengah malam pada pukul 24.00 WITA dilakukan persembahyangan bersama guna menutup Imlek tahun 2025 dan membuka Imlek tahun 2026 pada tanggal 17 Februari 2026.
Jadi makna dari pembersihan Patung Dewa Dewin dan Rupang serta kawasan Kongco dalam menyambut Imlek ini, berharap memasuki tahun yang baru ini dengan hati yang bersih. Dimana segala sesuatu dengan hati yang bersih akan menghasilkan yang baik. 
Petugas yang dikerahkan dalam Persih bersih ini dilakukan oleh semua pengurus dan termasuk semua pengayah (petugas klenteng) dalam berbagai katagori katagori yang melaksanakan pembersihan. Jadi mereka yang melakukan pembersihan pada rupang, adalah yang sudah di 'winten' secara Balinya. Melakukan ritual pembersihan patung-patung dewa atau rupang untuk menyambut energi baru pada tahun yang baru ini.
Dalam perayaan Imlek tanggal 17 Februari nanti, Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap akan melakukan persembahyangan bersama tengah malam di hari sebelumnya yakni tanggal 16 Februari 2026. Yang mana akan diiringi pertunjukan barongsai dan pementasan kembang api ke udara. 
"Di tanggal 17 Februari kita merayakan hingga Cap Go Meh, dihadiri ratusan umat Hindu, Buddha, dan Tionghoa hadir untuk bersembahyang di klenteng yang juga berdekatan dengan Pura Candi Narmada ini. Dimana umat yang datang ke Griya Konco Dwipayana ini sangat beragam. Umat Hindu datang Budha datang, wujud toleransi yang sangat tinggi," Jelas Bagus Made Adnyana alias Atu.

Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya di Pura Sor Waringin Ulun Desa Padangsumbu

Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri
Puncak Karya di Pura Sor Waringin Ulun, Desa Padangsumbu, Kamis (12/2). 

Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Puncak Karya di Pura Sor Waringin Ulun, Desa Padangsumbu, Kecamatan Denpasar Barat, bertepatan dengan Wrespati Kliwon, Menail, Kamis (12/2). Kehadiran orang nomor satu di Kota Denpasar ini menjadi wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan tradisi, sekaligus penguatan nilai sradha bhakti masyarakat.

Puncak karya tersebut merupakan rangkaian Karya Ngenteg Linggih Pedudusan, Wrespati Kalpa Agung, Nyatur Mukti, serta Caru Walik Sumpah yang digelar dengan penuh khidmat. Turut hadir dalam kesempatan itu Anggota DPRD Kota Denpasar I Nyoman Tananjaya, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Surya Antara, Camat Denpasar Barat Wayan Yusswara, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Badung.

Rangkaian yadnya dipuput secara Siwa Budha oleh Ida Pedanda Gede Swabawa Karang Adnyana dari Griya Buda Keling, didampingi Ida Pedanda Gede Wayahan Jelantik Dauh dari Griya Siangan Gianyar, serta Ida Pedanda Gede Sakti dari Griya Telabah Batubidak Kerobokan.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan krama desa dalam menyukseskan upacara. Jaya Negara menegaskan bahwa upacara yadnya tidak hanya menjadi sarana spiritual, tetapi juga mempererat rasa persaudaraan serta gotong royong masyarakat.

“Melalui pelaksanaan karya seperti ini, kita berharap nilai-nilai kebersamaan terus terjaga, sekaligus memperkuat harmoni antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Pamucuk Karya I Wayan Nik Selamat menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah dimulai sejak 3 Januari 2026, diawali dengan pemelastian ke pantai dan nunas tirta, serta dilaksanakan sesuai dresta desa setempat. Upacara nyejer berlangsung selama lima hari, dilanjutkan rangkaian ngeremekin, nganyarin, maprani, dan nyenuk pada 17 Februari 2026. Penyineban karya dijadwalkan pada 29 Maret 2026.

“Atas nama krama pengempon, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung atas dukungan yang diberikan, sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar,” ungkapnya.

Pelaksanaan puncak karya ini diakhiri dengan penyerahan punia, serta Walikota Jaya Negara juga berkesempatan meninjau pelawatan di pura setempat. (Pur)

Pedagingan di Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas Desa Adat Renon.

Ket foto : 
Wawali Denpasar Arya Wibawa Mendem Pedagingan di Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas Desa Adat Renon. 

Denpasar , Bali Kini - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengikuti prosesi Mendem Pedagingan serangkaian Karya Melaspas lan Mecaru di Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon bertepatan Rahina Wraspati Kliwon Menail, Kamis (12/2) pagi. 

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut menyambut baik pelaksanaan Karya Melaspas lan Mecaru Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon ini. 

"Kebersamaan dan rasa tulus ikhlas seluruh Pengempon Pura serta masyarakat sekitar, semoga dapat memberikan berkah bagi yang melaksanakannya, sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam," ujarnya. 

Ditambahkan Arya Wibawa, sinergi yang baik ini menjadi penting guna mendukung pelaksanaan Karya Melaspas lan Mecaru Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon. 

"Sinergi erat Pemerintah Kota Denpasar dengan masyarakat dalam mewujudkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau rasa bergotong-royong mencapai tujuan yang bersama membingkai Kota Denpasar maju berlandaskan budaya," ujar Arya Wibawa. 

Sementara Ketua Panitia Karya, Wayan Sukertha saat ditemui menjelaskan bahwa Karya Melaspas lan Mecaru Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon dilaksanakan pasca pembenahan Pelinggih Pura sebanyak kurang lebih sembilan titik Pelinggih yang telah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu. 

"Terimakasih kepada Pemkot Denpasar khususnya Bapak Wakil Wali Kota Denpasar yang telah hadir dan mengikuti prosesi Mendem Pedagingan Pelinggih Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon yang dilaksanakan oleh masyarakat kami ini. Semoga dengan lancarnya pelaksanaan Karya Yadnya ini dapat memberikan kebaikan bagi kita semua, " ungkapnya. ( esa-wahdodik)

Sekda Eddy Mulya Hadiri Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah 2026

Ket. Foto :Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menghadiri Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK)  

Perkuat Kapasitas Pimpinan Daerah untuk Fiskal yang Sehat dan Berdampak

Jakarta, Bali Kini - Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menghadiri Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK)  di Aula Pusdiklat Pajak, Jakarta, Kamis (12/2). 


Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pimpinan pemerintah daerah dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan fiskal daerah yang sehat, berkualitas, dan berdampak bagi pertumbuhan ekonomi.


Dalam sambutannya, Plt. Kepala BPPK Sudarto mengungkapkan meski workshop bagi level pimpinan ini pernah diadakan pada tahun 2024, kegiatan tersebut kembali diselenggarakan dengan harapan dapat menjadi pengingat mengenai tata kelola keuangan daerah yang perlu dijaga, kerjasama antar pusat dan daerah, serta mengevaluasi apa saja yang perlu diperbaiki sehingga apa yang direncanakan dapat berjalan lebih baik. 


Selebihnya, Sudarto juga menambahkan bahwa kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor penting keberhasilan pengelolaan keuangan daerah yang berdampak pada masyarakat. 


"Melalui workshop ini diharapkan dapat mengubah cara daerah memandang dan mengalokasikan anggaran untuk menjadi pemicu efisiensi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi," ujarnya. 


Sementara Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya didampingi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Denpasar, Ni Putu Kusumawati mengatakan workshop ini menjadi bagian dari upaya strategis Kementerian Keuangan dalam mendukung agenda nasional, termasuk harmonisasi kebijakan fiskal pusat dan daerah serta pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.

Perekonomian daerah dipandang sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga diperlukan pengelolaan keuangan daerah yang efektif, efisien, dan berintegritas.


Materi workshop ini mencakup isu-isu strategis seperti integrasi perencanaan dan penganggaran, peran belanja daerah sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi, percepatan realisasi belanja dan manajemen kas daerah, penggalian potensi pajak dan retribusi daerah, optimalisasi pemanfaatan aset daerah, strategi pembiayaan dan investasi termasuk KPBU, serta penguatan integritas dan sistem pengendalian internal.


"Kegiatan ini juga sebagai pendukung program sertifikasi aparatur pengelola keuangan daerah sehingga bagi pemda yang mempunyai kapasitas dan kinerja pengelolaan keuangan meningkat, dapat diberikan insentif fiskal," ujarnya. (Eka)

Bangunan di Sempadan Pantai Bunutan Ditertibkan, Satpol PP Turunkan Alat Berat

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini – Bangunan yang dinyatakan melanggar sempadan pantai di kawasan pesisir Banjar Dinas Lean, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, resmi dibongkar oleh Satpol PP Karangasem, Rabu (11/2/2026). Penertiban dilakukan setelah pemilik bangunan tidak mengindahkan sejumlah peringatan dari pemerintah.

Kasatpol PP Karangasem, Ida Bagus Eka Anata Wijaya, mengatakan pihaknya menjatuhkan sanksi administratif berupa pembongkaran sesuai Perda Nomor 6 Tahun 2024 tentang Trantibumlinmas.

“Secara teknis, pelanggaran yang diatur yakni pelanggaran sempadan sebagaimana hasil kajian dari Dinas PU. Itu menjadi dasar kami melakukan penindakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tindakan tersebut juga berdasarkan aduan masyarakat serta rekomendasi DPRD Karangasem Komisi II yang sebelumnya telah melakukan pemantauan ke lokasi. Hasilnya, bangunan dinilai berpotensi melanggar aturan dan harus segera ditertibkan.

“Hari ini dilakukan pembongkaran untuk mengembalikan fungsi lahannya sebagai jurang dan kawasan bibir pantai,” jelasnya.

Bangunan tersebut diketahui berdiri menggunakan rangka baja dan dicor permanen, sehingga pembongkaran dilakukan dengan bantuan alat berat.

Eka Anata menegaskan, penertiban ini menjadi peringatan bagi masyarakat maupun pelaku usaha agar mematuhi aturan dalam menjalankan usaha di wilayah Karangasem.

“Ke depan kami akan terus mendata dan melakukan pengawasan terhadap bangunan yang berdiri tanpa izin atau tidak sesuai peruntukannya. Kami akan lakukan pengawasan lebih intens dan bekerja sama dengan seluruh stakeholder,” tegasnya. (Ami)

Rabu, 11 Februari 2026

Pemkot Denpasar Tindak Lanjuti Koordinasi dengan Pihak BPJS Kesehatan 1.221 Peserta BPJS Telah Diaktifkan Kembali



Denpasar, Bali Kini - Menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 terkait penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan, Pemerintah Kota Denpasar akan mengaktifkan kembali sebanyak 23.180 jiwa masyarakat Kota Denpasar yang terdaftar pada kepesertaan BPJS  Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) JK.

Hal tersebut disampaikan saat Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat menerima Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Dr. Nyoman Wiwiek Yuliadewi di Kantor Walikota Denpasar, Selasa (10/2).

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan Pemkot Denpasar telah menyiapkan dana APBD sebesar Rp.8.762.040.000 yang nantinya digunakan untuk pengaktifan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan yang tadinya berjumlah 24.401 peserta, setelah dilakukan proses koordinasi, validasi dan verifikasi, 

sebanyak 1.221 peserta telah berhasil diaktifkan. Sedangkan sebanyak 23.180 peserta masih dalam tahap verifikasi. 

 "Melalui langkah cepat dan koordinasi lintas perangkat daerah, hingga hari ini jumlah tersebut telah berkurang menjadi 23.180 jiwa, yang berarti sebanyak 1.221 kepesertaan telah berhasil diaktifkan kembali," ujarnya.

Lebih lanjut Jaya Negara juga mengatakan untuk pengaktifan peserta BPJS Kesehatan ini pihaknya berkoordinasi dengan pihak BPJS agar sesegera mungkin dilakukan, sehingga masyarakat yang dinonaktifkan dapat menggunakan kembali layanan kesehatan di Kota Denpasar.

"Setelah melakukan pengaktifan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan ini diharapkan agar seluruh masyarakat Kota Denpasar dapat menggunakan kembali layanan kesehatan. Dan juga diingatkan untuk masyarakat kurang mampu yang belum mengaktifkan BPJS Kesehatan agar melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Denpasar untuk mengaktifkan kepesertaan JKNnya," kata Jaya Negara.

Sementara Kacab BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Dr. Nyoman Wiwiek Yuliadewi mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar atas komitmennya memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui pengaktifan kembali  kepesertaan BPJS Kesehatan PBI Pemda sebanyak 25.000 jiwa yang sebelumnya telah dinonaktifkan dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) oleh Kemensos RI.     

 "Per hari ini sudah aktif 1.221 peserta melalui Penerima Bantuan Iuran Pemda (PBI Pemda) melalui anggaran APBD," jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya juga berkomitmen akan segera mengaktifkan kembali data yang diberikan melalui Dinas Sosial Kota Denpasar sebanyak 23.180 jiwa kepesertaan BPJS Kesehatan PBI Pemda sehingga kedepannya tidak ada kendala dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan dasar di Kota Denpasar. 

"Tentu kami berharap seluruh masyarakat khususnya di Kota Denpasar dapat terlindungi melalui pelayanan kesehatan dasar terutama dalam hal ini masyarakat kurang mampu untuk seluruhnya sudah tercover BPJS  Kesehatan PBI Pemda," pungkas Wiwiek Yuliadewi. (Arm)

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya melaksanakan Sosialisasi Kulkul PKK dan Posyandu serta Kunjungi Tempat Pengolahan Sampah Plastik “Bali Harmoni” di Denbantas


Tabanan , Bali Kini  – Selain melaksanakan Sosialisasi Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu yang dirangkai dengan Sosialisasi Posyandu 6 SPM, serta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber melalui zoom meeting di Kantor Bupati Tabanan, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya juga melaksanakan kunjungan ke lokasi pengelolaan sampah berbasis sumber di Desa Denbantas, Tabanan, Rabu (11/2). Dalam Kegiatan tersebut, Bunda Rai turut didampingi Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan dan Jajaran, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, Perangkat Daerah terkait serta Perbekel Desa Denbantas.


Gerakan Kulkul yang merupakan program unggulan TP PKK Provinsi Bali dilaksanakan serentak setiap Minggu pertama setiap bulan pukul 06.00–08.00 WITA sebagai upaya menumbuhkan kembali semangat gotong-royong dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan menuju Bali Bersih Sampah. Dengan memanfaatkan kulkul berbahan bambu sebagai simbol komunikasi tradisional, masyarakat diberikan tanda persiapan dan tanda mulai kegiatan secara serentak untuk membersihkan halaman rumah, telajakan, serta fasilitas umum seperti balai banjar dan tempat suci.


Usai sosialisasi, Bunda Rai dan jajaran melanjutkan kunjungan meninjau langsung inovasi pengolahan sampah plastik yang digagas komunitas “Bali Harmoni” dengan semboyan “Mengubah Sampah Menjadi Berkah” di Desa Denbantas, Tabanan. Bunda Rai mengunjungi salah satu rumah tangga pelopor pengolahan sampah dari sumber, yang dikelola oleh Bapak Imam Kambali bersama tim inovasi, sekaligus menyampaikan apresiasi atas terobosan pengolahan sampah plastik melalui mesin pirolisis yang mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar seperti bensin, solar, dan minyak tanah.


“Pada hari ini saya mengunjungi salah satu rumah tangga yang mengolah sampah dari sumbernya. Ini merupakan inovasi yang sangat luar biasa dalam mengelola sampah, utamanya sampah plastik. Sampah plastik ini bisa diolah menjadi bensin, solar, dan minyak tanah. Tentu ini sangat bermanfaat bagi kehidupan kita,” ucap Bunda Rai di sela-sela kunjungannya.


Bunda Rai juga berharap, inovasi tersebut dapat ditularkan ke rumah tangga lainnya sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber. Ditambahkannya persoalan sampah saat ini sudah menjadi isu serius yang harus ditangani bersama melalui langkah konkret dan berkelanjutan. Sehingga diperlukan komitmen dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah. Dengan langkah sederhana namun konsisten, diharapkan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat berkurang secara signifikan. 


“Pengelolaan sampah berbasis sumber seperti ini sangat membantu dalam upaya kita menanggulangi persoalan sampah. Tidak menutup kemungkinan inovasi luar biasa ini bisa kita tularkan ke rumah tangga lainnya,” imbuh Bunda Rai. Seraya menyampaikan Upaya ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.


Sementara itu, Imam selaku pemilik tempat menjelaskan bahwa dalam proses pengolahan plastik menggunakan mesin pirolisis, terdapat sejumlah kendala teknis, terutama saat musim penghujan. “Kendalanya kalau musim hujan, proses penjemuran jadi terhambat karena kurang panas. Padahal syarat utama sampah plastik bisa masuk ke mesin pirolisis adalah kondisinya boleh sedikit kotor, tapi harus benar-benar kering,” jelasnya.


Ia juga menjelaskan, bahwa hampir semua jenis plastik dapat diolah, kecuali tiga jenis tertentu, yakni PET (Polyethylene Terephthalate) seperti botol air mineral bening, PVC (Polyvinyl Chloride), dan PC (Polycarbonate). Plastik yang tidak dapat diolah melalui mesin pirolisis tersebut diarahkan ke industri daur ulang untuk dicetak ulang menjadi biji plastik. Menariknya, plastik kresek yang umumnya bernilai ekonomis rendah justru dapat diolah menjadi bahan bakar melalui teknologi tersebut.


Tidak hanya sampah plastik, pengelolaan sampah juga mencakup sampah organik melalui sistem sirkular. Sampah organik diolah menjadi pakan ikan, kemudian kotoran ikan dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman hortikultura seperti cabai dan pepaya. Dengan sistem ini, hampir seluruh sampah dapat dimanfaatkan, menyisakan residu sekitar 1–2 persen saja. Komunitas Bali Harmoni sendiri menggerakkan masyarakat untuk memilah sampah dari rumah. Setiap minggu, sampah yang telah dipilah dikumpulkan di satu titik untuk kemudian dijemput dan diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM).


Melihat sistem yang berjalan dan cukup baik, Bunda Rai memberikan apresiasi dan menilai inovasi tersebut sangat potensial menjadi role model bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Tabanan. Ia pun menyampaikan komitmennya dalam mendorong gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai bagian dari penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. “Inovasi ini sangat baik dan bisa menjadi contoh bagi tempat lain. Dari sampah organik saja bisa menghasilkan tanaman yang subur dan produktif. Ini bukti bahwa jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi berkah,” tegasnya. 

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved